26/11/11

Fakta Tentang Tubuh Manusia

Mungkin  banyak  orang  yang  tidak  mengetahui  banyak  rahasia  yang  terdapat  di  dalam tubuhnya.  Fakta-fakta  ini mungkin  tidak  pernah  terpikirkan  sebelumnya,  tapi  seorang akan terkejut bila mengetahuinya.

Tubuh manusia mulai  dari  kepala,  leher ,  batang  badan,  2  lengan  dan  2  kaki merupakan keseluruhan  struktur fisik dari  organisme  manusia.  Ukuran  tubuh  manusia  biasanya dipengaruhi  oleh  gen,  dan  saat  dewasa  tubuh  terdiri dari  100 miliar  sel  yang  dirancang untuk  menunjang  fungsi  masing-masing  organ  seperti  kardiovaskular , pencernaan, kekebalan  tubuh,  pernapasan,  ekskresi,  perkemihan, muskuloskeletal,  saraf,  endokrin  dan reproduksi.

Karena itu ada fakta-fakta tersembunyi yang tidak diketahui banyak orang mengenai tubuh
seorang manusia, seperti dikutip dari Howstuffworks,

1. Manusia melepaskan  sekitar  600.000  partikel  (sel)  kulit  setiap  jamnya. Dalam  setahun ada  sekitar  1,5  pon  (0,75  kg)  sehingga  rata-rata  orang  akan  kehilangan  sekitar  105  pon (47,25 kg) sel kulit pada saat berusia 70 tahun.

2. Jumlah  tulang. Orang dewasa memiliki  tulang yang  lebih sedikit dibandingkan bayi. Saat seseorang  baru  memulai  kehidupan,  terdapat  305  tulang.  Tapi  seiring  terjadinya pertumbuhan, maka saat dewasa orang hanya memiliki 206 tulang saja.

3.  Sidik  (garis-garis)  di  lidah.  Jika  ingin menyembunyikan  identitas, maka  sebaiknya  tidak menjulurkan  lidah.  Karena  serupa  dengan  sidik  jari,  setiap  orang memiliki  sidik  lidah  unik yang berbeda-beda.

4. Lapisan kulit perut baru. Tanpa disadari setiap manusia memiliki  lapisan kulit perut baru setiap  3-4  hari.  Ini  karena  asam  yang  kuat  di  lambung  tidak  hanya  berguna  untuk mencerna makanan, tapi juga untuk mengikis lapisan perut.

5.  Kecepatan  bersin.  Udara  yang  dikeluarkan  dari  orang  yang  bersin  bisa  memiliki kecepatan  hingga  100 mil/jam  (160,9  km/jam)  atau  lebih.  Karena  itu  tidak  ada  salahnya untuk menutup hidung saat bersin atau ada orang di dekat Anda yang bersin.

6. Panjangnya pembuluh darah. Darah memiliki jalur kerja yang panjang, karena ada sekitar 60.000 mil  (96.540 km) pembuluh darah dalam  tubuh manusia. Dan  jantung bekerja keras untuk memompa sekitar 2.000 galon darah setiap harinya ke semua pembuluh darah.

7.  Jumlah  air  liur .  Mungkin  tidak  pernah  terbayangkan  untuk  berenang  di  dalam  air  liur sendiri. Tapi hal  ini mungkin  saja, karena dalam  seumur hidupnya  seseorang menghasilkan air liur rata-rata 25.000 liter.

8. Kekuatan mendengkur . Seseorang pasti akan terganggu jika tidur di sebelah orang yang mendengkur . Hal ini bisa dimaklumi, karena suara dengkuran bisa mencapai 60 desibel yang setara dengan suara normal orang berbicara. Bahkan ada yang mencapai 80 desibel yaitu
setara dengan suara mesin bor.

9. Warna dan jumlah rambut. Warna rambut akan membantu menentukan seberapa banyak jumlah helai  rambut. Warna  rambut  pirang memiliki 146.000  folikel  (kantong  kelenjar  pada rambut),  rambut  hitam memiliki  110.000  folikel  sedangkan  rambut  coklat memiliki  100.000 folikel. Setiap folikel menghasilkan 20 helai rambut.

10. Berat kepala. Tidak heran  jika seorang bayi sulit sekali mengangkat kepalanya, karena berat  kepala  saat  baru  lahir  adalah  seperempat  dari  total  berat  badan.  Sedangkan  saat dewasa, berat kepalanya hanya seperdelapan dari berat badan seseorang.

Sumber: detikcom

Dibalik Meriahnya, Malam 1 Suro Yang Dinanti Para Pelajar Ilmu Hikmah

Malam 1 Suro Malam Tenangkan Jiwa
---------------------------------------------
mungkin selama ini windowsbie7 tidaklah merasa perhatian bahkan sering berkomunikasi langsung, karena ada yang dirindukan ya itu malam 1 suro ataupun malam pergantian tahun baru hijriyah. disisi lain malam tersebut adalah malam yang sangat berarti bagi sekelompok orang yang ingin lebih memahami ilmu hikmah bahkan mencintai malam untuk menyampaikan, bermunajat dan juga bercurhat kepada Alloh SWT selama 1 tahun apa yang dilakukan dan apa yang diharapkan.

cinta, do'a dan ridho ilahi...
itu semua menjadi hakikat para pecintanya, maafkan aku selama ini dan aku berharap kita bisa bercurhat dengan biasnya lampu sutera kasih.

tidak sedikit orang membicarakan bahkan janji ketemuan untuk berkumpul dan bersama-sama melakukan do'a dan tahlil untuk menyatukan silaturrakhmi antar penghuni alam nyata dan penghuni alam ghaib yang keduanya memiliki ikatan untuk saling bekerjasama membangun negeri ini. bukan masalah ilmu hitam ataupun putih yang di anutnyam tapi masalah kerukunan antar keduanya.

aku yakin semuanya pun ingin mempelajari ilmu hikmah untuk bisa teguhkan hati untuk saling mengerti apa yang sedang dilakukan alam dari mengingati kita.

namun perlu ditinjau kembali bahwa Windowsbie7 tidak mengikuti aliran sebangsa ritual, hanya sebatas memanfaatkan kesempatan terindah untuk mencari persaudaraan. bagi windowsbie7 dari dahulu belum pernah ikut ritual pakai kekembang, tapi hanya sebatas Sholatdua Rakaat, Membaca Do'a di barengi dengan Tahlil dan di selesaikan dengan bacaan-bacaan do'a untuk pengharapan kepada sang ilahi (Allohu Jalla Jallaluh).
============================================
:: Windowsbie7 - Macansewu - Cucu Eyang Boemi Witjahjakoesoema - Cilacap Nusakambangan ::
============================================

Malam pergantian tahun baru Hijriyah atau bagi masyarakat Jawa disebut malam 1 Suro, Sabtu (26/11) malam ini, dimanfaatkan sebagian warga untuk tirakatan, dengan melalukan laku ritual tertentu. Mereka ada yang kungkum (merendam badan hingga sebatas leher) di umbul (pemandian) umum.

Diantaranya di Umbul Gedaren, Kab. Klaten, Jawa Tengah. Laku rituan itu, dipercaya untuk membersihkan dosa-dosa sebelumnya serta menyambut tahun baru Hijriyah (tahun baru Jawa) dalam kondisi bersih.

"Saya dulu juga kungkum, tapi sekarang tidak. Ya, waktu itu percaya dengan kungkum akan menjalani hidup lebih tenteram," ujar Yadi (49), warga Jatinom, Kab. Klaten.

Yadi menambahkan, tidak sedikit tetangga di desanya masih melakukan ritual tersebut.

Sementara itu, Sabtu malam ini setalah Magrib, Kraton melakukan kirab pusaka untuk selanjutnya dijamas (dibersihkan dengan cara dicuci).

Selanjutnya pukul 00.00 WIB, kirang sejumlah kerbau bule/kerbau berwarna kulit seperti bule (dikenal sebagai Kiai Slamet) keliling Kraton.

Selain di Solo, Kraton Yogyakarta juga melakukan beberapa ritual. Sedangkan Pantai Parangtritis, termasuk di Pantai Parangkusumo, ramai dikunjungi masyarakat menyambut datangnya 1 Suro.
============================================

