18/12/13

Beberapa Alasan - Mengapa Laki2 Memilih Wanita Berjilbab

Dalam perjalanan sejarah bumi awal pertama Fitnah dan yang menyebabkan darah tumpah itu bermula dari fitnah wanita, Maka kita tak heran ketika Umar bin Khattab mengatakan jangan berjalan dibelakang wanita karena disanalah panah-panah setan ditembakkan kematamu.

Imam Bukhari merekam perkataan Nabi saw "“Tidaklah aku tinggalkan sesudahku suatu fitnah yang lebih membahayakan bagi laki-laki daripada (fitnah) wanita..." Hadist tersebut berkolerasi dengan sikap yang harus dimiliki oleh seorang Muslimah
yaitu menjaga dirinya agar tak menjadi Fitnah.

Sebagai muslimah yang baik hendaklah memakai jilbab, karena diakui atau tidak fitnah terbesar pada wanita adalah mereka para wanita yang tidak berjilbab. Namun perlu diketahui juga bahwa laki-laki yang baik akan lebih memilih waita berjilbab menurut fitrahnya.

Coba anda bayangkan jika anda ingin membeli kue di pasar. Pertama, ada kue yang dibungkus daun pisang atau plastik yg trasparan misalnya, namuan ada juga kue yang sama yang tidak terbungkus apapun. Mana yang akan anda pilhh..?? pastilah akan memilih kue yang masih terbungkus, sebab lebih dijamin kebersihannya dari kontaminasi tangan tangan yang penuh kuman dan virus, begitu juga dengan wanita berjilbab, pasti juga akan lebih dipilih karena pada hakikatnya lelaki yang tidak baikpun akan memilih pasangan yang baik apa bila harus memilih antara perempuan yang baik dan yang tiak baik, apa lagi lelaki yang baik pasti juga lebih demikian, dan wanita berjilbab ialah salah satu ciri wanita yang baik.

Wanita yang tidak berjibab 90% mengalami pelecehan, hal ini telah terbukti dengan tingginya pelecehan di Negara negara Eropa, karena mayoritas wanita eropa adalah wanita tidak berjilbab dan sangat diresahkan juga bahwa pelecehan akibat tidak memakai jilbab ini bukan hanya terjadi di negara-negara Eropa, tapi hal serupa juga menjalar ke negara kita juga, baik di pedesaan maupun perkotaan, bahkan yang bersetatus santriwatipun mengalami hal itu ketika mereka melepas jilbab, hal ini pernah saya lihat ketika seorang santriwati keluar dari rumah tanpa memakai jilbab.

Namun alhamdulillah hal itu tidak pernah saya temui dengan santriwati pp.Al-Khoirot, bahkan boleh dibilang sesuai yang saya ketahui khususnya didesaku bahwa santri wati pondok pesantren Al-Khoirot jauh lebih baik kualitasnya dari pondok pesantren yang lain.

Ada beberapa faktor penyebab seorang wanita tidak memakai jilbab diantaranya:

[-] Minimnya pengetahuan tentang islam atau jilbab
[-] Karena ikut pada tren yang berlaku
[-] Pengaruh teman
[-] Faktor lingkungan
[-] Belum terbiasa

Adapun beberapa hal yang bisa mencegah hal yang telah disebutkan di atas ialah :

[+] Beri pengarahan kepada para wanita yang tidak berjilb, agar mereka memakainya dengan rasa bangga
[+] Tanamkan berjilbab kepada anak perempuan sejak kecil
[+] Memberi motivasi kepada wanita yang tidak berjilbab, supaya berjilbab
[+] Memberitahu kepada mereka tentang beratnya siksa kepada wanita yang tidak berjilbab, seperti yang pernah disabdakan nabi yang diriwayatkan oleh imam Bukhori.

So, apa yang seharusnya engkau lakukan wahai para calon Ratu Penghuni Al-Arasy...

08/11/13

Ilmu Psikologi - Apa itu Skizofrenia ?

http://www.jpnn.com/read/2013/11/05/199228/Dulu,-Toni-Keluar-Semua-Lari.-Sekarang,-Toni-Datang-Semua-Memanggil
Ilustrasi penyakit Skizofrenia - wikia.nocookie.net
Pernahkan kita menghadapi masalah yang bertubi-tubi dan tidak mau menerima kaidah sebuah takdir yang nyata seperti Putus Cinta, Putus Kerja, Putus Persahabatan hanya karena satu atau dua bahkan lebih dari itu hingga tiada kuat menahannya dan berujung pada sesuatu yang tak disengaja maupun tak pantas [baca: Bunuh Diri]. Sebagian dari kita pastinya dimintai pendapat oleh beberapa Kerabat dan sahabat untuk Cek Kesehatan Otak ke Dokter Spesialis kejiwaan untuk mencari tahu apakah kita termasuk seorang yang sedang berproses menuju kegilaan [baca: Orang Gila, Gemblung, Edan, Ora Waras]???

Tidak hanya itu saja wahai para Budiman - Budiwati, bahwa saya juga pernah mengalami hal tersebut [baca: tidak munafik] dan beberapa sahabat saya pun sempat terkena hal itu, karena pengaruh oranglain terkait dengan masa depan yang bahagia dan maknyos. Begitulah sekiranya, nah dari Artikel dibawah inilah merupakan referensi untuk menambah wawasan untuk kita yang masih ataupun sedang menghadapi beberapa ujian. Agar supaya kita tetap Fresh (baca: segar).

