29/11/24
28/11/24
Perjalanan Panjang WiFi.ID dari Telkom Flexi CDMA
27/11/24
Perjalanan Panjang Net1 dari 2 ISP CDMA
26/11/24
Perjalanan Panjang Smartfren
25/11/24
Sejarah Panjang Indosat-M3
02/11/24
KULIAH GRATIS - BEASISWA ARRYMAN 2025
23/05/22
Buat Microsite di Home S.ID
Screenshoot Microsite [Horisontal] https://s.id/kangfauzane |
| Screenshoot Microsite [Vertikal] https://s.id/kangfauzane |
Tak hanya untuk individual saja, melainkan Lembaga Pemerintah pun ikut meramaikan #BuatMicrosite demi terciptanya informasi yang nyata. Sekarang ini banyak Link/Url/Alamat situs yang seharusnya dibuat untuk kenyamanan menyebarkan suatu alamat, namun banyak sekali yang melakukan penyalahgunaan media hingga jaringan penipuan.
Yuk ikut meramaikan juga, #LombaBuatMicrosite
meski didepan belum tentu menjadi Sang #Juara, setidaknya kita sudah ikut berpartisipasi dalam ajang pembuatan microsite di Home.s.id.
Link :
![]() |
| Screenshoot Microsite [Desktop] https://s.id/kangfauzane |
-------------------------------
-------------------------------
-------------------------------
https://s.id/formlombamicrosite
-------------------------------
06/03/20
Kisah Nyata Sang Windowsbie7 2015 yang Lalu - Mirip Coronavirus
Ini Kisah Nyataku: Di Balik Gejala Penyakit Langka
Jika dipelajari secara menyeluruh, gejala yang muncul pada wabah COVID-19 (Coronavirus) mengingatkan saya pada pengalaman yang pernah saya alami pada tahun 2015. Selama kurang lebih dua minggu dua hari, saya merasakan kondisi tubuh yang sangat tidak menentu, seolah-olah rasa sakit itu bercampur menjadi satu, seperti “rujak pecel” yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Gejala tersebut muncul secara bertahap. Pada hari pertama, saya mengalami demam tinggi. Hari kedua disusul flu berat. Hari ketiga tenggorokan mulai terasa sakit. Hari keempat, napas terasa semakin sesak. Memasuki hari kelima dan seterusnya, jantung saya berdegup tidak beraturan. Setelah genap satu minggu, tubuh terasa sangat lemah. Paru-paru terasa seperti berguncang, terutama ketika tersedak, bangkit dari duduk, atau berjalan. Rasa sakit semakin menjadi, bahkan untuk berbicara dengan suara lantang pun saya tidak sanggup.
Pada hari ke-10, pikiran saya dipenuhi oleh berbagai imajinasi dan angan-angan. Saya sempat berpikir, “Seandainya ada tabung oksigen, mungkin saya masih bisa berbicara dengan suara lantang.” Dalam keterbatasan itu, saya mencoba mencari cara sederhana untuk bertahan. Saya melangkah ke sumur mushala, mengambil air dengan gayung, lalu menghirup udara di sekitar air tersebut dengan penuh rasa syukur. Saya mengucap, Alhamdulillahi Allahu Akbar, karena saya masih diberi kesempatan untuk bernapas tanpa harus bergantung pada tabung oksigen. Cara sederhana ini kerap saya ulangi setiap kali napas terasa sangat sesak dan suara tak lagi mampu keluar dengan bebas. Dari sanalah saya menemukan jalan menuju pemulihan—sebuah jalan yang terasa sangat mahal dan langka.
Pada saat itu, saya sempat berpikir bahwa tidak semua orang mampu melewati kondisi seperti yang saya alami. Bisa jadi, orang lain yang mengalami gejala serupa telah jatuh dalam kondisi koma, atau bahkan tidak mampu bangkit dari keterpurukan fisik dan mental akibat penyakit langka tersebut.
Memasuki hari ke-13 hingga ke-14, kondisi saya perlahan membaik. Napas tidak lagi terlalu sesak, demam tinggi mulai mereda, dan detak jantung kembali normal seperti sedia kala. Pada hari ke-15, saya akhirnya dapat menjalani hidup secara normal tanpa rasa terpaksa maupun canggung untuk beraktivitas seperti sebelumnya.