:: Pembahasan Judul Postingan ::
----------------------------------------

MUHARRAM DALAM PANDANGAN ISLAM
1.         Muharram Adalah Bulan Yang Mulia. Allah Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu”(QS. At-Taubah : 36)
Imam Ath-Thabari berkata, “Bulan itu ada dua belas, 4 diantaranya merupakan bulan haram (mulia), dimana orang-orang jahiliyah dahulu mengagungkan dan memuliakannya. Mereka mengharamkan peperangan pada bulan tersebut. Sampai seandainya ada seseorang bertemu dengan orang yang membunuh ayahnya maka dia tidak akan menyerangnya. Bulan yang empat itu adalah Rajab Mudhor, dan tiga bulan berurutan, yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. Dengan ini nyatalah khabar-khabar yang disabdakan oleh Rasulullah ”. Kemudian At-Thabari meriwayatkan beberapa hadits, diantaranya hadits dari sahabat Abu Bakrah , yang diriwayatkan Imam Bukhari (no. 4662), Rasulullah  bersabda,
“Wahai manusia, sesungguhnya zaman itu berputar sebagaimana keadaan ketika Allah menciptakan langit dan bumi, dan sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ada dua belas bulan, diantaranya terdapat empat bulan haram, pertamanya adalah Rajab Mudhor, terletak antara Jumadal (akhir) dan Sya’ban, kemudian Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram” (Jami’ul Bayan 10/124-125)
Qotadah berkata, “Amalan shalih pada bulan haram pahalanya sangat agung dan perbuatan dhzalim di dalamnya merupakan kedhzaliman yang besar pula dibanding pada bulan selainnya, walaupun yang namanya kedhzaliman itu kapanpun merupakan dosa yang besar” (Ma’alimut Tanzil 4/44-45)
Pada bulan Muharram ini terdapat hari yang pada hari itu terjadi peristiwa yang besar dan pertolongan yang nyata, menangnya kebenaran mengalahkan kebathilan, dimana Allah Ta’ala telah menyelamatkan Nabi Musa ‘alaihis sallam dan kaumnya serta menenggelamkan Fir’aun dan kaumnya. Hari tersebut mempunyai keutamaan yang agung dan kemuliaan yang abadi sejak dulu. Dia adalah hari kesepuluh yang dinamakan Asyura. (Durusun ‘Aamun, Abdul Malik Al-Qasim, hal.10)
2.         Disyariatkan Puasa Asyura. Berdasarkan hadits-hadist berikut ini. “Dahulu Rasulullah  memerintahkan untuk berpuasa Asyura, tatkala puasa Ramadhan diwajibkan, maka bagi siapa yang ingin berpuasa puasalah, dan siapa yang tidak ingin, tidak usah berpuasa” (HR. Bukhari no. 2001)
Tatkala Nabi  hijrah ke Madinah beliau  mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari itu, lalu beliau bertanya kepada mereka, “Kenapa kalian berpuasa?” Mereka menjawab, “Sesungguhnya pada hari ini Allah Ta’ala telah menyelamatkan Musa dan kaumnya dan membinasakan Fir’aun beserta kaumnya. Dan Musa berpuasa pada harinya, maka kamipun berpuasa.” Kemudian beliau  berkata, “Kami lebih berhak atas Musa daripada kalian.” (HR Bukhari no. 2004, Muslim no. 1130). Maka Nabi  berpuasa pada hari itu dan memerintahkan untuk melakukan puasanya.
3.         Keutamaan Puasa Asyura. Ibnu Abbas d ditanya tentang puasa Asyura, jawabnya, “Saya tidak mengetahui bahwa Rasulullah puasa pada hari yang paling dicari keutamaannya selain hari ini (Asyura) dan bulan Ramadhan” (HR. Bukhari no. 1902, Muslim no. 1132)
Puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu, berdasarkan hadits berikut, “Rasulullah  ditanya tentang puasa Asyura, jawab beliau , “Puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu”(HR. Muslim no. 1162, Tirmidzi no. 752)
4.         Asyura Adalah Hari Ke-10. dari Ibnu Abbas , tatkala Rasulullah  berpuasa Asyura dan memerintahkan untuk berpuasa, para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashara”, Maka beliau  bersabda, “Tahun depan insya Allah kita akan berpuasa hari ke-9”. Ibnu Abbas  berkata, “Tahun berikutnya belum datang Rasulullah  keburu meninggal” (HR. Muslim no. 1134)
Imam Nawawi berkata, “Jumhur ulama salaf dan khalaf berpendapat bahwa hari Asyura adalah hari ke-10. Yang berpendapat demikian diantaranya adalah Sa’id bin Musayyib, Al-Hasan Al-Bashri, Malik bin Anas, Ahmad bin Hambal, Ishaq bin Rahawaih dan banyak lagi. Pendapat ini sesuai dengan (dzahir) teks hadits dan tuntutan lafadznya”. (Syarah Shahih Muslim 9/205)
Hanya saja Rasulullah  berniat untuk berpuasa hari ke-9 sebagai penyelisihan terhadap ahlul kitab, setelah dikhabarkan kepada beliau bahwa hari tersebut diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nashara. Oleh karena itu Imam Nawawi berkata, “ Imam Syafi’i dan para sahabatnya, Ahmad, Ishaq dan selainnya berpendapat ; Disunnahkan untuk berpuasa hari ke-9 dan ke-10 karena Nabi  berpuasa hari ke-10 serta berniat untuk puasa hari ke-9. Sebagian Ulama berkata, “Barangkali sebab puasa hari ke-9 bersama hari ke-10 adalah agar tidak menyerupai orang-orang Yahudi jika hanya berpuasa hari kesepuluh saja. Dan dalam hadits tersebut memang terdapat indikasi ka arah itu” (Syarah Shahih Muslim 9/205)
Selain ada yang berpendapat seperti diatas, sebagian ulama berpendapat hendaknya berpuasa satu hari sebelum dan sesudahnya berdasarkan hadits. Rasulullah  bersabda, “Berpuasalah hari Asyura dan berbedalah dengan orang Yahudi, (dengan) berpuasalah 1 hari sebelumnya dan sesudahnya” (HR. Ahmad no. 2155).
Berdasarkan keterangan-keterangan di atas, sudah sepatutnya bagi seorang muslim yang baik untuk mengisi bulan Muharram ini dengan amal shalih, dan menjalankan ibadah puasa Asyura.

KEYAKINAN YANG SALAH TERHADAP BULAN MUHARRAM

1.         Anggapan Sial. Dalam pandangan masyarakat Jawa, Muharram (Suro) merupakan bulan keramat. Sehingga sebagian dari mereka tidak berani untuk menyelenggarkan suatu acara terutama hajatan dan pernikahan. Bila tidak di-indah-kan akan menimbulkan petaka dan kesengsaraan bagi mempelai berdua dalam mengarungi bahtera kehidupan. Hal ini diakui oleh seorang tokoh keraton Solo. Bahkan katanya, “Pernah ada yang menyelenggarakan pernikahan di bulan Suro (Muharram), dan ternyata tertimpa musibah!”. Maka kita lihat, bulan ini sepi dari acara pernikahan dan hajatan.
2.         Nuansa Kesyirikan Yang Aneh. Selain itu, untuk memperoleh keselamatan, diadakan berbagai kegiatan “aneh”. Sebagian masyarakat mengadakan tirakatan pada malam 1 Suro , entah di tiap desa, atau tempat lain seperti puncak gunung, dst. Sebagiannya lagi mengadakan sadranan, berupa pembuatan nasi tumpeng yang dihiasi aneka lauk dan kembang lalu di larung (dihanyutkan) di laut selatan disertai kepala kerbau dengan keyakinan supaya sang ratu pantai selatan berkenan memberikan berkahnya dan tidak mengganggu. Peristiwa seperti ini dapat disaksikan di pesisir pantai selatan seperti Tulungagung, Cilacap dan lainnya.
Di Solo, acara kondang yang menyertai Muharram (Suro) dan sudah menjadi tradisi adalah kirab kerbau bule yang terkenal dengan nama Kyai Slamet di keraton Kasunanan Solo. Peristiwa ini sangat dinantikan oleh warga Solo dan sekitarnya, bahkan yang jauhpun rela bersusah-payah mendatanginya dengan jalan kaki, dst. Apa tujuannya ? Tiada lain, untuk ngalap berkah dari sang kerbau, supaya rejekinya lancar, dagangan laris, dan sebagainya. Naudzubillahi min dzalik. Padahal, dalam pandangan banyak orang, kerbau merupakan simbol kebodohan, sehingga muncul peribahasa Jawa untuk menggambarkannya, “bodo ela-elo koyo kebo”. Acara lainnya adalah jamasan pusaka dan kirab (diarak) keliling keraton.
Pembaca yang budiman, itulah sekelumit gambaran kepercayaan masyarakat khususnya Jawa terhadap bulan Muharram (Suro). Tahayul semacam ini, diwarisi dari zaman sebelumnya mulai animisme, dinamisme, hindu dan budha. Ketika Islam datang keyakinan-keyakinan tersebut masih kental menyertai perkembangannya. Bahkan terjadi sinkretisasi (pencampuran). Ini bisa dicermati pada sejarah kerajaan-kerajaan Islam di awal pertumbuhan dan perkembangan selanjutya, hingga dewasa ini ternyata masih menyisakan pengaruh tersebut. Lalu, apakah budaya seperti ini patut kita lestarikan ?

