Tampilkan postingan dengan label akal-bekal-dan-ajal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akal-bekal-dan-ajal. Tampilkan semua postingan

07/08/15

“Analisis Unsur Karbon Aktif Tempurung Kelapa

windowsbie.blogspot.co.id
[1]. Arang aktif bila dilakukan aktivasi pada temperatur 300°C sampai dengan 1000°C maka ukuran pori dari arang aktif menjadi lebih kecil, ini disebabkan karena pada temperatur tersebut terjadi perubahan komposisi struktur materi pada arang aktif.

[2]. Sebagai bahan dasar pembuatan karbon antara lain adalah batu bara, tempurung kelapa, residu petro kimia, kayu bakar, cangkang kelapa sawit, tongkol jagung dan bahan hidrokarbon lainnya

[3]. Mengandung lignin, hemiselulosa, dan selulosa dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan arang aktif karena lignin dan selulosa sebagian besar tersusun atas unsur karbon. Salah Beragamnya bahan baku mudah diperoleh, Bahan-bahan yang dapat digunakan Selain itu bahan organik yang satu dalam kategori ini adalah tempurung kelapa. Tempurung kelapa mengandung Air 11,35 %, Selulosa 34,56 %, Lignin 44,72 %, Asap Cair 52,85 %, dan Arang 31,75%.

[4].Pemanfaatan tempurung kelapa masih sangat terbatas khususnya di daerah Sulawesi Tenggara. Propinsi Sulawesi Tenggara salah satu sentra produksi kelapa di Indonesia yang menghasilkan rata-rata 25 ton/ha kelapa per tahun. Setiap hektar perkebunan kelapa rata-rata menghasilkan 2-5 ton tempurung per tahun.

[5]. Besarnya potensi tempurung kelapa yang dapat dihasilkan dari proses pengolahan, belum dimanfaatkan secara optimal Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menentukan keberadaan unsur-unsur tertentu dan persentasenya dalam suatu material adalah metode Analisis Ultimat (Ultimate Analysis). Analisis ini adalah metode analisis yang menggunakan prinsip analisis pembakaran (combustion analysis) untuk menganalisis kandungan unsur dalam bahan tertentu. Alat ini mempunyai keunggulan analisis yang lebih cepat dibanding analisis dengan alat lain. Analisis ultimat memanfaatkan pembakaran sampel dalam tanur yang selanjutnya ditangkap oleh sel infra merah dan sel konduktivitas termal untuk dianalisis kandungan unsurnya. Dengan menggunakan metode analisis ultimat (ultimate analysis) maka dapat ditentukan persentasi beberapa kandungan unsur dalam arang aktif tempurung kelapa.

source:windowsbie.blogspot.co.id
Melalui proses aktivasi, nilai guna tempurung kelapa dapat ditingkatkan dalam berbagai pemanfaatannya serta berimplikasi pada informasi kualitas karbon aktif tempurung kelapa yang memenuhi standar yang ditetapkan.Karbon dan Karbon Aktif Arang adalah suatu bentuk karbon yang berwarna hitam dan berpori-pori, diperoleh dari hasil pembakaran bahan-bahan karbon dengan menggunakan udara terbatas. Sebagian besar pori-pori arang masih tertutup hidrokarbon, ter, dan senyawa-senyawa organik lain Jacobs menyebutkan bahwa karbon aktif adalah suatu bentuk karbon (arang) yang telah diaktifkan dengan menggunakan gas, uap air atau bahan-bahan kimia sehingga pori-porinya terbuka [7] Perlakuan panas terutama dimaksudkan untuk menghilangkan unsur-unsur hidrogen dan oksigen.

Seperti diketahui bahan baku untuk pembuatan karbon aktif terutama berasal dari tumbuh-tumbuhan yang banyak mengandung unsur-unsur tersebut dalam bentuk persenyawaan organik. Salah satu perlakuan panas tersebut adalah karbonisasi (pengarangan) [8] Karbon aktif dapat dibuat dari semua bahan yang mengandung karbon, baik karbon organik maupun anorganik dengan syarat bahan tersebut mempunyai struktur berpori. Bahan-bahan tersebut antara lain kayu, batu bara muda, tulang, tempurung kelapa, tempurung kelapa sawit, tandan kelapa sawit, limbah pertanian seperti kulit buah kopi, sabut buah coklat, sekam padi, jerami, tongkol, dan pelepah jagung [9] Kualitas arang aktif dinilai berdasarkan persyaratan Standar Nasional Indonesia pada tabel berikut ini.


source:windowsbie.blogspot.co.id

Standar Industri Indonesia untuk Arang Aktif (SII. No. 0258-79)

[10] Uraian Persyaratan Tanaman kelapa disebut juga tanaman serbaguna, karena dari akar sampai ke daun kelapa bermanfaat. Buah adalah bagian utama dari tanaman kelapa yang berperan sebagai bahan baku industri. Buah kelapa terdiri dari beberapa komponen yaitu sabut kelapa, tempurung kelapa, daging buah kelapa dan air kelapa. Daging buah adalah komponen utama yang dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi. Sedangkan air, tempurung, dan sabut sebagai hasil samping (by product) dari buah kelapa juga dapat diolah menjadi berbagai produk yang nilai ekonominya tidak kalah dengan daging buah [6] Bagian yang hilang pada pemanasan 950°C Air, Abu, Bagian yang tidak Diperarang Daya Serap terhadap larutan I2.

04/11/13

Perbedaan Air SENI - MANI - WADI dan MADZI



1. Kencing: Masyhur sehingga tidak perlu dijelaskan, dan dia najis berdasarkan Al-Qur`an, Sunnah, dan ijma’.

2. Wadi: Cairan tebal berwarna putih yang keluar setelah kencing atau setelah melakukan pekerjaan yang melelahkan, misalnya berolahraga berat. Wadi adalah najis berdasarkan kesepakatan para ulama sehingga dia wajib untuk dicuci. Dia juga merupakan pembatal wudhu sebagaimana kencing dan madzi.

3. Madz i: Cairan tipis dan lengket, yang keluar ketika munculnya syahwat, baik ketika bermesraan dengan wanita, saat pendahuluan sebelum jima’, atau melihat dan mengkhayal sesuatu yang mengarah kepada jima’. Keluarnya tidak terpancar dan tubuh tidak menjadi lelah setelah mengeluarkannya. Terkadang keluarnya tidak terasa. Dia juga najis berdasarkan kesepakatan para ulama berdasarkan hadits Ali yang akan datang dimana beliau memerintahkan untuk mencucinya.

4. Mani: Cairan tebal yang baunya seperti adonan tepung, keluar dengan terpancar sehingga terasa keluarnya, keluar ketika jima’ atau ihtilam (mimpi jima’) atau onani -wal ‘iyadzu billah-, dan tubuh akan terasa lelah setelah mengeluarkannya.

