Tampilkan postingan dengan label Faza-Yafuzu-Fauzan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Faza-Yafuzu-Fauzan. Tampilkan semua postingan

10/01/12

Barokah Shalat Khusyu

"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman yaitu orang-orang yang khusyu dalam sholatnya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna." (Al-Quran: Surat Al-Mu`minun )


Rosulullah SAW bersabda :
Ilmu yang pertama kali di angkat dari muka bumi ialah kekhusyuan.
(HR. At-Tabrani ) 

Nabi Muhammad SAW dalam sholatnya benar-benar dijadikan keindahan dan terjadi komunikasi yang penuh kerinduan dan keakraban dengan Allah. Ruku, sujudnya panjang, terutama ketika sholat sendiri dimalam hari, terkadang sampai kakinya bengkak tapi bukannya berlebihan, karena ingin memberikan yang terbaik sebagai rasa syukur terhadap Tuhannya. Sholatnya tepat pada waktunya dan yang paling penting, sholatnya itu teraflikasi dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri-ciri orang-orang yang sholatnya khusyu:
  1. Sangat menjaga waktunya, dia terpelihara dari perbuatan dan perkataan sia-sia apa lagi maksiat. Jadi orang-orang yang menyia-nyiakan waktu suka berbuat maksiat berarti sholatnya belum berkualitas atau belum khusyu.
  2. Niatnya ikhlas, jarang kecewa terhadap pujian atau penghargaan, dipuji atau tidak dipuji, dicaci atau tidak dicaci sama saja.
  3. Cinta kebersihan karena sebelum sholat, orang harus wudhu terlebih dahulu untuk mensucikan diri dari kotoran atau hadast.
  4. Tertib dan disiplin, karena sholat sudah diatur waktunya.
  5. Selalu tenag dan tuma`ninah, tuma`ninah merupakan kombinasi antara tenang dan konsentrasi.
  6. Tawadhu dan rendah hati, tawadhu merupakan akhlaknya Rosulullah.
  7. Tercegah dari perbuatan keji dan munkar, orang lain aman dari keburukan dan kejelekannya.

Orang yang sholatnya khusyu dan suka beramal baik tapi masih suka melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah, mudah-mudahan orang tersebut tidak hanya ritualnya saja yang dikerjakan tetapi ilmunya bertambah sehingga membangkitkan kesadaran dalam dirinya.

Jika kita merasa sholat kita sudah khusyu dan kita ingin menjaga dari keriaan yaitu dengan menambah pemahaman dan mengerti bacaan yang ada didalam sholat dan dalam beribadah jangan terhalang karena takut riya. 

Inti dalam sholat yang khusyu yaitu akhlak menjadi baik, sebagaimana Rosulullah menerima perintah sholat dari Allah, agar menjadikan akhlak yang baik. Itulah ciri ibadah yang disukai Allah.
Semoga dibulan ramadhan ini kita meningkatkan kualitas sholat kita.
Wallohu A'lam

09/01/12

Doa Membangun Keluarga

Semoga Allah mengkaruniakan kita pendamping terbaik pilihan-Nya, sehingga perjuangan kita dalam meniti kehidupan berumah tangga senantiasa terasa indah dan menyejukan berkat pertolongan dan karunia Allah tersebut.

Berumah tangga bukanlah suatu hal yang mudah seperti halnya membalikan kedua telapak tangan. Jika tidak hati-hati dalam menitinya, baik dalam perencanaan maupun ketika mengarunginya, ia akan menjadi bagian dari sebuah penderitaan yang tiada bertepi bagi siapapun yang menjalaninya. Sejak awal, Allah Swt. memperingatkan kepada setiap orang beriman agar hati-hati dalam hal tersebut, firman-Nya: 
 
"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS. At-Taghabun [64]:14).
 
Ayat di atas menjelaskan, bahwa bisa jadi pasangan yang telah kita pilih untuk mendampingi hidup kita dan anak-anak yang dilahirkannya menjadi musuh bagi diri kita. Seorang suami yang seharusnya menjadi seorang pemimpin di keluarga malah menjadi koruptor karena bujukan istrinya yang terus menggerutu karena diperbudak segala macam keinginan. Ayah dan ibu terhancurkan kehormatan dan harga diri keluarganya karena perilaku dan akhlaq buruk yang diperlihatkan anak-anak yang dilahirkannya. Untuk itu, hal pertama yang harus kita lakukan adalah memohon kepada Allah dengan segala kelemahan diri agar Ia menolong dan mengkaruniakan kita pendamping terbaik dan anak-anak yang shalih dan shalihah. Maka doa yang diperintahkan Allah dalam Alquran untuk hal tersebut adalah: 

"Wahai Tuhan kami! Karuniakanlah kepada kami istri dan keturunan yang menjadi cahaya mata, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang memelihara dirinya (dari kejahatan)". (QS. Al-Furqan [25]:74).
 
Ciri-ciri dari yang dimaksud oleh doa ini adalah istri yang menyejukan ketika dipandang, dapat menjadi tauladan bagi siapapun. Ia juga tidak akan pernah memperlihatkan wajah yang muram durja, berbicara ketus dan rona wajah yang menyeramkan. Akhlaknya akan terlihat jauh lebih indah dibanding kecantikan wajah dan tubuhnya. Akhlaqnya akan tercermin dalam perilakunya sehari-hari, baik terhadap suami maupun orang lain di luar keluarganya (tetangga), seperti senantiasa hormat meski suaminya berumur sama dengannya, atau senantiasa menghargai siapapun yang ia temui termasu anak kecil sekalipun. Kata-kata yang keluar dari mulutnya terasa menyejukan, bersih dan tidak pernah ada yang melukai.

Oleh karena itu, meski ia terus beranjak tua dan berubah karena perjuangannya dalam melahirkan dan membesarkan anak-anaknya, namun ia akan tetap kelihatan cerah dan bersinar. Hal itu tiada lain karena cerminan dari suasana hati yang senantiasa bersih dan bening. Di samping itu, ia juga akan senantiasa bersyukur, menghadapi setiap kejadian dengan sabar dan yakin akan pelajaran dari Allah. Istri seperti ini tidak pernah meminta hal yang menjadi ketidakmampuan suaminya. Ia tidak pernah mau didahului bangun oleh suaminya, melainkan terlebih dahulu shalat dan munajat kepada Allah. Ia juga akan senantiasa memohon izin kepada suaminya untuk melakukan apapun yang akan ia kerjakan. Inilah sesungguhnya yang dimaksudkan dengan istri shalihah yang menjadi perhiasan paling berharga bagi para suami.

Hal di atas tidak hanya berlaku bagi para suami atau siapapun yang berkehendak untuk menjadi suami, melainkan juga buat para istri atau yang berkehendak untuk menjadi seorang istri. Pernikahan bagi mereka harus menjadi ajang sebuah pelatihan guna meningkatkan kehati-hatian. Siapa pun yang berkehendak menuju momen ini, sangat dianjurkan untuk terus senantiasa berdoa kepada Allah dengan doa termaktub di atas. Doa ini harus betul-betul menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari

Jangan pernah memilih seorang laki-laki hanya dengan pertimbangan emosional belaka tanpa memperhatikan bagaimana akhlaq dan kepribadiannya. Calon suami yang baik dan senantiasa dapat membimbingnya harus menjadi bagian dari doa yang dipohonkannya kepada Allah, karena suami seperti inilah yang akan mendatangkan kebahagian yang hakiki bagi seorang istri. Ia akan memperhatikan apapun yang diinginkan oleh istrinya. Istri akan senantiasa menjadi orang spesial dalam benak dan kehidupannya. Suami seperti ini akan senantiasa bersih ketika mau berhadapan dengan istri dan memanggil dengan panggilan terbaik. Jika kondisi istri berubah secara fisik, karena perjuangannya mengurus rumah tangga, ia akan menghiburnya dengan keuntungan-keuntungan di akhirat. Ia juga akan menutup kejelekan-kejelekan yang dimiliki oleh istrinya serta merasa terus tertuntut untuk melakukan kewajiban yang benar.

Tingginya derajat suami ditentukan oleh perjuangannya menjadi pemimpin rumah tangga, sehingga ia akan terus menuntut dirinya untuk senantiasa menjadi tauladan yang baik bagi keluarga yang dipimpinnya. Seorang suami pilihan Allah tidak pernah mau jadi beban bagi istrinya. Ia akan senantiasa memuji dan membuat istri senang, menjadikan kekurangan istrinya menjadi ladang amal untuk berlapang hati dan membantunya selalu berjuang untuk memperbaiki diri. Ia juga akan selalu berlapang dada bertukar pikiran membahas masalah-masalah yang ada di keluarganya dengan adil. Pada malam hari, ia akan mengajak istrinya untuk bermunajat menghadap Allah bersama-sama, meminta kepada Allah sebuah keluarga yang mendapatkan perlindungan-Nya pada saat tiada lagi perlindungan lain selain hanya dari-Nya dan keluarga sakinah, mawaddah dan rahmah, bahagia di dunia dan akhirat.

Rahasia dari semua itu adalah perjuangan maksimal untuk memiliki ilmu tentang hal tersebut. Ilmu inilah yang akan membangun kebahagiaan di rumah tangga. Dengan ilmu ini, seorang suami atau istri akan berbuat apapun dengan penuh keikhlashan dan merasa ridha dalam melayani dan berkhidmat terhadap pasangannya masing-masing. Waallahu A'lam

06/01/12

Kenali Penyebab Gangguna Siklus Menstruasi Anda

Menstruasi sampai saat ini masih menjadi problema yang bersifat individual bagi setiap kaum perempuan. Periode menstruasi (lamanya waktu menstruasi) normal biasanya dari 3 - 7 tujuh hari. Pola siklus menstruasi normal bisa berada pada rentang 21 hingga 35 hari. Dengan siklus menstruasi yang normal, secara fisiologis menggambarkan, organ reproduksi cenderung sehat dan tidak bermasalah. Sistem hormonalnya baik, ditunjukkan dengan sel telur yang terus diproduksi dan siklus menstruasinya teratur.

Pada kenyataannya, siklus menstruasi tidak sama pada semua perempuan dan cenderung diluar kategori normal dengan berbagai pola. Mungkin pada awalnya siklus menstruasi lebih dari 35 hari, namun kemudian akan timbul perdarahan menstruasi di luar siklus menstruasi normal. Misal, siklusnya semula 35-40 hari, tetapi bulan berikutnya bisa tidak menstruasi selama 3 bulan. Di sisi lain, ada pula yang dalam sebulan bisa mengalami menstruasi lebih dari sekali. Contoh, bulan ini menstruasinya terjadi tanggal 5, kemudian datang lagi pada tanggal 20 di bulan yang sama. Haid yang berlangsung kurang dari 21 hari dikategorikan siklus menstruasi yang pendek.

Apakah siklus menstruasi itu pendek maupun panjang, sama-sama menunjukkan ketidaknormalan pada sistem metabolisme dan hormonal. Dampaknya pun sama, yaitu jadi lebih sulit hamil dikemudian hari jika pola siklus menstruasi tidak segera di tangani oleh medis. Pada siklus pendek, perempuan mengalami “unovulasi” karena sel telur tidak terlalu matang sehingga sulit untuk dibuahi. Pada siklus panjang, hal ini menandakan sel telur jarang sekali diproduksi atau perempuan mengalami ketidaksuburan yang cukup panjang. Jika sel telur jarang diproduksi berarti pembuahan akan sangat jarang terjadi. Padahal, menstruasi merupakan tanda kalau perempuan sedang subur.

Beberapa kemungkinan penyebab dari ketidakteraturan siklus menstruasi yang penyebab pastinya dapat diketahui dengan pemeriksaan yang lebih intensif, diantaranya ;

Fungsi hormon terganggu menstruasi terkait erat dengan sistem hormon yang diatur di otak, tepatnya di kelenjar hipofisa. Sistem hormonal ini akan mengirim sinyal ke indung telur untuk memproduksi sel telur. Bila sistem pengaturan ini terganggu, otomatis siklus mens pun akan terganggu.

Masalah kelenjar tiroid Terganggunya fungsi kelenjar gondok/tiroid juga bisa menjadi penyebab tak teraturnya siklus haid. Gangguan bisa berupa produksi kelenjar gondok yang terlalu tinggi (hipertiroid) maupun terlalu rendah (hipotiroid). Pasalnya, sistem hormonal tubuh ikut terganggu.

Kelainan sistemik wanita yang tubuhnya sangat gemuk atau kurus. Hal ini bisa mempengaruhi siklus menstruasinya karena sistem metabolisme di dalam tubuhnya tak bekerja dengan baik. Atau penderita penyakit diabetes, juga akan memengaruhi sistem metabolisme sehingga siklus menstruasinya pun tak teratur

Management stres tidak baik Stres jangan dianggap enteng sebab akan mengganggu sistem metabolisme di dalam tubuh. Bisa saja karena stres, perempuan menjadi mudah lelah, berat badan turun drastis, bahkan sakit-sakitan, sehingga metabolismenya terganggu. Bila metabolisme terganggu, siklus menstruasi pun ikut terganggu.

