29/11/24

Perjalanan Panjang PT. XL AXIATA

 

Sejarah Perusahaan

1. Awal Berdiri sebagai Excelcomindo Pratama (1996)
PT Excelcomindo Pratama didirikan pada 6 Oktober 1996 dan mulai beroperasi pada 8 Oktober 1996. Perusahaan ini merupakan salah satu operator seluler pertama di Indonesia. Saat itu, layanan mereka berfokus pada teknologi GSM 900.

2. Ekspansi Layanan dan Peluncuran Produk Unggulan (1997-2000)
Excelcomindo memperluas jangkauan ke seluruh Indonesia dan memperkenalkan berbagai produk layanan telekomunikasi. Mereka juga menjadi salah satu operator yang pertama kali memperkenalkan tarif yang kompetitif di tengah persaingan dengan operator lain.

3. Rebranding Menjadi XL (2004)
Pada tahun 2004, Excelcomindo mulai dikenal dengan merek dagang XL. Perusahaan ini juga memperkenalkan berbagai layanan seperti XL Bebas, XL Jempol, dan layanan pascabayar XL Prioritas yang ditujukan untuk segmen premium.

4. Akuisisi oleh Axiata Group Berhad (2009)
Axiata Group Berhad, sebuah perusahaan telekomunikasi multinasional asal Malaysia, mengakuisisi mayoritas saham Excelcomindo. Nama perusahaan resmi diubah menjadi XL Axiata Tbk.

5. Merger dengan AXIS (2014)
Pada 19 Maret 2014, XL Axiata resmi mengakuisisi dan melakukan merger dengan AXIS, operator seluler yang sebelumnya dimiliki oleh Saudi Telecom Company (STC). Merger ini bertujuan untuk memperluas pangsa pasar, efisiensi infrastruktur, serta memperkaya portofolio produk.

• Produk dan Layanan Sebelum Merger

1. XL Bebas

Diluncurkan pada awal 2000-an sebagai kartu prabayar andalan.

Menawarkan tarif murah untuk panggilan telepon dan SMS tanpa batasan waktu.

Dikenal dengan tagline "Bebas Bicara, Bebas SMS, Bebas Semua."

2. XL Jempol

Produk yang diluncurkan untuk menyasar segmen anak muda.

Memiliki fitur unggulan seperti tarif murah antar pengguna XL dan promosi khusus di malam hari.

3. XL Prioritas

Layanan pascabayar premium yang menawarkan kecepatan data prioritas, jaringan yang stabil, serta berbagai paket eksklusif untuk pelanggan kelas atas.

4. XL Xplore

Salah satu layanan data berbasis internet yang diperkenalkan seiring dengan perkembangan teknologi GPRS dan EDGE.

5. Layanan Blackberry XL

Pada puncak popularitas Blackberry, XL menjadi salah satu operator yang menghadirkan paket Blackberry dengan harga kompetitif untuk pengguna Indonesia.

• Transformasi Produk Setelah Merger

Setelah merger dengan AXIS, XL Axiata menyelaraskan strategi bisnis dan produknya untuk mencakup segmen yang lebih luas. Beberapa produk penting setelah merger adalah:

1. XL Prabayar (Pasca-Merger)

▪︎ XL Combo Lite: Paket yang menggabungkan kuota internet, telepon, dan SMS.

▪︎ XL Xtra Kuota: Paket internet tambahan untuk berbagai aplikasi media sosial dan streaming.

2. XL Pascabayar (XL Prioritas)

Produk ini mengalami rebranding sebagai XL Prioritas yang menawarkan layanan internet cepat 4G LTE dengan kuota besar dan benefit eksklusif seperti roaming internasional.

3. AXIS sebagai Sub-Brand

XL Axiata mempertahankan AXIS sebagai sub-brand yang menyasar segmen pasar dengan fokus pada tarif terjangkau.

Produk unggulan AXIS mencakup Bronet, OBOR, dan AXIS Owsem untuk kebutuhan anak muda dan pengguna data.

4. XL Home

Layanan internet broadband berbasis fiber optic yang menyasar segmen rumah tangga dan bisnis kecil.

5. XL SATU

Paket yang menggabungkan internet rumah dengan layanan mobile, memberikan kemudahan bagi pelanggan yang ingin memiliki konektivitas tanpa batas.

6. Digital Services

XL mulai memperluas layanan berbasis digital seperti myXL, Axisnet, dan produk finansial seperti XL Tunai.

• Prestasi dan Posisi Terkini

XL Axiata memfokuskan pengembangan jaringan 5G di Indonesia dengan memanfaatkan spektrum tertentu yang telah diberikan izin oleh pemerintah.

