07/12/10

Cegah Stres pada Bayi Sejak dalam Kandungan


Ungkapan 'makan untuk dua orang' selama kehamilan memiliki arti lebih luas daripada sekadar kesehatan fisik. Seorang ibu yang makan menu tinggi lemak selama kehamilan cenderung menjadikan bayinya lebih agresif atau memiliki kecemasan berlebih.

Sebuah studi yang dilakukan Pusat Penelitian Primata Nasional, di Beaverton, Oregon, menemukan bahwa bayi-bayi kera yang ibunya memiliki pola makan tinggi lemak selama kehamilan lebih rentan terkena stres dan kecemasan dibanding dengan ibu yang makan diet sehat.

Meskipun penelitian ini dilakukan pada kera, ada banyak kesamaan dengan kehamilan pada manusia. Sebab, terdapat kedekatan fisiologi antara manusia dan primata tersebut, ungkap Kevin Grove seperti dikutip LiveScience.

Studi membedakan diet dari kelompok kera yang sedang hamil. Satu kelompok kera betina dengan diet 35 persen lemak, dan lainnya diet rendah lemak sebesar 13 persen. Ketika bayi berumur satu bulan, pemimpin peneliti Elinor Sullivan membuat para bayi dalam kondisi stres, yaitu kehadiran manusia asing di dekat kandang dan mainan baru dalam kandang mereka.

Hasilnya, dari seluruh bayi, 78 persen bayi yang ibunya makan diet tinggi lemak bereaksi dengan cemas atau lebih agresif. Sementara hanya 11 persen di antara bayi kera dengan ibu diet rendah lemak yang memperlihatkan reaksi negatif.

Lebih mengejutkan lagi, para peneliti menyebutkan, kegemukan ibu tidak mempengaruhi bayi melainkan kadar menu diet selama kehamilan. Ibu dengan berat rata-rata tetapi memiliki diet buruk, menurunkan stres dan kecemasan kepada bayi mereka setelah lahir. Gejala kecemasan pada bayi dapat dikurangi jika seorang ibu beralih ke diet yang lebih baik selama kehamilan.

26/11/10

Trik Bagi Anda Yang Lupa Tidak Bawa Flashdisk Maupun Hardisk Eksternal

Windows Live melalui salah satu fitur SkyDrive adalah salah satu backup data virtual yang memungkinkan penggunanya memperoleh kapasitas sebesar 25GB. Dengan kapasitas yang diberikan itu serasa kita mendapatkan harddisk virtual secara online. Untuk mendapatkan penyimpanan gratis tersebut, kita harus memiliki ID di Windows Live. Kita bisa menggunakan ID alamat hotmail, live atau email msn kita.

Dengan layanan SkyDrive ini kita bisa mengupload file yang nantinya juga dapat di sownload orang lain. Jadi intinya kita mendapatkan 2 manfaat yang sangat membantu kita yaitu : penyimpanan data virtual sebesar 25GB dan kita dapat menshare dan mendownload file software atau data lainnya dari orang lain secara gratis. Dan jika bentuk file itu privat ataupun public anda dapat memilih kategori penyimpanan file – file tersebut dalam beberapa opsi, apakah file tersebut disimpan secara pribadi maupun secara public dimana semua orang dapat mendownload dan melihat file tersebut.

Fitur – fitur SkyDrive tersebut adalah
Penyimpanan gratis 25GB
Tersedia dalam enam wilayah dan juga dalam 13 bahasa. (Indonesia Termasuk)
Opsi untuk mengunduh seluruh folder sebagai file zip atau langsung dari Windows Live Photo Gallery
Memindahkan file antar folder dan menyalin file pada banyak folder
Online slideshow untuk foto Anda
Kini Anda dapat berbagi file dan foto ke pengguna yang tidak memiliki Windows Live
Gratis
Anda tidak perlu membeli data storange lagi

Download SkyDrive http://www.cloudstorageexplorer.com/download/SDExplorer21.exe

07/11/10

MANFAAT BUAH KURMA



Menurut ahli gizi IPB, Dr Hardinsyah MS, Direktur Klinik Konsultasi Gizi dan Klub Diet IPB, buah kurma mengandung zat gizi yang nyaris lengkap dengan komposisi yang seimbang, meskipun dalam jumlah yang serba sedikit.

Kurma Segar (Kurma Basah)
Kurma segar mengandung kadar air dan vitamin yang lebih banyak tetapi rendah kandungan energi siap pakainya. Kandungan gula pada kurma ini mudah dicerna oleh tubuh.

Banyak manfaat kurma basah, antara lain; dapat mengontrol laju gerak rahim, menambah masa systole (kontraksi jantung ketika darah dipompa ke pembuluh nadi), mencegah terjadi pendarahan pada perempuan ketika melahirkan serta mempercepat proses pengembalian posisi rahim seperti sedia kala sebelum waktu hamil yang berikutnya. Hal ini karena dalam kurma segar terkandung hormon yang menyerupai hormon oxytocine yang dapat membantu proses kalahiran.

Kurma Kering
Kurma yang tidak segar (kering) tinggi akan kandungan energi siap pakai namun kandungan air dan beberapa vitamin lebih rendah, bahkan kandungan vitamin C-nya hilang. Kurma Kering berfungsi untuk menguatkan sel-sel usus dan dapat membantu melancarkan saluran kencing karena mengandung serabut-serabut yang bertugas mengontrol laju gerak usus dan menguatkan rahim terutama ketika melahirkan.

Kandungan Kurma
Umumnya buah Kurma mengandung zat-zat berikut Gula (campuran glukosa, sukrosa, dan fruktosa), protein, lemak, serat, vitamin A, B1, B2, B3, potasium, kalsium, besi, klorin, tembaga, magnesium, sulfur, fosfor, dan beberapa enzim.

Manfaat

Sebagai bahan makanan :
Selain dimakan langsung, dikeringkan, juga digunakan sebagai bahan tambahan pada roti, coklat, sereal, penganan ringan, dan lain-lain.

Obat :

1. Buah kurma dapat mencegah stroke.
2. Buah kurma mengandung vitamin A yang baik dimana ia dapat memelihara kelembaban dan kejelian mata, menguatkan penglihatan, pertumbuhan tulang, metabolisme lemak, kekebalan terhadap infeksi, kesehatan kulit serta menenangkan sel-sel saraf.
3. Buah kurma yang direbus dapat memperlancar saluran kencing.
4. Buah kurma, baik kering maupun basah dapat menenangkan sel-sel saraf melalui pengaruhnya terhadap kelenjar gondok. Oleh karena itu, para dokter menganjurkan untuk memberikan beberapa buah kurma di pagi hari kepada anak-anak dan orang yang lanjut usia, agar kondisi kejiwaannya lebih baik.
5. Kurma mengandung potasium yang tinggi. Potasium bermanfaat untuk mengendalikan tekanan darah, untuk terapi darah tinggi, serta membersihkan karbon dioksida dalam darah. Potasium juga bermanfaat untuk memicu kerja otot dan simpul syaraf.
6. Mengkonsumsi 100 gram kurma, dapat menurunkan kadar kolesterol darah dengan menghambat penyerapan lemak atau kolesterol dalam usus besar sehingga kadar kolesterol dalam darah menurun.
7. Berbagai mineral yang diperoleh dari kurma bermanfaat untuk mengoptimalkan kandungan elektrolit dalam cairan tubuh.
8. Mengandung zat tannin yang tinggi yang dapat digunakan untuk anti-diare, anti-hemostatis, dan anti-hemoroid
9. Obat flu, radang tenggorokan.
10. Mengatasi mabuk
11. Meningkatkan thrombosit pada penderita demam berdarah

