27/10/12

Tweaking Untuk Mempercepat Komputer Anda



Pada kali ini ESC-creation akan membahas bagaimana mempercepat kinerja komputer yang kita miliki sehingga performance lebih baik dengan sedikit Tweaking dan Modifikasi pada setting Windows computer kita. Hal ini sangat membantu untuk mempercepat Kinerja computer kita yang mungkin anda rasa masih lamban seperti bila kita masih menggunakan PC setara pentium III atau Pentium 4.
Dengan menerapkan Modifikasi, optimiser, Tweaking seeting Registry pada Windows maka hal ini akan mengoptimalkan kerja dari Computer agar bekerja lebih cepat dari sebelumnya.
Berikut langkah Optimalisasi Windows untuk mempercepat kinerja Komputer :
A. Matikan beberapa fitur Start Up.
Hal ini akan mempercepat loading Windows pada waktu Booting atau pertama kali kita menghidupkan Komputer.
  • Masuk menu RUN >>> Ketikan MSCONFIG >> OK >> Pilih menu Start Up >> Hilangkan semua cawang pada Start up kecuali Program Anti virus
  • Klik Menu service >> Hilangkan cawang pada Automatic Updates
  • Setelah itu >>> Aplly >>> Ok
Hal ini memerlukan Restart Windows, Setelah itu ada Message Windows dan pilih dont show this message again. Kemudian lanjutkan ke Optimasi pada Registry Windows di bawah ini.
B. Optimasi Pada Registry
Rubah Registry Windows pada bagian berikut ini.
  • MASUK RUN >> Ketik REGEDIT >> >> OK
  • MY COMPUTER >>> HKEY_CURRENT_USER >> CONTROL PANEL >> DESKTOP >>
  • Cari MENU SHOW DELAY >> Doble Klik dan rubah value data menjadi 10
  • Cari HUNG-UP TIME OUT >> Doble Klik rubah value dataya menjadi 5
  • MY COMPUTER >> HKEY_LOCAL_MACHINE >> SYSTEM >> CONTROLSET001 >> CONTROL >> WAIT TO KILL SERVICE >> Rubah Valuenya menjadi 500
  • MY COMPUTER >> HKEY_LOCAL_MACHINE >> SYSTEM >> CONTROL SET002 >> CONTROL >> WAIT TO KILL SERVICE >> Rubah Valuenya menjadi 500
  • MY COMPUTER >> HKEY_LOCAL_MACHINE >> SYSTEM >> CURRENT CONTROL Set> COntrol >> SESION MANAGER >> MEMORY MANAGEMENT >> DISABLE PAGING EXCecutive >> Rubah Value data menjadi 1

C. Optimalkan Virtual Memory
  • Masuk Control Panel >> System >> Advanced >> Performance Setting >>> Pilih Custom >> Cawang pada : “Use Drop Shadow For Icon labels on the dekstop” dan “Use Visual styles on windows and buttons” dan kemudian aplly.
  • Pada menu advanced >>> Virtual memory >> Change >> Klik pada drive c:Windows >> Pilih Custom Size >> Rubah Value pada initial size dan maximum Size 2 kali lipat dari value sebelumnya misal 256 rubah ke 512 , 512 rubah 1000) atau anda bisa merubah sesuai keinginan anda asal lebih besar dari value sebelumnya, Kemudian klik Ok.
Tweaking dan Modifikasi diatas bertujuan untuk mengoptimalkan dan mempercepat proses kerja suatu program atau software. Dan untuk mencegah peringatan / warning Virtual memory too low pada saat menjalankan program yag berat seperti Adobe Photoshob, Corel Draw, Adobe Premiere, Pinacle dan program berat lain yang memerlukan Virtual memory yang besar. Dan juga hal ini untuk mendukung Memory Ram yang kecil sehingga masih bisa digunakan untuk menjalankan progam berat tersebut.
Setelah selesai Restart komputer anda maka Kinerja dan Performance Computer anda akan lebih cepat dari sebelumnya. Selamat Mencoba.

