06/06/12

Contoh Makalah Keterampilan Mengajar


PENDAHULUAN
“Menurut Richard N. Jensen. (1974) yang dikutip oleh yatiman (1999) dalam Suwarna, M.pd., dkk (2005 : 3), pengajaran mikro didefinisikan sebagai suatu sistem yang memungkinkan seorang calon guru mengembangkan keterampilannya dalam menerapkan teknik mengajar tertentu”. Oleh karena itu, pengajaran mikro ini diberikan kepada mahasiswa agar terlatih dalam berbagai keterampilan dasar  keguruan.
Dengan adanya pembelajaran mikro mahasiswa telah terlatih dan memiliki mental yang cukup baik sebelum mereka dihadapkan praktik pembelajaran di sekolah. Hal tersebut akan tercapai, apabila pengajaran mikro dialaksanakan berulang-ulang sehingga calon guru memperoleh kesiapan mental yang baik. Dalam  Pengajaran mikro terdapat melatih keterampilan mengajar yang diantaranya  keterampilan membuka dan menutup pelajaran serta keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan.
Dengan keterampilan tersebut dapat membantu guru menyiapkan mental siswa sebelum mengikuti pelajaran dan memicu minat serta pemusatan perhatian siswa yang akan dibicarakan dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu dapat meningkatkan kualitas pembelajaran siswa melalui dinamika kelompok dan memberikan kesempatan siswa untuk lebih kreatif. Hal tersebut tercakup dalam keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan yang akan dibahas lebih lanjut di bawah ini.

1.Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan
A. Pengertian
Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan adalah salah satu bentuk mengajar klasikal yang memungkinkan guru dalam waktu yang sama menghadapi beberapa kelompok kecil yang belajar secara kelompok dan beberapa orang siswa yang bekerja atau belajar secara perorangan.
Dapat juga ketrampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan diartikan sebagai tindakan gadik dalam konteks proses belajar mengajar yang hanya melayani 3 – 8 orang peserta.
Mengajar secara perorangan ialah kegiatan guru menghadapi hanyak siswa masing-masing mendapatkan kesempatan untuk bertatap muka dengan guru serta memperoleh bantuan dan bimbingan secara perseorangan.
Format mengajar ini ditandai oleh adanya hubungan interpersonal yang lebih akrab dan sehat antara guru dengan siswa, adanya kesempatan bagi siswa untuk belajar sesuai dengan kemampuan, minat, cara, dan kemampuannya, adanya bantuan dari guru, adanya keterlibatan siswa dalam merancang kegiatan belajarnya, serta adanya kesempatan bagi guru untuk memainkan berbagai peran dalam kegiatan pembelajaran.
Setiap guru dapat menciptakan format pengorganisasian siswa untuk kegiatan pembelajaran kelompok kecil dan perorangan sesuai dengan tujuan, topik (materi), kebutuhan siswa, serta waktu dan fasilitas yang tersedia. Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan perlu dikuasai guru karena penerapannya dapat memenuhi kebutuhan belajar siswa yang berbeda-beda.
Selain itu, pembelajaran kelompok kecil dan perorangan memberi kemungkinan terjadinya hubungan interpersonal yang sehat antara guru dengan siswa, terjadinya proses saling belajar antara siswa yang satu dengan lainnya, memudahkan guru dalam memantau perolehan belajar siswa, dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, dapat menumbuh kembangkan semangat saling membantu, serta memungkinkan guru dapat mencurahkan perhatiannya pada cara belajar siswa tertentu sehingga dapat menemukan cara pendekatan belajar yang sesuai bagi siswa tersebut.
Keterampilan ini adalah keterampilan paling kompleks dan menuntut penguasaan keterampilan dasar mengajar yang lainnya.
Jadi, untuk menguasai keterampilan ini harus menguasai komponen-komponen keterampilan mengajar yang lain seperti keterampilan membuka dan menutup pelajaran, memberi penguatan, mengadakan variasi, menjelaskan, keterampilan bertanya, membimbing diskusi kelompok kecil, serta mengelola kelas. Jika tidak dapat menguasai berbagai macam keterampilan yang lain maka suatu kemustahilan mampu menguasai keterampilan mengajar kelompok kecil dan per-orangan.


B. Ciri-ciri Pembelajaran Kelompok Kecil dan perorangan
Menurut Drs. Udin S. Winata Putra dalam bukunya Strategi Belajar Mengajar 
 ciri-ciri Pembelajaran Kelompok kecil dan perorangan antara lain :
1. Terjadi hubungan yang akrab dan sehat antara guru-siswa dan siswa denga siswa
2. Siswa belajar sesuai dengan kecepatan, cara kemampuan dan minatnya sendiri
3. Siswa mendapat bantuan dari guru sesuai dengan kebutuhannya
4. siswa dilibatkan dalam penentuan cara-cara belajar yang akan ditempuh, materi, alat dan tujuan yang akan dicapai.
Dilihat dari ciri-ciri tersebut di atas, kiranya dapat digahami bahwa tidak setiap pengaturan kelompok kecil dan perorangan dapat disebut sebagai belajar dalam kelompok kecil dan perorangan. Misalnya dalam sebuah kelas setiap siswa mengerjakan latihan yang sama secara sendiri-sendiri dan guru hanya duduk di depan kelas tidak dapat disebut belajar perorangan.

C. Peran Guru
Dilihat dari sisi guru, peran guru dalam tipe pembelajaran ini antara lain :
1. Organisator kegiatan belajar mengajar
2. Sumber informasi (nara sumber) bagi siswa
3. Motivator bagi siswa untuk belajar
4. Penyedia materi dan kesempatan belajar (fasilitator) bagi siswa
5. Orang yang mendiagnosa kesulitan siswa dan memberi bantuan yang sesuai dengan kebutuhan siswa
6. Pembimbing (konselor) terhadap kegiatan belajar siswa
7. Peserta kegiatan belajar yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan peserta lain

D.Komponen keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan terdiri dari:
    A. keterampilan mengadakan pendekatan pribadi, yang ditampilkan dengan cara:
1. menunjukkan kehangatan dan kepekaan terhadap kebutuhan dan perilaku siswa,
2. mendengarkan dengan penuh rasa simpati gagasan yang dikemukakan siswa,
3. merespon secara positif pendapat siswa,
4. membangun hubungan berdasarkan rasa saling mempercayai,
5. menunjukkan kesiapan untuk membantu,
6. menunjukkan kesediaan untuk menerima perasaan siswa dengan penuh pengertian, serta
7. berusaha mengendalikan situasi agar siswa merasa aman, terbantu, dan mampu menemukan pemecahan masalah yang dihadapinya.
    B. keterampilan mengorganisasikan kegiatan pembelajaran, yang ditampilkan dengan cara:
1. memberikan orientasi umum tentang tujuan, tugas, dan cara mengerjakannya,
2. memvariasikan kegiatan untuk mencegah timbulnya kebosanan siswa dalam belajar,
3. membentuk kelompok yang tepat,
4. mengkoordinasikan kegiatan,
5. membagi perhatian pada berbagai tugas dan kebutuhan siswa, serta
6. mengakhiri kegiatan dengan kulminasi.
    C. keterampilan membimbing dan memberi kemudahan belajar, yang ditampilkan dengan    cara:
1. memberi penguatan secara tepat,
2. melaksanakan supervisi proses awal,
3. melaksanakan supervisi proses lanjut, serta
4. melaksanakan supervisi pemaduan.
    D. keterampilan merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran, yang ditampilkan dengan cara:
1. membantu siswa menetapkan tujuan belajar,
2. merancang kegiatan belajar,
3. bertindak sebagai penasihat siswa, serta
4. membantu siswa menilai kemajuan belajarnya sendir

2.Keterampilan Membimbing Diskusi kelompok Kecil
A. Pengertian Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
      Diskusi kelompok kecil adalah suatu proses percakapan yang teratur, yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang bebas dan terbuka, dengan tujuan berbagai informasi atau pengalaman, mengambil keputusan, atau memecahkan suatu masalah (Mulyasa, Hasibuan dalam Suwarna,2006:79). Sedangkan pengertian keterampilan dasar mengajar membimbing diskusi kelompok kecil ialah keterampilan melaksanakan kegiatan membimbing siswa agar dapat melaksanakan diskusi kelompok kecil dengan efektif (Suwarna,2006:79).

