Tampilkan postingan dengan label BEJO [Benar Eling Jujur Ojo dumeh]. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BEJO [Benar Eling Jujur Ojo dumeh]. Tampilkan semua postingan

29/12/18

Pertanyaan Generasi Teknologi

ilustrasi pencarian
Pertanyaan cerdas Generasi Teknologi
 - kemarin saat keluarga dan ponakan berkunjung karena masa liburan sekolah,
.
"lik kemaren pas aku cari kampung gebangkuning kok munculnya potonya lilik yak, kok bisa masuk google lik bagaimana caranya lik?" tanya ponakan yang mirip aja :)
.
"hmm sebenernya lik ozan suka nulis dan unggah foto aja sebagai sarana dokumentasi kearsipan naa, coba deh nanti Husna jagoin aja nulisnya kayak mbak yuli juga mbak unes nanti poto dan segala macam karyanya husna masuk ke Google seluruh dunia maya naa :)" jawabku
.
"emangnya mbak yuli suka nulis lik, nulis apaan lik" tanyanya
.
"ya masih coba-coba naa, seperti mbak unes dan mbak yuli mungkin masih suka nulis tentang apa kek, apalagi kayak lik jum naa tulisan dan karyanya udah lebih dikenal dunia maya naa, seperti halnya bapak husna, terus lik afik, juga pakde sugeng karyanya lebih dikenal ketimbang tulisan lik ozan." ungkapku
.
"berarti semua yang sudah bisa megang hape sama leptop seneng nulis, lalu diungkap di google ya lik biar terkenal. kemudian googlenya ngambil karyanya orang-orang??" lugunya
.
"yang pasti semua orang itu naa, sekedar ingin meluapkan perasaan, pikiran, unek-unek maupun apapun, lagipula karya milik orang-orang gak google ambil, melainkan memberikan jalan pintas atas karya itu. seperti misal Husna sekarang menginjak usia remaja kan naa, husna ingin cari nama kampungnya lik ozan 'Gebangkuning', nah dari situ google hanya memberikan arah atau jalan alternatif untuk mengetahui dimana desa 'gebangkuning' itu berada, alternatif satu melalui tulisan lik ozan, atau mungkin lik jum dan bisa jadi tulisan yang disusun sedemikian indahnya oleh pakde sugeng." ulasku
....

posted on Google+


ya bagaimana pun mereka tidak ingin hanya mendapat wawasan seputar usianya, melainkan mendapat wawasan yang ada dalam unek-uneknya tersebut terjawab.
.
Siapa lagi yang akan mereka tanyakan selain mesin pencari referensi seperti google, bing, yahoo dan lainnya. sebelum mereka betul-betul ngerti dan faham apa yang telah dilakukan keluarganya, kerabatnya, tetangganya, sahabatnya, maupun oranglain.
.
bisa saja mereka mengetahui segala hal tanpa bersumber, seperti halnya pada ilham "Ilmu Laduni" ilmu yang sengaja diturunkan Sang Pencipta kepada MakhluqNya (seperti pada kebanyakan anak Difabel, Disabilitas, Anak Yatim maupun Anak Yatim Piatu) yang mana ilmu tersebut jarang dijumpai, atau bahkan tidak ada sama sekali. Wallahu A'lam,
....
Generasi masa kini seakan hanya mengerti soal GAME, SOSMED, SELFIE, dan mungkin Sesuatu hal yang sangat merugikan dirinya sendiri, walaupun sering berkecimpung dengan aktifitas apapun bernilai religius. namun semua kembali kepada yang menikmatinya (pelaku),
.
saya mencoba mengajarkan sesuatu yang sebetulnya sering dilakukan orang ketika menulis status di jejaring sosial media, ya walaupun saya sendiri suka menulis status seperti anak remaja yang merasakan pubertas, padahal semua itu hanya hiburan ketika akal sudah sumpek dan buntu untuk mencari solusi.
.
kenapa mengajarkan sering dilakukan orang ketika menulis status di jejaring sosial media dengan "menulis di Blog, Web, dan KeepGoogle", karena kebanyakan tulisan seseorang belum tentu mengarah pada perasaan, pikiran bahkan keruwetan kepala, melainkan ada sisi dimana jiwa sastranya, falsafahnya terluapkan dengan berlampir gambaran yang mungkin masih kopas (copy/paste) atau bisa jadi foto dirinya sendiri. sehingga banyak orang ingin meniru sesuatu itu penuh dengan kewaspadaan pada masanya.
.
#Falsafah #Sastra #puisi #Pantun #Perasaan #Blogging #Wawasan #Generasi