Istilah skizofreniaberasal dari kataschizos : pecahbelah dan phren :jiwa. Skizofreniamenjelaskanmengenai suatugangguan jiwadimana penderitamengalamiperpecahan jiwaadanya keretakanatau disharmoniantara prosesberfikir, perasaandan perbuatan,Kraepelin seorangahli kedokteran jiwadari kota Munich memaparkan skizofrenia sebagai bentuk kemunduran intelegensi sebelum waktunyayang dinamakannya demensia prekox ( demensia : kemunduran intelegensi) prekox (muda, sebelumwaktunya).

Ada banyak perkiraan sebagai penyebab terjadinya skizofrenia, baik yang berasal dari badaniah(somatogenik) maupun psikologis (psikogenik). Perkiraan penyebab skizofrenia yang berasal dari segifisik yang pertama adalah berasal dari faktor genetik atau faktor keturunan, hal ini telah dibuktikandengan penelitian tentang keluarga penderita skizofrenia. Potensi untuk mendapatkan skizofreniatidak langsung diturunkan melalui gen resesif, potensi ini mungkin kuat tapi mungkin lemah sebabselanjutnya juga akan tergantung pada lingkungan individu apakah akan menjadi skizofrenia atautidak. Sama seperti penderita diabetes mellitus walaupun ia adalah resesif diabetes namun jika iadapat menjaga pola hidup yang sehat maka ia tidak akan menderita diabetes. Selanjutnya adalahkelainan susunan syaraf pusat, yang terletak pada diensefalon atau kortex otak, kelainan tersebutmungkin disebabkan oleh perubahan postmortem.

Ada beberapa ahli yang menjelaskan mengenai teori psikogenik yang pertama adalah teori AdolfMeyer, menurut meyer skizofrenia merupakan suatu reaksi yang salah, suatu maladaptasi, oleh karenaitu timbul suatu disorganisasi kepribadian dan lama-kelamaan orang itu menjauhkan diri darikenyataan (otisme). Kemudian teori Sigmund Freud, menurut Freud dalam skizofrenia terdapatkelemahan ego, yang dapat timbul karena penyebab psikogenik maupun somatik, superego dikesampingkan sehingga tidak bertenaga lagi dan Id yang berkuasa serta terjadi suatu regresi kefase narsisisme.

Gejala-gejala skizofrenia dibagi menjadi dua yaitu gejala primer dan gejala sekunder, gejala primerdiantaranya gangguan proses pikiran (bentuk,langkah dan isi pikiran), gangguan afek dan emosi,gangguan kemauan, banyak penderita dengan skizofrenia mempunyai kelemahan kemauan. Merekatidak dapat mengambil keputusan dan tidak dapat mengambil tindakan dalam suatu keputusan. Danyang terakhir adalah gejala psikomotor juga dinamakan gejala katatonik atau gangguan perbuatan.Kemudian gejala sekunder yang terdiri dari waham, waham yang diderita penderita skizofrenik seringtida logis dan bizar. Tetapi penderita tidak memahami hal tersebut dan menganggap bahwa wahamnyamerupakan fakta dan tidak dapat diubah oleh siapapun. Gejala sekunder yang kedua adalahhalusinasi, pada skizofrenia halusinasi timbul tanpa ada penurunan kesadaran dan hal ini merupakansuatu gejala yang hampir tidak dijumpai pada keadaan lain. Paling sering pada skizofrenia adalahhalusinasi pendengaran, halusinasi penciuman, halausinasi citarasa atau halusinasi taktil(singgungan).
Kraepelin membagi skizofrenia mejadi beberapa jenis:

1. Skizofrenia kompleks, gejala utama pada jenis simplex adalah kedangkalan emosi dankemunduran kemauan.
2. Jenis bebefrenik, gejala yang menonjol adalah gangguan proses berfikir, gangguankemauan dan adanya depersonalisasi atau double personality.
3. Jenis katatonik, biasanya akut dan didahului oleh stress emosional, dapat terjadistupor katatonik (penderita tidak menampakkan sama sekali ketertarikannyaterhadap lingkungannya) dan gaduh gelisah katatonik (terdapat hiperaktifitasmotorik, tetapi tidak disertai emosi yang semestinya dan tidak dipengaruhirangsangan dari luar).
4. Jenis paranoid, gejala-gejala yang menyolok adalah waham primer disertai denganwaham-waham sekunder dan halusinasi.
5. Episoda skizofrenia akut, gejala skizofrenia muncul mendadak sekali dan pasienseperti dalam keadaan mimpi. Dalam keadaan ini seakan-akan dunia luar dan dirinyasendiri berkabut.
6. Skizofrenia residual gejala yang menyolok adalah gangguan afek dan emosi, gangguanpikiran dan kemauan.
7. Jenis skizo-afektif disamping gejala skizofrenia menonjol pada saat bersamaan jugagejala depresi atau gejala mania.