Tips Bagi Penderita Demam Berdarah :
Untuk yang telah positif terjangkit DBD, Anda bisa mengobatinya dengan membuatkan Jus Kurma. Caranya : Ambil 500 gram kurma, buang bijinya lalu diblender dengan 5 gelas air sampai lembut.
Minumkan pada penderita setiap jam, satu gelas sampai habis.

sumber: conectique.com

SEMOGA BERMANFAAT

Inilah Foto Awan Puncak Merapi Berbentuk Kepala Petruk



Fenomena aneh atau ini hanya kebetulan memang belum terlalu pasti informasinya, namun foto awan merapi yang menyerupai wajah (bagian kepala) Petruk, yaitu salah satu punakawan dalam pewayangan Jawa yang berhidung mancung sempat membuat heboh dan banyak yang penasaran mengenai foto ini. Berikut foto Awan Puncak Merapi Berbentuk Kepala Petruk :

awan berbentuk petruk di atas gunung merapi

Foto Awan Puncak Merapi Berbentuk Kepala Petruk. Dalam foto yang diambil oleh salah seorang warga Kecamatan Srumbung Magelang itu, awan itu menyerupai wajah Petruk, salah satu punakawan dalam pewayangan Jawa yang berhidung mancung.

Foto tersebut milik Suswanto (40), warga Dusun Anom, Desa Sudimoro, Kecamatan Srumbung, Magelang, Jawa Tengah. Dia mengaku mengambil foto tersebut Senin (25/10/2010) pukul 05.00 WIB dari rumahnya.

“Usai salat subuh, saya begitu melihat puncak Merapi kok ada awan bentuknya aneh. Langsung saya abadikan dengan kamera digital,” ujar Suswanto.

Suswanto kemudian memperlihatkan foto itu kepada beberapa tetangga desanya seperti di Desa Ngargosuko, Desa Salamsari, Desa Krajan, Desa Jengglis, Desa Kemiren , Desa Sumberrejo dan Desa Kaliurang.

“Beberapa sesepuh dan orang-orang tua desa menyatakan jika sudah terlihat kepala Mbah Petruk atau Nyai petruk yang sudah menagih janjinya maka akan terjadi letusan di puncak Gunung Merapi yang sangat besar,” tegas Suswanto.

Sugihartono, tetangga Suswanto, mengatakan warga setempat sangat mempercayai mitos Mbah Petruk atau Nyai Petruk. Mitos itu dipercaya secara turun-temurun.

Mitos itu terkait cerita tentang kekecewaan Raja Majapahit, Brawijaya terhadap Kerajaan Demak dalam kisah Sabdo Palono Genggong. Brawijaya saat itu ingin menyepi di Gunung Lawu namun diusir. Brawijaya akhirnya bersemedi di puncak Merapi.

Saat menyepi di Merapi, Brawijaya bertemu dengan seorang wanita tua yang konon disebut Nyai Petruk atau Mbah Petruk. “Mbah Petruk kemudian mengeluarkan sabda jika Ada pemimpin di sekitar Merapi yang tidak benar dirinya akan menagih janji,” ujar Sugihartono.

Sugihartono menjelaskan dalam foto itu kepala Mbah Petruk menghadap ke Selatan. Ini artinya letusan Merapi yang terbesar akan menimpa di Yogjakarta dan sekitarnya.

“Kucir belakang dan hidung tajamnya menghadap ke selatan, Yogjakarta. Maka diperkirakan yang akan mendapat akibat besar adalah kota Yogjakarta dan sekitarnya,” tegas Sugihartono.


wedhus gembel gunung merapiMbah Diur (54), sesepuh Dusun Gantan, Desa Ketunggeng, Kecamatan Dukun, Magelang menjelaskan Merapi secara filosifi dan metafisis dikuasai beberapa arwah dariorang yang mumpuni. Salah satunya Nyai Petruk atau Mbah Petruk yang menguasai bagian puncak bersama mahkluk gaib lainnya, Den Mas Anwar, anak dari Pangeran Samber Nyawa penguasa Gunung Lawu.

“Petruk menguasai kawah dan Den Mas Anwar menguasai bagian puncak sampai ke dalamnya,” tegas Mbah Diur.

Ada lagi tokoh ghaib lainnya yang diyakini berdiam di Gunung Merapi. Tokoh ghaib itu adalah pangeran Sambang Dalan, penguasa sisi kanan kiri lereng Merapi.

30/09/10

Lamanya Aku bersemayam






Inilah Koleksiku yang dulu menjadi timbul Pertanyaan "sebenarnya siapa kamu Mas Dokter Cilik"

berikut ini Foto-Foto sederhanaku dengan teman akrab...

31/07/10

Syariat Islam Mengenai Cinta & Menikah Tanpa Cinta

Cinta seorang laki-laki kepada wanita dan cinta wanita kepada laki-laki adalah perasaan yang manusiawi yang bersumber dari fitrah yang diciptakan Alloh Subhanallohu wa Ta’ala di dalam jiwa manusia, yaitu kecenderungan kepada lawan jenisnya ketika telah mencapai kematangan pikiran dan fisiknya. Sebagaimana Firman Alloh Subhanallohu wa Ta’ala, yang artinya: "Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendir , supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya , dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang .Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (QS. Ar Rum: 21)

Cinta pada dasarnya adalah bukanlah sesuatu yang kotor, karena kekotoran dan kesucian tergantung dari bingkainya. Ada bingkai yang suci dan halal dan ada bingkai yang kotor dan haram. Cinta mengandung segala makna kasih sayang, keharmonisan, penghargaan dan kerinduan, disamping mengandung persiapan untuk menempuh kehiduapan dikala suka dan duka, lapang dan sempit.

Cinta Adalah Fitrah Yang Suci
Cinta bukanlah hanya sebuah ketertarikan secara fisik saja. Ketertarikan secara fisik hanyalah permulaan cinta bukan puncaknya.Dan sudah fitrah manusia untuk menyukai keindahan.Tapi disamping keindahan bentuk dan rupa harus disertai keindahan kepribadian dengan akhlak yang baik.

Islam adalah agama fitrah karena itulah islam tidaklah membelenggu perasaan manusia.Islam tidaklah mengingkari perasaan cinta yang tumbuh pada diri seorang manusia .Akan tetapi islam mengajarkan pada manusia untuk menjaga perasaan cinta itu dijaga , dirawat dan dilindungi dari segala kehinaan dan apa saja yang mengotorinya.

Islam mebersihkan dan mengarahkan perasaan cinta dan mengajarkan bahwa sebelum dilaksanakan akad nikah harus bersih dari persentuhan yang haram.

Menikah Tanpa Cinta
Adakalanya sebuah pernikahan terjadi tanpa dilandasi oleh cinta. Mereka berpendapat bahwa cinta itu bisa muncul setelah pernikahan. Islam memandang bahwa faktor ketertarikan merupakan faktor yang tidak bisa diabaikan begitu saja.Islam melarang seorang wali menikahkan seorang gadis tanpa persetujuannya dan menghalanginya untuk memilih lelaki yang disukainya seperti yang termuat dalam Al Qur'an dan Al Hadist

Firman Alloh Subhanallohu wa Ta’ala, yang artinya: "Maka janganlah kamu (para wali) menghalangi mereka kawin dengan bakal suaminya" (QS. Al Baqarah: 232)

"Dari Ibnu Abbas rodhiyallahu anhu , bahwa seorang wanita datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam , lalu ia memberitahukan bahwa ayahnya telah menikahkannya padahal ia tidak suka , lalu Rasulullah shalallahu ‘alahi wa sallam memberikan hak kepadanya untuk memilih” (HR Abu Daud)

Karena yang menjalani sebuah pernikahan adalah kedua pasangan itu bukanlah wali mereka.