Berdasarkan informasi terkini, berikut adalah spektrum yang relevan:

▪︎ Spektrum yang Digunakan XL Axiata untuk 5G

1. Spektrum 1800 MHz (Band 3)

Sebelumnya digunakan untuk 4G LTE dan sekarang juga dimanfaatkan untuk 5G melalui teknologi Dynamic Spectrum Sharing (DSS).

Spektrum ini cocok untuk jangkauan luas dan penetrasi dalam ruangan, meskipun kapasitasnya lebih rendah dibandingkan pita yang lebih tinggi.

2. Spektrum 2100 MHz (Band 1)

Awalnya digunakan untuk 3G, namun sebagian dialihkan untuk 4G dan 5G.

Spektrum ini memberikan keseimbangan antara cakupan dan kapasitas.

3. Spektrum 2300 MHz (Band 40)

Salah satu spektrum utama yang dimiliki XL untuk layanan 4G LTE dan berpotensi digunakan untuk 5G.

Spektrum ini cocok untuk daerah urban dengan kepadatan tinggi karena mendukung kapasitas besar.

4. Spektrum 2600 MHz (Band 38)

Spektrum mid-band yang berpotensi menjadi tulang punggung jaringan 5G karena mendukung kapasitas yang lebih tinggi dibandingkan spektrum di bawahnya.

Cocok untuk aplikasi seperti streaming video, gim, dan kebutuhan data besar.

5. Spektrum 3.5 GHz (Mid-Band, C-Band)

XL Axiata menunjukkan minat pada spektrum ini karena sangat ideal untuk 5G dengan kecepatan tinggi dan latensi rendah.

Pemerintah sedang merencanakan lelang spektrum ini untuk alokasi 5G secara luas di Indonesia. XL diperkirakan akan berpartisipasi dalam lelang tersebut.

▪︎ Strategi Fokus Jaringan 5G XL Axiata

XL Axiata memulai implementasi 5G dengan pendekatan bertahap, fokus pada wilayah urban dan kawasan industri yang memerlukan kecepatan tinggi serta latensi rendah.

Teknologi Dynamic Spectrum Sharing (DSS) digunakan untuk memanfaatkan spektrum eksisting seperti 1800 MHz dan 2100 MHz agar dapat melayani 4G dan 5G secara bersamaan.

Dalam jangka panjang, XL Axiata juga menargetkan pemanfaatan spektrum 700 MHz (setelah Analog Switch Off/ASO) untuk cakupan luas di daerah rural dan semi-urban.

▪︎ Catatan: Spektrum 700 MHz

Spektrum ini memiliki penetrasi sinyal terbaik, ideal untuk mendukung pemerataan layanan 5G di daerah terpencil. Setelah analog TV dihentikan, XL Axiata dapat memanfaatkan spektrum ini untuk jaringan 5G dengan cakupan luas. 

#XL #ProXL #Excellcomindo #ExcelcomindoTelecom #XLaxiata #Axiata #XLbebas #XLjempol #XLxplore #XLprioritas #XLsatu #XLhome #XLcombo 


28/11/24

Perjalanan Panjang WiFi.ID dari Telkom Flexi CDMA

Sejarah Panjang Telkom Flexi: Dari CDMA Menjadi WiFi dengan Julukan WiFi.ID

Telkom Flexi adalah salah satu layanan unggulan PT Telkom Indonesia yang berbasis teknologi CDMA (Code Division Multiple Access) dan dirancang untuk memberikan akses komunikasi dengan biaya yang lebih terjangkau. Namun, seiring perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan pasar, Telkom Flexi mengalami transformasi besar hingga akhirnya menjadi layanan WiFi.ID yang kita kenal saat ini.

Awal Mula Telkom Flexi

1. Diluncurkan (2002):

Telkom Flexi diperkenalkan sebagai layanan telepon nirkabel berbasis CDMA, melengkapi layanan PSTN yang sudah ada.

Layanan ini menawarkan fleksibilitas nomor tetap dengan tarif panggilan lokal, sehingga cocok untuk pengguna di kota kecil hingga pedesaan.

2. Keunggulan Utama:

Tarif Hemat: Lebih murah dibandingkan layanan berbasis GSM.

Mobilitas Terbatas: Cocok untuk pengguna yang tidak memerlukan jaringan yang luas.

Akses Terbatas: Hanya dapat digunakan di area tertentu yang telah mendukung jaringan CDMA.

3. Popularitas:

Pada pertengahan 2000-an, Telkom Flexi menjadi salah satu pilihan komunikasi bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.

Dengan adanya paket tarif hemat dan akses mudah, pengguna Flexi terus meningkat, mencapai puluhan juta pelanggan.

---

Masa Penurunan dan Penyesuaian

1. Persaingan Teknologi (2010-an):

Dengan munculnya teknologi GSM yang lebih luas cakupannya dan kehadiran 4G LTE, penggunaan CDMA mulai menurun.

