Tampilkan postingan dengan label aku kamu kita dan mereka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aku kamu kita dan mereka. Tampilkan semua postingan

17/05/12

Sesibuk Apa Kamu?

bismillahirahmnirahim.
kawanku semua yang dirahmati Allah, pernah aku beriskusi, apa yang bisa buat kita bahagia? dan ternyata dari sekian jawaban yang masuk, kebanyakan mereka menjawab” bahwa mereka akan merasa bahagia jika bisa membahagiakan orang lain” wow… ternyata mulia juga keinginan mereka. namun yang menjadi pertanyaanku sekarang, apakah kamu punya waktu untuk membahagiakan orang lain? sedangkan dirimu saja sibuk dengan waktumu, pekerjaanmu, aktivitasmu yang menuntut kamu ini dan itu? apakah bisa semua itu terwujud kawan?..
coba jawab? apalagi waktu yang begitu cepat terasa ? bagaiamankah kau sempat membahagiakan orang lain..

sebuah kisah renungan semoga engkau bisa menghargai waktumu…
Makin tua, aku makin menikmati Sabtu pagi. Mungkin karena adanya keheningan sunyi senyap sebab aku yang pertama bangun pagi, atau mungkin juga karena tak terkira gembiraku sebab tak usah masuk kerja. Apapun alasannya, beberapa jam pertama Sabtu pagi amat menyenangkan.
Beberapa minggu yang lalu, aku agak memaksa diriku ke dapur dengan membawa secangkir kopi hangat di satu tangan dan koran pagi itu di tangan lainnya. Apa yang biasa saya lakukan di Sabtu pagi, berubah menjadi saat yang tak terlupakan dalam hidup ini. Begini kisahnya.
Aku keraskan suara radioku untuk mendengarkan suatu acara Bincang-bincang Sabtu Pagi. Aku dengar seseorang agak tua dengan suara emasnya. Ia sedang berbicara mengenai seribu kelereng kepada seseorang di telpon yang dipanggil “Tom”. Aku tergelitik dan duduk ingin mendengarkan apa obrolannya.


“Dengar Tom, kedengarannya kau memang sibuk dengan pekerjaanmu. Aku yakin mereka menggajimu cukup banyak, tapi kan sangat sayang sekali kau harus meninggalkan rumah dan keluargamu terlalu sering. Sulit kupercaya kok ada anak muda yang harus bekerja 60 atau 70 jam seminggunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk menonton pertunjukan tarian putrimu pun kau tak sempat”.

Ia melanjutkan : “Biar kuceritakan ini, Tom, sesuatu yang membantuku mengatur dan menjaga prioritas apa yang yang harus kulakukan dalam hidupku”.

Lalu mulailah ia menerangkan teori “seribu kelereng” nya.” Begini Tom, suatu hari aku duduk-duduk dan mulai menghiitung-hitung. Kan umumnya orang rata-rata hidup 75 tahun. Ya aku tahu, ada yang lebih dan ada yang kurang, tapi secara rata-rata umumnya kan sekitar 75 tahun. Lalu, aku kalikan 75 ini dengan 52 dan mendapatkan angka 3900 yang merupakan jumlah semua hari Sabtu yang rata-rata dimiliki seseorang selama hidupnya. Sekarang perhatikan benar-benar Tom, aku mau beranjak ke hal yang lebih penting”.

“Tahu tidak, setelah aku berumur 55 tahun baru terpikir olehku semua detail ini”, sambungnya, “dan pada saat itu aku kan sudah melewatkan 2800 hari Sabtu. Aku terbiasa memikirkan, andaikata aku bisa hidup sampai 75 tahun, maka buatku cuma tersisa sekitar 1000 hari Sabtu yang masih bisa kunikmati”.

“Lalu aku pergi ketoko mainan dan membeli tiap butir kelereng yang ada. Aku butuh mengunjungi tiga toko, baru bisa mendapatkan 1000 kelereng itu. Kubawa pulang, kumasukkan dalam sebuah kotak plastik bening besar yang kuletakkan di tempat kerjaku, di samping radio. Setiap Sabtu sejak itu, aku selalu ambil sebutir kelereng dan membuangnya”.

