Tampilkan postingan dengan label ilmu alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu alam. Tampilkan semua postingan

20/05/12

Malfungsi Otak Paling Mengganggu Bagi Pengidapnya

http://doktercilik.blogspot.com/
Tak ada hal yang bisa diterima begitu saja selain kewarasan. Hal ‘gila’ bisa saja terjadi gara-gara mal fungsi otak. Anda bisa jadi tak mengenal orang sekelilingnya ataupun benda mati yang serasa ikut bicara.

Setelah ditelurusi, ternyata terdapat kelainan mental yang mampu mengacaukan persepsi realitas dalam cara yang tak terbayangkan, sementara sering kali membiarkan pikiran Anda tetap tak tersentuh. Berikut kelainan-kelainan yang akan mengejutkan Anda.





1. Sindrom Fregoli

Bayangkan Anda sedang berargumen dengan teman sekamar yang menyebalkan mengenai uang sewa yang belum dibayar. Untuk melepaskan tekanan, Anda menghubungi pacar namun saat menelpon, Anda mendengar teman sekamar memanggil pacar Anda ‘sayang’. Saat ke luar kamar, teman sekamar Anda mengejek dari pekarangan tetangga.

Karena marah, pergi ke bar setempat untuk minum-minuman dan ternyata dituangkan teman sekamar Anda itu. Pada 10 menit kemudian, Anda mendapati diri Anda sedang dipeluk teman sekamar yang menyebalkan itu.

Kondisi ini disebut sindrom fregoli, membuat semua orang yang Anda temui hari itu menjadi orang yang sama. Kelainan ini muncul dalam tingkat keparahan berbeda. Terkadang, penderita tak tahu pasti siapa yang mengawasinya namun semua orang tampak tak asing.

Hal ini terasa seperti terbangun di satu kota yang dipenuhi teman SMA yang jarang Anda ajak bicara. Penderita sindrom ini akan menghampiri semua orang dan menanyakan tempat mereka bertemu pertama kali. Selain itu, jika sindrom ini dipadukan kelainan lain, hasilnya bisa mengejutkan.

Misalnya, wanita terdiagnosa menderita schizophrenia dan erotomania, memiliki keyakinan bahwa orang lain mencintai dia padahal sebaliknya. Wanita ini akan yakin, aktor Leonardo DiCaprio jatuh cinta padanya dan berkomunikasi dengannya secara telepati dan selalu menyamar untuk menemuinya tiap hari.



2. Salah identifikasi diri dalam cermin

Anda terbangun di tengah malam dan pergi ke kamar mandi. Saat melihat kaca, Anda menemukan bayangan orang lain di dalamnya.

Kondisinya, penderita kelainan ini mengalami kerusakan bagian otak yang bertugas memahami cara kerja refleksi.

Jadi, saat mereka melihat kaca, otak mengatakan Anda sedang melihat orang asing melalui jendela. Kelainan ini kebanyakan muncul pada pasien Alzheimer. Bahkan, penderita ini akan mencoba berbicara dengan refleksinya.



3. Agnosia Visual

Saat pergi ke toko sayur, Anda menyadari ada yang aneh. Semua produk bisa berteriak dan melawan saat akan dimasukkan ke keranjang belanja. Parahnya, saat di kasir, pot tanaman bertanya pada Anda akan membayar tunai atau tidak.

Kondisinya, Agnosia Visual disebabkan disfungsi beberapa area pemroses visual otak. Hasilnya, Anda tak bisa secara benar mengenali barang.

Untungnya, kelainan ini hanya sebatas visual. Penderita tetap memiliki kemampuan mengidentifikasi benda menggunakan indera lainnya.



4. Somatoparaphrenia

Saat sedang menikmati kopi di pagi hari, hidung Anda terasa gatal dan tiba-tiba ada seseorang menggarukkannya.