Hormon prolaktin (hormon menyusui) yang berlebihan Pada wanita menyusui, produksi hormon prolaktinnya cukup tinggi. Hormon prolaktin ini sering kali membuat wanita tak kunjung menstruasi karena memang hormon ini menekan tingkat kesuburan wanita. Pada kasus ini tak masalah, justru sangat baik untuk memberikan kesempatan pada wanita guna memelihara organ reproduksinya. Sebaliknya, jika tidak sedang menyusui, hormon prolaktin juga bisa tinggi, biasanya disebabkan kelainan pada kelenjar hipofisis yang terletak di dalam kepala.

Penurunan atau kenaikan berat badan secara drastis

Penggunaan obat pengontrol kehamilan obat pengontrol kehamilan mengandung hormon progestin yang dapat menghambat proses ovulasi yang berhubungan siklus menstruasi.

Kondisi lain yang bisa memicu haid tidak teratur adalah ketidakseimbangan hormon. Ketika terjadi perubahan pada level hormon estrogen atau progesteron dalam tubuh, maka haid bisa menjadi tidak teratur. Ketidakseimbangan level hormon dalam tubuh disebabkan perubahan pola makan yang drastis stres dan PCOS (polycystic ovarian syndrome). PCOS adalah kumpulan gejala yang terjadi karena penumpukan folikel pada ovarium (indung telur) yang berkembang tidak sempurna. Pada keadaan normal, ovarium hanya memproduksi sedikit hormon androgen. Tetapi, penderita PCOS mengalami peningkatan level androgen yang ditandai dengan tidak teraturnya siklus haid.

Apabila kamu mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur dengan irama yang tidak konstan dalam jangka waktu tidak lama atau jarang – jarang terjadinya, terapinya hanya cukup menerapkan gaya hidup dan pola makan yang sehat namun nyatanya perilaku ini masih sangat sulit diterapkan dalam kehidupan sehari-hari seperti mengontrol konsumsi makanan-minuman junkfood yang banyak penyedap/pewarna/pemanis buatan, rutin berolahraga, management stres yang baik dan cukup istirahat. Akan tetapi bila siklus menstruasi yang terganggu terjadi dalam jangka waktu yang lama dan mempunyai irama yang konstan sebaiknya segera konsultasikan ke dokter karena dikhawatirkan adanya gangguan pola hormon atau penyakit metabolik seperti penjelasan diatas. Untuk terapi biasanya dokter akan memberikan terapi hormonal atau terapi sesuai dengan penyakit yang menyertai.

Semoga bermanfaat informasi diatas ya.
Admin windowsbie7

04/01/12

Kita Adalah Bersaudara

Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara karena itu
damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya
kamu mendapat rahmat (QS. 49 ; 10)

Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin, Allahuma
shalli ‘ala Muhammad wa’ala aalihi washahbihii
ajmaiin, “Innamalmu’minuna ikhwatun faashlihu bayna akhowaikum
wattaqullooha la’allakum turhamuun” (Sesungguhnya orang-orang Mukmin
adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan
bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat (QS. Al Hujurat
(49) ayat 10 ) Saudara-saudaraku, sahabat-sahabat sekalian Innamal
mu’minuuna ikhwah ,orang yang beriman itu adalah bersaudara bukan musuh
jika terjadi sedikit perbedaan seperti perbedaan qunut, ushali,atau
jumlah rakaat shalat tarawih , hal itu tidak harus menjadi musuh,
karena musuh kita adalah kaum dzolimin.

“Yaaayyuhalladzina aamanu laayasskhor qoumun minqaumin aasaa ayyakuunuu
khayrom minhum walaanisaaum minnisaain aasaa ayyakunna khoyrom minhunna
walaatalmizuu anfusakum walaatanabbazuu billalqob bi’sal ismullfusuqu
ba’dall iiman wamallam yatub faaulaaika humudloolimuun”(Hai orang-
orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokan kaum yang lain
(karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokan) lebih baik dari mereka
(yang mengolok-olokan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokan)
wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-
olokan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokan) dan janganlah
kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan
gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang
buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka
itulah orang-orang yang zalim) (QS. Al Hujurat(49) ayat 11)

ayat ini membahas mengenai larangan mengejek satu kaum terhadap kaum
yang lain yang sama-sama punya iman walaupun misalnya berbeda partai
akan tetapi sama-sama beriman kepada Alloh SWT,tidak boleh saling
mengejek. Begitu juga jika sama-sama kelompok majelis ta’lim ,sesama
ustadz saling mengejek ? Naudzubillah . Lalu kenapa disini disorot
wanita harus mampu mengendalikan ucapannya. Hal ini kemungkinan
disebabkan pekerjaannya kurang banyak sehingga waktu yang ada digunakan
untuk mengobrol. Jadi jelas sekali Al Quran melarang wanita atau akhwat
jangan suka mengejek yang lain karena bisa jadi wanita yang kita ejek
itu lebih mulia dihadapan Alloh daripada yang mengejek , ini harus
hati-hati karena Alloh-lah Yang Melarang Mengolok-olok ,selain itu
tidak boleh kita menghina diri sendiri, karena orang yang mengejek diri
sendiri dapat dikatakan kufur nikmat, jangan suka membanding-
bandingkan dengan orang lain, karena semuanya Alloh-lah Yang
Menciptakan.

Jangan suka mengolok-olok atau dengan panggilan yang buruk misal kafir,
fasik,munafik,monyet atau panggilan yang tidak baik yang berhubungan
dengan Iman atau menghina orang tua orang lain karena dengan begitu
berarti sama saja dengan menghina orang tua kita,tetapi panggilah
dengan gelaran-gelaran yang baik.

“Yaayuhalladzina aamanujtanibuu katsiromminadldlonni inna ba’dodzonni
itsmuwwalaa tajassasu walaayagtab ba’dlukum ba’dzoon ayyuhibbu ahadukum
ayya’ kula lahma akhihi maytan fakarihtumuuhu wattaqulloha
innalloohattawwaburrohim” (Hai orang-orang yang beriman, jauhilah
kebanyakan dari prasangka , sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah
dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah
sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di
antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Maka tentulah
kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya
Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang”) (QS. Al Hujurat(49)
ayat 12 )

Prasangka itu ada dua macam ; husnudzon atau Suudzon , ada baik sangka
dan ada buruk sangka , ketahuilah yang sebagian prasangka itu adalah
dosa,yang tidak boleh itu adalah Suudzon itu ,misalnya kita mengatakan
kepada rekan kita tentang rekan kita yang lain “hey hati-hati si fulan
suka buruk sangka kepada kita ? sebenarnya itu sudah termasuk berburuk
sangka kepada orang lain. Oleh karena itu kita harus waspada.

Tapi husnudzon pun jatuhnya hanya kepada orang yang beriman , misalkan
di bis ada yang membuka dompet kita , lalu kita berbaik sangka “ oh
mungkin dia akan menghitungkan uang saya…” , itu tentu baik sangka yang
konyol karena pasti orang itu adalah pasti copet. kepada orang yang
beriman jangan sering melakukan “walaa tajassasu” suka mengorek-ngorek
aib , suka mencari-cari kesalahan kecuali untuk tindakan keadilan
pencegahan kemunkaran , saudaraku dengan menceritakan keburukan orang
lain berarti kita telah ghibah , ghibah itu batasannya kalau ucapan
yang diceritakan membuat orang sakit hati andaikata mendengarnya

“Yaayyuhannasu innaa kholaqnakum mindzakarin auuntsa wajaalnaakum
syu’ubaw waqobaaila lita’arofu inna akromakum ‘inndalloohi attqookum
innallooha’ aliimun khobir” (Hai manusia , sesungguhnya Kami
Menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan
Menjadikan kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling
mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di
antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal )
(QS. Al Hujurat(49) ayat 13)

Manusia diciptakan berbagai suku,berbagai bangsa semua itu ditujukan
agar saling kenal-mengenal, kita jangan membenci orang Amerika karena
orang Amerika tidak pesan untuk dilahirkan di sana , di Amerika yang
sholeh ada yang bathil pun ada, persis sekali di kita yang sholehnya
hanya sedikit, darimana kita tahu di Indonesia yang sholehnya sedikit ?
karena kalau di kita yang orang yang sholehnya banyak tentu tidak
negara kita bangkrut seperti ini.

Dalam kehidupan ini tidak boleh saling menghina karena perbedaan
Negara, ada yang diciptakan di Amerika, Cina, jangan menghina
negaranya ! yang buruk itu adalah keputusan-keputusan politiknya,
ketidakadilannnya dalam menyelesaikan suatu masalah. Pernikahan tidak
boleh terhadang oleh perbedaan suku, karena semuanya sama-sama
diciptakan Allah SWT. Ketika zaman Rasulullah Muhammad SAW ,Bilal yang
hitam legam tetap mulia disisisi Allah , lalu Salman Al Farisi dari
Persia tetap saja mulia disisi Allah ,sebenarnya perbedaan lintas
Negara, suku, bangsa merupakan nilai Ukhuwah inna
akromakum ‘inndalloohi attqookum yang mulia bukan warna, kulit,
jabatan, gelar, pangkat,akan tetapi yang shleh dan taat pada Alloh SWT
itulah yang mulia. Wallahua’lam

01/01/12

Sabar

Definisi sabar mungkin sudah banyak beredar di masyarakat, baik yang subyektif maupun yang sudah menjadi kesepakatan bersama. Di sini saya hanya menuliskan apa yang menjadi uneg-uneg mengenai pengertian sabar. Ini adalah pendapat pribadi saya, dengan keilmuan yang dangkal, sehingga sangat mungkin untuk disangkal.

Menurutku: sabar adalah bertahan untuk melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang _seharusnya_ dilakukan, bukan berdasarkan apa yang ingin dilakukan, walaupun kondisi saat itu mempengaruhi dia untuk melakukan hal yang salah.

Kata _seharusnya_ di atas adalah variabel sekali, tergantung kebenaran yang diyakini oleh seseorang. Meskipun kata "benar" adalah relatif dan bisa mengacu pada hal yang berbeda, namun kebenaran yang diyakini, tentulah sesuatu yang dapat dipertanggungjawabkan.

Beberapa pengertian yang sudah memasyarakat:

Sabar Adalah Diam

Ketika si A yang yakin tidak bersalah, dituduh dan ditampar oleh B namun A diam saja, bukan berarti A adalah orang yang sabar. Bisa jadi dia orang yang lemah.

Seharusnya A melakukan sesuatu untuk menjaga situasi tetap pada jalurnya yang benar. Jika dituduh ya harus menjelaskan, ajak untuk mendiskusikan masalah. Jika tetap mau dipukul ya menghindar, atau tangkis, atau menjauh kalau tidak berani. Yang jelas jangan diam saja.

Solusi pada contoh di atas mungkin idealis sekali, karena kondisi di kenyataan bisa berbeda. Namun intinya adalah jangan sampai menyalahartikan kata sabar dengan lemah. Proses di lapangan bisa bervariasi untuk mewujudkannya.

Kebalikannya, ketika dituduh kemudian A ganti memukuli B karena menuduh sembarangan, jelas itu juga bukan tindakan sabar, karena menurutkan hawa nafsu, bukan berdasarkan kebenaran yang diyakini.

Contoh lain:

Saat petani mengetahui tanamannya diserbu hama, maka tindakan sabarnya adalah dengan menyemprot hama tersebut dengan obat antihama, bukan berdiam diri.

Sabarnya murid adalah dengan telaten mengikuti setiap matapelajaran yang diajarkan kepadanya, suka maupun tidak, karena itu adalah konsekwensi dari pendidikan yang dijalaninya.

Sabarnya pegawai adalah menyelesaikan tugas yang dibebankan kepadanya dengan penuh tanggung jawab.

Dan lain sebagainya.

Kembali ke definisi utama: sabar adalah bertahan melakukan yang seharusnya dilakukan.

Sabar Ada Batasnya

Sabar adalah melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan, sehingga hal tersebut hendaknya tidak dihentikan. Jadi, sabar itu tidak ada batasnya.

Jika ada batasnya, maka ketika batas itu telah tiba, kita akhirnya melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan. Jelas hal tersebut adalah salah.

Sabar Selalu Dikaitkan Dengan Musibah

Penggunaan kata sabar biasanya dihubungkan dengan sesuatu yang menyedihkan, berat untuk diterima, dan lain sebagainya.

Padahal tindakan "bertahan melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan" tidak boleh dihentikan. Harus selalu dilakukan.