25/03/13

Jam Kerja dan Bagian Piketnya Organ Tubuh

Dengan adanya artikel ini hendaknya kita bisa mengatur strategi pola hidup :

LAMBUNG
Jam 07.00 - 09.00
Jam piket organ lambung sedang kuat, sebaiknya makan pagi untuk proses pembentukan energi tubuh sepanjang hari. Minum jus atau ramuan sebaiknya sebelum sarapan pagi, perut masih kosong sehingga zat yang berguna segera terserap tubuh.

LIMPA
Jam 09.00 - 11.00
Jam piket organ limpa kuat, dalam mentransportasi cairan nutrisi untuk energi pertumbuhan. Bila pada jam-jam ini mengantuk, berarti fungsi limpa lemah. Kurangi konsumsi gula, lemak, minyak dan protein hewani.

JANTUNG
Jam 11.00 - 13.00
Jam piket organ jantung kuat, harus istirahat, hindari panas dan olah fisik, ambisi dan emosi terutama pada penderita gangguan pembuluh darah .

HATI
jam 13.00 - 15.00
Jam piket organ hati lemah, bila orang tidur, darah merah berkumpul dalam organ hati dan terjadi proses regenerasi sel-sel hati. Apabila fungsi hati kuat maka tubuh kuat untuk menangkal semua penyakit.

PARU-PARU
Jam 15.00 - 17.00
Jam piket organ paru-paru lemah, diperlukan istirahat, tidur untuk proses pembuangan racun dan proses pembentukan energi paru-paru.

GINJAL
jam 17.00 - 19.00
Jam piket organ ginjal kuat, sebaiknya digunakan untuk belajar karena terjadi proses pembentukan sumsum tulang dan otak serta kecerdasan.

LAMBUNG
Jam 19.00 - 21.00
Jam piket organ lambung lemah sebaiknya tidak mengkonsumsi makan yang sulit dicerna atau lama dicerna atau lebih baik sudah berhenti makan

LIMPA
Jam 21.00 - 23.00
Jam piket organ limpa lemah, terjadi proses pembuangan racun dan proses regenerasi sel limpa. Sebaiknya istirahat sambil mendengarkan musik yang menenangkan jiwa, untuk meningkatkan imunitas.

JANTUNG
Jam 23.00 - 01.00
Jam piket organ jantung lemah. Sebaiknya sudah beristirahat tidur, apabila masih terus bekerja atau begadang dapat melemahkan fungsi jantung.

HATI
Jam 01.00 - 03.00
Jam piket organ hati kuat. Terjadi proses pembuangan racun/limbah hasil metabolisme tubuh. Apabila ada gangguan fungsi hati tercermin pada kotoran dan gangguan mata. Apabila ada luka dalam akan terasa nyeri.

PARU-PARU
Jam 03.00 - 05.00
Jam piket organ paru-paru kuat, terjadi proses pembuangan limbah/racun pada organ paru-paru, apabila terjadi batuk, bersin-bersin dan berkeringat menandakan adanya gangguan fungsi paru-paru. Sebaiknya digunakan untuk olah nafas untuk mendapatkan energi paru yang sehat dan kuat.

USUS BESAR
Jam 05.00 - 07.00
Jam piket organ usus besar kuat, sebaiknya biasakan BAB secara teratur


15/11/12

Kebersamaan di Tahun Baru ISLAM - 16 Muharram 1434

Assalamu'alaikum yaa Shahibaini Fillah,

Bismillahirrohmaanirrohiim

Sedikit Berbagi kepada Shahibaini Fillah, Namun Panjang yang Insya Alloh sangat Bermanfaat bagi Kita semua.

- Sesuatu yang membuat Manusia Takut, Malu, Tunduk untuk Setia Mengabdi dan MelayaniNya, dengan mempersatukan Kasih beserta Kekuatan yang Haq.

"HukumNya di Canangkan dalam HATI dan di Tuliskan dalam PIKIRAN."
(dikutip video Kisah Nabi Musa, a.s Pembelaan, Pembebasan Kaum Ibrani & Perlawanan sengit Ucap Kutukan dengan Fir'aun)

- Seperti halnya sosok ISTRI yang sederhana, tidak mengutamakan Kekayaan dan Macam keinginan untuk Dunia (Bermegah-megahan...).

