Tampilkan postingan dengan label sembuh dengan energi illahi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sembuh dengan energi illahi. Tampilkan semua postingan

15/10/13

Obat Gatal Multi SKABIES Langsung Pental

Akhir-akhir ini terdengar kabar juga membuat saya geram dan ingin terjun bawah secara langsung untuk meninjau penyakit berkaitan dengan penyakit kulit yang terjadi di pedesaan Gentasari, Kec. Kroya Kab. Cilacap, Prov. Jawa Tengah. Hal ini pun menjadi sebuah realita diperuntukan bagi masyarakat dimulai sekarang sebagai bahan untuk memerangi penyakit gatal tersebut dalam realita perdesaan bahkan kota yang siap menjadi calon santapan para tungau-tungau alergi pada apapun dan siapapun.


WPGdA: Wabah Penyakit Gatal dan Alergi

Kata Kunci: Gitaran Kulit, Kulit Gitar, Bergitar Pada Kulit, Obate Gatelan, gudik (gudikan), penyakit ampera, gatal agogo, budukan, scabies, the itch, seven-year itch, Norwegian itch, Norwegian scabies, canine scabies, mange, intense pruritus, nocturnal pruritus, Sarcoptes scabies, Penyakit Gatelan, Kulit Gatel, Kulit Burix, Burikken, Korengan, Penyakit Koreng, Dll.

Pada umumnya penyakit ini hanya dirasakan para anak-anak yang ada dipesantren, asrama, kostan dan anak jalanan yang tak tahu pentingnya hidup bersih. saya (admin) telah lama usai menikmati jajanan asrama berbentuk gatal-gatal alergi seperti halnya penyakit skabies, tak dapat dipungkiri lagi bahwasannya penyakit ini tidak hanya menyerang Kantung Saku, Dompet dan Tabungan BANK seklaipun. Hal ini terbilang amat sangat memprihatinkan, seolah-olah saya sendiri merasa sebagai anak jalanan tak memiliki Orangtua, Ber Saudara, Ber Sahabat atau bahkan saya tak memiliki sebuah kepercayaan di dekat kawan maupun lawan. Akhirnya dengan sedikit uji coba dan usaha akhirnya racikan obat gatal yang saya budayakan untuk pencegahan penyakit menular serta menjadi bagan untuk menolong para penderita gatal-gatal alergi seperti skabies (Artikel News HotSpot), alhasil menjadi hal yang WOW ini untuk di budayakan. Adapun hal yang tidak sepantasnya dipublikasikan mengenai Obat ini, terkait dengan Bahan-bahan yang telah terproduksi secara Sah dan mendapatkan izin dari DepKes maupun Perizinan perdagangan di Tanah Air Indonesia bahkan luar negeri yang mengimpor barang Dagang negara Indonesia.

Ya!
bahan yang saya pakai adalah bahan pilihan dan sudah saya pilah-pilah dari mulai Nama, Kandungan Aktif serta tergolong sebagai penyempurna dasar obat ini (Obat Gatal Multi Skabies). Saya sendiri menamakan obat ini sebagai "Obat Gatal Overdosis Bahan Aktif" (BATGOBATIF) juga tidak memiliki dampak negatif, hampir dari penggunaan racikan ini banyak pula orang ingin dibuatkan dan difermentasikan sesuai dosis maupun aturan yang berlaku.

PERHATIAN!
Bahan yang saya racik ini bukan untuk di Konsumsi, tapi cukup di Oleskan.

Ingin Tahu Bagaimana Prosesnya?
Lebih Ingin Tahu Proses dan Takaran Dosisnya?
Atau Ingin Mengetahui sedikit/banyak terkait Macam Faedah, Bahan, Takaran, dan Aturan Pemakaian dari Ramuan Tersebut?
Silahkan datang saya ke Klinik Saya di Alamat [KLIK DISINI]

sedikitnya saya akan menyimpulkan bahwa kita (semua pihak) harus menyiapkan sketsa khusus seperti halnya Putra Bangsa yang mengerti dan Faham Bahan Kimia, Dana Memadai, Gedung Laboratorium Khusus, Pengembangan Pemberdayaan hasil Riset dan Pusat Perizinan Obat. Sebagian orang pasti menyikapi adanya hal ini untuk dijadikan sumber pegangan dasar pencegahan dan pengobatan topik terhangat ini.

Dibawah ini merupakan Hasil Copy Paste Artikel: [Klik]
------->>
Ini dia, Skabies atau Gudikan, salah satu penyakit kulit yang mudah menular ( yang disebabkan oleh kutu Scabies scabiei ) dari satu orang ke orang lainnya, sehingga tak jarang menyebar dalam keluarga ketika salah satu anggota keluarganya pulang kerumah membawa penyakit ini. Bila sebuah keluarga terjangkit penyakit gudik (skabies) maka tak ayal akan terjadi ritual menggaruk bersama terutama di malam hari. Beberapa penderita penyakit gudik menggambarkan seperti gitaran. Gerakan menggaruk yang mirip bermain gitar di malam hari lantaran rasa gatal yang ditimbulkannya.