Saat mendapatkan harta berlimpah, ketika tidak sabar, besar kemungkinan harta tersebut tidak dipergunakan secara tepat dan terarah sehingga memiliki manfaat lebih, bukan sekedar dihamburkan.

Ketika terpilih menjadi kepala desa, jarang sekali (atau tidak ada?) orang yang memberikan ucapan "yang sabar ya". Padahal pesan itu sangat penting. Jangan sampai menjadi kepala desa kemudian terpengaruhi untuk melakukan sesuatu, yang mungkin saja benar menurut aturan, tapi tidak dibernarkan secara etika.

Kesimpulannya, bersabarlah selalu.

31/12/11

waspadai musuh dalam selimut!

Ngeselin yaa punya teman  yang diam-diam sering membicarakan kita di belakang. Di depan sih manis, eh, ternyata dia jadi musuh di belakang. Terus harus bagaimana dong?

Ekspresikan apa yang kita rasakan
Dalam persahabatan, kepercayaan memang penting banget. Kalau sahabat ternyata berkhianat, ungkapkan kekesalan dan kesedihan kita. Kita bisa menangis sepuasnya atau memilih untuk menceritakan kesedihan kepada sahabat tersebut secara langsung. Pokoknya, buat diri kita senyaman mungkin, sehingga perasaan jadi lebih lega.

Evaluasi lagi
Ketika perasaan mulai membaik, coba deh evaluasi lagi permasalahannya. Dengan begini, kita belajar untuk mulai menata perasaan, biar enggak terus terbawa perasaan dendam, kecewa, dan marah.

Mencoba menerima
Yes, sahabat memang udah jelas-jelas berkhianat. Satu-satunya jalan yang bisa kita lakukan adalah belajar untuk menerima pengkhianatan tersebut. Perasaan sakit hati pastinya memang susah untuk dilupakan. Semuanya memang butuh proses. Take your time to heal yourself!

Membuka diri lagi
Ketika perasaan tersakiti, kita menganggap semua orang bakal bersikap sama. Ujung-ujungnya, kita jadi malas untuk berteman lagi. Duh! Padahal kita tetap membutuhkan orang lain. Sehari atau dua hari marah-marah boleh aja. Hari berikutnya, yuk telepon teman lain untuk hangout bareng. Teman kan enggak hanya dia doang.

Kembalikan reputasi kita
Semua orang memang udah tahu rahasia kita. Bisa jadi orang lain udah punya anggapan berbeda tentang kita. Ya, enggak salah kok. Biarkan waktu menjawab. Orang lain pun akan tahu kalau ternyata sahabat kita lah yang membual. Tenang aja.

Belajar dari kesalahan
Marah, sedih, dan kecewa pastinya lah. Tapi dari pengalaman ini, kita jadi belajar untuk enggak terlalu menceritakan masalah kita ke semua orang sepenuhnya. Ngg, lebih baik ceritakan masalah kita kepada mama aja deh. Dijamin lebih aman.


Konsultasikan masalah ke guru
Kalau masalah kita memang udah menganggu banget. Kita boleh banget menceritakan masalah ke guru. Siapa tahu mereka memiliki solusi tepat. Jangan sampai deh urusan pelajaran jadi terganggu karena masalah ini.

See, punya teman pengkhianat enggak berarti dunia jadi berakhir kan? Cheer up, gals!

24/12/11

Skenario Cinta Yang Pernah Kita Alami

Cinta dan Benci

Cinta dan benci merupakan perpaduan yang ada didalam hati manusia. Kita sebagai manusia, selalu didasari dengan kedua rasa tersebut. Terkadang kita sulit membedakan antara cinta dan benci, Karena menurut saya perbedaannya sangat tipis. Terkadang kita bilang cinta terhadap orang yang kita sayangi, tapi setelah itu kita juga bisa mengucapkan benci terhadapanya.

Diantara cinta dan benci, pasti anda semua menginginkan rasa cinta ketimbang benci. Tapi banyak juga yang bilang benci tanda dari cinta, tapi semua kembali ke masing-masing orang. Banyak yang menjadi inspirasi kita, dari sebuah lagu, puisi dan juga lainnya. Seperti lagu Gheisa cinta dan benci. Orang mudah mengucapkan kata itu, tapi sulit untuk menjalankannya.

Yang terpenting adalah kita mengerti arti dari cinta dan benci itu sendiri. Untuk itu, mulai dari sekarang, mulailah dengan rasa cinta, meski akan berakhir dengan benci.

Mengejar Impian Untuk Cinta

Memperoleh kebahagiaan dari cinta seseorang merupakan harapan besar yang diinginkan oleh setiap insan. Kita memiliki rasa digunakan untuk membedakan mana itu cinta dan benci. Banyak yang mengatakan kekuatan besar dari sebuah cinta bisa mengalahkan apa dan siapa saja. Jika kita memiliki tekat yang kuat, alhasil yang kita dapatkan adalah sebuah anugerah kebahagiaan yang begitu besar. Dalam mengejar impian untuk cinta yang sering muncul dikehidupan kita, kita harus selalu memiliki pikiran yang rasional untuk mendapatkan suatu hal yang mungkin kelak akan membuat kita bisa merasakan kebahagiaan.

Impian memiliki cinta sudah menjadi hal mutlak yang harus dikejar dan diraih oleh kita. jangan pernah memandang siapa dan bagaimana dia. Yang namanya perasaan tidak akan pernah membedakan status sosial. Urusan diterima atau tidaknya itu tergantung dari usaha kita untuk mendapatkannya. Meski dia seorang penjahat, mereka juga punya perasaan. Apa salah seorang maling jatuh cinta dengan seorang ustadz?

Jika kita pikir lebih seksama, banyak yang menjadi penghalang sebuah hubungan tersebut. Entah itu status, kehidupannya ataupun masa lalu dan bagaimana dia. Jika kita bisa berfikir jernih, kita tidak akan berpatok pada hal tersebut. Karena apa, karena semua merupakan penghalang kita didalam meraih kesuksesan kita.

Jika kita mampu dan mau, yakin kita pasti bisa. Jangan pernah berfikir kalau kita ini orang yang tidak akan mampu menggapai sebuah bintang. Bintang memang indah jika ada yang memuji dan melihatnya. Tapi apa artinya jika itu semua tidak pernah ada yang menganggap. Percayalah, cinta itu mudah, cinta itu indah dan cinta itu adalah hal yang akan selalu ada didalam hidup kita.

Cinta Memang Tak Selamanya Indah

Keindahan cinta. Bagi kalian cinta itu indah atau nggak???pasti kalian bingung untuk menjawab pertanyaan tersebut. Cinta itu memang tak selamanya indah Karena tidak selamanya kita akan tersenyum karena cinta. Menangis karena cinta bagi kalian sudah menjadi hal biasa. Bahagia dan sedih sudah menjadi isi pokok dari cinta. Kita tersenyum saat cinta itu menyapa kita dengan nyata. Tapi kita akan bersedih ketika cinta yang kita inginkan tidak pernah bisa menghampiri diri kita.

Cinta memang tak selamanya indah, cinta tak selamanya bahagia dan cinta tak selamanya akan memotivasi jiwa. Hal tersebut sudah dipatenkan dalam cinta. Jadi saat anda merasa kehilangan cinta, jangan pernah anda menganggap kalau cinta itu sebuah masalah yang datang pada hidup kita. keinginan memperoleh kebahagiaan dari cinta bukan hanya impian satu orang saja, tapi semua makhluk di bumi ini pasti menginginkannya.

Cinta itu nyata, cinta itu hakiki, cinta itu bukan khayalan, dan cinta hanya dimiliki oleh mereka yang mempunyai rasa. Jika kita tak punya rasa, bagaimana??nggak mungkin manusia di dunia ini tidak mempunyai rasa. Bagaimana mengatasi rasa cinta agar tidak berakhir dengan benci???

Mudah saja, jika kita memperoleh cinta itu dengan perasaan, maka kita pun harus melepaskannya dengan perasaan pula. Meski pun sakit, jika kita rela tuk melepasnya pasti tidak akan berakhir dengan benci, karena cinta dan benci tidak terpisahkan. Seperti halnya air dan api, jiwa dan raga, dan juga yang lainnya.

Yang penting kita jangan pernah menganggap cinta itu tak selamanya indah, itu argumen yang salah menurut saya. Cinta itu karunia dari Tuhan, dan tuhan tidak akan membuat makhluknya sengsara karena cinta. Tapi manusia sekarang tidak pernah bisa menghadapi masalah cinta dengan hati yang tenang dan sabar. Cobalah menghadapi sesuatu dengan pikiran bersih, pastilah akan mendapatkan jalan keluar ataupun penyelesaian yang baik.

Merasa Kehilangan Seseorang Yang Pernah Menghiasi Hari

Cara mengatasi rasa kehilangan seseorang pastilah banyak, tergantung bagaimana kita memulainya.Rasa kehilangan merupakan hal yang mutlak dan pasti akan dialami siapaun. Kehilangan pastilah akan membuat perasaan kita jadi tak karuan. Merasa sedih, marah pasti akan menjadi satu. Padahal semua orang sudah tahu bahwa semua didunia ini tidak ada yang kekal. Untuk itu kita harus bisa semaksimal mungkin menyikapi semua itu. Dampaknya pun pasti besar bagi kehidupan kita yang mengalaminya. apalagi kehilangan seseorang, tapi kita harus belajar melupakan seseorang itu. tidak akan  selamanya kita akan selalu begini.

Kita tidak pernah bisa menentukan kapan kita mendapatkan dan kapan kita akan kehilangan. Berifikir positif dan memakai logika akan memudahkan kita dalam menghadapi rasa kehilangan tersebut. Jangan pernah anda kalah dengan kehilangan, untuk sesaat kita terpuruk dalam kesedihan merupakan hal yang lumprah. Tapi kita harus tetap bangkit dari semua itu. Masa depan kita ada ditangan kita bukan ditangan orang lain.

Langkah untuk mengatasi rasa kehilangan berikut mungkin dapat kita lakukan untuk mengatasinya.

Biarkan sejenak diri kita merasakan emosi apa saja. Mungkin dengan cara ini kita bisa melepaskan beban yang kita alami. Dengan menangis mungkin bisa membantu anda untuk mengurangi beban perasaan. Biasanya reaksi seperti ini terjadi pada saat awal mengalami kehilangan. Akan tetapi, jangan biarkan diri kita larut dan dikendalikan emosi karena bisa membahayakan kesehatan fisik dan psikis kita. Emosi yang terkendali mengandung energi yang bisa menginspirasi dan membuat kita berkreasi jika dikelola dan dimanfaatkan dengan baik. Bisa saja rasa kehilangan disalurkan menjadi sebuah karya, seperti menulis lirik lagu, puisi atau pun cerita berdasarkan pengalaman perasaan kita.

Curhat dan sharing dengan orang yang tepat mengenai yang kita rasakan, lebih baik daripada dipendam sendiri. Hal ini untuk menghindari berkembangnya emosi dan persepsi negatif dalam diri kita. Keluarga, sahabat atau orang yang memiliki kecerdasan adversitas juga kematangan emosional dan spiritual, biasanya menjadi tempat curhat yang nyaman. Dalam keadaan seperti ini, kita butuh dukungan orang terdekat yang bisa mengingatkan dan menguatkan hati, bahkan bisa memberikan masukan dan jalan keluar yang baik. Jika memang dibutuhkan, misalnya kita didera rasa bersalah dan kesedihan berkepanjangan karena kehilangan seseorang yang sangat berarti, berkonsultasi dengan psikolog dapat dilakukan untuk lebih memaksimalkan penanganan, sehingga perasaan tersebut tidak berpengaruh negatif terhadap aktivitas kehidupan kita.

Sebaiknya, tetap lakukan kegiatan rutin sehari-hari agar pikiran dan perasaan kita tidak terfokus kepada kehilangan itu. Akan tetapi, sebaiknya tidak membuat keputusan atau hal-hal yang berdampak besar untuk kita dan orang lain di saat suasana hati dan pikiran tidak jernih.

Usahakan untuk tetap memberikan nutrisi bagi tubuh dengan makan makanan sehat, tidur cukup dan menghindari zat-zat berbahaya untuk tubuh, seperti alkohol. Memang sulit untuk tetap menjaga mood, nafsu makan dan hasrat tidur saat kita merasa sedih, tetapi kalau kita biarkan diri kita larut, kita sendiri yang akan semakin kewalahan, lelah hati, lelah pikiran dan lelah badan.

Perbanyak dzikir dan berdoa, serta hindari menyalahkan diri sendiri dan keadaan apalagi kehendak Yang Maha Berkehendak. Penyerahan dan kepasrahan diri kepada Allah SWT merupakan sebaik-baiknya obat yang bisa menumbuhkan kesabaran, ketabahan dan keikhlasan kita menerima kenyataan. Jika kita mau belajar dan mau menyadari, selalu ada hikmah di balik setiap masalah. Memang tidak mudah merealisasikannya, lebih mudah membaca dan menuliskannya. Namun, semua yang kita lakukan memerlukan proses, waktu dan kemauan yang kuat. Kehilangan pun merupakan bagian dari proses perubahan dalam hidup kita, dari tiada menjadi ada kemudian tiada.