Syahadat



Sebenarnya, Allah telah menyiapkan perangkat yang jelas untuk manusia sejak ia menghirup segarnya udara dunia. Bahkan sebelum ia dilahirkan ke dunia. Ketika dalam rahim bunda, manusia telah dibaiat dan benkrar, bahwa hidup dan matinya serta seluruh ibadahnya milik Allah semata. Setiap janin dalam kandungan, telah mengucapkan syahadat kepada Allah SWT. "Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah menganibil kesaksian pada jiwa mereka, "Bukankah Aku ini Tuhanmu,' Dan mereka menjawab, 'Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi"(QS.AIA'raf:172).

Syahadat, inilah sikap hidup manusia. Dua kalimat dahsyat yang timbangannya lebih berat dari seluruh alam dan isinya. Tiada ilah selain Allah, dan Muhammad adalah Rasul Al- lah. Sepintas memang sangat sederhana kalimatnya, dan memang sangat sederhana. Tapi sekali lagi, kesedertianaan itu lebih dahsyat dari semua yang ada di alam semesta. Jika seorang manusia, telah sadar dan menjadikan syahadat sebagai sikap hidup, sebenamya tak ada yang perlu dirisaukan olehnya.

Rasulullah, suatu hari bersabda. Dalam sabdanya beliau memberikan jaminan, siapa saja yang mengucapkan dua kalimat syahadat, surgalah sebagai ganjarannya. Betapa mudah temyata mencapai surga, hanya dengan dua kalimat syahadat saja. Tidak demikian sebenarnya, ada banyak konsekuensi dalam kalimat itu yang harus kita taati untuk mencapai surga. Hal pokok dalam syahadat adalah, seluruh aktivitas kita, dan seluruh hidup kita untuk menyembah Allah.
Dan setiap nabi diutus ke muka bumi untuk memberitahukan hal itu kepada umatnya. Surat-surat di atas menegaskan pada seluruh manusia. Dari Adam sampai kita punya satu tugas utama, menyembah Allah semata. Mengakui Allah sebagai sesembahan kita, berarti pula menerima segala aturan-Nya. Mengakui Allah sebagai llah, sama artinya dengan mengakui-Nya sebagai kiblat hidup manusia. Ikrar yang telah kita ucapkan itu membawa kewajiban pada kita bukan saja menjaiani aturan dan mentaati hukum-Nya tapi juga men- dakwahkan, membe- rikan kabar gembira yang diturunkan Allah sebagai pahala pada umat yang taat dan orang-orang shalih. Memakmurkan agama-Nya, menegakkan kalimat-Nya dan meraih segala kemuliaan. Mengakui Allah sebagai satu-satunya llah berarti pula menegakkan kebajikan dan memerangi kemungkaran. Dan itu akan mengantar kita pada kehidupan yang lebih baik di dunia dan di akhirat.

Jika sekarang banyak ditemui manusia- manusia yang ingkar pada janjinya sendiri, mereka berpaling meninggalkan Islam. Mereka menukar nikmat kekal dengan kesenangan semu yang bersifat sesat. Mereka tergoda tipuan-tipuan yang menjermuskan, lalu menjual iman. Tidak ada lagi kecuali kehinaan bagi mereka. Dan sungguh, azab Allah sangat luar biasa."

26/10/12

Bermegah-megah


Bermegah-megah telah melalaikan kamu. Sampai kamu masuk ke dalam kubur. Jangan begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu). Dan jangan begitu, kelak kamu akan mengetahui. Jangan begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin. Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim. Dan sesungguhnya kamu akan melihatnya dengan ainul yaqin. Kemudian kamu pasti akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia). (QS At-Takatsur)

Empat belas abad yang lalu di sebuah kota yang sekarang disebut Madinah, dua buah kelompok massa, Bani Harits dan Bani Haritsah, saling unjuk kekuatan untuk menentukan siapa yang paling hebat dan pantas memperoleh supremasi dalam bidang sosial, ekonomi, dan politik.