Berhubung kencing dan wadi sudah jelas kapan waktu keluarnya sehingga mudah dikenali, maka berikut kesimpulan perbedaan antara mani dan madzi:

a. Madzi adalah najis berdasarkan ijma’, sementara mani adalah suci menurut pendapat yang paling kuat.
b. Madzi adalah hadats ashghar (kecil) yang cukup dihilangkan dengan wudhu, sementara mani adalah hadats akbar (besar) yang hanya bisa dihilangkan dengan mandi junub.
c. Cairan madzi lebih tipis dibandingkan mani.
d. Mani berbau, sementara madzi tidak (yakni baunya normal).
e. Mani keluarnya terpancar, berbeda halnya dengan madzi. Allah Ta’ala berfirman tentang manusia, “Dia diciptakan dari air yang terpancar.” (QS. Ath-Thariq: 6)
f. Mani terasa keluarnya, sementara keluarnya madzi kadang terasa dan kadang tidak terasa.
g. Waktu keluar antara keduanyapun berbeda sebagaimana di atas.
h. Tubuh akan melemah atau lelah setelah keluarnya mani, dan tidak demikian jika yang keluar adalah madzi.

Karenanya jika seseorang bangun di pagi hari dalam keadaan mendapatkan ada cairan di celananya, maka hendaknya dia perhatikan ciri-ciri cairan tersebut, berdasarkan keterangan di atas. Jika dia mani maka silakan dia mandi, tapi jika hanya madzi maka hendaknya dia cukup mencuci kemaluannya dan berwudhu. Berdasarkan hadits Ali -radhiallahu anhu- bahwa Nabi -alaihishshalatu wassalam- bersabda tentang orang yang mengeluarkan madzi :

اِغْسِلْ ذَكَرَكَ وَتَوَضَّأْ

“Cucilah kemaluanmu dan berwudhulah kamu.” (HR. Al-Bukhari no. 269 dan Muslim no. 303)

Tambahan:

1. Mandi junub hanya diwajibkan saat ihtilam (mimpi jima’) ketika ada cairan yang keluar. Adapun jika dia mimpi tapi tidak ada cairan yang keluar maka dia tidak wajib mandi. Berdasarkan hadits Abu Said Al-Khudri secara marfu’:

إِنَّمَا الْمَاءُ مِنَ الْمَاءِ

“Sesungguhnya air itu hanya ada dari air.” (HR. Muslim no. 343)
Maksudnya: Air (untuk mandi) itu hanya diwajibkan ketika keluarnya air (mani).

2. Mayoritas ulama mempersyaratkan wajibnya mandi dengan adanya syahwat ketika keluarnya mani -dalam keadaan terjaga. Artinya jika mani keluar tanpa disertai dengan syahwat -misalnya karena sakit atau cuaca yang terlampau dingin atau yang semacamnya- maka mayoritas ulama tidak mewajibkan mandi junub darinya. Berbeda halnya dengan Imam Asy-Syafi’i dan Ibnu Hazm yang keduanya mewajibkan mandi junub secara mutlak bagi yang keluar mani, baik disertai syahwat maupun tidak.

Wallahu a’lam.

Semoga Kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah dan semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati Kita yang telah lama terkunci. Aamiin.

(Cantumkan jika ada doa khusus untuk ibu dan juga doa yang lainnya,agar kami para jamaah bisa mengaminkannya)

Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.

Ya ALLAH...
✔ Muliakanlah orang yang membaca tausiah ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang membaca dan membagikan tausiah ini.

Aamiin ya Rabbal'alamin

31/03/13

Hadits Kaitan Zuhud

innamaa matsalu alhayaati alddunyaa kamaa-in anzalnaahu mina alssamaa-i faikhtalatha bihi nabaatu al-ardhi mimmaa ya/kulu alnnaasu waal-an'aamu hattaa idzaa akhadzati al- ardhu zukhrufahaa waizzayyanat wazhanna ahluhaa annahum qaadiruuna 'alayhaa ataahaa amrunaa laylan aw nahaaran faja'alnaahaa hashiidan ka-an lam taghna bial-amsi kadzaalika nufashshilu al-aayaati liqawmin yatafakkaruuna
[Yunus:24] Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam- tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya dan pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang- orang berfikir.
i'lamuu annamaa alhayaatu alddunyaa la'ibun walahwun waziinatun watafaakhurun baynakum watakaatsurun fii al-amwaali waal-awlaadi kamatsali ghaytsin a'jaba alkuffaara nabaatuhu tsumma yahiiju fataraahu mushfarran tsumma yakuunu huthaaman wafii al-aakhirati 'adzaabun syadiidun wamaghfiratun mina allaahi waridhwaanun wamaa alhayaatu alddunyaa illaa mataa'u alghuruuri
[Al hadid:20] Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga- banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.


1.) Dari AbuAbbas sahl bin Sa'ad Assa'idi radhiallahu anhum dia berkata: Seseorang mendatangi rasululloh shallallohu alaihi wa sallam , maka beliau berkata: Wahai Rasululloh tunjukan kepadaku sebuah amalan yang jika aku kerjakan, Allah dan manusia akan mencintaiku, maka beliau bersabda. Zuhudlah terhadap dunia  maka engkau akan dicintai Alloh dan Zuhudlah terhadap apa yang ada pada manusia maka engkau akan dicintai manusia (hadist hasan riwayat Ibnu majjah)

2. Dari abu said al khudiry ra. ia berkata rasulullah saw duduk diatas mimbar dan kami duduk di sekitarnya, kemudia beliau bersabda; Sesungguhnya di antara yang aku khawatirkan terhadap kalian sepeninggalku adalah terbukanya kemewahan dan keindahan dunia (HR Bukhari dan muslim)

3. Dari Abu sa'id al khudiry ra ia berkata; rasulullah saw bersabda" sesungguhnya dunia ini indah dan mempesonakan dan sesungguhnya Alloh ta'ala telah menyerahkannya kepada kalian , kemudia Allah akan melihat bagaimana kalian berbuat atas duni ini, maka berhati-hatilah dalam urusan dunia dan berhati-hatilah juga terhadap wanita (HR Muslim)

4.Dari Al mustaurid syaddad ra, ia berkata ; rasulullah was bersabda; perbandingan antara dunia dengan akhirat , seperti seorang diantara kalian yang memasukan jari- jarinya ke dalam lautan, maka perhatikanlah apa yang dapat ia peroleh (HR Muslim)

5. Dari Abu hurairah ra,  dari rasulullah saw beliau bersabda; "Andaikan aku mempunya emas sebesar bukit uhud, aku pasti lebih senang kalau emas itu tidak menginap di tempatku sampai tiga malam, dan masih tersisa di tempatku, kecuali sesuatu yang aku persiapkan untuk membayar hutang (HR Bukhari dan muslim)

6. Dari abu hurairah ra,  ia berkata rasulullah saw bersabda; perhatikanlah orang yang berada di bawahmu dan jangan kamu memperhatikan orang yang berada di atasmu, karena yang demikian itu lebih pantas, agar kamu semua tidak menganggap remeh nikmat Alloh yang telah dikaruniakan kepadamu (HR Bukhari dan muslim)

7. Dari abu hurairah ra  ia berkata Rasulullah saw bersabda; Dunia ini adalah penjara bagi  orang mukmin dan surga bagi orang kafir (HR  muslim)