"Aku tak butuh apa-apa, aku hanya diperintah untuk Melayanimu dan Mengabdi padamu (dari istri untuk suami), begitu juga Pelayananku kepadamu adalah sumber kepuasan bersama untuk meraih 'abdil jannah"

 "Cinta itu bukan SENI tapi KEHIDUPAN"

yang paling PENTING dan paling UTAMA ialah SAMARABA
SA kinah
MA waddah, wa
RA hmah, wa
BA rokah

(dikutip dari Mp3 Ceramah Kyai Tuban dengan Kajian Makna Syair Lir ilir ciptakarya Sunan Giri)

Sungguh aku/kami/mereka (MakhlukMU) telah menodai hati dan bathin saudara-saudariku (MakhlukMU) dari hal yang sangat Engkau Murkai, padahal segala sesuatu dapat dengan mudah dicapai dengan Do'a, Usaha, Iman, Taqwa, Tanda HALAL dan RidhoMu Yaa Allohu Jalla Jallaluh,

Ampuni aku/kami/mereka (MakhlukMU) Yaa Allohu Jalla Jallaluh,
Pertimbangkanlah Hukuman untuk aku/kami/mereka yang telah abai terhadap segala macam yang sangat Engkau Murkai,
Bimbinglah aku/kami/mereka menuju tempat yang Jamiil wa 'abdan,


Hidup itu tantangan - temuilah
Hidup itu berkah - terimalah
Hidup itu petualangan - tantangilah
Hidup itu penderitaan - atasilah
Hidup itu tragedi - hadapilah
Hidup itu kewajiban - jalankanlah
Hidup itu permainan - mainkanlah
Hidup itu misteri - ungkapkanlah
Hidup itu nyanyian - nyanyikanlah
Hidup itu kesempatan - ambillah
Hidup itu perjalanan - selesaikanlah

Apapun jalan hidup kita, kita harus terus dijalani kehidupan ini jangan sampai ada yang namanya PUTUS ASA.

(dikutip dari SudahTahukahAnda di Update Status Sahabat SMA Windowsbie7)

Untuk Saudaraku yang Sholih dan Saudariku yang Sholihah,
Mari RAWAT kembali Jaringan Speedy Sehat untuk saling Silaturrahmi,
Mari GUNAKAN CCleaner untuk menghapus History, File Temporary dan REGISTRY pada sitem OTAK kita,
Mari INSTALL ULANG System Operasi Fikir kita dengan semangat meraih Gelar manusia yang mendapat SERTIFIKAT ISO berupa MATI secara KHUSNUL KHOTIMAH.


Special STATUS Menyambut Tahun Baru ISLAM meskipun masih jauh pada:
:: 11 Januari 2013 (NASIONAL)
:: 28 Safar 1434 (Kalender ISLAMIYYAH)
:: bersamaan dengan Hari/Dinten Sedone Kanjeng Nabi Muhammad SAW dan Wafatnya Imam Hasan bin Ali

Sumber dari Situs Nurmadinah

Salam Ahmad Fauzan Ibnu Zaend
Salam Berbagi Ilmu
Salam Aku Hanya Manusia Biasa
Salam Jendela Hati Kita
Salam Windowsbie7
Salam Kompak Selalu Ukhuwah ISLAMI Dalam dan Luar Negeri

27/10/12

Jangan Pernah Lelah Beramal

                        "Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan),
                        kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain".
                        (Q.S. Al Insyirah: 7)

                        Ayyuhal Ikhwah rahimakumullah.

                        Tidak dipungkuri lagi dalam pandangan kita sebagai kader
                        dakwah bahwa tabiat seorang mukmin sejati adalah
                        berbuat, berbuat dan terus berbuat. Sehingga seluruh
                        waktunya selalu diukur dengan produktivitas amalnya. Ia
                        tidak akan pernah diam karena diam tanpa amal menjadi
                        aib bagi orang beriman. Seorang mukmin akan terus
                        mencermati peluang-peluang untuk selalu berbuat. Maka
                        perlu kita ingat dalam sanubari yang paling dalam bahwa
                        'nganggur' dapat menjadi pintu kehancuran. Tidaklah
                        mengherankan banyak ayat maupun hadits yang memotivasi
                        agar selalu berbuat dan berupaya untuk menghindari diri
                        dari sikap malas dan lemah. Malas dan lemah berbuat
                        dianggap sebagai sikap dan sifat buruk yang harus
                        dijauhi orang-orang beriman.