Operator lain, seperti Smartfren, juga mulai menggeser layanan CDMA menuju teknologi berbasis data.

2. Keputusan Strategis (2014):

Telkom secara resmi menghentikan layanan Telkom Flexi pada tahun 2014.

Pelanggan Flexi diarahkan untuk bermigrasi ke Telkomsel, yang merupakan anak perusahaan Telkom dengan basis jaringan GSM.

---

Transformasi Menuju Layanan WiFi.ID

1. Pemanfaatan Infrastruktur CDMA:

Setelah penghentian Flexi, Telkom memanfaatkan infrastruktur jaringan CDMA yang sudah ada untuk mengembangkan layanan akses internet.

Teknologi ini kemudian diintegrasikan dengan jaringan WiFi untuk menjawab kebutuhan internet nirkabel yang terus meningkat.

2. Peluncuran WiFi.ID:

WiFi.ID diperkenalkan sebagai layanan internet nirkabel publik yang dapat diakses di berbagai lokasi, seperti kampus, kafe, bandara, dan tempat umum lainnya.

Telkom memanfaatkan jaringan hotspot yang luas, termasuk infrastruktur yang sebelumnya mendukung layanan Flexi.

3. Keunggulan WiFi.ID:

Kecepatan Tinggi: Menggunakan jaringan broadband yang memungkinkan akses data cepat.

Akses Terjangkau: Layanan WiFi dengan paket harian, mingguan, atau bulanan dengan harga kompetitif.

Jaringan Luas: Ribuan titik hotspot tersedia di seluruh Indonesia.

---

Dampak Transformasi

Efisiensi Operasional: Telkom berhasil mengoptimalkan jaringan CDMA yang tidak lagi digunakan, menjadi infrastruktur modern untuk mendukung internet berbasis WiFi.

Meningkatkan Aksesibilitas Internet: WiFi.ID menjadi solusi bagi masyarakat yang memerlukan internet dengan tarif terjangkau, terutama di daerah yang belum terjangkau layanan broadband lainnya.

Sinergi Digital: WiFi.ID kini terintegrasi dengan layanan TelkomGroup lainnya, termasuk IndiHome dan Telkomsel, untuk memberikan pengalaman digital yang menyeluruh.

---

Kesimpulan

Perjalanan Telkom Flexi dari layanan berbasis CDMA hingga menjadi WiFi.ID mencerminkan adaptasi Telkom Indonesia terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Dengan memanfaatkan infrastruktur yang ada, Telkom berhasil menciptakan solusi internet nirkabel yang relevan dan mendukung transformasi digital di Indonesia.

27/11/24

Perjalanan Panjang Net1 dari 2 ISP CDMA

Perjalanan Panjang Merger Esia AHA Bakrie Telecom dan Ceria Sampoerna Telecom Menjadi NET1 Internet

1. Latar Belakang Bakrie Telecom (Esia AHA)
Bakrie Telecom adalah perusahaan telekomunikasi yang populer dengan layanan CDMA (Code Division Multiple Access). Produk utamanya, Esia, dikenal dengan tarif murah untuk layanan telepon dan SMS. Selain itu, Bakrie Telecom juga memiliki layanan internet berbasis CDMA bernama AHA. Sayangnya, model bisnis yang bergantung pada teknologi CDMA mulai meredup karena meningkatnya dominasi GSM dan 4G LTE.

2. Ceria Sampoerna Telecom
Ceria adalah merek dagang dari Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI), sebuah perusahaan telekomunikasi yang juga menggunakan teknologi CDMA. Ceria dikenal terutama di area rural Indonesia, di mana akses komunikasi sering kali terbatas. STI memanfaatkan frekuensi 450 MHz, yang memiliki keunggulan dalam jangkauan luas namun terbatas pada kapasitas data rendah.

3. Krisis dan Tantangan
Keduanya menghadapi tantangan besar akibat penurunan pengguna CDMA, kompetisi ketat dari operator GSM, dan keharusan migrasi ke teknologi yang lebih modern seperti 4G LTE. Bakrie Telecom dan Sampoerna Telecom akhirnya memilih untuk berkolaborasi demi mempertahankan keberlangsungan bisnis.

4. Proses Merger
Pada tahun 2016, Bakrie Telecom dan Sampoerna Telecom menjalin kerja sama strategis. Langkah ini bertujuan untuk memanfaatkan infrastruktur serta spektrum frekuensi yang dimiliki kedua pihak. STI kemudian mengadopsi teknologi 4G LTE dengan menggunakan spektrum 450 MHz yang sebelumnya digunakan untuk layanan CDMA Ceria.

