Tampilkan postingan dengan label Aku Berharap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aku Berharap. Tampilkan semua postingan

25/03/13

Jam Kerja dan Bagian Piketnya Organ Tubuh

Dengan adanya artikel ini hendaknya kita bisa mengatur strategi pola hidup :

LAMBUNG
Jam 07.00 - 09.00
Jam piket organ lambung sedang kuat, sebaiknya makan pagi untuk proses pembentukan energi tubuh sepanjang hari. Minum jus atau ramuan sebaiknya sebelum sarapan pagi, perut masih kosong sehingga zat yang berguna segera terserap tubuh.

LIMPA
Jam 09.00 - 11.00
Jam piket organ limpa kuat, dalam mentransportasi cairan nutrisi untuk energi pertumbuhan. Bila pada jam-jam ini mengantuk, berarti fungsi limpa lemah. Kurangi konsumsi gula, lemak, minyak dan protein hewani.

JANTUNG
Jam 11.00 - 13.00
Jam piket organ jantung kuat, harus istirahat, hindari panas dan olah fisik, ambisi dan emosi terutama pada penderita gangguan pembuluh darah .

HATI
jam 13.00 - 15.00
Jam piket organ hati lemah, bila orang tidur, darah merah berkumpul dalam organ hati dan terjadi proses regenerasi sel-sel hati. Apabila fungsi hati kuat maka tubuh kuat untuk menangkal semua penyakit.

PARU-PARU
Jam 15.00 - 17.00
Jam piket organ paru-paru lemah, diperlukan istirahat, tidur untuk proses pembuangan racun dan proses pembentukan energi paru-paru.

GINJAL
jam 17.00 - 19.00
Jam piket organ ginjal kuat, sebaiknya digunakan untuk belajar karena terjadi proses pembentukan sumsum tulang dan otak serta kecerdasan.

LAMBUNG
Jam 19.00 - 21.00
Jam piket organ lambung lemah sebaiknya tidak mengkonsumsi makan yang sulit dicerna atau lama dicerna atau lebih baik sudah berhenti makan

LIMPA
Jam 21.00 - 23.00
Jam piket organ limpa lemah, terjadi proses pembuangan racun dan proses regenerasi sel limpa. Sebaiknya istirahat sambil mendengarkan musik yang menenangkan jiwa, untuk meningkatkan imunitas.

JANTUNG
Jam 23.00 - 01.00
Jam piket organ jantung lemah. Sebaiknya sudah beristirahat tidur, apabila masih terus bekerja atau begadang dapat melemahkan fungsi jantung.

HATI
Jam 01.00 - 03.00
Jam piket organ hati kuat. Terjadi proses pembuangan racun/limbah hasil metabolisme tubuh. Apabila ada gangguan fungsi hati tercermin pada kotoran dan gangguan mata. Apabila ada luka dalam akan terasa nyeri.

PARU-PARU
Jam 03.00 - 05.00
Jam piket organ paru-paru kuat, terjadi proses pembuangan limbah/racun pada organ paru-paru, apabila terjadi batuk, bersin-bersin dan berkeringat menandakan adanya gangguan fungsi paru-paru. Sebaiknya digunakan untuk olah nafas untuk mendapatkan energi paru yang sehat dan kuat.

USUS BESAR
Jam 05.00 - 07.00
Jam piket organ usus besar kuat, sebaiknya biasakan BAB secara teratur


03/02/13

3 Hal Yang Menghidupkan Renungan Kita

Mari kita merenung sejenak, bagaimana perasaan kita ketika melihat tanah gersang tanpa tanaman? Mungkin hati akan bergetar dan bertanya, siapa pemilik tanah tersebut? Mengapa tanah itu dibiarkan kering dan mati? Semua orang ketika melihat tanah seperti itu umumnya merasa tidak nyaman. Boleh jadi akan muncul keinginan untuk menghidupkan tanah tersebut dengan cara menanaminya hingga tampak hijau. Keinginan tersebut merupakan fitrah Rabbaniyah yang ada dalam setiap manusia.

Fitrah tersebut, misalnya, bisa dilihat dari menggeloranya gerakan “Go Green”, sebuah gerakan yang mengajak setiap manusia untuk menanam pohon demi kelestarian bumi. Gerakan ini mendapat sambutan luar biasa dari seluruh penjuru dunia. Mereka menyambutnya karena memang gerakan itu sesuai dengan dorongan hati mereka.

Kebutuhan terhadap kelestarian bumi di masa mendatang, dan rasa khawatir akan dampak negatif kerusakannya, telah menggerakkan mereka untuk berupaya menyuburkan bumi.
Hanya saja tujuan mereka semata-mata demi kepentingan duniawi. Ini berbeda dengan orang-orang yang beriman. Motivasi kaum mukmin yang ikut menggelorakan gerakan tersebut jauh dari sekedar dorongan hati. Motivasi orang yang beriman adalah lillahi ta’ala, sementara tujuannya adalah mendapatkan ridha-Nya. Inilah yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dahulu, beliau tinggal di tanah kering berbatuan, baik di Makkah maupun di Madinah. Namun, beliau tidak pernah putus asa menghidupkan tanah yang mati. Di antara bebatuan, ketika didapati tanah yang bisa ditanami, apalagi di tanah yang subur, beliau gemar bertanam.

Beliau juga menganjurkan, bahkan tak jarang memerintahkan, para Sahabat untuk menanam pohon. Beliau bersabda, “Tidaklah seorang Muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman lalu tanaman tersebut dimakan oleh oleh manusia, binatang melata atau sesuatu yang lain kecuali hal itu bernilai sedekah untuknya,” (Riwayat Muslim).

Dalam kesempatan lain beliau berkata, “Jika tiba hari kiamat sedang pada tangan dari kalian ada bibit pohon kurma maka tanamlah,” (Riwayat Ahmad)’

“Menghidupkan” Manusia 
Jika terhadap tanah yang mati, seorang Muslim terpanggil untuk menghidupkannya, apalagi terhadap sesama manusia. Jika ada orang yang sedang sakit, selalu ada dorongan kuat dalam diri kita untuk “menghidupkan” kesehatannya kembali dengan cara mengobati dan menghiburnya.

Dalam dunia pengobatan itu sendiri, selalu ada usaha yang serius dari waktu ke waktu untuk mempelajari berbagai jenis penyakit dan mencarikan obatnya. Ada sekolah kedokteran, lembaga kesehatan, klinik, rumah sakit, dan apotik yang didirikan untuk membantu menyembuhkan orang yang sakit.

Fitrah Rabbaniyah itulah yang menyebabkan kita selalu bersimpati saat menyaksikan orang yang sakit, kita berempati kepada keluarga yang telah ditinggal mati, dan kita sendiri memelihara kesehatan, berdoa agar diberi kesembuhan, dan tidak putus asa untuk berobat.

