Tampilkan postingan dengan label contoh makalah psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label contoh makalah psikologi. Tampilkan semua postingan

08/11/13

Ilmu Psikologi - Apa itu Skizofrenia ?

http://www.jpnn.com/read/2013/11/05/199228/Dulu,-Toni-Keluar-Semua-Lari.-Sekarang,-Toni-Datang-Semua-Memanggil
Ilustrasi penyakit Skizofrenia - wikia.nocookie.net
Pernahkan kita menghadapi masalah yang bertubi-tubi dan tidak mau menerima kaidah sebuah takdir yang nyata seperti Putus Cinta, Putus Kerja, Putus Persahabatan hanya karena satu atau dua bahkan lebih dari itu hingga tiada kuat menahannya dan berujung pada sesuatu yang tak disengaja maupun tak pantas [baca: Bunuh Diri]. Sebagian dari kita pastinya dimintai pendapat oleh beberapa Kerabat dan sahabat untuk Cek Kesehatan Otak ke Dokter Spesialis kejiwaan untuk mencari tahu apakah kita termasuk seorang yang sedang berproses menuju kegilaan [baca: Orang Gila, Gemblung, Edan, Ora Waras]???

Tidak hanya itu saja wahai para Budiman - Budiwati, bahwa saya juga pernah mengalami hal tersebut [baca: tidak munafik] dan beberapa sahabat saya pun sempat terkena hal itu, karena pengaruh oranglain terkait dengan masa depan yang bahagia dan maknyos. Begitulah sekiranya, nah dari Artikel dibawah inilah merupakan referensi untuk menambah wawasan untuk kita yang masih ataupun sedang menghadapi beberapa ujian. Agar supaya kita tetap Fresh (baca: segar).

Istilah skizofreniaberasal dari kataschizos : pecahbelah dan phren :jiwa. Skizofreniamenjelaskanmengenai suatugangguan jiwadimana penderitamengalamiperpecahan jiwaadanya keretakanatau disharmoniantara prosesberfikir, perasaandan perbuatan,Kraepelin seorangahli kedokteran jiwadari kota Munich memaparkan skizofrenia sebagai bentuk kemunduran intelegensi sebelum waktunyayang dinamakannya demensia prekox ( demensia : kemunduran intelegensi) prekox (muda, sebelumwaktunya).

Ada banyak perkiraan sebagai penyebab terjadinya skizofrenia, baik yang berasal dari badaniah(somatogenik) maupun psikologis (psikogenik). Perkiraan penyebab skizofrenia yang berasal dari segifisik yang pertama adalah berasal dari faktor genetik atau faktor keturunan, hal ini telah dibuktikandengan penelitian tentang keluarga penderita skizofrenia. Potensi untuk mendapatkan skizofreniatidak langsung diturunkan melalui gen resesif, potensi ini mungkin kuat tapi mungkin lemah sebabselanjutnya juga akan tergantung pada lingkungan individu apakah akan menjadi skizofrenia atautidak. Sama seperti penderita diabetes mellitus walaupun ia adalah resesif diabetes namun jika iadapat menjaga pola hidup yang sehat maka ia tidak akan menderita diabetes. Selanjutnya adalahkelainan susunan syaraf pusat, yang terletak pada diensefalon atau kortex otak, kelainan tersebutmungkin disebabkan oleh perubahan postmortem.

Ada beberapa ahli yang menjelaskan mengenai teori psikogenik yang pertama adalah teori AdolfMeyer, menurut meyer skizofrenia merupakan suatu reaksi yang salah, suatu maladaptasi, oleh karenaitu timbul suatu disorganisasi kepribadian dan lama-kelamaan orang itu menjauhkan diri darikenyataan (otisme). Kemudian teori Sigmund Freud, menurut Freud dalam skizofrenia terdapatkelemahan ego, yang dapat timbul karena penyebab psikogenik maupun somatik, superego dikesampingkan sehingga tidak bertenaga lagi dan Id yang berkuasa serta terjadi suatu regresi kefase narsisisme.