Selain itu seorang yang hendak menikah hendaknyalah melihat dahulu calon pasangannya seperti termuat dalam hadist: "Apabila salah seorang dari kamu meminang seorang wanita maka tidaklah dosa atasnya untuk melihatnya, jika melihatnya itu untuk meminang, meskipun wanita itu tidak melihatnya" (HR. Imam Ahmad)

Memang benar dalam beberapa kasus, pasangan yang menikah tanpa didasari cinta bisa mempertahankan pernikahannya. Tapi apakah hal ini selalu terjadi, bagaimana bila yang terjadi adalah sebuah neraka pernikahan, kedua pasangan saling membenci dan saling mencaci maki satu sama lain. Sebuah pernikahan dalam islam diharapkan dapat memayungi pasangan itu untuk menikmati kehidupan yang penuh cinta dan kasih sayang dengan mengikat diri dalam sebuah perjanjian suci yang diberikan Alloh Subhanallohu wa Ta’ala. Karena itulah rasa cinta dan kasih sayang ini sudah sepantasnya merupakan hal yang harus diperhatikan sebelum kedua pasangan mengikat diri dalam pernikahan. Karena inilah salah satu kunci kebahagian yang hakiki dalam mensikapi problematika rumah tangga nantinya.

Ukhuwah Islamiyah Lenyap?

Mata dunia terbelalak. Tragedi berdarah 31 Mei yang didalangi zionis Israel terhadap relawan Flotilla to Gaza benar-benar menginjak nilai kemanusiaan. Ramai-ramai dunia mengecam. Menggelar demo hingga menerjunkan relawan lain untuk kembali menembus Gaza.

Di Indonesia masyarakat turut berbondong-bondong melakukan aksi unjuk rasa mengecam zionis. Penggalangan dana tak henti dilakukan. Bahkan sebagian sekolah, pesantren, dan pengajian mengadakan doa bersama bagi warga Palestina. Tapi, aneh bin ajaib.

Masih ada saja di antara kita yang menanyakan, kenapa masyarakat Indonesia harus mendukung dan membantu Palestina? Pertanyaan ini dilontarkan mereka karena menurutnya di dalam negeri masih ada saudara-saudara kita yang memerlukan bantuan. Hemmm, memang benar masih banyak rakyat Indonesia yang perlu bantuan.

Memang benar kondisi rakyat Indonesia masih curat marut. Tapi penderitaan mereka belum seberapa bila dibanding duka warga Palestina, khususnya Gaza. Sejak puluhan tahun lalu, warga Palestina masih terjajah, dipenjara, disiksa, hingga tak sedikit yang meregang nyawa.

Karena itulah sebaiknya kita harus tetap memberi bantuan, minimal perhatian khusus kepada saudara kita di sana. Sekecil apa pun semampu kita. Sedih sekali melihat kaum Muslim masih ada yang protes lantaran ada Muslim lainnya memberri perhatian kepada Palestina.

Bukankah Islam bagai satu tubuh. Bila ada satu anggota disakiti, anggota lain ikut merasakannya. Bila kaki tertancap duri, tak jarang bibir mengaduh, lalu tangan bekerja mengambil durinya. Begitulah idealnya satu Muslim dengan Muslim lainnya. Tak peduli lintas negara, waktu, usia, strata. Semua itu bergerak karena ikatan aqidah, jalinan ukhuwah Islamiyah.

Tapi faktanya, kita masih kerap terjebak pada ego individu, kelompok, suku, atau golonngan tertentu. Membenarkan diri, menyalahkan yang lain. Dalam kehidupan sehari-hari ukhuwah kita mulai tergerus. Perekat kejayaan Islam itu timbul tenggelam, seolah akan menuju pada kerontokan akut. Nyaris lenyap dalam konteks tertentu.

Fenomena ini bisa ditemui di sekitar kita, setiap hari, dalam lingkup kecil atau besar. Lihat saja, saat ini sering terjadi kerusuhan massa di berbagai daerah: dipicu ketegangan pilkada, gap antar kelompok, atau hanya masalah sepele. Emosi kita sering kali lebih cepat tersulut. Akhirnya berselisih dan berujung kekerasan fisik. Kasus Tanjung Priok, Mojokerto, dan di tempat lain sesama Muslim masih gemar adu jotos. Keretakan ukhuwah semakin merosot menuju titik terendah.

Di jalan raya, mudah sekali menemui pengendara yang saling caci maki. Serobot seenaknya tak peduli orang lain. Padahal tak menutup kemungkinan mereka yang berselisih itu sama-sama umat Muslim. Begitu pula dalam situs-situs online. Setiap ada tulisan yang menarik dikomentari, para komentator saling debat, berisi tegang: membenarkan diri atau kelompoknya, menyalahkan yang lain. Tak terkecuali di situs Eramuslim ini. Pada rubrik Pemuda dan Mahasiswa, misalnya.

Saya percaya, mereka tentu mengenal konsep ukhuwah Islamiyah. Bahkan, jauh lebih menguasai dari saya. Tapi, sedih sekali melihat sesama Muslim masih suka ejek, meski hanya terjadi di dunia maya. Berbeda firkah, kelompok, golongan atau partai; itu adalah wajar. Bahkan memang sudah sunatullah.

Rasulullah bersabda: “Sungguh akan datang pada umatku apa yang pernah terjadi pada Bani Israil seperti sandal dengan sandal. Dan sesungguhnya bani Israil telah terpecah menjadi 72 golongan dan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan. Semuanya dalam neraka kecuai satu golongan. Para shahabat bertanya: ‘Siapakah golongan tersebut ya Rasulullah?’ Rasul menjawab: ‘Apa yang aku dan para shahabatku telah jalani.’” (HR. Tirmidzi).

Perbedaan adalah warna kehidupan, ia rahmat dari Sang Maha. Apalagi jika kita masih satu aqidah selayaknya perbedaan bisa dikelola menjadi kekuatan umat hingga kita tak mudah diracuni nafsu, ego, dengki, atau penyakit hati lainnya. Saat ini Islam telah kehilangan jati dirinya, kekuatan terbesarnya terhempas.

Ukhuwah kita telah dirobek-robek nafsu sendiri. Mari kembalikan ukhuwah Islamiyah semampu kita.

Allah berfirman: Orang-orang mukmin itu bersaudara, sebab itu perdamaikanlah antara dua orang bersaudara mu dan takutlah kepada Allah mudah-mudahan kamu mendapat rahmat (QS. 49:10). Seharusnya kita malu kepada musuh-musuh Islam. Konsep ukhuwah Islamiyah yang diajarkan Nabi Muhammad, telah dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari kaum Yahudi dan Nasrani.

Ketika kita memasuki situs atau jejaring sosial mereka, jelas sekali di sana terlihat kebersamaan. Kompak, saling melengkapi, mengisi, saling menguatkan. Begitu pula bila menilik situs kaum murtadin. Persatuan dan kesetiaan mereka untuk menghancurkan Islam sangat erat. Padahal mereka bergerak membelokkan isi Al Quran, menghina Rasulullah, merendahkan Islam, menuju kesesatan.