B. Tujuan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
      keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil bertujuan sebagai berikut :
1. Siswa dapat saling memberi informasi atau pengalaman dalam menjelajahi gagasan baru atau masalah yang harus dipecahkan mereka
2. Siswa dapat mengembangkan pengetahuan dan kemampuan untuk berpikir dan berkomunikasi
3. Siswa terlibat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan (Mulyasa, Hasibuan dalam Suwarna,2006:80).

C. Komponen-komponen Keterampilan Membimbing Diskusi
1. memusatkan perhatian siswa pada tujuan dan topik diskusi
    a). Rumuskan tujuan dan topik yang akan dibahas pada awal diskusi
    b). Kemukakan masalah-masalah khusus
    c). Catat perubahan atau penyimpangan diskusi dari tujuan
    d). Rangkum hasil pembicaraan diskusi
2. memperjelas masalah maupun usulan/pendapat
    a). Merangkum usulan tersebut sehingga menjadi jelas
    b). Meminta komentar siswa dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan
         yang membantu mereka memperjelas atau mengembangkan ide tersebut
    c). Menguraikan gagasan siswa dengan memberikaninformasi tambahan atau contoh-contoh                                                              yang sesuai sehingga kelompok dapat memperoleh informasi secara lebih jelas.
3. Menganalisis pandangan/pendapat siswa.
     Di dalam diskusi sering terjadi perbedaan pendapat di antara anggota kelompok. Dengan demikian guru hendaknya mampu menganalisis alasan perbedaan tersebut dengan cara sebagai berikut :
     a). Meneliti apakah alasan tersebut memang mempunyai dasar yang kuat
     b). Menjelaskan hal-hal yang disepakati maupun yang tidak disepakati

4. Meningkatkan usulan siswa
    a) Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menantang siswa untuk berpikir
    b) Memberikan contoh-contoh verbal yang sesuai secara tepat
    c) Memberikan waktu untuk berpikir
    d) Memberikan dukungan kepada usulan pendapat siswa dengan penuh perhatian.

5. Menyebarkan kesempatan berpartisipasi
    a). Mencoba memancing usulan siswa yang enggan berpartisipasi dengan mengarah langsung      secara bijaksana
    b). Mencegah terjadinya pembicaraan serentak dengan memberi giliran kepada siswa yang pendiam terlebih dahulu
    c). Secara bijaksana mencegah siswa yang suka memonopoli pembicaraan.
    d). Mendorong siswa untuk mengomentari usulan temannya sehingga interaksi antar siswa dapat ditingkatkan.

6. Menutup diskusi
    a). Dengan bantuan para siswa, membuat rangkuman hasil diskusi.
    b). Memberi gambaran tentang tindak lanjt hasil diskusi.
    c). Mengajak siswa untuk menilai proses maupun hasil diskusi yang telah tercapai (Mulyasa,   Hasibuan dalam Suwarna,2006:81).

    d. Prinsip Penggunaan Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
 
D.prinsip-prinsip keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil
1. Diskusi hendaknya berlangsung dalam “iklim terbuka”
Hal ini ditandai dengan adanya keantusiasan berpartisipasi, kehangatan hubungan antar pribadi, kesediaan menerima dan mengenal lebih jauh topik diskusi, dan kesediaan menghargai pendapat orang lain. Dengan demikian semua anggota kelompok mempunyai keinginanuntuk dikenal dan dihargai, dapat merasa aman dan bebas mengemukakan pendapat.
2. Perlu perencanaan dan persiapan yang matang
    a) Topik yang dipilih hendaknya sesuai dengan tujuanyang akan dicapai, minat dan kemampuan siswa
    b) Masalah hendaknya mengandung jawaban yang kompleks, bukan jawaban yang tunggal
    c) Adanya informasi pendahuluan yang berhubungan dengan topik tersebut agar para siswa memiliki latar belakang pengetahuan yang sama sehingga mampu memberikan penjelasan dan pertanyaan-pertanyaan yang dapat memotivasi siswa (Hasibuan, Wardani dalam Suwarna,2006:82).

3.Pentingnya Guru Mengusai Keterampilan Mengajar

Kalau ditilik dari sejarah perkembangan profesi seorang guru, tugas mengajar sebenarnya adalah pelimpahan dari tugas orang tua: karena tidak mampu lagi memberikan pengetahuan, keterampilan dan sikap-sikap tertentu sesuai dengan perkembangan zaman.
Dengan perkembangan teknologi yang akhir-akhir semakin pesat, seorang guru dituntut untuk lebih menambah kualitas ilmu dengan banyak belajar dari berbagai sumber ilmu yang dimiliki oleh guru harus diajarkan kepada siswa dengan keterampilan mengajar yang baik.
Selain pengetahuan ilmu yang harus ditambah, guru juga penting menguasai beberapa keterampilan mengajar, karena betapapun tingginya ilmnu yang dimiliki oleh seorang guru itu, jika tidak menguasai keterampilan mengajar, maka akan sulit bagi seorang siswa menyerap ilmu yang diberikan oleh guru tersebut. Adapun keterampilan mengajar yang harus dikuasai oleh seroang gurusalah satunya yaitu membimbing kelompok kecil

 4.penutup
     Dari penjelasan yang telah di papar kan di atas  maka dapat di ambil kesimpulan bahwa sanya dalam suatu praktek mengajar perlu adanya persiapan terlebih dahulu  dan salah satunya adalah seorang guru sebelum terjun langsung dalam pembelajaran yang sesungguhnya harus dapat menguasai pembelajaran yang kecil terlebih dahulu. Dalam mengajar kelompok kecil juga ada komponen-komponennya yang telah di jelaskan di atas.
    Dan pada ahirnya penulis meminta kritik dan saran kepeda para pembaca yang budiman supaya sempurnanya makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA
Darmadi,Hamid 2009. Kemampuan Dasar Mengajar.Bandung:Alfabeta
Marno,dkk.2008.Strategi dan Metode Pengajaran.Jogjakarta:Aruzzmedia
Suwarna,dkk.2005.Pengajaran Mikro.Yogyakarta:Tiara Wacana
Aril,Zainal.2010.Micro Teaching. Jakarta:Raja Grafindo Persada


Pertimbangan berpindah ke Windows 7 atau Tetap menggunakan Windows XP

Sistem operasi buatan Microsoft memang cukup banyak dan sangat cepat perkembangannya. Tidak bisa dipungkiri, sampai dengan sekarang sudah belasan system operasi yang sudah diproduksi. Berbagai macam kelebihan dan kekurangan dimiliki oleh masing-masing versi. Hingga tulisan ini dibuat, system operasi Windows yang terbaru adalah Windows 7, dan Microsoft sudah bersiap meluncurkan versi Windows terbaru, yaitu Windows 8. Yang jadi pertanyaan sekarang adalah, apakah setiap kali muncul versi Windows baru kita harus menggunakannya. Apa saja pertimbangan yang harus diperhatikan ketika kita hendak berpindah atau migrasi ke Windows 7 ? Berikut sobatpc.com akan sharing untuk anda.

Bukan tanpa sebab Microsoft meluncurkan Windows 7. Hal utama adalah karena memang versi Windows vista telah dianggap tidak begitu sukses di pasaran. Banyak penyebab yang mengakibatkan Windows vista tidak mendapatkan respon bagus dipasar, diantaranya performa yang kurang bagus (terlalu pelan), spesifikasi kebutuhan hardware yang terlalu tinggi dan harganya yang masih terlalu mahal untuk konsumen di Indonesia.

Memang benar Windows Vista telah berevolusi sangat bagus dari Windows XP, berbagai macam fitur ditambahkan, mulai dari sisi interface sampai dengan sisi keamanan.Tetapi tetap saja tidak bisa mendongkrak pasar untuk memaksimalkan penjualannya.