Gejala-gejala skizofrenia dibagi menjadi dua yaitu gejala primer dan gejala sekunder, gejala primerdiantaranya gangguan proses pikiran (bentuk,langkah dan isi pikiran), gangguan afek dan emosi,gangguan kemauan, banyak penderita dengan skizofrenia mempunyai kelemahan kemauan. Merekatidak dapat mengambil keputusan dan tidak dapat mengambil tindakan dalam suatu keputusan. Danyang terakhir adalah gejala psikomotor juga dinamakan gejala katatonik atau gangguan perbuatan.Kemudian gejala sekunder yang terdiri dari waham, waham yang diderita penderita skizofrenik seringtida logis dan bizar. Tetapi penderita tidak memahami hal tersebut dan menganggap bahwa wahamnyamerupakan fakta dan tidak dapat diubah oleh siapapun. Gejala sekunder yang kedua adalahhalusinasi, pada skizofrenia halusinasi timbul tanpa ada penurunan kesadaran dan hal ini merupakansuatu gejala yang hampir tidak dijumpai pada keadaan lain. Paling sering pada skizofrenia adalahhalusinasi pendengaran, halusinasi penciuman, halausinasi citarasa atau halusinasi taktil(singgungan).
Kraepelin membagi skizofrenia mejadi beberapa jenis:

1. Skizofrenia kompleks, gejala utama pada jenis simplex adalah kedangkalan emosi dankemunduran kemauan.
2. Jenis bebefrenik, gejala yang menonjol adalah gangguan proses berfikir, gangguankemauan dan adanya depersonalisasi atau double personality.
3. Jenis katatonik, biasanya akut dan didahului oleh stress emosional, dapat terjadistupor katatonik (penderita tidak menampakkan sama sekali ketertarikannyaterhadap lingkungannya) dan gaduh gelisah katatonik (terdapat hiperaktifitasmotorik, tetapi tidak disertai emosi yang semestinya dan tidak dipengaruhirangsangan dari luar).
4. Jenis paranoid, gejala-gejala yang menyolok adalah waham primer disertai denganwaham-waham sekunder dan halusinasi.
5. Episoda skizofrenia akut, gejala skizofrenia muncul mendadak sekali dan pasienseperti dalam keadaan mimpi. Dalam keadaan ini seakan-akan dunia luar dan dirinyasendiri berkabut.
6. Skizofrenia residual gejala yang menyolok adalah gangguan afek dan emosi, gangguanpikiran dan kemauan.
7. Jenis skizo-afektif disamping gejala skizofrenia menonjol pada saat bersamaan jugagejala depresi atau gejala mania.

Jenis- jenis pengobatan pada skizofrenia:
1. Farmakologi, pemberian neroleptika dosis rendah untuk skizofrenia menahunsedangkan dosis yang lebih tinggi diberikan pada penderita dengan psikomotorikyang meningkat.
2.Terapielektrokonvulsi (TEK) terapi konvulsi dapat memperpendek seranganskizofrenia dan mempermudah kontak dengan penderita.
3. Terapi koma insulin, bila diberikan pada permulaan penyakit, maka akanmendapatkan hasil yang memuaskan.
4. Psikoterapi dan rehabilitasi, psikoterapi yang dilakukan berbentuk suportif individualatau kelompok serta bimbingan yang praktis dengan maksud untuk mengembalikanpenderita ke masyarakat.
5. Lobotomi prefrontal, dilakukan bila terapi lain secara intensif tidak berhasil dan bilapenderita sangat mengganggu lingkungannya.

Pengobatan pada skizofrenia tidak dapat sempurna sembuh tetapi dengan pengobatan dan bimbinganyang baik penderita dapat ditolong untuk berfungsi terus, bekerja sederhna dirumah ataupun diluarrumah. Keluarga atau orang lain dilingkungan penderita diberi penerangan (manipulasi lingkungan)agar mereka lebih sabar menghadapinya.