                        Mengingat tugas dan tanggung jawab yang kita emban
                        sangat besar dan masih banyak agenda yang menanti untuk
                        diselesaikan maka segeralah untuk menyiapkan diri
                        menunaikannya. Rasanya perlu dicamkan dalam benak
                        pikiran kita akan nasehat syaikh Abdul Wahab Azzam:

                        'Pikiran tak dapat dibatasi, lisan tak dapat dibungkam,
                        anggota tubuh tak dapat diam. Karena itu jika kamu tidak
                        disibukan dengan hal-hal besar maka kamu akan disibukan
                        dengan hal-hal kecil'.

                        Oleh karena itu Rasulullah SAW. segera memberangkatkan
                        para sahabat dalam ekspedisi militer yang beruntun
                        sesudah Badar untuk meminimalisir konflik internal yang
                        amat mungkin terjadi lantaran berhenti sesudah amal
                        besar.

                        Ayyuhal ikhwah rahimakumullah.

                        Setiap kesempatan yang diberikan kepada seorang mukmin
                        maka setiap saat itu pula ada satu kaedah perintah
                        secara implisit untuk dapat mengukir prestasi dirinya.
                        Agar apa yang dilakukannya dengan berputarnya waktu
                        mampu disesuaikan dengan tuntutan zaman dan kapabilitas
                        rijal-nya. Seperti kaedah dakwah yang memaparkan,
                        'setiap dakwah ada marhalah (tahapan)nya dan setiap
                        marhalah ada tuntutannya dan setiap tuntutan ada
                        orangnya'.

                        Sangat mudah untuk dipahami bila setiap waktu ada
                        tuntutannya maka kita mesti menyelaraskan diri agar
                        sesuai dengannya. Tuntutan ini selaras dengan amanah
                        yang diembankan kepada kita saat ini. Dan dalam
                        pandangan Islam setiap amanah merupakan sesuatu tugas
                        yang tidak boleh dikhianati atau diabaikan hingga tidak
                        dapat menunaikannya dengan baik. Inilah kesempatan emas
                        bagi kita untuk mengukir ukiran terindah dalam hidup
                        kita secara personal maupun kolektif agar kita mampu
                        memberikan cermin indah bagi orang lain ataupun generasi
                        berikutnya. Inilah saat yang tepat bagi kita mengukir
                        prestasi. Pergunakanlah sebaik-baiknya agar kita
                        memiliki investasi besar dalam dakwah ini.

                        Ayyuhal ikhwah rahimakumullah.

                        Kita telah mafhum bahwa kemarin kita telah memaksimalkan
                        tadhiyah untuk jihad siyasi. Dan kitapun telah
                        mengetahui balasan yang diberikan Allah atas upaya
                        maksimal kita. Namun bukan berarti kita telah selesai
                        dalam amal jihadiyah ini. melainkan kita menindak
                        lanjuti prosesi amal ini. Agenda besar yang dapat kita
                        lakukan adalah:

                        Pertama, Recovery tarbiyah, maksudnya adalah
                        mengembalikan iklim tabawi seperti semula yang
                        menanamkan sikap komitmen pada Islam sikap kekokohan
                        maknawi dan militansi nilai-nilai dakwah. Begitu pula
                        tentang apakah perjalanan liqa tarbawinya sebagaimana
                        perjalanan di waktu normal. Memang kita akui bahwa saat
                        kemarin perjalanan liqa tarbawi ini sedikit mengalami
                        'gangguan'. Juga kondisi ruhaniyah dan moral para kader
                        dakwah yang selalu menjadi pijakan dasar bagi para kader
                        apakah dalam kondisi prima ataukah sebaliknya. Sehingga
                        aktivitas yang biasa dilakukan melalui mabit-mabit dapat
                        dikerjakan atau jalasah ruhiyah yang selalu diagendakan
                        bagi akhwat dan lainnya. Hal ini tentu berdasarkan pada
                        pandangan bahwa tarbiyahlah yang menjadi pijkan dakwah
                        kita sehingga aktivitas ini harus segera diin'asy
                        (disegarkan) kembali.

