09/05/11

Doa Harapan Kami Untuk Selalu Bersama-NYA




یا الله... یا الله...
ونحن اغفر لنا خطایانا...
الخطایا وأسرھم ، والجیران ، والأصدقاء ، اولادنا...
كل الأشیاء التي أدرجت الضرر المعنوي
كل الأشیاء التي تم إتلاف قواعد دینكم...
یا الله... یا الله... ونحن
لدینا وأسرھم ، والجیران ، والأصدقاء ، اولادنا...
التي لا یمكن أن یكون في الجحیم وغیر مناسب في السماء
ما الذي یجب علینا القیام بھ لتطھیر انفسنا من ھذا القذر...
وتثقیف أنفسنا دائما مع الروح وكلامك یا الله...
ھكذا نحن دائما كل ما كنت قد طلبت...
لأننا أیضا دائما تجنب كل ما قدر لك...
یا الله... إلھنا نعم...
نحن نحب حقا لك... والنبي رسول...
نجعل الذین آمنوا وتملق دائما اسمك...
یا الله... إلھنا نعم...
المجد لأكثر الكتب التي تنشئھا...
آل القرآن الذي أدى بنا إلى المسار الخاص بك...
أن تكون دائما المریض ، ، ، علم ، ، ، مخلص ، ، ،
الحفاظ على سمعة دینكم
أفضل دین في نظر الخاص...
ا الله … 􀑧􀑧 ة ی 􀑧􀑧 ى حرم 􀑧􀑧 ا إل 􀑧􀑧 ود بن 􀑧􀑧 تع

Ya allah... Ya tuhan kami...
ampunilah dosa-dosa kami ini...
beserta dosa-dosa keluarga, tetangga, sahabat, keturunan
kami...
segala perkara yang telah memasukkan kepada kerusakan
akhlaq
segala perkara yang telah merusakan norma-norma
agamamu...
Ya allah... Ya tuhan kami...
kami beserta keluarga, tetangga, sahabat, keturunan kami...
yang tak sanggup berada dineraka dan tidak pantas di syurga
apa yang harus kami perbuat untuk menyucikan diri kami yang
kotor ini...
dan didiklah selalu jiwa & diri kami dengan petunjukmu Ya
allah...
agar kami selalu menjaga segala hal yang engkau
perintahkan...
agar kami juga selalu menghindari segala hal yang engkau
larang...
ya allah... ya tuhan kami...
sungguh kami mencintaimu... dan nabi utusanmu...
jadikanlah kami orang-orang yang beriman dan selalu
menyanjung namamu...
ya allah... ya tuhan kami...
kami lebih memuliakan kitab yang engkau ciptakan...
al-qur'an yang telah membawa kami menuju jalanmu...
untuk selalu sabar,,, sadar,,, setia,,,
menjaga nama baik agamamu
agama yang paling baik dimata mu....
kembalikanlah diri kami dengan kesucianmu ya allah...

Diterjemahkan Oleh:
Ahmad Fauzan Ibnu Ahmad Zainuddin Ibnu Ridwan Asy’ari
11/25/2010 2:42:13 AM

Puisiku - Hati-hati Bawa Hati


Aduh,
susahnya punya hati
letaknya tersembunyi,
tapi geraknya tampak sekali
(he hemm, malu juga diri ini)

Makanya,
lebih baik punya istri
kalau tersenyum ada yang menanggapi
kalau berekspresi ada yang memahami
sikapnya lembut tak bikin keki
kadang malah memuji

"Tuhan tak pernah ingkar janji,
kalau terus menjaga diri,
akan mendapat pendamping yang lurus hati."

Tapi kalau masih sendiri,
hati-hati bawa hati
kalau sibuk mencari perhatian,
kapan kamu mengenal gadis yang bisa menjaga
pandangan?
bagusnya sibuk menyiapkan perbekalan
(maunya sih kutulis memperbaiki iman)
saat-saat tak terbayangkan

Adapun kalau sudah beristri,
jangan lupa mengingatkan
kalau ada yang dilalaikan
tentang perkara yang disyari'atkan
tapi kalau ia memelihara kewajiban
ingat-ingatlah untuk memberi perhatian
jangan menunggu dapat peringatan
Bogor, 09 Mei 2011


Ponsel ˜manusia mini™ ini dilengkapi dengan speaker di kepalanya dan dibenamkan LED di bagian dada. Jadi jika ponsel ini tengah digunakan maka dadanya akan berwarna biru, dan memancarkan warna merah jika dalam keadaan stand-by.Ada-ada saja memang aksi para ilmuwan dari Jepang ini. Dengan tujuan untuk membuat pengguna menjadi lebih dekat dengan lawan bicaranya, mereka menciptakan ponsel yang berbentuk manusia mini.