Kemudian, orang ini meminumkan kopi yang ada pada Anda. Anda pun mulai bertanya siapa orang ini padahal Anda tinggal sendiri. Kemudian, Anda menyadari tangan lain yang melakukan semua ini.

Kondisinya, penderita ini mengalami kerusakan otak di bagian homunculus atau ‘peta tubuh’. Otak bagian ini yang mengkatalog semua bagian tubuh dan membuat Anda tahu letak semua bagian tubuh Anda itu.

Dalam beberapa kasus, pengalaman memiliki bagian tubuh orang lain ini sangat menekan. Bahkan, penderita akan mencoba memotong bagian tubuh itu. Pada 1997, seorang pria menemui dokter bedah Robert Smith dan memintanya untuk mengamputasi kaki kirinya.



5. Anosognosia

Bayangkan Anda habis kecelakaan dan dirawat di rumah sakit. Anda tahu diri Anda tidak apa-apa, namun dokter selalu memberi resep. Saat dokter meminta menggerakkan kaki dan Anda merasa sudah menggerakkannya, dokter malah mengatakan Anda tak bisa berjalan lagi seumur hidup.

Kondisinya, kelainan ini merupakan khayalan yang diderita orang lumpuh yang sebenarnya tidak lumpuh. Menurut hasil studi, lebih dari setengah penderita Hemiplegia (lumpuh separuh karena stroke) menderita kelainan ini. Kita tak sedang membahas orang yang sedang dalam penolakan menjadi lumpuh.

Penderita mengalami kerusakan Korteks Parietal, area otak yang bertanggung jawab menjaga kesadaran pada persepsi, gerakan dan sensasi tubuh. Pasien penderita kelainan ini tak mampu menggerakkan anggota badannya bukan karena tak bisa melainkan karena tak mau.



6. Prosopagnosia

Bayangkan sedang berjalan menuruni tangga rumah dan begitu sampai di bawah Anda merasa tak yakin dengan siapa saja yang ada di dalam rumah. Semua orang menjadi orang yang benar-benar asing bagi Anda meski sebenarnya Anda tiap hari melihatnya, bahkan selama bertahun-tahun.

Kondisinya, kelainan ini tak mampu mengenali wajah. Terdapat perbedaan tingkatan kelainan ini. Sekitar 2% populasi manusia memiliki kelainan ini dimana kondisi ini sering disertai spectrum autisme.

Kelainan ini seperti saat Anda bertemu seseorang di sebuah pesta namun saat berjabat tangan dengannya lagi, Anda sulit mengenalinya.

Penderita kelainan ini mengalaminya tiap bertemu orang. Namun, penderita kelainan ini memiliki cara tersendiri dalam mengenali orang, yakni dengan mengingat fitur nyata seseorang.

Sumber

19/05/12

Asal Usul Nama Gunung Salak & Telusur Korban

Berikut ada beberapa versi tentang asal usul nama Gunung Salak yang perlu penelaahan lebih lanjut karena semua masih kabur .
Kata salak berasal dari :
1. Kata Siloka dan Salaka
Siloka artinya simbol atau sandi dan Salaka artinya asal usul ( menurut Masyarakat Adat ( Desa Giri Jaya))
Siloka karena gunung salak menyimpan banyak misteri kehidupan dan siapa saja yang dapat menemukan atau mengerti rahasia di dalamnya akan menjadi manusia arif
Salaka karena di anggap gunung tersebut merupakan kawasan yang menjadi asal usul daerah dan kehidupan mereka
2. Kata salak ini karena di temukannya buah salak besar di gunung tersebut ( Mitos )
Tak tahu apakah banyak pohon salak, dan salaknya sebesar apa dan dari mana buah salak itu. Apakah dari pohonnya atau muncul secara misteri
3.Kata salak di ambil dari nama kerajaan Hindu di abad ke 4 dan 5 Masehi yaitu kerajaan Salakanagara yang berdiri di kaki gunung
Salakanagara di klaim juga berdiri di Pandeglang.
Membuat penasaran saja. Perlu pembuktian tentang Salakanagara
5.Kata salak di ambil dari bahasa Sansekerta yaitu Salaka berarti perak
Maka gunung salak bermakna gunung Perak
( Mengapa di sebut gunung perak? apakah banyak perak?
Lalu bagaimana dengan kata Salaka Yasluku (bahasa Arab) yang berarti berjalan menuntut ilmu tentang kajian hakekat, sejarah, kearifan kearifan, ramalan dan sebagainya
Cuma Allah Yang Maha Tahu namun sudah sepantasnya kita mencari tahu
Menurut hemat saya, penamaan suatu tempat karena di dasarkan pada suatu situasi fisik yang terjadi di tempat itu
Contoh Nama gunung Gede karena gunungnya besar, Ci Panas karena airnya panas, dsb. walau tak semua berlaku sistem itu.
untuk istilah lain mungkin bisa saja di reka reka oleh warga sekitar dan orang orang tertentu agar gunung tersebut terkesan sakral
Semua terserah Anda .