                        Ayyuhal ikhwah rahimakumullah.

                        Kedua, Taushi'atut Tajnid (Ekspansi Rekrutmen), sesudah
                        banyak orang yang berhimpun dalam barisan dakwah ini
                        maka kita harus memberikan hak tarbiyah mereka. Apalagi
                        mereka pun sesungguhnya sangat menanti kehadiran kader
                        dakwah untuk bisa membina diri mereka dan menjadikan
                        mereka sebagai bagian dari mesin besar dakwah ini. Pada
                        waktu yang lalu rekrutmen kader terbatas pada satu pintu
                        tertentu, yakni kalangan akademisi. Di hari ini
                        segmentasi rekrutmen sudah sangat beragam. Sehingga para
                        junud dakwah ini harus dapat mengantisipasi untuk
                        memperluas wilayah pembinaan di berbagai kalangan.
                        Orang-orang yang telah berhimpun itu secara tidak
                        langsung mengandung tanggung jawab untuk membina mereka
                        menjadi kader yang sesunguhnya.

                        Ayyuhal ikhwah rahimakumullah.

                        Ketiga, Ta'amuq Dzaty, memperdalam kualitas dan
                        kemampuan diri. Sudah kita ketahui bahwa semakin banyak
                        amanah yang dipercayakan umat kepada kita maka harus
                        semakin meningkat kualitas dan kemampuan kita untuk
                        dapat menunaikannya. Dan sekarang amanah yang diserahkan
                        kepada kita pun dengan urusan yang beragam. Sehingga
                        kita pun selayaknya memperdalam kemampuan kita untuk
                        dapat menyelesaikan urusan orang banyak yang beragam
                        itu.

                        Ayyuhal ikhwah rahimakumullah.

                        Keempat, Taqwiyatu Billah, memperkokoh hubungan dengan
                        Allah SWT. yang dapat menjadikan diri kita mampu dan
                        kuat tidak lain karena hubungan yang kuat pula pada
                        Allah SWT. sehingga kita tidak boleh mengabaikan
                        amal-amal yang menghantar diri kita ke arah itu. Dan
                        amaliyah ini sedapat mungkin menjadi harian kader yang
                        selalu menghias pada jiwa dan raganya. Semoga Allah
                        senantiasa memberikan kekuatan kepada diri kita untuk
                        dapat melaksanakan tugas-tugas yang kita emban hari ini.
                        Amien. Wallahu 'alam bishshawab.

                        "Dan katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan
                        Rasul-Nya serta orang-orang mu'min akan melihat
                        pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada
                        (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata,
                        lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu
                        kerjakan". (Q.S. At Taubah: 105).

26/10/12

Bermegah-megah


Bermegah-megah telah melalaikan kamu. Sampai kamu masuk ke dalam kubur. Jangan begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu). Dan jangan begitu, kelak kamu akan mengetahui. Jangan begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin. Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim. Dan sesungguhnya kamu akan melihatnya dengan ainul yaqin. Kemudian kamu pasti akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia). (QS At-Takatsur)

Empat belas abad yang lalu di sebuah kota yang sekarang disebut Madinah, dua buah kelompok massa, Bani Harits dan Bani Haritsah, saling unjuk kekuatan untuk menentukan siapa yang paling hebat dan pantas memperoleh supremasi dalam bidang sosial, ekonomi, dan politik.

Perseteruan mereka sudah sedemikian memuncak, sampai-sampai untuk membuktikan bahwa merekalah kelompok dengan pendukung terbanyak, mereka pergi ke kuburan untuk menghitung anggota mereka yang sudah mati dan memasukkannya ke dalam kalkulasi. "Alhakum at-takatsur" (Kalian telah dilalaikan oleh bermegah-megahan). Demikian komentar Alquran tentang peristiwa itu. Alquran berkali-kali menegaskan agar manusia tidak terjebak dalam perbuatan tersebut, dan mengancam pelakunya dengan neraka.

Dalam pandangan Alquran peristiwa seperti itu adalah peristiwa yang patut disesalkan karena dapat menyulut kebencian, dendam, dan pertikaian horizontal, serta merupakan biang kehancuran umat manusia. Peristiwa tersebut sengaja diabadikan dalam Alquran karena sifatnya yang universal. Bisa terjadi kapan pun, di manapun dan oleh siapa pun. Bahkan bisa saja terjadi saat ini, di sini, di negeri ini, dan bisa jadi pelakunya adalah kita sendiri.