Konsep ukhuwah milik Islam. Islam jaya karena ukhuwah yang dahsyat. Aqidah yang mantap menciptakan ukhuwah dan melahirkan kejayaan serta kedamaian di bumi. Itu dulu. Lalu, mengapa sekarang kita seolah enggan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tidak mengherankan bila blokade Gaza berlarut-larut. Pemimpin dan negara Islam asyik dinina bobokan nafsu. Terlena dihipnotis racun dunia. Pada saat yang sama meremehkan kekuatan ukhuwah Islamiyah.

Tak heran di Indonesia terjadi kerusuhan dimana-mana. Sebab pemahaman tentang ukhuwah seolah hanya sebatas teori. Bila dipraktekkan, terkadang hanya berlaku sesama golongannya saja. Mari kembali kepada kejayaan Islam. Selama masih satu aqidah dan ajarannya tak melenceng dari Quran dan Sunnah, biarkanlah mereka bergerak sesuai perjuangannya.

Mari minimalkan caci maki. Sekuat mungkin menjaga hati, tulisan dan lisan. Maksimalkan dukungan sesama Muslim. Bila ada yang salah, usahakan nasehati sesuai yang diajarkan Nabi. Tahan ego untuk mendebat berdasarkan nafsu. Mari memulai hari esok dengan memprioritaskan praktek ukhuwah Islamiyah.

Mari tuangkan ilmu dalam amal. Sedikit demi sedikit semampu kita. Jangan biarkan musuh Islam tertawa. Sementara kita sendiri masih saling cerca, saling sikut, saling membenarkan dan menyalahkan yang lain. Ah, jangan lagi itu terjadi.

“Kenapa kita masih saling caci? Saling berpikir negarif terhadap saudara Muslim sendiri? Apakah ukhuwah Islamiyah sudah lenyap? Jika iya, masih mungkinkah kekuatan itu dikembalikan hingga tercipta kejayaan Islam? Bukankah rindu terhadap masa keemasan Islam itu semakin membuncah?” tanya saya, berdialog dalam hati. Wallahu ‘alammu.

20/06/10

10/06/10

“ ALLOH CINTA ORANG BERILMU “

“ ALLOH CINTA ORANG BERILMU “

Sejenak bangsa Indonesia telah memperingati “ HARDIKNAS” Hari Pendidikan Nasional…yang jatuh setiap tanggal 2 Mei setiap tahunnya. Mungkin sudah berpuluh-puluh tahun bangsa Indonesia memperingati hari tersebut, namun belumlah semua masyarakat Indonesia merasakan pendidikan yang layak. Dan kontrasnya tidaklah semua orang –orang yang beruntung memanfaatkan sebaik-baiknya untuk membentuk diri menjadi seorang manusia yang terdidik.

Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 mei bukanlah hanya untuk mengenang bapak Kihajar Dewantoro, akan tetapi merupakan momentum yang tepat untuk mengingat dan merefleksikan pendidikan Indonesia selama ini. Output pendidikan adalah bukan saja nilai formatif saja namun yang terpenting adalah memanusiakan manusia. Nilai tinggi yang dicapai seorang anak tidaklah menjamin keberhasilan seseorang. Mudah-mudahan di hari pendidikan nasional 2008 ini sebagai titik tolak untuk membangkitkan pendidikan Indonesia. Adapun tujuan pendidikan itu sendiri adalah dalam rangka membentuk manusia paripurna yang memiliki keseimbangan dalam kecerdasan mental, spiritual, dan intelegensinya. Selama nilai-nilai dasar yang membentuk kecerdasan integratif tersebut dapat diwujudkan maka pengembangan minat dan bakat manusia diserahkan pada pilihan pribadinya masing-masing. Semoga tidak pada hari ini saja kita mengingat bahwa pendidikan itu penting.

Bagaimana dengan kita sebagai seorang muslim dan pandangan Islam akan pentingnya sebuah pendidikan agar terbentuk manusia-manusia yang terdidik, manusia yang berilmu ? Adalah merupakan suatu kabar gembira bagi orang berilmu dimana Alloh menjanjikan banyak hal, diantaranya yang termuat dalam Q.S. Al Mujadilah ayat 11 :
                                
“…… niscaya Alloh akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Alloh Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”Ilmu yang bermanfaat juga termasuk dalam satu amalan yang tidak terputus ketika seseorang telah mencapai ajalnya dimana semua bentuk amalan – amalan yang lain sudah terputus…..Subhanalloh…

Sebagaimana yang tertera dalam sebuah hadist "Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara; shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendoakan (orang tuanya)." (HR.Bukhari & Muslim).

Selanjutnya, karena kemuliaan ilmu, Allah membolehkan kita untuk memakan hasil buruan anjing yang terlatih (untuk berburu) dan mengharamkan memakan buruan anjing yang tidak terlatih. Dalil ini menunjukkan bahwa binatang menjadi mulia karena ilmu, dan diberi kedudukan yang berbeda dengan yang tidak berilmu. Allah Berfirman dalam Q.S. Al Maidah : 4,

Mereka menanyakan kepadamu: "Apakah yang dihalalkan bagi mereka?" Katakanlah: "Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatih nya untuk berburu; kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepaskannya). dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya.
Bayangkan, seandainya tidak karena keutamaan ilmu, niscaya hasil buruan anjing yang terlatih dan tidak terlatih akan sama. Bagaimana dengan anak Adam?


Barangsiapa ingin selamat di dunia adalah dengan ilmu yang ingin selamat di akherat juga dengan ilmu dan yang ingin selamat kedua-duanya juga dengan ilmu. Dalam suatu riwayat yang lain dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,:
"Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju Surga." (HR. Muslim). Alloh memerintahkan kepada Rasul-Nya untuk berdoa dan meminta kepada-Nya agar ditambahkan kepadanya ilmu yang bermanfaat.
Dan Katakanlah:……. "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan." (Thaha: 114).

"Keutamaan orang berilmu dibanding ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan purnama dibanding semua bintang. Sesungguhnya ulama itu pewaris Nabi. Seorang Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, akan tetapi ia mewariskan ilmu. Barangsiapa mengambilnya maka ia telah mengambil bagian yang banyak." (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan disahihkan Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami', No 4212).
Adapun menuntut ilmu itu sendiri adalah merupakan kewajiban bagi setiap muslim, sebagaimana yang termuat dalam sebuah hadist : “"Menuntut ilmu adalah wajib bagi seorang muslim." (HR. Muslim)

Alloh memerintahkan manusia untuk kembali kepada orang-orang yang berilmu bertanya kepada mereka tentang permasalahan agama dan menjadikan perbuatan itu sebagai kewajiban, sebagimana firman-Nya : "Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui." (An-Nahl:43). Itulah yang dimaksud dengan ilmu syar’i yakni suatu ilmu yang wajib dimiliki oleh setiap muslim, dimana keutamaan, kemuliaan dan kedudukan ilmu itu tinggi di sisi Allah. Allah tidak pernah memerintahkan untuk berdoa meminta tambahan terhadap sesuatu kecuali ilmu syar'i.
Adapun kriteria ilmu syar’i itu sendiri, sebagaimana yang telah disampaikan dalam blognya saudara kita (http://abumuslimsalafi.multiply.com/journal/item/354) meliputi :
1. Ilmu syar'i yang benar adalah ilmu yang diambil dari Al-Quran dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman Sholafush sholeh (generasi sahabat dan tabi'in serta tabi' tabi'in)
2. Ilmu syar'i adalah ilmu yang mengantarkan pemiliknya untuk taat kepada Allah, merasa diawasi oleh-Nya, takut kepada-Nya, dalam keadaan sendiri ataupun bersama orang lain. Abdullah bin Mas'ud berkata, "Bukanlah ilmu dengan banyaknya riwayat, tetapi ilmu adalah rasa takut (kepada Allah). (lihat al-Fawaid, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah)
3. Ilmu syar'i yang harus kita raih adalah ilmu yang mendorong pelakunya untuk beramal dan mempraktekkan ilmunya, bukan sebatas pengetahuan atau penambah wawasan, atau sekedar meraih jabatan dan ijazah.
Jangan lupa bahwasanya ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah.
Buah ilmu yang sebenarnya adalah mengamalkan ilmu itu sendiri.

