Tampilkan postingan dengan label bismillah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bismillah. Tampilkan semua postingan

22/01/14

Karena Ada CINTA dan CITA-CITA

Sudah lama sekali saya tidak mengeposkan beberapa artikel yang sekiranya dicari oleh beberapa pembaca dan dinilai oleh google sebagai situs blog yang memiliki nilai keywords bahkan tingkat SEO terbaik rangking 1 (pagerank) seperti sebelumnya, mungkin saja karena kurangnya mengalokasikan waktu untuk menulis ataukah karena kurangnya pembaruan cara untuk menjadikan blog stabil dan imbang.

Sejujurnya saja bahwa akhir-akhir ini saya banyak menciptakan beberapa blog yang amburadul baik dimulai dari tata urutan label, katakunci, deskripsi dan postingan. Sehingga seperti anak jalanan bisa juga disapa dengan orang gila yang tidak memiliki pemikiran dan tujuan dalam hidup untuk selalu berkarya.

ya betul sekali, mengalami beberapa dropping mode karena semakin kedepan semakin tua bahkan direkomendasikan membutuhkan backup data tak lain ialah mensinergikan antara ilmu pengetahuan dengan dunia menulis pada ambang-ambang udara atau dunia maya. Selebihnya ialah untuk mengenalkan kepada para penerus, agar supaya tahu menahu siapa dan bagaimana ciri dari orang seperti saya dalam ranah dunia multimedia teknologi dan informasi.

Dizaman ini setiap orang tidak mungkin tidak tahu apa yang merubah sistem dan cara mencairkan ilmu pengetahuan, seperti apa saja yang merubah sistem dan cara mencairkannya ialah dunia atau zaman model pendidikan berbasis teknologi dan informasi serta banyak bermunculan aliran-aliran religius understanding yang merupakan pengenalan agama bertolak belakang dengan aliran agama sebelumnya. Bukan hanya satu atau dua hal yang membangunkan saya untuk terus mengembangkan potensi, baik  dalam diri bahkan potensi yang telah lama menyatu dalam sejatinya diri tak lain ialah merupakan putra bungsu seorang tokoh masyarakat sebagian besar tersebut yaitu Pengasuh Yayasan Pendidikan Islam dan Madrasah Diniyah di pelosok desa kota Cilacap "Yayasan Bercahaya Nurul Haq Cilacap" regional Jawa Tengah.

Pada konteks sebelumnya saya menerangkan bahwa saya seorang putra bungsu seorang tokoh masyarakat, meskipun disisi lain saya tidak menginginkan untuk dihormati maupun disegani. Padahal disatu sisi tersendiri justru saya lebih senang bergaul dengan siapapun tanpa ada batasan cara menyapa Pak, Denbagus bahkan Gus, bila itu tersapa pada saya sepertinya tidaklah pantas untuk disebutkan karena saya lebih senang dengan panggilan bebas yang multi sikap dan silaturahmi. Sepintas cerita bahwa saya pernah berkunjung ke pelosok kota Betawi yang kerap dikenal sebagai desa potensi seni basis pencak silat dan kanuragan (nama dirahasiakan), kali pertamanya saya mendapat julukan Bang Somat, meskipun pada saat itu saya merasa direndah dirikan tapi saya malah sangat bangga sekali dengan sebutan Bang Somat didesa tersebut karena saya merasa itulah nama pangkat dan jabatan yang pantas tertuju untuk saya. Sampai sekian lama saya tidak pernah sowan ke tempat itu saya tetap mendapat julukan Bang Somat pada waktu mendapat informasi pesan berupa rasa kerindu-rinduan mereka dengan adanya saya diantara mereka, mungkin saja karena sikap saya yang seakan-akan membuat orang mudah tertawa atau bahkan karena cara saya menghibur mereka dengan banyak akal, begitulah sekiranya.

Lihat dan baca saja gaya bahasa maupun cara saya menulis dipostingan ini, pastinya sangat berantakan sekali bukan? mungkin saja ini karena ada aliran darah yang sedang menaikkan gejolak "Karena ada CINTA dari sebuh CITA-CITA" jadi seperti inilah kegilaan saya dari amburadulnya pemikiran saya, sebutlah saya sebagai Orang Gila berpangkuh Edan potensi ilmu pengetahuan berlatar belakang banyak metode dan modista.