5. Transformasi Menjadi NET1 Indonesia
Pada 2017, hasil merger ini diumumkan dengan nama baru: NET1 Indonesia. NET1 menawarkan layanan internet broadband berbasis teknologi 4G LTE, dengan fokus utama pada area rural dan daerah terpencil di Indonesia. Dengan frekuensi 450 MHz, NET1 memiliki keunggulan menjangkau wilayah yang sulit dijangkau oleh operator lain.

6. Model Bisnis dan Fokus Layanan
NET1 Internet berfokus pada:

● Penyediaan internet kecepatan tinggi untuk area rural dan komunitas terpencil.
● Penyediaan layanan untuk sektor korporasi seperti pertanian, perkebunan, dan transportasi.
● Solusi konektivitas IoT (Internet of Things) di area dengan infrastruktur jaringan minim.

7. Tantangan dan Masa Depan
Meskipun memiliki keunggulan dalam cakupan wilayah, NET1 juga menghadapi tantangan besar seperti:

● Peningkatan infrastruktur untuk mendukung kapasitas data yang lebih tinggi.
● Kompetisi dengan operator besar yang mulai memperluas cakupan ke daerah rural.
● Ketergantungan pada spektrum 450 MHz yang mungkin tidak memadai untuk teknologi masa depan.

Melalui merger ini, NET1 Internet berusaha menjadi solusi bagi kebutuhan internet di wilayah yang sering kali diabaikan operator besar, dengan membawa pengalaman baru di dunia broadband rural Indonesia.

Apakah Anda memerlukan penjelasan lebih lanjut atau tambahan data?


26/11/24

Perjalanan Panjang Smartfren

Sejarah Perjalanan Merger Smart Telecom, Mobile-8, dan Bolt!4G Menjadi Smartfren

1. Awal Berdirinya Smart Telecom dan Mobile-8

Smart Telecom berdiri pada tahun 2006 dan merupakan operator telekomunikasi berbasis teknologi CDMA (Code Division Multiple Access). Perusahaan ini fokus menyediakan layanan komunikasi suara, SMS, dan internet murah. Smart Telecom dimiliki oleh Sinar Mas Group.

Mobile-8 Telecom, yang didirikan pada tahun 2002, juga merupakan operator berbasis CDMA. Produk andalannya adalah layanan Fren dan Hepi. Mobile-8 berfokus pada pasar komunikasi mobile dengan layanan suara dan data.

Namun, persaingan dengan operator GSM (yang memiliki jangkauan lebih luas) membuat operator berbasis CDMA sulit berkembang.

2. Merger Smart Telecom dan Mobile-8 Menjadi Smartfren (2011)

Pada tahun 2011, Smart Telecom dan Mobile-8 melakukan penggabungan untuk memperkuat posisi di pasar. Merger ini dilakukan melalui PT Smartfren Telecom Tbk, yang menjadi entitas gabungan dari kedua perusahaan.

Tujuan Merger:
● Memperluas jaringan dan meningkatkan kualitas layanan.
● Mengoptimalkan teknologi CDMA untuk akses internet dengan kecepatan tinggi (EV-DO Rev.B).
● Mengurangi persaingan internal di antara operator CDMA.

Hasil Merger:
• Nama dagang yang digunakan adalah Smartfren.
• Fokus layanan berubah ke internet mobile broadband.

Smartfren mulai memperkenalkan teknologi CDMA yang mendukung akses data lebih cepat sebagai pembeda di pasar.

3. Peralihan dari CDMA ke 4G LTE (2014–2015)

Seiring berkembangnya teknologi, CDMA semakin ditinggalkan. Smartfren memutuskan untuk bertransformasi ke teknologi LTE (Long Term Evolution).

Pada tahun 2015, Smartfren meluncurkan layanan 4G LTE Advanced, menjadi operator pertama di Indonesia yang menyediakan jaringan 4G LTE secara nasional.

CDMA mulai dihentikan secara bertahap, dan pelanggan didorong untuk bermigrasi ke layanan berbasis LTE.

4. Merger dengan Bolt!4G (2018)

Bolt!4G adalah layanan internet berbasis 4G LTE yang diluncurkan oleh Internux pada tahun 2013. Produk ini fokus pada layanan internet broadband dengan kecepatan tinggi di area Jabodetabek dan Medan.

Namun, pada akhir 2018, Bolt!4G dihentikan operasinya oleh pemerintah (Kementerian Komunikasi dan Informatika) karena gagal melunasi biaya frekuensi.

Smartfren mengambil alih sebagian besar pelanggan Bolt!4G melalui program migrasi.

Pelanggan Bolt!4G ditawarkan paket khusus untuk berpindah ke Smartfren tanpa kehilangan layanan.

Jaringan dan infrastruktur Bolt!4G diintegrasikan ke dalam sistem Smartfren.