Meng’ilmui’ sesuatu sebelum beramal/melakukannya sangat-sangatlah penting. Marilah kita coba bayangkan, seorang yang hendak memasak,namun belum tahu bagaimana memasak yang enak, bumbunya pastilah akan tak tentu hasilnya. Namun berbeda sekali dengan yang sudah mahir. Begitu pula orang yang belum pernah naik motor, namun mencoba naik motor, bukannya sampai pada tempat yang dituju namun rumah sakitlah tempat sampainya.
Demikianlah, sehingga Imam Ahmad –rahimahullah- pernah mengungkapkan:
“Manusia amat membutuhkan ilmu daripada kebutuhan mereka kepada makanan dan minuman, karena makanan dan minuman hanya dibutuhkan dalam sehari satu atau dua kali, sedang ilmu dibutuhkan setiap saat.”
(maklum... tulisan arab-nya belum saya tulis...@doktercilikFauzan)
…………Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. ( Q.S. Az Zumar : 9)
Sejenak kita telah melihat bersama, betapa sangat utamanya kedudukan orang berilmu di sisi Alloh. Namun, ilmu seperti apakah yang dimaksud itu? Apakah seluruh ilmu? Yang dimaksud ilmu di situ adalah ilmu yang bermanfaat, yang akan mewariskan kebaikan dan barakah kepada penuntutnya baik di dunia ataupun di akhirat. Karenanya ilmu yang patut dituntut dan diusahakan untuk meraih adalah ilmu syar’i yang dengannya amal akan menjadi baik dan benar. Dalam sebuah hadist : “Barangsiapa yang Allah kehendaki padanya kebaikan maka Allah akan pahamkan dia adalam (masalah) dien (agama).” (HR.Bukhari)

Semoga kita semakin bersemangat dalam mencari ilmu ya saudaraku, betapa tidak, “Barangsiapa keluar dalam rangka thalabul ilmu (mencari ilmu), maka dia berada dalam sabiilillah hingga kembali.” (HR. Tirmidzi, hasan). Dan sesungguhnya malaikat meletakkan sayap-sayapnya bagi penuntut ilmu tanda ridha dengan yang dia perbuat. (Dari hadits yang panjang riwayat Muslim).

Jika kita mencoba melihat betapa banyaknya ilmu Alloh, niscaya semakin membuat kita senantiasa kehausan dalam mencari ilmu. Ilmu Alloh sangatlah luas….seperti yang termaktub dalam Q.S. Al Kahfi ayat 109
109. Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)".


Melihat ayat di atas, mungkin kita pernah dengar sebuah hadist, yang artinya : ‘Carilah ilmu dari buaian hingga liang lahat……..so forever dong…….sepanjang zaman.
Betapa pentingnya menuntut ilmu, hingga ayat yang pertama kali turun pun adalah Q.S Al ‘Alaq : 1-5 ……Iqra….Bacalah……….MasyaAlloh….yuk kita berlomba-lomba dalam menuntut ilmu.

Setelah melihat betapa Alloh sangat mencintai orang berilmu..tentunya kita pun pengin dicintai Alloh kan, memiliki kedudukan di sisi Alloh……pasti deh. Mmm ternyata untuk menjadi muslim atau muslimah pembelajar itu ada banyak cirri-cirinya lho. Nah sekarang coba kita lihat bersama yuk, bagaimana sih ciri muslim pembelajar itu? Izzatul Jannah dalam bukunya “ Berpetualang ke Zona Pembelajar” mencoba merumuskan 6 ciri muslim pembelajar, yakni :
1. Kecerdasan ( Dzaka’)
Jika kita berbicara masalah kecerdasan, pada dasarnya setiap orang adalah cerdas. Kata Mas Richard Levington bahwa kapasitas otak manusia adalah sekitar 100 miliar sel saraf. Nah sel saraf itulah yang memungkinkan kita untuk melakukan pemrosesan informasi atau berpikir itu sendiri. Namun saying sungguh saying karena kebanyakan manusia hanya menggunakannya 4-10% saja. Padahal jika seluruh jaringan telepon di dunia dikumpulkan, maka kemampuannya hanya setara dengan sebutur kacang tanah volume otak kita. Subhanalloh………artinya jika kita mengoptimalkan otak kita kemampuannya akan jauuuh lebih hebat…betul ga sobat sekalian…

2. Keseriusan (Hirsun)
Ada orang yang kelihatannya santai banget, tetapi sesungguhnya ia super serius, di lain sisi ada juga yang kelihatannya sangar, tetapi ternyata ia tidak bisa berkonsentrasi dengan baik, diajak mikir dikit aja udah malas….ooww.So sobat sekalian, untuk tampil serius apakah harus tampil dengan wajah yang serem??? ga pernah ketawa, jalan seperti robot? Gak lah yaw…
Nah saudaraku sekalian, ternyata serius itu berarti terfokus dengan baik yakni dapat memberikan perhatian khusus terhadap hal-hal yang sedan dipelajarinya.
Kondisi tenang dan siap untuk serius menurut Al Quran diperoleh saat bangun dari tidur dan saat malam hari. Subhanalloh…untuk mengapa Alloh sangat-sangat menganjurkan kita untuk bangun di tengah malam untuk melakukan sholat ya wahai saudaraku…….
Firman Alloh dalam surat Al Muzammil:1-6 :
1. Hai orang yang berselimut (Muhammad),
2. Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari[1525], kecuali sedikit (daripadanya),
3. (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.
4. Atau lebih dari seperdua itu. dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.
5. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu Perkataan yang berat.
6. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.

[1525] Sembahyang malam ini mula-mula wajib, sebelum turun ayat ke 20 dalam surat ini. setelah turunnya ayat ke 20 ini hukumnya menjadi sunat.