Semua ini menunjukkan bahwa ada dorongan terpendam dalam diri setiap manusia untuk menghidupkan segala yang mati. Apalagi secara syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala juga menegaskan, Barangsiapa yang menghidupkan seorang manusia, maka seolah-olah mereka telah menghidupkan seluruh manusia. (Al Maidah [5]: 32)

Menghidupkan Hati
“Menghidupkan” manusia tak sekadar dari sisi biologisnya, seperti pemulihan kesehatan atau pembebasan dari belenggu perbudakan, namun juga menghidupkan hati manusia. Mengapa? Karena banyak manusia yang hatinya sakit atau bahkan telah lama mati.

Masalahnya, banyak orang yang tidak sadar bahwa hatinya sedang sakit atau mati. Mereka bahkan marah atau tersinggung bila dikatakan hatinya mati. Kitalah yang berkewajiban membantu saudara-saudara kita yang hatinya seperti itu.

Hati yang sakit atau mati ditandai dengan hilangnya nurani kebaikan pada saat melakukan keburukan. Misalnya, ketika berbuat kecurangan tidak ada penyesalan, bahkan malah sebaliknya, bangga dengan kecurangan tersebut, dan mengumbar-umbarnya kepada orang lain.

Coba tengok penampilan para artis di televisi. Mereka berlomba-lomba memperlihatkan aurat dan merasa bangga dengan semua itu. Bahkan, yang lebih parah, sebagian dari mereka sengaja merekam adegan tak pantas sekadar untuk koleksi pribadi. Ketika rekama adegan tersebut tersebar di publik, mereka tak merasa malu, apalagi bersalah dan menyesal. Hati mereka betul-betul telah sakit.

Karena menghidupkan hati adalah kebutuhan mutlak saat ini maka dakwah tak boleh semata-mata berdimensi pengajaran (ta’limah). Dakwah harus menyentuh hal yang sangat mendasar, yaitu pembersihan penyakit hati (tazkiyah). Bahkan, dimensi tazkiyah ini dalam banyak hal harus lebih didahulukan dari pada pengajaran. Allah Ta’ala berfirman,Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan (tazkiyah) mereka dan mengajarkan (ta’lim) mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). (Al Jumu’ah [62]: 2)

Mengapa tazkiyah lebih dahulu dari ta’lim? Karena bagi orang-orang yang hatinya sakit atau mati, pengajaran itu tidak ada gunanya. Ibaratnya, masuk telinga kanan, keluar telinga kiri.
Yang harus dilakukan adalah membongkar kulit yang membungkus rapat-rapat hatinya. Tutup hati atau tutup otak itulah yang dibongkar terlebih dahulu, terutama yang berupa kesombongan, karena merasa lebih unggul, lebih pandai, atau lebih suci.

Menghidupkan Peradaban
Bayangkan jika orang yang hatinya sakit dan mati itu berkumpul dalam suatu komunitas, bahkan menyatu dalam sebuah lingkungan yang lebih luas. Apa yang terjadi?
Contohnya, jika sebuah negara dihuni oleh orang-orang yang tidak memiliki rasa malu, dipimpin oleh orang yang tidak memiliki mental malu, dan tidak ada undang-undang yang mengatur masalah kemaluan, apa yang terjadi?

Seperti kita saksikan saat ini, yang terjadi adalah pornografi dan porno aksi membudaya di mana-mana, pelacuran dan perjudian marak, seks bebas menjadi kebiasaan. Akibatnya sangat mengenaskan: ribuan anak lahir tanpa mengetahui siapa bapaknya, ribuan gadis hamil di luar nikah, aborsi menjadi halal, penyakit seksual berjangkit di mana-mana.

Tak hanya itu, berbagai penyakit sosial juga ikut menjamur, seperti mengonsumsi minuman keras dan narkoba. Dalam keadaan seperti itu, runtuhlah peradaban manusia. Manusia tidak lagi menjadi terhormat, mulia, dan unggul, sebab perilaku mereka sudah tak ada bedanya dengan binatang ternak, bahkan lebih rendah dan lebih hina dari itu. Firman Allah Ta’ala, Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (Al A’raf [7]: 179)

Dalam kondisi masyarakat yang rusak seperti itu maka tampilnya segolongan umat yang tak pernah berhenti menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, menjadi sebuah keharusan.

Di tengah mati dan hancurnya peradaban itu mesti lahir kaum yang bergelar Khairu Ummah. Mereka adalah orang-orang yang memiliki dorongan kuat untuk menghidupkan peradaban dan selalu memelihara fitrahnya untuk tetap istiqamah, sekalipun jalan terjal dan licin harus dilalui.

Mereka bukanlah siapa-siapa. Mereka adalah kita sendiri, hamba-hamba-Nya yang telah dimuliakan dengan risalah Islam dan dakwah, serta fitrah Rabbaniyah.
Masalahnya, maukah kita menghidupkan fitrah itu dan dengannya kita berjuang untuk menghidupkan peradaban Rabbani di muka bumi?

23/11/12

Ulasan Beberapa Alasan Rasulullah Sangat Menyayangi Kucing

Didalam perkembangan peradaban Islam, kucing hadir sebagai teman sejati dalam setiap nafas dan gerak geliat perkembangan Islam.

Diceritakan dalam suatu kisah, Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, dikala Nabi hendak mengambil jubahnya, di temuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, Nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduriMueeza dari jubahnya.

 Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, Nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali.

Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang Nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar adzan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan.

Kepada para sahabatnya, Nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyanyangi keluarga sendiri.

Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhari, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi Muhammad SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.

Dari Ibnu Umar ra bahwa rasulullah saw bersabda,

”Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada dilantai.” (HR. Bukhari)

Nabi menekankan di beberapa hadis bahwa kucing itu tidak najis. Bahkan diperbolehkan untuk berwudhu menggunakan air bekas minum kucing karena dianggap suci.

Kenapa Rasulullah Saw yang buta baca-tulis, berani mengatakan bahwa kucing suci, tidak najis? Lalu, bagaimana Nabi mengetahui kalau pada badan kucing tidak terdapat najis?

Keistimewaan dari Kucing

Fakta Ilmiah 1 :

Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri. Otot kucing itu juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia.

Permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolan kecil yang runcing, benjolan ini bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya.

 Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar bisa membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.

Fakta Ilmiah 2 :

Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap kucing dan berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor.

Pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan. Di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus. Terus diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya.

Hasil yang didapatkan adalah:
Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif berkuman, meskipun dilakukan berulang-ulang.
Perbandingan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.

Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif berkuman. Sekalinya ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti, enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Jumlahnya kurang dan 50 ribu pertumbuhan.
Tidak ditemukan kelompok kuman yang beragam.

Berbagai sumber yang dapat dipercaya dan hasil penelitian laboratorium menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba. Liurnya bersih dan membersihkan.

Percaya Atau Gak percaya yayaya...