Jenis- jenis pengobatan pada skizofrenia:
1. Farmakologi, pemberian neroleptika dosis rendah untuk skizofrenia menahunsedangkan dosis yang lebih tinggi diberikan pada penderita dengan psikomotorikyang meningkat.
2.Terapielektrokonvulsi (TEK) terapi konvulsi dapat memperpendek seranganskizofrenia dan mempermudah kontak dengan penderita.
3. Terapi koma insulin, bila diberikan pada permulaan penyakit, maka akanmendapatkan hasil yang memuaskan.
4. Psikoterapi dan rehabilitasi, psikoterapi yang dilakukan berbentuk suportif individualatau kelompok serta bimbingan yang praktis dengan maksud untuk mengembalikanpenderita ke masyarakat.
5. Lobotomi prefrontal, dilakukan bila terapi lain secara intensif tidak berhasil dan bilapenderita sangat mengganggu lingkungannya.

Pengobatan pada skizofrenia tidak dapat sempurna sembuh tetapi dengan pengobatan dan bimbinganyang baik penderita dapat ditolong untuk berfungsi terus, bekerja sederhna dirumah ataupun diluarrumah. Keluarga atau orang lain dilingkungan penderita diberi penerangan (manipulasi lingkungan)agar mereka lebih sabar menghadapinya.

Source : id.wikipedia.org/wiki/Skizofrenia

04/11/13

Perbedaan Air SENI - MANI - WADI dan MADZI



1. Kencing: Masyhur sehingga tidak perlu dijelaskan, dan dia najis berdasarkan Al-Qur`an, Sunnah, dan ijma’.

2. Wadi: Cairan tebal berwarna putih yang keluar setelah kencing atau setelah melakukan pekerjaan yang melelahkan, misalnya berolahraga berat. Wadi adalah najis berdasarkan kesepakatan para ulama sehingga dia wajib untuk dicuci. Dia juga merupakan pembatal wudhu sebagaimana kencing dan madzi.

3. Madz i: Cairan tipis dan lengket, yang keluar ketika munculnya syahwat, baik ketika bermesraan dengan wanita, saat pendahuluan sebelum jima’, atau melihat dan mengkhayal sesuatu yang mengarah kepada jima’. Keluarnya tidak terpancar dan tubuh tidak menjadi lelah setelah mengeluarkannya. Terkadang keluarnya tidak terasa. Dia juga najis berdasarkan kesepakatan para ulama berdasarkan hadits Ali yang akan datang dimana beliau memerintahkan untuk mencucinya.

4. Mani: Cairan tebal yang baunya seperti adonan tepung, keluar dengan terpancar sehingga terasa keluarnya, keluar ketika jima’ atau ihtilam (mimpi jima’) atau onani -wal ‘iyadzu billah-, dan tubuh akan terasa lelah setelah mengeluarkannya.

Berhubung kencing dan wadi sudah jelas kapan waktu keluarnya sehingga mudah dikenali, maka berikut kesimpulan perbedaan antara mani dan madzi:

a. Madzi adalah najis berdasarkan ijma’, sementara mani adalah suci menurut pendapat yang paling kuat.
b. Madzi adalah hadats ashghar (kecil) yang cukup dihilangkan dengan wudhu, sementara mani adalah hadats akbar (besar) yang hanya bisa dihilangkan dengan mandi junub.
c. Cairan madzi lebih tipis dibandingkan mani.
d. Mani berbau, sementara madzi tidak (yakni baunya normal).
e. Mani keluarnya terpancar, berbeda halnya dengan madzi. Allah Ta’ala berfirman tentang manusia, “Dia diciptakan dari air yang terpancar.” (QS. Ath-Thariq: 6)
f. Mani terasa keluarnya, sementara keluarnya madzi kadang terasa dan kadang tidak terasa.
g. Waktu keluar antara keduanyapun berbeda sebagaimana di atas.
h. Tubuh akan melemah atau lelah setelah keluarnya mani, dan tidak demikian jika yang keluar adalah madzi.

Karenanya jika seseorang bangun di pagi hari dalam keadaan mendapatkan ada cairan di celananya, maka hendaknya dia perhatikan ciri-ciri cairan tersebut, berdasarkan keterangan di atas. Jika dia mani maka silakan dia mandi, tapi jika hanya madzi maka hendaknya dia cukup mencuci kemaluannya dan berwudhu. Berdasarkan hadits Ali -radhiallahu anhu- bahwa Nabi -alaihishshalatu wassalam- bersabda tentang orang yang mengeluarkan madzi :

اِغْسِلْ ذَكَرَكَ وَتَوَضَّأْ

“Cucilah kemaluanmu dan berwudhulah kamu.” (HR. Al-Bukhari no. 269 dan Muslim no. 303)

Tambahan:

1. Mandi junub hanya diwajibkan saat ihtilam (mimpi jima’) ketika ada cairan yang keluar. Adapun jika dia mimpi tapi tidak ada cairan yang keluar maka dia tidak wajib mandi. Berdasarkan hadits Abu Said Al-Khudri secara marfu’:

إِنَّمَا الْمَاءُ مِنَ الْمَاءِ

“Sesungguhnya air itu hanya ada dari air.” (HR. Muslim no. 343)
Maksudnya: Air (untuk mandi) itu hanya diwajibkan ketika keluarnya air (mani).

2. Mayoritas ulama mempersyaratkan wajibnya mandi dengan adanya syahwat ketika keluarnya mani -dalam keadaan terjaga. Artinya jika mani keluar tanpa disertai dengan syahwat -misalnya karena sakit atau cuaca yang terlampau dingin atau yang semacamnya- maka mayoritas ulama tidak mewajibkan mandi junub darinya. Berbeda halnya dengan Imam Asy-Syafi’i dan Ibnu Hazm yang keduanya mewajibkan mandi junub secara mutlak bagi yang keluar mani, baik disertai syahwat maupun tidak.

