Tampilkan postingan dengan label Pikiran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pikiran. Tampilkan semua postingan

20/05/12

Partikel Tuhan Sudah Ditemukan?

Bagi yang membaca novel karya Dan Brown atau sudah menonton filmnya yang berjudul Angel and Demon tentu tak asing dengam istilah 'God particle' atau partikel Tuhan.

Dalam novel dan filmnya itu, Dan Brown memperlihatkan bagaimana kemungkinan reaksi kaum agamawan, terutama Vatikan, bila ternyata betul ilmuwan bisa menemukan partikel Tuhan yang menjelaskan asal usul dunia.
Foto: universe myblog.bimashakti.blogspot.com
Dan kini, apa yang dikisahkan lewat fiksi itu kemungkinan jadi nyata. Peneliti di pusat riset bergengsi CERN mengklaim mereka sedikit lagi akan menemukan partikel Tuhan. Dua tim sudah mengklaim temuan ini.

Peneliti senior CERN Oliver Buchmueller mengatakan mereka sangat gembira dengan kemajuan riset fisika kali ini. Uji coba demi uji coba terus dilakukan. Mereka perkirakan tahun depan sudah bisa mengurai asal usul alam semesta termasuk partikel Tuhan itu.

"Kami sudah sangat dekat dengan kesimpulan partikel Tuhan," kata Buchmueller seperti dikutip skynews.

Ilmuwan: Kami tak menyebutnya sebagai 'partikel Tuhan'

"Kami tak menyebutnya sebagai 'partikel Tuhan. Kalianlah, media, yang menyebutnya begitu," kata peneliti senior asal AS saat diwawancara satu radio Eropa terkait temuan tebaru dari lembaga riset CERN soal partikel Tuhan.

Para ilmuwan rupanya tak berkenan kalau partikel ilmiah mereka disebut sebagai 'partikel Tuhan'. Bukan apa-apa alasannya, menurut mereka partikel Higgs yang mereka cari cari itu tak ada hubungannya dengan agama apapun. Partikel Higgs hanya berusaha menjelaskan asal usul kehidupan dan alam semesta.
Foto: artikeltulisan.wordpress.com
"Saya benci sekali julukan itu 'partikel Tuhan'," kata anggota tim riset ATLAS CERN Pauline Gagnon. Para ilmuwan lebih suka menyebutnya Tetap sebagai partikel Higgs.

"Partikel HIggs tak ada hubungannya dengan agama manapun, menggelikan sekali kalau ada yang menghubungkan seperti itu," lanjut Pauline.

Oliver Buchmueller, dari tim lainnya CMS CERN, juga mengecam penyebutan ini. "Menjulukinya sebagai 'partikel Tuhan' sangat tidak tepat. Itu tidak adil pada penemu partikelnya dan peranan pentingnya di jagad raya. Ini tak ada hubungannya dengan Tuhan," kata dia.

Partikel Higgs bosonini menjadi mimpi setiap ilmuwan yang tertarik memetakan masalah asal usul alam semesta dan kehidupan. Ditemukan pada dekade 1960-an oleh ilmuwan Inggros Peter Higgs. Partikel ini adalah cara kerja bagaimana sebuah objek memperoleh massa pasca tumbukkan besar alam semesta yang dikenal lewat teori Big Bang.

Menurut teori yang dikembangkan ilmuwan, partikel Higgs ini menjadi agen terciptanya bintang, planet,  dan kehidupan alam semesta. Partikel itu memberi massa pada elemen partikel terkecil, karena itulah dijuluki 'partikel Tuhan' oleh kalangan media

Pippa Wells, peneliti ATLAS CERN, mengatakan tanpa peran partikel Higgs boson, maka partikel di alam hanya gentayangan tanpa tujuan. "Karena itu mendengarnya dijuluki 'partikel Tuhan' membuat saya marah. Itu berkebalikan dengan apa yang kami ilmuwan lakukan di CERN," tegasnya.

Lantas darimana datangnya julukan ini? Salah satu versi mengatakan julukan berasal dar buku pemenang nobel fisika asal AS, Leon M Lederman: "The God Particle: If the Universe is the Answer, What is the Question?"