Sebagian besar menyangka bahwa saya sedang berbicara dan masih menikmati bermimpi dalam dengkuran letih (Nglindur), boleh juga itu tapi silahkan nilai saya sepuas dan unlimited pola anda untuk saya. Sekian dulu dan terimakasih atas perhatian anda wahai para pembaca yang budiman-budiwati Blog Brilswibi / BISWIBI7 (Berbagi Ilmu Sang Windowsbie7).

Send Cloud:
[+] Twitter @macansewu73
[+] WhatsApp +62.89.632.642.343
tampak dari samping si Admin Blog
(Kang Fauzan)



31/03/13

Yakin dan Tawakkal

1.)Dari abu hurairah ra. dari nabi saw ,beliau bersabda 'akan masuk sorga orang-orang yang mempunyai hati berpendirian seperti pendirian burung (HR Muslim)

2.)Dari jabir ra ia berkata ''saya berperang bersama nabi saw menuju ke arah najd, tatkala rasulullah kembali kami pun ikut kembali, di suatu lembah yang banyak pohon berduri kami merasa payah dan mengantuk. rasulullah saw pun turun dan menggantungkan  pedangnya, sedangkan kami semua tertidur .tiba-tiba rasulullah saw memanggil kami sedangkan didekat beliau ada seseorang badui, kemudian beliau bersabda; sesungguhnya orang ini telah menghunus pedangku sewaktu aku tertidur, setelah aku terbangun pedang itu sedang terhunus di tangannya lalu orang ini berkata; siapakah yang dapat mencegah kamu dari seranganku?aku menjawab "Alloh (tiga kali) kemudian orang itu tidak melakukan apa-apa dan langsung duduk (HR bukhari dan muslim)


3.)Dari umar ra. ia berkata aku mendengar rasulullah saw bersabda'andaikan kalian benar-benar bertawakal  kepada Allah niscaya  Allah akan memberi kalian rezeki sebagaimana  dia memberik rezeki kepada burung  yaitu keluar dengan prut kosong di pagi hari dan kembali dengan perut kenyang di sore hari (HR tirmidzi)

4.)Dari umarah Al-bara bin azib ra, ia berkata; rasulullah saw bersabda ;hai fulan apabila kau hendak tidur maka bacalah ALLAAHUMA ASLAMTU NAFSII ILAIKA WAWAJJAHTU DHAHRII ILAIKA RAGHBATAN WARAHBATAN ILAIKA LAA MALJA'A WALAA MANJAA MINKA ILLAA ILAIKA AAMANTU BIKITABIKAL LADZII ANZAKTA WA NABIYYIKAL LADZI ARSALTA  (Ya Alloh saya menyerahkan diri kepada-Mu  saya menyerahkan  segala urusanku kepada-Mu dan saya menyandarkan punggungku  kepada-Mu karena mengharap dan takut kepada-Mu tidak ada tempat kembali dan tidak ada tempat berlindung kecuali hanya kepada-Mu saya percaya dengan sepenuh hati terhadap kitab-Mu yang telah engkau turunkan terhadap Nabi-Mu yang telah engkau utus) dengan membaca doa ini  apabila kalian mati pada malam itu maka matinya dalam keadaan bersihn dari dosa dan jika kamu masih hidup sampai pagi harinya maka kamu akan memperoleh kebaikan (hr Bukhari dan muslim)

5.)Dari anas ra, ia berkata ; rasulullah saw bersabda 'siapa saja yang keluar rumahnya membaca "BISMILLAHI TAWAKKALTU ALALLAHI WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAH (Dengan menyebut nama Allah saya bertawakkal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolingan Alloh) maka dikatakan kepadanya "kamu telah mendapat petunjuk kamu telah dijamin kamu dipelihara dan dijauhkan dari setan (HR Abu dawud, Tarmidzi, Nasa'i dan yang lain)
dalam riwayat abud dawud ada tambahan "maka setan yang satu akan berkata kepada yang kainnya 'bagaimana kamu dapat menggoda  orang itu sedangkan  dia telah diberi petunjuk,telah dijamin dan dipelihara oleh Alloh'

6.) Abu dzar jindub bin junadah dan abu abdurrahman mu'adz bin jabal ra. menerangkan , Rasulullah saw bersabda, "bertakwalah kepada Alloh di manapun kamu berada, dan ikutilah kejelakan dengan kebaikan niscaya kebaikan itu akan menghapusnya, dan pergaulillah manusia dengan akhlak terpuji (HR Tirmidzi dan ia berkata"ini adalah hadist hasan, dan sebagian kitab disebutkan sebagai hadist hasan shahih)