KOREKSI TERHADAP KEPERCAYAAN MASYARAKAT SEPUTAR MUHARRAM (SURO)

1.         Keyakinan bahwa bulan Muharram adalah bulan sial. Seperti yang dianut orang Jawa sebagaimana kami paparkan di atas, dalam pembahasan ilmu agama Islam biasa disebut dengan Tathayyur ( تَØ·َÙŠُّرْ ) atau Thiyarah ( Ø·ِÙŠَرَØ©ٌ ) yakni suatu anggapan bahwa suatu keberuntungan atau kesialan itu didasarkan pada kejadian tertentu, waktu, atau tempat tertentu.
Orang-orang jahiliyyah dahulu meyakini bahwa Tathayyur ini dapat mendatangkan manfaat atau menghilangkan mudharat. Setelah Islam datang, keyakinan ini dikategorikan kedalam perbuatan syirik yang harus dijauhi. Dan Islam datang untuk memurnikan kembali keyakinan bahwa segala sesuatu itu terjadi atas kehendak Allah Ta’ala dan membebaskan hati ini dari ketergantungan kepada selain-Nya. Allah Ta’ala berfirman, “Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (QS. Al A’raf: 131)
Maka, seseorang yang meyakini bahwa barangsiapa yang mengadakan acara pernikahan atau hajatan yang lain pada bulan Muharram itu akan ditimpa kesialan dan musibah, maka orang tersebut telah terjatuh ke dalam kesyirikan kepada Allah Ta’ala. Rasulullah  mengkabarkan hal tersebut dalam sabdanya ,
الطِّـيَرَØ©ُ Ø´ِـرْÙƒٌ
Artinya: “Thiyarah itu adalah kesyirikan.” (HR. Ahmad dan At Tirmidzi)
Parapembaca, ketahuilah bahwa perbuatan ini digolongkan ke dalam perbuatan syirik karena beberapa hal, yaitu:
a)         Seseorang yang ber-thiyarah berarti dia meninggalkan tawakkalnya kepada Allah Ta’ala. Padahal tawakkal merupakan salah satu jenis ibadah yang Allah Ta’ala perintahkan kepada hamba-Nya. Segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi, semuanya di bawah pengaturan dan kehendak-Nya. Keselamatan, kesenangan, musibah, dan bencana, semuanya datang dari Allah Ta’ala.
Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Rabbku dan Rabbmu, tidak ada suatu makhluk pun melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya (menguasai sepenuhnya).” (QS. Hud: 56)
b)   Seseorang yang bertathayyur berarti dia telah menggantungkan sesuatu kepada perkara yang tidak ada hakekatnya (tidak layak untuk dijadikan tempat bergantung). Ketika seseorang menggantungkan keselamatan atau kesialannya kepada bulan Muharram atau bulan-bulan yang lain, ketahuilah bahwa pada hakekatnya bulan Muharram itu tidak bisa mendatangkan manfaat atau menolak mudharat. Hanya Allah-lah satu-satunya tempat bergantung. Allah Ta’ala berfirman, “Allah adalah satu-satunya tempat bergantung.” (QS. Al Ikhlash: 2)
Orang yang ber-tathayyur tidaklah terlepas dari dua keadaan,
Pertama: meninggalkan semua perkara yang telah dia niatkan untuk dilakukan.
Kedua: melakukan apa yang dia niatkan namun di atas perasaan was-was dan khawatir.
Tidak diragukan lagi bahwa dua keadaan ini sama-sama mengurangi nilai tauhid yang ada pada dirinya.
2.         Kemudian, keyakinan yang terkait dengan Kerbau Kiai Slamet, Jamasan, pusaka-pusaka tertentu dan sebaginya, ini merupakan keyakinan yang dapat mengeluarkan pelakunya dari agama Islam. Hal ini karena pelaku ngalap berkah yang seperti itu, mempunyai keyakinan bahwa ada dzat lain yang mampu mendatangkan keselamatan/berkah serta menolak bahaya selain Allah Ta’ala. Dalam Al-Qur’an Allah Ta’ala menerangkan,
“Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka:”Siapakah yang menciptakan langit dan bumi”, niscaya mereka menjawab: “Allah”.Katakanlah:”Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya. Katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku”. Kepada-Nyalah bertawakkal orang-orang yang berserah diri’.’ (QS. Az-Zumar: 38)
Pembaca, ibadah apa pun bentuknya adalah haram diperuntukkan kepada selain Allah Ta’ala. Dan tawakkal, istighatsah (minta keselamatan), isti’anah (minta pertolongan), takut dan mengharap adalah ibadah, dan yang lain sebagainya dari macam-macam ibadah semuanya hanya untuk Allah Ta’ala. Inilah prinsip tauhid, yaitu memurnikan ibadah hanya kepada Allah Ta’ala semata, yang menjadi landasan paling mendasar di dalam Islam. Barangsiapa yang melanggarnya maka ia jatuh ke dalam kesyirikan. Kecil atau besar-nya kesyirikan tersebut tergantung jenis pelanggarannya.
Dan sudah merupakan prinsip agama ini bahwa Allah Ta’ala adalah satu-satunya Dzat yang berhak di-ibadahi. Setiap peribadahan kepada selain Allah Ta’ala adalah ibadah yang batil dan pelakunya terancam kekal di neraka jahannam apabila tidak bertaubat dari perbuatannya. Allah Ta’ala berfirman,
ذَÙ„ِÙƒَ بِØ£َÙ†َّ اللَّÙ‡َ Ù‡ُÙˆَ الْØ­َÙ‚ُّ ÙˆَØ£َÙ†َّ Ù…َا ÙŠَدْعُونَ Ù…ِÙ†ْ دُونِÙ‡ِ Ù‡ُÙˆَ الْبَاطِÙ„ُ ÙˆَØ£َÙ†َّ اللَّÙ‡َ Ù‡ُÙˆَ الْعَÙ„ِÙŠُّ الْÙƒَبِيرُ
“(Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Rabb) yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar”. (QS. Al Hajj: 62)
Barangsiapa yang menyelewengkan ibadah tersebut untuk selain Allah, maka ia adalah musyrik dan kafir. Firman Allah Ta’ala, “Dan barangsiapa menyembah sesembahan yang lain di samping (menyembah) Allah, padahal tidak ada satu dalilpun baginya tentang itu, maka benar-benar balasannya ada pada Tuhannya. Sungguh tiada beruntung orang-orang kafir itu.” (QS. Al-Mu’minun: 117).
Dan Allah Ta’ala menjelaskan bahwa pelaku kesyirikan kekal di neraka jahannam pada ayat-Nya,“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun”. (QS. Al Maidah: 72)
Maka, apakah patut kita samakan kekuasaan Allah Ta’ala Yang Maha Esa dengan makhluk yang lemah? Apalagi dengan hewan, keris, akik, dan batu, yang merupakan benda mati?
Kesimpulannya, bahwa bulan Muharram atau dikenal dengan Suro merupakan bulan yang mulia. Maka tidak sepantasnya apabila kaum muslimin mempunyai anggapan miring terhadapnya, dengan menjadikan sebagai bulan keramat. Sehingga menyeret mereka jatuh ke lembah kesyirikan, dengan melakukan acara-acara yang merupakan cerminan dari keyakinan mereka yang keliru. Akibatnya dosa yang disandang semakin banyak karena dilakukan pada bulan yang mulia.
============================================
"Manfaatkan Waktu Spesial ini untuk Merenung dan Mengoreksi Diri"
:: macan.sewu@facebook.com - Cucu Simbah Macansewu ::
============================================
Windowsbie7 "Jadikanlah malam 1 suro sebagai pemerkuat pelatihan lidah mengucapkan lafadz maupun kalimat dari ayat-ayat Alloh SWT, agar di masa yang akan datang ketika kita sudah berkeluarga, tidak memiliki kesusahan dalam mengajarkan ilmu Al-Qur'an, Hadist bahkan Belajar Sholat kepada anak cucu kita."
jangan jadikan malam 1 suro sebagai malam penyucian barang2 pusaka, karena dari pengalaman windowsbie7 sendiri barang keramat yang dilawan dengan kalimat ilai itu lebih kuat ayat-ayat al-qur'an.

sekian dan terimakasih atas kesediaannya dalam membaca artikel saya. 

Empat Rahasia Ahli Syukur

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

ManajemenQolbu.Com : Semoga Allah Yang Maha Menatap, Maha Gagah , Maha Menguasai segala-galanya mengaruniakan kepada kita hati yang bersih sehingga bisa menangkap hikmah di balik kejadian apapun yang kita rasa dan kita saksikan , karena penderitaan dalam hidup bukan karena kejadian yang menimpa tapi karena kita tertutup dari hikmah.

Allah menakdirkan apapun Maha Cermat, tidak pernah mendzolimi makhluk-makhluknya , kita
sengsara adalah karena kita yang mendzolimi diri sendiri.

*)\"Barangsiapa yang tidak mensyukuri nikmat Allah, sesungguhnya ia telah membuka jalan
hilangnya nikmat dari dirinya. Akan tetapi barangsiapa yang mensyukuri nikmat Allah, maka
sungguh ia telah memberi ikatan yang kuat pada kenikmatan Allah itu \"

Firman Allah SWT :

La in Syakartum la-aziidannakum (jika kalian bersyukur , niscaya Aku akan menambah
rezekimu)(QS. 14 ; 7)

Wa maa bikummin ni’matin faminallohi tsumma idzaa massakumudllurru failaihi tajaruun (Dan
apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah datangnya, dan bila kamu ditimpa oleh
kemudaratan , maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.(QS . 16 ; 53)

Wa ammaa bini’mati rabbika fahaddits (Dan terhadap Nikmat Tuhan-mu maka hendaklah kamu
menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)(QS . 93 ; 11)*

*(diambil dari kitab Al Hikam ; Syekh Ahmad Atailah)

Jadi setiap nikmat itu menjadi pembuka atau penutup pintu nikmat lainnya, kita sering
menginginkan nikmat padahal rahasia yang bisa mengundang nikmat adalah syukur atas nikmat yang
ada , jangan engkau lepaskan nikmat yang besar dengan tidak mensyukuri nikmat yang kecil.