Wallahu a’lam.

Semoga Kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah dan semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati Kita yang telah lama terkunci. Aamiin.

(Cantumkan jika ada doa khusus untuk ibu dan juga doa yang lainnya,agar kami para jamaah bisa mengaminkannya)

Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.

Ya ALLAH...
✔ Muliakanlah orang yang membaca tausiah ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang membaca dan membagikan tausiah ini.

Aamiin ya Rabbal'alamin

15/10/13

Obat Gatal Multi SKABIES Langsung Pental

Akhir-akhir ini terdengar kabar juga membuat saya geram dan ingin terjun bawah secara langsung untuk meninjau penyakit berkaitan dengan penyakit kulit yang terjadi di pedesaan Gentasari, Kec. Kroya Kab. Cilacap, Prov. Jawa Tengah. Hal ini pun menjadi sebuah realita diperuntukan bagi masyarakat dimulai sekarang sebagai bahan untuk memerangi penyakit gatal tersebut dalam realita perdesaan bahkan kota yang siap menjadi calon santapan para tungau-tungau alergi pada apapun dan siapapun.


WPGdA: Wabah Penyakit Gatal dan Alergi

Kata Kunci: Gitaran Kulit, Kulit Gitar, Bergitar Pada Kulit, Obate Gatelan, gudik (gudikan), penyakit ampera, gatal agogo, budukan, scabies, the itch, seven-year itch, Norwegian itch, Norwegian scabies, canine scabies, mange, intense pruritus, nocturnal pruritus, Sarcoptes scabies, Penyakit Gatelan, Kulit Gatel, Kulit Burix, Burikken, Korengan, Penyakit Koreng, Dll.

Pada umumnya penyakit ini hanya dirasakan para anak-anak yang ada dipesantren, asrama, kostan dan anak jalanan yang tak tahu pentingnya hidup bersih. saya (admin) telah lama usai menikmati jajanan asrama berbentuk gatal-gatal alergi seperti halnya penyakit skabies, tak dapat dipungkiri lagi bahwasannya penyakit ini tidak hanya menyerang Kantung Saku, Dompet dan Tabungan BANK seklaipun. Hal ini terbilang amat sangat memprihatinkan, seolah-olah saya sendiri merasa sebagai anak jalanan tak memiliki Orangtua, Ber Saudara, Ber Sahabat atau bahkan saya tak memiliki sebuah kepercayaan di dekat kawan maupun lawan. Akhirnya dengan sedikit uji coba dan usaha akhirnya racikan obat gatal yang saya budayakan untuk pencegahan penyakit menular serta menjadi bagan untuk menolong para penderita gatal-gatal alergi seperti skabies (Artikel News HotSpot), alhasil menjadi hal yang WOW ini untuk di budayakan. Adapun hal yang tidak sepantasnya dipublikasikan mengenai Obat ini, terkait dengan Bahan-bahan yang telah terproduksi secara Sah dan mendapatkan izin dari DepKes maupun Perizinan perdagangan di Tanah Air Indonesia bahkan luar negeri yang mengimpor barang Dagang negara Indonesia.

Ya!
bahan yang saya pakai adalah bahan pilihan dan sudah saya pilah-pilah dari mulai Nama, Kandungan Aktif serta tergolong sebagai penyempurna dasar obat ini (Obat Gatal Multi Skabies). Saya sendiri menamakan obat ini sebagai "Obat Gatal Overdosis Bahan Aktif" (BATGOBATIF) juga tidak memiliki dampak negatif, hampir dari penggunaan racikan ini banyak pula orang ingin dibuatkan dan difermentasikan sesuai dosis maupun aturan yang berlaku.

PERHATIAN!
Bahan yang saya racik ini bukan untuk di Konsumsi, tapi cukup di Oleskan.

Ingin Tahu Bagaimana Prosesnya?
Lebih Ingin Tahu Proses dan Takaran Dosisnya?
Atau Ingin Mengetahui sedikit/banyak terkait Macam Faedah, Bahan, Takaran, dan Aturan Pemakaian dari Ramuan Tersebut?
Silahkan datang saya ke Klinik Saya di Alamat [KLIK DISINI]

sedikitnya saya akan menyimpulkan bahwa kita (semua pihak) harus menyiapkan sketsa khusus seperti halnya Putra Bangsa yang mengerti dan Faham Bahan Kimia, Dana Memadai, Gedung Laboratorium Khusus, Pengembangan Pemberdayaan hasil Riset dan Pusat Perizinan Obat. Sebagian orang pasti menyikapi adanya hal ini untuk dijadikan sumber pegangan dasar pencegahan dan pengobatan topik terhangat ini.

Dibawah ini merupakan Hasil Copy Paste Artikel: [Klik]
------->>
Ini dia, Skabies atau Gudikan, salah satu penyakit kulit yang mudah menular ( yang disebabkan oleh kutu Scabies scabiei ) dari satu orang ke orang lainnya, sehingga tak jarang menyebar dalam keluarga ketika salah satu anggota keluarganya pulang kerumah membawa penyakit ini. Bila sebuah keluarga terjangkit penyakit gudik (skabies) maka tak ayal akan terjadi ritual menggaruk bersama terutama di malam hari. Beberapa penderita penyakit gudik menggambarkan seperti gitaran. Gerakan menggaruk yang mirip bermain gitar di malam hari lantaran rasa gatal yang ditimbulkannya.