7. Dari Umar r.a., katanya: "Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:"Andaikata engkau sekalian itu suka bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakkal, niscayalah Dia akan memberikan rezeki padamu sekalian sebagaimana Dia memberikan rezeki kepada burung. Pagi-pagi burung-burung berperut kosong dan sore-sore kembali dengan perut penuh berisi.
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.
8. Dari Abu Bakar ash-Shiddiq, yaitu Abdullah bin Usman bin 'Amir bin 'Amr bin Ka'ab bin Sa'ad bin Taim bin Murrah bin Ka'ab bin Luai bin Ghalibal-Qurasyi at- Taimi r.a., ia dan ayahnya, juga ibunya semuanya adalah termasuk golongan para sahabat radhiallahu 'anhum, katanya: "Saya melihat pada kaki kaum musyrikin sedang kita berada dalam guha dan orang-orang tersebut tepat di atas kepala kita, lalu saya berkata: "Ya Rasulullah, andaikata seorang dari mereka itu melihat ke bawah kakinya, pasti mereka akan dapat melihat tempat kita ini." Beliau s.a.w. lalu bersabda:"Apakah yang engkau sangka itu, hai Abu Bakar bahwa kita ini hanya berdua saja. Allah adalah yang ketiga dari kita ini - maksudnya senantiasa melindungi kita." (Muttafaq 'alaih)

26/10/12

Pemimpin Dalam Islam


Dalam ajaran Islam, memilih pemimpin adalah kewajiban agama yang tidak boleh diabaikan. Kata Rasulullah SAW, ''Tidak halal (dibenarkan) bagi tiga orang Muslim yang berdiam di suatu tempat, kecuali apabila mereka memilih dan mengangkat salah satu di antara mereka sebagai pemimpin.'' (HR Abu Daud).

Mengomentari hadis tersebut, ulama besar Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa mengangkat pemimpin atas urusan manusia adalah salah satu kewajiban terbesar agama. Dipandang dari ayat 56 surat An-Nisa' dan hadis di atas, maka partisipasi umat Islam dalam Pemilu 2004 merupakan suatu bagian ibadah kepada Allah SWT dan harus disadari bahwa keikutsertaan itu akan dipertanggungjawabkan di dunia dan di akhirat kelak. Maka, dalam konteks memilih pemimpin tersebut Islam memberikan syarat-syarat seseorang layak dijadikan pemimpin antara lain:

Pertama, beragama Islam, beriman, dan bertakwa. Karena setiap kepemimpinan itu terkait erat dengan pencapaian suatu cita-cita, maka kepemimpinan itu harus berada di dalam genggaman tangan seorang pemimpin yang beriman kepada Allah. Allah SWT dengan tegas melarang kita untuk mengangkat atau menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin. Firman Allah SWT, ''Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi pemimpin (pelindung) dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa yang berbuat demikian niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah.'' (QS 3: 28).

Kedua, mempunyai moralitas yang baik, yaitu tidak gemar melakukan perbuatan dosa dan maksiat seperti korupsi, manipulasi, dusta, dan khianat. Para pemimpin itu hendaklah berakhlak terpuji, senantiasa berkata jujur, teguh memegang amanah, dan tidak suka bermaksiat kepada Allah.

Ketiga, berilmu pengetahuan. Selayaknya seorang yang dipilih sebagai pemimpin mempunyai pengetahuan yang mencakup pengetahuan tentang administrasi negara, politik, hukum, dan yang terpenting adalah pengetahuan agama. Allah SWT menggambarkan prototipe pemimpin seperti itu dalam Alquran, ''Berkata Yusuf, 'Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir), sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan'.''(QS 12: 55)

Keempat, mempunyai kemampuan. Imam Al-Mawardi dalam kitabnya Al-Ahkam As-Sulthaniyah mengatakan, ''Seorang pemimpin itu hendaknya seorang yang kokoh iman dan takwanya, mulia akhlaknya, dan mampu bersikap adil dan jujur, berilmu dan cerdas, mampu menjalankan tugas (kompeten) dan konsekuen (istiqamah) memikul tanggung jawab yang diamanahkan kepadanya, sehat jasmani dan rohaninya, dan ia harus memiliki kemampuan dan keberanian untuk menegakkan keadilan serta melaksanakan amar ma'ruf nahi munkar.''

Kelima, mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap rakyat dan mempunyai sifat kasih sayang. Allah SWT berfirman, ''Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan keimanan dan keselamatan bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.'' (QS 9:128).