Kita yang merasa, kita pula yang bisa. Yang hilang, bisa saja dicari dan didapat kembali atau diganti meskipun artinya tak akan bisa benar-benar sama. Walaupun demikian, keyakinan yang teguh, keihkhlasan dan kesabaran menjalani rasa kehilangan sangat penting untuk ditanamkan. Semua yang berbentuk pasti akan rusak, dan semua yang bernyawa pasti akan binasa. Ada yang hilang, akan ada juga yang datang. Yang hilang biarkan menjadi kenangan dan yang datang bisa menjadi harapan kini dan masa depan.

Pahitnya sebuah perpisahan

Rasa kehilangan dan ditinggalkan kenapa selalu menghampiri hidupku. Kenapa rasa kebahagiaan tidak pernah selalu aku rasakan sampai saat ini. Pahitnya sebuah perpisahan dengan seorang yang saya sayangi kembali terulang. Apa Tuhan memang tidak adil terhadap saya????

Pasti kita mempunyai pikiran seperti itu. Tapi kita harus memiliki pikiran yang dewasa agar bisa menerima kenyataan ini. Sering kali kita dihadapkan dengan sesuatu yang sulit untuk kita pilih dihidup kita. Tuhan pasti mempunyai jalan yang lebih baik untuk kita ketika Tuhan menghapus kebahagiaan kita sekarang. Tidak mungkin Tuhan akan memberi cobaan diluar kemampuan umatnya.

Tapi aku selalu tegar meskipun rasa berkecamuk didalam diri ini, tapi kita harus yakin kalau kita bisa menghadapi ini semua. Jangan pernah kalah dengan sebuah perpisahan. Didalam sebuah perpisahan pastilah ada pertemuan, meski itu entah kapan, tapi aku yakin semua itu akan terjadi.

Tetap Disini Menunggumu

Rasa cinta memang tidak bisa dinilai dengan apapun, saat kita mendapatkan sebuah cinta, kita pasti akan benar-benar menjaganya. Kita tidak akan pernah membiarkan cinta itu untuk pergi dari hati kita. Dan ketika rasa cinta itu pergi, kita tetap disini menunggumu, meskipun sesuatu yang kita tunggu adalah suatu asa dan bukan nyata, tapi itulah cinta sejati. Cinta sejati tak pernah memandang status apapun, waktu dan tempat seperti apa yang akan di singgahi cinta. Cinta itu bagaikan air yang selalu mengalir, meski batu karang besar menghadang, air itu tidak akan pernah menyerah untuk mengalir sesuai dengan kemauannya. Begitu pula dengan cinta, cinta sejati datang dengan sendirinya, tak ada paksaan dan tuntutan. Cinta itu real dan bukan ilusi. Jika hati kita berada diantara cinta dan benci, buanglah jauh-jauh benci itu, agar tidak menguasai perasaan kita.

Tetap disini menunggumu
Meskipun itu hanya akan menjadi semu
Tapi rasa ini tak kan pernah ragu
Akan hadirmu disisiku.
Tetap disini menunggumu
Meski kau pergi meninggalkan aku
Yang aku harap hanya satu
Rasa sayangmu kepadaku
Tetap disini menunggumu
Dan ku dengarkan lagu untukmu
Agar kau bisa tahu
Akan kesetiaan dan kecintaanku padamu
Janganlah pergi dari hidupku
Tetaplah disini temani aku
Aku akan mati ditinggal kamu
Tetaplah disini temani aku
Dan mungkin saja kau bisa tahu
Akan akan selalu ada, hidup, bahagia, dan tersenyum itu hanya darimu



Renungkanlah bahwa Cinta itu tak selamanya hanya beradukan dunia saja sayang....

Belajar Mencintai Seseorang Yang Tidak Sempurna Dengan Cara Yang Sempurna

Apa yang anda pikirkan jika kita mencintai seseorang yang tidak sempura dengan cara yang sempurna?. Pastilah yang ada dalam bayangan anda itu hal yang tidak anda inginkan. Dimanapun dan siapapun pasti menginginkan seorang pendamping hidup yang lebih baik dari kita. Jika kita menginginkan kesempurnaan manusia, itu adalah hal yang mustahil. Karena manusia itu memiliki batas kemampuan dalam hidup. Jadi tidak mungkin ada manusia yang bisa dikatakan sempurna.

Mencintai seseorang yang dikatakan tidak sempurna adalah mau menerima apa adanya dalam dirinya. Karena cinta itu tulus, murni, dan tidak pernah memandang status sosial. Kehidupan ini penuh ketidakpastian dan perjalanan panjang yang tidak ada ujungnya. Usaha keras memang harus kita terapkan dalam diri kita jika kita ingin memperoleh sesuatu yang kita inginkan. Jangan hanya terdiam dan melihat apa yang ada didepan mata kita, kita tidak akan bisa meraih keberuntungan dengan begitu saja.

Jangan sampai kita kalah dengan yang namanya sebuah perpisahan. Pahitnya sebuah perpisahan adalah hal yang tidak bisa untuk kita hindari. Itu sudah menjadi proses yang harus kita jalani. jika kita ingin  memperoleh cinta yang kita harapkan, kita jangan takut mengejar impian untuk cinta.

Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai, Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan. Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan. Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adaah kesempatan.

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan. Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Itu adalah pilihan. Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain Yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu Dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan.

Perasaan cinta, simpatik, tertarik, Datang bagai kesempatan pada kita. Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang kita lakukan. Berbicara tentang pasangan jiwa, Adasuatu kutipan dari film yang Mungkin sangat tepat : "Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil" Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang Yang diciptakan hanya untukmu. Tetapi tetap berpulang padamu Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak... Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang harus kita lakukan. Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna.

Penanggung Jawab Artiklist :
    Jaguar (Sulthan Muhammad Syubkhani @ Aceh, Sumbar)
Editorial Artiklist :
    Phantom (Khalid Abidin Reza @ Palangkaraya) & Queendea (Dwi Sholihatu Ulya @ Kediri)
Wikiman :
    DarX (Nuril Faizun Yusuf @ Yogyakarta)
Direksi BlogLite:
Windowsbie7 (Ahmad Fauzan Ibnu Zaend)

Teropong Hati Melalui Anak Jalanan

Kisah Anak Jalanan. kehidupan dikota besar memang sulit dan menyedihkan, tingkat sosial yang tinggi mengakibatkan banyaknya Anak Jalanan ada dimana-mana. tapi mengapa masih saja banyak orang yang menginginkan hidup dikota besar, kalau jaminan hidup enak belum tentu mereka dapatkan???

Nasib Anak Jalanan di Indonesia semakin memprihatinkan , kepedulian pemerintah masih kurang terhadap Anak jalanan ini, padahal setiap tahun semakin bertambah banyak. tapi pemerintah Indonesia telah menyiapkan planing ke depan untuk Nasib Anak Jalanan ini.

Awal Januari ini, Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufrie di Jakarta mengatakan, tahun 2011 tidak ada lagi anak Indonesia yang tinggal di jalanan. Untuk mendukung target tersebut, Kementerian Sosial akan bekerja sama dengan yayasan sosial yang dikelola masyarakat dan perguruan tinggi. Luar biasa! Mungkinkah?

Sejumlah pengelola rumah singgah, pegiat anak-anak jalanan, dan wakil rakyat DKI Wanda Hamidah pesimistis. Sebab, persoalan Anak Jalanan adalah cermin kemiskinan dan bukan sebatas persoalan teknis dan dana. Faktanya, ketiga-tiganya bermasalah di Indonesia.

Ketua Forum Komunikasi Rumah Singgah DKI Jakarta Agusman menyebutkan, 90 persen anak jalanan bersumber pada kemiskinan, sedangkan sisanya karena sebab lain, seperti keretakan rumah tangga atau kenakalan remaja.

Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Anak DKI Jakarta Sunarto membenarkan meski dengan angka persentase lebih kecil. ”Sekitar 70 persen anak jalanan disebabkan kemiskinan,” ujarnya, Minggu

Menurut dia, setiap tahun jumlah anak jalanan di Jakarta bertambah 20-40 persen. ”Tergantung dari keadaan ekonomi. Kalau musim PHK, bisa naik sampai 40 persen. Kalau ekonomi stabil, tumbuh 20 persen per tahun,” paparnya.

Tahun lalu jumlah anak jalanan ada 12.100 orang, sedangkan tahun 2008 hanya 8.000 orang. ”Dari jumlah tersebut, hanya separuhnya yang tertampung di 35 rumah singgah,” tuturnya.

Lalu, bagaimana cara menihilkan anak jalanan kalau kemiskinan justru berkembang? "Anak jalanan itu kan cuma ikutan atau dampak dari kemiskinan,” tutur Wanda saat dihubungi secara terpisah kemarin.

Hotel pordeo

Sekretaris Jenderal Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait curiga, jangan-jangan pemerintah hendak menihilkan anak jalanan dengan upaya paksa. ”Menggaruk mereka dari jalanan, melemparnya ke panti asuhan seperti melempar para terpidana ke hotel prodeo,” ucapnya saat dihubungi secara terpisah.

Ia berpendapat, sampai sekarang pemerintah masih melihat Anak Jalanan sebagai sesuatu yang merusak keindahan kota sehingga harus disingkirkan dari pandangan. ”Bukan dipandang sebagai korban kemiskinan yang harus dibantu dan dientaskan,” ucap Arist.

Pengamen jalanan yang mangkal di Terminal Bus Pulo Gadung, Jakarta Timur,  Anggi Setiawan (17) dan Ilham Maulana (14), berpendapat, panti-panti apa pun namanya memang tidak lebih dari penjara. Ketakutan anak-anak jalanan adalah ketika mereka berhasil ditangkap dan dibawa ke Panti Kedoya di Jakarta Barat atau Cipayung di Jakarta Timur. "Di sana penghuni baru akan menjadi budak, bahkan dipukuli penghuni lama,” kata Anggi.

Oleh karena itu, anak-anak jalanan lebih suka menghilang saat ada razia. Impian paling buruk adalah saat anak jalanan harus menghuni rumah tahanan di Tangerang. ”Kawan-kawan yang pernah menghuni rumah tahanan di Tangerang banyak cerita tentang penyiksaan yang dilakukan sesama tahanan di sana,” ujar Anggi. Karena itu, ”Yang terpikir pertama saat ada razia adalah lari!” kata Ilham.

Arist menduga, minimnya pendapatan yang diterima para pengelola panti membuat mereka melakukan pembiaran dan malas memberikan perhatian. Jumlah dana bantuan dari pemerintah yang diterima para pengelola rumah singgah swasta lebih minim lagi.

”Dari 35 rumah singgah di Jakarta, sekarang hanya 10 rumah singgah yang mendapat bantuan. Bantuannya pun masing-masing cuma Rp 5 juta setahun. Padahal, tahun 1998-2002 pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp 80 juta setahun kepada setiap rumah singgah,” ungkap Agusman. Kini, ”Nyaris 100 persen kami mencari dana sendiri. Sisanya dari pemerintah,” ujar pengelola rumah singgah Bala Renik di Cakung, Jakarta Timur, itu.

Masih percaya bahwa tahun 2011 tidak ada lagi anak Indonesia yang tinggal di jalanan? ”Mimpi kali yeeeee...,” kata Wanda sambil tertawa lepas.

inilah potret Anak Jalanan yang perlu uluran bantuan dari pemerintah dan mengentaskan dari kemiskinan.

