Tampilkan postingan dengan label naga biru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label naga biru. Tampilkan semua postingan

24/02/13

CONTOH POLA RETAKNYA PERSAHABATAN

Bersyukur saat-saat kita dirundung masalah bahkan hati tidak tenteram, muncul sahabat yang memberi sentuhan persahabatan dan perhatian hingga semua masalah kan mudah terpecahkan segala kesedihan akan menjadi kegembiraan.Akan tetapi apabila sebuah persahabatan sudah tidak ada kepercayaan, atau terkoyak oleh ketergesaan hanya karena sangkaan akibat tipu daya setan yang mengakibatkan kesalah pahaman. Maka kerugianlah yang kita dapatkan, ukhuwah (persaudaraan) yang kita rindukan akan menjadi debu yang berterbangan.
" Ada masalah ya frend?" berbunga rasa hati bila diberi perhatian.

"fren, dah makan belum? Aku traktir yuk." Sejuk hati mendengar ajakan seorang teman.

Bersyukur saat-saat kita dirundung masalah bahkan hati tidak tenteram, muncul sahabat yang memberi sentuhan persahabatan dan perhatian hingga semua masalah kan mudah terpecahkan segala kesedihan akan menjadi kegembiraan.Akan tetapi apabila sebuah persahabatan sudah tidak ada kepercayaan, atau terkoyak oleh ketergesaan hanya karena sangkaan akibat tipu daya setan yang mengakibatkan kesalah pahaman. Maka kerugianlah yang kita dapatkan, ukhuwah (persaudaraan) yang kita rindukan akan menjadi debu yang berterbangan.
.............................................................................................................................................
“eh, ngapain elo nulis status rada eneh di FB gue! Lebay kayak apa aja, sok nasehatin kayak orang suci aja loo! " Jutek dan baad mood rasa hati karena salah persepsi

“ gua ga ada maksud apa-apa, eh kok kamu sewot garang terus sih?” tanya teman....

“emang kenapa, emang elo siapa gue, guakan bisa berubah,” (emang bunglon :P) ketus diri mendengar penuturan teman.

“kok kamu gitu sih” cetus ketidakpuasan perasaan seorang sahabat selepas melihat perubahan prilaku sahabat sendiri.
.................................................................................................................
Sungguh....Mereka sedang diuji.

Setiap sesuatu ada ujiannya. Tatkala hati terluka karena sahabat, jangan dibiarkan syaitan membisikkan keretakan. Kita harus bijak mendidik emosi. Beri masa pada diri. Beri masa pada sahabatmu untuk ber-uzlah (menyendiri) dahulu. Introspeksi...siapa tahu ada salah kata dan ucap pada diri yang menjadi salah persepsi akibatnya teman salah menanggapi............

Perasaan kita sudah berbuat baik namun belum tentu perasaan teman malah terbalik, justru sikap kita malah yang salah....instrospeksilah agar tidak salah melangkah........

Jangan pula saling mendiamkan, tidak baik buat persahabatan, kejujuran adalah kunci selesaikan permasalahan, katakan apa yang kurang berkenan , jangan berdiam lalu bertindak diluar kewajaran. Jangan pula perpanjang perselisihan dan kesalah pahaman, upayakan bermaaf-maafan sebab itu adalah jalan kedamaian..

So fren..... ingatlah Nabi bersabda “Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari setan.”(HR.Abu Ya’la)

Sabarlah dalam menilai seseorang, jangan tergesa-gesa, jangan mudah terpedaya syetan agar membenci dan menjauhi saudaramu sendiri, hanya karena kekhawatiran yang tak beralasan, hingga bertindak diluar kewajaran. Berbaik sangka agar hati tak tersiksa, sebab hati tempatnya surga dan neraka.

Jika teman kita rada bawel sok nasehatin, tidak perlu timbul rasa benci kepada teman yang memberi nasihat karena merasakan pemberi nasihat itu sepertinya berlagak hebat dan sempurna (padahal ga jauh beda kelakuannya ama kita). Jika kita hanya sanggup menerima nasihat dari orang yang hebat dan sempurna, akhirnya tiada siapa pun yang akan mengingatkan kita di saat kita lupa dan alpa karena tiada manusia yang hebat dan sempurna. Jangan lihat siapa yang berkata tapi lihatlah apa yang dikatakannya.