Tidak usah risau terhadap nikmat yang belum ada , justru risaulah kalau nikmat yang ada tidak
disyukuri, Allah sudah berjanji kepada kita dengan janji yang pasti ditepati La in Syakartum
la-aziidannakum (jika kalian bersyukur , niscaya Aku akan menambah rezekimu)(QS. 14 ; 7)

Maka daripada kita sengsara oleh nikmat yang belum ada lebih baik bagaimana yang ada bisa
disyukuri , sayangnya kalau kita mendengar kata syukuran itu yang terbayang hanya makanan ,
padahal syukuran itu adalah bentuk amal yang dahsyat sekali pengaruhnya.

Syarat yang pertama menjadi ahli syukur adalah hati tidak merasa memiliki , tidak merasa
dimiliki kecuali yakin segalanya milik Allah SWT.

Makin kita merasa memiliki sesuatu akan makin takut kehilangan, takut kehilangan adalah suatu
bentuk kesengsaraan , tapi kalau kita yakin semuanya milik Allah ,maka diambil oleh Allah tidak
layak kita merasa kehilangan karena kita merasa tertitipi. Makin merasa rejeki itu milik manusia
kita akan merasa berharap kepada manusia dan akan makin sengsara, senikmat-nikmat dalam hidup
adalah kalau kita tidak berharap kepada mahluk tetapi berharap hanya kepada Allah SWT.

Rahasia yang kedua ahli syukur adalah \"orang yang selalu memuji Allah dalam segala kondisi \",
karena apa ? karena kalau dibandingkan antara nikmat dengan musibah tidak akan ada apa-apanya.
Musibah yang datang tidak sebanding dengan samudera nikmat yang tiada bertepi .

Apa yang harus membuat kita menderita ? adalah menderita karena kita tamak kepada yang belum
ada , ciri yang ketiga dari ahli syukur adalah manfaatkan nikmat yang ada untuk mendekat kepada
Allah , alkisah ada tiga pengendara kuda masuk kedalam belantara, ketika dia tertidur kemudian
saat terjaga dilihat kudanya telah hilang semua , betapa kagetnya mereka dan pada saat yang sama
dalam keadaan kaget , ternyata seorang raja yang bijaksana melihat hal tersebut dan mengirimkan
kuda yang baru lengkap dengan perbekalan , ketika dikirimkan reaksi ketiga pengendara yang
hilang kudanya itu berbeda-beda , si-A kaget dan berkomentar \" wah ini hebat sekali kuda ,
bagus ototnya , bekalnya banyak pula !, dia sibuk dengan kuda tanpa bertanya kuda siapakah ini\".

Si-B , gembira dengan kuda yang ada dan berkomentar \"wah ini kuda hebat , sambil berterima
kasih kepada yang memberi , sikap C beda lagi , ia berkomentar \"lho ini bukan kuda saya, ini
kuda milik siapa ? yang ditanya menjawab \" ini kuda milik raja \",si-C bertanya kembali \"
kenapa raja memberikan kuda ini ? dijawab \" sebab raja mengirim kuda agar engkau mudah bertemu
dengan sang raja\". dia gembira bukan karena bagusnya kuda , dia gembira karena kuda dapat
memudahkan dia dekat dengan sang raja.

Nah begitulah , si-A adalah manusia yang kalau mendapatkan mobil, motor , rumah ,dan kedudukan
sibuk dengan kendaraan itu , tanpa sadar bahwa itu adalah titipan . Orang yang paling bodoh
adalah orang yang punya dunia tapi dia tidak sadar bahwa itu titipan Allah , yang B mungkin
adalah model kita yang ketika senang kita mengucap Alhamdulillah, tetapi ahli syukur yang asli
adalah yang ketiga yang kalau punya sesuatu dia berpikir bahwa inilah kendaraan yang dapt
menjadi pendekat kepada Allah SWT.

Ketika mempunyai uang dia mengucap Alhamdulillah , uang inilah pendekat saya kepada Allah , dia
tidak berat untuk membayar zakat , dia ringan untuk bersadaqah , karena tidak akan berkurang
harta dengan bersadaqah.

Maka, jika sahabat ingin banyak uang ? sederhana saja rumusnya , pakailah uang yang ada untuk
berjuang di jalan Allah, jangan heran jika rejeki datang melimpah , punya rumah ingin nikmat
bukan masalah ada atau tidak ada AC, bukan masalah ukuran ,tetapi rumah yang nikmat adalah rumah
yang menjadi kendaraan untuk mendekat kepada Allah , bangunlah rumah yang tidak membuat kita
sombong , belilah acessories rumah yang membuat setiap tamu yang datang menjadi dekat kepada
Allah, bukan ingat kepada kekayaan kita, pasanglah hiasan yang mebuat tamu kita ingat kepada
kekuasaan Allah bukan kekuasaan kita , itulah rumah yang Insya Allah tenang dan barokah, tapi
kalau rumah dipakai untuk pamer dan menginginkan kursi yang amat mewah , potret-potretnya yang
tidak membuat ingat kepada Allah , malah ujub, riya takabur , tidak usah heran rumah itu semakin
diminati pencuri, dan rumah yang diminati pencuri itu membuat strees bagi yang punya, dia harus
menyewa alarm,menggaji satpam, di depan haru
s ada anjing,coba kalau rumahnya ingat kepada Allah dia tidak akan sesibuk itu.

Mohon maaf kepada saudara-saudaraku yang kaya tidak apa-apa memiliki yang bagus , tapi usahakan
setiap tamu yang masuk ke rumah bukan ingat kepada kita tetapi ingat kepada kekayaan Allah.Andai
kita mempunyai jabatan , lalu bagaimana cara mensyukurinya ? gunakanlah jabatan itu agar
karyawan kita dekat kepada Allah.

Kesungguhan kita untuk mendidik anak lebih baik daripada, punya anak tetapi tidak tahu agama ,
lalu bagaimana anak itu akan memuliakan ibu bapaknya ? ,ketika kita mati mereka hanya berebut
harta warisan jangankan mensholatkan ibu bapaknya.

Maka orang yang bersyukur yang adalah orang yang mendidik anaknya supaya dekat dengan Allah, di
dunia nama orang tuanya terbawa harum karena anaknya mulia , di kubur lapang kuburnya karena
doa anaknya , di akherat Insya Allah akan terbawa karena barokah mendidik anak.

Kunci syukur yang keempat adalah berterima kasih kepada yang telah menjadi jalan nikmat,
seorang anak disebut ahli syukur kalau dia tahu balas budi kepada ibu dan bapaknya , dimana-mana
anak sholeh itu harum namanya , tapi anak durhaka tidak pernah ada jalan menjadi mulia sebab
kenapa ? karena mereka tidak tahu balas budi. Benar orang tua kita tidak seideal yang kita
harapkan , tetapi masalah kita bukan bagaimana sikap orang tua kepada kita , tetapi sikap kita
kepada orang tua.

Saudara-saudaraku yang budiman negeri kita dikatakan negeri bersyukur kalau sadar bahwa negeri
ini adalah titipan dari Allah , bukan milik sesorang , bukan milik pahlawan , bukan milik
siapapun yang membangun negeri, tapi negeri ini tidak ada pemiliknya selain Allah tapi kita
episodenya hidup di Indonesia.

Maka syukuri , jangan minder jadi orang Indonesia yang disebutkan negara koruptor, tetapi
justru kita yang harus bangkit untuk tidak korupsi ! dengan minder tidak akan menyelesaikan
masalah.Kita harus bangkit !!, negara ini harus jadi ladang untuk mendekat kepada Allah.

Dengan ada perasaan dongkol, sakit hati itu semuanya tidak akan menyelesaikan masalah tetapi
justru akan menambah masalah , sekarang justru kesempatan kita menjadi bagian dari masalah atau
menjadi bagian dari solusi , daripada sibuk mempermasalahkan masalah lebih baik mari kita
sedikit demi sedikit menyelsaikan masalah, itulah namanya syukur nikmat.

Dan sahabat-sahabat , salah satu tugas kita untuk mensyukuri nikmat adalah kita harus memilih
pemimpin kita yang berakhlaq baik yang bisa membimbing kita , rakyat seluruh negeri ini menjadi
orang yang baik-baik , kita membutuhkan suri tauladan yang baik , jangan pernah melihat orang
dari topeng duniawinya tetapi lihatlah orang dari akhlaqnya karemna akhlaq adalah buah dari
keimanan dan keilmuan yang diamalkan, harta , gelar , pangkat, jabatan dan kedudukan yang tidak
menjadikan kemuliaan akhlaq seseorang , berarti dia telah terpedaya, kita tidak membutuhkan
topeng , yang kita butuhkan adalah isi , dan isi inilah milik orang-orang yang ahli syukur
kepada Allah.