18/12/11

Latihan Pertahanan Diri untuk Perempuan

[www.kabarindonesia.com]
KabarIndonesia – Angka kekerasan terhadap perempuan yang terus meningkat dari tahun ke tahun, menyebabkan perempuan harus memiliki dan meningkatkan kemampuan bela dirinya untuk menghadapi para pria yang bermaksud jahat dengan melakukan kekerasan. Kekerasan terhadap perempuan itu diantaranya adalah kekerasan dalam rumah tangga,kekerasan dalam pacaran, pemerkosaan, pelecehan seksual, serta tindak kekerasan lainnya misalnya perampokan di taksi yang akhir-akhir ini sering terjadi.
Meskipun kita tahu bahwa pelaku kekerasan biasanya adalah orang yang kenal dekat dengan pelaku seperti suami dan kekasih bukan berarti kita sebagai perempuan tidak perlu untuk paham dan mengetahui trik-trik menghindar, bertahan bahkan melawan pelaku tindak kekerasan tersebut. Bekal beladiri tersebut selain dapat menjadi bekal kita kalau terjadi kekerasan juga tubuh kita menjadi sehat karena latihan tersebut sama dengan olahraga. Misalnya saja ketika anda akan menghadapi tindak perkosaan dari kekasih anda? Atau ketika akan terjadi perampokan di taksi yang anda naiki.
Biasanya kaum perempuan panik dan hanya mampu berteriak. Padahal selain itu ada banyak hal yang bisa anda lakukan sebagai perempuan. Trik-trik tersebut bisa anda pelajari dan pahami dengan mengikuti latihan pertahanan diri untuk perempuan yang sudah diadakan di Jakarta dengan pengajar Sensei Fahmi Syarief. Di latihan tersebut anda akan diajarkan bertindak apabila menghadapi kekerasan disuatu tempat. Latihannya setiap hari Minggu di halaman rumah Sensei Fahmi. Materi yang diajarkan juga beragam mulai dari menghindar dari perkosaan, menghindar dari tamparan dan melawan supir taksi yang hendak merampok kita.J angan khawatir latihannya tidak perlu membayar.
Di Amerika dan Eropa sudah banyak Women Crisis Centre (Lembaga Penyedia Layanan Bagi Perempuan Korban Kekerasan) yang mengadakan pelatihan sejenis ini. Para pekerja kemanusian dan korban mendapat pembekalan di sebuah Women Crisis Centre. Sedangkan di Indonesia belum ada Women Crisis Centre yang melakukan ini untuk pekerjanya dan para korban yang ditanganinya. Selain itu latihan ini juga bisa menjadi ajang bertukar pengalaman antar sesama anggotanya sehingga tahu apa yang akan dilakukannya apabila menghadapi kejadian serupa. Dengan berkumpulnya menjadi satu, kekuatan perempuan juga akan bisa dirasakan oleh setiap individu. Bahwa mereka tidak sendirian.
Kasus-kasus terhadap buruh migran perempuan Indonesia di Jazirah Arab juga banyak terjadi karena mereka ketika akan berangkat tidak dibekali pertahanan diri dan mengetahui budaya setempat. Misalnya saja di Jazirah Arab amat tabu seseorang yang keluar dari kamar mandi hanya dengan mengenakan handuk. Meskipun di Indonesia hal itu amatlah wajar. Kemudian ketika mengepel lantai buruh migran perempuan kita sering sambil jongkok, padahal di Jazirah Arab hal tersebut amatlah tabu dan disangka buruh migran kitalah yang mengundang suatu tindak kekerasan misalnya perkosaan. Serta kebiasaan suka tersenyum kepada orang lain, padahal di Jazirah Arab itu dianggap suatu ajakan untuk berbuat mesum. Sayangnya pengetahuan dasar tersebut tidak diberikan oleh PJTKI saat mereka berada di Indonesia. Maka amat penting latihan pertahanan diri diberikan juga kepada buruh migran perempuan Indonesia. Latihan pertahanan diri ini juga amatlah diperlukan untuk perempuan pekerja yang menharuskan mereka pulang malam.
Mencari literatur atau buku bacaan tentang pertahanan diri bagi perempuan di Indonesia belumlah ada,padahal di Amerika dan Eropa buku yang bertema tentang hal tersebut amatlah banyak. Beberapa prinsip dalam menghindar dan bertahan dari perilaku kekerasan yang akan menimpa anda adalah:
  1. Janganlah menarik perhatian misalnya memakai perhiasaan yang berlebihan.
  2. Menghindar dari pelaku sejauh mungkin dan bergabunglah dengan kumpulan orang-orang.
  3. Perkuat pertahanan tubuh anda sebagai penghalang antara anda dengan pria jahat tersebut.
  4. Kalau anda kenal dengan pelaku sadarlah atas posisi tangannya dan kendalikanlah
  5. Jadikanlah barang-barang disekeliling anda sebagai senjata dan seranglah pelaku didaerah terlemahnya misalnya daerah kemaluannya dengan menendangnya.
Jadi amat jelaslah pentingnya mengetahui trik-trik atau strategi dalam menghadapi kekerasan terhadap perempuan.Jadi tunggu apa lagi segeralah mengikuti latihan pertahanan diri untuk perempuan ini.

Latihan Pertahanan Diri untuk Perempuan:Sensei Fahmi Jl.Taman Tanah Abang III No.19 Jakarta Pusat. Email: selfdefense_forwomen@yahoo.co.id Telepon: Ida :021-98330032 / 081318979695 dan Dinda 0815160939

17/12/11

Melukis Cinta Di Langit Kejujuran

Kejujuran adalah ruh dari cinta itu sendiri
Dia merupakan bahan dasar dari cinta itu sejatinya.

Kejujuran adalah sisi lain dari sisi cinta yang tak bisa kita hilangkan
Maka jika tak jujur, itu tanda dari kita tak cinta lagi…..

Disinilah kita harus menyelami samudra niat kita selama ini
Untuk apa kita menikah?
Untuk apa menikahinya?
Jujurlah pada nuranimu yang bening itu…
Agar jika niat kita selama ini salah
Selama ini tak jujur, bisa kita perbaiki, bisa kita bangun lagi dari titik nol
Titik penumbuhan cinta….!

Karena betapa banyak orang yang mengakhiri biduk rumah tangganya
Karena diawal mereka tak jujur….

Menikahi karena kecantikannya semata
Begitu datang yang lebih cantik menggodanya, ia jatuh, ia hancur, ia maksiat
Maka bubarlah rumah tangga itu…..!

Atau orang-orang yang menikah karena jabatan semata, karena melihat status social semata
Maka begitu jabatan itu hilang, maka begitu Allah mengujinya dengan kemiskinan..
Maka bubarlah rumah tangga itu..!!

Inilah potret mereka yang tak jujur pada niatnya.
Yang ada akhir yang tak menyenangkan diperjalanan sejarah rumah tangganya.

**Saatnya Melukis Cinta itu**

Jika kata adalah sepotong hati, maka ku ingin kata ini, yang terjalin dari huruf-huruf dalam nuraniku
Tuk menjadi doa….
Agar Allah selalu menghadirkan dihatimu
Tentang cintaku padamu duhai istriku sayang….
Agar pula kau tahu, bahwa selamanya aku mencintaimu.

Agar engkau selalu melihat binar cinta dimataku
Agar kau paham dan mengerti setiap kata yang kuucap untukmu adalah doa
Bahwa aku ingin selamanya dengan mu…
Beriringan saling mengenggam jemari, hingga langkah kita ke SurgaNya……!

Karena Cinta menurutku tak berwarna
ia menjadi jingga
sebagaimana kau memaknainya
ia pun menjadi kuning, biru, dan merah
sebagaimana kau menginginkannya

Karena Cinta bagiku tak ubahnya kumpulan narasi
tentang kejujuran dan keberanian
tentang kemarahan dan kasih sayang

Karena Cinta adalah lukisan yang unik dan tak terkatakan
sebab ia menenggelamkan kita pada angan-angan
dan pada mimpi yang abadi
dan cintaku padamu adalah surga yang tak bisa kumasuki jika tanpamu…….

Copast by Bapak Hamzah Al Mubarok Kepada Ibu Nurzubaidah

15/12/11

Sejarah Singkat Imam Hanafi


Imam Abu Hanifah An-Nu’man bin Tsabit al-Kufiy merupakan orang yang faqih di negeri Irak, salah satu imam dari kaum muslimin, pemimpin orang-orang alim, salah seorang yang mulia dari kalangan ulama dan salah satu imam dari empat imam yang memiliki madzhab. Di kalangan umat Islam, beliau lebih dikenal dengan nama Imam Hanafi.