Para pembuatnya berasal dari Universitas Osaka yang bekerja sama dengan pihak dari operator terbesar di Jepang, NTT DoCoMo.
“Ponsel ini akan membuat Anda merasa lebih dekat dengan lawan bicara,” ujar Advanced Telecommunications Research Institute International (ATR) .
Nah, untuk lebih membuatnya semakin menarik, pembungkus alias casing yang menutupi perangkat komunikasi pun dibuat menjadi lebih unik. Yakni dilapisi oleh material yang jika disentuh seperti kulit manusia!
Entah hal ini akan menjadi sesuatu yang unik atau malah menakutkan. Namun yang pasti para pengembangnya memprediksi jika ponsel ˜manusia mini˜ ini akan dikomersilkan dalam rentang lima tahun ke depan.
Di masa itu, perangkat tersebut digadang-gadang sudah dilengkapi dengan fitur pengenal suara dan image. Jadi nantinya pengguna tak perlu lagi menekan tombol jika ingin mengoperasikannya, cukup memerintahkan lewat suara.

Sumber : seputarkita.info

22/04/11

Stop Korupsi dan Suap di Indonesia

Stop Korupsi dan Suap di Indonesia, Salah satu kejahatan yang terjadi dan merajalela dalam kehidupan sosial masyarakat bangsa Indonesia saat ini adalah korupsi dan suap. Korupsi dan suap bagaikan penyakit menular yang sangat ganas, yang sudah menjalar dan menular ke mana-mana, tidak hanya pada lapisan eksekutif, tetapi juga pada lapisan legislatif dan yudikatif, tidak hanya terjadi pada lapisan atas, tetapi juga pada lapisan bawah. Setiap saat dapat kita menyaksikan berita korupsi dan suap itu di media elektronik, media cetak, begitu hebat menyebaran penyakit ini di dalam masyarakat. Jaringannya bagaikan tidak akan terputuskan oleh alat apa pun, dan gelombangnya bagaikan tidak terbendung, dan jaringannya bagaikan benang kusut yang tidak mungkin dapat diketahui lagi mana ujung pangkalnya. Dan sekarang waktunya untuk mengatakan: "Stop Korupsi dan Suap di Indonesia".

Korupsi dan suap tidak boleh dibiarkan berjalan dan merajalela di dalam masyarakat. Ajaran agama memerintahkan umatnya untuk melakukan berbagai tindakan dalam mengatasi penyakit ini. Amar ma’rūf dan nahy munkar menjadi sangat efektif dalam mengatasi korupsi dan suap apabila upaya itu dilakukan melalui tahap-tahap:

1. Pencegahan diri dan keluarga dari tindakan korupsi dan suap.
Pencegahan korupsi dan suap harus dimulai dari diri sendiri dengan keyakinan bahwa korupsi dan suap adalah penyakit masyarakat yang berbahaya bagi kehidupan masyarakat itu sendiri. Orangtua dalam keluarga berkewajiban untuk mencegah dirinya dari tindakan korupsi dan suap. Komitmen menjauhkan diri dari tindakan itu harus dikembangkan pula kepada anggota keluarga yang lain dengan menanamkan sebuah komitmen bahwa korupsi dan suap adalah penyakit kehidupan dan sekarang saatnya mengatakan Stop Korupsi dan Suap di Indonesia.

2. Keteladanan seorang pemimpin.
Pemimpin adalah teladan bagi umatnya. Apa yang dilakukan pemimpin, maka hal itu pula yang dilakukan oleh yang dipimpin. Yang dipimpin selalu meniru hal-hal yang dilakukan pemimpinnya. Seorang pemimpin haruslah orang yang mempunyai komitmen mencegah diri dari korupsi dan suap secara internal, dan menunjukkan sikap anti terhadap korupsi dan suap, serta melakukan upaya-upaya pencegahan terjadinya korupsi dan suap di dalam masyarakat, baik secara kekerasan maupun secara lisan. Kalau pemimpin sudah menunjukkan keteladanan seperti itu, maka lambat laun korupsi dan suap yang kini merajalela itu dapat dicegah secara berangsung-angsur.

3. Tindakan tegas terhadap pelaku korupsi dan suap.
Setiap pelaku korupsi dan suap harus ditindak tegas berdasarkan hukum dan peraturan yang berlaku, tanpa memandang bulu. Siapa pun yang melakukan tindakan demikian, termasuk pemimpin, penguasa, dan pelaksana serta penegak hukum harus ditindak tegas dan dihukum menurut hukum dan peraturan yang berlaku. Tindakan diskriminasi terhadap pelaku korupsi dan suap akan menimbulkan sikap apatis dari orang lain dalam ikut serta mencegah tindakan korupsi dan suap itu.