16/06/12

Bahaya Harta Haram

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sahabat saudaraku fillah..sejatinya jika kita mengkonsumsi harta yang haram baik karena dzatnya seperti daging babi,darah dll atau haram karena cara memperolehnya seperti harta hasil menipu,mencuri atau perzinahan atau perbuatan haram lainnya maka akan membahayakan jika kita mengkonsumsinya.Di antara bahaya harta yang haram yakni;

1.Hati menjadi keras

“Jika seorang hamba melakukan dosa maka akan diberi titik hitam di hatinya.Jika ia bertobat maka hatinya akan jadi bersih dari titik hitam itu.Tapi jika ia mengulanginya lagi titik hitam itu akan bertambah hingga membesar dalam hatinya.Maka itulah orang yang Allah sebutkan(dalam Al-Qur’an),sekali-kali tidak(demikian),sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.(QS.Al –Muthaffifin:14)(HR.Tirmidzi).

2.Ibadah tidak diterima

“Tidak diterima shalat tanpa bersuci dan tidak diterima shadaqah dari hasil menipu.”(HR.muslim).

3.Do’a tidak dikabulkan.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam menerangkan tentang orang yang mengadakan perjalanan panjang,kusut masai dan berdebu.Ia menengadahkan kadua tangannya (berdo’a) ke langit (sambil mengatakan),Ya Rabbi,Ya Rabbi sementara makanannya haram,minumannya haram,pakaiannya haram dan diberi makan dari yang haram,bagaimana do’anya akan dikabulkan.”(HR.Muslim).

4.Layak masuk neraka.

“Sesungguhnya tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari yang haram.Neraka adalah layak untuknya.”(HR.Ahmad dan Tirmidzi).

5.Merusak kehormatan diri dan agama

“Siapa yang menghindari hal-hal yang syubhat(meragukan) maka dia telah menjaga kesucian agama dan kehormatan dirinya.”(Muttafaq’alaih).Orang yang mampu mengindari yang syubhat terlebih yang haram,berarti dia telah menjaga kesucian Islam dan kehormatan diri.

6.Hilang rasa cemburu

“Tidak ada seorang pun yang lebih cemburu dari Allah,karenanya Dia mengharamkan perbuatan-perbuatan buruk,baik yang tampak maupun yang tersembunyi.”(HR.Muslim).Jika kecemburuan Allah dibuktikan dengan mengharamkan segala kemungkaran maka kecemburuan manusia hendaklah dibuktikan dengan menjauhi segala kemungkaran.Mengambil harta atau sesuatu yang bukan haknya menunjukkan bahwa tak ada kecemburuan dalam diri pelakunya.Jika ini menjadi kebiasaan maka hilanglah kepekaan terhadap kejahatan dan kemungkaran bahkan dia bisa menjadi sumber kejahatan dan kemungkaran.

7.Hilang kesempurnaan iman

“Tidaklah seseorang mencuri dalam keadaan mukmin.”(HR.Bukhari dan Muslim).Imam Nawawi menjelaskan ,”tidaklah seseorang melakukan kemaksiatan dalam keadaan sempurna imannya.” Jika penyimpangan khususnya terkait dengan cara memperoleh kekayaan menjadi kebiasaan,tidak mustahil hilanglah sama sekali iman itu.Memang boleh jadi harta haram membuat seseorang tak merasa kekurangan di dunia.Bahkan boleh jadi tak tersentuh hukum di dunia.Namun ketahuilah bahwa di akhirat amal sekecil apapun tidak akan luput dari perhitungan Allah.~:: Sumber Untaian : Percikan Iman,Ustadz Tate Qomaruddin.




Salam Ikhwatuddin



Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

18/05/12

Bahagiaku Untuk Kebersamaan

kepadamu saudara-saudariku
ku kisahkan kisahku,
kukabarkan sedihku,
ku bagikan bahagiaku kepadamu saudaraku,
ku anugerahkan cinta saudara kepada saudara lainnya
ku anugerahkan cinta saudari kepada saudari lainnya
seperti halnya air yang menyatu dalam tanah,
hujan yang turun ke bumi
ku anugrahkan perasaan cinta dan sayangku kepadamu saudaraku sebagai saudaraku
sesungguhnya para penyair adalah saudara bagiku
sesungguhnya para penyair adalah saudari bagiku
para pendusta kata adalah musuh bagiku,
dan para ulama guru bagiku
tiada hal lain yang perlu aku katakan kepadamu sudaraku
selain aku mencintaimu sebagai saudaramu

bersambung sajalah ya... :)