Ilustrasi di atas menunjukkan bahwa penyakit gudik (skabies) mudah menular dan menjangkiti sekelompok orang melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Karenanya tak heran jika penyakit gudik (skabies) dapat dijumpai di sebuah keluarga, di kelas sekolah, di asrama, di pesantren. Di daerah kami (Palaran, Samarinda), gudik (skabies) merebak lagi sejak tahun 2002 hingga saat ini.

Pada tahap awal, penyakit gudik (skabies) sulit dibedakan dengan penyakit alergi kulit, akibatnya gudik (skabies) menyebar karena penyebabnya tidak diobati. Biasanya, penyakit gudik (skabies)

terdeteksi manakala menjangkiti lebih dari 1 orang dalam sebuah keluarga.

:: PENGERTIAN
Skabies (gudik) adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei varian hominis (sejenis kutu, tungau), ditandai dengan keluhan gatal, terutama pada malam hari dan ditularkan


melalui kontak langsung atau tidak langsung melalui alas tempat tidur dan pakaian.

:: PERJALANAN PENYAKIT
Sekilas kutu Sarcoptes scabiei. Sarcoptes scabiei adalah kutu (atau tungau) mungil berwarna putih transparan, berbentuk bulat lonjong. Ukuran kutu (tungau) betina 0,3-0,4 mm, sedangkan si jantan setengah dari ukuran betina. Di luar kulit, kutu ini hanya dapat bertahan hidup 2-3 hari pada suhu kamar dan kelembaban 40-80%.

:: Cara berkembang biak dan penularan:
Setelah membuahi kutu betina maka si pejantan mati. Kutu betina yang sudah dibuahi akan membuat liang terowongan di kulit, kemudian bertelor sekitar 40-50 butir telor, dan akan menetas setelah sekitar 3-5 hari. Hasil penetasan (larva) kutu tersebut keluar ke permukaan kulit dan tumbuh menjadi kutu dewasa dalam waktu sekitar 16-17 hari. (referensi lain menyebutkan 10-14 hari)

:: Penularan terjadi melalui:
Kontak langsung, kontak seksual Secara tidak langsung melalui bekas duduk, sprei (alas) tempat tidur serta pakaian.

:: TANDA-TANDA
Keluhan utama pada penderita skabies (gudik) adalah:
- Rasa gatal terutama waktu malam hari.
- Tonjolan kulit (lesi) berwarna putih keabu-abuan sepanjang sekitar 1 cm.
- Kadang disertai nanah karena infeksi kuman akibat garukan.

Lokasi paling sering di sela-sela jari tangan, telapak tangan, pergelangan tangan, siku, ketiak, daerah payudara, sekitar pusar dan perut bagian bawah, sekitar kelamin dan pantat. Sedangkan pada bayi dan anak-anak dapat mengenai wajah, sela-sela jari kaki dan telapak kaki. Pada pria bisa mengenai ujung kemaluan bahkan sekujur kemaluan. Duhhh gatalnya alang kepalang.

:: DIAGNOSA
Penetapan diagnosa skabies (gudik) berdasarkan riwayat gatal terutama pada malam hari dan adanya anggota keluarga atau teman dekat yang sakit seperti penderita ( ini menunjukkan adanya penularan ). Pemeriksaan fisik yang sangat penting adalah dengan melihat bentuk tonjolan kulit yang gatal dan arena penyebarannya. Untuk memastikan diagnosa skabies (gudik) adalah dengan pemeriksaan mikroskop untuk melihat ada tidaknya kutu Sarcoptes scabiei atau telurnya.

:: PENGOBATAN
Pengobatan ditujukan pada pemberantasan kutu Sarcoptes scabiei dan mengurangi keluhan gatal serta penyulit yang timbul karena garukan. Antibiotika dapat digunakan jika ada infeksi sekunder, misalnya bernanah di area yang terkena (sela-sela jari, kelamin, dll) akibat garukan.

:: TIPS dan ANJURAN
Periksakan ke Puskesmas, dokter, dokter spesialis kulit atau Rumah sakit setempat bila menjumpai penyakit ini untuk mendapatkan pengobatan. Cuci semua baju dan alas tidur (sprei atau sejenisnya) dengan air panas. Mandi teratur dengan sabun.

Apabila ada yang sakit Skabies (gudik), periksakan semua anggota keluarga yang kontak dengan penderita. Jika ternyata menderita skabies, obati semuanya secara serempak agar tidak terjadi
penularan ulang.

Bagi para guru atau Ustadz yang mendapati murid atau santrinya sakit Skabies (gudik) hendaknya menganjurkan kepada murid atau santrinya untuk berobat secara serempak di Puskesmas terdekat atau poliklinik Kulit Rumah Sakit setempat.

:: PENGOBATAN :
Pengobatan scabies tidak terlalu sulit. Oleskan krim permetrin 5% seluruh tubuh dari leher ke bawah, selama semalam lalu basuh hingga bersih. Pengobatan ini biasanya diulang setelah 1 minggu.