Perseteruan mereka sudah sedemikian memuncak, sampai-sampai untuk membuktikan bahwa merekalah kelompok dengan pendukung terbanyak, mereka pergi ke kuburan untuk menghitung anggota mereka yang sudah mati dan memasukkannya ke dalam kalkulasi. "Alhakum at-takatsur" (Kalian telah dilalaikan oleh bermegah-megahan). Demikian komentar Alquran tentang peristiwa itu. Alquran berkali-kali menegaskan agar manusia tidak terjebak dalam perbuatan tersebut, dan mengancam pelakunya dengan neraka.

Dalam pandangan Alquran peristiwa seperti itu adalah peristiwa yang patut disesalkan karena dapat menyulut kebencian, dendam, dan pertikaian horizontal, serta merupakan biang kehancuran umat manusia. Peristiwa tersebut sengaja diabadikan dalam Alquran karena sifatnya yang universal. Bisa terjadi kapan pun, di manapun dan oleh siapa pun. Bahkan bisa saja terjadi saat ini, di sini, di negeri ini, dan bisa jadi pelakunya adalah kita sendiri.

Tapi benarkah penyakit at-takatsur itu sedang berjangkit di negeri ini? Kita berharap mudah-mudahan saja tidak. Hanya saja seandainya benar, maka tanyakanlah pada diri kita sendiri, kapan akan berhenti? Apakah kita baru akan berhenti setelah kita mati sebagaimana yang disindir Alquran, ataukah kita akan menghentikannya saat ini juga, sebelum bangsa ini hancur-lebur karena rakyat dan terutama pemimpinnya terkena penyakit at-takatsur, yakni sering unjuk gigi, tapi tidak mempunyai hasil kerja yang berarti.

Berjiwa Besar


''Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang paling bertakwa'' (QS Al-Hujurat: 49)

Betapa banyak pribadi yang besar dalam sejarah tetapi yang berjiwa besar sungguh sangat langka. Pribadi tersebut mampu mengalahkan diri sendiri dan mengesampingkan egonya demi kepentingan umat yang jauh lebih besar.

Di antara butiran mutiara itulah Khalid bin Walid ada di barisan terdepan. Satu riwayat yang menyebutkan tentang pemilihan Khalifah yang kedua yaitu Umar Bin Khattab, setelah Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq meninggal. Padahal, pada saat yang bersamaan sedang terjadi peperangan melawan Romawi yang dikomandani Khalid bin Walid. Sebelum Umar menjadi Khalifah, beliau telah berpendapat bahwa posisi Khalid harus diganti karena beliau mengkhawatirkan umat Islam terjatuh dalam kebinasaan, yaitu mereka berperang karena Khalid bukan karena Allah.

Dan benar, setelah beliau diangkat menjadi Khalifah maka perintah pun dikeluarkan untuk mengganti Sang Jenderal. Maka diutuslah Abu Ubaidah untuk menggantikan jabatan Panglima Perang. Dalam sekejap khalid berubah dari seorang Panglima yang memiliki kekuasaan menjadi seorang tentara biasa.

Dan sungguh mengagumkan, Khalid dapat menguasai naluri kekuasaan yang ada padanya (hubbus siyadah) dan tidak menjadikan dukungan tentara kepadanya sebagai alat untuk mempertahankan jabatannya. Bahkan dia tetap berperang di bawah komando baru dan menaati segala perintah atasannya. Ketika dia ditanya tentang sikapnya itu maka keluarlah pernyataan yang indah dan akan selalu dikenang sepanjang masa: ''Aku berperang bukan karena Umar tetapi demi Tuhan Umar.''

Demikianlah kebesaran jiwa Khalid bin Walid, beliau mampu menahan diri sehingga ummat tidak menjadi korban. Tentu akan lain hasilnya apabila Khalid protes atas pemberhentian dirinya sebagai panglima kemudian memobilisasi pendukungnya demi jabatan itu, pasti akan terjadi kekacauan dan umat akan terpecah belah. Mereka bisa saja akan berkelahi di dalam barisan dan pastilah musuh akan dengan mudah mengalahkan mereka, dan penaklukan Romawi mungkin hanya ada dalam angan-angan. Sungguh, kebesaran jiwamu wahai Khalid perlu dijadikan teladan pemimpin masa kini.