17/05/12

Bersyukur Dengan Yang Sedikit

Alhamdulillah, puji syukur pada Allah pemberi berbagai macam nikmat. Shalawat dan salam senantiasa dipanjatkan pada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Setiap saat kita telah mendapatkan nikmat yang banyak dari Allah, namun kadang ini terus merasa kurang, merasa sedikit nikmat yang Allah beri. Allah beri kesehatan yang jika dibayar amatlah mahal. Allah beri umur panjang, yang kalau dibeli dengan seluruh harta kita pun tak akan sanggup membayarnya. Namun demikianlah diri ini hanya menggap harta saja sebagai nikmat, harta saja yang dianggap sebagai rizki. Padahal kesehatan, umur panjang, lebih dari itu adalah keimanan, semua adalah nikmat dari Allah yang luar biasa.
Syukuri yang Sedikit
Dari An Nu’man bin Basyir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ
“Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad, 4/278. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 667).
Hadits ini benar sekali. Bagaimana mungkin seseorang dapat mensyukuri rizki yang banyak, rizki yang sedikit dan tetap terus Allah beri sulit untuk disyukuri? Bagaimana mau disyukuri? Sadar akan nikmat tersebut saja mungkin tidak terbetik dalam hati.
Kita Selalu Lalai dari 3 Nikmat
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan bahwa nikmat itu ada 3 macam.
Pertama, adalah nikmat yang nampak di mata hamba.
Kedua, adalah nikmat yang diharapkan kehadirannya.
Ketiga, adalah nikmat yang tidak dirasakan.
Ibnul Qoyyim menceritakan bahwa ada seorang Arab menemui Amirul Mukminin Ar Rosyid. Orang itu berkata, “Wahai Amirul Mukminin. Semoga Allah senantiasa memberikanmu nikmat dan mengokohkanmu untuk mensyukurinya. Semoga Allah juga memberikan nikmat yang engkau harap-harap dengan engkau berprasangka baik pada-Nya dan kontinu dalam melakukan ketaatan pada-Nya. Semoga Allah juga menampakkan nikmat yang ada padamu namun tidak engkau rasakan, semoga juga engkau mensyukurinya.” Ar Rosyid terkagum-kagum dengan ucapan orang ini. Lantas beliau berkata, “Sungguh bagus pembagian nikmat menurutmu tadi.” (Al Fawa’id, Ibnul Qayyim, terbitan, Darul ‘Aqidah, hal. 165-166).
Itulah nikmat yang sering kita lupakan. Kita mungkin hanya tahu berbagai nikmat yang ada di hadapan kita, semisal rumah yang mewah, motor yang bagus, gaji yang wah, dsb. Begitu juga kita senantiasa mengharapkan nikmat lainnya semacam berharap agar tetap istiqomah dalam agama ini, bahagia di masa mendatang, hidup berkecukupan nantinya, dsb. Namun, ada pula nikmat yang mungkin tidak kita rasakan, padahal itu juga nikmat.
Kesehatan Juga Nikmat
Bayangan kita barangkali, nikmat hanyalah uang, makanan dan harta mewah. Padahal kondisi sehat yang Allah beri dan waktu luang pun nikmat. Bahkan untuk sehat jika kita bayar butuh biaya yang teramat mahal. Namun demikianlah nikmat yang satu ini sering kita lalaikan.
Dua nikmat ini seringkali dilalaikan oleh manusia –termasuk pula hamba yang faqir ini-. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)
Ibnu Baththol rahimahullah mengatakan, ”Seseorang tidaklah dikatakan memiliki waktu luang hingga badannya juga sehat. Barangsiapa yang memiliki dua nikmat ini (yaitu waktu senggang dan nikmat sehat), hendaklah ia bersemangat, jangan sampai ia tertipu dengan meninggalkan syukur pada Allah atas nikmat yang diberikan. Bersyukur adalah dengan melaksanakan setiap perintah dan menjauhi setiap larangan Allah. Barangsiapa yang luput dari syukur semacam ini, maka dialah yang tertipu.”  (Dinukil dari Fathul Bari, 11/230)
Rizki Tidak Hanya Identik dengan Uang
Andai kita dan seluruh manusia bersatu padu membuat daftar nikmat Allah, niscaya kita akan mendapati kesulitan. Allah Ta’ala berfirman,
وَآتَاكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَتَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ الإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ(  إبراهيم
“Dan Dia telah memberimu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu sangat lalim dan banyak mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim: 34).
Bila semua yang ada pada kita, baik yang kita sadari atau tidak, adalah rizki Allah tentu semuanya harus kita syukuri. Namun bagaimana mungkin kita dapat mensyukurinya bila ternyata mengakuinya sebagai nikmat atau rejeki saja tidak?
Saudaraku! kita pasti telah membaca dan memahami bahwa kunci utama langgengnya kenikmatan pada diri anda ialah sikap syukur nikmat. Dalam ayat suci Al Qur’an yang barangkali kita pernah mendengarnya disebutkan,
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7). Alih-alih mensyukuri nikmat, menyadarinya saja tidak. Bahkan dalam banyak kesempatan bukan hanya  tidak menyadarinya, akan tetapi malah mengingkari dan mencelanya. Betapa sering kita mencela angin, panas matahari, hujan dan berbagai nikmat Allah lainnya?
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan bahwa Al Fudhail bin ‘Iyadh mengisahkan: “Pada suatu hari Nabi Dawud ‘alaihissalam berdoa kepada Allah: Ya Allah, bagaimana mungkin aku dapat mensyukuri nikmat-Mu, bila ternyata sikap syukur itu juga merupakan kenikmatan dari-Mu? Allah menjawab doa Nabi Dawud ‘alaihissalam dengan berfirman: “Sekarang engkau benar-benar telah mensyukuri nikmat-Mu, yaitu ketika engkau telah menyadari bahwa segala nikmat adalah milikku.” (Dinukil dari Tafsir Ibnu Katsir)
Imam As Syafii berkata, “Segala puji hanya milik Allah yang satu saja dari nikmat-Nya tidak dapat disyukuri kecuali dengan menggunakan nikmat baru dari-Nya. Dengan demikian nikmat baru tersebutpun harus disyukuri kembali, dan demikianlah seterusnya.”  (Ar Risalah oleh Imam As Syafii 2)
Wajar bila Allah Ta’ala menjuluki manusia dengan sebutan “sangat lalim dan banyak mengingkari nikmat, sebagaimana disebutkan pada ayat di atas dan juga pada ayat berikut,
وَهُوَ الَّذِي أَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ إِنَّ الْإِنسَانَ لَكَفُورٌ
“Dan Dialah Allah yang telah menghidupkanmu, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (lagi), sesungguhnya manusia itu, benar-benar sering mengingkari nikmat.” (QS. Al Hajj: 66)
Artinya di sini, rizki Allah amatlah banyak dan tidak selamanya identik dengan uang. Hujan itu pun rizki, anak pun rizki dan kesehatan pun rizki dari Allah.
Surga dan Neraka pun Rizki yang Kita Minta
Sebagian kita menyangka bahwa rizki hanyalah berputar pada harta dan makanan. Setiap meminta dalam do’a mungkin saja kita berpikiran seperti itu. Perlu kita ketahui bahwa rizki yang paling besar yang Allah berikan pada hamba-Nya adalah surga (jannah). Inilah yang Allah janjikan pada hamba-hamba-Nya yang sholeh. Surga adalah nikmat dan rizki yang tidak pernah disaksikan oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah tergambarkan dalam benak pikiran. Setiap rizki yang Allah sebutkan bagi hamba-hamba-Nya, maka umumnya yang dimaksudkan adalah surga itu sendiri. Hal ini sebagaimana maksud dari firman Allah Ta’ala,
لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
“Supaya Allah memberi Balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh. mereka itu adalah orang-orang yang baginya ampunan dan rezki yang mulia.” (QS. Saba’: 4)
وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللهِ وَيَعْمَلْ صَالِحًا يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا قَدْ أَحْسَنَ اللهُ لَهُ رِزْقًا
“Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezki yang baik kepadanya.” (QS. Ath Tholaq: 11)
Teruslah bersyukur atas nikmat dan rizki yang Allah beri, apa pun itu meskipun sedikit. Yang namanya bersyukur adalah dengan meninggalkan saat dan selalu taat pada Allah. Abu Hazim mengatakan, “Setiap nikmat yang tidak digunakan untuk mendekatkan diri pada Allah, itu hanyalah musibah.” Mukhollad bin Al Husain mengatakan, “Syukur adalah dengan meninggalkan maksiat.” (‘Iddatush Shobirin, hal. 49, Mawqi’ Al Waroq)
Wallahu waliyyut taufiq.
@ KSU, Riyadh KSA
After Zhuhur, 3rd Dzulqo’dah 1432 H (01/10/2011)

sumber

Sesibuk Apa Kamu?

bismillahirahmnirahim.
kawanku semua yang dirahmati Allah, pernah aku beriskusi, apa yang bisa buat kita bahagia? dan ternyata dari sekian jawaban yang masuk, kebanyakan mereka menjawab” bahwa mereka akan merasa bahagia jika bisa membahagiakan orang lain” wow… ternyata mulia juga keinginan mereka. namun yang menjadi pertanyaanku sekarang, apakah kamu punya waktu untuk membahagiakan orang lain? sedangkan dirimu saja sibuk dengan waktumu, pekerjaanmu, aktivitasmu yang menuntut kamu ini dan itu? apakah bisa semua itu terwujud kawan?..
coba jawab? apalagi waktu yang begitu cepat terasa ? bagaiamankah kau sempat membahagiakan orang lain..

sebuah kisah renungan semoga engkau bisa menghargai waktumu…
Makin tua, aku makin menikmati Sabtu pagi. Mungkin karena adanya keheningan sunyi senyap sebab aku yang pertama bangun pagi, atau mungkin juga karena tak terkira gembiraku sebab tak usah masuk kerja. Apapun alasannya, beberapa jam pertama Sabtu pagi amat menyenangkan.
Beberapa minggu yang lalu, aku agak memaksa diriku ke dapur dengan membawa secangkir kopi hangat di satu tangan dan koran pagi itu di tangan lainnya. Apa yang biasa saya lakukan di Sabtu pagi, berubah menjadi saat yang tak terlupakan dalam hidup ini. Begini kisahnya.
Aku keraskan suara radioku untuk mendengarkan suatu acara Bincang-bincang Sabtu Pagi. Aku dengar seseorang agak tua dengan suara emasnya. Ia sedang berbicara mengenai seribu kelereng kepada seseorang di telpon yang dipanggil “Tom”. Aku tergelitik dan duduk ingin mendengarkan apa obrolannya.


