20/01/13

Contoh Makalah Psikologi Pendidikan Anak



Secara psikologis, masa remaja adalah usia dimana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak sudah tidak merasa lagi dibawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada pada tingkatan yang sama, sekurang-kurangnya dalam masalah hak. Integrasi dalam masyarakat (dewasa) mempunyai banyak aspek efektif, transformasi intelektual yang khas dari cara berpikir remaja ini memungkinkan untuk mencapai integrasi dalam hubungan social orang dewasa, yang kenyataanya merupakan cirri khas yang umum dari periode perkembangan ini.



BAB I
PENDAHULUAN
A.         Latar Belakang
Psikologi diakui sebagai ilmu mandiri pada akhir abad ke-19. Selama dua abad sebelumnya, berbagai model dikembangkan mengenai apa yang semestinya menjadi subjek studi psikologi dan bagaimana studi tersebut dilakukan. Secara spesifik , selama abad ke-17 dan ke-18, berbagai model psikologi saling bersaing untuk mendominasi yang lain.
Para psikolog bekerja di banyak situasi terapan yang berbeda-beda, dan memiliki berbagai macam peran, bahkan dalam lingkungan akademik psikologi kontemporer cukup sulit diidentifikasi. Penelitian dan pengajaran psikologi dilakukan di departemen psikologi, ilmu kognitif, manajemen organisasi, dan hubungan social. Psikologi tampaknya berkembang menuju diversifikasi yang lebih besar daripada menuju suatu kesatuan kohesif.
Paling tidak, sistem-sistem psikologi yang dikembangkan pada abad ke-20 memberikan deskripsi yang masuk akal tentang bagaimana psikologi mencapai keragamanya.  Fase sistem dalam perkembangan psikologi merupakan bagian penting dalam evolusi psikologi. Fase tersebut menunjukan kesulitan dalam mendefinisikan psikologi sebagai ilmu pengetahuan dan menempatkan psikologi dalam ilmu pengetahuan. Karena wujud empiris ilmu pengetahuan merupakan kesamaan utama di antara bidang-bidang kontemporer penelitian psikologi.
Kami disini akan menguraikanya dengan lebih detail lagi tentang apa yang di maksud dengan psikologi pada masa kanak-kanak dan psikologi pada masa remaja.


B.          Rumusan Masalah
1)      Masa kanak-kanak
a.            Awal masa kanak-kanak
b.           Akhir masa kanak-kanak
c.            Bahaya psikologis terpenting pada anak
2)      Masa remaja
a.       Ciri-ciri masa remaja
b.      Tugas perkembangan pada masa remaja
c.       Keadaan emosi pada masa remaja
d.      Minat remaja
e.       Perubahan moral pada masa remaja
C.         Tujuan
1.      Untuk menjelaskan psikologi pada masa kanak-kanak, yang meliputi :
a.       Awal masa kanak-kanak
b.      Akhir masa kanak-kanak
c.       Bahaya psikologis terpenting pada anak
2.      Ingin menjelaskan psikologi pada masa remaja, yang meliputi :
a.       Ciri-ciri masa remaja
b.      Tugas perkembangan pada masa remaja
c.       Keadaan emosi pada masa remaja
d.      Minat remaja
e.       Perubahan moral pada masa remaja