Alternatif pengobatan lainnya adalah dengan krim lindane, dioleskan seluruh tubuh dari leher ke bawah, dan dibersihkan setelah 8 jam. Kedua obat tersebut efektif, tetapi lindane cenderung mengiritasi kulit, lebih toksik dan tidak boleh diberikan kepada anak-anak dan ibu hamil. Selain itu, dapat diberikan pengobatan per oral, dengan ivermectin. Dosisnya adalah 200 mikrogram per

kilogram berat badan, dosis tunggal. Pengobatan ini diulang setelah 2 minggu. Dapat dipergunakan pula antihistamin seperti CTM untuk mengurangi gatal. Hal lain yang dapat dilakukan adalah merendam pakaian, seprei dan selimut yang dipakai ke dalam air panas.

Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap Sarcoptes scabiei varian hominis dan produknya. Beberapa sinonim penyakit ini yaitu: Kudis, The Itch, Gudig, Budukan, Gatal Agogo.

:: EPIDEMIOLOGI
Skabies merupakan penyakit epidemik pada banyak masyarakat. Ada dugaan bahwa setiap siklus 30 tahun terjadi epidemik scabies. Penyakit ini banyak dijumpai pada anak dan orang dewasa muda, tetapi dapat juga mengenai semua umur. Insidensi sama pada pria dan wanita.

Insidensi skabies di negara berkembang menunjukan siklus fluktasi yang sampai saat ini belum dapat dijelaskan. Interval antara akhir dari suatu epidemic dan permulaan epidemik berikutnya kurang lebih 10-15 tahun. Beberapa factor yang dapat membantu penyebarannya adalah kemiskinan, hygiene yang jelek, seksual promiskuitas, diagnosis yang salah, demografi, ekologi dan derajat sensitasi individual. Insidensinya di Indonesia masih cukup tinggi, terendah di Sulawesi Utara dan tertinggi di Jawa Barat.

:: ETIMOLOGI
Sarcoptes scabiei termasuk filum Arthopoda, kelas Arachnida, ordo Ackarina, superfamili Sarcoptes. Pada manusia disebut Sarcoptes scabiei var. hominis, sedangkan varietas pada mamalia lain dapat menginfestasi manusia, tetapi tidak dapat hidup lama. Secara morfologik merupakan tungau kecil, berbentuk oval, punggungnya cembung dan bagian perutnya rata. Tungau ini transient, berwarna putih kotor, dan tidak bermata. Tungau betina panjangnya 300-450 mikron, sedangkan tungau jantan lebih kecil, kurang lebih setengahnya yakni 200 – 240 mikron x 150 – 200 mikron. Bentuk dewasa mempunyai 4 pasang kaki dan bergerak dengan kecepatan 2,5 cm permenit di permukaan kulit.

:: SARCOPTES
scabiei betina setelah dibuahi mencari lokasi yang tepat di permukaan kulit untuk kemudian membentuk terowongan, dengan kecepatan 0,5 mm – 5 mm per hari. Terowongan pada kulit dapat sampai ke perbatasan stratum korneum dan stratum granulosum. Di dalam terowongan ini tungau betina akan tinggal selama hidupnya yaitu kurang lebih 30 hari dan bertelur sebanyak 2-3 butir telur sehari.

Telur akan menetas setelah 3-4 hari menjadi larva yang akan keluar ke permukaan kulit untuk kemudian masuk kulit lagi dengan menggali terowongan biasanya sekitar folikel rambut untuk melindungi dirinya dan mendapat makanan. Setelah beberapa hari, menjadi bentuk dewasa melalui bentuk nimfa. Waktu yang diperlukan dari telur hingga bentuk dewasa sekitar 10-14 hari. Tungau jantan mempunyai masa hidup yang lebih pendek dari pada tungau betina, dan mempunyai peran yang kecil pada patogenesis penyakit. Biasanya hanya hidup dipermukaan kulit dan akan mati setelah membuahi tungau betina.

Sarcoptes scabiei betina dapat hidup diluar pada suhu kamar selama lebih kurang 7 – 14 hari. Yang diserang adalah bagian kulit yang tipis dan lembab, contohnya lipatan kulit pada orang dewasa. Pada bayi, karena seluruh kulitnya masih tipis, maka seluruh badan dapat terserang.

:: PATOGENESIS
Kelainan kulit dapat disebabkan tidak hanya oleh tungau skabies, tetapi juga oleh penderita sendiri akibat garukan. Dan karena bersalaman atau bergandengan sehingga terjadi kontak kulit yang kuat, menyebabkan kulit timbul pada pergelangan tangan. Gatal yang terjadi disebabkan oleh sensitisasi terhadap sekret dan ekskret tungau yang memerlukan waktu kira-kira sebulan setelah infestasi. Pada saat itu kelainan kulit menyerupai dermatitis dengan ditemukannya papul, vesikel, urtika dan lain-lain. Dengan garukan dapat timbul erosi, ekskoriasi, krusta dan infeksi sekunder. Kelainan kulit dan gatal yang terjadi dapat lebih luas dari lokasi tungau.

:: CARA PENULARAN
Penyakit skabies dapat ditularkan melalui kontak langsung maupun kontak tak langsung. Skabies ditularkan oleh kutu betina yang telah dibuahi, melalui kontak fisik yang erat penularan melalui
pakaian dalam, tempat tidur, handuk, setelah itu kutu betina akan menggali lobang kedalam epidermis kemudian membentuk terowongan didalam stratum korneum. Dua hari setelah fertilisasi, skabies betina mulai mengeluarkan telur yang kemudian berkembang melalui stadium larva, nimpa dan kemungkinan menjadi kutu dewasa dalam 10-14 hari. Lama hidup kutu betina kira-kira 30 hari, kemudian kutu mati di ujung terowongan. Terowongan lebih banyak terdapat didaerah yang berkulit tipis dan tidak banyak mengandung folikel pilosebasea.