8. Dari abudullah bin asy-syikhir ra, ia berkata ; saya mendatangi rasulullah saw sedangkan beliau sedang membaca surat ; AL HAAKUMUT TAKAATSUR' kemudian beliau bersabda; Anak adam akan berkata ini adalah harta bendaku, ini adalah harta bendaku, wahai anak adam , tidak ada harta kekayaan yang kamu miliki, kecuali apa yang kamu makan kemudian habis, atau apa yang kamu pakai kemudia rusak, atau apa yang kamu sedekahkan kemudian menjadi simpanan bagimu (HR muslim)

9.Dari abdullah bin mughfal ra ;  ia berkata ; ada seseorang berkata kepada nabi saw, wahai rasulullah , demi Alloh saya mencintai engkau, beliau bersabda; pikirkanlah benar-benar apa yang kamu katakan itu; ia berkata demi Alloh sungguh saya mencintai engkau , ia mengulanginya sebanyakan tiga kali, kemudian beliau bersabda ; apabila kamu mencintaiku , bersiap-siaplah untuk menghadapi kemiskinan dengan mengencangkan pinggang; sesungguhnya kemiskinan itu lebih cepat datangnya, bagi orang yang mencintaiku melebihi cepatnya banjir yang mengalir ke jurang (HR Timidzi)

18/03/13

Konsentrasi Berfikir Positif Untuk Hari ini

Diantara sarana yang dapat menangkis kesedihan dan keguncangan hati adalah terputusnya pikiran sepenuhnya untuk memberikan perhatian kepada pekerjaan hari ini yang sedang dihadapinya dan menghentikan pikiran dari menoleh jauh ke waktu mendatang dari kesedihan menengok masa lampau. Karenanya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung kepada Allah dari al-hamm (kegundahan) dan al-huzn (kesedihan) [1]. Al-huzn adalah kesedihan terhadap perkara-perkara yang telah lampau yang tidak mungkin diputar ulang ataupun di ralat. Sedangkan al-hamm : adalah kegundahan yang terjadi disebabkan oleh rasa takut dan khawatir terhadap sesuatu yang mungkin terjadi di masa mendatang.

Jadi, hendaknya seorang hamba itu menjadi ‘putera harinya’ yakni ; menjadi manusia terbaik dalam menyongsong harinya yang sedang dihadapinya dan sekaligus mampu mengkonsentrasikan keseriusan dan kesungguhannya untuk memperbaiki hari dan detik yang sedang dihadapinya itu. Karena, pemusatan hati untuk berbuat demikian akan menuntutnya untuk mengoptimalkan pekerjaan, dan iapun dapat terhibur dengannya dari kegundahan dan kesedihan.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memanjatkan do’a atau mengajari umatnya untuk mengamalkan suatu do’a, beliau menganjurkan –seiring memohon dan mengharap pertolongan dan karunia Allah- agar mereka serius dan sungguh-sungguh dalam melakukan apa yang menjadi sebab terwujudnya harapannya itu dan menghindari apa yang menjadi sebab terhalangnya. Karena, do’a itu bergandeng dengan perbuatan.

Maka seorang hamba harus bersungguh-sungguh untuk meraih apa yang bermanfaat baginya dalam kehidupan religinya ataupun duniawinya dan memohon kepada Allah keberhasilan maksud dan tujuannya, seiring memohon pertolongan kepadaNya untuk itu, sebagaimana apa yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Berupaya keraslah untuk mencapai apa yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah serta janganlah kamu lemah. Jika kamu tertimpa sesuatu, janganlah kamu berkata : Andaikan aku berbuat demikian tentu akan terjadi demikian dan demikian. Akan tetapi katakanlah : Allah telah mentaqdirkan (ini). Allah melakukan apa yang dikehendakiNya. Karena, kata “andaikan” membukakan pintu perbuatan syetan” [Hadits Riwayat Muslim dalam shahihnya]

Dalam hadits ini, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memadukan antara dua hal. Yaitu antara perintah berupaya keras untuk mencapai hal-hal yang bermanfaat dalam berbagai kondisi, seiring memohon pertolongan kepada Allah serta tidak tunduk mengalah kepada sikap lemah, yang ia adalah sikap malas yang membahayakan, dan antara sikap pasrah kepada Allah dalam hal-hal yang telah lampau dan telah terjadi seiring meniti dengan mata hati terhadap qadha’ dan taqdir Allah.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membagi segala kejadian dua bagian :

Bagian pertama : Adalah hal yang dimungkinkan seorang hamba berupaya meraihnya atau meraih yang mungkin darinya, atau hal dimungkinkan ia menangkisnya atau meringankannya. Disini seorang hamba harus memunculkan daya upaya seiring memohon pertolongan kepada Allah, sesembahannya. Sedangkan.

Bagian kedua : Adalah hal yang tidak dimungkinkan ia melakukan itu semua. Di sini seorang hamba harus tenang, ridha dan pasrah.

Tidak diragukan, bahwa berpedoman kepada prinsip ini dengan baik adalah merupakan sarana menuju kesenangan hati dan hilangnya kegelisahan maupun kegundahan.
_________
Foote Note.
[1] Yaitu dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim

03/02/13

3 Hal Yang Menghidupkan Renungan Kita

Mari kita merenung sejenak, bagaimana perasaan kita ketika melihat tanah gersang tanpa tanaman? Mungkin hati akan bergetar dan bertanya, siapa pemilik tanah tersebut? Mengapa tanah itu dibiarkan kering dan mati? Semua orang ketika melihat tanah seperti itu umumnya merasa tidak nyaman. Boleh jadi akan muncul keinginan untuk menghidupkan tanah tersebut dengan cara menanaminya hingga tampak hijau. Keinginan tersebut merupakan fitrah Rabbaniyah yang ada dalam setiap manusia.

Fitrah tersebut, misalnya, bisa dilihat dari menggeloranya gerakan “Go Green”, sebuah gerakan yang mengajak setiap manusia untuk menanam pohon demi kelestarian bumi. Gerakan ini mendapat sambutan luar biasa dari seluruh penjuru dunia. Mereka menyambutnya karena memang gerakan itu sesuai dengan dorongan hati mereka.

Kebutuhan terhadap kelestarian bumi di masa mendatang, dan rasa khawatir akan dampak negatif kerusakannya, telah menggerakkan mereka untuk berupaya menyuburkan bumi.
Hanya saja tujuan mereka semata-mata demi kepentingan duniawi. Ini berbeda dengan orang-orang yang beriman. Motivasi kaum mukmin yang ikut menggelorakan gerakan tersebut jauh dari sekedar dorongan hati. Motivasi orang yang beriman adalah lillahi ta’ala, sementara tujuannya adalah mendapatkan ridha-Nya. Inilah yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dahulu, beliau tinggal di tanah kering berbatuan, baik di Makkah maupun di Madinah. Namun, beliau tidak pernah putus asa menghidupkan tanah yang mati. Di antara bebatuan, ketika didapati tanah yang bisa ditanami, apalagi di tanah yang subur, beliau gemar bertanam.

