Showing posts with label Zello CH Indonesia Jawa. Show all posts
Showing posts with label Zello CH Indonesia Jawa. Show all posts

Windowsbie7 - Berceloteh Dikit 2013

Salam Hormat dan Salam Berbagi

Sepertinya Windowsbie7 (Bangbie) Sudah lama tidak nimbrung di dunia Blogging, karena ada kegiatan Mengajar dan Pembelajaran dibidang Database ebook maker dan Software Development Key atau biasa disebut dengan SDK.

Nah pembelajaran ini adalah sebagai bahan tambahan untuk pembuatan Aplikasi eBook yang mampu menguasai pasar Seluler dan Android bahkan Pasar Sistem Operasi seperti Windows, Linux, Garuda, dan Sistem Operasi Lainnya.

Mengapa Windowsbie7 mengarah ke pasar ini dan bukan mengarah pada artikel lainnya?
ya, karena selain mencari receh dan sedikit keringat windowsbie7 lebih memilih berbagi secara konvensional dan fleksibel. Selain bisa dilihat dan dibaca banyak orang, juga semakin bersemangat untuk selalu berkreasi meskipun tanpa adanya seorang asisten spesial (Kagak mau manja deh...) :P... jiahahaha

okelah,,, yang pasti nanti ada postingan Artikel lainnya yang mendukung dunia Berbagi Ilmu dan Informasi untuk para pembaca Budiman dan Budiwati.

Salam Windowsbie7,

Keutamaan Amal Jariyah


Rasulullah SAW pernah mengungkapkan keutamaan amal jariyah di antara semua jenis kebajikan, yaitu pahalanya tetap mengalir walaupun orang yang melakukannya telah tiada (wafat). Kata beliau, ''Apabila meninggal anak cucu Adam (manusia), maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal saja, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya oleh manusia, dan anak yang saleh yang berdoa untuknya.'' (HR Ahmad).

Dalam hadis berikut dan beberapa hadis lain yang bersamaan maksudnya, Rasulullah menyebut beberapa jenis amal jariyah yang terkait langsung dengan kepentingan masyarakat. Beliau bersabda, ''Sesungguhnya amal saleh yang akan menyusul seorang mukmin setelah dia meninggal dunia kelak ialah ilmu yang dia ajarkan dan sebarkan, anak saleh yang dia tinggalkan, mushaf Alquran yang dia wariskan, masjid yang dia bangun, rumah tempat singgah musafir yang dia dirikan, air sungai (irigasi) yang dia alirkan, dan sedekah yang dia keluarkan di kala sehat dan masih hidup.

Semua ini akan menyusul dirinya ketika dia meninggal dunia kelak.'' (HR Ibnu Majah dan Baihaqi). Islam memberi nilai lebih terhadap amal yang manfaatnya lebih lama dan lebih berbekas dalam kehidupan sesama makhluk. Amal jariyah itu dapat dikelompokkan dalam tiga bidang pembangunan, yaitu pembangunan pendidikan dan ilmu pengetahuan, pembangunan fisik atau kebendaan, dan pembangunan rohani atau keagamaan. Sebesar manfaat yang dirasakan orang lain, sebesar itu pula keutamaan dan pahalanya di sisi Allah.

Dalam Fiqih Prioritas, ulama besar Yusuf Al-Qardhawi menyatakan, ''Kalau kaum Muslimin mau memahami dan memiliki keimanan yang benar, serta mengetahui makna fikih prioritas, maka dia akan merasakan kebahagiaan yang lebih besar dan suasana kerohanian yang lebih kuat, setiap kali dia dapat mengalihkan dana ibadah haji (bagi yang telah pernah menunaikan hal yang wajib) itu untuk memelihara anak-anak yatim, memberi makan orang-orang yang kelaparan, memberi tempat perlindungan orang-orang yang telantar, mengobati orang sakit, mendidik orang-orang yang bodoh, atau memberi kesempatan kerja kepada para penganggur.'' Menurut Prof Dr Muhammad Al-Bahi dalam bukunya Islam dalam Kehidupan Umatnya, orang yang tujuan hidupnya mencari keridhoan Allah pasti akan berbuat untuk kepentingan sesama hidup.

