Tampilkan postingan dengan label Do'aku Harapanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Do'aku Harapanku. Tampilkan semua postingan

02/03/12

Tips Sukses dalam Kehidupan & Meraih Mimpi


Seberapa besar Mimpimu..? haruslah melihat seberapa besar Kerja kerasmu? dan seberapa banyak kita bangkit dari kegagalan? dengan di iringi doa.

Mungkin inilah tipsnya :

*Satu*, bersyukurlah atas hari ini. “Just to be alive is a grand thing,” kata Agatha Christie, salah satu novelis detektif terkemuka. Jauhkanlah
perasaan depresi dan sedih tanpa juntrungan. Jalani setiap hari dengan hati penuh syukur. Ingatlah akan Bill Porter. Kalau dia bisa jadi seorang
salesman berhasil, apapun yang Anda inginkan sebenarnya pasti bisa tercapai.

*Dua*, belajarlah seakan-akan Anda akan hidup selamanya, hiduplah seakan-akan Anda akan mati besok. Mohandas Gandhi pernah berkata demikian, “Live as if you were to die tomorrow, learn as if you were to live forever.” Belajar terus, upgrade diri terus dengan berbagai cara baik yang memerlukan effort maupun effortlessly.

*Tiga*, setiap ketrampilan pasti ada penggunanya. Ini saya dapat dari salah satu sahabat saya seorang wanita blonda dari San Diego.
Sahabat saya Crystal ini pernah membesarkah hati saya, “There are all kinds of writers, there are all kinds of readers.” Ketika saya down karena merasa incompetent bertarung dengan penulis-penulis lokal di sini, Crystal mengingatkan bahwa setiap jenis penulis pasti ada pembacanya
(niche). Find your niche, so you find your place in the world.

*Empat*, bukalah jalan sendiri, orisinil. Ralph Waldo Emerson once said, “Do not go where the path may lead, go instead where there is no path and leave a trail.”

*Lima*, belajar mencintai apa yang Anda punyai, bukan berangan-angan akan apa yang Anda tidak miliki. Use whatever you have at hand, impian hanya akan menjadi nyata kalau Anda menggunakan instrumen yang kasat mata saat ini juga.

*Enam*, lihat apa yang kelihatan dan lihat apa yang belum kelihatan. Gunakan visi dan misi untuk mengenal apa yang Anda tuju. Seringkali, apa yang belum kelihatan adalah blue print untuk sukses Anda. Begitu kelihatan, ia akan menjadi semacam de ja vu.

*Tujuh*, telan kepahitan hidup dan bersiap-siaplah dalam menyongsong hari baru. Setiap hari adalah hari baru. Bangunlah tiap pagi dengan hati yang curious akan apa yang akan Anda alami hari itu. Be excited, be courageous to start the day.

*Delapan,* semakin banyak Anda memberi, semakin banyak Anda akan menerima. The more you give, the more you get in return. Dalam marketing, ini mungkin disebut sebagai taktik public relations atau publicity. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, ini juga berlaku tanpa diselipi dengan iming-iming tertentu. Saya sendiri sudah membuktikannya. Semakin banyak kita memberi (dalam arti luas, tidak terbatas uang dan materi), semakin besar penghargaan dan berkat yang kita terima.

*Sembilan*, jadilah mentor diri sendiri. What would Oprah do? Itu yang saya pakai sebagai ukuran. Saya tidak memilih Nabi atau pembesar negara, namun seorang wanita berkulit berwarna yang telah membalikkan nasibnya sendiri menjadi salah satu orang berpengaruh di dunia.

*Sepuluh*, saya eksis dengan maupun tanpa tubuh saya. Setidak-tidaknya sekali sehari, saya mengingatkan diri sendiri bahwa hidup ini bukanlah untuk selamanya. Maka berbuatlah terbaik pada saat ini juga. Jangan tunggu-tunggu lagi. “Just do it,” kata Cher di Farewell Concertnya beberapa tahun yang lampau. I do my best every chance I have. Berbuatlah terbaik di setiapkesempatan, karena itu mungkin yang terakhir.

Ingatlah sukses bukanlah tujuan, bukan pula perjalanan. Sukses adalah mindset. Bukan hanya cogito er go sum (saya berpikir maka saya ada), namun sum ego prosperitas (sukses adalah saya). 
 