“Dengar Tom, kedengarannya kau memang sibuk dengan pekerjaanmu. Aku yakin mereka menggajimu cukup banyak, tapi kan sangat sayang sekali kau harus meninggalkan rumah dan keluargamu terlalu sering. Sulit kupercaya kok ada anak muda yang harus bekerja 60 atau 70 jam seminggunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk menonton pertunjukan tarian putrimu pun kau tak sempat”.

Ia melanjutkan : “Biar kuceritakan ini, Tom, sesuatu yang membantuku mengatur dan menjaga prioritas apa yang yang harus kulakukan dalam hidupku”.

Lalu mulailah ia menerangkan teori “seribu kelereng” nya.” Begini Tom, suatu hari aku duduk-duduk dan mulai menghiitung-hitung. Kan umumnya orang rata-rata hidup 75 tahun. Ya aku tahu, ada yang lebih dan ada yang kurang, tapi secara rata-rata umumnya kan sekitar 75 tahun. Lalu, aku kalikan 75 ini dengan 52 dan mendapatkan angka 3900 yang merupakan jumlah semua hari Sabtu yang rata-rata dimiliki seseorang selama hidupnya. Sekarang perhatikan benar-benar Tom, aku mau beranjak ke hal yang lebih penting”.

“Tahu tidak, setelah aku berumur 55 tahun baru terpikir olehku semua detail ini”, sambungnya, “dan pada saat itu aku kan sudah melewatkan 2800 hari Sabtu. Aku terbiasa memikirkan, andaikata aku bisa hidup sampai 75 tahun, maka buatku cuma tersisa sekitar 1000 hari Sabtu yang masih bisa kunikmati”.

“Lalu aku pergi ketoko mainan dan membeli tiap butir kelereng yang ada. Aku butuh mengunjungi tiga toko, baru bisa mendapatkan 1000 kelereng itu. Kubawa pulang, kumasukkan dalam sebuah kotak plastik bening besar yang kuletakkan di tempat kerjaku, di samping radio. Setiap Sabtu sejak itu, aku selalu ambil sebutir kelereng dan membuangnya”.

“Aku alami, bahwa dengan mengawasi kelereng-kelereng itu menghilang, aku lebih memfokuskan diri pada hal-hal yang betul-betul penting dalam hidupku. Sungguh, tak ada yang lebih berharga daripada mengamati waktumu di dunia ini menghilang dan berkurang, untuk menolongmu membenahi dan meluruskan segala prioritas hidupmu”.

“Sekarang aku ingin memberikan pesan terakhir sebelum kuputuskan teleponmu dan mengajak keluar istriku tersayang untuk sarapan pagi. Pagi ini, kelereng terakhirku telah kuambil, kukeluarkan dari kotaknya. Aku berfikir, kalau aku sampai bertahan hingga Sabtu yang akan datang, maka Allah telah meberi aku dengan sedikit waktu tambahan ekstra untuk kuhabiskan dengan orang-orang yang kusayangi”.

“Senang sekali bisa berbicara denganmu, Tom. Aku harap kau bisa melewatkan lebih banyak waktu dengan orang-orang yang kau kasihi, dan aku berharap suatu saat bisa berjumpa denganmu. Selamat pagi!”

Saat dia berhenti, begitu sunyi hening, jatuhnya satu jarumpun bisa terdengar ! Untuk sejenak, bahkan moderator acara itupun membisu. Mungkin ia mau memberi para pendengarnya, kesempatan untuk memikirkan segalanya. Sebenarnya aku sudah merencanakan mau bekerja pagi itu, tetapi aku ganti acara, aku naik ke atas dan membangunkan istriku dengan sebuah kecupan.

“Ayo sayang, kuajak kau dan anak-anak ke luar, pergi sarapan”. “Lho, ada apa ini…?”, tanyanya tersenyum. “Ah, tidak ada apa-apa, tidak ada yang spesial”, jawabku, “Kan sudah cukup lama kita tidak melewatkan hari Sabtu dengan anak-anak ? Oh ya, nanti kita berhenti juga di toko mainan ya?

Aku butuh beli kelereng.”
Dari setiap satu kelereng yang telah terbuang, apakah yang telah anda dapatkan ?
Apakah ……..
kesedihan
keraguan
kebosanan
rasa marah
putus asa
hambatan
permusuhan
pesimis
kegagalan ?
ataukah …….
kebahagiaan
kepercayaan
antusias
cinta kasih
motivasi
peluang
persahabatan
optimis
kesuksesan ?
kwanku semua yang berbahagia..

Sadar tidak sadar, manusia hidup dengan ketergantungan terhadap waktu. Hidup manusia dipengaruhi oleh waktu tapi manusia tak mampu mempengaruhi waktu. Waktu itu krusial. Waktu itu tak dapat dirubah, dan waktu bahkan mampu ‘membunuh’ manusia. Oleh karena itu, waktu begitu berharga dalam hidup manusia.

Tapi, adakah manusia peduli terhadap waktu. Apakah manusia tak pernah sadar, bahwa waktu itu begitu penting dalam kehidupan manusia? Banyak orang yang begitu meremehkan betapa bernilainya waktu, walau hanya 1 detik saja. Banyak orang yang menganggap sepele akan waktu.

Seharusnya kita tahu, bahwa waktu itu terus berjalan. Waktu akan terus menuntut kita untuk bisa pandai dalam memanfaatkan waktu karena waktu tak dapat diputar kembali.
Hargai waktu, manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, jangan sampai kita menyesal di kemudian hari.
Waktu akan berlalu dengan cepat. Tidak banyak kelereng yang tersisa dalam kantong anda saat ini. Gunakan secara bijak untuk memberikan kebahagiaan yang lebih baik bagi anda sendiri, keluarga, dan lingkungan anda. Tak seorangpun tahu, kapan waktu mulai bergerak
Dan entah kapan sang waktu berhenti berjalan
Yang pasti, sampai detik ini dia terus bergerak dan terus bergulir
Entah Anda menghargai waktu dengan memanfaatkan sebaik-baiknya?
Atau selalu menyia-nyiakan waktu dengan aktivitas yang tidak bermanfaat?

