Tampilkan postingan dengan label gara-gara facebook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gara-gara facebook. Tampilkan semua postingan

18/08/12

Lima Belas Tahun Tanpa "Kesadaran"

Setiap manusia harus menghabiskan sebagian waktu hariannya untuk tidur. Tidak peduli seberapa banyaknya pekerjaan yang ia miliki atau hindari, ia tetap akan jatuh tertidur dan berada di tempat tidur untuk sedikitnya seperempat hari. Karenanya, manusia sadar hanya delapan belas jam sehari; ia menghabiskan sisa waktunya minimal rata-rata 6 jam per hari dalam ketidaksadaran total. Jika dinilai dari sisi ini, kita menjumpai gambaran yang mengejutkan: ¼ dari rata-rata 60 tahun kehidupan dihabiskan dalam ketidaksadaran total. 
Apakah kita memiliki alternatif selain tidur? Apa yang akan terjadi pada seseorang yang berkata, "Saya tidak ingin tidur?" 
Pertama, matanya akan menjadi merah dan warna kulitnya memucat. Jika jangka waktu tidak tidurnya bertambah, ia akan kehilangan kesadaran. 
Menutup mata dan ketidakmampuan untuk memfokuskan perhatian adalah fase awal tertidur. Ini adalah proses yang tidak dapat dielakkan, baik cantik atau jelek, kaya atau miskin, setiap orang mengalami proses yang sama.
Mirip dengan kematian, tepat sebelum tertidur seseorang mulai tidak sensitif terhadap dunia luar dan tidak memberikan respon terhadap rangsangan apa pun. Indra yang sebelumnya amat tajam mulai tidak dapat bekerja. Sementara itu, daya persepsi berubah. Tubuh mengurangi seluruh fungsinya menjadi minimum, membawa kepada disorientasi ruang dan waktu serta pergerakan tubuh yang lebih lambat. Keadaan ini, pada satu hal, merupakan bentuk lain kematian, yang didefinisikan sebagai keadaan di mana jiwa meninggalkan tubuh. Memang, saat tidur tubuh berbaring di ranjang sementara ruh mengalami hidup yang sangat berbeda di tempat yang sangat berbeda. Dalam mimpi, seseorang mungkin merasa berada di pantai pada suatu hari yang terik di musim panas, tanpa menyadari bahwa ia tengah terlelap di tempat tidur. Kematian pun memiliki tampilan luar yang serupa: ia memisahkan jiwa dari tubuh yang digunakannya di dunia dan membawanya ke dunia yang lain dalam tubuh yang baru. Untuk ini Allah berulangkali mengingatkan kita dalam Al Quran, satu-satunya wahyu sejati yang tersisa dan menuntun manusia ke jalan yang benar — akan kesamaan tidur dengan kematian.
Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur yang telah ditentukan, kemudian kepada Allahlah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan. (QS. Al An'aam, 6: 60)
Allah memegang jiwa ketika matinya dan jiwa yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir. (QS. Az-Zumar, 39: 42)
Karena kehilangan total seluruh fungsi indra, dengan kata lain, "dalam ketidaksadaran sebenarnya", seorang manusia menghabiskan hingga 1/3 hidupnya dalam tidur. Namun, ia sedikit sekali merenungkan fakta ini, tidak pernah menyadari bahwa ia meninggalkan segala yang dianggap penting di dunia ini. Ujian yang penting, banyaknya uang yang hilang dalam perdagangan saham atau permasalahan pribadi, singkatnya segala yang tampak penting sehari-hari menghilang begitu seseorang tertidur. Singkatnya, hal ini berarti kehilangan hubungan sepenuhnya dengan dunia. 
 