Sekarang sudah saatnya, masyarakat secara bersama-sama berupaya keras dengan sekuat tenaga untuk melakukan berbagai tindakan yang mungkin dilakukan untuk memutuskan mata rantai korupsi dan suap yang begitu kuat ini. Dimulai dari pencegahan diri dan keluarga, keteladanan seorang pemimpin dan tindakan tegas terhadap pelaku korupsi dan suap itu sendiri. Jaringan-jaringan yang dapat menjalin terjadinya korupsi harus segera diputus dan hal ini tidak mungkin dilakukan hanya oleh sekelompok orang yang namanya Pemerintah, KPK dan ICW, tetapi harus dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat, mulai tingkat atas sampai tingkat bawah. Dan kami sendiri ( Chenk Rahman [CR] ) salut terhadap saudara seo.nodofollow.com dalam upaya untuk mewujudkan negara kita, sehingga bebas dan bersih dari para pelaku korupsi dan suap, melalui Kontes SEO yang mengangkat tema "Stop Korupsi dan Suap di Indonesia".

Meng-gosip yang Terlarang dan yang Boleh

oleh Ahmad Fauzan Zaend pada 12 Juli 2010 jam 1:51
(Di salin Dari Facebook Lama "zanskiey@hotmail.com")
Sejauh ini, saya memandang bahwa ghibah atau bergosip memang merupakan perbuatan dosa yang hampir setiap orang melakukannya atau bahkan menyukainya.

Berdasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah Saw. menjelaskan bahwa ghibah artinya menyebutkan (keadaan) seseorang yang tidak disenanginya ketika orang tersebut tidak ada di tempat. Ghibah berdosa karena menunjukkan adanya kezaliman terhadap orang lain dengan menyakiti hati orang yang digunjingkan.

Dalam Al-Quran surat Al-Hujurat ayat 12 disebutkan bahwasannya ghibah pada saudara seiman sama artinya dengan memakan bangkai saudara tersebut. Ditinjau dari sudut pandang dosa, boleh jadi hal ini menunjukkan besarnya dosa ghibah. Dari sudut pandang kemanusiaan, tentu perilaku (memakan bangkai) tersebut sangatlah menjijikkan dan tidak normal.

Meski begitu, para ulama sepakat bahwa ada enam hal yang memperbolehkan kita membicarakan orang lain.
Keenam hal tersebut yaitu:


1. Membicarakan orang yang akan berbuat zalim (kepada kita) kepada orang yang dianggap mampu menangani masalah tersebut.
2. Membicarakan orang yang berbuat munkar kepada orang yang kita mintai bantuan untuk mengubah kemunkaran tersebut.
3. Membicarakan orang untuk dimintakan fatwa (mengenai orang tersebut).
4. Membicarakan orang untuk dijadikan cermin dalam kehiduan sehari-hari tanpa perlu menyebutkan nama orang yang bersangkutan (jika memang tidak diperlukan).
5. Mengumumkan atau menerangkan kefasikan seperti pemakaian narkoba yang oleh pecandunya hal tersebut begitu dibangga-banggakan.
6. Mengetahui identitas orang yang diperlukan karena tidak cukup hanya dengan mengenal namanya saja.

Jika kita mendapati siapa pun yang sedang ber-ghibah, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan menasihati secara baik-baik agar orang yang bersangkutan menghentikan perbuatannya. Jika tidak juga berhenti atau memang kita tidak mampu menghentikannya, maka sekurang-kurangnya hindarilah pembicaraan tersebut.

Hal ini merujuk pada dalil umum yang disebutkan dalam hadits berikut, “Barangsiapa di antara kamu melihat kemungkaran hendaklah ia mencegah kemungkaran itu dengan tangannya. jika tidak mampu, hendaklah mencegahnya dengan lisan, jika tidak mampu juga, hendaklah ia mencegahnya dengan hatinya. Itulah selemah-lemah iman.” (H.R. Muslim). Wallahu a’lam.

Lebih Mulia dari Bidadari

Islam telah memuliakan wanita. Tetapi mengapa mereka masih silau dengan pola kehidupan Barat?

Ada kisah nyata yang mengesankan. Pada abad 13, seorang kaisar kerajaan Romawi, Frederick II, mengadakan eksperimen. Ia ingin mengetahui apakah bahasa yang akan digunakan anak-anak, bila kepada mereka tidak diajarkan bahasa apapun pada tahun pertama kehidupan mereka.