“Aku alami, bahwa dengan mengawasi kelereng-kelereng itu menghilang, aku lebih memfokuskan diri pada hal-hal yang betul-betul penting dalam hidupku. Sungguh, tak ada yang lebih berharga daripada mengamati waktumu di dunia ini menghilang dan berkurang, untuk menolongmu membenahi dan meluruskan segala prioritas hidupmu”.

“Sekarang aku ingin memberikan pesan terakhir sebelum kuputuskan teleponmu dan mengajak keluar istriku tersayang untuk sarapan pagi. Pagi ini, kelereng terakhirku telah kuambil, kukeluarkan dari kotaknya. Aku berfikir, kalau aku sampai bertahan hingga Sabtu yang akan datang, maka Allah telah meberi aku dengan sedikit waktu tambahan ekstra untuk kuhabiskan dengan orang-orang yang kusayangi”.

“Senang sekali bisa berbicara denganmu, Tom. Aku harap kau bisa melewatkan lebih banyak waktu dengan orang-orang yang kau kasihi, dan aku berharap suatu saat bisa berjumpa denganmu. Selamat pagi!”

Saat dia berhenti, begitu sunyi hening, jatuhnya satu jarumpun bisa terdengar ! Untuk sejenak, bahkan moderator acara itupun membisu. Mungkin ia mau memberi para pendengarnya, kesempatan untuk memikirkan segalanya. Sebenarnya aku sudah merencanakan mau bekerja pagi itu, tetapi aku ganti acara, aku naik ke atas dan membangunkan istriku dengan sebuah kecupan.

“Ayo sayang, kuajak kau dan anak-anak ke luar, pergi sarapan”. “Lho, ada apa ini…?”, tanyanya tersenyum. “Ah, tidak ada apa-apa, tidak ada yang spesial”, jawabku, “Kan sudah cukup lama kita tidak melewatkan hari Sabtu dengan anak-anak ? Oh ya, nanti kita berhenti juga di toko mainan ya?

Aku butuh beli kelereng.”
Dari setiap satu kelereng yang telah terbuang, apakah yang telah anda dapatkan ?
Apakah ……..
kesedihan
keraguan
kebosanan
rasa marah
putus asa
hambatan
permusuhan
pesimis
kegagalan ?
ataukah …….
kebahagiaan
kepercayaan
antusias
cinta kasih
motivasi
peluang
persahabatan
optimis
kesuksesan ?
kwanku semua yang berbahagia..

Sadar tidak sadar, manusia hidup dengan ketergantungan terhadap waktu. Hidup manusia dipengaruhi oleh waktu tapi manusia tak mampu mempengaruhi waktu. Waktu itu krusial. Waktu itu tak dapat dirubah, dan waktu bahkan mampu ‘membunuh’ manusia. Oleh karena itu, waktu begitu berharga dalam hidup manusia.

Tapi, adakah manusia peduli terhadap waktu. Apakah manusia tak pernah sadar, bahwa waktu itu begitu penting dalam kehidupan manusia? Banyak orang yang begitu meremehkan betapa bernilainya waktu, walau hanya 1 detik saja. Banyak orang yang menganggap sepele akan waktu.

Seharusnya kita tahu, bahwa waktu itu terus berjalan. Waktu akan terus menuntut kita untuk bisa pandai dalam memanfaatkan waktu karena waktu tak dapat diputar kembali.
Hargai waktu, manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, jangan sampai kita menyesal di kemudian hari.
Waktu akan berlalu dengan cepat. Tidak banyak kelereng yang tersisa dalam kantong anda saat ini. Gunakan secara bijak untuk memberikan kebahagiaan yang lebih baik bagi anda sendiri, keluarga, dan lingkungan anda. Tak seorangpun tahu, kapan waktu mulai bergerak
Dan entah kapan sang waktu berhenti berjalan
Yang pasti, sampai detik ini dia terus bergerak dan terus bergulir
Entah Anda menghargai waktu dengan memanfaatkan sebaik-baiknya?
Atau selalu menyia-nyiakan waktu dengan aktivitas yang tidak bermanfaat?