Apa Sebenarnya 'Partikel Tuhan'?

Apa sih sebenarnya partikel Tuhan? Partikel Tuhan kerap juga disebut partikel Higgs. Ini adalah mata rantai partikel yang belum ditemukan ilmuwan terkait peristiwa bagaimana partikel dan energi berinteraksi. Partikel ini masuk ke dalam teori fisika model standar.

Bagaimana menemukan partikel ini? Para ilmuwan menembakkan partikel dengan arah yang berlawanan dalam terowongan sepanjang 27 km di kedalaman 100 meter dari permukaan.

Partikel yang ditembakkan itu akan bergerak dengan kecepatan cahaya dan mereka akan bertumbukkan pada akhirnya. Detektor yang supersensitif akan mengukur hasil tumbukkan partikel itu yang berupa debu partikel.

Riset senilai 6 miliar Poundsterling ini berupaya mereplika kondisi seusai penciptaan alam semesta 13,7 milyar tahun lalu yang biasa dikenal dengan nama teori tumbukkan besar atau Big Bang.

Dalam teori standar, diprediksi partikel subatom harusnya tak punya massa. Namun dalam teori lain, disebutkan, ada medan energi bernama Higgs dan boson yang muncul usai tumbukkan partikel itu. Kedua entitas ini membuat sub partikel tarik menarik, dengan kata lain memberinya massa.

Kalau ini ditemukan oleh ilmuwan, maka mereka bisa menentukan dengan pasti lewat model matematika, bagaimana cara kerja alam semesta. Dengan kata lain, mereka menemukan 'partikel Tuhan' yang menjelaskan segalanya.
Sumber: Republika.co.id
LARGE HADRON COLLIDER 
Ekperimen CERN Memecahkan Misteri "Partikel Tuhan" 


"Large Hadron Collider adalah cincin "Akselerator Partikel" dan "Atom-Smasher" raksasa yg dibuat oleh Badan Riset Nuklir Eropa (CERN) dengan panjang keliling 27 km yg terletak pd kedalaman 175 meter dibawah tanah. Dibangun diantara perbatasan Perancis dan Swiss, cincin itu sendiri terdiri dari 9300 kumparan magnet superkonduktif dengan berat berton-ton yg dirangkai seperti sosis dan kemudian didinginkan dengan sekitar 96 ton helium cair.

Sampai saat ini Proyek LHC melibatkan sekitar 7000 org Ahli Fisika Partikel (hampir separo dari semua ahli fisika partikel di seluruh dunia) dari 80 negara dan telah menghabiskan biaya sekitar USD 5,8 miliar (sekitar Rp 53,3 triliun).


Cara Kerja LHC adalah :


LHC terdiri dari dua buah pipa cahaya yg berdekatan dimana masing-masing pipa berisi sekelompok proton yg "berlari" mengilingi cincin utama ( 27 km ) secara berlawanan arah. Setiap kelompok proton tersebut didorong" oleh mesin LHC sehingga bisa mengandung energi sebesar 7 Trilyun Volt (7 TeV). Pada 4 titik tertentu 2 pipa tersebut akan bersilangan satu sama lain sehingga 2 kelompok proton tadi akan saling bertabrakan dg total energi sebesar 14 TeV dan menghasilkan 600 juta partikel per detik.

Pada titik-titik tabrakan tersebut dipasang detektor-detektor raksasa yg akan mencatat semua serpihan partikel super kecil yg dihasilkan pada setiap tabrakan. Saking besarnya salah satu dari detektor tersebut konstruksi bisa dipakai untuk membangun satu Menara Eiffel baru.
sumber: kaskus.us

Untuk KEMASLAHATAN besama, di mohonkan untuk mengikuti twitter dan atau facebook fanspag kami.