Ilustrasi di atas menunjukkan bahwa penyakit gudik (skabies) mudah menular dan menjangkiti sekelompok orang melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Karenanya tak heran jika penyakit gudik (skabies) dapat dijumpai di sebuah keluarga, di kelas sekolah, di asrama, di pesantren. Di daerah kami (Palaran, Samarinda), gudik (skabies) merebak lagi sejak tahun 2002 hingga saat ini.

Pada tahap awal, penyakit gudik (skabies) sulit dibedakan dengan penyakit alergi kulit, akibatnya gudik (skabies) menyebar karena penyebabnya tidak diobati. Biasanya, penyakit gudik (skabies)

terdeteksi manakala menjangkiti lebih dari 1 orang dalam sebuah keluarga.

:: PENGERTIAN
Skabies (gudik) adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei varian hominis (sejenis kutu, tungau), ditandai dengan keluhan gatal, terutama pada malam hari dan ditularkan


melalui kontak langsung atau tidak langsung melalui alas tempat tidur dan pakaian.

:: PERJALANAN PENYAKIT
Sekilas kutu Sarcoptes scabiei. Sarcoptes scabiei adalah kutu (atau tungau) mungil berwarna putih transparan, berbentuk bulat lonjong. Ukuran kutu (tungau) betina 0,3-0,4 mm, sedangkan si jantan setengah dari ukuran betina. Di luar kulit, kutu ini hanya dapat bertahan hidup 2-3 hari pada suhu kamar dan kelembaban 40-80%.

:: Cara berkembang biak dan penularan:
Setelah membuahi kutu betina maka si pejantan mati. Kutu betina yang sudah dibuahi akan membuat liang terowongan di kulit, kemudian bertelor sekitar 40-50 butir telor, dan akan menetas setelah sekitar 3-5 hari. Hasil penetasan (larva) kutu tersebut keluar ke permukaan kulit dan tumbuh menjadi kutu dewasa dalam waktu sekitar 16-17 hari. (referensi lain menyebutkan 10-14 hari)

:: Penularan terjadi melalui:
Kontak langsung, kontak seksual Secara tidak langsung melalui bekas duduk, sprei (alas) tempat tidur serta pakaian.

:: TANDA-TANDA
Keluhan utama pada penderita skabies (gudik) adalah:
- Rasa gatal terutama waktu malam hari.
- Tonjolan kulit (lesi) berwarna putih keabu-abuan sepanjang sekitar 1 cm.
- Kadang disertai nanah karena infeksi kuman akibat garukan.

Lokasi paling sering di sela-sela jari tangan, telapak tangan, pergelangan tangan, siku, ketiak, daerah payudara, sekitar pusar dan perut bagian bawah, sekitar kelamin dan pantat. Sedangkan pada bayi dan anak-anak dapat mengenai wajah, sela-sela jari kaki dan telapak kaki. Pada pria bisa mengenai ujung kemaluan bahkan sekujur kemaluan. Duhhh gatalnya alang kepalang.

:: DIAGNOSA
Penetapan diagnosa skabies (gudik) berdasarkan riwayat gatal terutama pada malam hari dan adanya anggota keluarga atau teman dekat yang sakit seperti penderita ( ini menunjukkan adanya penularan ). Pemeriksaan fisik yang sangat penting adalah dengan melihat bentuk tonjolan kulit yang gatal dan arena penyebarannya. Untuk memastikan diagnosa skabies (gudik) adalah dengan pemeriksaan mikroskop untuk melihat ada tidaknya kutu Sarcoptes scabiei atau telurnya.

:: PENGOBATAN
Pengobatan ditujukan pada pemberantasan kutu Sarcoptes scabiei dan mengurangi keluhan gatal serta penyulit yang timbul karena garukan. Antibiotika dapat digunakan jika ada infeksi sekunder, misalnya bernanah di area yang terkena (sela-sela jari, kelamin, dll) akibat garukan.

:: TIPS dan ANJURAN
Periksakan ke Puskesmas, dokter, dokter spesialis kulit atau Rumah sakit setempat bila menjumpai penyakit ini untuk mendapatkan pengobatan. Cuci semua baju dan alas tidur (sprei atau sejenisnya) dengan air panas. Mandi teratur dengan sabun.

Apabila ada yang sakit Skabies (gudik), periksakan semua anggota keluarga yang kontak dengan penderita. Jika ternyata menderita skabies, obati semuanya secara serempak agar tidak terjadi
penularan ulang.

Bagi para guru atau Ustadz yang mendapati murid atau santrinya sakit Skabies (gudik) hendaknya menganjurkan kepada murid atau santrinya untuk berobat secara serempak di Puskesmas terdekat atau poliklinik Kulit Rumah Sakit setempat.

:: PENGOBATAN :
Pengobatan scabies tidak terlalu sulit. Oleskan krim permetrin 5% seluruh tubuh dari leher ke bawah, selama semalam lalu basuh hingga bersih. Pengobatan ini biasanya diulang setelah 1 minggu.