Mudah-mudahan daripada kita memikirkan yang tidak ada , lebih baik mensyukuri yang ada Wallahu a'lam

Klik

Ini Dia Penyebab Kita Mudah Sakit Hati

Jika Anda termasuk orang yang mudah mengalami sakit hati, mungkin Anda termasuk orang yang memiliki gen sakit hati. Sehingga membuat Anda lebih mudah sakit
psikis maupun fisik.
Peneliti juga menemukan hubungan yang jelas antara sakit hati dan sakit fisik terhadap orang yang memiliki gen sakit hati. Seseorang yang baru dipecat atau dicampakkan
kekasihnya tidak hanya akan tersiksa batinnya tapi juga fisiknya akan sakit-sakitan jika dilahirkan dengan gen pemicu sakit hati.
Menurut peneliti dari University of California-Los Angeles, beberapa orang dilahirkan dengan gen pembuat sakit hati tersebut. Dalam studinya peneliti melakukan
survei terhadap 122 partisipan untuk mengetahui seberapa sensitif seseorang terhadap sebuah penolakan.
Setelah melakukan scan otak dan tes air liur , diketahui bahwa mereka yang lebih mudah sakit hati punya sebuah penanda genetik yang sama. Di sisi lainnya, gen tersebut
juga akan mempengaruhi bagian otak yang mengontrol rasa sakit, dimana rasa sakit akan lebih mudah terasa.
Itulah sebabnya mengapa ada sebagian orang yang lebih rentan sakit-sakitan ketika sedang patah hati atau mengalami penolakan, bukan karena faktor psikologisnya yang
membuat demikian, tapi memang ada gen pemicunya.
“Penemuan in bisa memunculkan obat baru yang bisa membuat seseorang tidak cepat sakit hati dan mengurangi sakit fisik akibat perasaan yang tidak enak, ” kata psikiater
Markus Heilig seperti dilansir Doublex.
Dalam American Psychological Association, psikolog Naomi Eisenberger yang juga terlibat dalam studi tersebut mengatakan, “Terkadang seseorang sulit menerima kenyataan bahwa ia adalah tipe orang yang mudah
sakit hati, tapi dengan fakta biologis bahwa ia memiliki gen sakit hati, semuanya akan lebih mudah diatasi”.
Untuk itu, beberapa orang yang mudah sakit hati sebaiknya mulai berlatih mengontrol emosi agar fisiknya juga tidak ikut-ikutan sakit.
“Jika Anda termasuk tipe orang yang sangat mudah sakit hati, mungkin Anda harus curiga mempunyai gen sakit hati ini. Langkah selanjutnya adalah mengantisipasi kelemahan itu dengan menyesuaikan sikap, menghindar
kata-kata menghina dan ambil nafas dalam-dalam, maka semuanya akan berjalan normal kembali,” tutur Naomi.

25/11/11

Cara Kurangi Efek Makan di Restoran Cepat Saji

Bila perut sudah mulai lapar apa pun makanan yang ada pasti ingin di santap, kita sering menghadapi hal itu dan pada akhirnya saat seperti itu mau tidak mau kita lari ke restoran cepet saji, Berikut ini ada tips agar anda dapat
meminimalisasi efek negatif makanan restoran cepat saji bagi tubuh anda:

Pilih makanan dalam porsi kecil.
Biasanya hotel restaurants dan top hotel restaurants menawarkan beberapa pilihan porsi makanan, maka pilihlah porsi paling kecil. Bila tidak ada pilihan lain, belilah minuman soda ukuran paling kecil. Bila memang ingin,
belilah kentang goreng dalam sajian paling kecil. Anjuran lainnya: akan lebih baik bila anda memilih makanan berkalori lebih rendah.

Pilihlah makanan pendamping yang lebih sehat.
Menu andalan hotel restaurants dan top hotel restaurants biasanya adalah makanan yang digoreng. Jadi, daripada memilih kentang goreng, lebih baik anda memilih salad sayuran.

Pilih hijau!
Dengan kata lain, pilihlah menu sayur-sayuran yang ada di best hotel restaurants dan hotel restaurants jakarta, semisal salad sayuran. Tetapi anda perlu berhati-hati dengan pilihan topping pada salad anda. Hindari topping
yang digoreng dan berkalori tinggi, seperti ayam goreng. Juga, hindari ekstra berupa keju, bacon, dan chips karena kandungan kalorinya juga tinggi.

Dipanggang atau digoreng?
Bila memang ada pilihan ini, anda dianjurkan untuk memesan makanan yang dipanggang, bukan yang digoreng. Makanan yang digoreng memiliki kandungan lemak dan kalori yang jauh lebih banyak dibandingkan yang dipanggang.

Tentukan pilihan sendiri!
Top restaurants atau best restaurants cepat saji biasanya menyajikan menu paket atau topping yang sudah ditentukan oleh pihak restoran. Anda tidak harus mengikuti tawaran itu. Sebagai konsumen, anda bisa meminta
pilihan dan pengganti yang lebih sehat.

Perhatikan minuman anda!
Menu minuman yang ditawarkan oleh top restaurants atau best restaurants cepat saji cenderung memiliki kalori yang besar, terutama minuman bersoda. Jadi, daripada memilih satu minuman bersoda ukuran regular yang mengandung 300 kalori, sebaiknya anda memesan air mineral atau teh tawar. Jangan pula memesan minuman dengan es krim bila anda masih peduli pada kesehatan anda. bila anda ingin ke tempat makan yang murah: restoran murah, warteg dan warung pedesaan, Demikian tipsnya semoga bermanfaat untuk anda

Ciri Kedewasaan

Alhamdulillaahirabbil \'aalamiin, Allahuma shalli \'ala Muhammad wa\'ala
aalihi washahbihii ajmai\'iin,Semoga Allah yang Mengenggam langit dan bumi, membuka pintu hati
kita semua agar dapat memahami hikmah dibalik kejadian apapun yang menimpa dan semoga Allah
membimbing kita untuk bisa menyikapi kejadian apapun dengan sikap terbaik kita.

Ciri khas umat Dewasa diawali dengan Diam Aktif yaitu kemampuan untuk menahan diri dalam
berkomentar. Orang yang memiliki kedewasaan dapat dilihat dari sikap dan kemampuannya dalam
mengendalikan lisannya, seorang anak kecil, saudaraku apa yang dia lihat biasanya selalu
dikomentari.

Orang tua yang kurang dewasa mulutnya sangat sering berbunyi, semua hal dikomentari.,ketika dia
melihat sesuatu langsung dipastikan akan dikomentari,ketika menonton televisi misalnya ;
komentar dia akan mengalahkan suara dari televisi yang dia tonton . Penonton tv yang dewasa itu
senantiasa bertafakur, acara yang dia tonton senantiasa direnungkan (tentunya acara yang
bermanfaat) dan memohon dibukakan pintu hikmah kepada Allah, Subhanalloh.

Ketika menyaksikan demonstrasi dia bertafakur.. \"beginilah kalau negara belum matang, setiap
waktu demo,kata-kata yang dikeluarkan jauh dari kearifan\"\"ternyata sangat mudah menghina,
mencaci, dan memaki itu\" Seseorang yang pribadinya matang dan dewasa bisa dilihat dari
komentar-komentarnya,makin terkendali Insya Allah akan semakin matang.

Ciri kedewasaan selanjutnya dapat dilihat dari Empati. Anak-anak biasanya belum dapat meraba
perasaan orang lain, orang yang bertambah umurnya tetapi tidak dapat meraba perasaan orang lain
berarti belum dapat disebut dewasa. Kedewasan seseorang dapat dilihat dari keberanian melihat
dan meraba perasaan orang lain. Seorang ibu yang dewasa dan bijaksana dapat dilihat dari sikap
terhadap pembantunya yaitu tidak semena-mena menyuruh, walaupun sudah merasa menggajinya tetapi
bukan berarti berkuasa,bukankah di kantor ketika lembur pasti ingin dibayar overtime ? tetapi
pembantu lembur tidak ada overtime ? semakin orang hanya mementingkan perasaannya saja maka akan
semakin tidak bijaksana. Semakin orang bisa meraba penderitaan orang lain Insya Allah akan
semakin bijak. Percayalah tidak akan bijaksana orang yang hidupnya hanya memikirkan perasaannya
sendiri.

Orang yang dewasa, cirinya hati-hati (Wara’),dalam bertindak. Orang yang dewasa benar-benar
berhitung tidak hanya dari benda, tapi dari waktu ; tiap detik,tiap tutur kata , dia tidak mau
jika harus menanggung karena salah dalam mengambil sikap. Anak-anak atau remaja biasanya sangat
tidak hati-hati dalam bercakap dan mengambil keputusan.Orang yang bersikap atau memiliki
kepribadian dewasa (wara’) dapat dilihat dalam kehati-hatian memilih kata, mengambil
keputusan,mengambil sikap, karena orang yang tidak dewasa cenderung untuk bersikap ceroboh.

Orang yang dewasa terlihat dalam kesabarannya (sabar), kita ambil contoh ; didalam rumah
seorang ibu mempunyai 3 orang anak, yang satu menangis, kemudian yang lainnya pun ikut menangis
sehingga lama-kelamaan menjadi empat orang yang menangis , mengapa ? karena ternyata ibunya
menangis pula. Ciri orang yang dewasa adalah sabar, dalam situasi sesulit apapun lebih tenang,
mantap dan stabil.

Sahabat-sahabat, seseorang yang dewasa benar-benar mempunyai sikap yang amanah, memiliki
kemampuan untuk bertanggung jawab.

Untuk melihat kedewasaan seseorang dapat dilihat dari kemampuannya bertanggungjawab, sebagai
contoh ; seorang ayah dapat dinilai bertanggung jawab atau tidak yaitu dalam cara mencari nafkah
yang halal dan mendidik anak istrinya ? Bukan masalah kehidupan dunia ,yang menjadi masalah
mampu tidak mempertanggungjawabkan anak-anak ketika pulang ke akherat nanti ? Ke surga atau
neraka? Oleh karena itu orang tua harus bekerja keras untuk menjadi jalan kesuksesan
anak-anaknya di dunia dan akherat.