Kemudian dalam jarak yang tidak terlalu lama, Microsoft meluncurkan versi Windows 7, yang menurut cerita dari beberapa pengamat IT merupakan system operasi pengganti Windows Vista yang diharapkan mampu menutup lubang kekurangan yang dimiliki oleh Windows Vista.

Dan memang benar, Windows 7 bisa dikatakan sukses dalam meraih pasar. Penjualan Windows 7 sangat banyak, karena memang berbagai macam kekurangan dalam Windows Vista bisa ditutup di Windows 7, mulai dari system yang terlalu pelan hingga penambahan lagi perbagai macam fitur keamanan.

Tetapi tetap saja Windows 7 dibandrol dengan harga yang cukup tinggi, hampir setara dengan harga Windows 7, walaupun memang benar, dengan fitur sebanyak itu pasti pantaslah harga Windows 7 bisa setinggi diatas 1 juta rupiah.

Dari paparan diatas, perlukan kita bermigrasi atau berpindah ke Windows 7 ? Ataukah tetap bertahan menggunakan versi Windows yang lama, misalkan Windows XP ? Berikut ada beberapa pendapat pribadi yang mungkin bisa menjadi pertimbangan anda dalam menentukan pilihan, apakah harus berpindah ke Windows 7 atau tetap menggunakan Windows XP.
  1. Windows 7 membutuhkan perangkat dan hardware yang lumayan bagus agar semua fitur didalamnya bisa bekerja secara maksimal, terutama fitur grafisnya, oleh karena itu jika computer kita masih versi lama dan belum ada niat untuk upgrade hardware, mungkin harus berfikir ulang untuk berpindah ke Windows 7
  2. Sisi keamanan Windows 7 sangat bagus, karena adanya berbagai macam tambahan fitur jika dibandingkan dengan versi Windows sebelumnya. Jika anda memprioritaskan segi keamanan menjadi nomor pertama, maka anda wajib untuk berpindah ke Windows 7
  3. Windows 7 memiliki support masih sangat bagus, termasuk beberapa fitur otomatis seperti auto update yang bisa dengan otomatis menambal dan melengkapi fitur Windows 7. Tentunya hal tersebut akan sangat bermanfaat dalam efisiensi waktu, tetapi ini hanya berlaku bagi yang komputernya bisa terkoneksi dengan internet
  4. Tidak semua software versi lama bisa berjalan dengan baik di Windows 7, walaupun ada mode Competible yang disediakan agar software versi lama bisa berjalan di Windows 7. Hal tersebut biasanya terjadi pada software-software kecil yang sebenarnya bisa berjalan dengan baik di Windows XP, tetapi ternyata di Windows 7 tidak bisa berjalan. Jika anda mempunyai program dengan kriteria tersebut, maka anda harus melakukan pengecekan terhadap software tersebut, apakah bisa berjalan di Windows 7 atau tidak.
  5. Berbagai macam software besar dari vendor terkenal seperti Adobe dengan softwarenya Photoshop, Dreamweaver, Flash dan berbagai macam software besar lainnya mensyaratkan minimal sistem operasi untuk menjalankan software tersebut adalah Windows 7. Hal tersebut dikarenakan fitur yang ada dalam software tersebut memang banyak bergantung pada fitur yang disediakan oleh system operasi Windows 7. Jadi jika anda termasuk orang yang hobi dengan produknya Adobe, maka menggunakan Windows 7 bisa dikatakan sebuah keharusan.
  6. Fitur grafis di Windows 7 sangat bagus, karena dukungan direct x 10 dan beberapa fitur lain, sangat cocok bagi para gamer yang suka bermain game dengan tampilan memukau. Hal tersebut juga yang akan mengaktifkan semua fitur grafis yang ada pada game yang bersangkutan. Jika Masih menggunakan Windows XP, mungkin ada beberapa fitur grafis yang tidak bisa diaktifkan.
Demikian apa yang bisa sobatpc.com sharing, semoga bisa menambah wawasan pengunjung semua. Jika ingin menambahkan, silahkan tinggalkan di kotak komentar. Terima kasih


 Sumber: Windows

05/06/12

Khadam Ayat

oleh Ahmad Fauzan Ibnu Zaend pada 26 Juli 2010 pukul 23:59

Khadam ayat bukan manusia, jin atau malaikat

Bersama: DR. AMRAN KASIMIN
SOALAN: Datuk saya adalah seorang pawang yang banyak menolong penduduk tempatan ketika sakit, dengan cara memberi tangkal dan azimat ketika ibu hendak bersalin, juga menjadi imam ketika kenduri-kendara seperti yang masih banyak dilakukan sekarang ini.

Saya mewarisi ilmu datuk saya ini dan di antara amalan yang saya lakukan ialah hasil daripada menuntut ilmu yang dinamakan ``khadam ayat''. Saya dapati amalan ini tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Ia begitu mujarab dan hasil daripadanya saya dapat mengatasi banyak masalah yang sukar.

Saya inginkan kepastian adakah amalan dan tuntutan saya itu benar, tidak menyalahi syarak? - Cucu Tok, Seremban

JAWAPAN: Istilah ``khadam ayat'' ini boleh dikatakan popular di kalangan mereka yang melibatkan diri dengan rawatan tradisional atau amalan kebatinan Melayu. Pada hakikatnya istilah khadam ayat ini dirujuk kepada amalan berguru atau menuntut ilmu dengan membaca ayat-ayat tertentu al-Quran yang disertai dengan kaedah-kaedah khusus, di mana akhirnya orang yang berkenaan didatangi oleh makhluk yang dipanggil sebagai ``khadam ayat''.

Amalan ini juga ada kalanya boleh dituntut tanpa melibatkan ayat-ayat al-Quran, surah-surah pendek al-Quran seperti Al-Fatihah, al-Mu'awwizat dan sebagainya, tetapi akhirnya amalan kebatinan yang dituntut itu akan berakhir dengan kehadiran makhluk yang dipanggil sebagai ``khadam ayat''.

Mereka yang mempelajari ilmu ini kebanyakannya tidak pasti siapakah yang dinamakan ``khadam ayat'' yang datang tadi, yang akhirnya terlibat dengan pelbagai kegiatan amalan kebatinan, ketika melakukan rawatan, tilikan, untuk mengatasi masalah rumah tangga, cinta dan sebagainya.

Menurut seorang responden, khadam ayat bukan terdiri daripada golongan manusia, jin atau malaikat. Ia merupakan ``khadam'' kepada ayat yang dibaca dan diamalkan menurut kaedah-kaedah tertentu yang mesti diikuti menurut apa yang telah diajar oleh guru yang berkenaan.

Terdapat keterangan dalam hadis-hadis tentang kelebihan ayat al-Kursi. Menurut sebuah hadis riwayat daripada Qatadah katanya, Rasulullah bersabda: Barang siapa membaca ayat al-Kursi ketika dalam kesempitan, nescaya Allah berkenan memberi pertolongan kepadanya.

Dalam sebuah hadis lain, baginda bersabda: Barang siapa membaca ayat al-Kursi dan akhir surah al-Baqarah ketika kesusahan nescaya Allah menolongnya.

Terdapat banyak hadis menerangkan tentang kelebihan ayat ini dalam tujuan mengelakkan diri, keluarga, rumah tangga, harta benda daripada gangguan iblis dan syaitan juga daripada gangguan manusia, terutamanya pencuri. antara hadis yang menyebutkan hal yang demikian ialah, hadis daripada Abu Hurairah. Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda: Dalam surah al-Baqarah ada satu ayat, penghulu ayat-ayat al-Quran, tidak dibaca dalam sebuah rumah yang ada di dalamnya syaitan, kecuali ia keluar darinya iaitu ayat al-Kursi.

Atas pemahaman tentang fadilat ayat al-Kursi inilah maka ada golongan tertentu, terdiri daripada mereka yang mengamalkan amalan kebatinan, mengamalkan apa yang difahami sebagai ``khadam ayat Kursi'' dalam amalan kebatinannya.