 Dia tetap dia
Dan terus berjalan tanpa memihak kepada siapapun, tanpa membantu siapapun
Tetapi dia bernilai untuk siapapun
Dia tidak pernah kalah dan tidak akan usang
Dia selalu baru, selalu segar dan tegar. Hanya kitalah sebagai manusia lambat atau cepat, pasti akan termakan oleh proses sang waktu
 Waktu untuk kehidupan seseorang manusia tidak lama dan sangat terbatas
Maka sepantasnya harus kita isi kehidupan ini dengan produktivitas yang sangat bermanfaat
Baik dari diri pribadi dan bagi manusia-manusia lainnya.
Kesadaran akan nilai waktu harus selalu diingatkan
Dipelihara dengan rasa syukur yang besar terhadap Sang Pencipta
Dengan demikian, kita akan menghargai nilai keberadaan sang waktu
dan nilai-nilai diri kita sebagai manusia sehingga kita akan selalu berusaha
untuk dapat menikmati proses waktu itu dengan kualitas kehidupan
yang makin lama makin indah, nikmat, bahagia dan sangat berarti…
Untuk memahami makna SATU TAHUN, tanyalah pada siswa yang tidak naik kelas
Untuk memahami makna SATU BULAN, tanyalah pada ibu yang melahirkan bayi prematur
Untuk memahami makna SATU MINGGU, tanyalah pada editor majalah mingguan
Untuk memahami makna SATU HARI, tanyalah pada pekerja dengan gaji harian
Untuk memahami makna SATU JAM, tanyalah pada gadis yang sedang menunggu kekasihnya
Untuk memahami makna SATU MENIT, tanyalah pada seseorang yang ketinggalan kereta
Untuk memahami makna SATU DETIK, tanyalah pada seseorang yang selamat dari kecelakaan
Untuk memahami makna SATU MILI DETIK, tanyalah pada pelari peraih medali perak Olimpiade 


Lama dan sebentar, itu adalah pengertian tentang waktu, namun sadarkah kita bahwa waktu terus berlalu?

Kehidupan berjalan terus beriringan dengan Sang Waktu. Sudahkah kita menggunakan waktu yang kita miliki untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat?

semoga bermanfaat

sumber

13/05/12

Terbang Bersama Keheningan

Berat, itulah kata yang bisa mewakili tantangan hidup kekinian. Orang miskindihadang penyakit di sana-sini. Orang kaya alisnya dibikin berkerut oleh berbagaimasalah. Sebagian malah sudah dipenjara, sebagian lagi menuggu giliran untukberistirahat di tempat yang sama. Manusia biasa menggendong berbagai beban kesana ke mari (dari mencari nafkah, menyekolahkan anak sampai dengan mempersiapkan hari tua), pejabat maupun pengusaha juga serupa: senantiasa ditemani masalah kemanapun ia pergi. Di desa banyak orang mengeluh, luas tanah tetap namun jumlah manusia senantiasa tambah banyak. Sehingga setiap tahun memunculkan tantangan penciptaan lapangan kerja. Bila tidak terselesaikan ia bisa lari kemana-mana. Dari kejahatan sampai dengan kekerasan.

Digabung menjadi satu, jadilah kehidupan berwajah serba berat di sana-sini. Tidak saja di negara berkembang, di negara maju sekali pun tantangannya serupa.Kemajuan ekonomi Jepang yang demikian fantastis tidak bisa mengerem angka bunuh diri. Kemajuan peradaban Amerika tidak membuat negara ini berhenti menjadi konsumen obat tidur per kapita paling tinggi di dunia. Jangankan berbicara negeri Afrika seperti Botswana. Rata-rata harapan hidup hanya 30-an tahun. Orang dewasa di sana lebih dari 80 persen positif terjangkit HIV. Sehingga menimbulkan pertanyaan,"Demikian beratkah beban manusia untuk hidup?"Ada sahabat yang menghubungkan beratnya hidup manusia dengan hukum gravitasinya Newton yang berpengaruh itu. Sudah menjadi pengetahuan publik,kalau Newton menemukan hukum ini ketika duduk di bawah pohon apel, dan tiba-tiba buahnya jatuh.Sehingga Newton muda berspekulasi ketika itu, ada serangkaian hukum berat (baca:gravitasi) yang membuat semua benda jatuh ke bawah.

Sahabat ini bertanya lebih dalam, "kalau gravitasi yang menarik apel jatuh ke bawah, lantas hukum apa yang membawanya naik ke puncak pohon apel?" Dengan jernih ia menyebut "The law of levitation" (hukum penguapan). Kalau gravitasi menarik apel ke bawah, penguapan menariknya ke arah atas. Dalam bahasa yang lugas sekaligus cerdas, sahabat ini mengaitkan kedua hukum fisika ini ke dalam dua hukum kehidupan: "Hate is under the law of gravity, love isunder the law of levitation." Kebencian berkait erat dengan gravitasi karena mudah sekali membuat manusia hidup serba berat dan ditarik ke bawah. Cinta berkaitandengan gerakan-gerakan ke atas. Karena hanya cinta yang membuat manusiaringan dan terbang ke atas.

Sungguh sebuah bahan renungan kehidupan yang cerdas dan bernas. Kembali ke soal hidup manusia yang serba berat, tidak ada manusia yang bebas sepenuhnya dari masalah. Bahkan ada yang menyederhanakan kehidupan dengan sebuah kata: penderitaan! Hanya saja kebencian berlebihan yang membuat semua ini menjadi semakin berat dan semakin berat lagi. Ada yang benci pada diri sendiri,ada yang membenci orang tua, suami, istri, teman, tetangga, atasan kerja, sampai dengan ada yang membenci Tuhan. Perhatikan wajah-wajah manusia kekinian yang miskin senyum, yang mudah tersinggung, yang senantiasa minta diperhatikan, penerimaan bulanan yang serba kurang, dan masih bisa ditambah lagi dengan yang lain. Semuanya berakar pada yang satu: kebencian! Sehingga mudah dimengerti kalau perjalanan hidup seperti buah apel, semakin tua semakin berat dan semakin ditarik ke bawah.

Terinspirasi dari sinilah, kemudian sejumlah guru mengurangi sesedikit mungkin berjalan dalam hidup dengan beban-beban kebencian. Dan mencoba menarik kehidupan ke atas menggunakan sayap-sayap cinta. Semua perjalanan cinta mulai dari sini: mencintai kehidupan. Makanya sahabat-sahabat penekun meditasi Vipasana berkonsentrasi pada keluar masuknya nafas. Tidak saja karena membuatmanusia mudah terhubung dengan hidup, tetapi berpelukan penuh cinta dengankehidupan. Dan segelintir penekun Vipasana yang telah berjalan amat jauh,kemudian mengalami cosmic orgasm.

Semacam orgasme kosmik yang ditandai oleh terlihatnya keindahan di mana-mana. Karena semuanya terlihat serba indah, tidakada lagi dorongan untuk mencari jawaban. Bahkan pertanyaan sekalipun sudah lenyap dari kepala. Ini yang disebut seorang guru dengan terbang bersama keheningan. Ada yang menyebut ini dengan emptiness. Sebuah terminologi timur yang amat susah untuk dijelaskan dengan kata-kata manusia. Namun Dainin Katagiri dalam Returning to Silence, menyebutkan: "The final goal is that we should not beobsessed with the result, whether good, bad or neutral.