BAB II
PEMBAHASAN
1.      Psikologi Pada Masa Kanak-Kanak
1.A.          Awal masa kanak-kanak
Awal masa kanak-kanak yang berlangsung dari dua sampai enam tahun, oleh orang tua disebut sebagai usia yang problematic, menyulitkan atau masa bermain, oleh para pendidik dinamakan sebagai usia prasekola, dan oleh ahli psikoligi disebut dengan prakelompok, penjajah atau usia bertanya. Perkembangan fisik berjalan lambat tetapi kebiasaan fisiologis yang dasarnya diletakan pada masa bayi, menjadi cukup baik. Berbagai hubungan keluarga, orang tua anak, antar saudara dan lingkungan sangat berperan dalam dalam sosialisasi anak dan perkembangan konsep diri dalam tingkat kepentingan yang berbeda.
Kebahagiaan pada awal masa kanak-kanak bergantung lebih kepada kejadian yang menimpa anak dirumah daripada kejadian diluar rumah. Awal masa kanak-kanak dianggap sebagai saat belajar untuk mencapai pelbagai ketrampilan karena anak senang mengulang, hal mana penting untuk belajar ketrampilan, anak yang pemberani dan senang mencoba hal-hal yang baru, dank arena hanya memiliki beberapa ketrampilan maka tidak mengganggu usaha penambahan ketrampilan baru. Perkembangan berbicara berlangsung cepat, seperti terlihat dalam perkembanganya pengertian dan berbagai ketrampilan berbicara, ini mempunyai dampak yang kuat terhadap jumlah bicara dan isi pembicaraan.
Perkembangan emosi mengikuti pola yang dapat diramalkan, tetapi terdapat keanekaragaman dalam pola ini karena tingkat kecerdasan, besarnya keluarga, pendidikan anak dan kondisi-kondisi lain. Bermain sangat dipengaruhi oleh ketrampilan motorik yang dicapai, tingkat popularitas yang ia senangi diantara teman sebaya, bimbingan yang diterima dalam mempelajari berbagai pola bermain dan setatus social ekonomi keluarga.
Awal masa kanak-kanak ditandai oleh moralitas dengan paksaan, suatu masa dimana anak belajar mematuhi peraturan secara otomatis melalui hukuman dan pujian, preode ini juga merupakan masa penegakan disiplin dengan cara yang berbeda, ada yang secara otoriter, lemah dan demokratis. Minat umum anak meliputi minat terhadap agama, tubuh manusia, diri sendiri, pakaian dan seks, ketidaktepatan dalam mengerti sesuatu merupakan hal yang umum pada masa awal kanak-kanak karena banyak konsep yang kekanak-kanakan dipelajari tanpa bimbingan yang cukup dank arena anak sering didorong untuk memandang kehidupan secara tidak realistis agar lebih menarik dan semarak.
1.B.           Akhir masa kanak-kanak
Akhir masa kanak-kanak yang berlangsung dari enam tahun sampai anak mencapai kematangan seksual, yaitu ekitar umur 13 th bagi anak perempuan dan 14 th bagi anak laki-laki, yang mana masa tersebut oleh orang tua disebut masa yang menyulitkan karena pada masa-masa ini anak sering bertengkar, bandel dan lain-lain, para ahli psikologi menyebutnya dengan usia penyesuaian atau usia kreatyif. Pertumbuhan fisik yang lambat pada akhir masa kanak-kanak dipengaruhi oleh kesehatan, gizi, immunisasi, seks dan inteligensi.
Keterampilan pada akhir masa kanak-kanak secara kasar dapat digolongkan kedalam empat (4) kelompok yaitu :
a.       Keterampilan menolong diri
b.      Keterampilan menolong social
c.       Keterampilan social
d.      Keterampilan bermain
Akhir masa kanak-kanak disebut “usia berkelompok” karena anak berminat dalam kegiatan-kegiatan dengan  teman-teman dan ingin menjadi bagian dari kelompok yang mengharapkan anak untuk menyesuaikan diri dengan pola-pola perilaku, nilai-nilai dan minat anggotanya sebagai anggota kelompok, anak sering menolak standart orang tua, mengembangkan sikap menentang lawan jenis, dan berprasangka kepada semua yang bukan anggota kelompok. Minat bermain anak dan jumlah waktu yang digunakan untuk bermain tergantung pada derajat dukungan social dari pada kondisi-kondisi lain.
Pada akhir masa kanak-kanak, terdapat peningkatan pesat dalam pengertian dan ketepatan konsep selama periode akhir masa kanak-kanak yang disebabkan oleh meningkatnya inteligensi dan meningkatnya kesempatan belajar. Sebagian besar anak mengembangkan kode moral yang dipengaruhi oleh standart moral kelompoknya dan hati nurani yang membimbing perilaku sebagai pengganti pengawasan dari luar yang diperlukan pada waktu anak masih kecil, sekalipun demikian pelanggaran di rumah, di sekolah dan di lingkungan tetangga masih sering terjadi.
1.C.          Bahaya psikologis terpenting pada anak
Diantara bahaya psikologis yang terpenting adalah :
a)         isi pembicaraan yang bersifat tidak social
b)        ketidak mampuan mengadakan kompleks empati
c)         gagal belajar penyesuaian social karena kurangnya bimbingan
d)        lebih menyukai teman khayalan atau hewan kesayangan
e)         terlalu menekankan pada hiburan dan kurang penekanan dalam bermain aktif
f)         disiplin yang tidak konsisten
g)        gagal dalam mengambil peran seks sesuai dengan pola yang disetujui oleh kelompok social
h)        kemerosotan dalam dalam hubungan keluarga
i)          konsep diri yang kurang baik
2.      psikologi Pada Masa Remaja
Istilah adolescence atau remaja berasal dari kata latin yang berarti tumbuh menjadi dewasa, bangsa primitive demikian pula orang-orang pada zaman purbakala memandang masa puber dan masa remaja tidak berbeda dengan periode=periode lain dalam rentang kehidupan, anak dianggap sudah dewasa apabila sudah mampu mengadakan reproduksi.
Secara psikologis, masa remaja adalah usia dimana individu berintegrasi dengan masyarakat dewasa, usia dimana anak sudah tidak merasa lagi dibawah tingkat orang-orang yang lebih tua melainkan berada pada tingkatan yang sama, sekurang-kurangnya dalam masalah hak. Integrasi dalam masyarakat (dewasa) mempunyai banyak aspek efektif, transformasi intelektual yang khas dari cara berpikir remaja ini memungkinkan untuk mencapai integrasi dalam hubungan social orang dewasa, yang kenyataanya merupakan cirri khas yang umum dari periode perkembangan ini.
2.A.          Cirri-ciri masa remaja
-  Masa remaja sebagai periode yang penting
Bagi sebagian besar anak muda, usia diantara dua belas dan enam vbelas tahun merupakan tahun kehidupan yang penuh dengan kejadian sepanjang menyangkut pertumbuhan dan perkembangan. Tak dapat disangkal, selama kehidupan ini perkembangan berlangsung semakin cepat, dan lingkungan yang baik semakin lebih menentukan, tetapi yang bersangkutan sendiri bukanlah remaja yang memperhatikan perkembangan atau kurangnya perkembangan dengan kagum, seang atau takut.
-  Masa remaja sebagai periode peralihan
Peralihan tidak berarti terputus dengan sesuatu atau berubah dari apa yang telah terjadi sebelumnya, melainkan lebih-lebih sebuah peralihan dari satu tahup perkembangan ke tahap berikutnya. Artinya apa yang telah terjadi sebelumnya akan meninggalkan bekasnya pada apa yang terjadi sekarang dan yang akan datang.
-  Masa remaja sebagai periode perubahan
Ada lima perubahan yang sama yang hamper bersifat unifersal. (1) meningginya emosi, yang intensitasnya tergantung pada tingkat perubahan fisik dan psikologis yang terjadi. (2) perubahan tubuh, bagi remaja masalah baru yang timbul tampaknya lebih banyak dan lebih sulit diselesaikan dibandingkan dengan masalah yang dihadapi sebelumnya. (3) perubahan minat. (4) perubahan perilaku. (5) ingin kebebasan dan takut bertanggung jaawab.
2.B.           Tugas perkembangan pada masa remaja
Semua tugas perkembangan pada masa remaja dipusatkan pada penanggulangan sikap dan perilaku yang kekanak-kanakan dan mengadakan persiapan untuk menghadapi masa dewasa, tugas perkembangan pada masa dewasa menunbtut perubahan besar dalam sikap dan pola perilaku anak, akibatnya, hanya sedikit anak lak-laki yang mampu dan hanya anak perempuanlah yang dapat diharapkan untuk menguasai tugas-tugas tersebut selama awal masa remaja, apa lagi mereka yang matangnya terlambat.
Sekolah dan pendidikan tinggi menekankan perkembangan keterampilan intelektual dan konsep yang penting bagi kecakapan social. Namaun, hanya sedikit remaja yang mampu menggunakan ketrampilan dan konsep ini dalam situasi praktis. Mereka yang aktif dalam pelbagai aktifitas ekstra kurikuler menguasai praktek yang demikian ini, namun mereka yang tidak aktif karena harus bekerja setelah sekolah atau karena tidak diterima oleh teman-teman, akhirnya mereka tidak memperoleh kesempatan ini.
2.C.          Keadaan emosi selama masa remaja
Secara tradisional masa remaja dianggap sebagai preode “badai dan tekanan” suatu masa dimana ketegangan emosi meninggi akibat dari perubahan fisik dan kelenjar. Oleh karena itu perlu dicari keterangan lain yang menjelaskan ketegangan emosi yang sangat khas pada masa usia ini. Penjelasan diperoleh dari kondisi social yang mengelilingi remaja masa ini, adapun meningginya emosi terutama karena berada dibawah tekanan social dan menghadapi kondisi baru.
2.D.          Beberapa minat remaja
Minat rekreasi, meliputi : Permainan dan olah raga, bersantai, bepergian, dansa, membaca, menonton, melamun dan lain-lain.
-  Minat social, meliputi : Pesta, minum-minuman keras, obat-obat terlarang, percakapan, menolong orang lain, mencari pasangan dan lain-lain.
-  Minat pendidikan dan agama.
-  Minat pekerjaan.
2.E.           Perubahan moral pada masa remaja
Menurut Kholberg, tahap perkembangan moral harus dicapai selama masa remaja, tahap ini merupakan tahap menerima sendiri sejumlah prinsip dan terdiri dari dua tahap yaitu :
1)   Individu yakin bahwa harus ada kelenturan dalam keyakinan moral sehingga dimungkinkan adanya perbaikan dan perubahan setandart moral, apabila hal ini bisa menguntukan anggota-anggota kelompok secara keseluruhan.
2)   Individu menyesuaikan diri dengan standart social dan ideal yang diinternalisasi lebih untuk menghindari hukuman terhadap diri sendiri daripada sensor social. Dalam hal ini moralitas didasarkan pada rasa hormat kepada orang-orang lain dan bukan pada keinginan yang bersifat pribadi.