Source : id.wikipedia.org/wiki/Skizofrenia

14/09/13

ILMU DEFINISI PSIKOLOGI KOMUNITAS

"ILMU DEFINISI PSIKOLOGI KOMUNITAS"
:: Berasal dari dua kata :

1. Komunitas: orang-orang yang berada pada suatu wilayah geografis tertentu, dan berkonotasi kelompok, bertetangga, dan memiliki struktur yang luas
2. Psikologi: adalah ilmu yang memiliki perhatian pada unsur individual, seperti: kognisi, motivasi, perilaku, perkembangan, dan proses-proses yang saling berhubungan diantara konsep-konsep tersebut

Apakah antara konsep “psikologi” dan “komunitas” merupakan istilah yang saling berlawanan?

:: ranah psikologi komunitas

1. Memiliki perhatian pada hubungan antara individu dan komunitas dan masyarakat.
2. Melalui penelitian dan tindakan yang kolaboratif Psikologi komunitas mencoba memahami dan meningkatkan kualitas hidup individu, komunitas, dan masyarakat.
3. Fokusnya tidak pada individu saja atau lingkungannya saja, tapi koneksi antara keduanya.
4. Dalam aplikasinya, ahli Psikologi Komunitas akan bekerjasama dengan anggota komunitas sebagai partner kerja
5. Psikologi Komunitas akan memiliki perhatian pada kesejahteraan individu dan komunitas
6. Studi ilmiah tentang ilmu perilaku yang diterapkan dalam setting komunitas

:: PERGANTIAN PERSPEKTIF DALAM PSIKOLOGI KOMUNITAS

Yang dimaksud PERGANTIAN/SHIFT adalah fokus dari psikologi komunitas bukannya pada individu itu sendiri melainkan hubungan antara individu dengan struktur sosialnya

Dalam hal ini dicontohkan dalam empat pergantian perspektif, yaitu tentang homelessnes (tuna wisma), situasi kehidupan yang digambarkan sebagai system-dependent dan  nilai kemandirian (self-reliance) dan bagaimana para profesional dunia memiliki perhatian yang lebih pada gejala individual, dan bukannya hubungan antara kehidupan individu dengan komunitasnya  

:: Tuna wisma (Homelesness)

- Menurut para pendiri negeri paman Sam, menjadi tuna wisma tidak sedikit banyak merupakan suatu pilihan hidup
- Digambarkan tuna wisma sebagai a game of musical chairs. Jumlah kursi untuk pemain sangatlah terbatas
- Rasio unit rumah yang diperuntukkan orang dengan penghasilan rendah sangat tidak memadai bila dibandingkan dengan jumlah orang yang mencari rumah untuk tempat tinggal

:: System Dependence

- Diambil dari kasus konsultasi telepon online
- Individu yang “system dependence” cenderung merasa butuh dukungan sosial secara terus menerus.
- Caranya dengan mengontak staf hampir setiap saat. Ketergantungan ini perlu dihindarkan dengan memanipulasinya.
- Problemnya sejauhmana dukungan sosial yang hilang dari keluarga, atau sahabat atau pihak lain, sehingga mereka sangat tergantung? Apakah keluarganya tidak “sehat”, situasi rumahnya tidak mendukung, dan lain sebagainya.


:: Self-Reliance

- Self-reliance (kemandirian) adalah nilai inti pada sebagian besar masyarakat di Amerika dan masyarakat dengan budaya kapitalisme dan individualisme
- Orang yang Self-reliance memiliki ciri-ciri : memperhatikan (take-care) diri sendiri, pengambilan keputusannya independen, dan menghindari ketergantungan pada pihak lain.
- Kenyataan masyarakat di dunia, semua orang itu tergantung pada orang lain.
- Masalahnya : bila individu ini mengalami masalah seperti sakit, atau problem-problem pribadi.
- Psikologi komunitas memiliki perhatian pada bagaimana mengembangkan COPING terhadap masalah pribadi ini sehingga mereka bisa adaptasi

:: Professional Worldviews

- Tradisi profesi psikologi klinis tugasnya menangani masalah gejala gangguan afeksi seperti berapa hari mengalami gangguan perut mual, kurang tidur, konflik keluarga.
- Profesional jarang menanyakan bagaimana perasaanmu aman ketika berada di jalan raya? Berapa orang yang tinggal di RT-mu? 
- Perhatiannya lebih pada proses internal individu, bukan pada hubungan individu dengan komunitasnya.