Dari pengalaman inilah saya belajar bahwa apa pun bentuk kegelisahan dan ketakutan yang datang, termasuk ketakutan terhadap penyakit, yang perlu dilakukan adalah mencari dukungan, menggali inspirasi, serta membangun imajinasi yang menumbuhkan keberanian. Tanamkan keyakinan dalam diri bahwa “Saya tidak boleh takut untuk hidup dan tidak boleh takut untuk mati.” Yakinlah bahwa setiap ujian adalah kesempatan untuk bangkit dari kegelisahan akal dan keterpurukan mental.
Bagi mereka yang masih terfokus pada penimbunan masker, cobalah sejenak berimajinasi: bagaimana menciptakan masker kesehatan yang alami, bersih, dan bebas dari jejak kontak fisik. Bagi oknum penjual masker dengan harga yang tidak wajar, renungkanlah apakah di hari esok atau lusa masih ada orang yang mau membantu kita tetap tegar menjalani hidup tanpa praktik riba. Bagi tenaga kesehatan yang memegang sarung tangan dan stetoskop, ingatlah bahwa kesehatan memang mahal, tetapi tidak seharusnya membedakan pasien berdasarkan kelas ekonomi maupun status sosial.
Dan bagi sahabat yang tetap berfokus pada kesehatan, tetaplah tenang dan tidak perlu gelisah berlebihan. Jagalah kebersihan, tetapi jangan mudah termakan isu. Ingatlah bahwa di dalam tubuh kita terdapat mikroba baik dan mikroba yang tidak baik, yang hidup berdampingan sebagai bagian dari sistem alami manusia.
Salam berbagi,
Ini Kisah Nyataku: Di Balik Gejala Penyakit Langka
Dikirim oleh Ahmad Fauzan pada Jumat, 06 Maret 2020
29/12/18
Pertanyaan Generasi Teknologi
![]() |
| ilustrasi pencarian |
- kemarin saat keluarga dan ponakan berkunjung karena masa liburan sekolah,
.
"lik kemaren pas aku cari kampung gebangkuning kok munculnya potonya lilik yak, kok bisa masuk google lik bagaimana caranya lik?" tanya ponakan yang mirip aja :)
.
"hmm sebenernya lik ozan suka nulis dan unggah foto aja sebagai sarana dokumentasi kearsipan naa, coba deh nanti Husna jagoin aja nulisnya kayak mbak yuli juga mbak unes nanti poto dan segala macam karyanya husna masuk ke Google seluruh dunia maya naa :)" jawabku
.
"emangnya mbak yuli suka nulis lik, nulis apaan lik" tanyanya
.
"ya masih coba-coba naa, seperti mbak unes dan mbak yuli mungkin masih suka nulis tentang apa kek, apalagi kayak lik jum naa tulisan dan karyanya udah lebih dikenal dunia maya naa, seperti halnya bapak husna, terus lik afik, juga pakde sugeng karyanya lebih dikenal ketimbang tulisan lik ozan." ungkapku
.
"berarti semua yang sudah bisa megang hape sama leptop seneng nulis, lalu diungkap di google ya lik biar terkenal. kemudian googlenya ngambil karyanya orang-orang??" lugunya
.
"yang pasti semua orang itu naa, sekedar ingin meluapkan perasaan, pikiran, unek-unek maupun apapun, lagipula karya milik orang-orang gak google ambil, melainkan memberikan jalan pintas atas karya itu. seperti misal Husna sekarang menginjak usia remaja kan naa, husna ingin cari nama kampungnya lik ozan 'Gebangkuning', nah dari situ google hanya memberikan arah atau jalan alternatif untuk mengetahui dimana desa 'gebangkuning' itu berada, alternatif satu melalui tulisan lik ozan, atau mungkin lik jum dan bisa jadi tulisan yang disusun sedemikian indahnya oleh pakde sugeng." ulasku
....
![]() |
| posted on Google+ |
ya bagaimana pun mereka tidak ingin hanya mendapat wawasan seputar usianya, melainkan mendapat wawasan yang ada dalam unek-uneknya tersebut terjawab.
.
Siapa lagi yang akan mereka tanyakan selain mesin pencari referensi seperti google, bing, yahoo dan lainnya. sebelum mereka betul-betul ngerti dan faham apa yang telah dilakukan keluarganya, kerabatnya, tetangganya, sahabatnya, maupun oranglain.
.
bisa saja mereka mengetahui segala hal tanpa bersumber, seperti halnya pada ilham "Ilmu Laduni" ilmu yang sengaja diturunkan Sang Pencipta kepada MakhluqNya (seperti pada kebanyakan anak Difabel, Disabilitas, Anak Yatim maupun Anak Yatim Piatu) yang mana ilmu tersebut jarang dijumpai, atau bahkan tidak ada sama sekali. Wallahu A'lam,
....