Ia memilih beberapa bayi dan merawatnya dalam suatu tempat yang khusus. Bayi-bayi itu dipelihara sebagaimana layaknya: dimandikan, dirawat dan disusui. Tetapi tidak seorang pun diperbolehkan berbicara, bersenandung atau menyanyikan lagu pengantar tidur buat mereka. Penelitian ini tidak membuahkan hasil, karena semua anak meninggal secara misterius, dan eksperimen ini tidak diulang kembali.

Bayi-bayi yang malang. Mereka meninggal karena ada hal sangat penting yang tidak didapatkannya. Ini bukti bahwa tanpa orangtua yang benar-benar sayang dengan tulus ikhlas dalam mencurahkan kasih sayang, merawat, mengasuh, memelihara dan mendidik diawal masa kehidupannya, membuat mereka tidak bisa bertahan hidup.

Sembilan bulan sepuluh hari dalam kandungan, kemudian merawat, menyusui dan menyapihnya selama dua tahun menjadikan ibu adalah orang yang terdekat dengan bayi di awal-awal kehidupannya. Dengan bahasa, ibu mengungkapkan kasih sayang. Kelembutan suaranya membuat bayi berkembang begitu pesat. Kecupan halus dan suara ibu yang mengasihinya membuat jiwanya hidup, kecerdasannya terasah sehingga terbukalah pintu kehidupan dunia baginya.

Semakin besar ketulusan dan pengharapan ibu untuk kebaikan anaknya, semakin bermakna setiap tetes air susu yang dipancarkan untuk hati, jiwa otak dan tubuh anak. Begitu berharganya, begitu tingginya harga kasih sayang seorang ibu kepada anaknya, sehingga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) menempatkan ibu sebagai orang yang pertama yang layak di hormati.

Imam Bukhari menceritakan, seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya, ”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang berhak aku hormati?” Rasulullah menjawab, ”Ibumu.” Jawaban itu diulang hingga tiga kali. Baru berikutnya Rasulullah SAW menyebut bapak sebagai orang yang harus dihormati.

Kisah di atas hanya salah satu dari penghargaan yang tinggi dari Islam terhadap kaum wanita sebagai seorang ibu. Wanita mendapat kedudukan terhormat dalam Islam. Lalu apa yang membuat sebagian wanita kita merasa silau dengan kehidupan Barat yang dulu nyata-nyata sangat merendahkan derajat wanita?

Pandangan Keliru

“……Perempuan adalah Hawa dan sekaligus Maria Sang Perawan Suci. Ia adalah idola, pelayan, sumber kehidupan dan juga kekuatan kegelapan. Ia adalah dukun penyembuh dan juga tukang santet, ia adalah mangsa laki-laki, tetapi laki-laki juga jatuh karena dia. Perempuan adalah segala yang tidak di miliki laki laki dan segala yang dirindukannya. Perempuan adalah penafian laki-laki dan sekaligus raison d’etre (sebab keberadaan)-nya.”

Sepenggal kutipan di atas adalah ucapan tokoh perempuan di balik gerakan eksistensialisme, Simone de Beauvoire. Ia menulis dengan sinis tentang bagaimana perempuan dimitoskan sebagai gender kelas dua, the second sex. Karena eksistensi perempuan didefinisikan oleh apa yang dilakukan, maka perilaku perempuan dimitoskan sebagai ’misterius.‘

Sigmund Freud yang pernah memuji ibunya sebagai pembentuk kepribadiannya berkata, ”Pertanyaan besar yang tak pernah terjawab, dan yang tidak bisa saya jawab, walaupun saya telah melakukan penelitian tentang jiwa perempuan selama tiga puluh tahun, adalah ‘apa sebetulnya yang di inginkan wanita?”

Pandangan sebagian tokoh tentang keberadaan wanita ini jelas merendahkan wanita. Dari ungkapan itu juga mengisyaratkan bahwa begitulah penghargaan mereka terhadap kaum wanita. Peradaban yang mereka katakan lebih mulia dari Islam ternyata menyimpan anggapan dan perlakuan yang menomorduakan kaum wanita.

Harga Tinggi Ketaatan

Islam agama mulia. Tidak ada perbedaan derajat di antara manusia, apakah itu wanita atau pria. Yang membedakan keduanya adalah derajat ketakwaan.

”Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang Muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatan, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Surat Al-Ahzab [33]: 35).

Kalaupun ada perbedaan hukum dalam Islam, itu dikarenakan fungsi dan tugas mereka masing-masing yang berbeda sehingga menuntut aturan yang jelas. Misal tentang batas aurat laki-laki, pembagian harta waris yang menentukan laki-laki lebih banyak dari wanita (karena tugas laki-laki yang harus memberi nafkah keluarga).

Tetapi harus diakui, sekarang ini kondisinya sangat berat bagi wanita beriman. Godaannya begitu berat. Agar bisa bertahan, seorang wanita beriman membutuhkan sikap tegas.