"
Keseluruhan upaya untuktidak terikat dengan hasil. Itulah keheningan. Sehingga yang tersisa persis sepertihukum alam: kerja, kerja dan kerja. Dalam kerja seperti ini, manusia seperti matahari.Ditunggu tidak ditunggu, besok pagi ia terbit. Ada awan tidak ada awan, mataharitetap bersinar. Disukai atau dibenci, sore hari dimana pun ia akan terbenam.Mirip dengan matahari yang tugasnya berbeda dengan awan dan bintang. Kitamanusia juga serupa. Pengusaha bekerja di perusahaan. Penguasa bekerja dipemerintahan. Pekerja bekerja di tempat masing-masing. Penulis menulis. Pertapabertapa. Pencinta yoga beryoga. Pengagum meditasi bermeditasi. Semuanya adatempatnya masing-masing. Ada satu hal yang sama di antara mereka: "Menjadisemakin sempurna di jalan kerja". Soal hasil, sudah ada kekuatan amat sempurnayang sudah mengaturnya. Keinginan apalagi kebencian, hanya akan membuatnya jadi berat dan terlempar ke bawah.

*Penulis: Gede Prama, Penerbit: PT Elex Media Komputindo

08/05/12

ZAKAT

“ ZAKAT “


PENDAHULUAN :

   ☺  Islam adalah agama saling tolong menolong dan saling mencukupi .

Islam merupakan aturan yang sempurna serta menyeluruh. Allah memulyakan manusia dengannya supaya manusia hidup sejahtera (bahagia) dibumi ini. Kebahagiaan itu hanya bisa sempurna dengan cara Allah memberikan petunjuk untuk mencintai islam terlebih dahulu kemudian mengetahui bahwa dia adalah hamba milik tuhan yang maha Esa yang mempunyai sifat yang sempurna yakni Allah Azza Wajalla kemudian jelasnya sebab-sebab kehidupan yang mulia dari sekelilingnya yang memungkinkan yakni mengerjakan ibadah kepada Allah. Sebab-sebab kehidupan yang mulia itu tidak akan sempurna kecuali dengan jalan tolong menolong dan saling mencukupi,atas dasar toleransi yang saling timbal balik,bukan dengan cara memusnahkan satu sama lain dengan penganiayaan atau pendengkian.

     ☺ Makna zakat

Zakat diambil dari kata زكا يزكو   yang berarti bertambah dan berkembang.
Kata zakat juga digunakan dengan makna thoharoh yakni mensucikan dari kotoran.
Kemudian kalimat zakat secara istilah syariat islam berlaku bagi kadar tertentu dari sebagian jenis harta. Pentashorupan harta itu wajib untuk golongan tertentu ketika sempurna syarat-syaratnya. Harta ini dinamakan zakat karena harta yang dizakati dapat bertambah sebab barokah mengeluarkan zakat dan do’a orang yang menerimanya. Karena zakat itu ada dengan cara menetapkan kesucian harta-harta tambahan dari syubhat ,membersihkan harta dari hak-hak yang berkaitan dengan harta tersebut dan dengan bentuk tertentu berupa hak-hak orang yang membutuhkan.

     ☺ Sejarah disyari’atkannya zakat

Menurut qoul shoheh,zakat itu disyari’atkan pada tahun ke-2 hijrahnya nabi SAW kemadinah setelah difardhukannya puasa ramadhan .*tahun 623 M sebelum syara’ menentukan harta-harta yang wajib dizakati dan kadarnya yakni sebelum syara’ menentukan aturan yang jelas bagi zakat mal.nabi mengumumkan di hadapan para sahabat beberapa kewajiban islam,diantara butiran tutur kata nabi pada hari itu adalah kewajiban mengeluarkan zakat nafs (zakatul fithri) yang terkenal dengan nama zakat fithrah. Nabi mengumumkannya pada dua hari sebelum hari raya idul fithri.(zakat fithrah),adapun zakat mal telah difardhukan Allah sejak permulaan islam sebelum nabi SAW berhijrah kemadinah,hanya saja pada awalnya zakat difardhukan tanpa ditentukan kadarnya dan tanpa diterangkan dengan jelas harta yang wajib dizakati,keadaan demikian berlangsung hingga tahun kedua dari hijrah,yang menerimanya pun hanya faqir miskin saja.pada tahun kedua dari hijrah bersamaan yakni tahun 623 M barulah syara’ menentukan harta-harta yang dizakati serta kadarnya. Dengan demikian sebagian ulama berpendapat bahwa zakat itu difardhukan sejak dari tahun kedua dari hijrahnya nabi kemadinah. ( * tambahan)


     ☺ Hukum dan Dalil zakat

Zakat termasuk rukun dari pentingnya beberapa rukun islam, zakat itu berasal dari dalil-dalil qoth’i yakni hukum-hukum jelas yang digunakan,yang  diketahui dari agama dengan pasti (berupa Al-qur’an dan hadits mutawatir)pada tuntutan dan ketetapannya.
Dalil zakat dari Al-qur’an :
Allah SWT berfirman : “Dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat” (Al-baqoroh : 43)
Perintah tentang zakat itu diulang-ulang didalam Al-qur’an pada banyak ayat sebagaimana yang disebutkan pada 32 tempat. Sedangkan kalimat zakat yang bersamaan dengan sholat itu sebanyak 82 kali.
Dalil zakat dari hadits :
Nabi SAW bersabda : “islam dibangun diatas lima pilar yakni kesaksian bahwa tiada tahan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah,mendirikan sholat,menunaikan zakat,haji dan puasa ramadhan” .

