Dalam perspektif ajaran Islam, ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang sangat berharga yang menentukan kualitas seseorang atau suatu bangsa. Suatu bangsa akan menjadi bangsa yang maju, modern, dan berperadaban, manakala masyarakatnya mencintai ilmu, antara lain, ditandai dengan kebiasaan bertanya dan menulis.
Betapa pentingnya suatu pertanyaan untuk membuka ilmu pengetahuan, sampai-sampai Rasulullah SAW menyatakan, ''Ilmu itu ibarat harta yang terpendam, dan kunci untuk menggalinya adalah kesediaan untuk bertanya. Karena itu, bertanyalah kamu sekalian hal-hal yang tidak kamu ketahui. Sesungguhnya dalam proses tanya jawab akan diberikan pahala oleh Allah pada empat kelompok, yaitu: orang yang bertanya, orang yang menjawab, orang yang mendengarkan, dan orang yang mencintai mereka.'' (HR Abu Nu'aim dari Ali bin Abi Thalib).
Orang yang berkesempatan mencari ilmu, tetapi tidak mau memanfaatkannya, sehingga ia tetap berada dalam kebodohannya, dianggap orang yang paling akan merugi kelak kemudian hari. Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam hadis Rasulullah SAW riwayat Ibn Assakir dari Anas bin Malik. Terlebih lagi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan ibadah-ibadah (khusus) yang kita lakukan dalam rangka melaksanakan kewajiban kita pada Allah SWT, seperti shalat, puasa, dan ibadah haji. Karena ibadahnya orang yang bodoh (sama sekali tidak memiliki pengetahuan terhadap apa yang dikerjakannya) bukan saja tidak hanya akan ditolak oleh Allah SWT, tetapi juga dianggap sebagai penyakit agama yang sangat berbahaya.
Apalagi kesalahan yang dilakukannya secara sadar dan sengaja, dan disebarkan kepada orang lain. Misalnya, khutbah Jumat yang dilakukan oleh seorang perempuan dengan mengatasnamakan persamaan gender dan emansipasi dan bacaan dalam shalat yang disertai terjemahannya dengan mengatasnamakan untuk kekhusyukan dan kesyahduan, mencerminkan kebodohan para pelakunya terhadap kegiatan ibadah khusus tersebut. Dalam ibadah-ibadah khusus itu terdapat suatu kaidah yang menyatakan: Ketahuilah olehmu segala yang diperintahkan. Dan jangan mengerjakan kecuali yang diperintahkan tersebut. Tugas kita dalam bidang ibadah adalah sami'na wa atho'na (kami mendengar dan kami menaati) dan ittiba (mengikuti apa yang dicontohkan Rasul).
Dalam hal shalat misalnya, Rasulullah bersabda, ''Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.'' Jika seseorang atau sekelompok orang mengerjakan ibadah khusus seperti shalat dengan menambah-nambah sesuatu yang baru yang tidak ada contohnya atau mengurangi sesuatu yang telah ditetapkan, maka dianggap melakukan perbuatan bid'ah yang menyesatkan, sebagaimana dinyatakan dalam HR Imam Bukhori dan Muslim dari Siti Aisyah, Rasulullah bersabda, ''Barangsiapa yang membuat hal-hal yang baru dalam urusan ibadahku ini, maka hukumnya tertolak.''Semoga kita semua terus-menerus mau belajar menambah ilmu pengetahuan, sehingga terhindar dari pekerjaan dan ibadah yang dianggap sia-sia dan ditolak oleh Allah SWT, dan membahayakan kehidupan kaum Muslimin secara luas.
19/08/12
Cari Blog Ini
Popular Posts
-
Terkadang firasat memang menjadi salah satu yang membuat kita bertanya pada seseorang bahkan pada para orangtua yang lebih mengenal dunia...
-
Sejarah Perusahaan 1. Awal Berdiri sebagai Excelcomindo Pratama (1996) PT Excelcomindo Pratama didirikan pada 6 Oktober 1996 dan mulai ber...
-
" Maka barang siapa yang sholat empat reka’at dan di setiap raka’at dia menbaca al fatihah 1x, al kautsar 17x, al ikhlash 5x, dan ...
-
Sosok itu begitu dekat dan akrab senyumnya selalu mengembang ketulusannya terpancar dari wajahnya ketanggguhan imannya mempesona...
-
Akhir-akhir ini terdengar kabar juga membuat saya geram dan ingin terjun bawah secara langsung untuk meninjau penyakit berkaitan dengan p...
-
Bla... bla.. bla... yang dimulai dri JUDUL dan Lainnya hehehe KATA PENGANTAR Alhamdulillah puji syukur saya panjatkan kepada Allah SW...
-
Beasiswa Arryman 2025 @ Cakupan beasiswa • Tunjangan pendidikan penuh • Tunjangan tempat tinggal Biaya hidup • Asuransi kesehat...
-
Ini Kisah Nyataku: Di Balik Gejala Penyakit Langka Jika dipelajari secara menyeluruh, gejala yang muncul pada wabah COVID-19 (Coronavi...
-
Sejarah Panjang Telkom Flexi: Dari CDMA Menjadi WiFi dengan Julukan WiFi.ID Telkom Flexi adalah salah satu layanan unggulan PT T...
-
Perjalanan Indosat-M3 Berikut informasi tentang perjalanan merger Indosat yang melibatkan berbagai operator telekomunikasi besar...