Tapi benarkah penyakit at-takatsur itu sedang berjangkit di negeri ini? Kita berharap mudah-mudahan saja tidak. Hanya saja seandainya benar, maka tanyakanlah pada diri kita sendiri, kapan akan berhenti? Apakah kita baru akan berhenti setelah kita mati sebagaimana yang disindir Alquran, ataukah kita akan menghentikannya saat ini juga, sebelum bangsa ini hancur-lebur karena rakyat dan terutama pemimpinnya terkena penyakit at-takatsur, yakni sering unjuk gigi, tapi tidak mempunyai hasil kerja yang berarti.

25/10/12

'iffah


Setiap orang pasti mempunyai kemampuan untuk menahan diri, hatta anak kecil sekalipun. Menahan diri dari keinginan-keinginan yang kalau sekiranya terus diikuti tak akan pernah ada puasnya. Itulah yang dinamakan 'iffah sebagaimana didefinisikan Ibnu Maskawaih di dalam kitabnya Tahdzibul Akhlak. Yaitu, suatu kemampuan yang dimiliki manusia untuk menahan dorongan hawa nafsunya. 'Iffah merupakan keutamaan yang dimiliki manusia ketika ia mampu mengendalikan syahwat dengan akal sehatnya.

Dari sifat 'iffah inilah lahir akhlak-akhlak mulia seperti sabar, qana'ah, adil, jujur, dermawan, santun, dan perilaku terpuji lainnya. Sifat 'iffah ini pulalah yang membuat manusia menjadi mulia. Sekiranya manusia sudah tidak lagi memiliki sifat ini, maka tidak ubahnya dia seperti binatang. Karena, ketika seseorang mampu memfungsikan 'iffah-nya, berarti akal sehatnya bekerja dengan baik.

Dan akal inilah yang membedakan manusia dengan binatang. Tetapi, ketika 'iffah sudah hilang dari dalam diri, berarti akal sehatnya sudah tertutup oleh nafsu syahwatnya, ia sudah tidak mampu lagi membedakan mana yang benar dan salah, mana baik dan buruk, yang halal dan haram.

Allah SWT berfirman, ''Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian ('iffah diri)-nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya.'' (QS 24: 33). Ketika manusia sudah mencapai kematangan alat reproduksinya, dan sudah saatnya untuk memenuhi kebutuhan biologisnya (syahwatnya), maka dengan sifat 'iffah yang dimilikinya ia mampu untuk menahan diri dari berzina, sehingga pada saatnya kelak, Allah memberikannya kecukupan harta untuk menikah. Tetapi, sekiranya 'iffah itu hilang, maka perzinahan sudah pasti tak terelakkan lagi.

'Iffah pada diri manusia merupakan sifat potensial yang harus dididik sedemikian rupa sehingga bisa menjadi benteng dalam menjaga kemuliaan eksistensi dirinya. 'Iffah tidak bisa diraih hanya dengan mempelajari teori. 'Iffah hanya bisa diraih dengan pendidikan jiwa (tarbiyyatu al-nafs) dengan amal-amal saleh sejak kecil.

Maka, tidak aneh kalau Nabi Muhammad SAW, sebagai uswah hasanah kita dalam segala bidang kehidupan, memerintahkan kita untuk menyuruh anak melaksanakan shalat sejak umur tujuh tahun. Karena, memang, 'iffah yang ada pada diri manusia harus sudah dididik semenjak kecil, agar dari didikan tersebut lahir kebiasaan yang akhirnya tumbuh menjadi akhlak.

Untuk memperbaiki dekadensi moral yang sedang mewabah, perlu dipulihkan kembali kekuatan 'iffah pada jiwa-jiwa masyarakat Indonesia. Dan, pendidikan hati (tarbiyyatu nafs) adalah jawabannya.

Rasulullah SAW bersabda, ''Ingatlah di dalam tubuh itu ada segumpal darah. Apabila ia baik, maka akan baiklah seluruh badannya, dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh badannya. Ingatlah dia itu adalah hati.'' Wallahu a'lam bi shawwab.

Cari Blog Ini

Halaman

Popular Posts

Advertisement

Responsive Advertisement