 Dia tetap dia
Dan terus berjalan tanpa memihak kepada siapapun, tanpa membantu siapapun
Tetapi dia bernilai untuk siapapun
Dia tidak pernah kalah dan tidak akan usang
Dia selalu baru, selalu segar dan tegar. Hanya kitalah sebagai manusia lambat atau cepat, pasti akan termakan oleh proses sang waktu
 Waktu untuk kehidupan seseorang manusia tidak lama dan sangat terbatas
Maka sepantasnya harus kita isi kehidupan ini dengan produktivitas yang sangat bermanfaat
Baik dari diri pribadi dan bagi manusia-manusia lainnya.
Kesadaran akan nilai waktu harus selalu diingatkan
Dipelihara dengan rasa syukur yang besar terhadap Sang Pencipta
Dengan demikian, kita akan menghargai nilai keberadaan sang waktu
dan nilai-nilai diri kita sebagai manusia sehingga kita akan selalu berusaha
untuk dapat menikmati proses waktu itu dengan kualitas kehidupan
yang makin lama makin indah, nikmat, bahagia dan sangat berarti…
Untuk memahami makna SATU TAHUN, tanyalah pada siswa yang tidak naik kelas
Untuk memahami makna SATU BULAN, tanyalah pada ibu yang melahirkan bayi prematur
Untuk memahami makna SATU MINGGU, tanyalah pada editor majalah mingguan
Untuk memahami makna SATU HARI, tanyalah pada pekerja dengan gaji harian
Untuk memahami makna SATU JAM, tanyalah pada gadis yang sedang menunggu kekasihnya
Untuk memahami makna SATU MENIT, tanyalah pada seseorang yang ketinggalan kereta
Untuk memahami makna SATU DETIK, tanyalah pada seseorang yang selamat dari kecelakaan
Untuk memahami makna SATU MILI DETIK, tanyalah pada pelari peraih medali perak Olimpiade 


Lama dan sebentar, itu adalah pengertian tentang waktu, namun sadarkah kita bahwa waktu terus berlalu?

Kehidupan berjalan terus beriringan dengan Sang Waktu. Sudahkah kita menggunakan waktu yang kita miliki untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat?

semoga bermanfaat

sumber

10/05/12

Fly Dreams of Memmory



Jangan pernah menyalahkan siapa-siapa,
Jangan pernah menyembunyikan sesuatu apabila memang kau menginginkannya,,,
Seseorang yang mengenal dekat denganku ZP (de zulaikha) ataupun orang2 yang kenal diriku,,,
Tapi semua itu ada dan datang selaras angin kencang bertiup kearah My Flydreams,,,
Aku merasa sangat bahagia, apabila engkau terlihat ceria sejernih tetesan embun pagi,,,
Aku merasa sangat bahagia, apabila engkau terlihat anggun dekat Lampu itu...

Beberapa Mimpiku tlah ungkapkan bahwa dirimu memang terbaik bagi MM,
Begitu juga sebaliknya MM memang terbaik bagi dirimu,
Tak ada perasaan berperang seperti virus dan antivirus bahkan server sekalipun,
Aku sadar bahwa dari mulai awal dirimu sudahlah mendekati bagianmu,,,
Engkau ingin serasa menjadi seorang Artis, dan ternyata ada jalan untuk bagaimana mendamba calon dari sekian mirip seorang artis,,,
Tak pernah ada niatan untuk memutuskan tali persaudaraan,,,
Hanya aku tak menginginkan keceriaanmu dan keceriaan dirinya terganggu oleh puluhan bait status terbaruku yang penuh dengan kesombongan,,,

Aku berharap engkau mampu membawa sebuah amanah pesanku,,,
Kau membuka celah sedikit daripadamu tanpaku membuka sedikit,,, engkau pun kan merasa sesal,,,
Kau membuka celah sedikit daripadamu tanpaku membuka sedikit,,, engkau pun kan merasa bersalah,,,
Aku hanya berharap seperti itu,,,
Percaya atau tidak percaya,,, itulah hakmu mengolah semua kebijaksanaan rumah tangga,,,

Sungguh, aku tak pernah bermaksud menghalangi prosesmu,,,
Sungguh, aku tak pernah bermaksud menghayutkan keceriaanmu,,,
Semua aku tuliskan karena aku merasa sangat bahagia,
Ketika aku tak memiliki daya, aku masih bisa tersenyum untuk kebahagiaan kalian,,,

“No one can go against destiny, everyting is already programming by god the almighty,,,
almost equal to death.”