5. Perkembangan Setelah Merger

Pasca merger dengan Bolt!4G, Smartfren memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan data dan internet di Indonesia. Langkah-langkah strategis yang dilakukan meliputi:

Ekspansi Layanan: Jangkauan jaringan 4G LTE semakin luas, termasuk ke daerah-daerah pelosok.

● Inovasi Produk:

• Paket data murah seperti Unlimited dan Kuota Nonstop.
• Peluncuran ponsel pintar berbasis 4G dengan harga terjangkau (Andromax).
• Fokus ke 5G: Mulai melakukan uji coba jaringan 5G untuk mempersiapkan era teknologi baru.

● Kesimpulan

Merger antara Smart Telecom dan Mobile-8 menjadi Smartfren, disusul dengan integrasi pelanggan dan jaringan Bolt!4G, adalah strategi yang berhasil memperkuat Smartfren di pasar telekomunikasi Indonesia. Transformasi ke teknologi LTE dan fokus pada layanan data menjadikan Smartfren pemain penting dalam industri, terutama dalam memenuhi kebutuhan internet mobile masyarakat.


25/11/24

Sejarah Panjang Indosat-M3

Perjalanan Indosat-M3

Berikut informasi tentang perjalanan merger Indosat yang melibatkan berbagai operator telekomunikasi besar:

• Awal Konsolidasi: Merger Satelindo, IM3, dan Indosat-M2

Pada awal 2000-an, Indosat mulai menyatukan beberapa operator telekomunikasi di bawah kendalinya:

1. Satelindo (operator GSM pertama di Indonesia) diakuisisi oleh Indosat pada 2001.

2. IM3 (Indosat Multimedia Mobile), layanan seluler berbasis GPRS yang dimiliki Indosat, digabungkan pada 2003 untuk fokus pada layanan data dan seluler.

3. Indosat-M2 (Multimedia Mobile), penyedia internet broadband, juga dikelola untuk memperkuat layanan internet.

Hasil konsolidasi ini membuat Indosat menjadi salah satu operator telekomunikasi terbesar dengan cakupan layanan seluler, data, dan satelit.

• Transformasi ke Indosat Ooredoo

Pada 2006, Indosat menjalin kerja sama strategis dengan Ooredoo Group dari Qatar, yang kemudian menjadi pemegang saham mayoritas. Langkah ini membawa rebranding menjadi Indosat Ooredoo, dengan fokus pada inovasi layanan digital dan pengembangan infrastruktur jaringan modern.


• Merger dengan Hutchison 3 Indonesia (Tri)

Pada 2021, Indosat Ooredoo bergabung dengan Hutchison 3 Indonesia (Tri) untuk menghadapi persaingan industri telekomunikasi yang semakin ketat. Proses merger ini menghasilkan entitas baru bernama Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), yang resmi diluncurkan pada 4 Januari 2022.

IOH menjadi operator terbesar kedua di Indonesia dengan lebih dari 100 juta pelanggan. Sinergi ini memperkuat infrastruktur jaringan, memperluas cakupan layanan, dan meningkatkan efisiensi operasional.

• Dampak Utama Merger
1. Peningkatan Jaringan: Kombinasi infrastruktur Indosat dan Tri meningkatkan kecepatan dan stabilitas layanan.

2. Transformasi Digital: Fokus pada layanan berbasis data, seperti internet 4G dan 5G.

3. Keuntungan Pelanggan: Jangkauan lebih luas dan layanan yang lebih kompetitif, baik dari segi harga maupun kualitas.

• Kesimpulan
Perjalanan merger Indosat, dari Satelindo, IM3, hingga bersatu dengan Tri, mencerminkan langkah strategis untuk menjadi pemimpin dalam industri telekomunikasi. Dengan kehadiran IOH, Indosat terus berkomitmen menghadirkan layanan inovatif dan berkualitas bagi masyarakat Indonesia.

#Indosat #IndosatM3 #Satelindo #OperatorIndosat #Mentari #iM3 #iM2 #StarOne #IndosatOoredoo #IOH #Tri #ThreeAON #BimaTri #IndosatHutchison

02/11/24

KULIAH GRATIS - BEASISWA ARRYMAN 2025

Beasiswa Arryman 2025
• Tunjangan pendidikan penuh
• Tunjangan tempat tinggal Biaya hidup
• Asuransi kesehatan
• Tiket pulang-pergi

Syarat Pendaftaran :
• Warga negara Indonesia
• Berusia maksimal 35 tahun
• Berkomitmen untuk kembali ke Indonesia sebagai peneliti setelah memperoleh gelar Ph.D
• Memiliki IPK minimal 3.0 dari 4.0
• Telah menyelesaikan studi S1 (bergelar sarjana)
• Memiliki skor IELTS Academic / UKVI / Indicator minimal 5.0 (5.0 di semua sub-skor), atau PTE Academic 50 (50 di semua sub-skor), atau TOEFL iBT ("My Best Scores" tidak diterima) 87 (20 di semua sub-skor).
▪︎ Mengisi formulir registrasi secara daring termasuk esai publikasi akademis atau profesional.