07/07/11

AKIBAT TERLALU BANYAK BERPIKIR


Berpikir adalah baik. Makin banyak berpikir, makin baik. Dengan banyak berpikir kita banyak tahu, keputusan kita bertambah bulat karena pertimbangan kita cukup lengkap. Tetapi kita banyak yang kurang berpikir dan banyak pula yang terlalu banyak berpikir. Suatu waktu saya mengerahkan pikiran untuk menyusun sebuah argumentasi, saya lengkapi dengan data dari mana-mana yang akhirnya tersusun menjadi bahan yang berhasil menciptakan keuntungan bagi perusahaan tempat saya bekerja. Saya bangga karena telah berbuat jasa yang cukup berarti. Tetapi mana upahnya? Bonus tidak, naik gaji tidak penghargaan tertulispun tidak. Untuk apa susah-susah memeras otak? Tidak akan lagi-lagi. Rugi saya. Begitulah karena saya kebablasan berpikir kebanggaan saya berubah menjadi penyesalan; hati saya merasa sedih dan pesimis, sikap saya menjadi negatif. Apakah anda juga sering menghabiskan banyak waktu berkutat dikepala anda sendiri? Mengolah sesuatu dalam otak, memikirkannya dari segala sudut dan segala kemungkinan karena ingin mengambil keputusan yang sempurna sebelum bertindak? Silahkan tetapi secukupnya saja, sebab apabila berlebihan bisa-bisa berakibat stagnasi, frustrasi atau stress. Mungkin waktu yang anda habiskan untuk memikirkan sebuah soal yang sepele jauh lebih lama ketimbang waktu yang dibutuhkan kalau anda mau langsung mengatasi persoalan itu. Belum lagi energi yang hilang percuma.

Psikolog Sian L. Beilock dari universitas Chicago pada 2008 meneliti tentang pengaruh kesempatan untuk berpikir yang diberikan kepada pegolf pemula dan pegolf profesional sebelum mereka diminta melakukan serangkaian pukulan. Pegolf pemula dianjurkan untuk mengambil waktu sebelum mulai, sedang kepada para professional dianjurkan untuk segera saja melakukannya. Ketika pegolf pemula diminta untuk melakukan lebih cepat, pukulan mereka menjadi kurang akurat, tapi pegolf profesional justru sebaliknya: mereka menunjukkan pukulan yang prima ketika diminta segera memukul dan goyah ketika disarankan untuk lebih dulu mengambil waktu. Terlalu banyak berpikir memang banyak menggagalkan kegiatan yang memerlukan keahlian dan ketelitian; baik kegitan fisik maupun mental. Anda dapat tersedak ketika berpidato didepan umum atau dalam seminar jika terlalu banyak berpikir untuk mencari kata-kata yang lebih tepat, salah menendang bola karena sibuk berpikir kearah pemain mana bola sebaiknya diberikan. Atau gagal menerbitkan artikel karena terus-menerus dibaca ulang dan diperbaiki sampai akhirnya dibatalkan karena kecewa. Begitulah terlalu banyak berpikir telah menggagalkan kreasi, menggangu inisiatif dan melemahkan motivasi, meskipun semula kita pahami sebagai mekanisme pertahanan untuk menghindari kegagalan.

Menurut sebuah artikel dalam Scientific American, mencoba berkonsentrasi untuk memantau kwalitas kinerja kita sendiri adalah kontraproduktif karena otak kecil kita, yang mengatur gerakan yang komplek tidak mungkin kita akses dengan sadar dan disengaja. Karena terlalu banyak berpikir bukan bawaan lahir dan terbukti berbahaya, sebaiknyalah untuk dihindari. “Berhentilah menunggu kesempurnaan. Kerjakan saja niat yang sudah dipertimbangkan. Jangan terlalu banyak asumsi, tinggalkan teori, segera bertindak. Rasakan takut tapi tetap lakukan! Jangan biarkan rasa takut membajak potensi atau melumpuhkan hidup anda!”. Begitu diantara nasehat motivator yang saya baca di internet, dan masih banyak lagi…….

Sumber ini Dikutip Oleh Pak Fauzan
Oleh : Bapak Jum'an Basalim
SNS : Facebook

Cari Blog Ini

Halaman

Popular Posts

Advertisement

Responsive Advertisement