Beliau juga menganjurkan, bahkan tak jarang memerintahkan, para Sahabat untuk menanam pohon. Beliau bersabda, “Tidaklah seorang Muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman lalu tanaman tersebut dimakan oleh oleh manusia, binatang melata atau sesuatu yang lain kecuali hal itu bernilai sedekah untuknya,” (Riwayat Muslim).

Dalam kesempatan lain beliau berkata, “Jika tiba hari kiamat sedang pada tangan dari kalian ada bibit pohon kurma maka tanamlah,” (Riwayat Ahmad)’

“Menghidupkan” Manusia 
Jika terhadap tanah yang mati, seorang Muslim terpanggil untuk menghidupkannya, apalagi terhadap sesama manusia. Jika ada orang yang sedang sakit, selalu ada dorongan kuat dalam diri kita untuk “menghidupkan” kesehatannya kembali dengan cara mengobati dan menghiburnya.

Dalam dunia pengobatan itu sendiri, selalu ada usaha yang serius dari waktu ke waktu untuk mempelajari berbagai jenis penyakit dan mencarikan obatnya. Ada sekolah kedokteran, lembaga kesehatan, klinik, rumah sakit, dan apotik yang didirikan untuk membantu menyembuhkan orang yang sakit.

Fitrah Rabbaniyah itulah yang menyebabkan kita selalu bersimpati saat menyaksikan orang yang sakit, kita berempati kepada keluarga yang telah ditinggal mati, dan kita sendiri memelihara kesehatan, berdoa agar diberi kesembuhan, dan tidak putus asa untuk berobat.

Semua ini menunjukkan bahwa ada dorongan terpendam dalam diri setiap manusia untuk menghidupkan segala yang mati. Apalagi secara syariat Allah Subhanahu wa Ta’ala juga menegaskan, Barangsiapa yang menghidupkan seorang manusia, maka seolah-olah mereka telah menghidupkan seluruh manusia. (Al Maidah [5]: 32)

Menghidupkan Hati
“Menghidupkan” manusia tak sekadar dari sisi biologisnya, seperti pemulihan kesehatan atau pembebasan dari belenggu perbudakan, namun juga menghidupkan hati manusia. Mengapa? Karena banyak manusia yang hatinya sakit atau bahkan telah lama mati.

Masalahnya, banyak orang yang tidak sadar bahwa hatinya sedang sakit atau mati. Mereka bahkan marah atau tersinggung bila dikatakan hatinya mati. Kitalah yang berkewajiban membantu saudara-saudara kita yang hatinya seperti itu.

Hati yang sakit atau mati ditandai dengan hilangnya nurani kebaikan pada saat melakukan keburukan. Misalnya, ketika berbuat kecurangan tidak ada penyesalan, bahkan malah sebaliknya, bangga dengan kecurangan tersebut, dan mengumbar-umbarnya kepada orang lain.

Coba tengok penampilan para artis di televisi. Mereka berlomba-lomba memperlihatkan aurat dan merasa bangga dengan semua itu. Bahkan, yang lebih parah, sebagian dari mereka sengaja merekam adegan tak pantas sekadar untuk koleksi pribadi. Ketika rekama adegan tersebut tersebar di publik, mereka tak merasa malu, apalagi bersalah dan menyesal. Hati mereka betul-betul telah sakit.

Karena menghidupkan hati adalah kebutuhan mutlak saat ini maka dakwah tak boleh semata-mata berdimensi pengajaran (ta’limah). Dakwah harus menyentuh hal yang sangat mendasar, yaitu pembersihan penyakit hati (tazkiyah). Bahkan, dimensi tazkiyah ini dalam banyak hal harus lebih didahulukan dari pada pengajaran. Allah Ta’ala berfirman,Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan (tazkiyah) mereka dan mengajarkan (ta’lim) mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). (Al Jumu’ah [62]: 2)

Mengapa tazkiyah lebih dahulu dari ta’lim? Karena bagi orang-orang yang hatinya sakit atau mati, pengajaran itu tidak ada gunanya. Ibaratnya, masuk telinga kanan, keluar telinga kiri.
Yang harus dilakukan adalah membongkar kulit yang membungkus rapat-rapat hatinya. Tutup hati atau tutup otak itulah yang dibongkar terlebih dahulu, terutama yang berupa kesombongan, karena merasa lebih unggul, lebih pandai, atau lebih suci.

Menghidupkan Peradaban
Bayangkan jika orang yang hatinya sakit dan mati itu berkumpul dalam suatu komunitas, bahkan menyatu dalam sebuah lingkungan yang lebih luas. Apa yang terjadi?
Contohnya, jika sebuah negara dihuni oleh orang-orang yang tidak memiliki rasa malu, dipimpin oleh orang yang tidak memiliki mental malu, dan tidak ada undang-undang yang mengatur masalah kemaluan, apa yang terjadi?

Seperti kita saksikan saat ini, yang terjadi adalah pornografi dan porno aksi membudaya di mana-mana, pelacuran dan perjudian marak, seks bebas menjadi kebiasaan. Akibatnya sangat mengenaskan: ribuan anak lahir tanpa mengetahui siapa bapaknya, ribuan gadis hamil di luar nikah, aborsi menjadi halal, penyakit seksual berjangkit di mana-mana.

Tak hanya itu, berbagai penyakit sosial juga ikut menjamur, seperti mengonsumsi minuman keras dan narkoba. Dalam keadaan seperti itu, runtuhlah peradaban manusia. Manusia tidak lagi menjadi terhormat, mulia, dan unggul, sebab perilaku mereka sudah tak ada bedanya dengan binatang ternak, bahkan lebih rendah dan lebih hina dari itu. Firman Allah Ta’ala, Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (Al A’raf [7]: 179)

Dalam kondisi masyarakat yang rusak seperti itu maka tampilnya segolongan umat yang tak pernah berhenti menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, menjadi sebuah keharusan.

Di tengah mati dan hancurnya peradaban itu mesti lahir kaum yang bergelar Khairu Ummah. Mereka adalah orang-orang yang memiliki dorongan kuat untuk menghidupkan peradaban dan selalu memelihara fitrahnya untuk tetap istiqamah, sekalipun jalan terjal dan licin harus dilalui.

Mereka bukanlah siapa-siapa. Mereka adalah kita sendiri, hamba-hamba-Nya yang telah dimuliakan dengan risalah Islam dan dakwah, serta fitrah Rabbaniyah.
Masalahnya, maukah kita menghidupkan fitrah itu dan dengannya kita berjuang untuk menghidupkan peradaban Rabbani di muka bumi?

Nasib Pengguna Twitter - 250.000 Akun Twitter Dibobol

 Tercekam Sudah Dunia Maya penuh dengan dunia Scream nan Extrem, fahami dan lihat saja sesama penduduk pribumi pun terkadang suka jail dengan penduduk pula masyarakatnya. seperti di bulan Januari kemarin menyangkut alamat situs resmi milik Presiden SBY di Alamat URL www.presidensby.info situs ini dengan seriusnya menjadi obrolan panas ditiap situs di internet bahkan media surat kabar tidak habis-habisnya membicarakan kasus ini. terlebih lagi yang mencoba mengacak-acak direktori situs tersebut pun dikenakan undang-undang pembobolan media elektronik dan digital.