25/10/12

Nafsu Manusia


Dalam bahasa Indonesia, kata 'nafsu' bermakna positif dan negatif, sama halnya dengan istilah al-nafs dalam Alquran. Dalam pengertian negatif, kata nafsu diartikan sebagai dorongan hati yang kuat untuk berbuat tidak baik. Kata nafsu diartikan pula dengan konotasi positif ketika dipahami sebagai selera, gairah, atau keinginan terhadap sesuatu. Dalam Alquran dijelaskan ada tiga bentuk nafsu manusia.

Pertama, nafsu ammarah bissu'. Nafsu ini sangat berbahaya apabila melekat pada diri seseorang. Sebab, nafsu ini selalu mengarahkan manusia pada perbuatan tidak baik, kejahatan, dan perilaku yang bertentangan dengan agama. Firman Allah SWT, ''Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan.'' (QS 12: 53). Orang yang dikuasai nafsu ammarah bissu' akan diperbudak nafsunya. Bahkan, ia menjadikannya sebagai 'tuhan' yang dipatuhi dan dituruti. Orang seperti ini lebih sesat daripada binatang yang hanya mempunyai nafsu, seperti firman Allah, ''Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya.

Maka, apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?'' (QS 25: 43). Orang yang mengikuti nafsu ini tidak mampu memfungsikan indera dan akalnya untuk memahami kebenaran. Allah SWT berfirman, ''Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka jahanam kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.'' (QS 7: 179).

Kedua, nafsu lawwamah. Nafsu ini sudah mengenal mana yang baik dan buruk. Orang yang memiliki nafsu ini belum sempurna berada dalam kebaikan. Nafsu ini selalu mengarahkan pemiliknya menentang kejahatan, tetapi suatu saat, karena lalai, ia terjerumus kepada kejahatan dan perbuatan dosa. Keadaan ini membuat pelakunya menyesal terhadap dosa yang telah dilakukan, seperti firman Allah, ''Dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri).''(QS 75: 2). Namun, setiap kali ia bertobat dari kesalahan yang telah dilakukan, ia kemudian lupa dan kembali melakukan dosa. Ketiga, nafsu muthmainnah. Ini merupakan nafsu yang baik dan membuat pemiliknya tenang berada dalam ketaatan dan kebaikan.

Nafsu ini telah mendapat rahmat dari Allah sehingga pemiliknya berpendirian teguh untuk menjadikan Allah sebagai Tuhan yang disembah. Allah SWT menjelaskan, ''Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'' (QS 12: 53). Dalam kehidupan sehari-hari, seorang Muslim perlu menjauhi nafsu ammarah bissu' dan nafsu lawwamah. Sebaliknya, ia perlu memiliki nafsu muthmainnah. Melaluinya, ia akan memperoleh ketenangan hidup, selalu menampilkan perbuatan baik yang membawa kemaslahatan bagi dirinya, bangsa, dan negara.

24/10/12

Taklukkan Buih Kekerasan


Pemerintahan Islam laksana lautan hikmah tak bertepi. Salah satu bukti, ketika Amirul Mukminin, Umar bin Khattab, dinasihati dengan kata-kata yang tajam oleh seorang nenek. Saat itu, Umar bahkan dihentikan di tengah jalan.

Setelah saling mengucap salam, si nenek berkata, ''Wahai Umar, dulu kamu dipanggil Umair di Pasar Ukkaz ketika bergulat dengan pemuda lain. Tak lama kemudian, kamu dipanggil Umar, dan kini jadi Amir Al Mukminin (pemimpin orang-orang beriman). Maka, bertakwalah dalam memimpin.''

Mendengarnya, pengawal Umar, Jarud al Abdi, tersinggung. Barangkali, dia merasa upaya mengingatkan masa lalu seorang kepala negara yang kelam dan penuh kekerasan adalah sebuah penghinaan.

Sebaliknya, Umar tidak marah. Kepala negara itu hanya butuh beberapa kalimat untuk meredakan kemarahan dan kekerasan aparatnya. ''Biarkan beliau Jarud. Tak tahukah engkau siapa dia? Dialah Khaulah binti Hakim yang perkataannya didengar Allah. Karena itu, Umar lebih wajib mendengarnya.''

Khaulah memang bintang dalam surat Al-Mujadilah setelah suaminya men-zhihar-nya (menyatakan istri serupa ibu). Firman-Nya, ''Sungguh Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu (Muhammad SAW) tentang suaminya.'' (QS 58: 1).