Jadwal Beasiswa Arryman 2025
• Oktober 2024 : Pendaftaran dibuka
• 31 Januari 2025 : Pendaftaran ditutup
• Februari 2025 : Peninjauan berkas pendaftaran
• Maret 2025 : Wawancara calon penerima beasiswa
• 31 Maret 2025 : Penerima beasiswa ditetapkan

Apabila memenuhi persyaratan dan tertarik mendaftar, silahkan kunjungi laman Disini 

23/05/22

Buat Microsite di Home S.ID


Screenshoot Microsite [Horisontal] https://s.id/kangfauzane

Screenshoot Microsite [Vertikal] https://s.id/kangfauzane


Nyobain #Microsite yang diprakarsai oleh Home.s.id jadi ingat masa lalu iseng-iseng membuat #catatan dengan #CMS #Blogger dan #Wordpress dengan #template bernama "simple business card" yang pada intinya memperkenalkan url apa saja yang kita miliki, bisa berupa Link #Bisnis, Link #Sosial #Media, atau Link yang ditujukan untuk merangkum banyak hal.

Tak hanya untuk individual saja, melainkan Lembaga Pemerintah pun ikut meramaikan #BuatMicrosite demi terciptanya informasi yang nyata. Sekarang ini banyak Link/Url/Alamat situs yang seharusnya dibuat untuk kenyamanan menyebarkan suatu alamat, namun banyak sekali yang melakukan penyalahgunaan media hingga jaringan penipuan.

Yuk ikut meramaikan juga, #LombaBuatMicrosite

meski didepan belum tentu menjadi Sang #Juara, setidaknya kita sudah ikut berpartisipasi dalam ajang pembuatan microsite di Home.s.id.

Link : 

https://s.id/kangfauzane

Screenshoot Microsite [Desktop] https://s.id/kangfauzane

-------------------------------

https://s.id/kusumahandrawina

-------------------------------

https://s.id/buatmicrosite

-------------------------------

https://s.id/formlombamicrosite

-------------------------------

06/03/20

Kisah Nyata Sang Windowsbie7 2015 yang Lalu - Mirip Coronavirus


Ini Kisah Nyataku: Di Balik Gejala Penyakit Langka

Jika dipelajari secara menyeluruh, gejala yang muncul pada wabah COVID-19 (Coronavirus) mengingatkan saya pada pengalaman yang pernah saya alami pada tahun 2015. Selama kurang lebih dua minggu dua hari, saya merasakan kondisi tubuh yang sangat tidak menentu, seolah-olah rasa sakit itu bercampur menjadi satu, seperti “rujak pecel” yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Gejala tersebut muncul secara bertahap. Pada hari pertama, saya mengalami demam tinggi. Hari kedua disusul flu berat. Hari ketiga tenggorokan mulai terasa sakit. Hari keempat, napas terasa semakin sesak. Memasuki hari kelima dan seterusnya, jantung saya berdegup tidak beraturan. Setelah genap satu minggu, tubuh terasa sangat lemah. Paru-paru terasa seperti berguncang, terutama ketika tersedak, bangkit dari duduk, atau berjalan. Rasa sakit semakin menjadi, bahkan untuk berbicara dengan suara lantang pun saya tidak sanggup.

Pada hari ke-10, pikiran saya dipenuhi oleh berbagai imajinasi dan angan-angan. Saya sempat berpikir, “Seandainya ada tabung oksigen, mungkin saya masih bisa berbicara dengan suara lantang.” Dalam keterbatasan itu, saya mencoba mencari cara sederhana untuk bertahan. Saya melangkah ke sumur mushala, mengambil air dengan gayung, lalu menghirup udara di sekitar air tersebut dengan penuh rasa syukur. Saya mengucap, Alhamdulillahi Allahu Akbar, karena saya masih diberi kesempatan untuk bernapas tanpa harus bergantung pada tabung oksigen. Cara sederhana ini kerap saya ulangi setiap kali napas terasa sangat sesak dan suara tak lagi mampu keluar dengan bebas. Dari sanalah saya menemukan jalan menuju pemulihan—sebuah jalan yang terasa sangat mahal dan langka.

Pada saat itu, saya sempat berpikir bahwa tidak semua orang mampu melewati kondisi seperti yang saya alami. Bisa jadi, orang lain yang mengalami gejala serupa telah jatuh dalam kondisi koma, atau bahkan tidak mampu bangkit dari keterpurukan fisik dan mental akibat penyakit langka tersebut.