Tepat awal bulan Februari 2013 ini saya mengamati beberapa topik Hangat seputar dunia jejaring sosial, ternyata tidak kalah serunya dengan berita seperti dibawah ini.
Para pengguna Twitter tampaknya harus waspada, sebab Twitter kemarin (01/02) dalam blog resminya menyebutkan bahwa mereka berhasil mendeteksi adanya upaya untuk mencuri data pengguna mereka. Twitter mengungkapkan ‘hacker’ berhasil mencuri user name, alamat email dan password 250 ribu akun penggunanya. Twitter menyatakan telah mereset akun yang dicuri itu dan mengirimkan email khusus kepada penggunanya mengenai perubahan tersebut.

Tampaknya Twitter dibobol setelah sistem komputer milik media dan perusahaan teknologi Amerika Serikat termasuk The New York Times dan The Wall Street Journal diserang. Hal ini dikemukakan Direktur Keamanan Informasi Twitter Bob Lord yang menduga serangan ini dilakukan oleh pelaku serupa yang menyerang sistem New York Times. Kedua surat kabar AS itu melaporkan bahwa sistem komputer mereka telah diinfiltrasi oleh hacker asal China. (Red.Tabloid Pulsa)

Dengan Metode seperti ini kapankah kita, anak-anak kita dapat menikmati kebebasan maya didunia edukasi?? ya Benar sekali kawan "Hidup tidak adanya Ujian dan Coba memang tidaklah mengasikkan", namun mengapa masih juga ribet layaknya orang kepepet setoran BANK (mumeti bin Pusing).

23/11/12

Mengapa emas diharamkan bagi pria?



Satu lagi, "Bukti Keilmiahan Hukum2 Islam dan Sunnah2 Nabi Kita Shalallahu Alaihi Wasalaam"Perlu diketahui hukum logam mulia atau EMAS yaitu:“Dari Abu Musa, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,‘Emas dan sutra dihalalkan bagi para wanita dari ummatku, namundiharamkan bagi para
pria’.” (HR. An Nasai dan Ahmad).

Syaikh Dr. Shalih Al Fauzan berkata, “Lelaki diharamkan memakai cincin emas. Sedangkan cincin perak, atau logam semacamnya,walaupun sama-sama logam mulia, hukumnya boleh memakainya karena yang diharamkan adalah emas. Dan tidak boleh pula memakai cincin dari campuran emas, tidak boleh memakai kacamata, pena, jam tangan yang ada campuran emas-nya.Intinya, lelaki tidak diperbolehkan berhias dengan emas secara mutlak.” (Muntaqa Fatawa Al Fauzan)


”Barangsiapa dari umatku mengenakan emas kemudian dia mati masih dalam keadaan mengenakannya maka Allah mengharamkan baginya emas di surga.Dan barangsiapa Dari umatku yang mengenakan sutera kemudian dia mati masih dalam keadaan mengenakannya maka Allah mengharamkan baginya sutera di surga.” (HR. Ahmad)

Kalau ditanya apa alasannya atau apa logikanya laki2 tidak boleh memakai emas???
banyak yang menjawab ...kalau laki2 diperbolehkan memakai emas bisa2 wanita tidak kebagian. Atau ada juga jawaban ..nanti tidak bisa membedakan mana laki2 mana perempuan karena sama2 memakai emas.

Sebenarnya jawabannya tidak seperti itu......
Inilah tinjauan ilmiah atau analisa medisnya...Para ahli fisika telah menyimpulkan bahwa atom pada emas mampu menembus ke dalam kulit dan masuk ke dalam darah manusia, dan jika kita (para pria) mengenakan
emas dalam jumlah tertentu dan dalam jangka waktu yang lama, maka dampak yang ditimbulkan yaitu di dalam darah dan urine akan mengandung atom emas dalam
prosentase yang melebihi batas (peristiwa ini juga dikenal dengan sebutan "migrasi emas") Dan apabila hal ini terjadi, maka akan mengakibatkan penyakit

Alzheimer, Zheimer adalah suatu penyakit di mana orang tersebut kehilangan semua kemampuan mental & fisik serta menyebabkan kembali seperti anak kecil. Zheimer bukan penuaan normal, tetapi merupakan penuaan paksaan atau terpaksa. Dan mengapa islam membolehkan wanita untuk mengenakan emas? Karena perlu dicatat bahwa wanita tidak menderita masalah ini karena setiap bulan, partikel berbahaya tersebut keluar dari tubuh wanita melalui haid (datang
bulan).

Source: Naim MyLieq Dya CLma'y

15/11/12

Kebersamaan di Tahun Baru ISLAM - 16 Muharram 1434

Assalamu'alaikum yaa Shahibaini Fillah,

Bismillahirrohmaanirrohiim

Sedikit Berbagi kepada Shahibaini Fillah, Namun Panjang yang Insya Alloh sangat Bermanfaat bagi Kita semua.

- Sesuatu yang membuat Manusia Takut, Malu, Tunduk untuk Setia Mengabdi dan MelayaniNya, dengan mempersatukan Kasih beserta Kekuatan yang Haq.

"HukumNya di Canangkan dalam HATI dan di Tuliskan dalam PIKIRAN."
(dikutip video Kisah Nabi Musa, a.s Pembelaan, Pembebasan Kaum Ibrani & Perlawanan sengit Ucap Kutukan dengan Fir'aun)

- Seperti halnya sosok ISTRI yang sederhana, tidak mengutamakan Kekayaan dan Macam keinginan untuk Dunia (Bermegah-megahan...).

"Aku tak butuh apa-apa, aku hanya diperintah untuk Melayanimu dan Mengabdi padamu (dari istri untuk suami), begitu juga Pelayananku kepadamu adalah sumber kepuasan bersama untuk meraih 'abdil jannah"

 "Cinta itu bukan SENI tapi KEHIDUPAN"

yang paling PENTING dan paling UTAMA ialah SAMARABA
SA kinah
MA waddah, wa
RA hmah, wa
BA rokah

(dikutip dari Mp3 Ceramah Kyai Tuban dengan Kajian Makna Syair Lir ilir ciptakarya Sunan Giri)

Sungguh aku/kami/mereka (MakhlukMU) telah menodai hati dan bathin saudara-saudariku (MakhlukMU) dari hal yang sangat Engkau Murkai, padahal segala sesuatu dapat dengan mudah dicapai dengan Do'a, Usaha, Iman, Taqwa, Tanda HALAL dan RidhoMu Yaa Allohu Jalla Jallaluh,

Ampuni aku/kami/mereka (MakhlukMU) Yaa Allohu Jalla Jallaluh,
Pertimbangkanlah Hukuman untuk aku/kami/mereka yang telah abai terhadap segala macam yang sangat Engkau Murkai,
Bimbinglah aku/kami/mereka menuju tempat yang Jamiil wa 'abdan,


Hidup itu tantangan - temuilah
Hidup itu berkah - terimalah
Hidup itu petualangan - tantangilah
Hidup itu penderitaan - atasilah
Hidup itu tragedi - hadapilah
Hidup itu kewajiban - jalankanlah
Hidup itu permainan - mainkanlah
Hidup itu misteri - ungkapkanlah
Hidup itu nyanyian - nyanyikanlah
Hidup itu kesempatan - ambillah
Hidup itu perjalanan - selesaikanlah

Apapun jalan hidup kita, kita harus terus dijalani kehidupan ini jangan sampai ada yang namanya PUTUS ASA.