3. Kesungguhan dan ketekunan (Ijtihad)
Bersungguh-sungguh, namun penuh dengan rasa cinta.Kecintaan akan melahirkan tanggung jawab dan tanggung jawab akan melahirkan kesungguhan. So kesungguhan harus berasal dari diri kita sendiri. Pepatah mengatakan : “alah bisa karena biasa”.
Tak ada sesuatupun di dunia yang dapat menggantikan ketekunan.
Bakatpun tidak; tak ada yang lebih biasa dari kenyataan bahwa banyak orang yang tidak berhasil walau ia punya bakat besar.
Jenius juga tidak;seorang jenius yang tidak dihargai lebih mirip sebuah pepatah.
Pengajaran juga tidak; dunia sudah penuh dengan orang-orang berpendidikan yang lalai akan tugasnya.
Kesungguhan (ketekunan) adalah penentu dari semuanya.
Mmm tentunya tanpa mengesampingkan ridho Alloh. Memang benar adanya bahwa kau adalah bagian dari kebiasaanmu. Sedikit demi sedikit akhirnya menjadi bukit. Ada juga kata-kata lain, bahwa kepandaian dapat diperoleh karena pengulangan dari kebiasaan.
So…mulai sekarang jangan pernah putus asa. Segala sesuatu haruslah dikerjakan dengan kesungguhan dan ketekunan sehingga kita akan mendapatkan hasil yang maksimal.

4. Materi (bulghoh)
Materi ini berarti adalah fasilitas yang kita miliki untuk mendapatkan ilmu itu. Kini fasilitas untuk mendapatkan ilmu sangatlah terbuka lebar, mulai dari media komunikasi, transportasi dan informasi, internet semuanya akan dengan mudah didapat sehingga tak bisa dipungkiri jalan atau akses untuk mendapatkan ilmupun akan dengan cepat kita dapatkan. Hmmm ga ada alasan lagi lagi sekarang deh klo kesulitan mendapatkan ilmu. Akan sangat jauh sekali keadaannya jika dibandingkan dengan zaman dahulu dimana alat transportasi yang sulit, media informasi dan komunikasipun sangat sulit dijumpai.

5. Kedekatan dengan guru (Syuhbatun Ustad)
Sejenak kita mencoba merenungkan akan perkataan Imam Syafi’I yakni bahwa Seorang mukmin adalah seseorang yang tidak pernah kenyang dari mendengarkan kebaikan sampai dengan berakhir di syurga.
Sebuah hadist yang diriwayatkan oleh HR.At Tabrani : “ Tuntutlah ilmu dan belajarlah dengan ketekunan dan kehormatan diri, serta bersikap rendah hatilah kepada orang yang mengajarkanmu.”
‘GURU’ memang sosok pahlawan tanpa tanda jasa. Dari jasa seorang gurulah kita bisa mendapatkan banyak hal tentang suatu bab ilmu. Bahkan jikalau kita sadari benar-benar, melalui jasa seorang guru juga kebenaran islam kita dapatkan….Masya Alloh sungguh besar jasa seorang guru, sehingga pantaslah agar kita wajib menghormati guru-,guru kita.

6. Waktu yang panjang (Tuluz Zamaan)
Seorang pembelajar semestinya meyakini bahwa sepanjang waktu hidupnya adalah laboratorium belajar raksasa . Ketika ia bertemu dengan kegagalan , ia semestinya yakin bahwa Alloh mengirimkannya agar kesuksesan yang nanti diraihnya akan terasa lebih manis. Ketika kehilangan menjumpainya maka iapun yakin bahwa Alloh akan menggantinya dengan yang lebih baik, jika tidak di dunia maka ia akan memperolehnya di akherat.
“Seorang mukmin itu mengherankan; semua urusannya baik. Jika mendapat ahmat ia bersyukur maka itu baik baginya, jika ditimpa musibah maka ia bersabar maka itu baik pula baginya. Dan itu tidak akan terjadi, kecuali dia adalah seorang mukmin.” (Hadist Nabi)

Nah…….konsep berubah secara konstan tersebut memerlukan wakt yang tidak sedikit. Al waqtu juz’un minal ilaj….waktu adalah bagian dari perbaikan.
Maka, seorang pembelajar adalah seorang yang yakin bahwa seluruh hidup dan waktunya adalah untuk belajar. Ketika ia sedang bekerja, maka sesungguhnya ia sedang belajar. Ketika ia menerima hal-hal yang tidak menyenangkan, maka ia sedang belajar. Ketika ia ditimpa musibah, diberi kebahagiaan, dan seterusnya pada hakekatnya ia sedang belajar.

Berikut sedikit salah satu kisah yakni kisahnya Imam Syafi’i tentang semangatnya dalam menuntut ilmu…….semoga menjadikan teladan bagi kita semua.

Beliau mengatakan tentang menuntut ilmu, "Menuntut ilmu lebih afdhal dari shalat sunnah". Dan yang beliau dahulukan dalam belajar setelah hafal Al Qur’an adalah membaca Hadits, beliau mengatakan, "Membaca hadits lebih baik dari pada shalat sunnah".
Karena itu, setelah hafal Al Qur’an beliau belajar kitab hadits karya imam Malik bin Anas kepada pengarangnya langsung pada usia yang masih belia. Meski dalam keadaan miskin dan papa, beliau sangatlah suka mencari ilmu..walau terkadang sangat kesulitan untuk sekadar membeli perlengkapan belajar.

Beliau sering mencari tulang-tulang dan mengumpulkannya dari jalan-jalan guna guna ditulisi di atasnya ilmu pelajaran yang diperolehnya dari belajar. Seringkali beliau datang ke kantor-kantor pemerintahan, mencari kertas-kertas untuk menulis catatan pelajaran yang diperolehnya. Ketika kemudian hari catatannya terlalu banyak dan memenuhi bilik rumahnya maka beliaupun menghafalkannya.
Pada usia 9 tahun beliau telah hafal Al Quran 30 juz. Kemudian pada usia 10 tahun sudah haal kitab Al Muwattho Imam Maliki. Kemudian beliau sudah diperbolehkan memberikan fatwa pada usia yang masih sangat belia yakni 15 tahun. Pada saat itu beliau sudah menduduki jabatan sebagai guru besar dan mufti di Masjidil Haram……..Subhanalloh.

Saudaraku…ustadz Anis Matta juga pernah berpesan pada kita semua agar kita memiliki tradisi pembelajaran, karenanya setiap dalam hidup kita semestinya dimaknai sebagai suatu usaha untuk belajar. Salah satu definisi belajar adalah membiarkan daerah nyaman kita terganggu. Artinya setiap aktivitas belajar sebenarnya bertentangan dengan keinginan atau hawa nafsu kita untuk bersantai-santai, bersenang-senang. Oleh karena itu marilah kita segera memperbaiki diri. masih banyak ilmu yang belum kita pelajari , masih banyak bidang ilmu yang belum kita ambil spesialisasinya. Segera mumpung masih banyak waktu, selagi masih ada usia dankesempatan.
Ingat 5 perkara sebelum 5 perkara : sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit dan hidup sebelum mati. OK saudaraku…..marilah bersama, jangan kita sia-siakan kesempatan dan waktu kita untuk hal-hal yang tak berguna. Semua orang diberi waktu yang sama oleh Alloh 24 jam dalam sehari, namun itu semua kembali pada kita bagaimana mengelolanya.
FASTABIQUL KHOIROT…………

Disarikan dari berbagai sumber………

17. KEUTAMAAN DZIKIR DAN KALIMAH TAUHID

KEUTAMAAN DZIKIR DAN KALIMAH TAUHID

Dari Abu Hurairah ra., ia berkata : Ra;uluilah saw bersabda : “Sesungguhnya Allah mempunyai malaikat yang mondar mandir di jalan mencari ahli dzikir. Apabila mereka mendapat kaum yang sedang berdzikir kepada Allah mereka memanggil-manggil : “Marilah kepada keperluanmu”.