Seluruh contoh yang telah ditampilkan sejauh ini memberikan pemikiran yang jelas tentang pendeknya hidup dan sejumlah besar waktu yang dihabiskan untuk tugas "wajib" yang rutin. Ketika waktu yang digunakan untuk tugas "wajib" tersebut dikurangi, seseorang akan menyadari betapa singkatnya waktu yang tersisa untuk apa yang disebut kesenangan hidup. Dalam perenungan ulang, seseorang akan terkejut dengan panjangnya waktu yang dihabiskan untuk makan, merawat tubuh, tidur, atau bekerja untuk mendapat standar hidup yang lebih baik. 
Tidak diragukan lagi, perhitungan waktu yang dihabiskan untuk tugas rutin yang penting untuk hidup patut dipikirkan. Seperti dinyatakan sebelumnya, setidaknya 15-20 tahun dari 60 waktu hidup dihabiskan untuk tidur. Awal 5-10 tahun dari 40-45 tahun sisanya, dihabiskan dalam masa kanak-kanak, masa yang juga dilewati dalam keadaan yang hampir tidak sadar. Dengan kata lain, seorang berusia 60 tahun sudah menghabiskan sekitar separuh hidupnya tanpa kesadaran. Mengenai separuh hidup-nya yang lain, tersedia banyak statistik. Angka-angka ini misalnya, termasuk waktu yang digunakan untuk menyiapkan makanan, makan, mandi atau terjebak kemacetan. Daftar ini dapat diperpanjang lebih jauh. Kesimpulannya, yang tersisa dari sebuah hidup yang "panjang" hanyalah 3-5 tahun. Apa nilai penting hidup yang pendek tersebut dibandingkan dengan yang abadi? 
Tepat pada poin inilah terdapat jurang besar menganga antara mereka yang beriman dengan yang tidak beriman. Orang-orang yang tidak beriman, yang percaya bahwa hidup hanya ada di dunia, berjuang memanfaatkannya sebaik-baiknya. Namun ini adalah usaha yang tidak berguna: dunia ini pendek dan hidupnya dikelilingi dengan "kelemahan". Lebih lanjut, karena orang-orang yang tidak beriman tidak memercayai Allah, ia hidup dalam kehidupan yang penuh kesukaran, penuh dengan permasalahan dan ketakutan. 
Mereka yang memiliki iman, di sisi lain, melalui hidup mereka dengan mengingat Allah dan keberadaan-Nya pada setiap saat, sepanjang seluruh pekerjaan sepele dan memberatkan saat merawat tubuh, makan, minum, berdiri, duduk, berbaring, dan mencari penghidupan, dan lain-lain. Mereka menghabiskan hidup hanya untuk mencapai ridha Allah dan menjalani kehidupan yang damai, benar-benar terpisah dari seluruh kesedihan dan ketakutan duniawi. Kesimpulannya, mereka mencapai surga, sebuah tempat kebahagiaan abadi. Sama halnya, tujuan pokok hidup dinyatakan dalam ayat berikut:
Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: "Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?" Mereka menjawab: "kebaikan". Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa. (QS. An-Nahl, 16: 30-31)

03/07/12

Tak Ada Kompromi Dengan Setan

SEEKOR kucing mendadak bertingkah pada saat Nabi SAW sedang menjalankan shalat pada suatu malam. Suara meongnya terdengar memekakkan telinga. Si “macan kampung” ini mencoba menjahili Rasulullah dengan tujuan agar konsentrasi Beliau terganggu. Lalu ditangkaplah kucing tadi yang ternyata merupakan jelmaan setan.

Semula Nabi SAW hendak mengikat setan yang berwujud kucing itu pada sebuah tiang di masjid sampai menjelang pagi agar para sahabat dapat melihatnya. Tapi, Rasulullah teringat apa yang dikatakan Nabi Sulaiman: “Tuhan, ampunilah aku, dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang pun jua sesudahku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.” (Ash-Shad:35). Demikianlah menurut riwayat Abdurrazzaq. Rupanya, setan memang tak kenal putus asa untuk selalu mengganggu Nabi SAW. Padahal, Al-Qadhi Iyadh berkata: "Ketahuilah, bahwa seluruh umat berijma' (sepakat) kalau Nabi SAW itu dilindungi dan terpelihara, serta disucikan Allah dari segala macam gangguan dan bisikan setan, baik tubuhnya maupun hatinya."

Simak saja, sebuah hadist yang diriwayatkan Abu Darda', iblis datang membawa nyala api yang hendak dilemparkan ke wajah Rasulullah SAW ketika sedang shalat. Maka beliau bertaawudz, meminta perlindungan Allah dari kejahatan makhuk yang terkutuk itu. Begitu juga ketika Nabi SAW sedang melakukan perjalanan Isra' pada malam hari, Beliau dihadang oleh iblis dengan api. Maka Jibril mengajarkan Rasulullah doa yang langsung dibacanya. Padamlah api itu lalu rontok menjadi abu yang bertebaran, sebagaimana yang diriwayatkan Malik dalam Al-Muwaththa.