Generasi masa kini seakan hanya mengerti soal GAME, SOSMED, SELFIE, dan mungkin Sesuatu hal yang sangat merugikan dirinya sendiri, walaupun sering berkecimpung dengan aktifitas apapun bernilai religius. namun semua kembali kepada yang menikmatinya (pelaku),
.
saya mencoba mengajarkan sesuatu yang sebetulnya sering dilakukan orang ketika menulis status di jejaring sosial media, ya walaupun saya sendiri suka menulis status seperti anak remaja yang merasakan pubertas, padahal semua itu hanya hiburan ketika akal sudah sumpek dan buntu untuk mencari solusi.
.
kenapa mengajarkan sering dilakukan orang ketika menulis status di jejaring sosial media dengan "menulis di Blog, Web, dan KeepGoogle", karena kebanyakan tulisan seseorang belum tentu mengarah pada perasaan, pikiran bahkan keruwetan kepala, melainkan ada sisi dimana jiwa sastranya, falsafahnya terluapkan dengan berlampir gambaran yang mungkin masih kopas (copy/paste) atau bisa jadi foto dirinya sendiri. sehingga banyak orang ingin meniru sesuatu itu penuh dengan kewaspadaan pada masanya.
.
#Falsafah #Sastra #puisi #Pantun #Perasaan #Blogging #Wawasan #Generasi
01/11/18
Politik Panas dan Kritis
![]() |
| illustrations |
![]() |
| doctrine collaborative by windowsbie |
إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَArtinya: “Innama al-mu’minuuna ikhwatun fa-ashlihu baina akhawaikum wa at-taqullaha la’allakum turhamuun” (Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat).
(QS.Al-Hujurat 49:10-10)
Mari kita hentikan perdebatan dan perang argumen, seakan kita seperti anak kecil membeli permen gulali bersama teman seumuran kita dan kita saling berebut untuk mendapatkan gulali itu, meski kita sadar bahwa hak gulali itu milik kita tetapi mengapa gulali itu menjadi milik teman kita?
semua akan mendapatkan hikmah tersendiri, hampir sama dengan peruntungan jodoh dan rezeki, tetapi semua kembali dengan apa yang telah kita lakukan sebelumnya, jika kita ikhlas melakukannya maka kita akan mendapatkan sesuatu itu dengan pasti, namun apabila kita melakukan semua itu dengan cara yang tidak wajar maka akan kembali ke hiruk pikuk kita sendiri hingga masa tua.
Cari Blog Ini
Halaman
Popular Posts
-
Terkadang firasat memang menjadi salah satu yang membuat kita bertanya pada seseorang bahkan pada para orangtua yang lebih mengenal dunia...
-
Sejarah Perusahaan 1. Awal Berdiri sebagai Excelcomindo Pratama (1996) PT Excelcomindo Pratama didirikan pada 6 Oktober 1996 dan mulai ber...
-
" Maka barang siapa yang sholat empat reka’at dan di setiap raka’at dia menbaca al fatihah 1x, al kautsar 17x, al ikhlash 5x, dan ...
-
Sosok itu begitu dekat dan akrab senyumnya selalu mengembang ketulusannya terpancar dari wajahnya ketanggguhan imannya mempesona...
-
Akhir-akhir ini terdengar kabar juga membuat saya geram dan ingin terjun bawah secara langsung untuk meninjau penyakit berkaitan dengan p...
-
Beasiswa Arryman 2025 @ Cakupan beasiswa • Tunjangan pendidikan penuh • Tunjangan tempat tinggal Biaya hidup • Asuransi kesehat...
-
Bla... bla.. bla... yang dimulai dri JUDUL dan Lainnya hehehe KATA PENGANTAR Alhamdulillah puji syukur saya panjatkan kepada Allah SW...
-
Ini Kisah Nyataku: Di Balik Gejala Penyakit Langka Jika dipelajari secara menyeluruh, gejala yang muncul pada wabah COVID-19 (Coronavi...
-
Sejarah Panjang Telkom Flexi: Dari CDMA Menjadi WiFi dengan Julukan WiFi.ID Telkom Flexi adalah salah satu layanan unggulan PT T...
-
Perjalanan Indosat-M3 Berikut informasi tentang perjalanan merger Indosat yang melibatkan berbagai operator telekomunikasi besar...


.png)
.png)