Setelah membaca ayat al-Kursi dalam kekerapan dan tempoh tertentu dengan syarat-syarat lain, dia akan didatangi oleh makhluk yang dipercayai sebagai ``khadam ayat al-Kursi''. Ia datang dengan jubah hijau, menghulurkan tangan, bertanyakan apa yang dihajati oleh pengamal. Dipesan oleh guru yang mengajari amalan tersebut agar makhluk itu taat menurut perintahnya.

Menurut responden lagi, khadam ayat akan menjaga diri pengamal, keluarga dan harta bendanya, juga boleh digunakan untuk tujuan mengubati penyakit. Ia juga boleh diperintahkan menjaga orang lain.

Ketika pengamal tidak ada di rumah, khadam ayat akan menjaga rumah di mana dalam keadaan tertentu ia akan menjelmakan diri menyerupai pengamal ilmu berkenaan, khadam itu dikatakan hanya digunakan untuk menangani sakit yang teruk ataupun masalah-masalah besar.

Memperoleh khadam ayat tidak ubah seperti memperoleh pisau yang tajam, yang hanya perlu digunakan untuk memotong benda-benda besar lagi berat, walaupun demikian ia juga boleh digunakan untuk tujuan jahat, kerana khadam ayat begitu taat menurut kata pengamalnya.

Kerana itu maka orang yang mengamalkan kaedah ini mesti terdiri daripada mereka yang ikhlas lagi berilmu, ditakuti ilmu yang dimiliki itu disalahgunakan, yang akhirnya akan merosakkan diri sendiri dan orang lain.

Seorang responden lain, yang melibatkan diri dengan rawatan tradisional lebih daripada 25 tahun, menyatakan khadam ayat kadang-kadang datang kepadanya dalam keadaan berkain pelekat dan berbaju selengkapnya. Selain memberitahu perkara-perkara ghaib kepadanya, ia kadang-kadang memberitahu maklumat-maklumat tertentu melalui anaknya, yang berumur 10 tahun, yang ketika itu sedang tidur.

Seorang pengamal rawatan tradisional yang tinggal di Perlis menegaskan orang yang menurun diresapi oleh jin-jin, termasuk iblis dan syaitan, tetapi khadam tidak boleh masuk meresap dalam tubuh manusia. Ketika menurun, jin-jin datang bersatu dengan roh yang disedut melalui pernafasan meresap dalam tubuh, menyebabkan seseorang itu tidak sedarkan diri.

Apabila angin iblis lebih banyak atau lebih menguasai angin badan dalam tubuh maka ia akan menyebabkan seseorang itu tidak sedarkan diri iaitu menurun. Hal yang sama berlaku ke atas mereka yang terkena rasukan.

Menurut pemahaman Melayu, khadam bererti hamba, ataupun orang suruhan yang sentiasa taat kepada tuannya. Menurut responden yang sama, khadam yang dimaksudkan di sini bukan orang suruhan, seperti yang difahami oleh umum, seumpama hubungan antara seorang tuan dengan orang suruhannya.

Khadam adalah makhluk bukan daripada golongan manusia dan bukan daripada golongan jin, sama ada jin kafir ataupun jin Islam. Khadam yang mendampinginya bukan terdiri daripada makhluk halus belaan atau sahabat, kerana ia tidak mempunyai apa-apa perjanjian antara mereka dalam keadaan apa sekalipun sama ada untuk memberi makan pada waktu-waktu tertentu atau sebagainya.

Menurut responden yang sama, khadam yang berdampingan dengannya terdiri daripada makhluk yang diutus oleh Allah yang termasuk dalam golongan makhluk ghaib. Dia adalah hamba Allah yang bertaraf wali-wali, seperti wali sepuluh yang terpilih daripada segala wali, yang dikenali sebagai rijalul ghaib, yang juga dikenali sebagai khadam roh.

Khadam bukan jin Islam, terdiri daripada wali Allah. Makhluk yang tidak berdosa yang asalnya adalah manusia yang ghaib begitu sahaja apabila mati dan tidak mempunyai kubur. Responden mendakwa gurunya dari Kelantan, ghaib setelah dikebumikan. Khadam adalah hak Allah yang tidak boleh dikaji.

Dijelaskan juga bahawa makhluk yang dinamakan khadam itu telah wujud sejak zaman Rasulullah, begitu juga lelaki yang tersebut dalam surah al-Kahf, termasuk anjing Qitmir yang termasuk dalam golongan rijalul ghaib.

Amalan yang dilakukan olehnya untuk berdampingan dengan khadam ialah dengan mengadakan kenduri terlebih dahulu sebelum mengamalkan ayat-ayat tertentu, yang dibaca selepas setiap kali sembahyang fardu selama 40 hari. Doa-doa tersebut dikenali sebagai kepala doa akasyah, doa akasyah, pelapik doa akasyah dan doa rijalul ghaib.

Tidak lama setelah mengamalkan ayat-ayat di atas, dia bermimpi melihat bulan pada malam berikutnya, dia bermimpi didatangi oleh seorang lelaki berjubah. Mimpi ini diikuti oleh mimpi-mimpi lain yang tidak pernah dialami sebelumnya. Bermula dari hari itu dia sering didampingi oleh khadam yang boleh dipanggil untuk tujuan rawatan dan lain-lainnya.

Ketika melakukan rawatan, ataupun ketika berhadapan dengan seseorang yang datang memerlukan pertolongannya, responden berkenaan akan memanggil khadam yang mendampinginya tadi. Perkataan tok syeikh digunakan untuk merujuk kepadanya.

Untuk tujuan rawatan, mula-mula responden akan bertanyakan nama pesakit ataupun orang yang memerlukan pertolongan. Kemudian dia memanggil tok syeikh untuk meminta pertolongan.

Khadam berkenaan dikatakan dapat mengetahui sama ada sakit yang dialami oleh seseorang itu akibat saka, santau, gangguan makhluk halus tidak bertuan ataupun sakit kecacatan fizikal yang berpunca daripada kemalangan, keracunan makanan dan sebagainya.

Demikianlah beberapa keterangan mengenai khadam ayat seperti yang saudara tanyakan. Sebenarnya banyak lagi keterangan yang berlainan berkaitan dengan apa yang difahami sebagai khadam ayat dalam kehidupan orang Melayu.

Allah menjadikan tiga jenis makhluk utama, iaitu malaikat, jin dan manusia. Tidak tersebut daripada mana-mana sumber tentang adanya makhluk selain daripada tiga jenis makhluk ini. Ketika ditanya tentang makhluk berjubah hijau yang datang menghulurkan tangan, responden memberitahu bahawa hal tersebut berlaku ketika dalam keadaan sedar, bukan ketika dia nyenyak tidur atau dalam keadaan separuh sedar.

Responden yang sama menyatakan bahawa khadam ayat boleh disuruh menjaga diri, keluarga, harta benda dan lain-lain tujuan. Apa yang kurang digemari oleh responden, pada mulanya ialah makhluk ini terlalu kerap menjelmakan diri menyerupai dirinya menyebabkan isterinya takut. Hal demikian sama berlaku seperti yang diakui oleh responden yang membela jin, yang dinamakan sebagai hantu raya.

Tidak adanya perjanjian antara orang yang mempunyai khadam ayat dengan makhluk yang menjelma itu bukan merupakan hujah kuat membuktikan makhluk ini sebenarnya khadam ayat, bukan jin.

Responden kedua yang bersahabat dengan rijalul ghaib mendakwa bahawa dia juga tidak ada membuat perjanjian. Apa yang dilakukan ialah membaca Al-Fatihah sebanyak tiga kali yang disedekahkan kepada rijalul ghaib sebelum dia memanggilnya datang. Makhluk ini amat suka disedekahkan dengan Al-Fatihah.

Tidak kira apa alasan yang diberi sama ada kerana makhluk itu memang taat, seperti yang diminta oleh orang yang terlibat pada mula ia menjelmakan diri atau lain-lain alasan, sifat taat untuk melakukan kejahatan tetap tidak boleh dijadikan hujah membuktikan bahawa makhluk tersebut adalah khadam ayat, bukan jin yang terdiri daripada iblis atau syaitan.