BAB III
PENUTUP
a.      Pengertian Psikologi
Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku manusia dan proses mental. Psikologi merupakan cabang ilmu yang masih muda atau remaja. Sebab, pada awalnya psikologi merupakan bagian dari ilmu filsafat tentang jiwa manusia. Menurut plato, psikologi berarti ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat, hakikat, dan hidup jiwa manusia (psyche = jiwa ; logos = ilmu pengetahuan).
b.      Timbulnya Aliran-Aliran Dalam Psikologi



DAFTAR PUSTAKA
1.      Elizabeth, HurlockB. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga, 1980.
2.      Kartono, Kartini. 1996. Psikologi Umum. Bandung: Mandar Maju.
3.      Turner, M. B. 1976. Psikologi and Science of Behavior, New York : Appleton-Century-Crofts
4.      Watson, R. I. 1971. The Great Psychologist, From Aristotle to freud. Philadelphia: J. B. Lippincott
5.      http//.www.google.com

Contoh Makalah Pembelajaran

Menyusun Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)

A.Pengertian
    Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan proses pembelajaran yang holistik dan bertujuan membantu siswa untuk memahami makna materi ajar dengan mengaitkannya terhadap konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial dan kultural), sehingga siswa memiliki pengetahuan/ ketrampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif pemahamannya. CTL disebut pendekatan kontektual karena konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota masyarakat.

B.Rasional
    Dalam Contextual teaching and learning (CTL) diperlukan sebuah pendekatan yang lebih memberdayakan siswa dengan harapan siswa mampu mengkonstruksikan pengetahuan dalam benak mereka, bukan menghafalkan fakta. Disamping itu siswa belajar melalui mengalami bukan menghafal, mengingat pengetahuan bukan sebuah perangkat fakta dan konsep yang siap diterima akan tetapi sesuatu yang harus dikonstruksi oleh siswa. Dengan rasional tersebut pengetahuan selalu berubah sesuai dengan perkembangan jaman.

C.Pemikiran Tentang Belajar
    Proses belajar anak dalam belajar dari mengalami sendiri, mengkonstruksi pengetahuan, kemudian memberi makna pada pengetahuan itu. Transfer belajar; anak harus tahu makna belajar dan menggunakan pengetahuan serta ketrampilan yang diperolehnya untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya. Siswa sebagai pembelajar; tugas guru mengatur strategi belajar dan membantu menghubungkan pengetahuan lama dengan pengetahuan baru, kemudian memfasilitasi kegiatan belajar. Pentingnya lingkungan belajar; siswa bekerja dan belajar secara di panggung guru mengarahkan dari dekat.



D.Komponen Pembelajaran CTL
    Beberapa komponen pembelajaran CTL adalah
1.Konstruktivisme
Merupakan salah satu komponen Pembelajaran Kontekstual (CTL). Hal-hal yang perlu diperhatikan:
- Membangun pemahaman mereka sendiri dari pengalaman baru berdasar pada pengetahuan awal
- Pembelajaran harus dikemas menjadi proses “mengkonstruksi” bukan menerima pengetahuan
- Siswa belajar sedikit-demi sedikit dari konteks terbatas.
- Siswa mengkonstruk sendiri pemahamannya.
- Pemahaman yang mendalam diperoleh melalui pengalaman belajar bermakna.

2.Inquiry
Inquiry merupakan :
- Proses perpindahan dari pengamatan menjadi pemahaman
- Siswa belajar menggunakan keterampilan berpikir kritis
- Siklus yang terdiri dari mengamati, bertanya, menganalisis dan merumuskan teori, baik perorangan maupun kelompok.
- Diawali dengan pengamatan, lalu berkembang untuk memahami konsep/fenomena.
- Mengembangkan dan menggunakan keterampilan berpikir kritis.

3.Questioning
- Kegiatan guru untuk mendorong, membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa
- Bagi siswa yang merupakan bagian penting dalam pembelajaran yang berbasis inquiry

Bagi Guru
- Menuntun siswa berpikir,
- Mengecek pemahaman siswa,
- Membangkitkan respon siswa.

Bagi Siswa
- Menggali informasi,
- Menghubungkan dengan pengetahuan yang dimiliki,
- Memecahkan masalah yang dihadapi.

4.Learning Community
Masyarakat Belajar atau Learning Community:
- Sekelompok orang yang terikat dalam kegiatan belajar
- Bekerjasama dengan orang lain lebih baik daripada belajar sendiri
- Tukar pengalaman
- Berbagi ide
- Berbicara dan berbagi pengalaman dengan orang lain.
- Ada kerjasama untuk memecahkan masalah.
- Hasil pembelajaran secara kelompok akan lebih baik daripada belajar sendiri.
- Ada fasilitator/guru yang memandu proses belajar dalam kelompok.

5.Modeling
Modeling atau Permodelan:
- Proses penampilan suatu contoh agar orang lain berpikir, bekerja dan belajar
- Mengerjakan apa yang guru inginkan agar siswa mengerjakannya
- Membahasakan gagasan yang Anda pikirkan.
- Mendemonstrasikan bagaimana Anda menginginkan para siswa untuk belajar.
- Melakukan apa yang Anda inginkan agar siswa melakukan.
- Guru bukan satu-satunya contoh bagi siswa.
- Model berupa orang, benda, perilaku, dll.

6.Authentic Assesment
Authentic Assessment atau Penilaian sebenarnya:
- Mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa
- Penilaian produk (kinerja)
- Tugas-tugas yang relevan dan kontekstual
- Menilai dengan berbagai cara dan dari berbagai sumber.
- Mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa.
- Mempersyaratkan penerapan pengetahuan dan keterampilan.
- Proses dan produk kedua-duanya dapat diukur.
   
7.Reflection
- Cara berpikir tentang apa yang telah kita pelajari
- Membuat jurnal, karya seni, diskusi kelompok
- Menelaah dan merespon terhadap kejadian, aktivitas, dan pengalaman.
- Mencatat apa yang telah kita pelajari, bagaimana kita merasakan ide-ide baru.


Metode Pembelajaran Kooperatif

    Menurut Slavin  pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang dilakukan secara berkelompok, siswa dalam satu kelas dijadikan kelompok -kelompok kecil yang terdiri dari 4 sampai 5 orang untuk memahami konsep yang difasilitasi oleh guru. Model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran dengan setting kelompok-kelompok kecil dengan memperhatikan keberagaman anggota kelompok sebagai wadah siswa bekerjasama dan memecahkan suatu masalah melalui interaksi sosial dengan teman sebayanya, memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mempelajari sesuatu dengan baik pada waktu yang bersamaan dan ia menjadi narasumber bagi teman yang lain. Jadi Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang mengutamakan kerjasama diantara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Model pembelajaran kooperatif memiliki ciri-ciri:
1) untuk menuntaskan materi belajarnya, siswa belajar  dalam kelompok secara kooperatif,
2) kelompok dibentuk dari siswa-siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah,
3) jika dalam kelas terdapat siswa-siswa yang terdiri dari beberapa ras, suku, budaya jenis kelamin yang berbeda, maka diupayakan agar dalam tiap kelompok terdiri dari ras, suku, budaya, jenis kelamin yang berbeda pula, dan
4) penghargaan lebih diutamakan pada kerja kelompok dari pada perorangan.

    Dalam pembelajaran kooperatif, dua atau lebih individu saling tergantung satu sama lain untuk mencapai suatu tujuan bersama. Menurut Ibrahim dkk.  siswa yakin bahwa tujuan mereka akan tercapai jika dan hanya jika siswa lainnya juga mencapai tujuan tersebut. Untuk itu setiap anggota berkelompok bertanggung jawab atas keberhasilan kelompoknya. Siswa yang bekerja dalam situasi pembelajaran kooperatif didorong untuk bekerjasama pada suatu tugas bersama dan mereka harus mengkoordinasikan usahanya untuk menyelesaikan tugasnya.

    Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak-tidaknya tiga tujuan pembelajaran penting. Menurut Depdiknas tujuan pertama pembelajaran kooperatif, yaitu meningkatkan hasil akademik, dengan meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademiknya. Siswa yang lebih mampu akan menjadi nara sumber bagi siswa yang kurang mampu, yang memiliki orientasi dan bahasa yang sama. Sedangkan tujuan yang kedua, pembelajaran kooperatif memberi peluang agar siswa dapat menerima teman-temannya yang mempunyai berbagai perbedaan latar belajar. Perbedaan tersebut antara lain perbedaan suku, agama, kemampuan akademik, dan tingkat sosial. Tujuan penting ketiga dari pembelajaran kooperatif ialah  untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa. Keterampilan sosial yang dimaksud antara lain, berbagi tugas, aktif bertanya, menghargai pendapat orang lain, memancing teman untuk bertanya, mau menjelaskan ide atau pendapat, bekerja dalam kelompok dan sebagainya.

    Menurut Ibrahim, dkk. pembelajaran kooperatif memiliki dampak yang positif untuk siswa yang hasil belajarnya rendah sehingga mampu memberikan peningkatan hasil belajar yang signifikan. Cooper mengungkapkan keuntungan dari metode pembelajaran kooperatif, antara lain:
1) siswa mempunyai tanggung jawab dan terlibat secara aktif dalam pembelajaran,
2) siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi,
3) meningkatkan ingatan siswa, dan
4) meningkatkan kepuasan siswa terhadap materi pembelajaran.

Menurut Ibrahim, unsur-unsur dasar pembelajaran kooperatif sebagai berikut:
1) siswa dalam kelompok haruslah beranggapan bahwa mereka sehidup sepenanggungan bersama,
2) siswa bertanggung jawab atas segala sesuatu didalam kelompoknya,
3) siswa haruslah melihat bahwa semua anggota didalam kelompoknya memiliki tujuan yang sama,
4) siswa haruslah membagi tugas dan tanggung jawab yang sama di antara anggota kelompoknya,
5) siswa akan dikenakan evaluasi atau diberikan penghargaan yang juga akan dikenakan untuk semua anggota kelompok,
6) siswa berbagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya, dan
7) siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara  individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.

    Pembelajaran kooperatif adalah strategi belajar mengajar yang bermanfaat dengan jalan mengelompokkan siswa dengan kemampuan yang berbeda-beda kedalam kelompok-kelompok kecil.

Menurut Johnson dan Johnson (dalam Mulyono Abdurahman, 1999:123) ada empat elemen dasar dalam pembelajaran kooperatif yaitu:
a. Saling ketergantungan positif
b. Interaksi tatap muka
c. Akuntabilitas individual
d. Ketrampilan dalam menjalin hubungan interpersonal

    Besar kelompok dalam pembelajaran kooperatif biasanya terdiri dari dua sampai enam anak. Menurut Mulyono Abdurahman (1999:125), mengatakan bahwa faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan besarnya kelompok belajar, yaitu:
(1) kemampuan anak
(2) kesediaan bahan
(3) Ketersediaan waktu.

    Pengelompokan anak dalam pembelajaran kooperatif hendaknya secara heterogen, sehingga kelompok memilih anggota yang tergolong berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidaktidaknya tiga tujuan pembelajaran penting yaitu hasil belajar akademik, penerimaan terhadap keragaman, dan pengembangan ketrampilan sosial. Salah satu aspek penting pembelajaran kooperatif, disamping membantu mengembangkan tingkah laku kooperatif, secara bersama membantu siswa dalam pembelajaran akademis mereka. Hal ini sesuai dengan penalitian Slavin dalam bukunya Ibrahim, Muslimin, dkk, 2000:16. Simpulan dan hasil penilitian tersebut adalah “Dari 45 laporan, 35 diantaranya menunjukkan hasil belajar akademik yang signifikan lebih tinggi dibanding dengan kelompok kontrol”. Hal tersebut menunjukkan pembelajaran kooperatif lebih unggul dalam peningkatan hasil belajar dibandingkan dengan pengalaman belajar individual.

    Dari hasil penelitian Johnson dan Johnson dalam bukunya Nur, dkk, (2003:63) menunjukkan adanya berbagai keunggulan pembelajaran kooperatif antara lain sebagai berikut:
a. Memudahkan siswa dalam melakukan penyesuaian soal
b. Mengembangkan siswa melakuakan penyesuaian soal
c. Memungkinkan pada siswa saling belajar mengenai sikap, ketrampilan, informasi, perilaku sosial dan pandangan
d. Meningkatkan rasa saling percaya kepada sesama manusia
e. Meningkatkan kesediaan menggunakan ide orang lain yang dirasakan lebih baik
f. Meningkatkan motivasi belajar intrinsik
g. Meningkatkan sikap positif terhadap belajar dan pengalaman belajar
h. Meningkatkan hubungan posotif antara siswa dengan gurdan personil sekolah
i. Meningkatkan padangan siswa terhadap guru yang bukan hanya pengajar tapi juga pendidik

Beberapa teknik pembelajaran kooperatif diantaranya :
1. Metode STAD (Student Teams Achievement Division)
2. Metode Jigsaw
3. Metode G (Group Investigation)
4. Metode Struktural
5. Metode Dua Tinggal Dua Tamu
6. Metode Keliling Kelompok
7. Metode Kancing Gemericik




Demikianlah Contoh Makalah "menyusun model pembelajaran contextual teaching and learning" FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

19/01/13

AKHLAK DAN SELERA KITA


Saya suka dan terbiasa menilai orang dari segi akhlaknya: baik atau tidak baik. Sayapun ingin mempunyai akhlak dan dinilai baik oleh orang lain. Kebanyakan kita begitu. Tetapi kita tidak pernah tahu pasti arti baik yang sebenarnya. Makin luas pengetahuan kita tentang berbagai hal, kita makin sering meragukan arti kebaikan yang diberikan oleh para penganjur kebaikan seperti dai dan ulama dan guru. Bahkan banyak yang merasa bahwa hak seorang ustadz tidaklah lebih dari hak kita dalam menafsirkan kebenaran dan kebaikan, karena, dalam hal tertentu pengetahuan kita lebih luas dari pengetahuan mereka. Dulu kita merasakan akhlak sebagai sesuatu yang mutlak mengikat. Kalau kita melanggarnya kita akan merasakan akibat sosial, penderitaan emosional dan psikologis, serasa tidak sanggup hidup kita menanggungnya. Sekarang kita merasakan akhlak lebih sebagai pilihan yang boleh kita rubah sesuai dengan tuntutan keadaan. Kita cenderung untuk menyesuaikan arti kebenaran dengan selera pribadi kita. Yang jika makin banyak orang bersikap demikian, kita akan semakin jauh dari akhlakul karimah; misi utama yang diemban oleh Rasulullah. Kita telah berpindah dari budaya akhlak menuju budaya pribadi. Akhlak membawa pengertian sesuatu yang terukir tajam dan dalam, tidak berubah dalam segala macam keadaan. Saya bukan mau mengatakan bahwa kita tidak berakhlak atau jahat tetapi kita cenderung untuk memahami kebenaran dan kebaikan sesuai dengan selera pribadi kita.