Penyakit ini sangat mudah menular, karena itu bila salah satu anggota keluarga terkena, maka biasanya anggota keluarga lain akan ikut tertular juga.

Penyakit ini sangat erat kaitannya dengan kebersihan perseorangan dan lingkungan. Apabila tingkat kesadaran yang dimiliki oleh banyak kalangan masyarakat masih cukup rendah, derajat keterlibatan penduduk dalam melayani kebutuhan akan kesehatan yang masih kurang, kurangnya pemantauan kesehatan oleh pemerintah, faktor lingkungan terutama masalah penyediaan air bersih, serta kegagalan pelaksanaan program kesehatan yang masih sering kita jumpai, akan menambah panjang permasalahan kesehatan lingkungan yang telah ada.

:: Faktor Predisposisi
Kebersihan lingkungan sangat penting pada penularan penyakit ini. Scabies pada umumnya terdapat pada komunitas yang berpenghasilan rendah (low income communities) yang kurang memperhatikan kebersihan diri (personal hygiene). Skabies juga dapat terjangkit pada mereka yang tinggal berdesakan seperti pengungsi, anggota tentara pada saat perang, asrama, panti, sekolah, dll.

:: GEJALA KLINIS
Ciri khas dari skabies adalah gatal-gatal hebat, yang biasanya semakin memburuk pada malam hari. Lubang tungau tampak sebagai garis bergelombang dengan panjang sampai 2,5 cm, kadang pada ujungnya terdapat beruntusan kecil.

Lubang/terowongan tungau dan gatal-gatal paling sering ditemukan dan dirasakan di sela-sela jari tangan, pada pergelangan tangan, sikut, ketiak, di sekitar puting payudara wanita, alat kelamin pria (penis dan kantung zakar), di sepanjang garis ikat pinggang dan bokong bagian bawah. Infeksi jarang mengenai wajah, kecuali pada anak-anak dimana lesinya muncul sebagai lepuhan berisi air.

Lama-lama terowongan ini sulit untuk dilihat karena tertutup oleh peradangan yang terjadi akibat penggarukan.Terdapat empat tanda kardinal skabies: Pruritus nokturna, artinya gatal pada malam hari yang disebabkan karena aktivitas tungau ini lebih tinggi pada suhu yang lebih lembab dan panas.

Penyakit ini menyerang manusia secara berkelompok, misalnya dalam sebuah keluarga biasanya seluruh anggota keluarga terkena infeksi. Begitu pula dalam sebuah perkampungan yang padat penduduknya, sebagian besar tetangga yang berdekatan akan diserang oleh tungau tersebut. Dikenal keadaan hiposensitisasi, yang seluruh anggota keluarganya terkena, walaupun mengalami infestasi tungau, tetapi tidak memberikan gejala. Penderita ini bersifat sebagai pembawa (carrier).

Adanya terowongan (kunikulus) pada tempat-tempat predileksi yang berwarna putih atau keabu-abuan, berbentuk garis lurus atau berkelok, rata-rata panjang 1 cm, pada ujung terowongan ini ditemukan papul atau vesikel. Jika timbul infeksi sekunder ruam kulitnya menjadi polimorf (pustule, ekskoriasi dan lain-lain). Tempat predileksinya biasanya merupakan tempat dengan stratum korneum yang tipis, yaitu sela-sela jari tangan, pergelangan tangan bagian volar, siku bagian luar, lipat ketiak bagian depan, areola mammae (wanita), umbilicus, bokong, genitalia eksterna (pria) dan perut bagian bawah. Pada bayi dapat menyerang telapak tangan dan telapak kaki.

Menemukan tungau, merupakan hal yang paling diagnostik. Dapat ditemukan satu atau lebih stadium hidup tungau ini. Diagnosis dapat dibuat dengan menemukan 2 dari 4 tanda kardinal tersebut.

:: KLASIFIKASI SKABIES
Terdapat beberapa bentuk skabies apitik yang jarang ditemukan dan sulit dikenal, sehingga dapat menimbulkan kesalahan diagnosis. Beberapa bentuk tersebut antara lain:

1. Skabies pada Orang Bersih
Terdapat pada orang yang tingkat kebersihannya cukup. Biasanya sangat sukar ditemukan terowongan. Kutu biasanya hilang akibat mandi secara teratur. Bentuk ini ditandai dengan lesi berupa papul dan terowongan yang sedikit jumlahnya sehingga sangat sukar ditemukan.

2. Skabies Inkognito
Obat steroid topikal atau sistemik dapat menyamarkan gejala dan tanda scabies, sementara infestasi tetap ada. Sebaliknya pengobatan dengan steroid topical yang lama dapat pula menyebabkan lesi bertambah hebat. Hal ini disebabkan mungkin oleh karena penurunan respon imum seluler.