Beliau bersabda : “Malaikat itu mengitari dengan sayap mereka ke langit dunia. Beliau bersabda : Tuhan mereka berfirman pada hal Dia lebih mengetahui tentang mereka : “Apakah yang diucapkan oleh para hambaKu?”. Beliau bersabda : Malaikat menjawab : “Mereka sedang me Maha Sucikan Mu, me Maha Besarkan Mu, memujiMu dan me Maha Muliakan Mu”. Tuhan berfirman : “Apakah mereka melihat Ku?”. Beliau bersabda : “Mereka menjawab : “Tidak, demi Allah mereka tidak melihatMu”. Beliau bersabda : “Tuhan berfirman : “Bagaimana seandainya mereka melihatKu?”. Beliau bersabda : “Mereka menjawab: “Seandainya mereka melihatMu, niscaya mereka lebih beribadah kepadaMu, lebih memuliakan, lebih memuji dan lebih mensucikanMu”. Beliau bersabda : Tuhan berfirman : “Apakah yang mereka pinta kepadaKu?”. Beliau bersabda : “Mereka meminta surga kepada Mu”. Beliau bersabda : “Mereka menjawab : “Apakah mereka melihatnya?” Beliau bersabda : Malaikat menjawab : “Tidak, demi Allah mereka tidak melihatnya”. Tuhan berfirman : “Bagaimanakah seandainya mereka melihatnya ?”. Beliau bersabda : “Mereka menjawab : “Seandainya mereka melihatnya, niscaya mereka lebih loba terhadapnya, lebih meminta dan lebih gemar terhadapnya”. Tuhan berfirman : “Terhadap apa mereka berlindung ?”. Beliau bersabda : Malaikat menjawab : “Dari neraka”. Beliau bersabda : Tuhan berfirman: “Apakah mereka melihatnya ?”. Beliau bersabda : “Mereka menjawab : “Tidak, demi Allah wahai Tuhan, mereka tidak melihatnya”. Beliau bersabda : Tuhan berfirman : “Bagaimanakah seandainya mereka melihatnya ?”. Beliau bersabda” : Mereka menjawab : “Seandainya mereka melihatnya, niscaya mereka lebih sangat lari dan sangat takut”. Beliau bersabda : “Tuhan berfirman : “Aku persaksikan kepadamu bahwa Aku telah mengampuni mereka”. Beliau bersabda : “Salah satu malaikat berkata: “Diantara mereka ada Fulan yang bukan dari golongan mereka. Kedatanganya hanya karena ada keperluan”. Tuhan berfirman : “Mereka teman-teman duduk, dimana orang yang duduk bersama mereka tidak celaka”. (HR. Bukhari)

Dari Abu Hurairah ra. dan Abu Said Al Khudri ra. berkata : Rasulullah saw. bersabda : “Sesungguhnya Allah mempunyai malaikat yang berkelana di bumi sebagai tambahan dari para pencatat manusia. Apabila mereka menjumpai kaum yang berdzikir kepada Allah, mereka memanggil-manggil : “Marilah kepada tujuanmu”.

Malaikat berdatangan, dan mengitari mereka kelangit dunia. Allah berfirman : “Kalian tinggalkan hamba-hamba Ku sedang mengerjakan apa ?”. Mereka menjawab : “Kami tinggalkan mereka sedang memujiMu, memuliakan Mu dan berdzikir kepadaMu”. Beliau menjawab : Dia berfirman ” “Apakah mereka melihat Aku ?”. Mereka menjawab : “Tidak”. Dia berfirman : “Bagaimanakah seandainya mereka melihat Aku ?”. Beliau bersabda : Mereka menjawab : “Seandainya mereka melihat Mu niscaya mereka lebih memujiMu, lebih memuliakan Mu dan lebih berdzikir kepadaMu”.

Beliau bersabda : Dia berfirman : “Apakah yang mereka inginkan ?” Beliau bersabda : “Mereka berkata : “Mereka memohon surga”. Beliau bersabda: “Dia berfirman : “Apakah mereka melihatnya ?”. Beliau bersabda : “Dia berfirman : “Bagaimanakah seandainya mereka melihatnya ?”.

Beliau bersabda : “Mereka menjawab : “Seandainya mereka melihatnva niscaya mereka lebih meminta dan loba atasnya”. Beliau bersabda : “Dari apakah mereka berlindung ?” Mereka menjawab : “Seandainya mereka melihatnya niscaya mereka lebih lari, lebih takut dan lebih mohon perlindungan dari padanya”. Beliau bersabda : Dia berfirman : “Sungguh Aku mempersaksikan kepadamu bahwa Aku mengampuni mereka”. Mereka menjawab : “Sesungguhnya di kalangan mereka terhadap Fulan yang salah yang datang hanya karena keperluan”. Dia berfirman : “Mereka adalah kaum yang teman duduknya tidak celaka”. (HR. Tirmidzi).

Dari Abu Ishaq dari Al Agharr Abu Muslim bahwasanya ia menyaksikan Abu Hurairah dan Abu Said Al Khudri ra., bahwasanya kedua orang itu menyaksikan Rasulullah bersabda : “Apabila hamba mengucapkan :

‘LAA ILAAHA ILLALLAAH WALLAHU AKBAR ” (Tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar).

Beliau bersabda : Allah yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : “Benarlah hambaKu, tidak ada Tuhan selain Aku, dan Akulah Allah Maha Besar”.

Apabila hamba mengucapkan :

‘LAA ILAAHA ILLALLAAH WAHDAH” (Tiada Tuhan selain Allah sendiri).

Dia berfirman : “Benarlah hambaKu, tiada Tuhan selain Aku sendiri”.

Apabila hamba mengucapkan :

‘LAA ILAAHA ILLALLAAH WAHDAHU LAA SYARIIKA LAH ” (Tiada Tuhan selain Allah, sendirian tiada sekutu bagiNya).

Dia berfirman : “Benarlah hamba-Ku, tiada Tuhan selain Aku, dan tidak ada sekutu bagiKu”.

Apabila hamba mengucapkan :

‘LAA ILAAHA ILLALLAAHLAHUL MULKU WALAHUL HAMDU”

(Tiada Tuhan selain Allah, bagiNya kerajaan itu, dan bagiNya segala puji).

Dia berfirman : Benarlah hambaKu, tiada Tuhan selain Aku, bagiKu kerajaan itu dan bagiKu segala puji”. Apabila hamba mengucapkan :

‘LAA ILAAHA ILLALLAAH WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAH”

(Tiada Tuhan selain Allah, dan tiada daya dan kekuatan melainkan pertolongan Allah)

Dia berfirman : “Tiada Tuhan selain Aku, dan tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Ku”.

Abu Ishaq berkata : Kemudian Al Agharr mengatakan sesuatu yang tidak saya pahami. Ia Berkata : Lalu saya bertanya kepada Abu Ja’far : “Apakah yang ia ucapkan ?”. Ia berkata : “Barang siapa yang pada waktu menjelang mati mengucapkan kalimat-kalimat itu maka ia tidak tersentuh neraka”. (Hadits ditakhrij oleh Ibnu Majah).