Hadist serupa juga diriwayatkan 'Aisyah dan lain-lainnya. Dalam beberapa riwayat disebutkan, bukan sekali dua kali setan mencoba menghadangnya untuk memadamkan cahaya dan mengganggunya di berbagai tempat. Namun setelah gagal dan putus asa, mencoba mengganggunya di waktu beliau sedang shalat. Dan pernah ditangkap dan ditindak oleh Nabi SAW.

Oleh karena setan tidak bisa mengganggu secara langsung, maka ia memperalat musuh-musuh Rasulullah. Seperti yang termaktub dalam sebuah riwayat, bahwa pada malam hijrah Nabi SAW, Quraisy berembuk dan bersekongkol merencanakan pembunuhan Beliau dalam sebuah pertemuan.

Ada lagi, suatu kali, iblis menyamar sebagai orang tua yang datang dari Najed. Di lain kesempatan, iblis menyamar sebagai Suraqah bin Malik waktu perang Badar. Tentang masalah ini, Allah berfirman: “Dan ketika setan menjadikan mereka yang dapat menang terhadap kamu pada hari ini, dan sesungguhnya Aku ini adalah pelindungmu. Maka tatkala kedua pasukan itu telah saling berhadapan, setan itu balik ke belakang seraya berkata: Sesungguhnya aku lepas darimu, sesunguhnya aku dapat melihat apa yang tidak dapat kau lihat, sesungguhnya aku takut kepada Allah dan Allah itu sangat keras siksanya.” (Al-Anfal: 48).

Sebelum peristiwa itu, yakni pada waktu berlangsungnya baiat yang populer dalam sejarah disebut Baitul Aqabah sebelum Nabi SAW hijrah. Untuk menghadapi seabrek godaan setan itu, Nabi SAW tetap terlindung dan terpelihara dari segala macam rongrongan dan kejahatan. Misalnya: tatkala Nabi SAW sedang minum obat, ada yang berkata kepadanya: “Kiranya penyakit yang dideritanya itu sejenis paru-paru.” Beliau spontan menjawab: “Tidak, itulah dari setan, sedang setan tidak dibiarkan oleh Allah berbuat sesuatu terhadap diriku.”

Di sisi lain, mungkin muncul pertanyaan bagaimana dengan firman Allah: “Dan jika engkau ditimpa sesuatu godaan, maka berlindunglah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al-A'raf: 200). Maksud ayat itu bukan tertuju khusus kepada Nabi SAW, tapi kepada umatnya, seperti perintah-perintah lain, yang menurut susunan kalimatnya seakan-akan dihadapkan kepada Nabi SAW. Namun yang dituju adalah umatnya.

Demikian pula firman Allah: “Dan Kami mengutus sebelum kamu seorang Rasul pun, dan tidak pula seorang Nabi, melainkan apabila ia mempunyai suatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan-keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh setan itu, Allah menguatkan ayat-ayat-Nya, dan Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.”

Dalam menafsirkan ayat yang satu ini, banyak ulama tergelincir karena kalimat (tamanna) diartikan membaca. Sebagai dalilnya dikemukakan kisah Al-Gharanieq yang bohong dan isapan jempol semata, baik dilihat dari segi akal maupun naqal.

Tahukah anda apakah kisah Al-Gharanieq itu ? Itu sebuah kisah yang sengaja diselundupkan oleh musuh-musuh Islam, yang kemudian termakan oleh sebagian orang. Konon, Nabi SAW pernah membaca surat Wannajmi hingga sampai ke ayat: Pantaskah kalian menganggap Al-Latta, Al-Uzza, dan Al-Manat ketiganya yang paling kemudian. Lalu meluncurlah dari mulut Nabi SAW sebagai tambahan kalimat-kalimat: “Itulah berhala-berhala tinggi yang diharapkan syafaatnya.” Setelah itu, maka Nabi SAW sujud dan diikuti oleh orang-orang Islam, serta berhala-berhalanya”.