Memasuki hari ke-13 hingga ke-14, kondisi saya perlahan membaik. Napas tidak lagi terlalu sesak, demam tinggi mulai mereda, dan detak jantung kembali normal seperti sedia kala. Pada hari ke-15, saya akhirnya dapat menjalani hidup secara normal tanpa rasa terpaksa maupun canggung untuk beraktivitas seperti sebelumnya.

Dari pengalaman inilah saya belajar bahwa apa pun bentuk kegelisahan dan ketakutan yang datang, termasuk ketakutan terhadap penyakit, yang perlu dilakukan adalah mencari dukungan, menggali inspirasi, serta membangun imajinasi yang menumbuhkan keberanian. Tanamkan keyakinan dalam diri bahwa “Saya tidak boleh takut untuk hidup dan tidak boleh takut untuk mati.” Yakinlah bahwa setiap ujian adalah kesempatan untuk bangkit dari kegelisahan akal dan keterpurukan mental.

Bagi mereka yang masih terfokus pada penimbunan masker, cobalah sejenak berimajinasi: bagaimana menciptakan masker kesehatan yang alami, bersih, dan bebas dari jejak kontak fisik. Bagi oknum penjual masker dengan harga yang tidak wajar, renungkanlah apakah di hari esok atau lusa masih ada orang yang mau membantu kita tetap tegar menjalani hidup tanpa praktik riba. Bagi tenaga kesehatan yang memegang sarung tangan dan stetoskop, ingatlah bahwa kesehatan memang mahal, tetapi tidak seharusnya membedakan pasien berdasarkan kelas ekonomi maupun status sosial.

Dan bagi sahabat yang tetap berfokus pada kesehatan, tetaplah tenang dan tidak perlu gelisah berlebihan. Jagalah kebersihan, tetapi jangan mudah termakan isu. Ingatlah bahwa di dalam tubuh kita terdapat mikroba baik dan mikroba yang tidak baik, yang hidup berdampingan sebagai bagian dari sistem alami manusia.

Salam berbagi,
Ini Kisah Nyataku: Di Balik Gejala Penyakit Langka


#TentangAku #CeritaFakta #BukanHoaks #PenyakitLangka #IniKisahNyatakuManaKisahNyatamu

Dikirim oleh Ahmad Fauzan pada Jumat, 06 Maret 2020
Klik Gambar dan Perbesar

29/12/18

Pertanyaan Generasi Teknologi

ilustrasi pencarian
Pertanyaan cerdas Generasi Teknologi
 - kemarin saat keluarga dan ponakan berkunjung karena masa liburan sekolah,
.
"lik kemaren pas aku cari kampung gebangkuning kok munculnya potonya lilik yak, kok bisa masuk google lik bagaimana caranya lik?" tanya ponakan yang mirip aja :)
.
"hmm sebenernya lik ozan suka nulis dan unggah foto aja sebagai sarana dokumentasi kearsipan naa, coba deh nanti Husna jagoin aja nulisnya kayak mbak yuli juga mbak unes nanti poto dan segala macam karyanya husna masuk ke Google seluruh dunia maya naa :)" jawabku
.
"emangnya mbak yuli suka nulis lik, nulis apaan lik" tanyanya
.
"ya masih coba-coba naa, seperti mbak unes dan mbak yuli mungkin masih suka nulis tentang apa kek, apalagi kayak lik jum naa tulisan dan karyanya udah lebih dikenal dunia maya naa, seperti halnya bapak husna, terus lik afik, juga pakde sugeng karyanya lebih dikenal ketimbang tulisan lik ozan." ungkapku
.
"berarti semua yang sudah bisa megang hape sama leptop seneng nulis, lalu diungkap di google ya lik biar terkenal. kemudian googlenya ngambil karyanya orang-orang??" lugunya
.
"yang pasti semua orang itu naa, sekedar ingin meluapkan perasaan, pikiran, unek-unek maupun apapun, lagipula karya milik orang-orang gak google ambil, melainkan memberikan jalan pintas atas karya itu. seperti misal Husna sekarang menginjak usia remaja kan naa, husna ingin cari nama kampungnya lik ozan 'Gebangkuning', nah dari situ google hanya memberikan arah atau jalan alternatif untuk mengetahui dimana desa 'gebangkuning' itu berada, alternatif satu melalui tulisan lik ozan, atau mungkin lik jum dan bisa jadi tulisan yang disusun sedemikian indahnya oleh pakde sugeng." ulasku
....