    ☺  Beberapa Hikmah dan Faedah zakat

Zakat itu mempunyai beberapa faedah dan hikmah yang sulit meringkas pembahasannya pada kitab yang ringkas ini. Zakat pada hakikatnya itu membawa kepada kemaslahatan orang yang memberi dan menerima, kemaslahatan pribadi serta masyarakat, sebagian hikmah & faedahnya yakni :
  1. zakat akan menjadikan orang yang memberi zakat itu dermawan,menghilangkan sifat dan perbuatan bakhil dari dirinya khususnya ketika orang yang zakat itu sedang merasakan dampak sifat atau perbuatan tersebut serta mengingatkan bahwa zakat itu akan lebih banyak menambah harta dari harta yang dikeluarkan.
  2.  zakat akan memperkuat tali persaudaraan dan kasih sayang antara pemberi zakat dan orang sekitarnya. Ketika rukun islam ini yakni zakat sudah tersiar dimasyarakat dan sudah dilaksanakan oleh setiap muslim maka zakat mal wajib dengan cara menunaikannya kepada mustahiq  serta sudah tercipta kasih sayang yang sempurna diantara golongan dan jama’ah muslimin serta individunya. Tanpa kasih sayang ini tidak akan sempurna sikap gotong royong diantara unsur masyarakat. Wujud dari solidaritas yaitu hendaknya masyarakat saling berpegang erat seperti sebuah bangunan bahkan harus saling simpati dan saling menyayangi seperti satu jasad.
  3. zakat itu akan menjaga persamaan derajat bagi individu masyarakat ketika ditemukan tempat dan sebab-sebab dari keadaan yang mengurangi perpecahan masyarakat atau membuka jalan kebutuhan & kesusahan masyarakat.
  4. zakat itu menghilangkan beberapa perbuatan bathil serta sebab-sebabnya dan sebab terpenting dari zakat adalah adanya kefaqiran yang mana sang faqir tidak mempunyai sedikitpun harta untuk membuka usaha,sedangkan pensyari’atan zakat itu ada ketika sesuai aturannya maka termasuk hak sang faqir disini untuk mengambil harta zakat untuk membuka usaha sesuai pengalaman dan pengetahuannya.  
  5. zakat sebagai salah satu jalan untuk membersihkan hati dari dengki,iri,dan dendam.sifat ini merupakan kotoran yang membahayakan yang tidak tersebar dimasyarakat kecuali ketika samarnya sesuatu yang dhohir yakni rasa saling menyayangi,tolong menolong,dan mengasihi. Sesuatu yang dhohir ini bukan berupa perkataan tetapi berupa kenyataan yang harus menyentuh perasaan.

Hukum Orang Yang Meninggalkan Zakat

  1. Hukum orang yang meninggalkan zakat karena mengingkari kewajiban zakat. Dia mengetahui bahwa zakat itu termasuk rukun islam ketiga setelah syahadat dan sholat oleh karena itu para ulama sepakat bahwa orang yang mengingkari zakat dan mengingkari kefardhuannya maka dia kafir dan murtad dari agama islam serta halal darahnya jika dia tidak bertaubat. Demikian itu karena zakat termasuk perkara yang harus diketahui kefardhuannya
  2. Hukum orang yang meninggalkan zakat karena bakhil dan kikir. Adapun orang yang meninggalkan zakat dan dia mengetahui kewajiban zakat maka dia fasik dan berdosa yang mana memperoleh siksaan yang pedih diakhirat. Adapun didunia maka dia dipaksa untuk mengeluarkan zakat. Dan jika susah dalam pengambilan zakat tersebut serta malah mencegah orang yang mau mengambilnya maka bagi hakim yang muslim boleh membunuhnya untuk melaksanakan syari’at Allah.

Orang Yang Wajib Zakat    

  ۩  Syarat dan kewajiban zakat
             Zakat wajib bagi orang yang memenuhi syarat-syarat berikut :
  1. Islam, maka zakat itu tidak wajib bagi orang kafir sebagai tuntutan kewajiban didunia. Maka tuntutan zakat itu diatur pada kewajiban memenuhi ajakan dan awal masuk islamnya manusia, jelasnya yakni bahwasanya selain muslim itu tidak dituntut zakat mal didunia. Adapun zakat fithrah maka orang kafir wajib zakat untuk saudaranya yang muslim yang wajib di nafaqohinya .
  2.  Mencapai nishob yakni batas minimal harta yang akan dikeluarkan.
  3. sempurna mencapai haul qomariyah. Maka tidak ada zakat pada harta kecuali setelah mencapai sempurna satu tahun. Dikecualikan dari syarat ini yaitu zakat biji-bijian,buah-buahan dan barang tambang yakni tidak disyaratkan haul bagi kewajiban zakat harta tersebut tapi zakat itu wajib ketika menghasilkan barang-barang tadi.

  ۩  Zakat pada harta anak kecil dan orang gila
            Ketahuilah bahwasanya pada kewajiban zakat harta tersebut tidak disyaratkan baligh,berakal dan pintarnya pemilik harta.

  ۩  Makna wajibnya zakat bagi anak kecil dan orang gila
            Bukan berarti bahwa anak kecil dan orang gila itu tertaklif oleh syara’ dengan mengeluarkan zakat dari harta keduanya sekiranya ketika tidak melaksanakannya maka salah satu dari keduanya mendapatkan siksa diakhirat, adapun makna bahwa kewajiban zakat yang berkaitan dengan harta anak kecil dan orang gila itu ketika sudah sempurna syarat-syaratnya,maka wajib bagi setiap walinya untuk mengeluarkan hak ini untuk kerabatnya sekiranya ketika sang wali tidak menunaikan zakat tersebut maka dia berdosa dan berhak menerima siksaan. Jika anak kecil atau orang gila itu tidak mempunyai wali maka wajib bagi anak kecil setelah baligh dan majnun setelah sembuh untuk mengeluarkan zakat tahun-tahun yang telah lewat atas tetapnya tanggungan baginya ketika sudah memenuhi syarat wajibnya zakat pada waktu itu.

  ۩  Dalil kewajiban zakat pada harta anak kecil dan orang gila
  1. Firman Allah SWT yang artinya : “ ambilah zakat dari sebagian harta mereka,dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka “ (At-taubah :103)
  2. Hadits nabi yang diriwayatkan imam bukhori dengan sanad dari abu baker ra :  “ini adalah ketentuan (kefardhuan) sedekah yang telah difardhukan Rasulullah SAW bagi para muslimin “.
Kata muslimin diatas masih umum yakni mencakup orang-orang yang baligh,berakal dan selainnya .الاصل بقاء العام علي عمومه  selama belum ada dalil syara’ yang mentakhsisnya.
  1. Hadits riwayat imam malik pada kitabnya Al-muwatta (1:251) dan hadits riwayat imam syafi’I pada kitabnya Al-umm (2:23-24).
  2. Diqiyaskan pada zakat fithrah. Maka ijma menetapkan wajibnya zakat fithrah bagi anak kecil dan orang gila. Dengan demikian anak kecil dan orang gila tidak tercegah dari kewajiban zakat fithrah bagi jiwa keduanya. Maka seyogyanyanya anak kecil dan orang gila tidak menghalangi zakat pada harta keduanya ketika sempurna syarat-syarat kewajiban zakatnya.
  3. Tujuan dari zakat adalah memenuhi kebutuhan orang faqir dan mensucikan harta untuk memisahkan hak-hak mustahiq dari harta tersebut,tidak melihat sifat pemilik harta,selaginya orang tersebut tetap seorang muslim yang tunduk kepada aturan agama islam secara umum.
  4. Zakat bukan termasuk ibadah badaniyah mahdhoh sampai dia memenuhi syarat-syarat taklif atau sampai berdamapak pada wajibnya zakat sampai mengurangi ahliyatul mukallaf. Hanya saja zakat termasuk ibadah yang ditinjau dari segi maliyah dan dibatasi oleh segi keseimbangan ekonomi serta jelasnya tanggungan kifayah. Maka sebaiknya bagi para muzakki untuk tunduk pada hal-hal tersebut.


الاسم : فطرة المطيعة

Cari Blog Ini

Halaman

Popular Posts

Advertisement

Responsive Advertisement