Dari Abdullah bin Umar ra., bahwasanya Rasulullah saw bercerita kepada mereka bahwa salah seorang hamba Allah mengucapkan :

“YAA RABBI LAKAL HAMD U YANBAGHII LIJALAALI WAJHIKA WALI ‘AZHIIMI SULTHAANIKlA” (Wahai Tuhanku, hanya bagimulah segala puji, sebagaimana seyogya dengan kebesaran DzatMu dan keagungan kekuasaanMu ), maka bersungguh-sungguhlah dua malaikat namun mereka tidak tahu bagaimana mencatatnya. Lalu keduanya naik ke langit dan berkata : “Wahai Tuhan kami, sesungguhnya hambaMu mengucapkan dzikir, kami tidak mengetahui bagaimana mencatatnya. Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman pada hal Dia lebih mengetahui terhadap apa yang dikatakan oleh hambaNya : “Apakah yang diucapkan hambaKu ?”. Keduanya menjawab : “Bahwasanya ia mengucapkan : “Wahai Tuhanku, hanya bagiMu segala puji sebagaimana seyogya dengan kebesaran Dzat Mu dan keagungan kekuasaan Mu”. Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : “Tulislah seperti apa yang diucapkan oleh hamba-Ku, sehingga ia menjumpai Aku, lalu Aku membalasnya dengan apa yang diucapkan itu”. (Hadits ditakhrij oleh An Nasa’i).

Dari Aisyah ra., ia berkata : Rasulullah saw memperbanyak ucapan:

“SUBHAANALLAAHI WABIHAMDIHI ASTAGHFIRULLAAHA WA ATUUBU ILAIH”

(Maha Suci Allah, dengan pujiNya saya memohon ampun kepada Allah dan saya bertaubat kepada-Nya).

Saya bertanya : “Wahai Rasulullah, saya melihat engkau memperbanyak ucapan : “Maha Suci Allah dengan pujiNya saya memohon ampun kepada Allah dan saya bertaubat kepadaNya”. Beliau bersabda: “Tuhanku Yang Maha Mulia dan Maha Besar memberitakan kepadaku bahwa aku akan melihat tanda pada umatku. Apabila aku telah melihatnya maka aku memperbanyak ucapan :

“SUBHAANALLAAHI WABIHAMDIHI ASTAGHFIRULLAAHA WA ATUUBU ILAIH”

Saya telah melihatnya :

“IDZAA JAA-A NASHRULLAAHI WALFATHU WARA-AITANNAASA YADKHULUUNA FII DIINI­LLAAHI AFWAAJAN FASABBIHBIHAMDI RABBIKA WASTAGHFIRHU INNAHU KAANA TAWWAABA”

(Apabila datang pertolongan Allah dan penaklukan (Kota Mekah). Dan kamu melihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong. Maka bertasbilah dengan memuji Tuhanmu dan memohon ampunlah kepadaNya karena sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat). Dalam riwayat Muslim dari Aisyah ada tambahan :

‘ALLAAHUMMAGHFIR LII YATA-AWWALUL QURAANA “

(Wahai Allah ampunilah saya, karena mengamalkan perintah Al Qur’an). (HR. Muslim).

Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra., ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya Allah akan membersihkan salah seorang umatku atas para kepala makhluk pada hari qiyamat. Lalu Allah menebarkan sembilan puluh sembilan catatannya. Setiap’ catatan seperti pandangan mata. Kemudian Dia berfirman : “Apakah kamu mengingkari hal ini barang sedikit ?”. Apakah tukang catatKu Malaikat Hafazhah menganiaya kamu ?”. Ia menjawab : “Tidak wahai Tuhan”. Dia berfirman : “Apakah kamu punya alasan ?” Ia menjawab : “Tidak”. Dia berfirman : “Baiklah, kamu mempunyai kebaikan. Sesungguhnya pada hari ini tidak ada penganiayaan atasmu”. Maka dikeluarkan secarik kertas yang didalamnya terdapat :

‘ASYHADUALLAA ILAAHA ILLALLAH WA ASYHADUANNA MUHAMMADAN ‘ABDUHU WARA­SUUL UH”

(Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan saya bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba dan utusanNya).

Dia berfirman : “Datangkan timbanganmu”. Ia menjawab : “Wahai Tuhanku, apakah (artinya) secarik kertas ini dibandingkan dengan catatan-catatan ini ?”. Dia berfirman : “Sungguh kamu tidak dizhalimi”. Beliau bersabda : “Catatan-catatan itu diletakkan pada sebuah piringan neraca dan secarik kertas itu di dalam piringan neraca. Secarik kertas itu berat, karena tidak ada sesuatu yang mempunyai timbangan berat dibandingkan dengan sesuatu yang bersama nama Allah”. (Hadits ditakhrij oleh Tirmidzi).

Dari Anas bin Malik ra., ia berkata : Rasulullah saw. . . bersabda : “Dua malaikat Hafazhah menghadapkan kepada Allah akan apa yang ia jaga baik siang maupun malam, di mana Allah mendapatkan baik pada awal dan akhir halaman itu, kecuali Allah berfirman : “Sesungguh Aku meinpersaksikan kepadamu bahwa Aku mengampuni ” hambaKu yang tercatat di antara dua ujung halaman (catatan) ini”. (Hadits ditakhrij oleh Tirmidzi).

Dari Anas ra dari Nabi saw., beliau bersabda : Allah berfirman : “Keluarkanlah dari neraka orang yang ingat kepadaKu pada suatu hari atau takut kepadaKu pada suatu tempat”. (Hadits ditakhrij oleh Tirmidzi).

Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw, beliau bersabda : “Sesungguhnya Allah berfirman : “Wahai anak Adam (manusia) luangkanlah waktu untuk ibadah kepadaKu maka Aku isi dadamu dengan kekayaan, dan Aku tutup kekafiranmu. Jika tidak demikian maka Aku isikan kesibukan di mukamu dan Aku tidak menutup kefakiranmu”. (Hadits ditakhrij oleh At Tirmidzi)

Dari Uqbah bin Amir ra., ia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : “Tuhanmu kagum. terhadap penggembala kambing di ujung bukit yang di kala didengungkan adzan ia mendirikan Shalat”. Lalu Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar berfirman : “Lihatlah hambaKu ini, didengungkan adzan kemudian ia shalat karena takut terhadapKu, Aku telah mengampuni hambaKu dan memasukkannya ke Sorga”. (Hadits di takhrij oleh An Nasa’i).

Dari Iyadh bin Khammar saudara Bani mujasyi’, ia berkata : Rasulullah saw. pada suatu hari berdiri di tempat kami dengan berkhuthbah, lalu beliau bersabda : “Sesungguhnya Tuhanku menyuruh aku dan meneruskan hadits itu seperti hadits Hisyam dari Qatadah dan ia menambahNya :

“WA ANNALLAAHA AUHA ILAYYA AN TAWAADLA ‘UU HATTAA LAA YAFKHARA AHADUN ‘ALAA AHADIN WALAA YABGHII AHADUN ‘LAA AHADIN”

(Sesungguhnya Allah memberi wahyu kepadaku agar kamu merendahkan diri, sehingga seseorang tidak berbangga terhadap orang lain, dan seseorang tidak menganiaya terhadap orang lain).

Dan menurut haditsnya beliau saw bersabda :

“WAHUM FIIKUM TABA’AN LAA YABGHUUNA AHLAN WALAA MAALAN” (Mereka sebagai pengikutmu, dengan tidak mencari keluarga dan harta).

Lalu aku bertanya : “Kedaannya demikian itu wahai Abu Abdillah?” Ia menjawab : “Ya, demi Allah aku telah menjumpai mereka pada masa Jahiliyah, dan seseorang lakilaki menggembala di kampung, yang ada hanya ibunya dimana ia mensetubuhinya”. (HR. Muslim).

Cari Blog Ini

Halaman

Popular Posts

Advertisement

Responsive Advertisement