Dalam riwayat yang lain, setanlah yang menginginkan kata-kata itu melalui lidah Nabi SAW karena Beliau menginginkan sesuatu yang dapat mendekatkan dirinya kepada kaumnya. Maka, setelah kejadian itu hati beliau menjadi sedih, dan Allah menurunkan ayat tersebut untuk menghibur kegundahan hati Nabi SAW. Demikianlah kisah-kisah bohong yang sengaja dihembuskan oleh musuh-musuh Islam mengenai kisah Al-Gharanieq.

Tafsiran ayat itu yang benar dan sah seperti yang diuraikan oleh As-Syaikh Abdul Aziz Ab-Dabbagh, bahwa Allah tidak mengutus seorang Rasul atau Nabi melainkan Rasul itu mengharapkan sepenuhnya dan menginginkan dengan sungguh-sungguh agar umatnya beriman. Sebagaimana firman Allah: “Maka, barangkali kamu membinasakan dirimu, karena bersedih hati, sesudah mereka berpaling sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini.” (Al-Kahfi: 6).

Dalam surat Yunus: 103: “Dan sebagian besar manusia tidak beriman, walaupun kamu sangat mengingnkannya.” Juga di dalam surat Yunus: 99: “Apakah kamu hendak memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya.”

Umat yang dihadapi para Nabi dan Rasul itu berbeda-beda, seperti firman Allah: “Akan tetapi mereka berselisih, maka diantara mereka ada yang beriman, dan ada diantaranya yang kafir.” (Al-Baqarah: 253).

Begitulah polah tingkah setan yang sudah berjanji kepada Allah untuk selalu menggoda manusia terus berlanjut sampai kiamat tiba. Sebuah hadist dari Ibnu Mas'ud, bahwa Nabi SAW bersabda: “Tak seorang pun diantara kalian, melainkan Allah mengikutsertakan kepadanya seorang jin dan malaikat.” Ada sahabat yang bertanya: “Apakah engkau juga demikian, ya Rasulullah ?” Nabi menjawab, “Juga aku. Hanya saja Allah menolongku, maka aku terlindung dari gangguannya.”

Meskipun Allah sudah menggaransi untuk melindungi Nabi SAW dari gangguan setan, toh Rasulullah secara tegas tetap menyatakan perang dengan setan, sekaligus memberi teladan bagaimana cara kita menghadapi setan, yakni hanya dengan memohon perlindungan kepada Allah. Tentu, sebagai umatnya kita pun harus pegang prinsip tak ada kompromi dengan setan.

(SNY- sumber: Insan Kamil/fosmil)

22/01/12

Huru Hara Bencana Besar Agustus 2012 (15 Ramadhan)

Agama Lain Juga Harus Baca Info dari kajiaan suatu seminar di Universitas Syarif Hidayatullah.
Benar tidaknya kita kembalikan kepada Allah SWT. Coba kalian lihat kalender tahun 2012, 01 Ramadhan jatuh pada 20 Juli yaitu hari Jumat. Jadi, 03 Agustus 2012 bersamaan dengan 15 Ramadhan juga jatuh pada hari Jumat. (m.id-news.tk)
Menurut suatu Hadist Nabi Muhammad SAW, akan ada huru-hara besar yang akan terjadi pada tengah malam, tepatnya subuh pada Jumat 15 Ramadhan. Huru-hara yang akan mengejutkan semua orang yang sedang tidur. Akan ada suara yang sangat dahsyat yang akan kita dengar dari langit, bukan kiamat namun huru-hara tersebut akan melenyapkan 2/3 umat manusia yang ada diatas bumi ini hingga tersisa 1/3 saja. Menurut kajian NASA pada 21-12-2012 akan ada 1 planet yang dikenali sebagai planet X melintasi bumi dan akan terjadi titik balik matahari yang mana mungkin akan mengakibatkan beberapa bencana besar. Apapun peristiwa itu, pasti akan berlaku mengikuti hadist Nabi Muhammad SAW di bawah ini:
Dari Nu'aim bin Hammad meriwayatkan dengan sahabatnya bahwa Rasulullah SAW bersabda: 
 