Umar Sulaiman (1985:59-60) menyatakan bahawa syaitan tidak semestinya datang menipu manusia menyuruh manusia meninggalkan perkara-perkara yang baik dan menyuruh melakukan perbuatan jahat. Sekiranya ia berbuat demikian manusia akan menyedari bahawa perbuatan tersebut adalah daripada syaitan.

Sebaliknya, makhluk itu akan melakukan pelbagai helah untuk mengelirukan, mengelakkan dirinya daripada diketahui siapakah dirinya yang sebenar menyebabkan manusia beranggapan bahawa syaitan itu adalah wali Allah lalu menganggap perbuatan yang salah itu baik.

Menurut Umar Sulaiman (1985:87) lagi, pengulas at-Tahawiyah menyebutkan tentang adanya golongan syaitan yang dipanggil oleh manusia sebagai rijalul ghaib. Ada orang yang pernah bercakap dengannya dan menghasilkan sesuatu yang luar biasa, sehingga mereka menyangka bahawa makhluk tersebut adalah wali-wali Allah.

Mereka pada hakikatnya adalah teman-teman kaum musyrikin daripada golongan jin. Mereka dinamakan ``rijal'' seperti yang tersebut dalam firman Allah (al-Jinn: 6): Dan bahawasanya ada beberapa orang lelaki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa orang lelaki (rijal) di antara jin, maka jin-jin itu menambah lagi mereka dosa dan kesalahan.

KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA DAN PAHALANYA

oleh Ahmad Fauzan Ibnu Zaend pada 31 Juli 2010 pukul 2:00

Di Antara Fadhilah (Keutamaan) Berbakti Kepada Kedua Orang Tua.

Pertama
Bahwa berbakti kpd kedua orang tua ialah amal yg paling utama. Dengan dasar diantara yaitu hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yg disepakati oleh Bukhari dan Muslim, dari sahabat Abu Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu.

“Arti : Dari Abdullah bin Mas’ud katanya, “Aku berta kpd Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang amal-amal yg paling utama dan dicintai Allah ? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, Pertama shalat pada waktu (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya), kedua berbakti kpd kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Allah” [Hadits Riwayat Bukhari I/134, Muslim No.85, Fathul Baari 2/9]

Dengan demikian jika ingin kebajikan hrs didahulukan amal-amal yg paling utama di antara ialah birrul walidain (berbakti kpd kedua orang tua).

Kedua
Bahwa ridla Allah tergantung kpd keridlaan orang tua. Dalam hadits yg diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, Ibnu HIbban, Hakim dan Imam Tirmidzi dari sahabat Abdillah bin Amr dikatakan.

“Arti : Dari Abdillah bin Amr bin Ash Radhiyallahu ‘anhuma dikatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ridla Allah tergantung kpd keridlaan orang tua dan murka Allah tergantung kpd kemurkaan orang tua” [Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad (2), Ibnu Hibban (2026-Mawarid-), Tirmidzi (1900), Hakim (4/151-152)]

Ketiga
Bahwa berbakti kpd kedua orang tua dpt menghilangkan kesulitan yg sedang dialami yaitu dgn cara bertawasul dgn amal shahih tersebut. Dengan dasar hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Ibnu Umar.
“Arti : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada suatu hari tiga orang berjalan, lalu kehujanan. Mereka berteduh pada sebuah gua di kaki sebuah gunung. Ketika mereka ada di dalamnya, tiba-tiba sebuah batu besar runtuh dan menutupi pintu gua. Sebagian mereka berkata pada yg lain, ‘Ingatlah amal terbaik yg pernah kamu lakukan’. Kemudian mereka memohon kpd Allah dan bertawassul melalui amal tersebut, dgn harapan agar Allah menghilangkan kesulitan tersebut. Salah satu diantara mereka berkata, “Ya Allah, sesungguh aku mempunyai kedua orang tua yg sudah lanjut usia sedangkan aku mempunyai istri dan anak-anak yg masih kecil. Aku mengembala kambing, ketika pulang ke rumah aku selalu memerah susu dan memberikan kpd kedua orang tuaku sebelum orang lain. Suatu hari aku hrs berjalan jauh untuk mencari kayu bakar dan mencari nafkah sehingga pulang telah larut malam dan aku dpti kedua orang tuaku sudah tertidur, lalu aku tetap memerah susu sebagaimana sebelumnya. Susu tersebut tetap aku pegang lalu aku mendatangi kedua namun kedua masih tertidur pulas. Anak-anakku merengek-rengek menangis untuk meminta susu ini dan aku tdk memberikannya. Aku tdk akan memberikan kpd siapa pun sebelum susu yg aku perah ini kuberikan kpd kedua orang tuaku. Kemudian aku tunggu sampai kedua bangun. Pagi hari ketika orang tuaku bangun, aku berikan susu ini kpd keduanya. Setelah kedua minum lalu kuberikan kpd anak-anaku. Ya Allah, seandai peruntukan ini ialah peruntukan yg baik krn Engkau ya Allah, bukakanlah. “Maka batu yg menutupi pintu gua itupun bergeser” [Hadits Riwayat Bukhari (Fathul Baari 4/449 No. 2272), Muslim (2473) (100) Bab Qishshah Ashabil Ghaar Ats Tsalatsah Wat-Tawasul bi Shalihil A’mal]

Ini menunjukkan bahwa peruntukan berbakti kpd kedua orang tua yg pernah kita lakukan, dpt digunakan untuk bertawassul kpd Allah ketika kita mengalami kesulitan, Insya Allah kesulitan tersebut akan hilang. Berbagai kesulitan yg dialami seseorang saat ini diantara krn peruntukan durhaka kpd kedua orang tuanya.

Kalau kita mengetahui, bagaimana berat orang tua kita telah bersusah payah untuk kita, maka peruntukan ‘Si Anak’ yg ‘bergadang’ untuk memerah susu tersebut belum sebanding dgn jasa orang tua ketika mengurus sewaktu kecil.

‘Si Anak’ melakukan pekerjaan tersebut tiap hari dgn tdk ada perasaan bosan dan lelah atau yg lainnya. Bahkan ketika kedua orang tua sudah tidur, dia rela menunggu kedua bangun di pagi hari meskipun anak menangis. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan kedua orang tua hrs didahulukan daripada kebutuhan anak kita sendiri dalam rangka berbakti kpd kedua orang tua. Bahkan dalam riwayat yg lain disebutkan berbakti kpd orang tua hrs didahulukan dari pada beruntuk baik kpd istri sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma ketika diperintahkan oleh bapak (Umar bin Khaththab) untuk menceraikan istrinya, ia berta kpd Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ceraikan istrimuu” [Hadits Riwayat Abu Dawud No. 5138, Tirimidzi No. 1189 beliau berkata, “Hadits Hasan Shahih”]

Dalam riwayat Abdullah bin Mas’ud yg disampaikan sebelum disebutkan bahwa berbakti kpd kedua orang tua hrs didahulukan daripada jihad di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Begitu besar jasa kedua orang tua kita, sehingga apapun yg kita lakukan untuk berbakti kpd kedua orang tua tdk akan dpt membalas jasa keduanya. Di dalam hadits yg diriwayatkan oleh Imam Bukhari disebutkan bahwa ketika sahabat Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma melihat seorang menggendong ibu untuk tawaf di Ka’bah dan ke mana saja ‘Si Ibu’ menginginkan, orang tersebut berta kpd, “Wahai Abdullah bin Umar, dgn peruntukanku ini apakah aku sudah membalas jasa ibuku.?” Jawab Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhuma, “Belum, setetespun engkau belum dpt membalas kebaikan kedua orang tuamu” [Shahih Al Adabul Mufrad No.9]

Orang tua kita telah megurusi kita mulai dari kandungan dgn beban yg dirasakan sangat berat dan susah payah. Demikian juga ketika melahirkan, ibu kita mempertaruhkan jiwa antara hidup dan mati. Ketika kita lahir, ibu lah yg menyusui kita kemudian membersihkan kotoran kita. Semua dilakukan oleh ibu kita, bukan oleh orang lain. Ibu kita selalu menemani ketika kita terjaga dan menangis baik di pagi, siang atau malam hari. Apabila kita sakit tdk ada yg bisa menangis kecuali ibu kita. Sementara bapak kita juga berusaha agar kita segera sembuh dgn membawa ke dokter atau yg lain. Sehingga kalau ditawarkan antara hidup dan mati, ibu kita akan memilih mati agar kita tetap hidup. Itulah jasa seorang ibu terhadap anaknya.