Alternatif pengobatan lainnya adalah dengan krim lindane, dioleskan seluruh tubuh dari leher ke bawah, dan dibersihkan setelah 8 jam. Kedua obat tersebut efektif, tetapi lindane cenderung mengiritasi kulit, lebih toksik dan tidak boleh diberikan kepada anak-anak dan ibu hamil. Selain itu, dapat diberikan pengobatan per oral, dengan ivermectin. Dosisnya adalah 200 mikrogram per

kilogram berat badan, dosis tunggal. Pengobatan ini diulang setelah 2 minggu. Dapat dipergunakan pula antihistamin seperti CTM untuk mengurangi gatal. Hal lain yang dapat dilakukan adalah merendam pakaian, seprei dan selimut yang dipakai ke dalam air panas.

Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap Sarcoptes scabiei varian hominis dan produknya. Beberapa sinonim penyakit ini yaitu: Kudis, The Itch, Gudig, Budukan, Gatal Agogo.

:: EPIDEMIOLOGI
Skabies merupakan penyakit epidemik pada banyak masyarakat. Ada dugaan bahwa setiap siklus 30 tahun terjadi epidemik scabies. Penyakit ini banyak dijumpai pada anak dan orang dewasa muda, tetapi dapat juga mengenai semua umur. Insidensi sama pada pria dan wanita.

Insidensi skabies di negara berkembang menunjukan siklus fluktasi yang sampai saat ini belum dapat dijelaskan. Interval antara akhir dari suatu epidemic dan permulaan epidemik berikutnya kurang lebih 10-15 tahun. Beberapa factor yang dapat membantu penyebarannya adalah kemiskinan, hygiene yang jelek, seksual promiskuitas, diagnosis yang salah, demografi, ekologi dan derajat sensitasi individual. Insidensinya di Indonesia masih cukup tinggi, terendah di Sulawesi Utara dan tertinggi di Jawa Barat.

:: ETIMOLOGI
Sarcoptes scabiei termasuk filum Arthopoda, kelas Arachnida, ordo Ackarina, superfamili Sarcoptes. Pada manusia disebut Sarcoptes scabiei var. hominis, sedangkan varietas pada mamalia lain dapat menginfestasi manusia, tetapi tidak dapat hidup lama. Secara morfologik merupakan tungau kecil, berbentuk oval, punggungnya cembung dan bagian perutnya rata. Tungau ini transient, berwarna putih kotor, dan tidak bermata. Tungau betina panjangnya 300-450 mikron, sedangkan tungau jantan lebih kecil, kurang lebih setengahnya yakni 200 – 240 mikron x 150 – 200 mikron. Bentuk dewasa mempunyai 4 pasang kaki dan bergerak dengan kecepatan 2,5 cm permenit di permukaan kulit.

:: SARCOPTES
scabiei betina setelah dibuahi mencari lokasi yang tepat di permukaan kulit untuk kemudian membentuk terowongan, dengan kecepatan 0,5 mm – 5 mm per hari. Terowongan pada kulit dapat sampai ke perbatasan stratum korneum dan stratum granulosum. Di dalam terowongan ini tungau betina akan tinggal selama hidupnya yaitu kurang lebih 30 hari dan bertelur sebanyak 2-3 butir telur sehari.

Telur akan menetas setelah 3-4 hari menjadi larva yang akan keluar ke permukaan kulit untuk kemudian masuk kulit lagi dengan menggali terowongan biasanya sekitar folikel rambut untuk melindungi dirinya dan mendapat makanan. Setelah beberapa hari, menjadi bentuk dewasa melalui bentuk nimfa. Waktu yang diperlukan dari telur hingga bentuk dewasa sekitar 10-14 hari. Tungau jantan mempunyai masa hidup yang lebih pendek dari pada tungau betina, dan mempunyai peran yang kecil pada patogenesis penyakit. Biasanya hanya hidup dipermukaan kulit dan akan mati setelah membuahi tungau betina.

Sarcoptes scabiei betina dapat hidup diluar pada suhu kamar selama lebih kurang 7 – 14 hari. Yang diserang adalah bagian kulit yang tipis dan lembab, contohnya lipatan kulit pada orang dewasa. Pada bayi, karena seluruh kulitnya masih tipis, maka seluruh badan dapat terserang.

:: PATOGENESIS
Kelainan kulit dapat disebabkan tidak hanya oleh tungau skabies, tetapi juga oleh penderita sendiri akibat garukan. Dan karena bersalaman atau bergandengan sehingga terjadi kontak kulit yang kuat, menyebabkan kulit timbul pada pergelangan tangan. Gatal yang terjadi disebabkan oleh sensitisasi terhadap sekret dan ekskret tungau yang memerlukan waktu kira-kira sebulan setelah infestasi. Pada saat itu kelainan kulit menyerupai dermatitis dengan ditemukannya papul, vesikel, urtika dan lain-lain. Dengan garukan dapat timbul erosi, ekskoriasi, krusta dan infeksi sekunder. Kelainan kulit dan gatal yang terjadi dapat lebih luas dari lokasi tungau.

:: CARA PENULARAN
Penyakit skabies dapat ditularkan melalui kontak langsung maupun kontak tak langsung. Skabies ditularkan oleh kutu betina yang telah dibuahi, melalui kontak fisik yang erat penularan melalui
pakaian dalam, tempat tidur, handuk, setelah itu kutu betina akan menggali lobang kedalam epidermis kemudian membentuk terowongan didalam stratum korneum. Dua hari setelah fertilisasi, skabies betina mulai mengeluarkan telur yang kemudian berkembang melalui stadium larva, nimpa dan kemungkinan menjadi kutu dewasa dalam 10-14 hari. Lama hidup kutu betina kira-kira 30 hari, kemudian kutu mati di ujung terowongan. Terowongan lebih banyak terdapat didaerah yang berkulit tipis dan tidak banyak mengandung folikel pilosebasea.