" Bila telah muncul suara di bulan Ramadhan, maka akan terjadi huru-hara di bulan Syawwal..." Kami bertanya: " Suara apakah, ya Rasulullah ..?" Beliau menjawab: " Suara keras dipertengahan bulan Ramadhan pada malam Jumat, akan muncul suara keras yang membangunkan orang tidur, menjadikan orang yang berdiri jatuh terduduk, para gadis keluar dari pingitannya, pada malam Jumat di tahun terjadinya banyak gempa. Jika kalian telah melaksanakan shalat Subuh pada hari Jumat, masuklah kalian ke dalam rumah kalian, tutuplah pintu- pintunya, sumbatlah lubang- lubangnya, dan selimutilah diri kalian, sumbatlah telinga- telinga kalian, Jika kalian merasakan adanya suara menggelegar dilangit, maka bersujudlah kalian kepada Allah SWT. Serta perbanyaklah bertasbih dan mengucap
"Subhanallah Al-Quddus, Subhanallah Al-Quddus, Rabb Kami Al-Quddus" insya Allah kita diselamatkan dari bencana tersebut. Mungkinkah kita semua ini tergolong dalam 1/3 itu..?

Apakah peristiwa itu akan terjadi pada 2012..? Hanya ALLAH SWT yang Maha Mengetahui. Yang penting kita perbanyakan ibadah & berdo'a agar kita termasuk dalam golongan yang dilindungi Allah SWT, jika mati biarlah kita mati dalam Iman & Islam. Wallahu A'lam, Semoga saja peristiwa yang disebut bukan pada tahun 2012 nanti.
*Sumber: PInG
Ayo Beritahu Kepada Yang Lainnya, Kalau Perlu Tekan Tombol Share Di Bawah Untuk Membagikan Ke Facebook Diperbolehkan mecopy paste artikel ini, bebas tanpa link sumber demi kemaslahatan dunia.
 
 Senandung cinta dariMUmengalun di hatiku..alunan cintanya terasasyahdu...terdengar hinggamenembus ruang batashatiku..terlena, terbuai akan iramacintaMU..ayat demi ayat begitumengipnotisku..saat sang hafidz terusmelafashkannya..Ya Robb, KAU telahmembuatku jatuh cinta..dan ingin selalu KAU cinta..melalui kalam2 illahiMU..cintaku ada untukMU..hingga dia tak lepas daridekapanku..jika ku rindu padaMU..ku alunkan ayat2 cintaMU..agar kerinduanku takmembelenggu..di atas sajadah rindu ini punku tumpahkan untukMU...
Team BISWI7

Herankucapkan dalam Tintakucapkan

fake blank
 
just amazed with the look and change facebook profile though someone is so obviously could not see much content to the smallest detail.

does not mean no confidence in his honesty, but the brain and the lips are too rigid cute smile when she saw the report details the display changes.

"feelings is not easy to lie to you with all your movements."

by testing alternative words poke through the means of communication in each time it changes anything to do with with a profile that becomes a question mark.

Initially I trust you with a limp but why do you continuously repeat for the umpteenth hiding behind other people's names. why am I writing graffiti in the expression ... because the longer the note the more nothing is missed true and correct.

maybe you want me to be honest with evidence through photos of my activities with my father who became an excuse for me ... rather than use a photo, you'd better come in person to prove my activities. but I did not expect the evidence it becomes a cry of hope and tears anyway.

less I understand that what we do everyday that is just Allah SWT who knew nothing.
I really believe what you say ...
but why you often hide behind the fear of anxiety as well ...

21/01/12

Coretanku Tulisanku Ungkapku

Coretanku Tulisanku Ungkapku

SB6 Untukmu atau Untukku (Jangan Menangis)

:: Sedikit Bercerita
saya hanya seorang yang tiada memiliki kekayaan, saya pun terlahir dari keluarga yang hidup dengan keseharian pas-pasan, saya adalah putra kesepuluh dari sang Ayahanda Ahmad Zaenudin bin Ridwan dan Ibunda Laelatul Badriyah. saya memiliki 7 saudara dan 2 saudari kandung, dari kecil saya menjalani kehidupan yang serba cukup tak ada kemewahan, tak ada baluran keningratan bahkan makan sehari-hari pun seadanya itupun saat pepohonan sekitar rumah berbuahkan hasil.