Secara tradisional saya merasa sebagai penganut madzhab Syafii. Sampai suatu saat saya bertanya: Kalau untuk suatu masalah saya lebih yakin dengan pendapat Hanafi, Hambali atau Wahabi bagaimana? Saya tidak dilarang untuk memilih kan? Suka-suka saya kan? Tetapi dalam banyak hal kita bukan memilih yang lebih rasional dan meyakinkan, tetapi yang lebih sesuai dengan kepentingan pribadi kita. Yang lebih mudah mengerjakannya, lebih ringan risikonya.....lebih memenuhi selera kita. Saya yakin meberi pengemis tua sebungkus nasi adalah amal baik tetapi anda yang tidak suka, boleh memilih karena  menyantuni pengemis sama dengan membiarkan orang menjadi malas.

Selalu ada cara untuk membenarkan pilihan yang mudah. Kebiasaan ini meyebabkan kita dengan mudah menghindar dari tanggung-jawab mencegah bahkan melaporkan suatu tindak kejahatan karena kita mempunyai alasan yang membenarkan tindakan kita. Meskipun kita tahu benar akibat bahayanya bagi masyarakat. Mereka yang berpegang teguh pada prinsip akhlak pun banyak yang merasa puas dengan hanya mengamalkannya secara defensif sebatas diri dan keluarganya tak terlibat kejahatan, sudah cukup. Pada saat yang sama masyarakat dilanda oleh arus budaya konsumerisme, keserakahan dan kemewahan narsisme dan ke-akuan yang mengikis batas-batas akhlak. Kita harus berhenti mengidolakan selebriti kalau ia menebar pornografi. Kita harus berhenti mempromosikan seseorang kalau ia jelas-jelas terlibat kejahatan. Iman kita memang kurang kuat mungkin….


AROMA BAKERY MEMBUAT ORANG BERJIWA MENOLONG?


Hampir setiap kali pulang kantor saya terhenti dilampu merah samping Sarinah, tepat didepan warung sate terbuka yang selalu sedang mengipas-ngipas tungku  dan menyebarkan bau semerbak daging kambing bakar. Tidak keberatan rasanya berlama-lama disitu sambil menghidu, mengamati gerak-gerik para pengunjung menggigit dan menarik tusuk sate seperti sedang mencabut pedang dari sarungnya. Chk..Ssst! Mak nyuss. Ngiler betul. Ingin sekali meriung menikmati sate kambing dan teh panas manis bersama mereka sambil nampang ditonton orang banyak. Aroma daging kambing bakar disitu memang benar-benar merangsang selera sampai-sampai lampu sudah hijau pun tak nampak kalau tidak tiba-tiba klakson mobil dibelakang mengagetkan telinga. Seandainya kita bisa mengekstrak aroma itu pasti esensnya berkhasiat tidak sekedar untuk merangsang nafsu makan tetapi mungkin sebagai aroma terapi untuk membangkitkan semangat, menenangkan jiwa atau menjaga stamina. Siapa tahu!

Apakah kemungkinan itu ada benarnya barang sedikit? Melalui Penelitian barangkali? Tetapi siapa yang mau membiayai penelitian konyol dan mengada-ada seperti ini? Atau pernah ada penelitian serupa tentang dampak aroma makanan terhadap perilaku manusia, meskipun bukan sate kambing?

Dalam Huffington Post 5 November yang lalu Sarah Medina menulis tentang hasil penelitian tentang dampak aroma roti yang baru dipanggang.

Para peneliti di Universitas Southern Brittany di Perancis menyimpulkan bahwa orang ramai yang sedang lewat didepan toko roti yang mengeluarkan aroma semerbak cenderung lebih peduli dan bersedia membantu orang lain. Penelitian sebelumnya membuktikan bahwa bau yang menyenangkan menjadikan mood seseorang lebih baik; tetapi dalam penelitian terbaru ini ditemukan hubungan yang kongkrit antara aroma itu dengan perbuatan baik. Sejumlah relawan direkrut, sebagian diminta untuk berdiri didepan toko roti dan sebagian lain didepan sebuah butik pakaian. Seorang dari mereka diminta berjalan beberapa meter didepan orang yang sedang lewat dan supaya berpura-pura menjatuhkan sarung tangan, dompet atau sejenisnya dan relawan lain mengamatinya dari jarak agak jauh. Dari pengamatan yang katanya diulang sampai 400 kali itu disimpulkan bawha ketika relawan didepan bakery itu pura-pura menjatuhkan barangnya, 77 % dari orang yang berjalan dibelakangnya berusaha untuk mengambilkan barang yang jatuh itu dan mengembalikan kepadanya. Sementara mereka yang didepan butik hanya 52% yang peduli.

Salah seorang peneliti mengatakan, bukti-bukti itu "menunjukkan bahwa, secara umum, bantuan spontan ditawarkan lebih ditempat dimana bau persekitarannya menyenangkan. Penelitian ini menegaskan peran aroma makanan terhadap kesediaan untuk membantu orang lain (altruisme)." Mungkin ada benarnya bahwa pesona aroma sate yang sedang dibakar mujarab sebagai aroma terapi. Saya lebih suka memberi pengemis ketika terhenti didepan warung sate ketimbang ketika dekat selokan yang berbau busuk. Saya kira para pengemis pun tahu. Tetapi dengarlah komentar salah seorang pembaca tulisan Sarah Medina yang bertanda “like” lebih dari 2000 orang itu: “Saya sama sekali tidak percaya!” Kebanyakan komentar lainnya pun menanggapinya dengan tidak serius.

Hubungi Penulis

17/01/13

DIBALIK SENTUHAN WANITA DAN PRIA YANG SUKA SELINGKUHAN


Seorang jendral, bintang lima sekalipun, waktu kecil menetek kepada ibunya. Belaian dan sentuhan sang ibu memberikan kemesraan dan perasaan aman baginya. Ini membantu membangkitkan rasa petualangan sang anak; menjadi lebih berani mengambil risiko ketika menghadapi situasi yg tidak biasa. Apakah sentuhan dan belaian itu tetap membekas ketika anak itu tumbuh menjadi dewasa, ketika ia sudah menjadi panglima atau calon presiden? Konon memang demikian. Sentuhan fisik wanita seperti yang pernah ia rasakan dalam pelukan ibu tetap memberikan rasa aman dihati dan membangkitkan keberanian untuk mengambil risiko yang lebih besar. Penelitian yang dilakukan oleh Jonathan Levav dari Univ. Columbia dan Jennifer Argo dari Univ. Alberta menemukan bahwa sentuhan fisik seorang wanita seperti tepukan dipunggung, meningkatkan toleransi risiko seorang pria. Laki-laki akan mempertaruhkan uang yang lebih besar dalam perjudian jika seorang wanita menepuk mereka dari belakang, lebih dari jika hanya berjabatan tangan atau diajak berbicara atau bila tepukan itu dilakukan oleh seorang pria. Mereka merasa lebih aman dan berani mengambil risiko yang lebih besar dari mereka yang tidak memperoleh sentuhan - tetapi hanya jika sentuhan itu dilakukan oleh seorang wanita.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa sentuhan seorang wanita sama dampaknya pada seorang dewasa seperti halnya pada bayi: membuat mereka merasa aman dan lebih berani mengambil risiko.