Tahukan berita terbaru yang sedang marak di beritakan . Ya ,jatuhnya pesawat Sukhoi superjet 100 di gunung salak
Tapi aku tak akan membahas dalam masalah itu karena telah banyak post macam itu
Aku tertarik dengan pertanyaan ini
" Kapan , siapa dan berapa yang menjadi korban di gunung salak ?
Berikut hasil penelusuran aku
Sebelum ke korban jiwa maka aku akan memberi tahu dulu ,kejadian pendaki tersesat di gunung salak
- februari 2009-7 orang pendaki gunung yaitu mahasiswa Universitas Yarsi tersesat. Hari ke 4 di temukan
-29 januari 2010-6 pendaki dari UIN Yogyakarta hilang kontak. Tim SAR berhasil menemukan
-26 Desember 2010-Dita Sintawari, siswi SMAN 5 Bogor ,hilang saat pendakian di Gunung Salak dan di temukan selamat
Nah, sekarang beranjak ke korban jiwa
-April 1987-7 siswa STM Pembangunan Jakarta Timur ,tewas di jurang curug orok
-6 oktober 2002 pemuda bernama Mad Rizal ( pendaki ) tewas
-7 juli 2007-6 pelajar SMPN 67 Jakarta Selatan , tewas di kawah Ratu Gunung salak karena menghirup gas beracun
-13 september 2010-Mayat perempuan di temukan tewas membusuk di salah satu makam di puncak Manik gunung salak. Di temukan para pendaki saat hendak turun
-23 Maret 2011-Seorang pendaki tewas akibat tersesat
-6 februari 2012-Fajar Ahrohman(Pendaki), Mahasiswa Universitas Budi Luhur Jakarta tewas
Berikut daftar pesawat yang jatuh di sekitar gunung salak
1.10 oktober 2002-Pesawat Trike bermesin PKS 098 jatuh di Lido Bogor, 1 tewas
2.29 oktober 2003-Helikopter Skorsky S-58T Twinpac TNI AU Jatuh di kec. Kemang Kab. Bogor. 7 orang tewas
3.15 april 2004-Pesawat Paralayang Red Baron GT 500 milik Lido Aero Sport jatuh di Desa Wates Jaya Kec. Cijeruk Kab. Bogor . 2 orang tewas
4.20 juni 2004-Pesawat Cessna 185 Skywagon , jatuh di Danau Lido Cijeruk Bogor. Korban 5 tewas
5. Juni 2008-Pesawat Casa 212 TNI AU jatuh di gunung salak. Tewas 18 orang
6.30 april 2009, pesawat latih Donner milik pusat pelatihan penerbangan curug jatuh di Desa tenjo kec tenjo kab bogor. Tewas 3 orang
7. 9 april 2012-Pesawat Sukhoi Superjet 100 buatan Rusia jatuh di gunung salak. Korban ...Orang

Mungkin itu hasil penelusuranku , jika ada perubahan maka akan aku update.