Namun perjuangan berat wanita untuk tetap istikamah menjalankan agama, sebanding dengan pahala yang disediakan. Ummu Salamah istri Rasulullah SAW pernah bertanya kepada Rasulullah, ”Manakah yang lebih mulia, Ya Rasul Allah, perempuan dunia inikah atau bidadari di surga?”

Rasulullah SAW menjawab, ”Perempuan dunia lebih mulia dari bidadari laksana lebih mulia pakaian luar dari pada pakaian dalam!” (kitab Hadil Arwah, oleh Ibnu Qayim Al Jauziyah).

Tentu saja, sebab wanita di dunia akan masuk surga karena amalnya: shalatnya, salihnya, kesetiaannya kepada suami, curahan kasih sayangnya dan pengorbanannya buat keluarga dan anak-anaknya. Sedang bidadari mendapat tempat di surga dengan tidak mengetahui betapa tinggi nilai tempat yang didiaminya itu, karena ia tidak mendapatkan dengan jerih payah dan perjuangan.

Lalu nikmat mana yang kamu pertanyakan? Kedudukan tertinggi manakah yang akan engkau capai wahai wanita? Islam telah memberikan tempat yang begitu tinggi dan mulia.
(Wawancara)Ibu Sri Lestari

Meraup Pahala Saat Haid


Wanita haid memang kehilangan kesempatan mendapat pahala. Tapi ada cara lain meraup pahala. Apa saja?

Setiap wanita normal tentu mengalami haid atau menstruasi. Itu sudah menjadi sunnatullah. Justru akan dibilang aneh, jika ada wanita yang tidak mendapat kunjungan “tamu” istimewa ini.

Haid adalah keluarnya darah dari alat kelamin wanita. Datang sebulan sekali, biasanya wanita mengalami haid setelah mencapai usia tertentu dan berhenti sesudah mencapai usia tertentu pula.

Dibilang istimewa, karena wanita yang sedang menerima ‘tamu’ ini mendapat dispensasi untuk tidak shalat, puasa, dan beberapa ibadah lainnya. Malah berdosa bila dalam keadaan haid, lantas shalat atau puasa.

Ada yang bilang, rugi dong wanita karena hilang kesempatan mendapat pahala. Jangan khawatir, ada cara lain meraup pahala, antara lain adalah berzikir, menghafal al-Qur’an dan Hadits, .

Berzikir
Sekalipun lagi haid, yang bersangkutan bukan saja boleh, malah dianjurkan untuk sebanyak-banyaknya membasahi bibir dengan zikir. Kapan dan di manapun. Misalnya dengan melantunkan takbir (Allahu Akbar), tasbih (Subhanallah), dan tahmid (Alhamdulillah).

Dalam sebuah Hadits, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kebaikan dari berzikir dengan kalimat tersebut, bila dibandingkan dengan dunia dan seisinya ini, masih lebih berat kalimat tasbih, tahmid, dan takbir tersesbut.”

Berzikir bisa pula dengan membaca istighfar, memohon ampunan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Istighfar ini penting, karena tiada manusia tanpa dosa. Rasulullah sendiri tak kurang beristighfar 80 kali setiap hari. Itu Rasulullah yang mendapat jaminan pengampunan dosa. Kita yang tak mendapat jaminan, mestinya lebih banyak lagi beristighfar.

Ada manfaat lain dari istighfar selain pengampunan dosa. Ternyata istighfar bisa untuk membuka jalan berbagai persoalan dan juga membuka rezeki. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa melazimkan istighfar, niscaya Allah pasti akan menjadikan baginya jalan keluar dari setiap kesempitan, dan kelapangan dari setiap kesedihan, dan memberinya rejeki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka.” (Riwayat Abu Dawud)

Allah juga berfirman: “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai ” ( Nuh [71]: 10-12).

Nah, tunggu apa lagi. Ayo, perbanyak istighfar.

Menghafal al-Qur`an dan Hadits
Menghafal al-Qur’an bisa mempertajam ingatan. Semakin banyak menghafal al-Qur’an semakin kuat pula daya ingat seseorang. Tak heran bila banyak orang ingin menghafal Kitab Suci ini. Barangkali, ini termasuk kemukjiatan al-Qur’an. Sekalipun ada yang bilang huruf Arab itu seperti benang ruwet, tapi kenyataannya begitu banyak orang yang berhasil menghafal al-Qur’an, mulai dari ayat pertama hingga ayat terakhir.

Tidak ada larangan wanita haid menghafal al-Qur’an. Yang menjadi perselisihan ulama adalah menyentuh mushaf al-Qur’an, boleh atau tidak. Sebagian ulama membolehkan, sebagian lagi melarang. Menghafal tentu saja bisa tanpa menyentuh mushaf, apalagi sekarang sudah banyak ayat al-Qur’an yang dipindahkan ke dalam CD atau komputer.