Hindari Perpecahan


Di dalam sirah (buku sejarah) Ibnu Hisyam, As-Siroh an-Nabawiyah, diceritakan, suatu ketika sekelompok orang Yahudi berusaha memecah belah persatuan kaum Muslimin setelah suku Aus dan Khajraj masuk Islam. Salah seorang dari mereka menyusup di antara kedua suku tersebut. Tujuannya, berusaha memancing (memprovokasi) mereka sehingga muncul permusuhan. Orang Yahudi itu kembali mengungkit-ungkit Perang But'ah, yaitu perang saudara di zaman Jahiliyah antara suku Aus dan Khajraj. Selain itu, sajak-sajak yang mengandung permusuhan juga dibacakan untuk memanasi mereka. Akibatnya, orang-orang Aus dan Khajraj pun tersulut dan nyaris berperang.

Untungnya, kabar tersebut segera sampai kepada Rasulullah SAW. Di hadapan kedua suku itu, Rasulullah bersabda, ''Wahai orang-orang Islam, ingatlah Allah, ingatlah Allah. Apakah kalian akan bertindak seperti para penyembah berhala saat aku hadir di tengah kalian dan Allah telah menujukkan kepada kalian dengan Islam, yang karena itulah kalian menjadi mulia dan menjauhkan diri dari paganisme (berhala), menjauhkan kalian dari kekufuran dan menjadikan kalian bersaudara.'' Dalam peristiwa lain diceritakan, pernah terjadi kesalahpahaman antara sahabat Abu Dzar dan sahabat Bilal bin Rabah.

Abu Dzar berkata kepada Bilal, ''Kamu anak seorang budak hitam.'' Rasulullah SAW yang mendengar tentang hal ini sangat marah. Lalu, beliau mengingatkan Abu Dzar dengan sabdanya, ''Ini keterlaluan, Abu Dzar. Orang yang ibunya berkulit putih tidak memiliki kelebihan yang membuatnya menjadi lebih baik daripada seorang yang ibunya berkulit hitam.'' Peringatan tersebut sangat membekas pada diri Abu Dzar. Ia kemudian meletakkan kepalanya di atas tanah dan bersumpah tidak akan mengangkatnya sebelum Bilal menginjakkan kaki di atas kepalanya. Rasulullah memang terkenal sangat tegas menentang sikap ta'ashub ashabiyah.

Yakni, semangat golongan dan semangat kelompok (kepartaian/lihat kamus al-Munawwir hlm 1005). Ashabiyah merupakan ikatan manusia atas dasar golongan, kesukuan, maupun nasionalisme sempit. Islam sebagai agama rahmatan lil 'alamin tidak membeda-bedakan status, golongan, partai, atau warna kulit. Apakah itu kaya, miskin, berkulit putih atau hitam, semuanya sama di hadapan Allah SWT. Yang membedakan hanyalah tingkat ketakwaan. Sehingga, tidak sepatutnya orang-orang Islam itu, karena persoalan sepele, terus saling membenci, memaki, apalagi sampai bermusuhan. Apakah kita lupa bahwa ''Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara?'' (Al-Hujurat: 10).

Di sisi lain, Allah SWT memerintahkan agar umat Islam selalu bersatu dalam tali Allah, yakni agama Islam. Firman-Nya, ''Berpegang teguhlah kalian semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai-berai.'' (Ali Imran: 103). Rasulullah SAW juga menegaskan, ''Bukan dari golongan kami orang-orang yang menyerukan ashabiyah, orang yang berperang karena ashabiyah, serta orang-orang yang mati membela ashabiyah.'' (HR Abu Dawud). Nah, partai boleh beda, tetapi ukhuwah Islamiyah harus tetap diperkokoh. Jangan justru saling membenci, apalagi bermusuhan.

Cari Blog Ini

Halaman

Popular Posts

Advertisement

Responsive Advertisement