Terimakasih

17/05/12

Hal-hal berikut yg dapat meningkatkan keimanan

Hal-hal berikut yg dapat meningkatkan keimanan kita: 1. Tilawah Al-Qur'an dan mentadabburi maknanya, hening dan dengan suara yang lembut tidak tinggi, maka Insya Allah hati kita akan lembut. Untuk mendapatkan keuntungan yang optimal, yakinkan bahwa Allah sedang berbicara dengan kita.

2. Menyadari keagungan Allah. Segala sesuatu berada dalam kekuasaannya. Banyak hal di sekitar kita yang kita lihat, yang menunjukkan keagunganNya kepada kita. Segala sesuatu terjadi sesuai dengan kehendakNya. Allah maha menjaga dan memperhatikan segala sesuatu, bahkan seekor semut hitam yang bersembunyi di balik batu hitam dalam kepekatan malam sekalipun.

3. Berusaha menambah pengetahuan, setidaknya hal-hal dasar yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti cara berwudlu dengan benar. Mengetahui arti dari nama-nama dan sifat-sifat Allah, orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang berilmu.

4. Menghadiri majelis-majelis dzikir yang mengingat Allah. Malaikat mengelilingi majels-majelis seperti itu.

5. Selalu menambah perbuatan baik. Sebuah perbuatan baik akan mengantarkan kepada perbuatan baik lainnya. Allah akan memudahkan jalan bagi seseorang yang bershadaqah dan juga memudahkan jalan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan. Amal-amal kebaikan harus dilakukan secara kontinyu.

6. Merasa takut kepada akhir hayat yang buruk. Mengingat kematian akan mengingatkan kita dari terlena terhadap kesenangan dunia.

7. Mengingat fase-fase kehidupan akhirat, fase ketika kita diletakkan dalam kubut, fase ketika kita diadili, fase ketika kita dihadapkan pada dua kemungkinan, akan berakhir di surga, atau neraka.

8. Berdo'a, menyadari bahwa kita membutuhkan Allah. Merasa kecil di hadapan Allah.

9. Cinta kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala harus kita tunjukkan dalam aksi. Kita harus berharap semoga Allah berkenan menerima shalat-shalat kita, dan senantiasa merasa takut akan melakukan kesalahan. Malam hari sebelum tidur, seyogyanya kita bermuhasabah, memperhitungkan perbuatan kita sepanjang hari itu.

10. Menyadari akibat dari berbuat dosa dan pelanggaran. Iman seseorang akan bertambah dengan melakukan kebaikan, dan menurun dengan melakukan perbuatan buruk.

11. Semua yang terjadi adalah karena Allah menghendaki hal itu terjadi. Ketika musibah menimpa kita, itupun dari Allah.

sumber

Menyesal Selalu Kemudian

bismillahirahmanirahim kawanku semua yang dirahmati Allah, kehidupan bukan kita yang punya, bukan kita yang mengendalikan. makanya sering berjalan bertolak belakang dengan yang kita inginkan, bisnis bisa gagal, panen bisa gagal, rencana bisa gagal, lalu siapa yang punya ….? kita sudah tahu jawabanya yaitu Allah, bila sudah begini mestinya kita tidak jadi manusia yang gampang bersedih, marah, kecewa apalagi berputus asa. kan bukan kita yang mengatur jadi serahkan semuanya pada Allah… bener gak kawan?
sebuah kisah sangat menarik, bagi yang sudah membaca, moga bisa diambil hikmahnya…
Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki : Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.


Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.

Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.

Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.
Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.

Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.

Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.

Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.

Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.

“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.

Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak.
“Apalagi??”
“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu.

Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.

Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.

Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi,  ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.

Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya.

Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.

Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.

Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.

Saat  pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.
Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.

Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya  dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.

Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.

Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.

Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.

Istriku Liliana tersayang,
Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.

Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.

Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.

Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!

Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.

Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.

Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.
Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”
Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”
Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”
Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”

Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.

kawanku semua yang dirahmati allah, menyesal selalu datang kemudian, yach kata- kata ini yang selama ini dianggap biasa aja oleh semua orang jika sudah terlanjur terjadi barulah menyesal, dan penyelasan tiada akhir selalu datang diakhir………bagaimana denganmu kawan????
semoga kita bisa melihat apa yang serinya tidak bisa dilihat mata…
ya Allah, duhai zat yang maha bijaksana, kami yakin tidak ada rencanamu yang berakhir dengan keburukan, tidak ada juga kehendakmu yang bersifat membinasakan. perbuatan dan langkah kamilah yang memaksa engkau mewujudkan kehidupan yang buruk bagi kami. dan boleh jadi engkau kecewa. lantaran maksiat dan dosa kami membuat engkau menjadi terhalang untuk menyalurkan kasih dan sayangmu kepada kami, ya rabb, yang maha sempurna, duh gusti Allah kami mohon kebaikan dan ampunanmu…..

semopga bermanfaat..

sumber

02/03/12

Tips Sukses dalam Kehidupan & Meraih Mimpi


Seberapa besar Mimpimu..? haruslah melihat seberapa besar Kerja kerasmu? dan seberapa banyak kita bangkit dari kegagalan? dengan di iringi doa.

Mungkin inilah tipsnya :

*Satu*, bersyukurlah atas hari ini. “Just to be alive is a grand thing,” kata Agatha Christie, salah satu novelis detektif terkemuka. Jauhkanlah
perasaan depresi dan sedih tanpa juntrungan. Jalani setiap hari dengan hati penuh syukur. Ingatlah akan Bill Porter. Kalau dia bisa jadi seorang
salesman berhasil, apapun yang Anda inginkan sebenarnya pasti bisa tercapai.

*Dua*, belajarlah seakan-akan Anda akan hidup selamanya, hiduplah seakan-akan Anda akan mati besok. Mohandas Gandhi pernah berkata demikian, “Live as if you were to die tomorrow, learn as if you were to live forever.” Belajar terus, upgrade diri terus dengan berbagai cara baik yang memerlukan effort maupun effortlessly.

*Tiga*, setiap ketrampilan pasti ada penggunanya. Ini saya dapat dari salah satu sahabat saya seorang wanita blonda dari San Diego.
Sahabat saya Crystal ini pernah membesarkah hati saya, “There are all kinds of writers, there are all kinds of readers.” Ketika saya down karena merasa incompetent bertarung dengan penulis-penulis lokal di sini, Crystal mengingatkan bahwa setiap jenis penulis pasti ada pembacanya
(niche). Find your niche, so you find your place in the world.

*Empat*, bukalah jalan sendiri, orisinil. Ralph Waldo Emerson once said, “Do not go where the path may lead, go instead where there is no path and leave a trail.”

*Lima*, belajar mencintai apa yang Anda punyai, bukan berangan-angan akan apa yang Anda tidak miliki. Use whatever you have at hand, impian hanya akan menjadi nyata kalau Anda menggunakan instrumen yang kasat mata saat ini juga.

*Enam*, lihat apa yang kelihatan dan lihat apa yang belum kelihatan. Gunakan visi dan misi untuk mengenal apa yang Anda tuju. Seringkali, apa yang belum kelihatan adalah blue print untuk sukses Anda. Begitu kelihatan, ia akan menjadi semacam de ja vu.

*Tujuh*, telan kepahitan hidup dan bersiap-siaplah dalam menyongsong hari baru. Setiap hari adalah hari baru. Bangunlah tiap pagi dengan hati yang curious akan apa yang akan Anda alami hari itu. Be excited, be courageous to start the day.

*Delapan,* semakin banyak Anda memberi, semakin banyak Anda akan menerima. The more you give, the more you get in return. Dalam marketing, ini mungkin disebut sebagai taktik public relations atau publicity. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, ini juga berlaku tanpa diselipi dengan iming-iming tertentu. Saya sendiri sudah membuktikannya. Semakin banyak kita memberi (dalam arti luas, tidak terbatas uang dan materi), semakin besar penghargaan dan berkat yang kita terima.