Wanita haid juga tidak dilarang menghafal Hadits. Itu salah satu bukti kecintaan seseorang kepada baginda Muhammad. Tidak banyak saat ini orang menghafal Hadits, padahal keutamaannya sangat besar. Dalam pembukaan kitab Arba’in Nawawi disebutkan sebuah Hadits bahwa barangsiapa hafal 40 Hadits, maka ia akan masuk surga.

Memperbanyak Infaq
Berinfaq adalah kegemaran orang-orang saleh. Kesalehan seseorang bisa diukur dari kegemaran berinfaq. Serajin apapun dia shalat, puasa, dan bahkan haji, bila ia pelit mengeluarkan harta di jalan Allah, maka patut diragukan kesalehannya.

Infaq adalah wujud dari kesalehan sosial. Setiap Muslim, selain dituntut kesalehan pribadi, juga dituntut punya kesalehan sosial. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah memperingatkan bahwa bukan termasuk umat beliau, bila ada di antara tetangga kita kelaparan, sementara kita perutnya kenyang.

Berapapun yang kita punya, wajib untuk berinfaq. Allah berfirman, “…orang-orang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Ali Imran [3]: 133-134)

Biasanya, godaan berinfaq adalah takut jatuh miskin. Minimal, takut hartanya berkurang. Jika pakai matematika manusia memang begitu. Tapi bila menggunakan perhitungan Allah, harta yang dikeluarkan infaqnya justru bertambah, bukan berkurang.

“Perumpmaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa denga sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir, seratus biji.” (Al-Baqarah [2]: 261)

Dalam hal berinfaq, para Sahabat adalah teladan sempurna. Begitu mendengar seruan berinfaq, tanpa pikir panjang mereka berlomba-lomba melaksanakan. Salah satunya yang pantas menjadi teladan adalah Abu Dahdaah.

Suatu kali turun ayat al-Qur’an: “Siapa yang memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan (balasan) pinjaman itu baginya dan untuknya ada pahala yang banyak.” (al-Hadiid [57]: 11)

Ketika mendengar ayat tersebut, Sahabat Abu Dahdaah menemui Rasulullah. “Ya, Rasulullah, benarkah kalau kita berinfaq sama dengan meminjami Allah sebagai qardh?” Rasulullah membenarkan perkataan Sahabatnya itu. Tanpa pikir panjang, Abu Dahdaah kemudian menginfaqkan pekarangannya yang di dalamnya ada 600 pohon kurma.

Melihat demikian itu, Rasulullah berkata, “Allah akan menggantikan untuk Abu Dahdaah sekeluarga sebuah rumah di surga yang bertahtakan intan berlian.”

Meningkatkan Silaturahim

Silaturahim itu anjuran Islam. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturahim.” (muttafaq’alaih)

Sebaliknya, Rasulullah menyampaikan ancaman kepada siapa saja yang memutuskan silaturrahim. Sabdanya, “Tidak akan masuk surga, orang yang memutuskan silaturahim.” (muttafaq’alaih).

Saat haid datang, buatlah agenda silaturahim. Bisa ke teman, saudara, atau teman orangtua kita. Jika memungkinkan, ajaklah anak-anak dan suami/istri. Sekaligus itu bentuk rihlah keluarga.

Khususnya bila silaturahim kepada teman-teman orangtua, kita dapat dua pahala. Pahala silaturahim dan pahala birrul walidain (berbakti kepada orangtua). Dalam riwayat Muslim, Rasulullah bersabda, “Jagalah hubungan baik dengan orang-orang yang dicintai ayahmu, janganlah kamu memutuskannya yang menyebabkan Allah memadamkan cahayanya.”

Nah, kepada para wanita yang haid, jangan kecil hati karena tak dapat pahala. Banyak jalan menuju Mekkah, banyak jalan meraup pahala.

Sumber: Bambang Subagyo/Suara Hidayatullah

Sepuluh Resep Menggapai Cinta Allah Ta'ala

oleh Ahmad Fauzan Zaend pada 12 Juli 2010 jam 1:17
(Di salin Dari Facebook Lama "zanskiey@hotmail.com")
Cintailah Allah dan berusahalah untuk menggapai cintaNya. Inilah beberapa resep yang menyebabkan seseorang mencintai Allah Ta?ala :

- Membaca Al-Qur?an dengan tadabbur dan memahaminya dengan baik.

- Mendekatkan diri kepada Allah Ta?ala dengan shalat sunat setelah mendahulukan shalat wajib.