posted on Google+


ya bagaimana pun mereka tidak ingin hanya mendapat wawasan seputar usianya, melainkan mendapat wawasan yang ada dalam unek-uneknya tersebut terjawab.
.
Siapa lagi yang akan mereka tanyakan selain mesin pencari referensi seperti google, bing, yahoo dan lainnya. sebelum mereka betul-betul ngerti dan faham apa yang telah dilakukan keluarganya, kerabatnya, tetangganya, sahabatnya, maupun oranglain.
.
bisa saja mereka mengetahui segala hal tanpa bersumber, seperti halnya pada ilham "Ilmu Laduni" ilmu yang sengaja diturunkan Sang Pencipta kepada MakhluqNya (seperti pada kebanyakan anak Difabel, Disabilitas, Anak Yatim maupun Anak Yatim Piatu) yang mana ilmu tersebut jarang dijumpai, atau bahkan tidak ada sama sekali. Wallahu A'lam,
....
Generasi masa kini seakan hanya mengerti soal GAME, SOSMED, SELFIE, dan mungkin Sesuatu hal yang sangat merugikan dirinya sendiri, walaupun sering berkecimpung dengan aktifitas apapun bernilai religius. namun semua kembali kepada yang menikmatinya (pelaku),
.
saya mencoba mengajarkan sesuatu yang sebetulnya sering dilakukan orang ketika menulis status di jejaring sosial media, ya walaupun saya sendiri suka menulis status seperti anak remaja yang merasakan pubertas, padahal semua itu hanya hiburan ketika akal sudah sumpek dan buntu untuk mencari solusi.
.
kenapa mengajarkan sering dilakukan orang ketika menulis status di jejaring sosial media dengan "menulis di Blog, Web, dan KeepGoogle", karena kebanyakan tulisan seseorang belum tentu mengarah pada perasaan, pikiran bahkan keruwetan kepala, melainkan ada sisi dimana jiwa sastranya, falsafahnya terluapkan dengan berlampir gambaran yang mungkin masih kopas (copy/paste) atau bisa jadi foto dirinya sendiri. sehingga banyak orang ingin meniru sesuatu itu penuh dengan kewaspadaan pada masanya.
.
#Falsafah #Sastra #puisi #Pantun #Perasaan #Blogging #Wawasan #Generasi

01/11/18

Politik Panas dan Kritis

illustrations
Mirip Adu Domba di District 13 Banlieue Ultimatum movies
 - Politik Panas Kritis

Mungkin anda pernah merasakan menjadi salah satu admin di beberapa grup jejaring sosial media, entah itu facebook, twitter, mig33, nimbuzz, mxit, dan beberapa jejaring sosial media lainnya.

Masing-masing dari mereka Diam, Tertawa, Nylimuri, Mendamaikan, Melawan dan Perang Argumentasi (IstilahZamanNow; Bully), Perang Rombongan (Istilah Zaman Old; Flood Mode). Secara nyata sebetulnya sih hanya beberapa orang saja (terstruktur/kolaborasi/doktrinisasi) yang melakukan komentar secara virtual (fiktif). Sedangkan untuk melakukan proses tatap muka secara individual masing-masing memiliki ego atau perwatakan keras yang mungkin tidak akan pernah dilakukan "meski saling mengungkapkan untuk bertemu".

doctrine collaborative by windowsbie

Apalagi di saat datangnya Politik baik tingkat Desa, Kabupaten, Provinsi bahkan Satu Negeri dari mereka saling berperang argumentasi, saling menjelekkan pasangan calon, saling beradu adrenalin ke-ego-an yang berujung tidak pernah ada sapa maupun senyuman. Hari-hari biasa terisi dengan pelanggan yang terbiasa membeli hingga tidak pernah membeli, yang terbiasa laris berujung bangkrut terkecuali dengan cara paksa, malu kepada anak cucu dengan riwayat adu domba.

Mari Terus Berbenah, Siapapun Pilihannya jangan sampai putus silaturahmi hingga anak cucu.

Padahal kita sedari bahwa kebenaran dan kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. 
إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Artinya: “Innama al-mu’minuuna ikhwatun fa-ashlihu baina akhawaikum wa at-taqullaha la’allakum turhamuun” (Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat).
(QS.Al-Hujurat 49:10-10)

Mari kita hentikan perdebatan dan perang argumen, seakan kita seperti anak kecil membeli permen gulali bersama teman seumuran kita dan kita saling berebut untuk mendapatkan gulali itu, meski kita sadar bahwa hak gulali itu milik kita tetapi mengapa gulali itu menjadi milik teman kita?
semua akan mendapatkan hikmah tersendiri, hampir sama dengan peruntungan jodoh dan rezeki, tetapi semua kembali dengan apa yang telah kita lakukan sebelumnya, jika kita ikhlas melakukannya maka kita akan mendapatkan sesuatu itu dengan pasti, namun apabila kita melakukan semua itu dengan cara yang tidak wajar maka akan kembali ke hiruk pikuk kita sendiri hingga masa tua.

Cari Blog Ini

Halaman

Popular Posts

Advertisement

Responsive Advertisement