3. Skabies Nodular
Pada bentuk ini lesi berupa nodus coklat kemerahan yang agtal. Nodus biasanya terdapat di daerah tertutup, terutama pada genitalia laki-laki, inguinal dan aksila. Nodus ini timbul sebagai reaksi hipersensetivitas terhadap tungau scabies. Pada nodus yang berumur lebih dari satu bulan tungau jarang ditemukan. Nodus mungkin dapat menetap selama beberapa bulan sampai satu tahun meskipun telah diberi pengobatan anti skabies dan kortikosteroid.

4. Skabies yang ditularkan melalui hewan
Di Amerika, sumber utama skabies adalah anjing. Kelainan ini berbeda dengan skabies manusia yaitu tidak terdapat terowongan, tidak menyerang sela jari dan genitalia eksterna. Lesi biasanya terdapat pada daerah dimana orang sering kontak/memeluk binatang kesayangannya yaitu paha, perut, dada dan lengan. Masa inkubasi lebih pendek dan transmisi lebih mudah. Kelainan ini bersifat sementara (4 – 8 minggu) dan dapat sembuh sendiri karena Sarcoptes scabiei pada binatang tidak dapat melanjutkan siklus hidupnya pada manusia.

5. Skabies Norwegia
Skabies Norwegia atau skabies krustosa ditandai oleh lesi yang luas dengan krusta, skuama generalisata dan hyperkeratosis yang tebal. Tempat predileksi biasanya kulit kepala yang berambut, telinga bokong, siku, lutut, telapak tangan dan kaki yang dapat disertai distrofi kuku. Berbeda dengan skabies biasa, rasa gatal pada penderita skabies Norwegia tidak menonjol tetapi bentuk ini sangat menular karena jumlah tungau yang menginfestasi sangat banyak (ribuan). Skabies Norwegia terjadi akibat defisiensi imunologik sehingga sistem imun tubuh gagal membatasi proliferasi tungau dapat berkembangbiak dengan mudah.

6. Skabies pada bayi dan anak
Lesi skabies pada anak dapat mengenai seluruh tubuh, termasuk seluruh kepala, leher, telapak tangan, telapak kaki dan sering terjadi infeksi sekunder berupa impetigo, ektima sehingga terowongan jarang ditemukan. Pada bayi, lesi di muka.

7. Skabies terbaring ditempat tidur (bed ridden) Penderita penyakit kronis dan orang tua yang terpaksa harus tinggal ditempat tidur dapat menderita skabies yang lesinya terbatas.

8. Skabies yang disertai penyakit menular seksual yang lain Skabies sering dijumpai bersama penyakit menular seksual yang lain seperti gonore, sifilis, pedikulosis pubis, herpes genitalis dan lainnya.

:: KOMPLIKASI
Bila skabies tidak diobati selama beberapa minggu atau bulan, dapat timbul dermatitis akibat garukan. Erupsi dapat berbentuk impetigo, ektima, sellulitis, limfangitis, dan furunkel. Infeksi bakteri pada bayi dan anak kecil yang diserang scabies dapat menimbulkan komplikasi pada ginjal. Dermatitis iritan dapat timbul karena penggunaan preparat anti skabies yang berlebihan, baik pada terapi awal ataupun pemakaian yang terlalu sering.

:: PENCEGAHAN
Pencegahan skabies dapat dilakukan dengan berbagai cara:

:: DEFINISI
Skabies adalah suatu infestasi tungau yang menyebabkan beruntus-beruntuk kecil kemerahan dan rasa gatal yang hebat.

:: PENYEBAB
Skabies disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Infestasi tungau ini mudah menyebar dari orang ke orang melalui kontak fisik dan sering menyerang seluruh penghuni dalam satu rumah. Tungau ini ukurannya cukup besar sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang dan sering menular diantara orang-orang yang tidur besama. Kadang tungau ditularkan melalui pakaian, seprei dan benda-benda lainnya yang digunakan secara bersama-sama; masa hidupnya hanya sebentar dan pencucian biasa bisa menghancurkan tungau ini.

Tungau betina membuat terowongan di bawah lapisan kulit paling atas dan menyimpan telurnya dalam lubang. Beberapa hari kemudian akan menetas tungau muda (larva). Infeksi menyebabkan gatal-gatal hebat, kemungkinan merupakan suatu reaksi alergi terhadap tungau.

:: DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala (gatal-gatal hebat) dan hasil pemeriksaan fisik (adanya terowongan tungau). Untuk memastikan diagnosis, bisa dilakukan pemeriksaan mikroskopis terhadap kerokan kulit dan akan ditemukan adanya tungau.

:: PENGOBATAN
Penyakit ini bisa diatasi dengan mengoleskan krim yang mengandung permetrin atau larutan lindane. Kedua obat tersebut efektif, tetapi lindane cenderung mengiritasi kulit, lebih toksik dan tidak boleh diberikan kepada anak-anak.

Kadang digunakan krim yang mengandung corticosteroid (misalnya hydrocortisone) selama beberapa hari setelah pemberian permetrin atau lindane, untuk mengurangi gatal-gatal sampai semua tungau mati. Pengobatan juga harus dilakukan terhadap seluruh penghuni rumah.