- Selalu dzikirullah (mengingat Allah) dalam segala kondisi dengan hati, lisan dan perbuatan.

- Mengutamakan kehendak Allah di saat berbenturan dengan kehendak hawa nafsu.

- Menanamkan dalam hati nama-nama dan sifat-sifat Allah Ta?ala dan memahami maknanya.

- Memperhatikan karunia dan kebaikan Allah kepada kita.

- Menundukkan hati dan diri ke haribaan Allah.

- Menyendiri untuk beribadah kepada Allah, bermunajat dan membaca kitab suciNya di waktu malam saat orang lelap tidur.

- Bergaul dan berkumpul bersama orang-orang shaleh, mengambil hikmah dan ilmu dari mereka.

- Menjauhkan sebab-sebab yang dapat menjauhkan kita daripada Allah.
Cintailah Allah dan berusahalah untuk menggapai cintaNya. Inilah beberapa resep yang menyebabkan seseorang mencintai Allah Ta?ala :

- Membaca Al-Qur?an dengan tadabbur dan memahaminya dengan baik.

- Mendekatkan diri kepada Allah Ta?ala dengan shalat sunat setelah mendahulukan shalat wajib.

- Selalu dzikirullah (mengingat Allah) dalam segala kondisi dengan hati, lisan dan perbuatan.

- Mengutamakan kehendak Allah di saat berbenturan dengan kehendak hawa nafsu.

- Menanamkan dalam hati nama-nama dan sifat-sifat Allah Ta?ala dan memahami maknanya.

- Memperhatikan karunia dan kebaikan Allah kepada kita.

- Menundukkan hati dan diri ke haribaan Allah.

- Menyendiri untuk beribadah kepada Allah, bermunajat dan membaca kitab suciNya di waktu malam saat orang lelap tidur.

- Bergaul dan berkumpul bersama orang-orang shaleh, mengambil hikmah dan ilmu dari mereka.

- Menjauhkan sebab-sebab yang dapat menjauhkan kita daripada Allah.

Rasanya Ngutang Kalau Nggak Sholat..........

oleh Ahmad Fauzan Zaend pada 04 April 2010 jam 14:18
(Di salin Dari Facebook Lama "zanskiey@hotmail.com")

Nada suaranya besar. Barangkali dua rumah di kiri dan kanan rumah saya bisa mendengarkan kata-kata pria ini ketika ngomong. Memang sih artikulasinya tidak sekinclong para pemain teater ketika pentas di atas panggung. Lebih dari itu, ia cukup talkactive. Ketika saya menanyakan satu pertanyaan, pria ini akan menjawab minimal tiga jawaban.

Nama pria ini Durhadi. Pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat ini adalah tukang service payung keliling. Namanya tukang, sudah pasti fisiknya tidak seindah majikan. Hitam kelam, karena tersengat matahari. Bau badannya menyengat, karena keringat yang menempel di t-shirt-nya kering dipakai.

Namun ada yang membuat saya respek pada ayah tiga anak ini. Ia tidak pernah absen sholat lima waktu dengan alasan apapun. Tidak heran, ketika saya izin meninggalkannya untuk sholat dzuhur, ia pun mengaku ingin sholat.

“Sholat di rumah saya aja, Pak,” ajak saya. “Nggak apa-apa. Sholat dulu, baru benerin payung. Nanti saya siapkan sajadahnya.”

“Ah, enggak, Pak. Makasih,” ucap pak Durhadi. “Nanti saya sholat di musholla aja.”

Sungguh luar biasa pak Durhadi ini. Kenapa luar biasa? Bukankah sholat itu memang wajib hukumnya? Memang, tetapi nggak semua orang Islam melakukan kewajiban utama ini. Namun dalam kondisi serba kekurangan, pak Dulhadi masih menjalankan kewajiban sholat.

Saya berani jamin, nggak semua orang miskin kayak pak Durhadi masih ingat sholat. Boro-boro ingat sholat, ingat Allah aja belum tentu. Kalo itu kejadiannya, saya cuma bisa menyebut: Astagfirullah!

Nggak cuma orang yang serba kekurangan yang malas untuk sholat. Mereka yang sebetulnya berpendidikan tinggi, berasal dari keluarga baik-baik, sehat wal afiat, dan tentu saja punya otak, malas sholat. Mereka lebih peduli meng-update status Facebook-nya, atau membalas e-mail. Yang paling menyebalkan, ketika adzan berkumandang, orang-orang yang cuek akan panggilan Allah ini lebih suka meng-update Twitter atau merespon update status Twitter orang. Dasar!

