Tampilkan postingan dengan label sufiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sufiku. Tampilkan semua postingan

13/05/12

Telinga yang Mendengar

"Sesungguhnya, aku menusukkan tongkatku ini ke lubang telinga mereka, tujuannya adalah untuk mengetahui kepala tengkorak yang mana ketika hidupnya menjadi ahli ilmu dan mana yang bukan"

Hasan Al-Bashri adalah salah seorang tokoh sufi yang lahir di Madinah dan besar di Bashrah. Ia bersahabat dengan banyak sahabat Rasulullah Saw. Di antaranya adalah Zaid bin Tsabit, juru tulis Rasulullah Saw. Sebagai seorang generasi tabi’in, Hasan Al- Bashri termasuk salah seorang yang dijuluki sebagai wali terbesar pada masanya.

Suatu ketika Hasan Al-Bashri mengisahkan sebuah pengalamannya yang cakup unik. Pada suatu hari, kisahnya, ia sedang berjalan-jalan. Pada saat itu, ia melintasi sebuah kuburan. Awainya, perjalanan itu biasa-biasa saja. Namun, ketika tatapannya mengarah ke sebuah kuburan, ia tertarik dengan sesuatu pemandangan yang luar biasa alias tidak wajar.

Hasan Al-Bashri segera menghentikan langkah kakinya dan membelokkan arah untuk masuk ke kawasan kuburan tersebut. Dari kejauhan, tampak olehnya seorang lelaki pirang tengah sibuk melakukan sesuatu di tanah pekuburan tersebut. Setelah mendekat beberapa langkah, Hasan Al-Bashri semakin terperangah melihat ulah lelaki pirang itu.

Lelaki pirang tersebut tengah asyik membongkar beberapa kuburan. Tampaknya, ia sedang melakukan sebuah penelitian. Ada beberapa kepala tengkorak manusia yang sudah ditemukannya dan dijejerkan di dekatnya. Satu per satu dari tengkorak itu diperhati­kan oleh lelaki tersebut. Namun, ada satu sikapnya yang cukup aneh di mata Hasan Al-Bashri. Yakni, ia menusukkan sebuah tongkat ke setiap lubang telinga para tengkorak tersebut.

Melihat tingkah aneh lelaki pirang itu, Hasan Al-Bashri mendekatinya. Tanpa mampu menyimpan rasa penasarannya lebih lama lagi, Hasan Al-Bashri langsung bertanya kepada lelaki pirang itu.

"Apakah yang tengah engkau lakukan? Aku melihat engkau menusukkan tongkatmu ke lubang telinga tiap-tiap kepala tengkorak itu, ada apa?" tanya Hasan Al-Bashri.

"Aku memang tengah membongkar beberapa kuburan. Apabila di antara mereka ada yang menjadi ahli ilmu selama hidupnya, maka aku menghormatinya dan ingin memperlaku­kannya dengan cara terhormat. Namun, jika sebaliknya, aku tak segan-segan untuk membuangnya begitu saja," ujar lelaki itu dengan santainya.

Kemudian ia melanjutkan. "Sesungguhnya, aku menusukkan tongkatku ini ke lubang telinga mereka, tujuannya adalah untuk mengetahui kepala tengkorak yang mana ketika hidupnya menjadi ahli ilmu, dan mana yang bukan."

"Apabila tongkatku ini mampu menembus kepala tengkorak ini dari lubang telinga yang satu ke lubang telinga yang lainnya, maka aku membuangnya begitu saja. Begitu pula jika tongkatku ini tak mampu menembus salah satu dari lubang telinganya, juga aku buang saja tengkoraknya itu," ujar lelaki tersebut tanpa merasa bersalah sama sekali.

"Mengapa demikian?" tanya Hasan Al-Bashri. "Sebab, mereka adalah kepala tengkorak dari orang-orang yang tak mau mendengarkan ilmu atau nasihat yang benar. Selama hidupnya, mereka justru cenderung menyibukkan diri untuk memenuhi kesenangan hawa nafsunya saja. Sehingga, ketika mereka mendengarkan ilmu atau nasihat yang baik, mereka hanya menjadikan telinga mereka sebagai tempat lalu lalangnya ilmu atau nasihat itu. Sama sekali tak menempel di benak mereka. Telinga seperti itu, sama saja seperti tak mendengarkan ilmu atau nashihat al-haqq yang disampaikan kepada mereka " jelas lelaki itu panjang lebar.