*Sembilan*, jadilah mentor diri sendiri. What would Oprah do? Itu yang saya pakai sebagai ukuran. Saya tidak memilih Nabi atau pembesar negara, namun seorang wanita berkulit berwarna yang telah membalikkan nasibnya sendiri menjadi salah satu orang berpengaruh di dunia.

*Sepuluh*, saya eksis dengan maupun tanpa tubuh saya. Setidak-tidaknya sekali sehari, saya mengingatkan diri sendiri bahwa hidup ini bukanlah untuk selamanya. Maka berbuatlah terbaik pada saat ini juga. Jangan tunggu-tunggu lagi. “Just do it,” kata Cher di Farewell Concertnya beberapa tahun yang lampau. I do my best every chance I have. Berbuatlah terbaik di setiapkesempatan, karena itu mungkin yang terakhir.

Ingatlah sukses bukanlah tujuan, bukan pula perjalanan. Sukses adalah mindset. Bukan hanya cogito er go sum (saya berpikir maka saya ada), namun sum ego prosperitas (sukses adalah saya). 
 
Semoga Bisa Berjumpa Dengan Saya Di CyberLive

27/11/11

KETIKA KITA SINGGAH SEJENAK

Bayangkanlah bila suatu ketika ada seseorang yang menjan-
jikan hadiah berupa sebuah rumah mewah lengkap dengan isinya.
Begitu indah dan sempurnanya rumah itu, sehingga baru
membayangkannya saja Anda sudah merasakan suatu kenikmatan dan
kebahagiaan tersendiri. Rumah itu terletak di kota "A" dan
anda diminta untuk pergi sendiri ke sana. Diberinya anda
sejumlah ongkos untuk bekal selama perjalanan hingga sampai
tujuan. Tetapi di tengah perjalanan nanti Anda diminta singgah
terlebih dahulu disebuah kampung. Ya, sekedar singgah sejenak!

Sungguh termasuk orang yang malang apabila ketika sampai
di kampung tersebut Anda malah terpana dan lalu menganggap
kampung tersebut teramat indah. Melihat gubuk disangka istana.
Melihat kolam kecil disangka danau. Bahkan melihat kue serabi
anda sangka martabak spesial. Pendek kata, mata dan penilaian
Anda menjadi kabur dan tertipu oleh karena keterpanaan yang
menerpa.
Saking merasa senangnya Anda dengan kampung itu, sampai-
sampai lupa dengan pesan semula bahwa anda hanya disuruh
singgah sejenak saja. Anda tinggal berlama-lama di sana dan
tentu saja ongkos pemberian yang cukup untuk sampai tujuan itu
malah anda habiskan di kampung itu. Akibatnya, tidak usah
heran ketika yang menyuruh dan memberi ongkos akan murka
tatkala mengetahui Anda ternyata tidak pergi ke kota yang
diminta.

Nah, ketahuilah bahwa kota "A" itu tiada lain adalah
akhirat, sedangkan kampung yang anda hanya disuruh singgah
sejenak itu tak lain pula adalah kampung dunia ini.

Salahkah apabila Dia Yang Mahabaik itu, yang telah
menjajikan surga Jannatun Na'im - padahal apapun yang
dijanjikanNya pasti ditepati dan tidak akan meleset sedikitpun
- dan tak lupa pula memberi bekal perjalanan yang cukup berupa
karunia nikmat rizki, tidak menyembunyikan "kekecewaannya"
melihat tingkah laku kita yang tak pandai manjaga amanah,
dengan berfirman, "Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja)
dari kehidupan dunia, sedang mereka tentang (kehidupan)
akhirat adalah lalai?" (Q.S. Ar Ruum 30: 7)
"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, melainkan senda gurau dan
main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya
kehidupan kalau mereka mengetahui," demikian firmanNya pula.
(Q.S. Al Ankabuut 29: 64)