Penyakit ini sangat mudah menular, karena itu bila salah satu anggota keluarga terkena, maka biasanya anggota keluarga lain akan ikut tertular juga.

Penyakit ini sangat erat kaitannya dengan kebersihan perseorangan dan lingkungan. Apabila tingkat kesadaran yang dimiliki oleh banyak kalangan masyarakat masih cukup rendah, derajat keterlibatan penduduk dalam melayani kebutuhan akan kesehatan yang masih kurang, kurangnya pemantauan kesehatan oleh pemerintah, faktor lingkungan terutama masalah penyediaan air bersih, serta kegagalan pelaksanaan program kesehatan yang masih sering kita jumpai, akan menambah panjang permasalahan kesehatan lingkungan yang telah ada.

:: Faktor Predisposisi
Kebersihan lingkungan sangat penting pada penularan penyakit ini. Scabies pada umumnya terdapat pada komunitas yang berpenghasilan rendah (low income communities) yang kurang memperhatikan kebersihan diri (personal hygiene). Skabies juga dapat terjangkit pada mereka yang tinggal berdesakan seperti pengungsi, anggota tentara pada saat perang, asrama, panti, sekolah, dll.

:: GEJALA KLINIS
Ciri khas dari skabies adalah gatal-gatal hebat, yang biasanya semakin memburuk pada malam hari. Lubang tungau tampak sebagai garis bergelombang dengan panjang sampai 2,5 cm, kadang pada ujungnya terdapat beruntusan kecil.

Lubang/terowongan tungau dan gatal-gatal paling sering ditemukan dan dirasakan di sela-sela jari tangan, pada pergelangan tangan, sikut, ketiak, di sekitar puting payudara wanita, alat kelamin pria (penis dan kantung zakar), di sepanjang garis ikat pinggang dan bokong bagian bawah. Infeksi jarang mengenai wajah, kecuali pada anak-anak dimana lesinya muncul sebagai lepuhan berisi air.

Lama-lama terowongan ini sulit untuk dilihat karena tertutup oleh peradangan yang terjadi akibat penggarukan.Terdapat empat tanda kardinal skabies: Pruritus nokturna, artinya gatal pada malam hari yang disebabkan karena aktivitas tungau ini lebih tinggi pada suhu yang lebih lembab dan panas.

Penyakit ini menyerang manusia secara berkelompok, misalnya dalam sebuah keluarga biasanya seluruh anggota keluarga terkena infeksi. Begitu pula dalam sebuah perkampungan yang padat penduduknya, sebagian besar tetangga yang berdekatan akan diserang oleh tungau tersebut. Dikenal keadaan hiposensitisasi, yang seluruh anggota keluarganya terkena, walaupun mengalami infestasi tungau, tetapi tidak memberikan gejala. Penderita ini bersifat sebagai pembawa (carrier).

Adanya terowongan (kunikulus) pada tempat-tempat predileksi yang berwarna putih atau keabu-abuan, berbentuk garis lurus atau berkelok, rata-rata panjang 1 cm, pada ujung terowongan ini ditemukan papul atau vesikel. Jika timbul infeksi sekunder ruam kulitnya menjadi polimorf (pustule, ekskoriasi dan lain-lain). Tempat predileksinya biasanya merupakan tempat dengan stratum korneum yang tipis, yaitu sela-sela jari tangan, pergelangan tangan bagian volar, siku bagian luar, lipat ketiak bagian depan, areola mammae (wanita), umbilicus, bokong, genitalia eksterna (pria) dan perut bagian bawah. Pada bayi dapat menyerang telapak tangan dan telapak kaki.

Menemukan tungau, merupakan hal yang paling diagnostik. Dapat ditemukan satu atau lebih stadium hidup tungau ini. Diagnosis dapat dibuat dengan menemukan 2 dari 4 tanda kardinal tersebut.

:: KLASIFIKASI SKABIES
Terdapat beberapa bentuk skabies apitik yang jarang ditemukan dan sulit dikenal, sehingga dapat menimbulkan kesalahan diagnosis. Beberapa bentuk tersebut antara lain:

1. Skabies pada Orang Bersih
Terdapat pada orang yang tingkat kebersihannya cukup. Biasanya sangat sukar ditemukan terowongan. Kutu biasanya hilang akibat mandi secara teratur. Bentuk ini ditandai dengan lesi berupa papul dan terowongan yang sedikit jumlahnya sehingga sangat sukar ditemukan.

2. Skabies Inkognito
Obat steroid topikal atau sistemik dapat menyamarkan gejala dan tanda scabies, sementara infestasi tetap ada. Sebaliknya pengobatan dengan steroid topical yang lama dapat pula menyebabkan lesi bertambah hebat. Hal ini disebabkan mungkin oleh karena penurunan respon imum seluler.

3. Skabies Nodular
Pada bentuk ini lesi berupa nodus coklat kemerahan yang agtal. Nodus biasanya terdapat di daerah tertutup, terutama pada genitalia laki-laki, inguinal dan aksila. Nodus ini timbul sebagai reaksi hipersensetivitas terhadap tungau scabies. Pada nodus yang berumur lebih dari satu bulan tungau jarang ditemukan. Nodus mungkin dapat menetap selama beberapa bulan sampai satu tahun meskipun telah diberi pengobatan anti skabies dan kortikosteroid.