Penelitian lain oleh Michael Baker dari Eastern California Univ. bahkan membuktikan bahwa laki-laki yang bermain blackjack setelah melihat wajah wanita cantik mengambil risiko lebih besar daripada mereka yang bermain setelah melihat wajah yang tidak menarik. Bila sedemikian ampuhnya efek sentuhan dan pengaruh seorang wanita, alangkah besar berkah maupun bahayanya. Bagi seorang prajurit yang baru pertama kali bertugas kemedan pertempuran, sentuhan tangan ibu dipunggung atau ciuman isteri ditangan menghilangkan semua rasa was-was dan gentar. Sebagaimana sebaliknya, sentuhan teman kencan anda dimeja judi mendorong anda memasang taruhan lebih besar yang dapat membuat anda jatuh miskin seketika. Pria dapat menjadi buta terhadap risiko ketika berdekatan dengan seorang wanita yang menarik hatinya, dan naluri kelaki-lakiannya membuat perhitungan "bagaimana kalau" ia berselingkuh dengannya. Perselingkuhan adalah hal yang tidak terpuji dari segi moral; tetapi menggairahkan dan menantang. Perselingkuhan yang tidak terbongkar adalah sukses ganda. Keluarga tetap bahagia dengan bonus tambahan gairah hidup baru! Demikian menggairahkannya sehingga orang mudah lupa akan risiko yang mungkin mennghadangnya.

Berikut adalah contoh terkini, bukti betapa wanita dapat membutakan pria dari risiko sebesar apapun. David Petraeus, pensiunan jendral bintang empat umur 60 tahun, direktur badan pusat intelejen negara adhi-daya - CIA, potensial sebagai capres AS pada pemilu 2016, sudah menikah 38 tahun dengan anak-anak yang sudah dewasa, berselingkuh dengan letnan kolonel Paula Broadwell, penulis otobiografinya yang 20 tahun lebih muda, ibu dua anak dari suami Dr. Scott Boradwell (43 th) ahli radiologi. Perselingkuhannya terbongkar gara-gara Paula mengancam saingan selingkuhnya Jill Kelley melalui e-mail gelap yang kemudian dilaporkannya ke FBI. FBI dengan kecanggihannya bukan saja dengan mudah menemukan si pengirim e-mail, tetapi sekaligus membongkar rahasia perselingkuhan antara Paula dengan sang jendral. Karir sang jendralpun pupus seketika dan terpaksa mengundurkan diri dari jabatannya 9 November lalu. Ia telah mengecewakan dirinya, keluarganya, bangsanya, negaranya serta menyalahi sumpah agamanya. Nasib Paula Broadwell tidak lebih baik karena ia sekarang dianggap sebagai biang kerok skandal militer Amerika

Kejahatan memang membawa serta hukumannya sendiri. Perbuatan jahat membuat otak pelakunya menjadi tumpul; lupa menghapus jejak, mengira orang lain bodoh. Ibarat pencuri yang ketinggalan dompet, ia memang minta dirinya untuk ditangkap…

14/01/13

REVOLUSI JILBAB AMERIKA



Cantikan Mana Sebelum Berjilbab


Cantikan Mana Sesudah Berjilbab

Anda mungkin pernah membaca tulisan saya “BAGAIMANA RASANYA TIDAK PAKAI JILBAB“  tentang pengalaman Nadia El-Awady, ibu 4 anak dari Kairo, President World Federation of Science Journalist ketika dia mencoba untuk tampil tanpa jilbab didepan umum yang sudah dikenakannya selama 25 tahun. Ia berfikir mengapa memakai jilbab dianggap wajib.

Apakah benar-benar wajib atau hanya keputusan sekelompok laki-laki yang menganggap paling sesuai pada zaman itu untuk melindungi kaum wanita? Apa harus sama sampai sekarang? Berikut ini satu lagi topik mengenai jilbab dari aspek yang sangat berbeda yang kebetulan melibatkan seorang wanita asal Kairo juga yaitu Leila Ahmad (72 th.) professor Harvard, pakar theology dengan minat kuhusus dalam bidang feminisme Islam. Ia akan menerima penghargaan Grawemeyer Award untuk bidang Agama 2013 dari Universitas Louisville berkat bukunya “Revolusi Damai: Kebangkitan Jilbab, dari Timur Tengah sampai Amerika”. (A Quiet Revolution: The Veil’s Resurgence in…)

Ia dianggap berjasa untuk ide-ide yang dituangkan dalam bukunya itu. Ia bukan saja berhasil menjelaskan berbagai makna jilbab dalam tradisi Islam yang beragam, tetapi yang paling penting analisanya bahwa terutama di Amerika sesudah peristiwa serangan WTC 11 Sept. 2001, jilbab membawa makna baru dalam interaksi antara gerakan Islam dan tradisi Amerika dalam perjuangan untuk kebebasan dan keadilan. Profesor Shannon pada pemberian penghargaan itu mengatakan: “Buku itu merupakan pembuka mata yang luar biasa  yang memberikan pendidikan, wawasan dan harapan.” Dimasa muda Leila di Mesir wanita yang mengenakan jilbab menunjukkan atau dianggap bahwa mereka adalah muslimah yang taat. Dia ingin tahu mengapa jilbab kembali mengalami masa jaya sekarang.

Leila Amad mengamati bahwa dalam 10 tahun terakhir ini, semakin banyak wanita Islam di Amerika yang sehari-hari mengenakan jilbab. Pada mulanya ia menyangka bahwa ini ada hubungannya dengan gerakan Islam fundamentalis, atau penolakan terhadap kesetaraan gender dari pengaruh dominasi kaum pria dalam dunia Islam (yang ia sebut sebagai Islam Patriarkal). Tetapi dalam penelitiannya ia menemukan fakta yang sebaliknya yaitu sebagian mereka mengenakan jilbab sebagai symbol gerakan untuk perubahan sosial dan keadilan.

Setelah mewawancarai banyak wanita Islam dari berbagai latar belakang diseluruh dunia ( para feminis, nasionalis Arab, putri-putri Islam yang saleh dan para aktivis) ia mengungkapkan bahwa banyak dari mereka mengenakan jilbab sebagai symbol suatu gerakan dan untuk menegaskan identitas mereka, terutama di Amerika setelah 11 September 2001. Dengan jilbab mereka ingin mengatakan “Saya bangga menjadi Muslim dan saya ingin menunjukkan kepada anda, anda tidak usah berprasangka buruk terhadap orang Islam”.

Sebagian lain berharap jilbab mereka akan membuat wanita lain berpipikir tentang gaya berpakaian mereka sendiri serta sebagai bukti keadilan sosial dan pengabdian. Sementara aktivisme sering memotivasi wanita untuk mengenakan jilbab, komitmen agama tetap menjadi alasan penting juga. "Banyak wanita mengenakan jilbab karena mereka percaya bahwa Allah menghendaki demikian" kata Leila Ahmed. Ia berpendapat bahwa dalam konteks Islam di Amerika masa kini, memakai jilbab jutru dapat menandakan tuntutan kesetaraan.

Sebelum pindah ke Amerika sebagai pengajar dan penulis, Leila yang kelahiran Kairo 1940 memperoleh gelar Doktornya dari Universita Cambridge Inggris.  Ia memfokuskan diri pada femisnisme Islam, terkenal karena karyanya tentang status historis dan sosial wanita dalam komunitas muslim. Ia khusus meneliti peran wanita dalam kaitannya dengan Islam, dan giat memerangi anggapan yang salah tentang wanita Islam baik didalam maupun diluar dunia Islam.

Dalam hampir semua tulisannya ia berusaha untuk menghilangkan mitos serta kesalah-fahaman tentang Islam yang dipegang oleh orang-orang non muslim.