Pernah ada seorang teman menyekolahkan anak-anaknya ke luar negeri, ketika ditanya tentang
sholatnya ? ternyata tidak berjalan dengan baik karena orang-orangnya tidak ada yang sholat
sehingga melakukannya pun kadang-kadang, apalagi untuk shalat Jumat jarang dilaksanakan, dengan
alasan masjidnya jauh.

Lalu kenapa disekolahkan di Luar Negeri ? alasannya adalah sebentar lagi globalisasi., ketika
perdagangan bebas anak harus disiapkan. Tetapi bagaimana jika sebelum perdagangan bebas anaknya
meninggal dunia ? sudah disiapkan belum pulang ke akherat? orang yang dewasa akan berpikir keras
bagaimana anak-anaknya bisa selamat? Jangan sampai di dunia berprestasi tapi di akherat celaka.

Saudaraku tidak cukup merasa bangga dengan menjadi tua, mempunyai kedudukan,jabatan,karena
semua itu sebenarnya hanyalah topeng, bukan tanda prestasi. Prestasi itu adalah ketika kita
semakin matang, dan semakin dewasa .

Kesuksesan kita adalah bagaimana kita bisa memompa diri kita dan menyukseskan orang-orang
disekitar kita, kalau ingin tahu kesuksesan kita coba lihat perkembangan keluarga kita, istri
dan anak-anak kita maju tidak? lihat sanak saudara kita pada maju tidak? Jangan sampai kita
sendirian yang maju, tapi sanak saudara kita hidup dalam kesulitan, ekonominya seret, pendidikan
seret.,sedang kita tidak ada kepedulian. Berarti itu sebuah kegagalan.,kedewasaan seseorang itu
dilihat dari bagaimana kemampuan memegang amanah ? Wallahu’alam

Klik

Rumah Mana Saja Siih yang dikunjungi Malaikat

Tak seorang muslimpun yang tidak menginginkan rumah mereka senantiasa dihadiri oleh para malaikat Allah dan dijauhkan dari syetan. Sebab kehadiran mereka di rumah mereka akan melahirkan aura ketenteraman dan kesejukan dan kedamaian ruhani yang mengalir di rumah itu. Kehadiran mereka akan membuat rumah kita laksana surga.

Diantara para malaikat itu ada yang sengaja keliling untuk menebarkan rahmat dan kedamaian di tengah manusia sebagaiamna syetan berkeliling untuk menebarkan kejahatan di tengah mereka. Lalu rumah mana saja yang akan dihadiri para malaikat itu?

Diantaranya adalah :

1. Rumah yang diliputi dzikir kepada Allah yang di dalamnya ada ruku dan sujud
2. Rumah yang senantiasa bersih
3. Rumah yang penghuninya adalah orang-orang yang jujur dan menepati janji
4. Rumah yang dihuni oleh orang-orang yang senantiasa menyambung tali silaturahim
5. Rumah yang dihuni oleh orang yang makanannya halal
6. Rumah yang dihuni oleh orang yang senantiasa berbuat baik kepada kedua orang tuanya.
7. Rumah yang senantiasa ada tilawah Al-Quran
8. Rumah yang dihuni oleh para penuntut ilmu
9. Rumah yang penghuninya ada isteri solehah
10. Rumah yang bersih dari barang-barang haram
11. Rumah yang dihuni oleh orang yang rendah hati, sabar, tawakal, qana ah, dermawan pemaaf yang senantiasa bersih lahir batin dan para penghuninya makan tidak terlalu banyak.

Di bawah ini akan dipaparkan beberapa dalil yang menunjukkan pada hal di atas. Mengenai orang-orang yang berada dalam majlis dzikir Rasulullah bersabda :

"Jika kalian melewati kebun-kebun surga maka mampirlah di tempat itu!
Para sahabat berkata,  Apa yang dimaksud dengan kebun-kebun surga itu wahai Rasulullah?  Nabi bersabda,  Kelompok manusia yang berdzikir. Karena sesungguhnya Allah memiliki malaikat-malaikat yang senantiasa keliling mencari kelompok manusia yang berdzikir dan jika mereka datang ke tempat mereka malaikat itu dan mengitarinya , hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Umar sebagaimana disebutkan oleh An-Nawawi dalam buku Al-Adzkar. Dalam hadits lain disebutkan bahwa Rasulullah bersabda Tidaklah sekali-kali sebuah kaum duduk dengan berdzikir kepada Allah kecuali mereka akan dikelilingi malaikat dan akan disirami rahmat dan akan turun kepada mereka ketenangan. Allah akan menyebutkan tentang mereka pada malaikat yang ada di sisi-Nya"  (HR. Muslim)

Ini semua menunjukkan bahwa dzikir kepada Allah di rumah kita akan menjadikan malaikat memasuki rumah kita dan akan berada dengan kita.

Sebaliknya rumah yang dikosongkan dengan dari dzikir maka malaikat juga akan menjauhinya.
Sementara itu orang yang membcan Al-Quran disebutkan dalam sabdanya :

" Sesungguhnya rumah itu akan terasa luas bagi penghuninya, akan didatangi malaikat, dijauhi syetan dan akan membanjir pula kebaikan ke dalamnya, jika dibacakan Al-Quran di dalamnya. Sebaliknya, rumah itu akan terasa sempit bagi penghuninya, akan dijauhi malaikat dan akan didatangi syetan serta tidak akan banyak kebaikan di dalamnya, jika tidak dibacakan Al-Quran"  (HR. Ad-Darimi).

Dengan membaca Al-Quran maka akan turun malaikat rahmat, akan datang kebaikan akan muncul ketenangan di dalam rumah kita. Rumah yang tidak ada bacaan Al-Quran maka ketahuilah bahwa rumah itu sebenarnya telah menjadi kuburan walaupun penghuninya masih bernyawa. Tentang orang yang rajin menjalin silaturahmi, disebutkan dari Abu Hurairah bahwa seorang lelaki pergi untuk mengunjungi saudaranya di sebuah desa yang lain. Maka segera diperintahkan kepada malaikat untuk menemani orang itu. Tatkala malaikat bertemu dengan orang tadi maka dia bertanya :

Kemana engkau akan pergi? Lelaki itu menjawab : Aku akan pergi mengunjungi saudara saya di desa itu! Malaikat itu bertanya : Apakah kau memiliki suatu nikmat yang akan kau berikan padanya? Orang itu berkata : Tidak, saya mengunjunginya semata karena saya mencintainya karena Allah! Malaikat itu berkata :

"Sesungguhnya aku utusan Allah kepadamu. Allah telah mencintaimu sebagaimana kau mencintai orang itu"  (HR. Muslim)

Mengenai penuntut ilmu yang dinaungi sayap malaikat Rasulullah bersabda :

" Sesungguhnya malaikat membentangkan sayapnya untuk para penuntut ilmu karena suka dengan apa yang sedang dia tuntut"  (HR. Tirmidzi)

Tentang rumah orang dermawan yang akan dimasuki malaikat disebutkan dalam sebuah hadits bahwa malaikat akan senantiasa mendoakan mereka :

Rasulullah Saw bersabda,  Tiap-tiap pagi malaikat turun, yang satu mendo akan,  Ya Allah beri gantilah untuk yang menderma, dan yang lain berdo a, Ya Allah Musnahkan harta si bakhil.  Rumah-rumah yang di dalamnya ada kejujuran, ada kasih sayang, amanah, ada syukur dan sabar ada taubat dan istighfar akan senantiasa terbuka untuk dimasuki para malaikat sedangkan rumah-rumah yang selain itu maka maka malaikat akan menjauhi rumah tadi. Rumah-rumah yang akan dijauhi malaikat misalnya, rumah yang di dalamnya ada anjing, ada patung-patung dan gambar-gambar, dan ada bau busuk di rumah itu.

Cintailah Rumahmu seperti sahabat mencintai Suami/Istri ketika sesudah Akad Nikah
Windowsbie7 by Opinion

24/11/11

Bila Rumah Tangga Cinta Dunia

:”Dan tiadalah kehidupan di dunia ini, melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesunguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan kalau mereka mengetahui” Al-Ankabut ayat 64

Seakan telah menjadi bagian yang sangat standar dari skenario kehidupan ini, bahwa hampir
sepanjang rentang usia dunia hingga saat ini, betapa banyak orang yang selama hidupnya begitu
disibukkan oleh kerja keras, peras keringat banting tulang dalm mencari penghidupan, persis
seperti ketakutan tidak kebagian makan. Apa yang telah diperolehnya dikumpul-kumpulkan dan
ditimbun dengan seksama demi agar anak-anaknya terjamin masa depannya.

Ada juga orang yang dalam hidupnya teramat merindukan penghargaan dan penghormatan, sehingga hari-harinya begitu disibukan dengan memperindah rumah, mematut-matut diri, membeli aneka asesori, dan sebagainya, yang semua itu notabene dilakukan semata-mata ingin dihargai orang.

Inilah fenomena kehidupan yang menunjukan betapa manusia dalam kehidupannya akan selalu
berpeluang dekat dengan hawa nafsu yan merugikan. Oleh sebab itu, bagi siapa pun yang berniat
mengayuh bahtera rumah tangga, hendaknya jangan membayangkan rumah tangga akan beroleh
kebahagiaan dan ketenangan bila hanya dipenuhi dengan hal-hal duniawi belaka. Karena, segala
asesoris duniawi diberikan oleh Alloh kepada orang yang terlaknat sekalipun.