:: Tahapan aplikasi dalam memecahkan problem sosial

Pergantian perspektif juga harus terjadi pada psikologist bidang komunitas memandang proses perubahan dalam komunitas

1. First-order-change: adalah mencoba mengatasi masalah tidak pada pokok persoalan. Contoh: Anak yang bermasalah dikeluarkan dari sekolah.Masalah perumahan diselesaikan dengan semangat cari kerja
2. Second-order-change: akan mengubah hubungan antara individu dalam setting kehidupannya. Asumsinya setting akan memiliki fungsi dalam menyelesaikan masalah individu


:: LEVEL ANALISIS EKOLOGIS  PSIKOLOGI KOMUNITAS

- Tingkatan Analisis Psikologi Komunitas
- Individu bersarang pada Mikrosistem: keluarga, jejaring pertemanan, kelas, kelompok kecil
- Organiasasi: sekolah, tempat kerja
- Komunitas bersarang pada Makrosistem:  masyarakat, budaya, ditandai dengan karakteristik yang sama



Nilai Inti dalam Psikologi Komunitas Psikologi komunitas bukanlah ilmu yang value-free. Antar budaya memiliki perbedaan dalam nilai.

:: Dalam Versi Jawa

1 Apakah hidup yang baik itu?
2 Apakah Masyarakat yang baik itu?
3 Apakah Tujuan hidup manusia itu?
4 Apakah arti keluarga bagi orang Jawa?

:: 7 NILAI INTI (CORE VALUES) PSIKOLOGI KOMUNITAS (USA)

1 INDIVIDUAL WELLNESS: kesehatan fisik dan psikologis sehingga setiap orang memiliki ketrampilan untuk memperolehnya
2 SENSE OF COMMUNITY: persepsi ttg kepemilikan (belongingness) dan komitmen dalam kerjasama yang melahirkan interdependensi
3 SOCIAL JUSTICE: fair / adil dalam perolehan sumber daya, kesempatan, kewajiban, dan nilai tawar dalam masyarakat
4 CITIZEN PARTICIPATION: kedamaian, tanggung jawab, proses kolaborasi dalam pengambilan keputusan yang melibatkan seluruh anggota masyarakat
5 COLLABORATION AND COMMUNITY STRENGTHS: Psikologist bekerja dalam masyarakat sebagai ahli, peneliti, klinisi, konsultant, dan peran lain yang sama. 
6 RESPECT FOR HUMAN DIVERSITY: Memahami individu dalam keragaman sangat dibutuhkan agar tidak memaksakan nilai dan merusak nilai dalam masyarakat
7 EMPIRICAL GROUNDING: seorang psikologist komunitas melakukan tugasnya sebagai participant-conceptualizer.

24/02/13

CONTOH POLA RETAKNYA PERSAHABATAN

Bersyukur saat-saat kita dirundung masalah bahkan hati tidak tenteram, muncul sahabat yang memberi sentuhan persahabatan dan perhatian hingga semua masalah kan mudah terpecahkan segala kesedihan akan menjadi kegembiraan.Akan tetapi apabila sebuah persahabatan sudah tidak ada kepercayaan, atau terkoyak oleh ketergesaan hanya karena sangkaan akibat tipu daya setan yang mengakibatkan kesalah pahaman. Maka kerugianlah yang kita dapatkan, ukhuwah (persaudaraan) yang kita rindukan akan menjadi debu yang berterbangan.
" Ada masalah ya frend?" berbunga rasa hati bila diberi perhatian.