(dikutip dari SudahTahukahAnda di Update Status Sahabat SMA Windowsbie7)

Untuk Saudaraku yang Sholih dan Saudariku yang Sholihah,
Mari RAWAT kembali Jaringan Speedy Sehat untuk saling Silaturrahmi,
Mari GUNAKAN CCleaner untuk menghapus History, File Temporary dan REGISTRY pada sitem OTAK kita,
Mari INSTALL ULANG System Operasi Fikir kita dengan semangat meraih Gelar manusia yang mendapat SERTIFIKAT ISO berupa MATI secara KHUSNUL KHOTIMAH.


Special STATUS Menyambut Tahun Baru ISLAM meskipun masih jauh pada:
:: 11 Januari 2013 (NASIONAL)
:: 28 Safar 1434 (Kalender ISLAMIYYAH)
:: bersamaan dengan Hari/Dinten Sedone Kanjeng Nabi Muhammad SAW dan Wafatnya Imam Hasan bin Ali

Sumber dari Situs Nurmadinah

Salam Ahmad Fauzan Ibnu Zaend
Salam Berbagi Ilmu
Salam Aku Hanya Manusia Biasa
Salam Jendela Hati Kita
Salam Windowsbie7
Salam Kompak Selalu Ukhuwah ISLAMI Dalam dan Luar Negeri

28/10/12

Barangsiapa Yang Berhaji Tetapi Belum Berziarah Kepadaku, Maka Dia Telah Menjauhiku



Barangkali ada sebagian jema'ah haji kita yang pernah mendengar hadits tentang hal ini, lalu memaksakan diri untuk dapat berziarah ke kubur Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam sekalipun kondisinya berdesak-desakan. Padahal sebenarnya, yang dianjurkan Rasulullah adalah shalat di masjid beliau yang pahalanya amat besar dan hal itulah yang perlu diniatkan ketika akan datang ke Madinah. Baru kemudian, bila memungkinkan bagi jema'ah haji laki-laki bisa menyempatkan berziarah ke kubur Rasulullah sembari memberi salam kepada beliau dan dua orang shahabat beliau yang juga dikuburkan di situ.
Semoga saja, bagi pembaca yang kebetulan akan melaksanakan haji tahun ini atau ada keluarganya yang berhaji dan meyakini bahwa hadits yang berkenaan dengan hal ini adalah shahih, dapat mengetahui informasi ini atau menginformasikannya. "Maka, hendaklah yang hadir (membaca/menyaksikan) menyampaikan kepada yang ghaib."

Naskah Hadits

مَنْ حَجَّ وَلَمْ يَزُرْنِي فَقَدْ جَفَانِي
(Man Hajja Wa Lam Yazurnî Fa Qad Jafânî)
"Barangsiapa yang berhaji tetapi belum berziarah kepadaku, maka dia telah menjauhiku."

Imam as-Suyûthiy mengatakan,
"Hadits ini diriwayatkan oleh Ibn 'Adiy dan ad-Dâruquthniy di dalam kitabnya "al-'Ilal", Ibn Hibbân di dalam kitabnya "adl-Dlu'afâ`" serta al-Khathîb al-Baghdâdiy di dalam ktabnya "Ruwâtu Mâlik" dengan Sanad Dla'if (Lemah) Sekali dari Ibn 'Umar."


CATATAN:

Syaikh Muhammad Luthfiy ash-Shabbaq (penahqiq) buku ad-Durar al-Muntatsirah Fî al-Ahâdîts al-Musytahirah karya Imam as-Suyûthiy (buku yang kita kaji ini) berkata,
KUALITASNYA MAWDLU' (PALSU);
Silahkan lihat,
1. al-Maqâshid al-Hasanah Fî Bayân Katsîr Min al-Ahâdîts al-Musytahirah 'Ala al-Alsinah, karya as-Sakhâwiy, h.419
2. Tamyîz ath-Thayyib Min al-Khabîts Fîmâ Yadûr 'Ala Alsinah an-Nâs Min al-Hadîts, karya Ibn ad-Diba', h.165
3. Kasyf al-Khafâ` wa Muzîl al-Ilbâs 'Amma isytahara Min al-Ahâdîts 'Ala Alsinah an-Nâs, karya al-'Ajlûniy, Jld.II, h.262
4. al-Khulâshah Fî Ushûl al-Hadîts, karya ath-Thîbiy, tahqiq, Shubhiy as-Sâmurâ`iy, h.84
5. Mîzân al-I'tidâl, karya Imam adz-Dzhabiy, jld.IV, h.265

(SUMBER: ad-Durar al-Muntatsirah Fi al-Ahadits al-Musytahirah karya Imam as-Suyuthiy, tahqiq oleh Syaikh.Muhammad Luthfiy ash-Shabbagh, h.178, hadits no.411)

Perhiasan Dunia



Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan terhadap yang diinginkan: wanita-wanita, anak-anak, harta yang bertumpuk dari jenis emas dan perak, kuda-kuda pilihan, binatang ternak, dan sawah lading. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah sajalah tempat kembali yang baik.  (Q.S. Ali Imran: 14)


Mengapa Allah menggambarkan hal ini?
Bagaimanakah sesungguhnya tabiat penciptaan manusia itu jika dikaitkan dengan kecintaannya terhadap perhiasan dunia di atas?

Note: Kisah-kisah besar sepanjang sejarah kehidupan manusia yang diwarnai berbagai gejolak dan pertikaian, mulai skala individu hingga tataran kehidupan bernegara? Kisah Qobil dan Habil, Perang Dunia I, Perang Dunia II, Perang Teluk I dan II

Apakah kecintaan demikian itu salah? Bagaimanakah batasannya?
Bagaimana resepnya agar manusia tidak terjerumus pada kecintaan terhadap perhiasan dunia yang membinasakan?

Katakanlah: Maukah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu? Bagi orang-orang yang bertakwa (tersedia) di sisi Tuhan mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan pasangan-pasangan yang suci, serta rida Allah. Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya. (Q.S. Ali Imran: 15)
Note:  Ada sesuatu yang jauh lebih baik dari kecintaan apa yang diinginkan manusia selama hidup di dunia: bertakwa kepada Allah dengan imbalan surga dan keridaan-Nya. Siapakah orang yang bertakwa itu? Bagaimana jalan meraihnya?

(Yaitu) orang-orang yang berdoa, Ya Tuhan kami, kami benar-benar beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari azab neraka.  (Q.S. Ali Imran: 16) Note: Hanya orang yang benar-benar beriman, sesungguhnya yang patut berharap diampuni dosa-dosanya, dan hanya mereka yang diampuni dosa-dosanya yang patut berharap mendapatkan perlindungan dari azab neraka.