Jauh beda dengan pak Durhadi. Berbicara dengan pria ini bikin merinding. Bayangkan, sebagai tukang service payung keliling, ia nggak selalu dapat pelanggan. Kalo nggak dapat pelanggan artinya ia nggak dapat rezeki. Meski nggak dapat rezeki, ia tetap sabar dan nggak lupa sholat. Nggak ada kata mengeluh.

“Saya paling sedikit dapat limaribu per hari, Pak,” jelas pak Durhadi. “Paling besar 50 ribu. Bahkan pernah sampai 70 ribu. Tapi itu jarang. Jarang sekali.”

Setiap hari, dari rumah kontrakannya di Sunter, Jakarta Utara, ia naik Metromini P 24 jurusan Sunter-Senen menuju ke daerah Cempaka Putih dan sekitarnya. Dari situ, ia keliling tanpa tujuan. Kalo ada rezeki, pasti ada orang yang panggil dan butuh tenaganya untuk membetulkan payung. Tapi kalo nggak ada yang panggil, ia pulang tanpa uang.

“Ya rezeki-rezekian lah, Pak. Biasanya musim hujan banyak yang butuh tenaga saya,” ujar pak Durhadi yang mengaku sudah 13 tahun menjalani profesi sebagai tukang service payung keliling. “Kalo panas kayak begini ya nggak sebanyak pada saat musim hujan.”

Dengan pendapatan yang kecil sekali, ia tetap mengirimkan uang ke istri dan anak-anaknya di kampung. Anda tahu berapa sekali kirim? Kadang Rp 200 ribu, kadang Rp 300 ribu. Sungguh miris kalo mengetahui uang hasil service payung yang dikirim ke kampung itu. Bandingkan dengan mereka yang biasa nongkrong di mal atau cafe atau yang terakhir berlomba-lomba antri untuk dapat diskon produk sepatu karet.

Itulah kenapa Allah menciptakan orang miskin, yakni agar kita bisa melihat ke ‘bawah’. Bahwa masih banyak orang lain yang jauh kurang beruntung dari kita. Masih banyak orang yang boro-boro tahu Blackberry, mikir untuk masuk ke Ancol yang menurut kita murah saja, ia pasti nggak terbayangkan. Di sinilah kita wajib bersyukur. Saat berjumpa dengan pak Durhadi inilah saya terus diingatkan tentang arti sholat.

“Rasanya saya sedih kalo ninggalin sholat,” kata pak Durhadi yang di dalam tas yang dipikulnya selaian alat untuk service, ia juga membawa sarung dan baju bersih untuk keperluan sholat. “Rasanya saya kayak punya hutang.”

Luar biasa! Kaum intelek seperti kita belum tentu berpikir, hubungan sholat dan hutang. Boro-boro mikir, sadar kalo Allah itu eksis saja masih abu-abu. Bener nggak ya Allah ada? Yakin nggak ya surga itu ada?

Kini, usia Durhadi nggak muda lagi. Namun, saya masih melihat semangat untuk berjuang dalam hidup, masih bersinar. Apalagi ia mengaku masih punya anak yang masih kecil, yang masih duduk di bangku SD di pesantren di kampungnya di Cirebon. Sementara dua anaknya sudah besar-besar.

Sebelum meninggalkan rumah saya, pak Durhadi juga bercerita bagaimana dirinya percaya pada rezeki. Saking percaya, ia tidak takut libur kerja di hari Jum’at. Sepanjang hari, khusus di hari Jum’at, ia nggak berkeliling mencari pelanggan.

“Tiap Jum’at, saya libur khusus buat beribadah,” ungkap pak Durhadi yang selama puasa di bulan Ramadhan juga nggak pernah ‘bolong’ puasanya ini. Subhannallah!

Apa Dosa yang diganjarkan Orang LATAH Terburuk dan LATAH terbaik


bagi teman-temin yang Prosepor Banggakan...
mengingat ada seseorang nieh... tapi teman-temin boleh kok berkomentar...

Adakah kata-kata manis selain.... "Ehh Copot-Copot, Ehh Monyet-Monyet"??????
Tidaklah baik bagi seorang Muslim berkatakan LATAH seperti itu,,, saat terkena MUSIBAH...
Ganjaran Apa yang akan didapatkan????

ucapkanlah kata-kata manis Kepada-NYA dengan Kalimat
Innalillahi wainna ilaihi Roji'un,,,
Astaghfirulloh,,,
Subhanalloh,,,

Dengan Kalimat Seperti itulah Alloh akan memberikan Sesuatu Yang Indah Bagimu dalam setiap Waktu kamu hidup di alam BUMI ini...

BETUL atau Tidak?
Belum tentu BETUL atau TIDAK menurut Teman-Temin Yang Lain...
Monggoh-Silahkan-Please...

Cari Blog Ini

Halaman

Popular Posts

Advertisement

Responsive Advertisement