Begitulah, hebatnya kuasa kepala negara. Dia mampu mencegah kemungkaran aparat hanya dengan perintah lisan. Sebab, berkuasa berarti mengayomi rakyat dan nanti mempertanggungjawabkannya di akhirat. Berkuasa untuk menolong yang lemah dan dizalimi agar tidak lagi dianiaya. Berkuasa bermakna mencegah yang kuat merobek-robek jiwa, kehormatan, dan harta yang lemah. Semuanya, mendatangkan pahala dan ridha-Nya.

Pemerintah yang adil adalah golongan pertama yang mendapat perlindungan di hari kiamat saat tiada perlindungan kecuali dari-Nya (HR Bukhari). Apalagi, di masa Islam, relasi penguasa dengan rakyat adalah hubungan persaudaraan dan kasih sayang, bagaikan ayah dengan anaknya, laksana penggembala dengan gembalaannya. Penguasa bahkan senang dikritik karena bisa mencegahnya berbuat dosa.

Jika tidak dilakukan pencegahan dan penghentian kekerasan oleh siapa pun, terutama oleh aparat negara, maka tanggung jawab terbesar berada pada pemegang kekuasaan terbesar. Jika kezaliman yang menimpa hewan yang jauh dari ibu kota dan penguasa tidak mengetahuinya saja akan ditanyai Allah di akhirat, apalagi jika kezaliman itu menimpa banyak manusia dan telah diketahui penguasa serta rakyat banyak.

Bukankah Umar menyatakan dirinya takut jika seekor kambing di Sungai Furat, Irak, kelaparan? Imam Sufyan Ats-Tsauri menegaskan, ''Seperti Firaun menghancurkan Haman (menteri Firaun), maka Haman-lah penyebab binasanya Firaun.''

19/08/12

Istighfar dan Rezeki

Istighfar secara bahasa bermakna memohon ampun kepada Allah SWT. Ketika seseorang melakukan kesalahan atau dosa, ia dapat segera memohon ampun kepada Allah dengan membaca istighfar. Mengingat setiap manusia tidak pernah lepas dari salah dan dosa, maka istighfar semestinya dilakukan setiap saat dan sesering mungkin.

Rasulullah SAW sendiri yang terjaga dari salah dan dosa (ma'sum) tidak pernah lupa membaca istighfar. Kata beliau, ''Sesungguhnya terdapat kesalahan atas kalbuku, sehingga aku membaca istighfar sebanyak seratus kali dalam sehari.'' (HR Muslim). Meski demikian, istighfar tidak akan berarti apa-apa jika perbuatan dosa tersebut diulang kembali. Di sinilah pentingnya mengiringi istighfar dengan bertobat.

Tobat secara bahasa bermakna kembali. Yaitu, kembali kepada jalan yang benar. Tobat seseorang baru sempurna jika disertai dengan dua hal. Pertama, perbuatan dosa atau maksiat yang pernah dilakukan dijauhi dan tidak diulang kembali. Kedua, menyesali perbuatan dosa atau maksiat tersebut dengan diiringi tekad tidak akan melakukannya lagi.

Bukan hanya itu. Istighfar ternyata juga ada hubungannya dengan rezeki dan urusan lain dalam hidup. Sabda Rasulullah SAW, ''Barangsiapa memperbanyak istighfar, maka Allah akan melapangkan setiap kesusahannya, memberi jalan keluar setiap kesukarannya, dan memberi rezeki tanpa diduga-duga. (HR Abu Dawud dan Nasa'i).

Dalam salah satu ayat-Nya, Allah SWT berfirman, ''Maka aku (Nabi Nuh) katakan kepada mereka, 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan lebat kepadamu, membanyakkan harta dan anak-anak, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan sungai-sungai'.'' (QS 71: 10-12).

Dalam menafsirkan ayat ini, ahli tafsir Ibnu Katsir mengungkapkan bahwa istighfar dan tobat seseorang kepada Allah akan menjadi jalan datangnya rezeki, turunnya hujan yang membawa keberkahan, bertambahnya keturunan, dan melimpah ruahnya hasil bumi.

Pada dasarnya, orang yang beristighfar sedang mengakui kesalahan yang mengotori jiwanya. Ketika ia memohon ampun dan bertobat, noda itu akan terhapus dari hatinya. Hati yang bersih akan mudah melakukan kebaikan, termasuk mencari rezeki. Hati yang bersih akan mendorong seseorang untuk mendapatkan rezeki yang baik dan halal. Dari rezeki yang halal itulah turun keberkahan Allah SWT.