Sekiranya tujuan sebuah rumah tangga hanya duniawi belaka, maka batapa para penghuninya akan merasakan letih lahir batin karena energinya akan lebih banyak terkuras oleh segala bentuk
pemikiran tentang taktik dan siasat, serta nafsu menggebu untuk mengejar-ngejarnya terus menerus siang malam. Padahal, apa yang didapatkannya tak lebih dari apa yang telah ditetapkan Alloh untuknya. Walhasil, hari-harinya akan terjauhkan dari ketenteraman batin dan keindahan hidup yang hakiki karena tak ubahnya seorang budak. Ya, budak dunia !

Alloh ‘Azza wa jalla memang telah berfirman untuk siapa pun yang menyikapi dunia dengan cara
apa pun : cara hak maupun cara bathil. “Hai dunia, titah-Nya, “ladeni orang yang
sungguh-sungguh mengabdikan dirinya kepada-Ku. Akan tetapi sebaliknya, perbudak orang yang
hidupnya hanya menghamba kepada-Mu” !

Rumah tangga yang hanya ingin dipuji karena asesoris duniawi yang dimilikinya, yang sibuk hanya
menilai kebahagiaan dan kemuliaan datang dari perkara duniawi, adalah rumah tangga yang pasti
akan diperbudak olehnya.

Rumah tangga yang tujuannya hanya Alloh, ketika mendapatkan karunia duniawi, akan bersimpuh
penuh rasa syukur kehadiratnya. Sama sekali tidak akan pernah kecewa dengan seberapa pun yang Alloh berikan kepada-Nya. Demikian pun manakala Alloh mengamininya kembali dari tangannya, sekali-kali tidak akan pernah kecewa karena yakin bahwa semua ini hanyalah titipannya belaka.

Pendek kata adanya duniawi di sisinya tidak membuatnya sombong tiadanya pun tiada pernah
membuatnya menderita dan sengsara, apalagi jadi merasa rendah diri karenanya. Lebih-lebih lagi
dalam hal ikhtiar dalam mendapatkan karunia duniawi tersebut. Baginya yang penting bukan
perkara dapat atau tidak dapat, melainkan bagaimana agar dalam rangka menyongsong hati tetap
terpelihara, sehingga Alloh tetap ridha kepadanya. Jumlah yang didapat tidaklah menjadi masalah,
namun kejujuran dalam menyongsongnya inilah yang senantiasa diperhatikan sungguh-sungguh.
Karena, nilainya bukanlah dari karunia duniawi yang diperolehnya, melainkan dari sikap
terhadapnya.

Oleh karena itu, rumah tangga yang tujuannya Alloh Azza wa Jalla sama sekali tidak akan silau
dan terpedaya oleh ada atau tidak adanya segala perkara duniawi ini. Karena, yang penting
baginya,ketika aneka asesoris duniawi itu tergenggam di tangan, tetap membuat Alloh suka.
Sebaliknya, ketika semua itu tidak tersandang, Alloh tetap ridha. Demikian pun gerak ikhtiarnya
akan membuahkan cinta darinya.

Merekalah para penghuni rumah tanggga yang memahami hakikat kehidupan dunia ini. Dunia,
bagaimana pun hanyalah senda gurau dan permainan belaka, sehingga yang mereka cari sesungguhnya bukan lagi dunianya itu sendiri, melainkan Dzat yang Maha memiliki dunia. Bila orang-orang pencinta dunia bekerja sekeras-kerasanya untuk mencari uang, maka mereka bekerja demi mencari dzat yang Maha membagikan uang kalau orang lain sibuk mengejar prestasi demi ingin dihargai dan dipuji sesama manusia, maka mereka pun akan sibuk mengejar prestasi demi mendapatkan penghargaan dan pujian dari Dia yang Maha menggerakan siapapun yang menghargai dan memuji

Perbedaan itu, jadinya begitu jelas dan tegas bagaikan siang dan malam. Bagi rumah tangga yang
tujuannya yang hanya asesoris duniawi pastilah aneka kesibukannya itu semata-mata sebatas ingin mendapatkan ingin mendapatkan yang satu itu saja sedangkan bagi rumah tangga yang hanya Alloh yang menjadi tujuan dan tumpuan harapannnya, maka otomatis yang dicarinya pun langsung tembus kepada Dzat Maha pemilik dan penguasa segala-galanya.

Pastikan rumah tangga kita tidak menjadi pencinta dunia. Karena, betapa banyak rumah tangga
yang bergelimang harta, tetapi tidak pernah berbahagia. Betapa tak sedikit rumah tangga yang
tinggi pangkat, gelar dan jabatannya, tetapi tidak pernah menemukan kesejukan hati. Memang,
kebahagian yang hakiki itu hanyalah bagi orang-orang yang disukai dan dicintai oleh-Nya.

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang
melalaikan, periasam dan bermegah-megahan diantara kamu, serta berbangga-bangga tentang
banyaknya harta dan anak. Seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya menguning, kemudian menjadi hancur dan di akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari Alloh serta keridoannya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” [Q.S.Al-Hadid ayat 20]. Wallahu ‘alam

Klik

23/11/11

Bekal Utama Berumah Tangga (Bagian ke-4, Tamat)

“Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji. apa yang ada dalam hatimu Allah Maha Mengetahui
isi hati”(Q.S. Ali Imran [3]: 154)

ManajemenQolbu.Com : Dalam kaca mata ruhiyah,bersatunya seorang laki-laki dan seorang perempuan dalam satu ikatan pernikahan, adalah berhimpunnya dua hati yang memiliki harapan mulia, yakni membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Demikianlah sesungguhnya yang dikehendaki Allah yang memiliki sifat Rahman dan Rahim, sebagaimana firman-Nya, “Dan diantara bukti-bukti kekuasaan-Nya ialah diciptakan-Nya untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri supaya kamu mendapatkan ketenangan hati dan dijadikan-Nya rasa kasih sayang di antara kamu. Sesungguhnya yang demikian itu menjadi tanda-tanda kebesaran –Nya bagi orang-orang yang berpikir.”(Q.S. Ar-Ruum [30]: 21)

Namun, dalam sisi lain, ternyata ikatan pernikahan itu berarti juga berhimpunnya dua manusia
yang memiliki aneka sisi perbedaan. Demikian pula halnya manakala dikemudian hari hadir
anak-anak di tengah-tengah mereka. Jenis kelaminnya saja sudah berbeda, apalagi karakternya,
emosinya, keinginannya ,harapannya, sikapnya terhadap sesuatu, dan sebagainya.

Kalaupun sepasang suami istri tampak sering sejalan dalammenyikapi dan melakukan berbagai hal,
itu hampir dapat dipastikan karena ada upaya dari masing-masingnya untuk rela saling menahan
diri serta saling mengorbankan apa-apa yang potensial bisa memicu perbedaan itu sendiri.
Walhasil, lahirlah dalam rumah tangga yang mereka bina perasaan tenteram,lapang hati , dan
cinta kasih.

Itulah pula hikmah dari pernikahan itu sendiri, yakni dikaruniai-Nya mereka nikmat sakinah,
mawaddah, warahmah. Titik-titik perbedaan itu sendiri, sewaktu-waktu bisa muncul ke permukaan, terutama bila diantara mereka sudah tumbuh keinginan untuk saling memaksakan kehendak dan enggan saling menghargai aspirasi masing-masing. Apalagi dan biasanya kalau semua itu lahir dari karakter dan tingkat emosionalitas masing-masing. Tidak jarang kita temukan rumah tangga yang hari-harinya penuh dengan pertengkaran dan kesalahpahaman , sehingga tidak sedikit berakhir dimeja perceraian.

Inilah justru bagian dari fenomena yang mungkin akan dihadapi oleh setiap pasangan suami istri,
sehingga kita butuh bekal yang efektif untuk menyikapi dan menyiasatinya, agar kemungkinan
munculnya potensi konflik semacam ini bisa dihilangkan atau setidak-tidaknya diminimalisasi.
Apakah bekal yang harus kita miliki itu ? Mudah-mudahan Allah Azza wa Jalla mengaruniai kita
ilmu yang bermanfaat serta kesanggupan untuk mengamalkannya dengan tepat.

Bersih Hati

Setiap saat ujian dan aneka masalah bukan tidak mungkin akan datang mendera rumah tangga dengan tiba-tiba. Bagaimana seorang suami atau seorang istri menyikapinya, ternyata tergantung dari satu hal, yakni qalbu ! Terserah kita, apa yang akan kita lakukan dengan masalah itu? Mau
dibuat rumit, perumitlah. Nanti kita sendiri yang akan melihat dan merasakan buahnya.Namun, mau
dibuat sederhana juga, silakan sederhanakan , nanti kita pun akan melihat dan merasakan
buahnya.

Setiap masalah dalam rumah tangga bisa menjadi rumit dan bisa juga menjadi sederhana,tentu
bergantung bagaimana kondisi hati kita yang kita miliki, yang akhirnya membuat kita harus
memutuskan langkah bagaimana menyikapinya. Padahal,bagi kita kuncinya hanya satu : sesungguhnya tak ada masalah dengan masalah karena yang menjadi masalah adalah cara kita yang salah dalam menyikapi masalah.