Nasab dan Kelahirannya bin Tsabit bin Zuthi (ada yang mengatakan Zutha) At-Taimi Al-Kufi
Beliau adalah Abu Hanifah An-Nu’man Taimillah bin Tsa’labah. Beliau berasal dari keturunan bangsa persi. Beliau dilahirkan pada tahun 80 H pada masa shigharus shahabah dan para ulama berselisih pendapat tentang tempat kelahiran Abu Hanifah, menurut penuturan anaknya Hamad bin Abu Hadifah bahwa Zuthi berasal dari kota Kabul dan dia terlahir dalam keadaan Islam. Adapula yang mengatakan dari Anbar, yang lainnya mengatakan dari Turmudz dan yang lainnya lagi mengatakan dari Babilonia.
Perkembangannya
Ismail bin Hamad bin Abu Hanifah cucunya menuturkan bahwa dahulu Tsabit ayah Abu Hanifah pergi mengunjungi Ali Bin Abi Thalib, lantas Ali mendoakan keberkahan kepadanya pada dirinya dan keluarganya, sedangkan dia pada waktu itu masih kecil, dan kami berharap Allah subhanahu wa ta’ala mengabulkan doa Ali tersebut untuk kami. Dan Abu Hanifah At-Taimi biasa ikut rombongan pedagang minyak dan kain sutera, bahkan dia punya toko untuk berdagang kain yang berada di rumah Amr bin Harits.
Abu Hanifah itu tinggi badannya sedang, memiliki postur tubuh yang bagus, jelas dalam berbicara, suaranya bagus dan enak didengar, bagus wajahnya, bagus pakaiannya dan selalu memakai minyak wangi, bagus dalam bermajelis, sangat kasih sayang, bagus dalam pergaulan bersama rekan-rekannya, disegani dan tidak membicarakan hal-hal yang tidak berguna.
Beliau disibukkan dengan mencari atsar/hadits dan juga melakukan rihlah untuk mencari hal itu. Dan beliau ahli dalam bidang fiqih, mempunyai kecermatan dalam berpendapat, dan dalam permasalahan-permasalahan yang samar/sulit maka kepada beliau akhir penyelesaiannya.
Beliau sempat bertemu dengan Anas bin Malik tatkala datang ke Kufah dan belajar kepadanya, beliau juga belajar dan meriwayat dari ulama lain seperti Atha’ bin Abi Rabbah yang merupakan syaikh besarnya, Asy-Sya’bi, Adi bin Tsabit, Abdurrahman bin Hurmuj al-A’raj, Amru bin Dinar, Thalhah bin Nafi’, Nafi’ Maula Ibnu Umar, Qotadah bin Di’amah, Qois bin Muslim, Abdullah bin Dinar, Hamad bin Abi Sulaiman guru fiqihnya, Abu Ja’far Al-Baqir, Ibnu Syihab Az-Zuhri, Muhammad bin Munkandar, dan masih banyak lagi. Dan ada yang meriwayatkan bahwa beliau sempat bertemu dengan 7 sahabat.
Beliau pernah bercerita, tatkala pergi ke kota Bashrah, saya optimis kalau ada orang yang bertanya kepadaku tentang sesuatu apapun saya akan menjawabnya, maka tatkala diantara mereka ada yang bertanya kepadaku tentang suatu masalah lantas saya tidak mempunyai jawabannya, maka aku memutuskan untuk tidak berpisah dengan Hamad sampai dia meninggal, maka saya bersamanya selama 10 tahun.
Pada masa pemerintahan Marwan salah seorang raja dari Bani Umayyah di Kufah, beliau didatangi Hubairoh salah satu anak buah raja Marwan meminta Abu Hanifah agar menjadi Qodhi (hakim) di Kufah akan tetapi beliau menolak permintaan tersebut, maka beliau dihukum cambuk sebanyak 110 kali (setiap harinya dicambuk 10 kali), tatkala dia mengetahui keteguhan Abu Hanifah maka dia melepaskannya.
Adapun orang-orang yang belajar kepadanya dan meriwayatkan darinya diantaranya adalah sebagaimana yang disebutkan oleh Syaikh Abul Hajaj di dalam Tahdzibnya berdasarkan abjad diantaranya Ibrahin bin Thahman seorang alim dari Khurasan, Abyadh bin Al-Aghar bin Ash-Shabah, Ishaq al-Azroq, Asar bin Amru Al-Bajali, Ismail bin Yahya Al-Sirafi, Al-Harits bin Nahban, Al-Hasan bin Ziyad, Hafsh binn Abdurrahman al-Qadhi, Hamad bin Abu Hanifah, Hamzah temannya penjual minyak wangi, Dawud Ath-Thai, Sulaiman bin Amr An-Nakhai, Su’aib bin Ishaq, Abdullah ibnul Mubarok, Abdul Aziz bin Khalid at-Turmudzi, Abdul karim bin Muhammad al-Jurjani, Abdullah bin Zubair al-Qurasy, Ali bin Zhibyan al-Qodhi, Ali bin Ashim, Isa bin Yunus, Abu Nu’aim, Al-Fadhl bin Musa, Muhammad bin Bisyr, Muhammad bin Hasan Assaibani, Muhammad bin Abdullah al-Anshari, Muhammad bin Qoshim al-Asadi, Nu’man bin Abdus Salam al-Asbahani, Waki’ bin Al-Jarah, Yahya bin Ayub Al-Mishri, Yazid bin Harun, Abu Syihab Al-Hanath Assamaqondi, Al-Qodhi Abu Yusuf, dan lain-lain.
Penilaian para ulama terhadap Abu Hanifah
Berikut ini beberapa penilaian para ulama tentang Abu Hanifah, diantaranya:
1. Yahya bin Ma’in berkata, “Abu Hanifah adalah orang yang tsiqoh, dia tidak membicarakan hadits kecuali yang dia hafal dan tidak membicarakan apa-apa yang tidak hafal”. Dan dalam waktu yang lain beliau berkata, “Abu Hanifah adalah orang yang tsiqoh di dalam hadits”. Dan dia juga berkata, “Abu hanifah laa ba’sa bih, dia tidak berdusta, orang yang jujur, tidak tertuduh dengan berdusta, …”.
2. Abdullah ibnul Mubarok berkata, “Kalaulah Allah subhanahu wa ta’ala tidak menolong saya melalui Abu Hanifah dan Sufyan Ats-Tsauri maka saya hanya akan seperti orang biasa”. Dan beliau juga berkata, “Abu Hanifah adalah orang yang paling faqih”. Dan beliau juga pernah berkata, “Aku berkata kepada Sufyan Ats-Tsauri, ‘Wahai Abu Abdillah, orang yang paling jauh dari perbuatan ghibah adalah Abu Hanifah, saya tidak pernah mendengar beliau berbuat ghibah meskipun kepada musuhnya’ kemudian beliau menimpali ‘Demi Allah, dia adalah orang yang paling berakal, dia tidak menghilangkan kebaikannya dengan perbuatan ghibah’.” Beliau juga berkata, “Aku datang ke kota Kufah, aku bertanya siapakah orang yang paling wara’ di kota Kufah? Maka mereka penduduk Kufah menjawab Abu Hanifah”. Beliau juga berkata, “Apabila atsar telah diketahui, dan masih membutuhkan pendapat, kemudian imam Malik berpendapat, Sufyan berpendapat dan Abu Hanifah berpendapat maka yang paling bagus pendapatnya adalah Abu Hanifah … dan dia orang yang paling faqih dari ketiganya”.
3. Al-Qodhi Abu Yusuf berkata, “Abu Hanifah berkata, tidak selayaknya bagi seseorang berbicara tentang hadits kecuali apa-apa yang dia hafal sebagaimana dia mendengarnya”. Beliau juga berkata, “Saya tidak melihat seseorang yang lebih tahu tentang tafsir hadits dan tempat-tempat pengambilan fiqih hadits dari Abu Hanifah”.
4. Imam Syafii berkata, “Barangsiapa ingin mutabahir (memiliki ilmu seluas lautan) dalam masalah fiqih hendaklah dia belajar kepada Abu Hanifah”
5. Fudhail bin Iyadh berkata, “Abu Hanifah adalah seorang yang faqih, terkenal dengan wara’-nya, termasuk salah seorang hartawan, sabar dalam belajar dan mengajarkan ilmu, sedikit bicara, menunjukkan kebenaran dengan cara yang baik, menghindari dari harta penguasa”. Qois bin Rabi’ juga mengatakan hal serupa dengan perkataan Fudhail bin Iyadh.
6. Yahya bin Sa’id al-Qothan berkata, “Kami tidak mendustakan Allah swt, tidaklah kami mendengar pendapat yang lebih baik dari pendapat Abu Hanifah, dan sungguh banyak mengambil pendapatnya”.
7. Hafsh bin Ghiyats berkata, “Pendapat Abu Hanifah di dalam masalah fiqih lebih mendalam dari pada syair, dan tidaklah mencelanya melainkan dia itu orang yang jahil tentangnya”.
8. Al-Khuroibi berkata, “Tidaklah orang itu mensela Abu Hanifah melainkan dia itu orang yang pendengki atau orang yang jahil”.
9. Sufyan bin Uyainah berkata, “Semoga Allah merahmati Abu Hanifah karena dia adalah termasuk orang yang menjaga shalatnya (banyak melakukan shalat)”.
Beberapa penilaian negatif yang ditujukan kepada Abu HanifahAbu Hanifah selain dia mendapatkan penilaian yang baik dan pujian dari beberapa ulama, juga mendapatkan penilaian negatif dan celaan yang ditujukan kepada beliau, diantaranya :
1. Imam Muslim bin Hajaj berkata, “Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit shahibur ro’yi mudhtharib dalam hadits, tidak banyak hadits shahihnya”.
2. Abdul Karim bin Muhammad bin Syu’aib An-Nasai berkata, “Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit tidak kuat hafalan haditsnya”.
3. Abdullah ibnul Mubarok berkata, “Abu Hanifah orang yang miskin di dalam hadits”.
4. Sebagian ahlul ilmi memberikan tuduhan bahwa Abu Hanifah adalah murji’ah dalam memahi masalah iman. Yaitu penyataan bahwa iman itu keyakinan yang ada dalam hati dan diucapkan dengan lisan, dan mengeluarkan amal dari hakikat iman.
Dan telah dinukil dari Abu Hanifah bahwasanya amal-amal itu tidak termasuk dari hakekat imam, akan tetapi dia termasuk dari sya’air iman, dan yang berpendapat seperti ini adalah Jumhur Asy’ariyyah, Abu Manshur Al-Maturidi … dan menyelisihi pendapat ini adalah Ahlu Hadits … dan telah dinukil pula dari Abu Hanifah bahwa iman itu adalah pembenaran di dalam hati dan penetapan dengan lesan tidak bertambah dan tidak berkurang. Dan yang dimaksudkan dengan “tidak bertambah dan berkurang” adalah jumlah dan ukurannya itu tidak bertingkat-tingkat, dak hal ini tidak menafikan adanya iman itu bertingkat-tingkat dari segi kaifiyyah, seperti ada yang kuat dan ada yang lemah, ada yang jelas dan yang samar, dan yang semisalnya …
Dan dinukil pula oleh para sahabatnya, mereka menyebutkan bahwa Abu Hanifah berkata, ‘Orang yang terjerumus dalam dosa besar maka urusannya diserahkan kepada Allah’, sebagaimana yang termaktub dalam kitab “Fiqhul Akbar” karya Abu Hanifah, “Kami tidak mengatakan bahwa orang yang beriman itu tidak membahayakan dosa-dosanya terhadap keimanannya, dan kami juga tidak mengatakan pelaku dosa besar itu masuk neraka dan kekal di neraka meskipun dia itu orang yang fasiq, … akan tetapi kami mengatakan bahwa barangsiapa beramal kebaikan dengan memenuhi syarat-syaratnya dan tidak melakukan hal-hal yang merusaknya, tidak membatalakannya dengan kekufuran dan murtad sampai dia meninggal maka Allah tidak akan menyia-nyiakan amalannya, bahklan -insya Allah- akan menerimanya; dan orang yang berbuat kemaksiatan selain syirik dan kekufuran meskipun dia belum bertaubat sampai dia meninggal dalam keadaan beriman, maka di berasa dibawah kehendak Allah, kalau Dia menghendaki maka akan mengadzabnya dan kalau tidak maka akan mengampuninya.”
5. Sebagian ahlul ilmi yang lainnya memberikan tuduhan kepada Abu Hanifah, bahwa beliau berpendapat Al-Qur’an itu makhluq.
Padahahal telah dinukil dari beliau bahwa Al-Qur’an itu adalah kalamullah dan pengucapan kita dengan Al-Qur’an adalah makhluq. Dan ini merupakan pendapat ahlul haq …,coba lihatlah ke kitab beliau Fiqhul Akbar dan Aqidah Thahawiyah …, dan penisbatan pendapat Al-Qur’an itu dalah makhluq kepada Abu Hanifah merupakan kedustaan”.
Dan di sana masih banyak lagi bentuk-bentuk penilaian negatif dan celaan yang diberikan kepada beliau, hal ini bisa dibaca dalam kitab Tarikh Baghdad juz 13 dan juga kitab al-Jarh wa at-Ta’dil Juz 8 hal 450.
Dan kalian akan mengetahui riwayat-riwayat yang banyak tentang cacian yang ditujukan kepada Abiu Hanifah -dalam Tarikh Baghdad- dan sungguh kami telah meneliti semua riwayat-riwayat tersebut, ternyata riwayat-riwayat tersebut lemah dalam sanadnya dan mudhtharib dalam maknanya. Tidak diragukan lagi bahwa merupakan cela, aib untuk ber-ashabiyyah madzhabiyyah, … dan betapa banyak dari para imam yang agung, alim yang cerdas mereka bersikap inshaf (pertengahan ) secara haqiqi. Dan apabila kalian menghendaki untuk mengetahui kedudukan riwayat-riwayat yang berkenaan dengan celaan terhadap Abu Hanifah maka bacalah kitab al-Intiqo’ karya Al-Hafizh Ibnu Abdil Barr, Jami’ul Masanid karya al-Khawaruzumi dan Tadzkiratul Hufazh karya Imam Adz-Dzahabi. Ibnu Abdil Barr berkata, “Banyak dari Ahlul Hadits – yakni yang menukil tentang Abu Hanifah dari al-Khatib (Tarikh baghdad) – melampaui batas dalam mencela Abu Hanifah, maka hal seperti itu sungguh dia menolak banyak pengkhabaran tentang Abu Hanifah dari orang-orang yang adil”
Beberapa nasehat Imam Abu Hanifah
Beliau adalah termasuk imam yang pertama-tama berpendapat wajibnya mengikuti Sunnah dan meninggalkan pendapat-pendapatnya yang menyelisihi sunnah. dan sungguh telah diriwayatkan dari Abu Hanifah oleh para sahabatnya pendapat-pendapat yang jitu dan dengan ibarat yang berbeda-beda, yang semuanya itu menunjukkan pada sesuatu yang satu, yaitu wajibnya mengambil hadits dan meninggalkan taqlid terhadap pendapat para imam yang menyelisihi hadits. Diantara nasehat-nasehat beliau adalah:
a. Apabila telah shahih sebuah hadits maka hadits tersebut menjadi madzhabku
Berkata Syaikh Nashirudin Al-Albani, “Ini merupakan kesempurnaan ilmu dan ketaqwaan para imam. Dan para imam telah memberi isyarat bahwa mereka tidak mampu untuk menguasai, meliput sunnah/hadits secara keseluruhan”. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh imam Syafii, “maka terkadang diantara para imam ada yang menyelisihi sunnah yang belum atau tidak sampai kepada mereka, maka mereka memerintahkan kepada kita untuk berpegang teguh dengan sunnah dan menjadikan sunah tersebut termasuk madzhab mereka semuanya”.
b. Tidak halal bagi seseorang untuk mengambil/memakai pendapat kami selama dia tidak mengetahui dari dalil mana kami mengambil pendapat tersebut. dalam riwayat lain, haram bagi orang yang tidak mengetahui dalilku, dia berfatwa dengan pendapatku. Dan dalam riawyat lain, sesungguhnya kami adalah manusia biasa, kami berpendapat pada hari ini, dan kami ruju’ (membatalkan) pendapat tersebut pada pagi harinya. Dan dalam riwayat lain, Celaka engkau wahai Ya’qub (Abu Yusuf), janganlah engakau catat semua apa-apa yang kamu dengar dariku, maka sesungguhnya aku berpendapat pada hari ini denga suatu pendapat dan aku tinggalkan pendapat itu besok, besok aku berpendapat dengan suatu pendapat dan aku tinggalkan pendapat tersebut hari berikutnya.
Syaikh Al-Albani berkata, “Maka apabila demikian perkataan para imam terhadap orang yang tidak mengetahui dalil mereka. maka ketahuilah! Apakah perkataan mereka terhadap orang yang mengetahui dalil yang menyelisihi pendapat mereka, kemudian dia berfatwa dengan pendapat yang menyelisishi dalil tersebut? maka camkanlah kalimat ini! Dan perkataan ini saja cukup untuk memusnahkan taqlid buta, untuk itulah sebaigan orang dari para masyayikh yang diikuti mengingkari penisbahan kepada Abu Hanifah tatkala mereka mengingkari fatwanya dengan berkata “Abu Hanifah tidak tahu dalil”!.
Berkata Asy-sya’roni dalam kitabnya Al-Mizan 1/62 yang ringkasnya sebagai berikut, “Keyakinan kami dan keyakinan setiap orang yang pertengahan (tidak memihak) terhadap Abu Hanifah, bahwa seandainya dia hidup sampai dengan dituliskannya ilmu Syariat, setelah para penghafal hadits mengumpulkan hadits-haditsnya dari seluruh pelosok penjuru dunia maka Abu Hanifah akan mengambil hadits-hadits tersebut dan meninggalkan semua pendapatnya dengan cara qiyas, itupun hanya sedikit dalam madzhabnya sebagaimana hal itu juga sedikit pada madzhab-madzhab lainnya dengan penisbahan kepadanya. Akan tetapi dalil-dalil syari terpisah-pesah pada zamannya dan juga pada zaman tabi’in dan atbaut tabiin masih terpencar-pencar disana-sini. Maka banyak terjadi qiyas pada madzhabnya secara darurat kalaudibanding dengan para ulama lainnya, karena tidak ada nash dalam permasalahan-permasalahan yang diqiyaskan tersebut. berbeda dengan para imam yang lainnya, …”. Kemudian syaikh Al-Albani mengomentari pernyataan tersebut dengan perkataannya, “Maka apabila demikian halnya, hal itu merupakan udzur bagi Abu Hanifah tatkala dia menyelisihi hadits-hadits yang shahih tanpa dia sengaja – dan ini merupakan udzur yang diterima, karena Allah tidak membebani manusia yang tidak dimampuinya -, maka tidak boleh mencela padanya sebagaimana yang dilakukan sebagian orang jahil, bahkan wajib beradab dengannya karena dia merupakan salah satu imam dari imam-imam kaum muslimin yang dengan mereka terjaga agama ini. …”.
c. Apabila saya mengatakan sebuah pendapat yang menyelisihi kitab Allah dan hadits Rasulullah yang shahih, maka tinggalkan perkataanku.
Wafatnya
Pada zaman kerajaan Bani Abbasiyah tepatnya pada masa pemerintahan Abu Ja’far Al-Manshur yaitu raja yang ke-2, Abu Hanifah dipanggil kehadapannya untuk diminta menjadi qodhi (hakim), akan tetapi beliau menolak permintaan raja tersebut – karena Abu Hanifah hendak menjauhi harta dan kedudukan dari sultan (raja) – maka dia ditangkap dan dijebloskan kedalam penjara dan wafat dalam penjara.
Dan beliau wafat pada bulan Rajab pada tahun 150 H dengan usia 70 tahun, dan dia dishalatkan banyak orang bahkan ada yang meriwayatkan dishalatkan sampai 6 kloter.
(diambil dari majalah Fatawa)
Daftar Pustaka:
1. Tarikhul Baghdad karya Abu Bakar Ahmad Al-Khatib Al-Baghdadi cetakan Dar al-Kutub Ilmiyah Beirut
2. Siyarul A’lamin Nubala’ karya Al-Imam Syamsudin Muhammad bin Ahmad bin Utsman Adz-Dzahabi cetakan ke - 7 terbitan Dar ar-Risalah Beirut
3. Tadzkiratul Hufazh karya Al-Imam Syamsudin Muhammad bin Ahmad bin Utsman Adz-Dzahabi terbitan Dar al-Kutub Ilmiyah Beirut
4. Al-Bidayah wa an-Nihayah karya Ibnu Katsir cetakan Maktabah Darul Baz Beirut
5. Kitabul Jarhi wat Ta’dil karya Abu Mumahhan Abdurrahman bin Abi Hatim bin Muhammad Ar-Razi terbitan Dar al-Kutub Ilmiyah Beirut
6. Shifatu Shalatin Nabi karya Syaikh Nashirudin Al-Albani cetakan Maktabah Al-Ma’arif Riyadh