Kebanyakan di antara kita ternyata memang gemar bertindak
yang "mengecewakan" seperti itu. Kampung dunia ini sebenarnya
tidak ada apa-apanya, namun sebagian besar orang ternyata
terpedaya oleh keindahan fatamorgananya. Padahal, semua yang
dititipkan Alloh kepada kita, baik berupa otak, tenaga, harta,
waktu, dan sebagainya, itu semua sebenarnya bukan untuk
kampung dunia ini karena ia hanyalah tempat mampir atau
singgah sejenak saja.

Dunia tak lebih sekedar tempat transit belaka kendatipun
untuk ini Alloh Azza wa Jalla pasti mencukupi kita dengan
rizkinya. Dengan catatan, sepanjang "ongkos" tersebut tidak
dhamburkan sia-sia. Alloh memampirkan kita di dunia ini seraya

tahu persis akan segala apa yang kita butuhkan, lebih tahu
daripada apa yang sebenarnya kita perlukan, kalau ongkos yang
ada itu kita jadikan betul-betul untuk bekal kepulangan nanti,
maka subhanallah, kita akan kaget bahwa betapa Alloh akan
mencukupi kita dengan limpahan karunianya.

Akan tetapi, sayang sebagian besar orang tidak mengerti
bahwa semua yang dititipkan Alloh itu sebenarnya untuk bekal
pulang, sehingga seluruh waktunya habis tandas hanya untuk
mengejar-ngejar segala hal yang bersifat duniawi. Padahal
tidak akan kemana-mana dunia ini. Bukankah ketika masih
berada di rahim bundapun kita tetap diberi dunia (rizki)
padahal toh kita tidak berdoa, tidak shalat tidak ikhtiar ke
mana pun.

Kita memang disuruh menyempurnakan ikhtiar, tetapi bukan
semata-mata untuk mencari dunia. Ikhtiar kita secara sempurna
pada hakikatnya untuk bekal kepulangan kita ke akhirat kelak.
Jadi, jaminan dari Alloh untuk kehidupan dunia ini sebenarnya
ditujukan kepada orang yang bersungguh-sungguh menyempurnakan
ikhtiarnya.

Untuk bekal kehidupan dunia ini, rejeki itu oleh Alloh
dibiarkan tergantung. Lalu, Dia seolah-olah berfirman, "Ini
rejekimu, kalau engkau ikhtiar, akan kau dapatkan apa yang
telah ditetapkan bagimu. Kalau ikhtiarnya di jalanKu, maka
tidak hanya rejekimu yang kau dapati, tetapi pahalapun akan
engkau peroleh. Itulah keberkatan untukmu; di dunia
ternikmati, di akhiratpun jadi manfaat. Sebaliknya, bila
ikhtiarmu itu di jalan yang Aku murkai, yakni niat maupun
caranya tidak benar, maka tetaplah akan kau dapati apa yang
telah menjadi bagianmu, hanya, berubah statusnya menjadi
haram. Rejekinya tetap didapat tetapi tidak mengandung manfaat
dan keberkahan.

Memang, ada sebagian orang yang selama hidupnya begitu
sibuknya banting tulang, seakan-akan takut tidak kebagian
makan. Apa yang telah diperolehnya dikumpulkannya dengan
seksama demi agar anak-anaknya terjamin masa depannya.

Ada juga orang yang ketika hidup ini teramat sibuk
merindukan penghargaan sehingga dia capek menata rumah, capek
membeli ini itu, capek mematut-matut diri dengan motivasi
semata-mata ingin dihargai orang. Disisi lain ada juga orang
yang hidupnya hanya mencari kepuasan, sehingga uang yang telah
dikumpul-kumpulkannya dipakainya untuk pergi melancong kemana
saja yang dia suka.