Semoga Bisa Berjumpa Dengan Saya Di CyberLive

05/12/11

Sakit membawa nikmat

Sungguh kasihan orang yang kurang iman dan ilmu. Hari demi
hari yang dilalui di dunia ini selalu diliputi kesengsaraan
yang datang silih berganti. Cemas dan gelisah merupakan
indikasi hati yang jauh dari ketenteraman, yang membuat
nikmat yang ada tidak lagi dirasakan sebagai nikmat.
Begitu banyak hal yang tidak diinginkan tiba-tiba datang
menimpa. Karena belum tahu ilmunya, perasaan pun semakin
tertekan dan pasti ujungnya berupa penderitaan.
Di antara hal yang paling umum diberikan kepada manusia
adalah saat-saat ditimpa penyakit. Sebagian besar manusia
ketika ditimpa penyakit biasanya jatuh mengeluh. Tubuh
lunglai, wajah pun langsung kuyu, pudar cahayanya. Padahal
semakin banyak mengeluh, semakin terasa penderitaannya.
Semakin terasa karena hati tidak mau menerima musibah ini.
Maka, perasaan pun menjadi tertekan dan gelisah.
Yang paling mencelakakan dan kian menambah kesengsaraan
adalah pikiran yang tidak terkuasai dengan baik. Biasanya
menerawang jauh serta sebagian besar yang dipikirkan di-
persulit dan dikembangkan semakin parah dan menegangkan.
Orang yang terkena gejala tumor, misalnya, akan menjadi
sengsara jika yang menjadi buah pikirannya sesuatu yang
jauh lebih mengerikan daripada kondisi yang sebenarnya.
Ah, jangan-jangan tumor ganas. Bagaimana kalau merambat
ke seluruh tubuh, sehingga harus dioperasi ? Lalu,bagaimana
kalau operasinya gagal ? Belum lagi biayanya yang pasti
sangat besar. Wah, bagaimana ya ? Akibatnya, jelas orang
itu akan jauh lebih menderita dibanding penderitaan yangsebenarnya.
Semua itu terjadi karena kesalahan berpikir. Belum paham
terhadap hikmah penyakit yang menimpanya, sehingga salah
dalam menyikapinya. Hasilnya rugi di dunia dan di akhirat.
Kondisi dan sikap mental semacam ini harus segera kita
atasi. Kita harus senantiasa sehat karena hanya dengan
kesehatanlah gerak hidup ini menjadi lancar. Kalaupun
tubuh memang harus sakit, maka hati kita harus benar-benar
tetap berfungsi dengan baik.
Bagaimana cara menyiasatinya ? Insya Alloh resep ini akanbermanfaat bagi
kita.
Pertama, yakinilah bahwa selama hidup di dunia ini pasti
akan dipergilirkan aneka musibah. Sebagaimana firman Alloh
Azza wa Jalla (yang artinya), "Dan sungguh akan Kami berikan
cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, ke-
kurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita
gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS Al Baqarah [2] : 155)
Kedua, yakinlah bahwa segalanya milik Alloh. Sebagaimana
firman-Nya (yang artinya), "Ketahuilah, sesungguhnya kepunyaan
Alloh lah apa yang ada di langit dan di bumi. Sesungguhnya
Dia mengetahui keadaan yang kamu berada di dalamnya (sekarang)
dan (mengetahui pula) hari (manusia) dikembalikan kepada-Nya,
lalu diterangkan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka
kerjakan. Dan Alloh Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS An Nuur [24] :
64)
Memang, jagad raya alam semesta berikut isinya ini benar-benar
mutlak milik Alloh, Dia-lah yang Menciptakan, Mengatur, dan
Mengurusnya setiap saat. Sedangkan kita, jangankan membuat,
menggambarnya saja sudah tidak mampu. Bahkan, untuk tubuh
ini saja, jangankan bisa mengurusnya, tahu isinya pun tidak.
Sekali lagi, semuanya mutlak milik-Nya. Dan Alloh berbuat
apa saja yang Dia kehendaki, tanpa dapat dicegah, atau di halangi
siapapun.
Dalam hal ini Alloh berfirman (yang artinya), "Jika Alloh
menimpakan suatu kemudlaratan kepadamu, maka tidak ada yang
dapat menghilangkannya, kecuali Dia. Dan jika Alloh meng-
hendaki kebaikan bagimu, maka tak ada yang dapat menolak
karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang
dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Dan Dia-lah
yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Yunus [10] : 107)
Begitupun kalau Alloh telah menghendaki tubuh ini sakit,
ya wajar saja karena memang milik-Nya. Mengapa kita harus
pusing, kecewa, atau protes ? Ibarat seseorang menitipkan
baju miliknya kepada kita, kalau suatu saat diambil kembali,
mengapa kita harus keberatan ? Tidaklah layak kita berbuat seperti itu.
Seyogyanya kita memilih untuk ridla saja dalam menerima apa
yang telah terjadi. Segala kekecewaan, penyesalan, dan keluh
kesah, sama sekali tidak akan menyelesaikan masalah. Sekiranya
ada air tumpah dari gelas, apa perlunya kita menangis sedih,