semasa kecil saya tergolong sebagai orang yang bisa dikatakan sebagai orang malas lagi bodoh dalam pendirian, saya seringkali mendapatkan kekerasan dalam pendidikan ilmu agama maupun ilmu sehari-hari. ketika saya mulai bertambah usia _+4tahun, seringkali sang Ayahanda mengajak, menghibur, mengajar dan menggendong saya ketempat para sahabat beliau saat di pesantren juga di madrasah area kroya, banyumas, sampang, maos, mertelu dan lingkup kalisabuk dengan kayuh sepeda james (sapeda antik / sepeda unta). tak hanya itu saja beliau berikan ajaran kepada saya, beliau adalah seorang ayah yang bagi saya sangat istimewa, pula beliau sangat menyayangi saya pada usia _+5tahun, hingga saya mulai merasakan bangku ibtida di TPA yang kebetulan lokasinya depan rumah bersebelahan dengan mushola.

hampir semua anaknya terbimbing dengan pendidikan yang ketat, keras, baik dan sejahtera penuh kefahaman. sebelum saya duduk dibangku Madrasah Ibtidaiyyah, beliau seringkali menciptakan buah tangan berbentuk traktor mainan yang terbuat dari bambu dan kayu glondongan, uang mainan yang trbuat dari sobekan daun pisang berbentuk besar kecil dan banyak macam, saya sangat bersyukur bahwa apa yang beliau ajarkan semasa kecil sangat meluber segi didikan yang lebih mempunyai kemanfaatan dimasa datang.

tubuh kekar beliau sangat dihormati bukan karena memiki ilmu kadigdayan (jadog) pula bukan karena kepandaiannya, namun ia dikenal sebagai orang yang sanggup membanting tulang demi banyaknya keturunan, penuh kesetiaan bahkan penuh jabat silaturrahmi pada siapa saja ketika sebelum dan sesudah pulang (kondur) dari menunaikan haji.

saya mulai merasakan bangku Madrasah Ibtidaiyyah kelas 1 dan beliaulah yang mengantar saya dengan kayuhan tumit sepeda butut, sudah tua namun jiwa kesetiaan pada anaknya sungguh erat sampai saya merasakan bangku Madrasah Ibtidaiyyah kelas 2 beliau masih berikan rasa kesetiaan pada sang anaknya (saya).

singkat cerita, saya di masukkan ke Madrasah Tsanawiyyah karena ajaran yang keras dari beliau mengenai ilmu Al-Qur'an, Al-Hadist, Fiqih dan Akidah. beliau tidaklah menginginkan saya jatuh pula sia-sia dari ilmu Agama yang telah mengisi keseharian ajaran, hingga saya pun lulus dari sekolah tersebut.

saya melanjutkan ke SMT Pertanian, sebelum dah sesudah masuk ke sekolah tersebut tiap kali keluar kamar, saya pun mendapatkan Perintah (dawuhan):

"koe bali maring ngumah ya kepriwelah, seanane panganan karo sandingan, duwite sangu aja kelalen, aku ora nyangoni koe go lunga-lunga, tapi go mangan tok. krono koe siki doyan udud, kenganah golet duwit dewek tapi sing bener-bener Halal, Bagus tur Amal soleh, nek gelem ya nganah mbantu-mbantu nang pondok toriqoh sokaraja. pokoke intine aku ora mbiayani go udud karo lunga-lunga karepe dewek." [bahasa jawa]

"kamu pulang kerumah ya bagaimanalah, seadanya makanan plus cemilan, uang sakunya jangan lupa, bapak tidak berikan uang saku untuk pergi-pergi, tapi untuk makan saja. karena kamu sekarang doyan rokok, ya sanalah cari uang sendiri tapi harus yang Halal, Baik dan merupakan Amal Soleh, kalau kamu mau ya sana membantu dan melayani di Pondok Toriqoh Sokaraja. secara garis besar bapak tidak kasih biaya untuk beli rokok juga untuk sarana bepergian tanpa tujuan yang penting untuk dirimu sendiri." [terjemahan dari bahasa diatas]

saya betul-betul harus memahami apasaja perintah sang abah, karena disamping saya berbohong ataupun saya berdusta pada beliau juga akan melahirkan kwalat (dustakarone sesepuh) pun dikenal dengan peribahasa "siapa yang menanam, pasti dia memetik hasilnya" bisa juga di artikan keturunan yang ada nantinya yang berani berdusta kepada orangtua (saya sendiri yang menjadi orangtua). persingkat waktu dan saya pun lulus karena dukungan do'a dari beliau.