Oleh sebab itu, hati yang bersih adalah bekal utama keempat yang harus dimiliki oleh para
pelaku rumah tangga, setelah memiliki bekal ilmu , amal,dan keiklasan. Bersih hati,tidak bisa
tidak, akan menjadi senjata pamungkas dalam menyiasati serumit dan sesulit apapun masalah yang muncul dalam sebuah keluarga. Adapun buahnya hampir dapat dipastikan adalah rumah tangga yang tenang tenteram, penuh cinta kasih , dan selalu saling mengingatkan dalam hal mendekatkan diri kepada Allah Azza wa Jalla. Sedangkan rumah tangga yang di dalamnya banyak disebut nama Allah, banyak dikumandangkan ayat-ayat -Nya, dan mampu menyempurnakan ikhtiar dalam mencari jalan keluar atas setiap masalah,niscaya akan menjadi keluarga yang sangat dekat dengan pertolongan–Nya dan akan menjadi suri tauladan bagi yang lain.

Subhanallah! Ujian dan masalah rumah tangga memang akan datang setiap saat, suka atau tidak
suka. Namun,bagi suami dan istri yang berhati bersih ,semua itu akan disikapi sebagai nikmat
dari Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang. Karena, bagaimanapun dibalik setiap ujian dan
masalah itu pasti terkandung hikmah yang luar biasa mengesankan, yang akan semakin
meningkatkan,kedewasaan dan kearifan, sekiranya mampu menyikapi segalanya dengan tepat , yang hal ini justru lahir dari hati yang bening dan bersih dari segala noktah-noktah kekotoran hawa nafsu.

Ujian dan persoalan hidup yang menimpa justru benar-benar akan membuat kita semakin merasakan indahnya hidup ini karena yakin bahwa semua itu merupakan perangkat kasih sayang Allah, yang membuat sebuah rumah tangga tampak semakin bermutu. Tidak usah heran, sehebat apapun kesulitan hidup yang menimpa, sungguh bagaikan air di relung lautan yang dalam.

Tidak usah heran, sehebat apa pun kesulitan hidup yang menimpa , sungguh bagaikan air di relung
lautan yang dalam. Tidak akan pernah terguncang meski ombak dan badai saling menerjang. Pun
laksana karang yang tegak tegar, yang tak akan pernah bergeser saat dihantam gelombang sedahsyat apapun. Sekali-kali tidak akan terbersit rasa putus asa ataupun keluh kesah berkepanjangan.
Memang, betapa luar biasa para penghuni rumah tangga yang memiliki hati yang bersih. Nikmat
datang tak akan pernah membuatnya lalai dari bersyukur. Andai pun musibah yang menerjang, ia
akan mampu menegndalikan kayuh bahtera dengan tenang. Subhanalloh, sungguh teramat menegesankan.
Wallahu a’lam Bisshowab

Klik

Bekal Utama Berumah Tangga (Bagian ke-3)

“Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya.
Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.”(Q.S. Al-An’aam [6]: 132)

ManajemenQolbu.Com : Jangan menuntut sesuatu kepada orang lain, tetapi tuntutlah terlebih
dahulu diri kita untuk berbuat suatu kebaikan semaksimal mungkin. Tidakkah Allah Azza wa Jalla
telah berfirman,”Barangsiapa yang mengerjakan kebaiakan sebesar dzarrah pun,niscaya ia akan
melihat (balasannya). Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya
ia akan melihat (balasannya) pula. ?”(Q.S. Az-Zalzalah[99]:7-8 ). Artinya, segalanya tergantung
kita. Sesungguhnyalah balasan Allah itu akan sangat dirasakan adilnya mana kala kita menyadari
satu hal, yakni bahwa segalanya akan kembali kepada kita, tergantung apa bentuk amal yang
dilakukan.

Camkan sekali lagi :bahwa kita tidak akan mendapatkan sesuatu dari apa yang kita inginkan dan
harapkan, tetapi kita akan mendapatkan banyak dari apa yang diberikan. Semakin gemar bersedekah,
maka insya Allah akan semakin melimpah rezeki hak kita dari -Nya. Semakin senang menolong orang
lain, akan semakin banyak pula orang menolong kita. Semakin kita biasakan untuk membahagiakan
dan memudahkan urusan orang lain, maka rasakanlah, betapa akan semakin banyak hal-hal yang dapat
mendatangkan kebahagiaan sementara segala urusan kita pun dimudahkan oleh Allah Azza wa Jalla.
Hendaknya di mana kita berada harus membuat orang lain merasa diuntungkan dengan kehadiran
kita. Setidaknya keberadaan kita jangan sampai merugikan orang lain. Rumah tangga yang memiliki
komitmen hidup semacam ini niscaya akan mendapati betapa jaminan Allah itu teramat
mengesankan. “ Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka
sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Menegtahui.”(Q.S. Al-Baqarah[2]: 158)

Sebaliknya, semakin pelit kepada orang lain, maka hidup ini akan terasa banyak menemukan
kesulitan. Semakin senang berlaku aniaya terhadap orang lain, niscaya akan semakin banyak yang
menzhalimi kita. Demikian pun, rumah tangga yang banyak menyakiti orang lain, niscaya akan
menjadi rumah tangga yang banyak tersakiti pula. Inilah rumus sunatullah yang akan dialami
oleh siapapun, sebagaimana pula yang telah ditegaskan oleh-Nya, “Dan masing-masing orang
memperoleh derajat-derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah
dari apa yang mereka kerjakan. “(Q.S. Al –An’aam[6]:132)

Jadi,janganlah ingin menjadi suami yang disayangi istri, tetapi jadilah suami yang menyayangi
istri. Janganlah ingin dihormati oleh anak-anak atau mertua, namun hormatilah mereka. Nanti toh
semuanya akan kembali kepada kita jua. Janganlah ingin diberi sesuatu oleh tetangga, namun
berilah mereka. Nanti Allah akan menggerakkan hati mereka untuk mengulurkan tangan bantuannya
kepada kita. Walhasil, rumus yang kedua setelah ilmu sebagai bekal utama dalam berumah tangga,
adalah hendaknya di mana pun kita berada menjadi orang yang selalu bisa berbuat sesuatu. Itulah
amal-amal kebaikan.

Ikhlas

Ternyata sehebat apapun amal-amal kita tidak akan bermanfaat dihadapan Allah, kecuali
amal-amal yang dilakukan dengan ikhlas. Orang yang ikhlas adalah orang yang berbuat sesuatu
tanpa berharap mendapatkan apa pun ,kecuali ingin disukai oleh Allah. Inilah bekal utama ketiga
dalam berumah tangga. Dalam mengarungi kehidupan ini akan banyak didapati aneka masalah. Kita
pasti akan menemukan berbagai kesulitan ,kesempitan, dan kesengsaraan lahir batin, kecuali kalau
mendapat pertolongan-Nya. Allah tahu persis kebutuhan kita, lebih tahu daripada kita sendiri.
Dia tahu persis masalah yang akan menimpa kita , lebih tahu daripada kita sendiri. Karenanya,
Allah menjanjikan , “Wa man yattaqillah yaj’allahu makhrajan.” (Q.S. Ath-Thalaaq [65]: 2) Rumah
Tangga yang terus-menerus meningkatkan ketaatannya kepada Allah , akan senantiasa dikaruniai
oleh-Nya jalan keluar atas segala urusan dan masalah yang dihadapinya. Anak-anak membutuhkan
biaya , Allah akan mencukupi mereka karena Dia Dzat yang Mahakaya. Pelacur,perampok, dan
orang-orang zhalim saja diberi rezeki,bagaimana mungkin anak-anak kita dilalaikan-Nya? Suami
hatinya keras membatu, otoriter, dan suka bertindak kasar, apa sulitnya bagi Allah
membolak-balikkan setiap hati, sehingga menjadi berhati lembut,baik, dan bijak.

Masalahnya, adakah keluarga kita layak mendapat jaminan-Nya ataukah tidak? Kuncinya adalah
bahwa rumah tangga yang selalu dekat kepada Allah dan sangat menjaga keikhlasan dalam
beramal, itulah rumah tangga yang layak memperoleh jaminan pertolongan -Nya. Semakin suatu
rumah tangga jarang shalat, enggan bersedekah dan menolong orang lain, malas melakukan
amal-amal kebaikan, ditambah lagi berhati busuk, maka semakin letihlah dalam mengelola rumah
tangga ini. Rumah seluas apa pun akan tetap terasa sempit kalau hati para penghuninya sempit.
Ketika berada di lapangan yang luas , lalu menemukan anjing atau ular, kita toh tidak merasa
gentar. Akan tetapi, ketika di kamar mandi , berdua dengan tikus saja bisa jadi masalah. Apa
sebab ? Di ruangan kecil, perkara kecil akan menjadi besar. Sebaliknya diruangn yang lapang,
perkara besar akan menjadi kecil. Karenanya, rumah tangga itu akan dirasakan kebahagiaannya
hanya oleh orang-orang yang berhati bersih dan ikhlas. Bila kita temukan beberapa kekurangan
pada istri kita , bukan masalah , karena toh isteri kita bukan malaikat. Demikian pun kekurangan
yang ada pada suami, janganlah sampai jadi masalah, karena suami pun bukan malaikat. Kekurangan
yang ada untuk saling dilengkapi, sedangakan kelebihannya untuk disyukuri. Lain lagi,bagi yang
berhati busuk, kekurangan yang ditemukan pada istri atau suami akan dijadikan jalan untuk saling
berbuat aniaya. Na’udzubillah!

Klik

Cari Blog Ini

Halaman

Popular Posts

Advertisement

Responsive Advertisement