(Juga) orang yang sabar, orang yang benar, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya, dan orang yang memohon ampunan sebelum fajar.  (Q.S. Ali Imran: 17)

Mengapa Allah bisa menegaskan hal demikian? Mengapa Allah bisa mengatakan bahwa ada sesuatu yang jauh lebih baik dari sekadar kecintaan terhadap perhiasan dunia? Mengapa Allah berani memberikan balasan berupa surga dengan segala kenikmatannya? Apa yang Allah jaminkan, kalau sekiranya memang dibutuhkan adanya jaminan?

Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia; (demikian pula) para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana. (Q.S. Ali Imran: 18)

Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barang siapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (Q.S. Ali Imran: 19)

27/10/12

Muqowwimat Itsbat Wujudud Dakwah



“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentar kan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahhuinya, sedang Allah mengetahui-Nya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya." (Q.S. 8:60)
                       
Ada seorang Al Akh akan pergi haji, meminta nasehat lebih dulu kepada saya.Saya katakan kepadanya haji itu merupakan bagian dari Ibadah lainnya yang kesemuanya dalam rangka “Faaqim wajhaka liddieni hanifa”.

Seluruh Ibadah kita sangat tergantung kepada tawajjuh (orientasi) kita terhadap dien secara lurus hanif. Pertama-tama tentu saja kita harus memiliki tawajjuh aqidi dalam setiap ibadah kita.

Orientasi aqidah atau menghadapnya kita secara aqidi. Dalam ibadah haji direflesikan dalam kalimat Labbaika Allahumma labbaik, Labbaika la syarikalaka labbaik. Kita menolak segala sambutan terhadap panggilan selain Allah. Dan bila harus menyambut                        panggilan istri, anak, tetaplah dalam kerangka menyambut panggilan Allah atau             dengan kata lain Lillah/Karena Allah.  Karena kita sudah menegaskan: Labbaika laa syarikalaka labbaik innal hamda wani’mata laka wal mulk laa syarikalah. Aku sambut panggilan MU ya Allah tak ada sekutu bagi-Mu sesungguhnya segala puji, kenikmatan dan kekuasaan ada ditanganMu. tak ada sekutu bagi-Mu.

Setelah tawajjuh aqidi, tawajjuh yang kedua adalah tawajjuh syar’i.  Dalam beribadah kita harus memperhatikan orientasi  syar’i, ini karena Allah bukan saja menurunkan a’daa melaikan juga syir’atan  wa min hajan dan dalam melangkah atau beribadah,                     kita harus melalui koridor tsb. Misalnya khudzuu ‘anni manasikakum dalam haji dan shallu kama roaitumuni ushalli sholat. Sejalan dengan itu tentunya juga terfleksi dalam hal jihad atau bisa diparalelkan: jaahidu kama roaitumuni ujaahid.

Tawajjuh yang ketiga, tawajjuh amaliyah (menghadap atau berorientasi pada Allah dan Al-Islam dalam beramal. Artinya kita harus “wa’aiddu mastatho’tum min kuwwah. Segala potensi secara operasianal harus dihimpun dan digabung secara syumul ( integral)
dan  takamul (terpadu) agar bisa merealisir tugas-tugas dan kewajiban-kewajiban dari Allah. Karena segala tugas dan kewajiban dari Allah tidak bisa kita persiapkan secara juz’iyah (parsial). Misalnya untuk sholat kita harus lebih dulu wudhu dan untuk wudhu tentu saja harus ada air. Kemudian untuk sholat harus syatrul aurat  (menutup aurat)                        jadi harus ada baju dan mukena. Lalu agar dengkul kita bisa tegak dan kuat ketika sholat, kita butuh makan lebih dulu. Jadi ada kesyumuliyahan dalam adaa’ish  sholah.
Ketiga tawajjuh tersebut, tawajjuh aqidi, syar’i dan amali harus selalu ada terhimpun secara sekaligus di setiap ibadah yang kita lakukan. yang jelas kita harus senantiasa mempersiapkan segala sarana dan prasarana serta potensi agar tugas-tugas dari Allah swt                          dapat kita kerjakan secara baik karena Allah telah menyuruh kita mengerahkan                      segenap potensi kekuatan “Waa’idduLahum mastatho’tum minquwwah” (Q.S. 8:60) disinilah letak ke syumuliyahan dan  ketakamulliyahannya.

Ikhwah Fillah, dalam lanjutan ayat tersebut (Q.S 8:60) ditegaskan oleh Allah swt., Bila kamu tidak disiplin tidak wala’ tidak menggantungkan diri kepada Allah dan tidak taat kepadaNya juga kepada Rasul-Nya dan Ullil Amri maka  “Iyyaka turhibkum waya’thi bi kholqinjadid wamaa dzalika Allalahi Aziz: Bila Allah menghendaki tak ada sulitnya bagi
Allah untuk meliquidir,menghapus generasi yang tidak disiplin dan membangkang ini menjadi kaum yang marjinal dan berada diemperan-emperan dakwah. Padahal seyogyanya kita menjadi pelaku-pelaku dakwah dan sejarah. Bukan sekedar penonton belaka.

Ayat-ayat yang serupa dan senada dengan itu begitu banyak dalam Al-Qur’an ”Wamaa dzalika allaihi Aziz” dan hal yang demikian bukan sesuatu yang besar bagi Allah. Kenapa banyak?  Kesemuanya tak lain sebagai peringatan bahwa segala sesuatunya menjadi begitu tak berarti bila komitmen atau ketergantungan kita kepada Allah, Rasul dan Ulil amri merosot.

Seperti misalnya dalam Qur’an surat 5:54,  artinya “ Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kalian murtad dari agama Allah maka Allah gantikan  dengan suatu kaum yang dicintai Allah dan mereka mencintai-Nya, lemah lembut terhadap mukmin, tegas terhadap orang kafir, berperang di jalan Allah dan tidak takut celaan orang yang  suka mencela. Itulah karunia Allah, diperuntukkan-Nya bagi siapa yang kehendaki-Nya. Dan Allah maha luas pemberian-Nya lagi maha mengetahui.”

Al jihadu maadhin ila yaumil qiyamah, jihad akan terus berlangsung sampai hari qiyamat,kata imam Syahid. Addakwah akan terus berjalan bina au ghairina, dengan atau tanpa kita. Kita ikut atau tidak dengan dakwah dan jihad, akan selalu ada orang atau generasi lain yang ditunjuk oleh Allah untuk melaksanakan-Nya karena memang dakwah atau jihad tidak bergantung kepada suatu individu atau kaum.

Dari dulu ada orang-orang yang futur, insilakh, dibantai, dipenjarakan dsb tetapi dakwah tetap saja besar. Ketika dulu dakwah sedang digebuk di Mesir seperti air digebuk, muncratnya kemana-mana. Termasuk ke Indonesia, Amerika, dan Eropa serta seluruh dunia. Mula-mula muncratnya dari emperan-emperan Mesir, kini orang-orang yang dari                   Mesirnya sendiri langsung datang kesemua negri. Jadi karena dakwah dan jihad adalah
proyek Allah maka ia akan tetapa eksis bina au ghairina, dengan atau  tanpa kita.