:: Sedikit Berbagi
pada hakikatnya seorang abah/ayah dan ummi/ibu dari masa kecil sampai dewasa kini, adakah yang bisa kita tarik usus dari sebuah alur hati. disaat orangtua sanggup merawat, membantu dan memberi sesuatu pada kita dari kecil hingga dewasa kini, meskipun balasan yang kita berikan dan rawatkan belum cukup... namun yakinlah bahwa kita hidup untuk saling bergotong royong...

pernahkah anda membaca secuil dialog kisah dibawah ini:

> nak, dahulu aku kekar dan bertenaga... hanya untuk ulurmu...
> nak, kini aku lemah tak berdaya... maukah kau ulurkan untukku...
> nak, dahulu aku sering merawatmu, membimbingmu, memandikanmu...
> nak, kini aku lemah tak berdaya... maukah kau ulurkan tanganmu untukku...
> nak, dahulu aku sering suapkan nasi padamu... hanya untuk mengisi perut kosongmu...
> nak, kini aku lemah tak berdaya... maukah kau ulurkan tanganmu  untukku...
> nak, dahulu aku sering mengajarmu bisa berbicara...
> nak, kini aku lemah tak berdaya... maukah kau ajariku berdo'a...
> nak, dahulu aku mengadzani kedua telingamu ketika kau lahir didunia ini...
> nak, kini aku lemah tak berdaya... maukah kau beri adzan untukku...

=> mungkin ini belum cukup untuk kita membuktikan kebaktian kita terhadap orangtua <=

untuk saya mereka adalah sebagian tanggung jawab saya, dan hanya ini yang bisa saya ungkapkan untuk anda... saya sendiri masih ingin tetap memperhatikan mereka daripada wujud kasih sayang yang anda miliki...

:: Sedikit Berkata
saya benar-benar sering melihat, mencoba dan memperhatikan anda dan mereka berkecimpung tanda tanya, mungkin saya sang pendengki dan pembawa kabar buruk mengenai isi, coretan, jari jemari dan celotehan. saya pun sebenarnya sudah faham apa yang anda dan mereka harapkan, saya bukan orang pintar lagi berpengalaman serta saya belum memiliki jutaan bait.

:: Sedikit Bertanya
apabila anda dan mereka memiki perasaan yang baik, cocok, saling dan sama, ungkapkan secara baik-baik. agar saya merasa tenang dan tak selalu saya sadar bahwa manusia takkan luput dari kesalahan, kekeliruan bahkan dosa. namun dengan ini saya hanya ingin bertanya, jika memang anda dan mereka saling mempunyai harapan cinta, izinkanlah anda dan mereka berungkap secara baik kepada diri saya untuk menghindari kericuhan.

:: Sedikit Berucap
hiasilah selalu dengan wujud dan rasa saling melengkapi, saling mengisi, saling memperhatikan, saling terbuka, saling bersapa dan saling berkarya. semoga anda dan mereka bahagia.

:: Sedikit Berpadu
Memberikan seluruh cinta, perhatian dan kasih sayang kepada seseorang belum tentu mendapatkan balasan serupa.Namun memberikan seluruh cinta kepada Allah tak kan pernah sia- sia.Sesungguhnya cinta-Nya dan kasih-Nya kepada makhluk tiada batas. Jika kita memberikan cinta yang tulus kepada Allah maka cinta-Nya akan kita dapat dan Dia akan menggerakkan hati makhluk-Nya yang terpilih untuk mencintai kita, Insya Allah.

Salam,

Sabtu, 21 Januari 2012

Ahmad Fauzan Ibnu Zaend
Windowsbie7 - Jendela Hati Kita

Cari Blog Ini

Halaman

Popular Posts

Advertisement

Responsive Advertisement