Sejarah Singkat Imam Bukhari


Kelahiran dan Masa Kecil Imam Bukhari


Imam Bukhari (semoga Allah merahmatinya) lahir di Bukhara, Uzbekistan, Asia Tengah. Nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Badrdizbah Al-Ju'fiy Al Bukhari, namun beliau lebih dikenal dengan nama Bukhari. Beliau lahir pada hari Jumat, tepatnya pada tanggal 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M). Kakeknya bernama Bardizbeh, turunan Persi yang masih beragama Zoroaster. Tapi orangtuanya, Mughoerah, telah memeluk Islam di bawah asuhan Al-Yaman el-Ja’fiy. Sebenarnya masa kecil Imam Bukhari penuh dengan keprihatinan. Di samping menjadi anak yatim, juga tidak dapat melihat karena buta (tidak lama setelah lahir, beliau kehilangan penglihatannya tersebut). Ibunya senantiasa berusaha dan berdo'a untuk kesembuhan beliau. Alhamdulillah, dengan izin dan karunia Allah, menjelang usia 10 tahun matanya sembuh secara total.
 
Imam Bukhari adalah ahli hadits yang termasyhur diantara para ahli hadits sejak dulu hingga kini bersama dengan Imam Ahmad, Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasai, dan Ibnu Majah. Bahkan dalam kitab-kitab fiqih dan hadits, hadits-hadits beliau memiliki derajat yang tinggi. Sebagian menyebutnya dengan julukan Amirul Mukminin fil Hadits (Pemimpin kaum mukmin dalam hal Ilmu Hadits). Dalam bidang ini, hampir semua ulama di dunia merujuk kepadanya.

Tempat beliau lahir kini termasuk wilayah Rusia, yang waktu itu memang menjadi pusat kebudayaan ilmu pengetahuan Islam sesudah Madinah, Damaskus dan Bagdad. Daerah itu pula yang telah melahirkan filosof-filosof besar seperti al-Farabi dan Ibnu Sina. Bahkan ulama-ulama besar seperti Zamachsari, al-Durdjani, al-Bairuni dan lain-lain, juga dilahirkan di Asia Tengah. Sekalipun daerah tersebut telah jatuh di bawah kekuasaan Uni Sovyet (Rusia), namun menurut Alexandre Benningsen dan Chantal Lemercier Quelquejay dalam bukunya "Islam in the Sivyet Union" (New York, 1967), pemeluk Islamnya masih berjumlah 30 milliun. Jadi merupakan daerah yang pemeluk Islam-nya nomor lima besarnya di dunia setelah Indonesia, Pakistan, India dan Cina.


Keluarga dan Guru Imam Bukhari


Bukhari dididik dalam keluarga ulama yang taat beragama. Dalam kitab As-Siqat, Ibnu Hibban menulis bahwa ayahnya dikenal sebagai orang yang wara' dalam arti berhati-hati terhadap hal-hal yang hukumnya bersifat syubhat (ragu-ragu), terlebih lebih terhadap hal-hal yang sifatnya haram. Ayahnya adalah seorang ulama bermadzhab Maliki dan merupakan mudir dari Imam Malik, seorang ulama besar dan ahli fikih. Ayahnya wafat ketika Bukhari masih kecil.

Perhatiannya kepada ilmu hadits yang sulit dan rumit itu sudah tumbuh sejak usia 10 tahun, hingga dalam usia 16 tahun beliau sudah hafal dan menguasai buku-buku seperti "al-Mubarak" dan "al-Waki". Bukhari berguru kepada Syekh Ad-Dakhili, ulama ahli hadits yang masyhur di Bukhara. Pada usia 16 tahun bersama keluarganya, ia mengunjungi kota suci Mekkah dan Madinah, dimana di kedua kota suci itu beliau mengikuti kuliah para guru-guru besar ahli hadits. Pada usia 18 tahun beliau menerbitkan kitab pertamanya "Qudhaya as Shahabah wat Tabi’ien" (Peristiwa-peristiwa Hukum di zaman Sahabat dan Tabi’ien).

Bersama gurunya Syekh Ishaq, beliau menghimpun hadits-hadits shahih dalam satu kitab, dimana dari satu juta hadits yang diriwayatkan oleh 80.000 perawi disaring lagi menjadi 7275 hadits. Diantara guru-guru beliau dalam memperoleh hadits dan ilmu hadits antara lain adalah Ali bin Al Madini, Ahmad bin Hanbali, Yahya bin Ma'in, Muhammad bin Yusuf Al Faryabi, Maki bin Ibrahim Al Bakhi, Muhammad bin Yusuf al Baykandi dan Ibnu Rahwahih. Selain itu ada 289 ahli hadits yang haditsnya dikutip dalam kitab Shahih-nya.
 

Kejeniusan Imam Bukhari


Bukhari diakui memiliki daya hapal tinggi, yang diakui oleh kakaknya Rasyid bin Ismail. Kakak sang Imam ini menuturkan, pernah Bukhari muda dan beberapa murid lainnya mengikuti kuliah dan ceramah cendekiawan Balkh. Tidak seperti murid lainnya, Bukhari tidak pernah membuat catatan kuliah. Ia sering dicela membuang waktu karena tidak mencatat, namun Bukhari diam tak menjawab. Suatu hari, karena merasa kesal terhadap celaan itu, Bukhari meminta kawan-kawannya membawa catatan mereka, kemudian beliau membacakan secara tepat apa yang pernah disampaikan selama dalam kuliah dan ceramah tersebut. Tercenganglah mereka semua, lantaran Bukhari ternyata hafal di luar kepala 15.000 hadits, lengkap dengan keterangan yang tidak sempat mereka catat.

Ketika sedang berada di Bagdad, Imam Bukhari pernah didatangi oleh 10 orang ahli hadits yang ingin menguji ketinggian ilmu beliau. Dalam pertemuan itu, 10 ulama tersebut mengajukan 100 buah hadits yang sengaja "diputar-balikkan" untuk menguji hafalan Imam Bukhari. Ternyata hasilnya mengagumkan. Imam Bukhari mengulang kembali secara tepat masing-masing hadits yang salah tersebut, lalu mengoreksi kesalahannya, kemudian membacakan hadits yang benarnya. Ia menyebutkan seluruh hadits yang salah tersebut di luar kepala, secara urut, sesuai dengan urutan penanya dan urutan hadits yang ditanyakan, kemudian membetulkannya. Inilah yang sangat luar biasa dari sang Imam, karena beliau mampu menghafal hanya dalam waktu satu kali dengar.

Selain terkenal sebagai seorang ahli hadits, Imam Bukhari ternyata tidak melupakan kegiatan lain, yakni olahraga. Ia misalnya sering belajar memanah sampai mahir, sehingga dikatakan sepanjang hidupnya, sang Imam tidak pernah luput dalam memanah kecuali hanya dua kali. Keadaan itu timbul sebagai pengamalan sunnah Rasul yang mendorong dan menganjurkan kaum Muslimin belajar menggunakan anak panah dan alat-alat perang lainnya.


Karya-karya Imam Bukhari


Karyanya yang pertama berjudul "Qudhaya as Shahabah wat Tabi’ien" (Peristiwa-peristiwa Hukum di zaman Sahabat dan Tabi’ien). Kitab ini ditulisnya ketika masih berusia 18 tahun. Ketika menginjak usia 22 tahun, Imam Bukhari menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci bersama-sama dengan ibu dan kakaknya yang bernama Ahmad. Di sanalah beliau menulis kitab "At-Tarikh" (sejarah) yang terkenal itu. Beliau pernah berkata, "Saya menulis buku "At-Tarikh" di atas makam Nabi Muhammad SAW di waktu malam bulan purnama".

Karya Imam Bukhari lainnya antara lain adalah kitab Al-Jami' ash Shahih, Al-Adab al Mufrad, At Tharikh as Shaghir, At Tarikh Al Awsat, At Tarikh al Kabir, At Tafsir Al Kabir, Al Musnad al Kabir, Kitab al 'Ilal, Raf'ul Yadain fis Salah, Birrul Walidain, Kitab Ad Du'afa, Asami As Sahabah dan Al Hibah. Diantara semua karyanya tersebut, yang paling monumental adalah kitab Al-Jami' as-Shahih yang lebih dikenal dengan nama Shahih Bukhari.

Dalam sebuah riwayat diceritakan, Imam Bukhari berkata: "Aku bermimpi melihat Rasulullah saw., seolah-olah aku berdiri di hadapannya, sambil memegang kipas yang kupergunakan untuk menjaganya. Kemudian aku tanyakan mimpi itu kepada sebagian ahli ta'bir, ia menjelaskan bahwa aku akan menghancurkan dan mengikis habis kebohongan dari hadits-hadits Rasulullah saw. Mimpi inilah, antara lain, yang mendorongku untuk melahirkan kitab Al-Jami' As-Sahih."

Dalam menghimpun hadits-hadits shahih dalam kitabnya tersebut, Imam Bukhari menggunakan kaidah-kaidah penelitian secara ilmiah dan sah yang menyebabkan keshahihan hadits-haditsnya dapat dipertanggungjawabkan. Ia berusaha dengan sungguh-sungguh untuk meneliti dan menyelidiki keadaan para perawi, serta memperoleh secara pasti kesahihan hadits-hadits yang diriwayatkannya.

Imam Bukhari senantiasa membandingkan hadits-hadits yang diriwayatkan, satu dengan lainnya, menyaringnya dan memilih mana yang menurutnya paling shahih. Sehingga kitabnya merupakan batu uji dan penyaring bagi hadits-hadits tersebut. Hal ini tercermin dari perkataannya: "Aku susun kitab Al Jami' ini yang dipilih dari 600.000 hadits selama 16 tahun."