"Lalu, bagaimanakah cirinya telinga yang mau mendengar itu?" kembali Hasan Al-Bashri bertanya kepada lelaki pirang itu. Lelaki itu kemudian berkata: "Telinga yang mendengar itu dapat kuketahui manakala kutusukkan tongkatku ini lewat lubang telinga dari tengkorak ini, maka tongkatku akan menembusnya dan menancap tepat di bagian otaknya. Berarti, ketika mereka hidup dulu mau mendengarkan ilmu dan nashihat al-haqq (nasihat tentang kebenaran) yang disampaikan kepada mereka," ujar lelaki tersebut.

"Oleh karena itulah," lanjut lelaki pirang itu, "aku memperlakukan tengkorak dari telinga yang mendengar itu dengan cara terhormat. Aku tak segan-segan menciumnya dengan penuh rasa penghargaan dan menanamnya kembali dengan baik."

Hasan Al-Bashri terpana mendengar penjelasan lelaki yang meneliti kepala tengkorak manusia itu. Alangkah besarnya penghargaan Allah kepada manusia yang berilmu dan mau mengamalkan ilmunya, atau orang yang mau mendengarkan nasihat yang baik dan mempraktikkannya. Sehingga, ketika manusia itu sudah menjadi tengkorak sekalipun, Allah masih memberikan tanda kepadanya.

Subhanallah, Mahasuci Allah Yang Maha Mendengar dan menganugerahkan pendengaran kepada manusia agar dapat mendengar ilmu dan nasihat-nasihat yang baik. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang menggunakan telinga untuk mendengarkan ilmu dan nasihat guna diamalkan dalam kehidupan di muka bumi ini. Amin.

Disadur dari buku Mutiara Hikmah, Kisah Para Kekasih Allah, karya Ummi Alhan Ramadhan Mazayasyah, Penerbit Darul Hikmah

11/05/12

Ciri-ciri Ahli Ma`rifat

Hati ini diciptakan Allah untuk menjadi tempat kebahagiaan hakiki. Karena itu hati harus selalu dekat dengan Allah. Bila hati sudah terisi dunia, Allah tidak mau mengisinya. Begitu pun cinta kepada manusia, harus yang dapat mendekatkan kepada Allah.

Cinta kepada anak istri dibolehkan sepanjang menjadi pengingat kepada Allah. Sebaliknya, bila cinta kepada anak istri membuat lalai, berjarak, dan jauh dari Allah, maka segera kurangi cinta itu. Cukuplah cinta sekadarnya saja. Bagaimana pun, makhluk tidak boleh menjadi penghalang cinta kepada Allah.

Jika kita merasa sudah bergaul dengan banyak orang, namun hati merasa tidak nyaman dan terasa keras, ini sebenarnya gejala bahwa Allah masih ingin dekat dengan kita. Tapi bila masih nyaman saja bergaul dan berbincang dengan banyak orang, maka bisa jadi itu gejala hijab dengan Allah.

Sebelum kita minta sesuatu, Allah sudah sangat tahu kebutuhan kita. Karena memang Allah yang membuat kebutuhannya. Tapi, Allah sangat menyukai hamba-Nya yang memohon, berdoa dengan segala kerendahan. Berdoa dengan hati yang bersih, adalah ciri dikabulkannya doa. Jika Allah ingin memberikan mustajab (terkabulnya) doa, maka Allah juga akan memberikan kemampuan kepada seseorang untuk berdoa dengan khusyu.

Ciri seorang ahli ma’rifat adalah selalu merasa membutuhkan Allah. Tidak pernah merasa tenang dan nyaman, bila bersandar kepada selain Allah. Bila mau bicara, ia minta dituntun Allah. Selama bicara pun ia selalu berdoa, minta diampuni jika khilaf. Bila sedekah, ia juga minta diberi keikhlasan. Bila berjalan, minta dijaga pandangannya. Pokoknya, ia selalu minta yang terbaik dari Allah. Sebaliknya, orang yang tidak kenal Allah, jarang meminta kepada Allah. Ia merasa sudah tahu dan bisa berbuat dengan ilmunya.