menyesali, dan mengeluhkan air yang sudah menyerap ke dalam
tanah ? Sungguh semua itu merupakan perbuatan sia-sia yang
hanya membuang-buang waktu, tenaga, dan pikiran. Lebih baik
kita kerahkan segenap tenaga, pikiran, dan waktu tersebut
untuk mencari air yang lain lagi.
Ketiga, yakinilah bahwa Alloh itu Mahabijaksana dalam menentukan
segala-galanya. Dia Mahatahu akan keadaan tubuh kita karena
memang Dia yang membuat dan yang mengurusnya. Mahasuci Alloh
dari segala perbuatan zhalim. Semua yang ditimpakan kepada
makhluk-Nya sudah diukur dengan sempurna. Teramat mustahil
akan over dosis. Alloh berfirman (yang artinya), "Alloh tidak
membebani seseorang, melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
Ia mendapat pahala dari kebajikan yang diusahakannya dan men-
dapat siksa dari kejahatan yang dikerjakannya. (Mereka berdoa),
"Ya Tuhan kami, janganlah engkau bebankan kepada kami beban
yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang
yang sebelum kami. Ya Tuahn kami, janganlah Engkau pikulkan
kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah
kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau penolong
kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." (QS Al Baqarah [2] :
286)
Jadi, Alloh memang tidak akan membebani seseorang, kecuali
sesuai dengan kemampuannya. Dia Mahatahu segala-galanya.
Maka, Dia pun tahu Mahatahu akan kemampuan maksimal kita
menahan sakit. Dia Mahatahu biaya yang dikeluarkan dan Dia
pun Mahatahu akan keadaan ekonomi kita. Dia Mahatahu segala
dampak yang akan terjadi pada masa depan kita dengan adanya
penyakit ini. Pokoknya, Dia Mahatahu segala awal dan akhir
dari musibah yang memang sudah diukur-Nya dengan penuh kasih dan sayang.
Oleh karena itu, wahai hamba-hamba Alloh, hentikanlah mem-
bebani pikiran dan berburuk sangka kepada-Nya. Lebih baik
kita kerahkan segala potensi yang ada untuk berusaha memahami
hikmah di balik semua kejadian ini.
Sahabat, bila kita telah memahami hikmahnya, maka ternyata
sakit itu adalah suatu takdir yang sangat menguntungkan karena
akan menggugurkan dosa-dosa kita. Bukankah kita selalu me-
rindukan ampunan-Nya ? Inilah salah satu bentuk pengabulan keinginan kita
itu.
Rasulullah SAW bersabda, "Ketika seseorang ditimpa penderitaan
(sakit), maka Alloh mengutus dua orang malaikat kepadanya. Dia
berfirman, 'Dengarkanlah apa kata hamba-Ku ketika ditengok orang-
orang.' Jika ia mengucapkan Alhamdulillah, maka Alloh berfirman
kepada dua malaikat tersebut, 'Sampaikanlah kepadanya, jika Aku
mematikannya akibat penyakitnya, maka pasti masuk syurga, dan
jika ia Aku sembuhkan, maka pasti daging dan darahnya diganti
dengan yang lebih baik daripada asalnya, serta kujadikan pen-
deritaan (penyakitnya) sebagai penebus dosa-dosanya.' " (HR Al Faqih)
Dalam hadits lain Rasulullah bersabda, "Rintihan orang yang sakit
ditulis sebagai tasbih, jeritannya sebagai tahlil, bernafasnya
sedekah, tidurnya adalah ibadah, dan berbolak-baliknya ketika
tidur seperti perang sabil. Dan ditulis pula baginya sebaik-baik
amal yang biasanya ia lakukan di waktu sehatnya."
Adapun hikmah lainnya adalah bahwa sakit dapat dijadikan sebagai
ladang tafakkur. Betapa tidak ? Dengan sakit, kita dapat terhindar
dari kemaksiatan, yang besar kemungkinan akan dilakukan jika kita
dalam keadaan sehat. Kita menjadi insyaf, betapa penting dan mahal-
nya harga kesehatan yang biasanya disia-siakan ketika Alloh sedang
menyehatkan kita.
Selain itu, sakit pun ternyata merupakan jalan rizki bagi para
dokter dan petugas kesehatan, yang sekaligus menjadi ladang amal
shaleh sekiranya mereka ini ikhlas. Sedangkan bagi kita mencari
obat penyembuh tersebut niscaya menjadi ladang pahala ikhtiar.
Soal sembuh atau tidak, serahkanlah sepenuhnya pada qudrah dan
iradah Alloh. Insya Alloh pahala ikhtiar itu akan didapatkan
sepanjang ikhtiar yang dilakukannya sesuai dengan kehendak dan
ketentuan-Nya.
Semoga Alloh yang benar-benar sedang Menyaksikan dan Menguasai
setiap getaran hati pada diri hamba-hamba pilihan-Nya, senantiasa
menjaga, melindungi, serta memelihara kita dari prasangka buruk
terhadap ketentuan-Nya. Lebih dari itu, kita justru diberi-Nya
kekuatan untuk mampu menikmati dengan penuh kegembiraan atas
segala ketentuan yang Dia tetapkan pada kita.

Cari Blog Ini

Halaman

Popular Posts

Advertisement

Responsive Advertisement