MENYESALI KIAMAT YANG GAGAL

Agama-agama samawi Islam, Nasrani dan Yahudi ketiganya mengakui bahwa hari kiamat akan terjadi. Dunia dan seisinya akan hancur, manusia akan diadili dan alam yang baru akan dimulai. Tetapi tidak disebutkan kapan akan terjadi, kecuali dalam bentuk lambang dan tamsil. Dalam Qur’an Surat al-A’raf dijelaskan bahwa pengetahuan tentang kiamat haya ada disisi Allah. Tak seorang pun yang tahu kapan akan datangnya kecuali Dia. Mungkin itulah sebabnya kita jarang mendengar ramalan hari kiamat dari alim-ulama Islam.

Benjamin Radford, kolumnis Live Science mencatat 11 ramalan kiamat yang gagal dari 1806 –  1900 - 2011 yang kebanyakan berasal dari para pendeta, ahli astronomi dan peramal seperti Nostradamus. Ramalan kiamat 21 Desember 2012 yang juga gagal tidak berasal dari tokoh atau perspektif agama, tetapi dari salah penafsiran tentang berakhirnya kalender jangka panjang suku Maya oleh orang-orang masa kini. Prasasti suku Maya tidak menuliskan ramalan akan datangnya kiamat.

Bermacam-macam sikap orang menanggapi ramalan kiamat dari yang ketakutan dan membuat bunker bawah tanah sampai yang tidak peduli, tergantung siapa dan seberapa kuat karisma sang peramal. Setelah ramalan tak terbukti, reaksi orangpun beragam; kebanyakan orang yang percaya merasa bergembira, sebagian lain tidak percaya lagi dengan segala jenis ramalan, dan ada pula yang (anehnya) makin percaya dan justru meyakini bahwa kiamat itu dibatalkan Tuhan karena doa mereka; seperti yang pernah saya kutip dalam tulisan saya “Kiamat Sudah Dekat” Stephen Kent, soiolog dari Universitas Alberta mengatakan dampak kiamat yang gagal  21-12-12 lalu dapat menyebabkan penganut setia ramalan itu menderita trauma. Ini karena mereka menganggap hari itu akan menjadi arena pergulatan manusia melawan maut.

Orang-orang yang percaya biasanya yakin pada akhirnya mereka akan menang, baik karena diselamatkan Tuhan atau karena berhasil mambuat perlindungan yang kuat. Mereka memprediksi bahwa pengetahuan khusus mereka akan memungkinkan mereka bertahan hidup, bahwa mereka akan lolos dari maut sementara orang lain belum tentu. Kemenangan yang mereka idam-idamkan terpaksa pupus karena pertandingan yang akan mereka menangkan ternyata batal. Pantas bila mereka merasa kecewa sampai menderita trauma.
Demikian pula perangkap yang dialami penganut aliran agama yang terlalu fanatik.

Mereka merasa bangga karena yakin bahwa mereka lebih berhak memiliki Allah dan sorganya dari pada orang lain. Orang yang taat dan khusuk seharusnya bersikap lemah lembut karena sadar bahwa mereka adalah milik Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Memiliki adalah status yang lebih tinggi daripada dimiliki; dan secara tersirat kita tahu penganut aliran fanatik berkeyakinan bahwa Allah dapat mereka monopoli dan berpihak kepada mereka. Ini adalah kesempitan hati yang menyamar sebagai ketaatan beragama. Sikap memonopoli Allah, tanpa mereka sadari telah melambungkan ego mereka manjadi takabur dan sekaligus mengecilkan arti kebesaran Allah.

Kita menengarai adanya orang-orang seperti itu. Seolah-olah merekalah pemilik sorga (nauzubillah). Mereka selalu manganggap bencana alam sebagai azab Allah bagi umat yang berdosa dan cenderung memandangnya sebagai sesuatu yang positip. Mereka meyakini bahwa Allah menghukum rakyat Aceh dengan tsunami karena telah mengotori serambi Mekah itu dengan kemusyrikan dan kemunafikan. Kalau ada ramalan bencana alam yang gagal, tidak mustahil mereka merasa menyesal karena kehilangan kesempatan menyaksikan Allah menyiksa para pendosa. Wallohu a’lam bissawaab.

Sumber

Baca Juga Artikel Halaman 1

08/01/13

Contoh Makalah Tentang Safety Man

Apa Saja yang perlu dipelajari sebelum memulai Kerja dan memulai mempekerjakan Karyawan dibeberapa Perusahaan?

Yuuk Cap Cuz!
1. Definisi – Definisi

1.1. Karyawan

Seorang karyawan mencakup; semua pekerja, Manager, Superintendent, Supervisor, Foreman, Technician, helper, ataupun semua orang yang terdaftar pada suatu perusahaan,


1.2. BAHAYA

Sumber atau situasi yang memiliki potensi menimbulkan bahaya / kerugian dalam bentuk, kecederaan atau penyakit manusia, kerusakan property, kerusakan pada lingkungan kerja atau kombinasi seluruh aspek yang disebutkan ;

Adapun daftar BAHAYA yang dapat digunakan sebagai referensi sbb :

-    Bekerja diluar kewenangan
-    Mengabaikan peringatan / system peringatan yang tidak memadai
-    Tidak mempersiapkan / kondisi kerja yang tidak aman
-    Membuat alat pengaman yang tidak berfungsi dan atau memindahkan / merusak peralatan pengaman
-    Memakai peralatan yang rusak, tidak memakai APD dengan benar dan tidak sesuai
-    Pembenahan yang tidak sesuai
-    Posisi kerja yang tidak sesuai / aman
-    Melakukan pemeliharaan alat yang sedang beroperasi
-    Menggunakan alat yang tidak dengan semestinya
-    Ketidak tersedianya prosedur formal
-    Alat Pelindung yang tidak memadai / tidak sesuai
-    Ruang kerja yang sempit
-    Kebakaran dan ledakan
-    Ketidakrapihan / ketidakteraturan tempat kerja
-    Bising, radiasi, suhu ekstrim
-    Penerangan yang kurang atau lebih
-    Kondisi lingkungan kerja yang berbahaya ( gas, Kabut, asap, debu )

Catatan :
Standard ini dapat diajukan sebagai rujukan, dalam beberapa kasus penilaian dapat dilakukan diluar standard ini sepanjang memenuhi definisi BAHAYA yang sudah ditetapkan.

Identifikasi Bahaya

Suatu proses mengenali bahwa bahaya itu ( memang ) ada dan mengidentifikasinya.

1.3. RESIKO

Kombinasi dari factor sebab – akibat dan kemungkinan terjadi (sesuatu yang merugikan) dari suatu keadaan bahaya.

Adapun daftar RESIKO yang dapat digunakan sebagai referensi sbb :

-    Terjepit / terkait
-    Tersengat listrik
-    Kontak dengan permukaan tajam
-    Mata kemasukan benda asing
-    Pencemaran lingkungan
-    Kerusakan alat
-    Jatuh dari ketinggian atau kejatuhan sesuatu benda
-    Jatuh pada ktinggian yang sama
-    Stress berlebihan
-    Jatuh atau tercebur kedalam air / laut
-    Ledakan atau kebakaran

Catatan :
Standard ini dapat diajukan sebagai rujukan, dalam beberapa kasus penilaian dapat dilakukan diluar standard ini sepanjang memenuhi definisi RESIKO yang sudah ditetapkan.