Dengan begitu, setiap Muslim diingatkan jangan pernah berhenti menanam kebajikan dan jasa baik dalam hidup ini. Itulah sarana yang akan mengantarkan kita pada kebahagiaan dunia dan keselamatan di akhirat. Rasulullah menyatakan, ''Meskipun kiamat sedang terjadi, sedang di tangan salah seorang di antara kamu masih ada bibit kurma dan dia masih kuat untuk menanamnya, hendaklah dia tanam bibit itu, karena baginya ada ganjaran pahala.'' (HR Bukhari). Wallahu a'lam.

Niat Yang Suci


Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda, ''Sesungguhnya segala perbuatan itu dinilai berdasarkan niatnya dan setiap orang akan memperoleh apa yang diniatkannya. Barang siapa yang berhijrah menuju Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya benar-benar menuju Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa yang berhijrah karena kehidupan dunia yang ingin diperolehnya atau perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya akan sampai kepada segala yang menjadi tujuannya.''

Niat adalah faktor yang menentukan nilai suatu perbuatan. Baik dan buruknya nilai suatu perbuatan tergantung pada niat pelakunya. Bahkan, perbuatan bisa tidak bernilai sama sekali jika tidak didahului oleh niat. Menurut para ahli fikih, niat dapat membedakan mana aktivitas yang merupakan ibadah dan mana yang hanya merupakan tradisi atau budaya. Niat juga dapat membedakan satu bentuk ibadah dari ibadah lainnya walaupun keduanya mempunyai bentuk aktivitas yang sama.

Rasulullah SAW mendudukkan keutamaan niat setingkat dengan keutamaan hijrah. Beliau bersabda, ''Tidak ada hijrah setelah Fath Makkah, tetapi (yang ada) adalah jihad dan niat.'' (HR Muslim). Dalam sebuah hadis qudsi, Rasulullah SAW juga menegaskan, ''Sesungguhnya Allah telah menentukan kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukan. Maka barang siapa yang berniat melakukan kebaikan tetapi tidak melaksanakannya, Allah akan menetapkan baginya kebaikan yang sempurna. Dan jika ia melaksanakannya, Allah akan menetapkan baginya sepuluh kebaikan sampai dengan tujuh ratus kali lipat. Dan barang siapa yang berniat melakukan keburukan tetapi tidak melaksanakannya, Allah akan menetapkan baginya kebaikan yang sempurna. Dan jika ia melaksanakannya, Allah akan menetapkan baginya satu keburukan.'' (HR Bukhari).

Niat termasuk perbuatan hati. Inti niat terletak pada hati bukan pada ucapan atau perkataan. Karena itu, hanya Allah SWT dan pelakunya yang mengetahui hakikat niat. Perbuatan seseorang boleh jadi tidak sesuai dengan niatnya.

Perbuatan baik boleh jadi didorong oleh niat yang jahat. Jika demikian, Allah-lah yang akan menilai semua perbuatan berdasarkan niatnya. Niat yang dapat memberikan nilai kebaikan kepada setiap aktivitas adalah niat yang suci. Niat yang suci adalah niat yang mendahului setiap perkataan atau perbuatan yang dimaksudkan hanya untuk mendapatkan anugerah dan ridha Allah SWT. Niat yang suci menunjukkan prestasi kehidupan seorang Muslim. Setiap perbuatan dan perkataannya selalu berorientasi jangka panjang, tidak hanya jangka pendek.

Aktivitas Muslim yang selalu menyucikan niatnya, hanya ditujukan agar Allah SWT senantiasa melimpahkan kebaikan kepada dirinya. Orang yang niatnya suci lebih mengedepankan nilai pengabdian dari setiap aktivitasnya daripada mengharap balasan orang lain. Orang yang niatnya suci akan mendapatkan kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT seperti sabda Rasulullah SAW, ''Barangsiapa yang menghendaki mati syahid dengan niat yang suci, Allah akan tempatkan dia bersama para syuhada walaupun ia mati di atas tempat tidurnya.'' (HR Muslim).

Setiap Muslim hendaknya selalu menyucikan dan meluruskan niat dalam setiap aktivitas baik politik, ekonomi, sosial, seni, budaya, pendidikan, dan lain-lain. Dengan niat yang suci akan hilang egoisme dan senantiasa berorientasi kepada kepentingan orang banyak, bangsa, dan negara. Wallahu A'lam.