“Tidak ada seorang pun yang menolak kehendak takdir, semua sudah terprogram di mega server  kitab Lauhful Mahfudz,,,
Hampir sama dengan kematian.”

Aku rasa engkau mengerti apa yang tlah kutuliskan diatas ini,
Bagiku untuk kalian Selamat yah, semoga kalian dapati dan raih sesuatu Cahaya & Lampu yang terang lagi kuat perangainya.


The Useless weak one, ZS88

Belajar untuk MELEPASKAN SESEORANG YANG BUKAN JODOH KITA

Disaat kamu ingin melepaskan seseorang..ingatlah pada saat kamu ingin mendapatkannya..

Disaat kamu mulai tidak mencintainya…ingatlah saat pertama kamu jatuh cinta padanya..

Disaat kamu mulai bosan dengannya…ingatlah selalu saat terindah bersamanya

Disaat kamu ingin menduakannya…bayangkan jika dia selalu setia,Saat kamu ingin membohonginya…ingatlah disaat dia jujur padamu,.Maka kamu akan merasakan arti dia untukmu..Jangan sampai disaat dia sudah tidak disisimu,Kamu baru menyadari semua arti dirinya untukmu..

Yang indah hanya sementara,yang abadi adalah kenangan,yang ikhlas hanya dari hati,Yang tulus hanya dari sanubari..Tidak mudah mencari yang hilang,Tidak mudah mengejar impian,Namun yg lebih susah mempertahankan yg ada Karena walaupun tergenggam bisa terlepas juga..Ingatlah pada pepatah,“Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai,maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini”

Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif….Hidup bagaikan mimpi,seindah apapun,begitu bangun semuanya sirna tak berbekas,Rumah mewah bagai istana,harta benda yang tak terhitung,kedudukan,dan jabatan yg luar biasa,namun…Ketika nafas terakhir tiba,sebatang jarum pun tak bisa dibawa pergi

Sehelai benang pun tak bisa dimiliki,Apalagi yang mau diperebutkan,Apalagi yang mau disombongkan..Maka jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani

Jangan terlalu perhitungan,jangan hanya mau menang sendiri,jangan suka sakiti sesama apalagi terhadap mereka yang berjasa bagi kita,Belajarlah tiada hari tanpa kasih,Selalu berlapang dada dan mengalah Hidup ceria,bebas leluasa…Tak ada yang tak bisa di ikhlaskan….Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan .Tak ada dendam yang tak bisa terhapus…

Bismillahirrohmannirrohim.
....
Ya Allah..YaTuhan kami..bila pendamping kami telah Engkau lahirkan,Gerakan hatinya tuk menuju hati kami,Pertemukanlah kami dalam sebaik-baiknya pertemuan tuk menuju Ridha-Mu..Kerana Engkaulah yg berhak atas hati hamba2-Mu..Dan Engkau jua yg kuasa membolak balikannya..

Ya Rabb,bila dia jauh,dekatkanlah..Eratkan hati kami dalam ikatan kerana-Mu,tautkan hati kami dgn hatinya yg sama2 mengharap & mendamba sebuah keinginan menuju ridha-Mu..

Ya Allah...Yang Maha Pecinta..Pemilik cinta sejati,bila mana cintaku kau ciptakan utk dia..Tabahkan hatinya..Teguhkan imannya..Tegarkan penantiannya..

Ya Rabb...Sang Pemilik Hati..bila hati kami KAU ciptakan untuk dia,Penuhi hatinya dgn Kasih-Mu,Terangi langkahnya dgn Cahaya-Mu,Limpahkan kelapangan di kalbunya dgn kesabaran,Temani dia dalam kesepian..