1.4. INSIDEN

Kejadian atau rangkaian kejadian yang tidak direncanakan yang dapat menyebabkan cedera atau sakit dan atau kerusakan  / kerugian terhadap asset, material serta lingkungan ataupun reputasi Perusahaan

1.5. KECELAKAAN

Adalah suatu insiden dengan akibat-akibatnya, suatu hasil akhir dari serangkaian kejadian atau tindakan yang mengakibatkan kosekuensi yang tidak di-inginkan  ( seperti; cedera, kematian,

kerugian produksi dll ), atau suatu kejadian yang tidak di-inginkan yang mengakibatkan kerugian fisik dan atau kerusakan property, biasanya diakibatkan oleh terjadinya kontak dengan suatu object 



2. TANGGUNG JAWAB

2.1. Semua Karyawan

Sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan dan Peraturan Perusahaan, semua karyawan diharuskan untuk melaporkan semua kejadian baik itu berupa insiden kecil, kecelakaan ataupun mendekati celaka yang dialami oleh diri - sendiri ataupun orang lain tetapi melihat dan dapat mencederai orang, dan dapat merusak material serta fasilitas.

3. WAJIB HARUS DILAPORKAN / DAN MEMBUAT LAPORAN

3.1. Supervisor

1.    Melaporkan dengan segera secara lisan atau berkomunikasi lewat radio kepada atasan langsung / Superintendent / Site Manager, atau kepada Safety Supervisor keadaan pada saat itu.

2.    Memperoleh informasi awal mengenai insiden atau kecelakaan

3.    Dalam waktu paling lambat 12 jam sesudah kejadian, sesegra mungkin membuat laporan tertulis dan diserahkan kepada atasan langsung ( Superintendent / Site Manager )

3.2. Superintendent / Senior Staff

1.    Berhubungan dengan supervisor untuk kelengkapan serta menaksir sampai sejauh mana keseriusan suatu insiden / kecelakaan.

2.    Berperan aktif dalam invetigasi suatu laporan insiden / kecelakaan sebagimana diperlukan

3.     Membentuk suatu team untuk kelanjutan rincian suatu penyelidikan ( bila kecelakaan sangat serius )

4.    Memeriksa laporan kecelakaan yang sudah dibuat oleh supervisor serta memastikan bahwa sudah diadakan penyelidikan serta sebab dari suatu insiden / kecelakaan


3.3. Project  / Site Manager


1.    Standard serta ketentuan ini harus dapat di implementasikan atau diterapkan diseluruh proyek yang sedang dilaksanakan oleh PT Wahana Mitra Karya Persada yang ada dibawah pengawasannya.

2.    Harus perperanserta pada proses penyelidikan apabila terjadi insiden / kecelakaan.

3.    Mempresentasikan semua temua penyelidikan dan tindakan koreksi yang harus dilakukan untuk supaya hal tersebut tidak terulang kembali

3.4. Safety Officer / Safety Supervisor / Safety Man

1.    Membuat laporan Investigasi mengenai terjadinya suatu kecelakaan kerja serta menyimpan data-data yang berhubungan dengan suatu kejadian

2.    memberikan bantuan / dukungan kepada Team Penyelidik sebagaiman mestinya.

3.    Membuat analisa statistic untuk keperluan Safety Man hour record.

Kasus – kasus yang tercatat ( Recordable )

Suatu cedera atau sakit dapat dicatat, apabila mengakibatkan kematian, beberapa hari tidak masuk kerja ataupun kerja terbatas, atau kecelakaan yang mendapat pertolongan yang melebihi pertolongan pertama pada kecelakaan.

Kasus - kasus yang dapat dicatat :

a.    Kecelakaan dengan kehilangan waktu / Lost Time Accident ( LTA )

# Kematian / Fatalitas

Kematian yang diakibatkan oleh cedera atau sakit karena kerja, walaupun adanya tenggang waktu ( adanya jarak waktu antara kejadian dan kematian tersebut )

# Beberapa hari tidak bisa masuk kerja

Ketika suatu kecelakaan terjadi yang menyebabkan adanya cedera atau sakit sehingga satu atau beberapa hari tidak dapat melakukan aktivita rutin mulai terhitung sejak kejadian.

b.    Kecelakaan tidak – hilangnya waktu

Mutasi Pekerjaan;

Yaitu ; bila karyawan yang cedera dipindahkan ketempat lain selain dari pekerjaanya yang rutin akan tetapi masih dapat melakukan aktivitas.

Kasus – kasus  yang tidak tercatat ( Non Recordable )

Semua kejadian lainnya yang tidak tercakup dalam salah satu definisi kasus yang tercatat, digolongkan sebagai kasus yang tidak tercatat :

a.    Insiden yang tidak tercatat

Kejadian apapun yang tidak tergolong sebagai kecelakaan yang tercatat, pertolongan pertama atau hampir celaka dan tidak menyebabkan  cedera, kerusakan property atau lingkungan.

b.    Pertolongan Pertama pada Kecelakaan ( PPPK)

Pada umumnya perlakuan pertolongan pertama pada kecelakaan dapat dibedakan dari pertolongan medis ;

# Pertolongan pertama biasanya dilaksanakan setelah terjadi cedera atau sakit ditempat kerja
# Pertolongan pertama pada kecelakaan biasanya pengobatan satu kali atau jangka pendek dan juga tidak biasanya, tidak memerlukan suatu teknologi, tetapi dapat dilakukan oleh mereka dengan sedikit pelatihan PPPK ataupun oleh yang yang sakit tersebut.


c.    Hampir Celaka / Near Miss

Kondisi apapun yang mempunyai potensi untuk mengakibatkan cedera atau sakit dan atau kerusakan ( kehilangan ) asset, lingkungan, reputasi Perusahaan.
Oleh sebab itu penyimpangan atau ketidaktaatan terhadap prosedur keselamatan, merupakan hal yang dianggap hampir celaka.


Perlunya diverifikasi tuh Anggota dan Organ Tubuh sebelum memulai pekerjaan baik dalam maupun diluar Kantor/Pabrik/Lapangan dan Kategori pekerjaan si Pekerja maupun yang mempekerjakan kita.

Salam Berbagi

03/01/13

Windowsbie7 - Berceloteh Dikit 2013

Salam Hormat dan Salam Berbagi

Sepertinya Windowsbie7 (Bangbie) Sudah lama tidak nimbrung di dunia Blogging, karena ada kegiatan Mengajar dan Pembelajaran dibidang Database ebook maker dan Software Development Key atau biasa disebut dengan SDK.

Nah pembelajaran ini adalah sebagai bahan tambahan untuk pembuatan Aplikasi eBook yang mampu menguasai pasar Seluler dan Android bahkan Pasar Sistem Operasi seperti Windows, Linux, Garuda, dan Sistem Operasi Lainnya.

Mengapa Windowsbie7 mengarah ke pasar ini dan bukan mengarah pada artikel lainnya?
ya, karena selain mencari receh dan sedikit keringat windowsbie7 lebih memilih berbagi secara konvensional dan fleksibel. Selain bisa dilihat dan dibaca banyak orang, juga semakin bersemangat untuk selalu berkreasi meskipun tanpa adanya seorang asisten spesial (Kagak mau manja deh...) :P... jiahahaha

okelah,,, yang pasti nanti ada postingan Artikel lainnya yang mendukung dunia Berbagi Ilmu dan Informasi untuk para pembaca Budiman dan Budiwati.

Salam Windowsbie7,

Cari Blog Ini

Halaman

Popular Posts

Advertisement

Responsive Advertisement