Keempat
Dengan berbakti kpd kedua orang tua akan diluaskan rizki dan dipanjangkan umur. Sebagaimana dalam hadits yg disepakati oleh Bukhari dan Muslim, dari sahabat Anas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Arti : Barangsiapa yg suka diluaskan rizki dan dipanjangkan umur maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi” [Hadits Riwayat Bukhari 7/72, Muslim 2557, Abu Dawud 1693]

Dalam ayat-ayat Al-Qur’an atau hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dianjurkan untuk menyambung tali silaturahmi. Dalam silaturahmi, yg hrs didahulukan silaturahmi kpd kedua orang tua sebelum kpd yg lain. Banyak diantara saudara-saudara kita yg sering ziarah kpd teman-teman tetapi kpd orang tua sendiri jarang bahkan tdk pernah. Padahal ketika masih kecil dia selalu bersama ibu dan bapaknya. Tapi setelah dewasa, seakan-akan dia tdk pernah berkumpul bahkan tdk kenal dgn kedua orang tuanya. Sesulit apapun hrs tetap diusahakan untuk bersilaturahmi kpd kedua orang tua. Karena dgn dekat kpd kedua insya Allah akan dimudahkan rizki dan dipanjangkan umur. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Nawawi bahwa dgn silaturahmi akan diakhirkan ajal dan umur seseorang.[1] walaupun masih terdpt perbedaan dikalangan para ulama tentang masalah ini, namun pendpt yg lebih kuat berdasarkan nash dan zhahir hadits ini bahwa umur memang benar-benar akan dipanjangkan.

Kelima
Manfaat dari berbakti kpd kedua orang tua yaitu akan dimasukkan ke jannah (surga) oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di dalam hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan bahwa anak yg durhaka tdk akan masuk surga. Maka kebalikan dari hadits tersebut yaitu anak yg beruntuk baik kpd kedua orang tua akan dimasukkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ke jannah (surga).

Dosa-dosa yg Allah Subhanahu wa Ta’ala segerakan adzab di dunia diantara ialah beruntuk zhalim dan durhaka kpd kedua orang tua. Dengan demikian jika seorang anak beruntuk baik kpd kedua orang tuanya, Allah Subahanahu wa Ta’ala akan menghindarkan dari berbagai malapetaka, dgn izin Allah.

Sabar Menghadapi Cobaan


oleh Ahmad Fauzan Ibnu Zaend pada 28 November 2010 pukul 0:48

Pernahkah kita merasa bahwa Tuhan sedang menguji kita?
Kita cenderung mengatakan kalau kita ditimpa kesusahan maka kita sedang mendapat cobaan dan ujian dari Tuhan. Jarang sekali kalau kita dapat rahmat melimpah dan kebahagiaan kita teringat bahwa itu pun merupakan ujian dan cobaan dari Tuhan.

Ada di antara kita yang tak sanggup menghadapi ujian itu dan boleh jadi ada pula di antara kita yang tegar menghadapinya.
Bukankah Tuhan tidak pernah memberikan beban yang melampui kemampuan manusia? Jadi jika kita menghadapi suatu masalah hadapilah masalah tersebut dengan penuh kepasrahan kepada-NYA. Hanya karena Dia-lah segala sesuatu ada dan tidak ada.

Setiap derap kehidupan kita merupakan cobaan dari Tuhan. Kita tak mampu menghindar dari ujian dan cobaan tersebut, yang bisa kita pinta adalah agar cobaan tersebut sanggup kita jalani. Cobaan yang datang ke dalam hidup kita bisa berupa rasa takut, rasa lapar, kurang harta dan lainnya.

Bukankah karena alasan takut lapar saudara kita bersedia mulai dari membunuh hanya karena persoalan uang seratus rupiah sampai dengan berani memalsu kuitansi atau menerima komisi tak sah jutaan rupiah?
Bukankah karena rasa takut akan kehilangan jabatan membuat sebagian saudara kita pergi ke “orang pintar” agar bertahan pada posisinya atau supaya malah meningkat ke “kursi” yang lebih empuk?
Bukankah karena takut kehabisan harta kita jadi enggan berbagi rejeki kepada sesama?
Bersabarlah. Karena orang sabar akan selalu mendapat rahmat dan karunia Tuhan.

Memang tidak mudah menjadi orang sabar, biasanya kita akan cepat-cepat berdalih, “Yah.. Sabar kan ada batasnya.” Atau lidah kita berseru, “Sabar sih sabar.. Saya sih kuat tidak makan enak, tapi anak dan isteri saya?” Memang, manusia selalu dipenuhi dengan pembenaran-pembenaran yang ia ciptakan sendiri.
Karena kita semua adalah adalah milik Tuhan dan kepadaNya-lah kita akan kembali.

Setiap musibah, cobaan dan ujian itu tidaklah berarti apa-apa, kita berasal dari-Nya, dan baik suka maupun duka, diuji atau tidak, kita pasti akan kembali kepada-Nya. Ujian apapun itu datangnya dari Tuhan, dan hasil ujian itu akan kembali kepada Tuhan.

Apakah kita rela bila mobil yang kita beli dengan susah payah hasil keringat sendiri tiba-tiba hilang?
Apakah kita rela bila proyek yang sudah di depan mata, tiba-tiba tidak jadi diberikan kepada kita, dan diberikan kepada saingan kita?
Apakah kita menjadi iri dan dengki kita bila melihat tetangga kita sudah membeli TV baru, mobil baru atau malah rumah baru?
Bisakah kita mengucap pelan-pelan dengan penuh kesadaran, bahwa semuanya dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan?
Kita ini tercipta dari tanah dan akan kembali menjadi tanah. Bila kita mampu mengingat dan mengerti arti kalimat tersebut, di tengah ujian dan cobaan yang menerpa kehidupan kita, maka Tuhan akan memberikan “hadiah” yang setimpal di hari penghakiman nanti.

Sudah siapkah kita menerima “hadiah” yang akan di berikan oleh Tuhan di hari penghakiman nanti?

Lidah Adalah Amanah

oleh Ahmad Fauzan Ibnu Zaend pada 4 Desember 2011 pukul 18:08
 Kualitas diri seseorang bisa diukur dari kemampuannya menjaga lidah. Orang-orang beriman tentu
akan berhati-hati dalam menggunakan lidahnya. "Wahai orang-orang beriman takutlah kalian pada
Allah dan berkatalah dengan kata-kata yang benar." (QS Al-Ahzab:70). Sementara itu, Rasulullah
saw bersabda, "Siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia berkata baik
atau diam". (HR Bukhari-Muslim).

Rasulullah adalah figur teladan yang sangat menjaga kata-katanya. Beliau berbicara, beruap,
berdialog, juga berkhutbah di hadapan jamaah dengan akhlak. Demikian tinggi akhlak beliau hingga
disebutkan bahwa kualitas akhlak beliau adalah Al-Quran.
Mulut manusia itu seperti moncong teko. Moncong teko hanya mengeluarkan isi teko. Kalau ingin
tahu isi teko, cukup lihat dari apa yang keluar dari moncong itu. Begitu pun jika kita ingin
mengetahui kualitas diri seseorang, lihat saja dari apa yang sering dikeluarkan oleh mulutnya.