:: PENCEGAHAN
Untuk mencegah kembali dihinggapi dan untuk mencegah tungau menyebar ke orang lain, ambil langkah-langkah ini:

Bersihkan semua pakaian dan kain. Gunakan air panas, air sabun untuk mencuci semua pakaian, handuk dan selimut yang Anda gunakan setidaknya dua hari sebelum perawatan. Keringkan dengan panas tinggi. Dry-clean item Anda yang tidak dapat dicuci di rumah. Buat tungau kelaparan. Pertimbangkan menempatkan perabotan Anda yang tidak dapat dicuci di kantong plastik tertutup dan meninggalkannya di tempat jauh dari ruang anda, misalnya di dalam garasi Anda, selama beberapa minggu. Tungau mati jika mereka tidak makan selama seminggu. Menghindari pemakaian baju, handuk, seprai secara bersama-sama. Mengobati seluruh anggota keluarga, atau masyarakat yang terinfeksi untuk memutuskan rantai penularan. (fn/sc/mc) www.suaramedia.com
 

:: Obat Scabies Tradisional
Penyakit scabies adalah penyakit yang menyerang kulit, bentol bentol kecil warna kemerahan dan cepat menyebar ke seluruh tubuh jika tidak segera diobati. Gambar bisa diakses disini Scabies. Yang menderita penyakit ini biasanya merasa tersiksa karena gatal gatal yang makin lama makin banyak dan timbul di seluruh tubuh biasanya jadi susah tidur. Penyakit scabies disebabkan oleh kutu yang membuat terowongan kecil dibawah lapisan kulit persis dibawah kulit ari, dan menembus kemana mana, jadi ya lorong-lorongnya sebenarnya banyak persis seperti sarang tikus, karena itu menyebabkan gatal gatal. Pada saat bertelur kutu scabies ini menyebarkan telur telurnya keseluruh tubuh, walaupun perjalanannya lambat sekitar 1 cm per 1 malam, tapi karena makin lama makin banyak tentu saja bisa menyebar keseluruh tubuh. Telor kutu scabies akan menetas dalam tempo sekitar 1 minggu sampai 10 hari. Oleh karena itu dalam masa pengobatannya harus diulangi lagi setelah 1 minggu sampai 10 hari. Obat yang sudah jadi memang banyak antara lain scabicid dan scabimid. Obat ini tergolong murah untuk ukuran obat salep, sekitar Rp. 20.000 per tube, ukuran sekitar 20 gram. Jadi per gramnya Rp. 1000,-.

Pengalaman saya menggunakan obat ini kurang bagus hasilnya, sudah lebih dari 1 minggu ternyata belum sembuh juga. Akhirnya aku memilih membuat sendiri dari obat tradisional obat scabies bisa dilihat di Medicine. Obat tradisional untuk scabies itu ada beberapa macam, ada yang tidak baik untuk anak anak dan ada yang aman buat anak anak dan bayi. Yang akan diterangkan disini yang aman saja, memang dengan obat yang kurang aman buat anak itu hanya perlu satu hari saja dan diulangi setelah 10 hari. Tapi obat tradisional yang ini juga tidak kalah ampuh, hanya 3 hari dan diulangi lagi setelah 10 hari, 3 hari lagi. Cara menggunakannyapun cukup sederhana cukup dibedakan ke seluruh tubuh.

:: Bahan:
Sulfur, berbentuk bubuk kuning, kalau belum bubuk harus ditumbuk sampai halus dahulu. Bedak bayi yang netral, tidak mengandung bahan macam macam, untuk menghindari adanya reaksi dengan sulfur. Lebih aman lagi menggunakan tepung kanji.

:: Ramuan:
Campur bubuk sulfur dengan bedak/tepung dengan komposisi 1: 8, jadi jika tepungnya 8 gram maka sulfurnya perlu 1 gram, jangan terbalik. Campur sampai campuran menjadi rata dengan mengaduk aduk berulang kali. Jadi deh obat tradisional scabies. Setelah jadi bisa langsung dibalurkan keseluruh tubuh penderita scabies.

Mungkinkah Obat yang saya (admin) dapat memberi pengaruh positif terhadap penyakit gatal termasuk semua jenis Skabies?
tentunya kita kembali pada segala pendapat dan kembali pada illahi, karena tanpa ada keyakinan untuk sembuh dari penyakit tersebut (Skabies) segalanya kan berubah menuju sebuah kegagalan yang  nyata. Maka kita pun perlu Niat, Kiat Yakin dan Berusaha semaksimal mungkin Bahwa Sang Illahi sebagai Kunci keberhasilan dari sebuah riset sederhana bahkan sebuah riset yang disertai niat untuk menolong sesama. Insya Allohu Wallohu A'lam Segalanya kembali kepada sang Illahi dan Hanya Alloh SWT yang Tahu...

Demikianlah yang dapat saya berikan untuk para pembaca dan semuanya (Semua Pihak)

Salam Berbagi Ilmu dan Salam Kompak Selalu Dunia Ikhwah Ilman Wa Aw ikhwah Silaturrahmi fii Inturnitiyyah

16/02/13

Kesembuhan itu Mudah Saja - Kesembuhanku Ada Pada Diriku

Bangbie Windowsbie7 sedang memikiranmu S
Baiklah kali ini saya akan bercerita mengenai pengalaman saya dalam menangani salah seorang klien saya yang memilki suatu gangguan aneh. Bentuk gangguan ini adalah munculnya perasaan cemas maupun takut yang tidak “seharusnya” ketika melihat suatu benda benda tertentu seperti ambulans, bus maupun bendera berwarna putih yang digantung, Perasaan mengganggu tersebut juga muncul ketika ia mendengar kabar kematian, beliau berumur 23 tahun dan bekera si sebagai wakil kepala sekolah si sebuah sekolah tingkat menengah pertama, ia juga mengajar disekolah tersebut.