Banyak para ahli hadits yang berguru kepadanya, diantaranya adalah Syekh Abu Zahrah, Abu Hatim Tirmidzi, Muhammad Ibn Nasr dan Imam Muslim bin Al Hajjaj (pengarang kitab Shahih Muslim). Imam Muslim  menceritakan : "Ketika Muhammad bin Ismail (Imam Bukhari) datang ke Naisabur, aku tidak pernah melihat seorang kepala daerah, para ulama dan penduduk Naisabur yang memberikan sambutan seperti apa yang mereka berikan kepadanya." Mereka menyambut kedatangannya dari luar kota sejauh dua atau tiga marhalah (100 km), sampai-sampai Muhammad bin Yahya Az Zihli (guru Imam Bukhari) berkata : "Barang siapa hendak menyambut kedatangan Muhammad bin Ismail besok pagi, lakukanlah, sebab aku sendiri akan ikut menyambutnya."


Penelitian Hadits


Untuk mengumpulkan dan menyeleksi hadits shahih, Bukhari menghabiskan waktu selama 16 tahun untuk mengunjungi berbagai kota guna menemui para perawi hadits, mengumpulkan dan menyeleksi haditsnya. Diantara kota-kota yang disinggahinya antara lain Bashrah, Mesir, Hijaz (Mekkah, Madinah), Kufah, Baghdad sampai ke Asia Barat. Di Baghdad, Bukhari sering bertemu dan berdiskusi dengan ulama besar Imam Ahmad bin Hanbali. Dari sejumlah kota-kota itu, ia bertemu dengan 80.000 perawi. Dari merekalah beliau mengumpulkan dan menghafal satu juta hadits.

Namun tidak semua hadits yang ia hapal kemudian diriwayatkan, melainkan terlebih dahulu diseleksi dengan seleksi yang sangat ketat, diantaranya apakah sanad (riwayat) dari hadits tersebut bersambung dan apakah perawi (periwayat / pembawa) hadits itu terpercaya dan tsiqqah (kuat). Menurut Ibnu Hajar Al Asqalani, akhirnya Bukhari menuliskan sebanyak 9082 hadis dalam karya monumentalnya Al Jami' as-Shahih yang dikenal sebagai Shahih Bukhari.

Dalam meneliti dan menyeleksi hadits dan diskusi dengan para perawi tersebut, Imam Bukhari sangat sopan. Kritik-kritik yang ia lontarkan kepada para perawi juga cukup halus namun tajam. Kepada para perawi yang sudah jelas kebohongannya ia berkata, "perlu dipertimbangkan, para ulama meninggalkannya atau para ulama berdiam dari hal itu" sementara kepada para perawi yang haditsnya tidak jelas ia menyatakan "Haditsnya diingkari". Bahkan banyak meninggalkan perawi yang diragukan kejujurannya. Beliau berkata "Saya meninggalkan 10.000 hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang perlu dipertimbangkan dan meninggalkan hadits-hadits dengan jumlah yang sama atau lebih, yang diriwayatan oleh perawi yang dalam pandanganku perlu dipertimbangkan".

Banyak para ulama atau perawi yang ditemui sehingga Bukhari banyak mencatat jati diri dan sikap mereka secara teliti dan akurat. Untuk mendapatkan keterangan yang lengkap mengenai sebuah hadits, mencek keakuratan sebuah hadits ia berkali-kali mendatangi ulama atau perawi meskipun berada di kota-kota atau negeri yang jauh seperti Baghdad, Kufah, Mesir, Syam, Hijaz seperti yang dikatakan beliau "Saya telah mengunjungi Syam, Mesir dan Jazirah masing-masing dua kali, ke Basrah empat kali menetap di Hijaz selama enam tahun dan tidak dapat dihitung berapa kali saya mengunjungi Kufah dan Baghdad untuk menemui ulama-ulama ahli hadits."

Disela-sela kesibukannya sebagai sebagai ulama, pakar hadits, ia juga dikenal sebagai ulama dan ahli fiqih, bahkan tidak lupa dengan kegiatan kegiatan olahraga dan rekreatif seperti belajar memanah sampai mahir, bahkan menurut suatu riwayat, Imam Bukhari tidak pernah luput memanah kecuali dua kali.


Metode Imam Bukhari dalam Menulis Kitab Hadits


Sebagai intelektual muslim yang berdisiplin tinggi, Imam Bukhari dikenal sebagai pengarang kitab yang produktif. Karya-karyanya tidak hanya dalam disiplin ilmu hadits, tapi juga ilmu-ilmu lain, seperti tafsir, fikih, dan tarikh. Fatwa-fatwanya selalu menjadi pegangan umat sehingga ia menduduki derajat sebagai mujtahid mustaqil (ulama yang ijtihadnya independen), tidak terikat pada mazhab tertentu, sehingga mempunyai otoritas tersendiri dalam berpendapat dalam hal hukum.

Pendapat-pendapatnya terkadang sejalan dengan Imam Abu Hanifah (Imam Hanafi, pendiri mazhab Hanafi), tetapi terkadang bisa berbeda dengan beliau. Sebagai pemikir bebas yang menguasai ribuan hadits shahih, suatu saat beliau bisa sejalan dengan Ibnu Abbas, Atha ataupun Mujahid dan bisa juga berbeda pendapat dengan mereka.

Diantara puluhan kitabnya, yang paling masyhur ialah kumpulan hadits shahih yang berjudul Al-Jami' as-Shahih, yang belakangan lebih populer dengan sebutan Shahih Bukhari. Ada kisah unik tentang penyusunan kitab ini. Suatu malam Imam Bukhari bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad saw., seolah-olah Nabi Muhammad saw. berdiri dihadapannya. Imam Bukhari lalu menanyakan makna mimpi itu kepada ahli mimpi. Jawabannya adalah beliau (Imam Bukhari) akan menghancurkan dan mengikis habis kebohongan yang disertakan orang dalam sejumlah hadits Rasulullah saw. Mimpi inilah, antara lain yang mendorong beliau untuk menulis kitab "Al-Jami 'as-Shahih".

Dalam menyusun kitab tersebut, Imam Bukhari sangat berhati-hati. Menurut Al-Firbari, salah seorang muridnya, ia mendengar Imam Bukhari berkata. "Saya susun kitab Al-Jami' as-Shahih ini di Masjidil Haram, Mekkah dan saya tidak mencantumkan sebuah hadits pun kecuali sesudah shalat istikharah dua rakaat memohon pertolongan kepada Allah, dan sesudah meyakini betul bahwa hadits itu benar-benar shahih". Di Masjidil Haram-lah ia menyusun dasar pemikiran dan bab-babnya secara sistematis.

Setelah itu ia menulis mukaddimah dan pokok pokok bahasannya di Rawdah Al-Jannah, sebuah tempat antara makam Rasulullah dan mimbar di Masjid Nabawi di Madinah. Barulah setelah itu ia mengumpulkan sejumlah hadits dan menempatkannya dalam bab-bab yang sesuai. Proses penyusunan kitab ini dilakukan di dua kota suci tersebut dengan cermat dan tekun selama 16 tahun. Ia menggunakan kaidah penelitian secara ilmiah dan cukup modern sehingga hadits haditsnya dapat dipertanggung-jawabkan.

Dengan bersungguh-sungguh ia meneliti dan menyelidiki kredibilitas para perawi sehingga benar-benar memperoleh kepastian akan keshahihan hadits yang diriwayatkan. Ia juga selalu membandingkan hadits satu dengan yang lainnya, memilih dan menyaring, mana yang menurut pertimbangannya secara nalar paling shahih. Dengan demikian, kitab hadits susunan Imam Bukhari benar-benar menjadi batu uji dan penyaring bagi sejumlah hadits lainnya. "Saya tidak memuat sebuah hadits pun dalam kitab ini kecuali hadits-hadits shahih", katanya suatu saat.

Di belakang hari, para ulama hadits menyatakan, dalam menyusun kitab Al-Jami' as-Shahih, Imam Bukhari selalu berpegang teguh pada tingkat keshahihan paling tinggi dan tidak akan turun dari tingkat tersebut, kecuali terhadap beberapa hadits yang bukan merupakan materi pokok dari sebuah bab.

Menurut Ibnu Shalah, dalam kitab Muqaddimah, kitab Shahih Bukhari itu memuat 7275 hadits. Selain itu ada hadits-hadits yang dimuat secara berulang, dan ada 4000 hadits yang dimuat secara utuh tanpa pengulangan. Penghitungan itu juga dilakukan oleh Syekh Muhyiddin An Nawawi dalam kitab At-Taqrib. Dalam hal itu, Ibnu Hajar Al-Atsqalani dalam kata pendahuluannya untuk kitab Fathul Bari (yakni syarah atau penjelasan atas kitab Shahih Bukhari) menulis, semua hadits shahih yang dimuat dalam Shahih Bukhari (setelah dikurangi dengan hadits yang dimuat secara berulang) sebanyak 2.602 buah. Sedangkan hadits yang mu'allaq (ada kaitan satu dengan yang lain, bersambung) namun marfu (diragukan) ada 159 buah. Adapun jumlah semua hadits shahih termasuk yang dimuat berulang sebanyak 7397 buah. Perhitungan berbeda diantara para ahli hadits tersebut dalam mengomentari kitab Shahih Bukhari semata-mata karena perbedaan pandangan mereka dalam ilmu hadits.

 

Terjadinya Fitnah


Muhammad bin Yahya Az-Zihli berpesan kepada para penduduk agar menghadiri dan mengikuti pengajian yang diberikannya. Ia berkata: "Pergilah kalian kepada orang alim dan saleh itu, ikuti dan dengarkan pengajiannya." Namun tak lama kemudian ia mendapat fitnah dari orang-orang yang dengki. Mereka menuduh sang Imam sebagai orang yang berpendapat bahwa "Al-Qur'an adalah makhluk".

Hal inilah yang menimbulkan kebencian dan kemarahan gurunya, Az-Zihli kepadanya. Kata Az-Zihli : "Barang siapa berpendapat bahwa lafadz-lafadz Al-Qur'an adalah makhluk, maka ia adalah ahli bid'ah. Ia tidak boleh diajak bicara dan majelisnya tidak boleh didatangi. Dan barang siapa masih mengunjungi majelisnya, curigailah dia." Setelah adanya ultimatum tersebut, orang-orang mulai menjauhinya.

Sebenarnya, Imam Bukhari terlepas dari fitnah yang dituduhkan kepadanya itu. Diceritakan, seseorang berdiri dan mengajukan pertanyaan kepadanya: "Bagaimana pendapat Anda tentang lafadz-lafadz Al-Qur'an, makhluk ataukah bukan?" Bukhari berpaling dari orang itu dan tidak mau menjawab kendati pertanyaan itu diajukan sampai tiga kali.

Tetapi orang itu terus mendesak. Ia pun menjawab: "Al-Qur'an adalah kalam Allah, bukan makhluk, sedangkan perbuatan manusia adalah makhluk dan fitnah merupakan bid'ah." Pendapat yang dikemukakan Imam Bukhari ini, yakni dengan membedakan antara yang dibaca dengan bacaan, adalah pendapat yang menjadi pegangan para ulama ahli tahqiq (pengambil kebijakan) dan ulama salaf. Tetapi dengki dan iri adalah buta dan tuli. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Bukhari pernah berkata : "Iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan bisa berkurang. Al-Quran adalah kalam Allah, bukan makhluk. Sahabat Rasulullah SAW, yang paling utama adalah Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali. Dengan berpegang pada keimanan inilah aku hidup, aku mati dan dibangkitkan di akhirat kelak, insya Allah." Di lain kesempatan, ia berkata: "Barang siapa menuduhku berpendapat bahwa lafadz-lafadz Al-Qur'an adalah makhluk, ia adalah pendusta."


Wafatnya Imam Bukhari


Suatu ketika penduduk Samarkand mengirim surat kepada Imam Bukhari. Isinya, meminta dirinya agar menetap di negeri itu (Samarkand). Ia pun pergi memenuhi permohonan mereka. Ketika perjalanannya sampai di Khartand, sebuah desa kecil terletak dua farsakh (sekitar 10 Km) sebelum Samarkand, ia singgah terlebih dahulu untuk mengunjungi beberapa familinya. Namun disana beliau jatuh sakit selama beberapa hari. Dan Akhirnya meninggal pada tanggal 31 Agustus 870 M (256 H) pada malam Idul Fitri dalam usia 62 tahun kurang 13 hari. Beliau dimakamkan selepas Shalat Dzuhur pada Hari Raya Idul Fitri. Sebelum meninggal dunia, ia berpesan bahwa jika meninggal nanti jenazahnya agar dikafani tiga helai kain, tanpa baju dalam dan tidak memakai sorban. Pesan itu dilaksanakan dengan baik oleh masyarakat setempat. Beliau meninggal tanpa meninggalkan seorang anakpun.
 

Cari Blog Ini

Halaman

Popular Posts

Advertisement

Responsive Advertisement