Nabi Muhammad saw termasuk orang yang sangat jarang berbicara. Namun, sekalinya berbicara, isi
pembicaraannya bisa dipastikan kebenarannya. Bobot ucapan Rasulullah sangat tinggi, seolah tiap
kata yang terucap adalah butir-butir mutiara yang cemerlang. Indah, berharga, bermutu, dan
monumental. Ucapan Rasulullah saw menembus hati, menggugah kesadaran, menghujam dalam jiwa, dan
mengubah perilaku orang (atas izin Allah). Bukan saja karena lisan Rasulullah dibimbing Allah
dan posisinya sebagai penyampai wahyu, di mana ucapan-ucapan darinya menjadi dasar hukum. Lebih
dari itu, Rasulullah sejak kecil sudah dikenal sebagai Al-Amin, tidak pernah berkata dusta walau
sekali saja. Investasi moral ini tentu sangat mempengaruhi kualitas ucapannya.

Dalam sebuah kitab ada keterangan menarik. Disebutkan ada empat jenis manusia diukur dari
kualitas pembicaraannya.

Pertama, orang yang berkualitas tinggi. Kalau dia berbicara, isinya sarat dengan hikmah, ide,
gagasan, solusi, ilmu, dzikir, dan sebagainya. Orang seperti ini pembicaraannya bermanfaat bagi
dirinya sendiri, juga bagi orang lain yang mendengarkan. Jika dia diajak berbicara sekalipun
ngobrol, ujungnya adalah manfaat.

Ketika disodorkan padanya keluhan tentang krisis, dengan tangkas dia menjawab, "Krisis adalah
peluang bagi kita untuk mengevaluasi kekurangan yang ada. Dengan krisis, siapa tahu kita akan
lebih kreatif? Kita bisa mencari celah-celah peluang inovasi. Pokoknya jangan putus asa,
semangat terus!" Siapa saja yang biasa berbicara tentang solusi, gagasan, hikmah, dan hal-hal
serupa itu, insya Allah dia adalah manusia yang berkualitas.

Kedua, orang yang biasa-biasa saja. Ciri orang seperti ini adalah selalu sibuk menceritakan
peristiwa. Melihat ada kereta api terguling, dia berkomentar ribut sekali. Seolah dirinya yang
kelindes kereta. Ketika bertemu seorang artis, terus dicerita-ceritakan tiada henti. Pokoknya
ada apa saja dikomentari. Dia seperti juru bicara yang wajib berkomentar kapan pun ada
peristiwa. Tidak peduli peristiwa layak dia komentari atau tidak.

Ini tipe manusia tukang cerita peristiwa. Prinsip yang dia pegang: "Pokoknya bunyi!" Tidak ada
masalah dengan peristiwa. Jika melalui itu semua kita bisa memungut hikmah yang sebaik-baiknya,
insya Allah peristiwa bermanfaat. Namun, jika dari peristiwa-peristiwa itu tidak ada yang dituju
kecuali menunggu sampai mulut lelah sendiri, ini tentu kesia-siaan.

Ketiga, orang rendahan. Cirinya kalau berbicara isinya hanya mengeluh, mencela, atau menghina.
Apa saja bisa jadi bahan keluhan. "Aduuuh ini pinggang, kenapa jadi sakit begini. Hari ini
kayak-nya banyak masalah, nih!" Ketika kepadanya disodorkan makanan, jurus keluhannya segera
berhamburan. "Makanan kok dingin begini? Coba kalau ada sambel, tentu lebih nikmat. Aduuuh,
kerupuk ini, kenapa kecil-kecil begini?" Terus saja makanan dikeluhkan, walau kenyataannya semua
akhirnya habis juga.

Mengeluh dan mencela, itu hari-hari orang rendahan. Seolah tiada hari berlalu tanpa
keluh-kesah. Ketika turun hujan, hujan segera dicaci. "Ohh, hujan melulu, di mana-mana becek.
Jemuran nggak kering-kering." Ketika di jalanan macet, mengeluh. Ketika ada lampu merah,
mengeluh. Ketika ada polisi, mengeluh. Ketika ada orang meminta-minta, mengeluh. Dan seterusnya.
Seolah tiada hari berlalu tanpa keluh-kesah. Alangkah menderita hidup orang yang dipenjara oleh
keluh-kesah. Dia tidak bisa membedakan mana nikmat dan mana musibah. Seluruh lembar hidupnya
dimaknai sebagai kesusahan, sehingga layak dikeluhkan.

Keempat, orang yang dangkal. Adalah mereka yang semua pembicaraannya tidak keluar dari
menyebut-nyebut kehebatan dirinya, jasa-jasanya, kebaikan-kebaikannya. Padahal hidup ini adalah
pengabdian untuk Allah. Mengapa harus kita membanggakan apa yang Allah titipkan pada kita?

Ada orang pakai cincin segera berkomentar, "Oh, itu sih mirip cincin saya." Ada orang beli
mobil baru, "Nah, ini seperti yang di garasi saya itu." Ada kucing berbulu tebal melompat,
"Kucing ini gondrong. Oh yaa, kucing gondrong itu mirip singa. Hai, tau nggak? Saya sudah pernah
ke Singapura, lho. Hebat sekali kota Singapura. Hanya orang yang hebat saja bisa pergi ke sana."
Orang-orang dangkal ini akan terus berbicara tiada henti. Tak lupa dia selalu menyelipkan
kata-kata kesombongan dan membanggakan diri.

Orang-orang dangkal tiada bosan mengekspose diri, menyebut jasa, kebaikan, dan prestasinya. Dia
selalu ingin tampak menonjol dan mendominasi. Jika ada orang lain yang secara wajar tampak lebih
baik, hatinya teriris-iris, tidak rela, dan sangat berharap orang itu akan segera celaka. Inilah
ilmu gelas kosong. Gelas kosong, maunya diisi terus. Orang yang kosong dari harga diri, inginnya
minta dihargai terus.
Kita harus berhati-hati dalam berbicara. Harus kita sadari bahwa berbicara itu dibatasi oleh
etika-etika. Hendaklah kita ada di atas rel yang benar. Jangan sampai kita jatuh dalam apa-apa
yang Allah larang.

Dalam berbicara kita jangan bergunjing (ghibah). Bergunjing adalah perbuatan yang ringan,
bahkan bagi sebagian orang mungkin dianggap mengasyikkan. Namun, jika dilakukan dengan sengaja,
apalagi dengan kesadaran penuh dan tekad menggebu, bergunjing bisa menjadi dosa besar.

"Dan janganlah kalian ber-ghibah (bergunjing) sebagian kalian terhadap sebagian yang lain.
Apakah suka salah-seorang dari kalian makan daging bangkai saudaranya? Maka, kalian tentu akan
sangat jijik kepadanya. Dan takutlah kalian kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima
taubat." (QS Al-Hujurat:12).

Kita tidak bisa memaksa orang lain berbuat sesuai keinginan kita. Tapi kita bisa memaksa diri
kita untuk melakukan yang terbaik menyikapi sikap orang lain. Banyak bicara tidak selalu buruk,
yang buruk adalah banyak berbicara kebatilan. Boleh-boleh saja kita produktif berbicara, tapi
harus proporsional. Jika kita berbicara hal yang benar dan memang harus banyak, tentu kita
lakukan hal itu. Pembicaraan seringkali bergeser dari rel kebaikan ketika kita tidak
proporsional.
Semua orang harus menjaga lidahnya. Tidak peduli apakah itu orang-orang yang dianggap ahli
agama. Orang-orang yang pandai membaca Al-Quran atau hadis, tidak otomatis pembicaraannya telah
terjaga. Di sini tetap dibutuhkan proses belajar, berlatih, dan terus berjuang agar mutu
kata-kata kita semakin meningkat.

Alangkah ironi jika orang-orang yang ahli agama, namun tidak menjaga lisan. Dia banyak
menasihati umat dengan perilaku-perilaku yang baik, tapi saat yang sama dia tidak melakukan hal
itu. Jika orang-orang preman berkata kasar, jorok, dan tak mengenai tata krama, orang masih
maklum. Namun, jika orang-orang alim yang melakukannya, tentu ini adalah bencana serius.