Bagi orang yang tahu hakikat kehidupan ini, maka pastilah
yang dicarinya itu bukan dunia, melainkan Yang Memiliki Dunia!
Kalau orang lain bekerja banting tulang untuk mencari uang,
maka kita bekerja demi mencari Yang Membagikan Uang. Kalau
orang lain belajar ingin mencari ilmu, maka kita belajar
karena mencari Yang Memberi Ilmu. Kalau orang lain sibuk
mengejar prestasi demi ingin dihargai dan dipuji sesama,
maka kitapun sibuk mengejar prestasi demi mendapatkan
penghargaan dan pujian dari yang Yang Maha Menggerakkan
siapapun yang menghargai.

Jadi jelas perbedaannya, Bagi orang yang tujuannya dunia,
pasti kesibukannya hanya sebatas ingin mendapatkan itu saja.

Sedangkan bagi yang tahu ilmunya, maka yang dicari itu
langsung tembus kepada pemilik dan penguasa segala-galanya.
Bagi sebagian orang, tatkala membutuhkan uang, tetapi uang itu
tidak didapatkan, jelas yang muncul adalah rasa kecewa.
Sebaliknya bagi kita, saat membutuhkan uang, maka kita
berikhtiar sekuat tenaga bukan untuk mengejar uang semata,
malainkan Allohlah yang kita kejar. Soal dapat atau tidak
dapat tak ada masalah karena Alloh tidak akan pernah lupa
memberikan karuniaNya. Kesibukan kita berikhtiar pasti sudah
dicatat oleh Alloh. Tidak ada yang rugi, tidak ada pula yang
gagal.

Kalau orang bekerja karena ingin dihargai, maka bagi kita
semua itu tidak ada apa-apanya karena Allohlah sebagai
penguasa alam semesta yang menjadi tujuan segala perbuatan
kita. Kadang-kadang penghargaan manusia justeru menjadi ujian
bagi kita. Sebab manakala seseorang memuji kita, maka
hakikatnya bukanlah karena kita layak dipuji, melainkan karena
Alloh saja yang menutupi segala aib dan keburukan kita,
sehingga orang menyangka kita ini layak dipuji.

Bagi orang yang mengetahui rahasia di balik suatu
kejadian, datangnya pujian itu akan membuatnya tambah malu
karena itu berarti Alloh memperlihatkan sesuatu, bahkan tidak
jarang pujian itu ternyata lebih baik dari kenyataan
sebenarnya yang ada pada diri kita. Kalau kita mau jujur,
sungguh tidak pantas dan tidak cocok pujian itu dialamatkan
kepada kita. Karenanya, janganlah lekas terpana oleh pujian
manusia .

Mengapa ada orang yang bisa mendaki gunung walaupun
dengan bekal dan alat seadanya? Mengapa ada orang yang berani
menyeberangi lautan walaupun hanya dengan menggunakan perahu
sederhana?
Jawabnya, karena kekuatan terbesar adalah motivasinya.
Demikian halnya kalau motivasi kita hanya sebatas dunia ini,
maka tidak usah heran kalau dia akan mudah terpedaya. Akan
tetapi, tidak akan pernah lelah kita mencari apapun juga
karena yang kita tuju adalah Dia Yang Maha Perkasa!

Walhasil, tampaknya wajib bagi siapapun menyadari bahwa
dunia ini hanya tempat singgah sejenak belaka, kalaulah Alloh
berfirman, "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan
Alloh kepadamu (Kebahagiaan) negeri akhirat, (tetapi)
janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi"
(QS. Al Qashas 28: 77). Maka itu semata-mata dimaksudkan agar
kita pandai mensyukuri apapun yang telah dianugerahkan Alloh
kepada kita selama hidup didunia ini. Adapun kebahagiaan dan
kenikmatan yang kekal dan hakiki, itulah yang akan kita dapati
di akhirat.

Klik

Cari Blog Ini

Halaman

Popular Posts

Advertisement

Responsive Advertisement