Ya Rabbi,Tiada tempat kami bersandar Selain pada-Mu..kami titipkan cinta kami pada-Mu untuknya..kami titipkan sayang kami pada-Mu untuknya..Kami titipkan rindu kami pada-Mu untuknya..Mekarkan cintaku bersama cintanya..Satukan hidup kami & hidupnya dlm Cinta-Mu..

Rabb....Kami yakin bila saatnya sudah menghampiri,Pasti kebahagiaan itu kami dapati..Mohon beri kami kekuatan dan kesabaran dlm penantian kami..

Ya ALLOH..kirimkan dia yg dpt membawa kebaikan,Baik bagi dunia kami,akhirat kami dan agama kami..Agar kami sama2 berjama'ah tuk tetap Menuju-Mu..bimbinglah hati kami,Kuatkan hati kami..Penuhilah dengan Rahmat & kasih sayang-Mu..Aamiin ya Rabb...

Semoga bermanfaat untuk kita semua

05/01/12

Belajar Dari Wajah



 
K.H. Abdullah Gymnastiar
 

Menarik sekali jikalau kita terus menerus belajar tentang fenomena apapun yang terjadi dalam hiruk-pikuk kehidupan ini. Tidak ada salahnya kalau kita buat semacam target. Misalnya : hari ini kita belajar tentang wajah. Wajah? Ya, wajah. Karena masalah wajah bukan hanya masalah bentuknya, tapi yang utama adalah pancaran yang tersemburat dari si pemilik wajah tersebut.

Ketika pagi menyingsing, misalnya, tekadkan dalam diri : "Saya ingin tahu wajah yang paling menenteramkan hati itu seperti apa? Wajah yang paling menggelisahkan itu seperti bagaimana?" karena pastilah hari ini kita akan banyak bertemu dengan wajah orang per orang. Ya, karena setiap orang pastilah punya wajah. Wajah irtri, suami, anak, tetangga, teman sekantor, orang di perjalanan, dan lain sebagainya. Nah, ketika kita berjumpa dengan siapapun hari ini, marilah kita belajar ilmu tentang wajah.

Subhanallaah, pastilah kita akan bertemu dengan beraneka macam bentuk wajah. Dan, tiap wajah ternyata dampaknya berbeda-beda kepada kita. Ada yang menenteramkan, ada yang menyejukkan, ada yang menggelikan, ada yang menggelisahkan, dan ada pula yang menakutkan. Lho, kok menakutkan? Kenapa? Apa yang menakutkan karena bentuk hidungnya? Tentu saja tidak! Sebab ada yang hidungnya mungil tapi menenteramkan. Ada yang sorot matanya tajam menghunjam, tapi menyejukkan. Ada yang kulitnya hitam, tapi penuh wibawa.

Pernah suatu ketika berjumpa dengan seorang ulama dari Afrika di Masjidil Haram, subhanallaah, walaupun kulitnya tidak putih, tidak kuning, tetapi ketika memandang wajahnya... sejuk sekali! Senyumnya begitu tulus meresap ke relung qolbu yang paling dalam. Sungguh bagai disiram air sejuk menyegarkan di pagi hari. Ada pula seorang ulama yang tubuhnya mungil, dan diberi karunia kelumpuhan sejak kecil. Namanya Syekh Ahmad Yassin, pemimpin spiritual gerakan Intifadah, Palestina. Ia tidak punya daya, duduknya saja di atas kursi roda. Hanya kepalanya saja yang bergerak. Tapi, saat menatap wajahnya, terpancar kesejukan yang luar biasa. Padahal, beliau jauh dari ketampanan wajah sebagaimana yang dianggap rupawan dalam versi manusia. Tapi, ternyata dibalik kelumpuhannya itu beliau memendam ketenteraman batin yang begitu dahsyat, tergambar saat kita memandang sejuknya pancaran rona wajahnya.