Satu langkah konkret untuk memulai upaya menjaga lisan adalah dengan mulai mengurangi jumlah
kata-kata. Makin sedikit bicara, makin tipis peluang kesalahan. Sebaliknya makin banyak bicara,
peluang tergelincir lidah semakin lebar. Jika lidah kita telah meluncur tanpa kendali,
kehormatan kita seketika akan runtuh. Berbahagialah bagi siapa yang bisa berkata dengan akhlak
tinggi. Selalu berkata baik. Jika tidak, cukup diam saja!

Saudaraku, sadarilah bahwa lidah ini adalah amanah. Tiap-tiap kata yang terucap darinya kelak
akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Jadikan ucapan-ucapan kita adalah modal untuk
mengundang keridhaan Allah. Jangan jadikan kata-kata itu sebagai sebab datangnya murka dan
kebencian-Nya.

Semoga Allah SWT membimbing lisan kita untuk berucap mengikuti keteladanan Rasulullah saw.
Ucapan itu keluar dari lisan bagai untaian mutiara yang sarat dengan kebenaran, berharga,
bermutu, dan membawa maslahat bagi siapa pun yang mendengarkannya. Amin. Wallahu a'lam bish
shawab.

04/06/12

Wow!! TARIF SMS dan TELEPON MAHAL 2012


Tidak sengaja saya mendapatkan SMS RESMI dari Penyedia layanan seluler yang menginformasikan bahwa “Sesuai dengan peraturan pemerintah tentang pemberlakuan tarif operator seluler (BRTI) mulai pada 1 juni 2012 xxxxx melakukan perubahan tarif sms interkoneksi  ke nomor tujuan... terimakasih masih menggunakan operator xxxxx” ujar SMS Broadcast Live Connection, serentak saya merasa kaget dengan keadaan seperti itu.
                Mengapa saya kaget dengan hal seperti itu?
                Ya,,, saya merasa heran dengan keadaan bahkan kemelorotan layanan seluler tahun sekarang, padahal pada tahun yang belum merambahnya perangkat telepon seluler yang namanya tarif SMS dan Telepon sangat MURAH bahkan beberapa operator menyediakan layanan dengan sistem running it balance credits (akumulasi hutang dengan sistem cash charge) pada tahun 2003 “maklum bahasa inggerisnya masih serong kanan-kiri, maklum jua karena saya anak jalanan”.
Yang sangat mengherankan lagi pada tarif SMS di masa kini, padahal dahulu yang saya nikmati Rp 5,- s/d Rp 80,- tepatnya tahun 2003an... lah kok sekarang semakin mahal??? Merambah sampai Rp 100,- bahkan sampai dengan tarif tertinggi Rp 600,- beuhhhhh... MUAHALLLLL banget  Pak/Bu/Mas/Mba/DeBrooo....
Bagaimana tidak kecewanya para konsumen yang sudah bertahun lamanya mempercayakan Penyedia Layanan Seluler dengan Nomor yang telah dirawatnya bahkan sampai belasan tahun????? Sebaik-baik  peraturan keperintahan sebenarnya kan meringankan beban Rakyatnya dan sebaik-baik peraturan Tarif juga kan meringankan beban para pelanggan yang terhormat...
Terus kapankah kita akan merasakan dan menikmati keindahan Indonesia sebagai KOTA CYBER penuh dengan Layanan berbasis Unlimited Connection (Koneksi Tanpa Batas) dan kami para anak jalanan yang belum bisa merasakan Bangku Kuliah basis E-Learning yang katanya sudah berjalan??? [katanya sih... masih menjadi sistem komersil]... SPONTAN EDAN!!!
Kalau misal para pelanggan Terhormat malah mengandalkan Handy Talky (komunikasi frekuensi radio) bagaimana nanti nasib penyedia layanan seluler??? Masihkah kita menjadi bangsa yang ketinggalan teknologi??? “mohon di pertimbangkan kembali...” pikiran inspirasi dan opini saya untu indonesia.

Berbagi Inspirasi dan Opini tiada memandang Status maupun Pangkat












Dr. Windowsbie7 – Master BIO.MHS
Inspirator dan Motivator di Enter_Comp Repair n Shop

01/06/12

Cara Mengetahui Kebohongan


Klik aja - Ingin menilai apakah seseorang berkata jujur atau tidak? Anda bisa melakukannya dalam hitungan detik. Menurut studi terbaru dari University of California, Berkeley, hanya dibutuhkan waktu 20 detik untuk menilai apakah lawan bicara atau orang asing di hadapan Anda dapat dipercaya atau gombal belaka.

Peneliti merekrut 24 pasangan dan meminta setiap orang untuk berbicara tentang saat-saat di mana mereka menderita. Sementara itu, kamera merekam reaksi lawan pembicara. Sebuah kelompok terpisah lalu mengamati rekaman video itu, dan mereka mampu mengidentifikasi reaksi palsu si lawan bicara dalam waktu 20 detik saja.

Setelah peneliti mengambil sampel DNA dari peserta riset itu, ternyata 60 persen peserta yang paling tidak dipercaya memiliki reseptor gen, GG genotipe, yang dapat mengontrol rasa peduli dan empati. Reseptor membantu mengatur tingkat oksitosin dalam tubuh, yang dikaitkan dengan perasaan kepercayaan, empati, dan kemurahan hati.

Reseptor ini mengatur level oxytocin di tubuh, yang menurut berbagai studi sebelumnya berhubungan dengan rasa percaya, empati, dan kemurahan hati. Demikian dijelaskan Alexsandr Kogan, Ph.D., peneliti post-doktoral di Universitas Toronto yang menjadi penulis utama dari hasil studi ini.

Di antara mereka yang dinilai paling dipercayai ketulusan responnya, 90 persen memiliki gen itu. Tapi, ditegaskan para peneliti, karena gen ini hanya berhubungan dengan persepsi ketulusan, ini tidak berarti bahwa Anda menjadi orang tidak simpatik jika tidak memilikinya. Para pengamat dapat memilah ketulusan dengan ketidakjujuran karena, kata Kogan, “ada perilaku tertentu yang didapati merupakan sinyal rasa percaya dan dukungan.”

Berikut 4 tanda perilaku itu:


1. Perilaku tidak konsisten

“Jika biasanya seseorang sangat diam, dan tiba-tiba mereka menjadi sangat dinamis atau sebaliknya, ini menunjukkan pertanda ada yang disembunyikan,” kata Marc Salem, Ph.D., seorang ahli psikologi perilaku.
Hal yang sama berlaku jika seseorang yang biasanya berbicara lancar dan cepat, tiba-tiba bicaranya jadi terpotong-potong atau terdengar berhati-hati. “Pergeseran merupakan tanda adanya kebohongan atau penipuan.”


2. Tatapan mata

“Ketika orang berpikir atau merenung, wajar bila mereka memutus kontak mata dan melihat sekeliling,” jelas Salem. Namun, jika pandangan seseorang terlalu konstan, baik saat mendengarkan atau saat mencoba mendapat kepercayaan, itu tanda ketidakjujuran.

3. Isyarat tubuh

Batuk, sering membersihkan tenggorokan, atau isyarat lain dengan menutup mulut dapat menunjukkan bahwa seseorang sedang mencoba untuk menyembunyikan sesuatu. Salem mengatakan, hal yang sama terjadi dengan bahu yang turun, atau pose membungkuk. “Itu tanda Anda harus berhati-hati, karena seseorang tidak membuka diri sepenuhnya.”


4. Tersenyum cepat

Sebuah senyum memberi perubahan instan pada wajah seseorang, kata Salem. Mata yang berbinar, pipi dan alis akan terangkat seiring lengkungan di sudut bibir. Senyum ini biasanya berlangsung selama beberapa detik sebelum memudar. Salem mengingatkan, senyum palsu muncul dalam sekejap, dan menghilang dengan cepat.

Sumber

Cari Blog Ini

Halaman

Popular Posts

Advertisement

Responsive Advertisement