Masalah optimisme ini penting sebab sekarang banyak godaan  kepada kita. Mengapa kita begini-begini saja, diam-diam saja sementara si ini bermanuver, sianu bermanuver. Kalau kita saat ini bersifat seperti ini belum melakukan manuver-manuver yang                    berarti, semata-mata karena manhajatud da’watina dan bukan karena kita takut.
Hal ini merupakan  Ihtiyajatul Marhalah. Jadi bukan masalah takut enggak takut, melainkan karena kebutuhan marhalah kita saat ini adalah seperti ini dulu. Kita juga siap untuk melakukan marhalah-marhalah berikutnya. Bermanuver seperti yang dilakukan Bintang Pamungkas sebetulnya juga merupakan bagian dari Fikhu Dakwah asalkan memang terprogram.
Hal seperti itu pernah dilakukan Abdulah Bin Mas’ud ketika masih di Mekkah. Ia berniat
melakukan manuver berupa pembacaan Al-Qur’an di hadapan orang-orang Quraisy. Mula-mula sahabat-sahabatnya melarangnya, tetapi setelah bermusyawarah akhirnya                        membolehkannya.

Bacaan Al-Qur’an Ibnu Mas’ud memang sangat indah dan merdu sehingga Rasulloh menyamakannya dengan bacaan Qur’an Malaikat Jibril. Abdullah bin Mas’ud pun membaca surat Ar Rahman dan orang-orang Quraisy sempat terkesima mendengarkannya. Namun begitu mereka sadar bahwa itu ayat Al Qur’an mereka pun ramai-ramai memukuli Ibnu Mas’ud hingga babak belur dan akhirnya pulang kerumah dengan digotong oleh kawan-kawannya.

Hebatnya Ibnu Mas’ud masih berucap “Wallahi kalau kalian izinkan, Aku akan pergi lagi ke sana dan membacakan Al-Qur’an “ tetapi semuanya mencegah: Sudah… sudah cukup yang penting mereka sempat geger … heboh.”

Jadi memang ada fikhu dakwahnya, manuver seperti itu. Syaratnya harus muncul dulu syaksiyah barizah atau sosok pribadi yang berpengaruh sehingga kemunculannya menimbulkan goncangan atau kehebohan di kalangan musuh. Kalau belum berpengaruh, belum termashur sudah memaksakan diri akan terbentur sana sini kan kasihan.

Allah swt memperingatkan kita bahwa ketika implementasi aqidah kita secara moral dalam bentuk loyalitas (Q.S. 5:55) dan operasional dalam bentuk mentati Allah dan Rosul-Nya (Q.S. 4:69) merosot maka mudah saja bagi Allah (wamaadzalika alallahi bi Aziz) untuk menggantikan kita dengan orang lain atau generasi lain (Q.S. 5:54)

Selain itu adalagi dalam surat 6:133 Allah itu maha kaya sumber segala kasih sayang, jika Allah menghendaki kalian dihapus, maka akan digantikan dengan generasi sesudahmu sebagaimana kamu telah menggantikan generasi sebelummu. Diisyaratkan pergantian kaum itu terjadi jika suatu kaum atau bangsa sudah ingkar, menyimpang atau melampai batas maka akan digantikan dengan yang labih baru dan lebih baik.

Generasi baru yang harus melahirkan generasi yang lebih baik dan membanggakan karena Rasulullah ingin membanggakan umatnya di atas umat-umat yang lain tidak serta merta terkait dengan banyaknya anak melainkan mutu atau kualitas generasi. Hal itu bisa berarti generasi yang banyak dan membanggakan, namun bisa pula generasi yang  sedikit dan membanggakan, karena nashul hadits “fainni mubahi bikumul umam“                         Seandainya pun yang ditunjuk adalah kalimat nashul hadits yang lain  ”Fainni mukatsirun bikumul umam “ tetap saja tidak bisa diartikan serta merta sebagai berbanyak-banyakan karena  kata mukatsirun dalam bahasa arab, seperti misalnya dalam surat At Takatsur, adalah membanggakan.

Visi jamaah juga visi Islam dalam hal soal anak adalah silahkan banyak dan boleh juga sedikit asalkan membanggakan, tiga orang anak pun sudah terkatagori katsir.Bila sanggup melahirkan 12 atau 18 dan semuanya membanggakan Alahamdulilah.tetapi bila hanya dapat  melahirkan 2 atau 3, banggakanlah apa yang sudah diberikan oleh Allah kepada kita.

Anak adalah rizki dari Allah swt. kita tidak bisa mengukur atau mematoknya, yang penting generasi baru yang kita lahirkan adalah yang membanggakan. Sehingga kembali ke pembahasan kita di awal jangan sampai nanti kita disisihkan oleh Allah bahkan boleh jadi bukan hanya secara fisik (Q.S 17:85-86) tetapi juga ditilik dari segi hidayah, ilmu                     pengetahuan, dan fikhu da’wah bila kita menyimpang pasti Allah akan menghapus hidayah itu dari kita.

Jadi bahaya likudasi itu bukan hanya secara fisik tetapi juga dari segi-segi yang lainnya, misalnya bisa saja secara fisik kita tidak dilikuidasi oleh Allah, tetapi hidayah, ilmu, manhaj, tashowwur fikroh kita yang dilikuidasi oleh-Nya, bila kita tidak konsisten pada                         nilai-nilai kebenaran.

Oleh sebab itu Ikhwan fillah, saya mencoba mengingatkan kita semua akan pesan Ustadz Musthofa Mansyur tiga tahun yang lalu. Beliau berbicara tentang DHOMANATUL BAQO’ bahwa komitmen kita  terhadap arkanul bai’ah adalah jaminan eksistensi keberadaan kita di dalam dakwah. Suatu gerakan politik bila diterjemahkan sebagai                         sebuah gerakan dakwah baru bisa eksis dan survive bila memiliki muqowimat yang disebut MUQOWWIMA ITSBAT WUJUDUD DA’WAH:
1. Memiliki prinsip yang kokoh yang disebut RUSUKHUL MABDA. Aqidah kita jelas
    memiliki prinsip-prinsip yang kokoh.
2. Memiliki visi yang jelas.
3. Mempunyai konsep yang aplikatif. Minhaj kita yang berasal dari Qur’an memberikan
    pada kita konsep SYIR’ATAN WA MINHAJAN yang disebut juga sebagai konsep
    yang aplikatif dan qobilit tanfidz.
4. Memiliki kader-kader yang mumpuni. 
5. Memiliki organisasi yang efektif atau TANDZIMUN FA’AL.  Mmang Jama’ah bukan
    sebuah oganisasi, tetapi Jamaah menggunakan sistem organisasi untuk menata sistem
    organisasi.
6. Memiliki DA’AM SYA’BI atau dukungan masyarakat.
7. Mempunyai kemampuan ekonomi yang berkembang.
8. Dukungan birokrat.
9. Dukungan tentara.

Cari Blog Ini

Halaman

Popular Posts

Advertisement

Responsive Advertisement