"fren, dah makan belum? Aku traktir yuk." Sejuk hati mendengar ajakan seorang teman.

Bersyukur saat-saat kita dirundung masalah bahkan hati tidak tenteram, muncul sahabat yang memberi sentuhan persahabatan dan perhatian hingga semua masalah kan mudah terpecahkan segala kesedihan akan menjadi kegembiraan.Akan tetapi apabila sebuah persahabatan sudah tidak ada kepercayaan, atau terkoyak oleh ketergesaan hanya karena sangkaan akibat tipu daya setan yang mengakibatkan kesalah pahaman. Maka kerugianlah yang kita dapatkan, ukhuwah (persaudaraan) yang kita rindukan akan menjadi debu yang berterbangan.
.............................................................................................................................................
“eh, ngapain elo nulis status rada eneh di FB gue! Lebay kayak apa aja, sok nasehatin kayak orang suci aja loo! " Jutek dan baad mood rasa hati karena salah persepsi

“ gua ga ada maksud apa-apa, eh kok kamu sewot garang terus sih?” tanya teman....

“emang kenapa, emang elo siapa gue, guakan bisa berubah,” (emang bunglon :P) ketus diri mendengar penuturan teman.

“kok kamu gitu sih” cetus ketidakpuasan perasaan seorang sahabat selepas melihat perubahan prilaku sahabat sendiri.
.................................................................................................................
Sungguh....Mereka sedang diuji.

Setiap sesuatu ada ujiannya. Tatkala hati terluka karena sahabat, jangan dibiarkan syaitan membisikkan keretakan. Kita harus bijak mendidik emosi. Beri masa pada diri. Beri masa pada sahabatmu untuk ber-uzlah (menyendiri) dahulu. Introspeksi...siapa tahu ada salah kata dan ucap pada diri yang menjadi salah persepsi akibatnya teman salah menanggapi............

Perasaan kita sudah berbuat baik namun belum tentu perasaan teman malah terbalik, justru sikap kita malah yang salah....instrospeksilah agar tidak salah melangkah........

Jangan pula saling mendiamkan, tidak baik buat persahabatan, kejujuran adalah kunci selesaikan permasalahan, katakan apa yang kurang berkenan , jangan berdiam lalu bertindak diluar kewajaran. Jangan pula perpanjang perselisihan dan kesalah pahaman, upayakan bermaaf-maafan sebab itu adalah jalan kedamaian..

So fren..... ingatlah Nabi bersabda “Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari setan.”(HR.Abu Ya’la)

Sabarlah dalam menilai seseorang, jangan tergesa-gesa, jangan mudah terpedaya syetan agar membenci dan menjauhi saudaramu sendiri, hanya karena kekhawatiran yang tak beralasan, hingga bertindak diluar kewajaran. Berbaik sangka agar hati tak tersiksa, sebab hati tempatnya surga dan neraka.

Jika teman kita rada bawel sok nasehatin, tidak perlu timbul rasa benci kepada teman yang memberi nasihat karena merasakan pemberi nasihat itu sepertinya berlagak hebat dan sempurna (padahal ga jauh beda kelakuannya ama kita). Jika kita hanya sanggup menerima nasihat dari orang yang hebat dan sempurna, akhirnya tiada siapa pun yang akan mengingatkan kita di saat kita lupa dan alpa karena tiada manusia yang hebat dan sempurna. Jangan lihat siapa yang berkata tapi lihatlah apa yang dikatakannya.

Ok teman-temanku semua.... Semoga ilustrasi ini menjadi ibroh (pelajaran) agar segala kesalahpahaman selesaikan dengan kejujuran dan keterbukaan, tidak dengan emosi tapi dengan hati nurani, jangan salah persepsi jika ada prilaku, tindakan atau perbuatan yang tak berkenan atau mencurigakan, klarifikasi dan berbaik sangkalah niscaya hati tak kan dibuat jadi susah...................


Cari Blog Ini

Halaman

Popular Posts

Advertisement

Responsive Advertisement