Orang yang ma’rifat juga sangat takut jika tidak dibimbing dan dilindungi Allah. Kebahagiaannya justru dari ketidaknyamanan karena takut kepada Allah. Karena baginya, kebahagiaan sejati adalah bila takut dan harap kepada Allah semata.

13/12/11

Lelaki Senja - Yogyakarta

Lelaki Senja

Mataku tertuju pada satu wajah……
Wajah yang sedemikian tirus.., wajah yang penuh dengan guratan perjuangan hidup....
Wajah yang tak lagi indah karna telah usang termakan usia....
Kurus.... sangat kurus... hanya terlihat kulit saja yang membungkus tulangnya...
Tubuhnya sedemikian ringkih... bahkan hampir tak dapat lagi berdiri tegak...
Yah..ia kini harus berjalan dengan punggung yang tak lagi lurus...
Jemari tangan kanannya menggenggam erat sebuah kayu bulat kecil yang ia gunakan sebagai tongkat...
Yah..tanpa tongkat itu mungkin ia tak dapat menapaki jalan dengan sempurna...

Lalu jemari kirinya menggegam ujung sebuah karung usang yang menggelayuti punggungnya....
Dengan seragamnya : kaos putih yang mengelabu dan topi cat hitam yang koyak di bagian ujungnya, serta celana pendeknya. Semuanya meneriakkan satu kata pada otakku : KUMUH!!!
Ia berjalan dengan sangat lambat... matanya tajam menukik ke sekelilingnya : ke kanan kiri jalan yang di laluinya... ketika di dapati satu botol kemasan air mineral... ada senyum kecil dari bibirnya, yah aku dapat melihat pendar kebahagiaan di wajahnya..
Sepertinya sampah-sampah itulah yang membuatnya terus dapat bertahan di putaran waktu yang seringkali tak berpihak padanya.

Lelaki senja....
dia adalah lelaki senja... lelaki yang masih berjuang melawan kerasnya kehidupan di usia senjanya.....sungguh geliat fisik nya tak mampu membohongi siapapun..Ia lelah...tak adakah ruang baginya untuk menikmati usia senja nya???
Kemana kah anak-anaknya??? Kemanakah keluarganya?? Kenapa ia sendirian di tengah-tengah kota?? Kenapa ia harus bekerja sekeras itu?? Tak adakah yang peduli padanya??
Kemana sih para aparatur negara?? Emang panti jumpo di yogya udah penuh?? Atau ini gara-gara dinas sosial dibubarkan??

Seketika wajah bapak terlihat jelas di hadapanku...lalu sudah ku duga...penyakitku kambuh lagi....cengengku kumat : hujan lagi deh di pelupuk mata..Ehm...bapak...sungguh aku tak kan pernah rela bila kesulitan singgah di hatimu...sungguh...azzamku akan semakin kuat...aku akan berusaha untuk selalu “ada” di usia senja mu nanti....
“Eh...kenapa nangis???”, seorang teman membuyarkan lamunanku....Hah!!! gawat ketahuan nih!!! ... temen-temen makin bingung karna yang ditanyain ga’ bersuara. (bukan ga mau jawab...tapi emang klo lagi nangis ga’ bisa ngomong..he..he...). Lalu adegan berikutnya adalah saling tuduh siapa kah yang menjadi ‘tersangka utama” penyebab menangisnya seorang penumpang “trans yogya”...Huh...dasar temen-temen nih, dari tadi cekakak-cekikik sendiri sih...jadinya sang kakek yang segede itu ga’ di liatnya sama sekali...

Dan lelaki senja itu...??? aku segera beranjak dari kursi halte trans yogya..ingin menyapanya dan memberikan sepotong roti yang ku bawa tadi.....Tapi sayang...mobil trans yang kami tunggu, sudah terlihat...waktu tak memberi kesempatan bagiku, untuk sekedar menyebrangi jalan dan lalu menyapanya....
Ah.....semoga Alloh menganugrahi kebahagiaan yang abadi baginya.................................

Bumi Yogya, 2009

Sumber Mbak Syifa

Cari Blog Ini

Halaman

Popular Posts

Advertisement

Responsive Advertisement