Nah, saudaraku, kalau hari ini kita berhasil menemukan struktur wajah seseorang yang menenteramkan, maka caru tahulah kenapa dia sampai memiliki wajah yang menenteramkan seperti itu. Tentulah, benar-benar kita akan menaruh hormat. Betapa senyumannya yang tulus; pancaran wajahnya, nampak ingin sekali ia membahagiakan siapapun yang menatapnya. Dan sebaliknya, bagaimana kalau kita menatap wajah lain dengan sifat yang berlawanan; (maaf, bukan bermaksud meremehkan) ada pula yang wajahnya bengis, struktur katanya ketus, sorot matanya kejam, senyumannya sinis, dan sikapnya pun tidak ramah. Begitulah, wajah-wajah dari saudara-saudara kita yang lain, yang belum mendapat ilmu; bengis dan ketus. Dan ini pun perlu kita pelajari.

Ambillah kelebihan dari wajah yang menenteramkan, yang menyejukkan tadi menjadi bagian dari wajah kita, dan buang jauh-jauh raut wajah yang tidak ramah, tidak menenteramkan, dan yang tidak menyejukkan.

Tidak ada salahnya jika kita evalusi diri di depan cermin. Tanyalah; raut seperti apakah yang ada di wajah kita ini? Memang ada diantara hamba-hamba Allah yang bibirnya di desain agak berat ke bawah. Kadang-kadang menyangkanya dia kurang senyum, sinis, atau kurang ramah. 

Subhanallaah, bentuk seperti ini pun karunia Allah yang patut disyukuri dan bisa jadi ladang amal bagi siapapun yang memilikinya untuk berusaha senyum ramah lebih maksimal lagi.

Sedangkan bagi wajah yang untuk seulas senyum itu sudah ada, maka tinggal meningkatkan lagi kualitas senyum tersebut, yaitu untuk lebih ikhlas lagi. Karena senyum di wajah, bukan hanya persoalan menyangkut ujung bibir saja, tapi yang utama adalah, ingin tidak kita membahagiakan orang lain? Ingin tidak kita membuat di sekitar kita tercahayai? Nabi Muhammad SAW, memberikan perhatian yang luar biasa kepada setiap orang yang bertemu dengan beliau sehingga orang itu merasa puas. Kenapa puas? Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW – bila ada orang yang menyapanya – menganggap orang tersebut adalah orang yang paling utama di hadapan beliau. Sesuai kadar kemampuannya.

Walhasil, ketika Nabi SAW berbincang dengan siapapun, maka orang yang diajak berbincang ini senantiasa menjadi curahan perhatian. Tak heran bila cara memandang, cara bersikap, ternyata menjadi atribut kemuliaan yang beliau contohkan. Dan itu ternyata berpengaruh besar terhadap sikap dan perasaan orang yang diajak bicara.

Adapun kemuramdurjaan, ketidakenakkan, kegelisahan itu muncul ternyata diantara akibta kita belum menganggap orang yang ada dihadapan kita orang yang paling utama. Makanya, terkadang kita melihat seseorang itu hanya separuh mata, berbicara hanya separuh perhatian. Misalnya, ketika ada seseorang yang datang menghampiri, kita sapa orang itu sambil baca koran. Padahal, kalau kita sudah tidak mengutamakan orang lain, maka curahan kata-kata, cara memandang, cara bersikap, itu tidak akan punya daya sentuh. Tidak punya daya pancar yang kuat.

Orang karena itu, marilah kita berlatih diri meneliti wajah, tentu saja bukan maksud untuk meremehkan. Tapi, mengambil tauladan wajah yang baik, menghindari yang tidak baiknya, dan cari kuncinya kenapa sampai seperti itu? Lalu praktekkan dalam perilaku kita sehari-hari. Selain itu belajarlah untuk mengutamakan orang lain!

Mudah-mudahan kita dapat mengutamakan orang lain di hadapan kita, walaupun hanya beberapa menit, walaupun hanya beberapa detik, subhanallaah
Sumber: ManajenQolbu

Windowsbie7

Cari Blog Ini

Halaman

Popular Posts

Advertisement

Responsive Advertisement