Sebaliknya, hati yang dihiasi dosa, akan mendorong pemiliknya melakukan kejahatan. Ia tidak akan sungkan melakukan perbuatan kotor dan tidak halal. Dengan demikian, dosa dalam hati seseorang jika tidak segera dihapus dengan istighfar dan bertobat, akan menimbulkan dosa baru lainnya.

Pada akhirnya pribadi yang kotor oleh dosa akan jauh dari keberkahan rezeki Allah sebagaimana sabda Nabi SAW, ''Seorang hamba dicegah dari rezeki akibat dosa yang diperbuatnya.'' (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Berkaitan dengan hadis ini, Ibnu Qayyim Al-Jauzi mengatakan, ''Jika ketakwaan merupakan penyebab datangnya rezeki, maka meninggalkannya dapat menimbulkan kefakiran. Tidak ada satu pun yang dapat memudahkan rezeki Allah kecuali dengan meninggalkan maksiat.'' Wallahu a'lam.

07/06/12

Senyumku Ikhlas Untuk Kalian


sebelumnya windowsbie7 memohon maaf kepada sobmaya yang sempat menjadi otak-otak SpyUP, namun dibalik itu sebenarnya windowsbie7 hanya ingin menghibur jiwa dengan berbagai tipe-tipe berupa status, komentar bahkan tagging album foto...

hampir berbulan-bulan windowsbie7 tak ingin memikirkan apa itu cinta, rindu dan bersembunyi dari kejujuran. namun ada kalanya sang windowsbie7 ingin bergulat dengan berjuta-juta master dunia usaha, ternyata windowsbie7 baru menyadari bahwa dalam diri ini terpampang kekuatan semangat juga kreatifis dalam dunia usaha yang tak kalah dengan pemikir profesional dunia usaha. yah mungkin dari beberapa pemikir ada yang bilang, itu semua bohong dan takkan bisa dipercaya atau malah melencengkan keberadaan fikiran jiwa.

yah meskipun semuanya itu perlu ditimbang ulang benar dan tidaknya sih,,, Spontan Uhhuy...

jikalau boleh windowsbie7 ingin berbagi kata dan kalimat kepada kalian semua untuk mencapai kebahagiaan dan kesuksesan meraih dua dunia, Insya Alloh...

Sebelumnya Windowsbie7 memohon kepada Shahibi dan Shahibani, per 2minggu windowsbie7 hanya ingin memotret beberapa ulasan status dan komentar kalian semua demi tercapainya tinta dan coretan inspirasi dalam tiap kreasi MobieBook "Mobile eBook", windowsbie7 merasa sangat bahagia ketika kalian semua saling bersenda mengisi ruang disk cache facebook. terlebih saat kalian menggunakan bahasa budaya yang masih berunsur bahasa paling sopan di internasional...

wahai shahibi, bahagiakan ia sampai keinginan ia terwujud, ia adalah sesosok hawa yang luwes, tegas, penyayang dan jangan pernah kecewakan ia,,, "tenang bae ora tek apa-apakna"
wahai shahibani, berbahagialah dengan dirinya yang memiliki segudang sosok prawibawa besar, penyabar, penyemangat menuju kemuliaan ridho ilahi dan jangan pernah mengecewakan ia,,, "cintailah ia sampai engkau meraih baitan puisi"
wahai shahibaini, telitilah apabila seseorang menulis seonggok tinta... "tenanglah sufi yang kau ajarkan tak akan aku lencengkan untuk sesiapa saja"

Sungguh tak ada sesuatu dibalik itu dari jiwa windowsbie7 yang ingin selalu berbagi inspirasi dan opini, hanya 7 yang ada dibalik itu,,, do'akan, do'akan' do'akan, berbagi, inspirasi, motivasi dan tersenyum untuk kalian semua.
Sungguh tak ada rasa kesombongan, windowsbie7 hanya ingin kalian sukses dan bahagia...
;)

disamping itu windowsbie7 masih ingin terus menyusun histori duniamaya, jadi belum kuasa membangun rumah penuh puisi cinta...
maafkan windowsbie7 yang telah memutuskan tali persaudaraan waktu itu...
kini windowsbie7 hanyalah sesosok wireless fidelity sebagai pendukung koneksi kemantapan dan kesuksesan kalian semua...

Salam Bahagia
Salam Tempuhan
Salam Sukses, dan
Salam Islam.

Indonesia, Cyber Windowsbie7

Cari Blog Ini

Halaman

Popular Posts

Advertisement

Responsive Advertisement