Di masyarakat beliau dikenal sebagai anak muda yang lumayan disayangi oleh para tetua dan disegani oleh para pemuda di tempat ia tinggal.Semua pekerjaan sosial ia mampu kerjakan dengan senang hati, mulai dari khatib mesjid, Pembaca doa ketika wiridan, dan lain sebagainya namun hanya satu  yang tidak mau dan mampu ia lakukan yaitu menjadi imam solat dalam penyelenggaraan jenazah karna “gangguan” itu muncul lagi ketika diperdengarkan tentang berita kematian, pernah sewaktu keluarga dekatnya meninggal namun  karna rasa takut dan gambaran gambaran mengerikan meloncat loncat di dalam pikirannya maka ia pun tak urung menjalankan hal tersebut.

Seringkali ia juga mengalami suatu kejang kejang secara tiba tiba , tampak seperti seorang yang mengalami epilepsi, terakhir bertemu saya baru saja seminggu yang lalu ia kejang kejang sewaktu sedang melakukan khotbah di sebuah mesjid.Setelah melalui pembicaraan mendalam dengan saya ternyata “penderitaan” ini dirasakannya sudah sangat lama sekali, kira kira 5 tahun yang lalu, dimana ia hendak bepergian dengan sebuah bus bersama teman temannya.

Di dalam perjalanan ,tiba tiba busnya hendak menghindari sesuatu dan kemudian masuk ke sebuah jurang.Dalam peristiwa ini semua penumpang meninggal kecuali 3 orang , termasuklah ia.Oh iya mari kita sebut saja namanya Rizal (Bukan nama sesungguhnya).Sesaat setelah membuka mata tampak olehnya cucuran cucuran darah dari manusia manusia yang sudah tidak bernyawa lagi ,tubuhnya penuh dengan serpihan serpihan kaca kepalanya pun bercucuran darah segar pula, “mengerikan” begitulah yang saya rasakan ketika mendengar cerita mas rizal ini, bisa kita bayangkan apa yang ia rasakan ketika mengalami hal yang saya katakan “mengerikan” ini secara langsung ya?Semenjak kejadian itulah rizal mengalami “gangguan” di atas.

Dalam kacamata psikologi , gejala gejala yang dialami rizal ini disebut dengan Post Trumatic Stress Disorder(PTSD), yaitu suatu bentuk gangguan dimana seseorang merasakan perasaan takut dan cemas ketika berhadapan dengan suatu objek atau situasi yang berhubungan dengan kejadian mencekam,mengancam hidup yang pernah terjadi dimasa lalunya (Stam,1999 ; Smith & Segal, 2008)
Hal ini didasari atas pernyataan hawari (1996) yang menyatakan bahwa ada beberapa gejala sesorang yang dapat dijadikan indikator sehingga seseorang dapat dikatakan mengalami PTSD yaitu ,  yang pertama  adalah mempunyai sumber stressor yang jelas, kedua Munculnya ingatan tentang kejadian traumatic secara berulang ulang yang diluar kontrol ketika muncul sesuatu stimulasi yang berhubungan dengan kejadian traumatic, ketiga disaat muncul “gangguan perasaan” itu  maka si penderita merasa tidak nyaman dan tearakhir  subjek Selalu menghindar dari berbagai hal dan aktivitas yang dapat memicu trauma.

Rizal semenjak 5 tahun lalu sudah bolak balik luarkota untuk “menyembukan” gangguan ini dengan para psikiater, begitu pula untuk gangguan kejang kejangnya yang sering muncul tiba tiba.Keluarganya sudah hampir menyerah , bahkan sempat membawa rizal kedukun untuk “menyembuhkan” sakitnya ini.Hingga bertemu saya , dan menceritakan kepada saya seluruhnya.

Dari penjelasan diatas nampak bahwa rizal mengalami dua persoalan yang mesti diatasi , yang pertama persoalan kejang kejangnya yang kadang masih sering relaps serta persoalan PTSD nya yang belum kunjung usai meskipun sudah berulang kali ke psikiater.Untuk kasus kejang kejangnya atau bahkan PTSD nya kita bisa menggunakan kacamata energy psychology ,pada dasarnya energy psyschology memandang ,manusia tidak hany terdiri dari sistem tubuh fisik ,namun juga memiliki sistem tubuh “ghaib” atau lebih dikenal dengan body Eteheric System, yang dimana memilki sebuah “organ organ” yang disebut CAKRA yang jumlahnya sangat banyak sekali yang terhubung melalui sebuah pembuluh energi yang disebut meridian(Feinstein & Ashland, 2009).