Ok teman-temanku semua.... Semoga ilustrasi ini menjadi ibroh (pelajaran) agar segala kesalahpahaman selesaikan dengan kejujuran dan keterbukaan, tidak dengan emosi tapi dengan hati nurani, jangan salah persepsi jika ada prilaku, tindakan atau perbuatan yang tak berkenan atau mencurigakan, klarifikasi dan berbaik sangkalah niscaya hati tak kan dibuat jadi susah...................


05/02/13

Seikat Rindu Bermodal Bismillah


Sosok itu begitu dekat dan akrab
senyumnya selalu mengembang
ketulusannya terpancar dari wajahnya
ketanggguhan imannya mempesona setiap orang
kelurusan amaliyahnya begitu mengagumkan
tak pernah mata kami lelah memandangnya
tak pernah telinga kami jenuh mendengarnya
tak pernah hati kami mengelu-elukannya
tak pernah pikiran kami mengolah nasehatnya
tak pernah memory kami mengingat segala taushiahnya
namun..

yang dulu pegangannya tasbih dan pen tutul
sekarang lebih sering bersentuhan pen modern dan setir
yang dulu membawa alqur'an sekarang membawa ajudan
yang dulu bersorban sekarang ber jas'an
yang dulu sarungan sekarang celana rampingan
yang dulu kopyahan sekarang sisiran
yang dulu tausyihanya tanpa hambatan
sekarang setiap taushiah harus disesuaikan
yang dulu setia dengan dampar kuno
sekarang bertengger di meja dinas
yang dulu bersumber mutiara hikmah langit
sekarang mengejar mutiara lautan
yang dulu segarang singa hutan
sekarang hanya kucing kandangan

1999 adalah saksi bisu
dampar kami mulai lengang
madrasah kami mulai kebanjiran
bukan banjir keilmuan seperti dulu
tapi orang yang sibuk butuh kemenangan
orang yang butuh dukungan
bukan dukungan menuju tahta disurga
akan tetapi dukungan menuju tahta fana
hanya bosda/uang tak jelas yang mengalir
dekadensi moral menjadi petaka yang tak terperikan

dibalik warna mengandung banyak cerita
maasjid mulai berwarna
madrasah pun berwarna
tak ketinggalan, kopyah, sorban, sarung,
baju, imamah, sampai dada semua berwarna.
jangan berfikir sabun bisa mengatasinya
tangisan ummatpun tak sanggup menghapusnya
hinnga tak sanggup aku kenakan baju putih
tak sanggup aku kenakan kopyah putih
biarlah pemandangan ini sedikit memberitahu mereka.
noda....

keramat, karomah, atau tirakat
jika dulu sosok yang kami banggakan tidak kunjung datang
demi kepentingan ummat, ketika keluarpun layaknya singa
sekarang sosok itu abagaikan marmut
keraiban dari dampar dan majlis tak lagi beralasan seperti dulu
menggiliri istri atau jumpa pers atau klien bisnis suara.
jangan berfikir suara lantang atau halilintar
tangisan dan raungan ummat pun
sudah tak mmapu memecahkan gendang telinganya.
harapan kami masih seperti dulu
kemauan kami masjih seperti dulu
kembalilah wahai sosok mulia
mutiara langitmu telah dinanti oleh tandusnya hati ummatmu
oase keiikhlasanmu masih di nanti oleh tandusnya gurun pasir
jika engkau tak menahan melihat lumpur yang  mmebanjir
cukup kau ciptakan cleaner saja
dan tak perlulah harus menceburkan diri
mencoba menahannya dengankedua tanganmu yang mungil
kembalilah wahai pujangga
atau kami telah berfikir, bahwa oasemu telah menjadi ladang lumpur
yang setiap waktu bisa membanjiri rumah-rumah kami?
jika demikian, lupakan saja raungan tangisan kami
lupakan saja lambaian tangan kami
biarkan kami bersimpuh di musholla-musholla kecil kami
melantunkan sedikit dari apa yang kami bisa
membentengi anak-anak kami
dengan kuatnya iman yang pernah engkau ajarkan.

naga hijau

Cari Blog Ini

Halaman

Popular Posts

Advertisement

Responsive Advertisement