Pada teori ini, Gangguan Psikologis atau sakit fisik terjadi jika terdapat sejumlah hambatan energy negatif pembuluh meridian tubuh tempat mengalirnya chi.Maka jika ada seseorang  gangguan psikologis mulai dari Kecemasan,fobia,stress,depresi,paranoid dan termasuk PTSD dan lain sebagainya berarti telah terjadi ketidaknormalan pada sistem meridiannya(Feinsten & Aslan, 2009).

Maka oleh karna itu saya menggunakan Spiritual Emotioanal Freedom Technique buat mengatasi kedua persoalan ini sekaligus(Zainuddin,2009).Namun dipadukan sedikit dengan Hypnotherapy untuk menemukan akar masalah dan menimbulkan efek relaksasi ketika melakukuan penetralan sistem energy(Zainuddin,2009).Langkah awal yang saya ambil adalah menyakinkan rizal bahwa” Kita akan baik baik” saja dengan teknik ini,sambil menjelaskan penjelasan ilmiahnya ,seperti mengapa teknik yang akan kami lakukan ini dapat bekerja membantunya untuk bebas dari Beban bertahun yahunnya.Saat itu saya berprinsip, Memang satu satunya cara untuk menghadapi sesuatu yang menakutkan adalah menghadapinya, begitulah yang saya pikirkan pada saat itu(Freud, lupa tahunnya dalam davison , 2006).Meskipun untuk selanjutnya saya tidak setuju sepenuhnya dengan pendapat tersebut,sungguh!

Oke, sesuai presedur,yang saya lakukan adalah membantu rizal  memasuki kondisi MEDIUM trance sebelum Rizal siap untuk melakukan SET UP, TUNE IN,TAPPING yang merupakan tahap tahap terapi SEFT(meskipun saya lebih suka menyebut, TAHAP Hipnosis sebagai tahap SET UP pada SEFT).Kerena sudah memasuki level hipnosis maka tentuntunya tak sulit bagi rizal untuk  memunculkan EMOSI yang merupakan akar simtom nya itu.Meskipun ia merasa berat , “takut” dan ingin “teriak”, namun saya berhasil membujuknya untuk tetap “stay cool” dengan beberapa teknik “rahasia” saya,dan akhirnya ia melihat kembali SEMUA  kejadian MENGERIKAN itu secara jelas KEMBALI, syukurnya ia mampu MERELEASE segalanya, wajahnya tampak berseri seri ,semakin bersinar ,memang hal ini wajar terjadi pada seluruh klien SEFT karna adanya Cleansing meridian dan Aura(Zainuddin,2009)

Dan sesi pertama pun berakhir,setelah sesi tersebut ia mengaku mengalami transformasi yang signifikan, sebelumnya ia tak berani menceritakan Semua kejadian pada saat kecelakaan pada secara detail kepada oranglain, bahkan untuk dirinya sendiri pun tidak mampu karena “rasa takut” itu yang sangat  menyiksanya,termasuk psikiaternya.Sayalah orang pertama yang “beruntung” itu.

Sehabis sesi pertama saya mengajarinya untuk melakukan Hypno-SEFT secara mandiri.Dan Pada sesi kedua 3 hari setelahnya ,ia mengaku telah mampu “mengingat” semua kejadian itu dengan tenang.(horeee..pikir saya dalam hati).”Sekitar 90 % problem PTSD nya tuntas” , begitu katanya. “Lalu apa yang 10%?” pikir saya.Ia menjelaskan ada Frame atau adegan peristiwa dimasa lalu dimana ia masih belum berani untuk mereleasenya.Karna saya orangnya rada rada oke, maka sayapun berhasil membujuknya.Dan pada minggu berikutnya saya pun tenar di tempat saya KUKERTA ,yaitu desa Siarang arang,Kecamatan Pujud, kabupaten Rokan Hilir.Mulai saat itu sayapun mulai rempong dengan berbagai sesi sesi healing dalam kerangka pengabdian masyarakat.

After That, saya pun berdecak kagum dengan kehebatan teknik ini yang mampu menangani suatu gangguan yang telah bertahta selama 5 Tahun langsung sebanyak 90%  hanya dalam waktu 2 jam.Dan kurang dari 2 minggu(ini perkiraan kasar saya).Akupun Semakin Menyadari BAhwa ,"Sembuh ? it's Easy !!! coz The Source Is in My SELF "
Terimakasih Ya Tuhan........^_^
*Oh iya kejang2nya pun ikut beres looh...


Referensi :
1.Hawari,Dadang.1996.Al Qur’an,Ilmu Kedokteran Jiwa.Hal 416-417.Yogyakarta : Victory Jaya Abadi.
2.Kaplan, Harold I, Sadock, Benjamin J, & Grebb, Jack, A,1997.Sinopsi Psikiatri.Jakarta:Binarupa Aksara
3.Davison, G.C & Neale, K.2006. Psikologi Abnormal. PT Raja Grafindo Persada : Jakarta
4.Zainuddin F.A.200). SEFT for Healing, Success, happiness, Greatness.Jakarta:Afzan Publishing
5.Church, Midnelle,& Audrey.2012.Brief Group Intervention Using Emotional Freedom Techniques for    Depression in College Students: A Randomized Controlled Trial.USA

Cari Blog Ini

Halaman

Popular Posts

Advertisement

Responsive Advertisement