4. Skabies yang ditularkan melalui hewan
Di Amerika, sumber utama skabies adalah anjing. Kelainan ini berbeda dengan skabies manusia yaitu tidak terdapat terowongan, tidak menyerang sela jari dan genitalia eksterna. Lesi biasanya terdapat pada daerah dimana orang sering kontak/memeluk binatang kesayangannya yaitu paha, perut, dada dan lengan. Masa inkubasi lebih pendek dan transmisi lebih mudah. Kelainan ini bersifat sementara (4 – 8 minggu) dan dapat sembuh sendiri karena Sarcoptes scabiei pada binatang tidak dapat melanjutkan siklus hidupnya pada manusia.

5. Skabies Norwegia
Skabies Norwegia atau skabies krustosa ditandai oleh lesi yang luas dengan krusta, skuama generalisata dan hyperkeratosis yang tebal. Tempat predileksi biasanya kulit kepala yang berambut, telinga bokong, siku, lutut, telapak tangan dan kaki yang dapat disertai distrofi kuku. Berbeda dengan skabies biasa, rasa gatal pada penderita skabies Norwegia tidak menonjol tetapi bentuk ini sangat menular karena jumlah tungau yang menginfestasi sangat banyak (ribuan). Skabies Norwegia terjadi akibat defisiensi imunologik sehingga sistem imun tubuh gagal membatasi proliferasi tungau dapat berkembangbiak dengan mudah.

6. Skabies pada bayi dan anak
Lesi skabies pada anak dapat mengenai seluruh tubuh, termasuk seluruh kepala, leher, telapak tangan, telapak kaki dan sering terjadi infeksi sekunder berupa impetigo, ektima sehingga terowongan jarang ditemukan. Pada bayi, lesi di muka.

7. Skabies terbaring ditempat tidur (bed ridden) Penderita penyakit kronis dan orang tua yang terpaksa harus tinggal ditempat tidur dapat menderita skabies yang lesinya terbatas.

8. Skabies yang disertai penyakit menular seksual yang lain Skabies sering dijumpai bersama penyakit menular seksual yang lain seperti gonore, sifilis, pedikulosis pubis, herpes genitalis dan lainnya.

:: KOMPLIKASI
Bila skabies tidak diobati selama beberapa minggu atau bulan, dapat timbul dermatitis akibat garukan. Erupsi dapat berbentuk impetigo, ektima, sellulitis, limfangitis, dan furunkel. Infeksi bakteri pada bayi dan anak kecil yang diserang scabies dapat menimbulkan komplikasi pada ginjal. Dermatitis iritan dapat timbul karena penggunaan preparat anti skabies yang berlebihan, baik pada terapi awal ataupun pemakaian yang terlalu sering.

:: PENCEGAHAN
Pencegahan skabies dapat dilakukan dengan berbagai cara:

:: DEFINISI
Skabies adalah suatu infestasi tungau yang menyebabkan beruntus-beruntuk kecil kemerahan dan rasa gatal yang hebat.

:: PENYEBAB
Skabies disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Infestasi tungau ini mudah menyebar dari orang ke orang melalui kontak fisik dan sering menyerang seluruh penghuni dalam satu rumah. Tungau ini ukurannya cukup besar sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang dan sering menular diantara orang-orang yang tidur besama. Kadang tungau ditularkan melalui pakaian, seprei dan benda-benda lainnya yang digunakan secara bersama-sama; masa hidupnya hanya sebentar dan pencucian biasa bisa menghancurkan tungau ini.

Tungau betina membuat terowongan di bawah lapisan kulit paling atas dan menyimpan telurnya dalam lubang. Beberapa hari kemudian akan menetas tungau muda (larva). Infeksi menyebabkan gatal-gatal hebat, kemungkinan merupakan suatu reaksi alergi terhadap tungau.

:: DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala (gatal-gatal hebat) dan hasil pemeriksaan fisik (adanya terowongan tungau). Untuk memastikan diagnosis, bisa dilakukan pemeriksaan mikroskopis terhadap kerokan kulit dan akan ditemukan adanya tungau.

:: PENGOBATAN
Penyakit ini bisa diatasi dengan mengoleskan krim yang mengandung permetrin atau larutan lindane. Kedua obat tersebut efektif, tetapi lindane cenderung mengiritasi kulit, lebih toksik dan tidak boleh diberikan kepada anak-anak.

Kadang digunakan krim yang mengandung corticosteroid (misalnya hydrocortisone) selama beberapa hari setelah pemberian permetrin atau lindane, untuk mengurangi gatal-gatal sampai semua tungau mati. Pengobatan juga harus dilakukan terhadap seluruh penghuni rumah.

:: PENCEGAHAN
Untuk mencegah kembali dihinggapi dan untuk mencegah tungau menyebar ke orang lain, ambil langkah-langkah ini:

Bersihkan semua pakaian dan kain. Gunakan air panas, air sabun untuk mencuci semua pakaian, handuk dan selimut yang Anda gunakan setidaknya dua hari sebelum perawatan. Keringkan dengan panas tinggi. Dry-clean item Anda yang tidak dapat dicuci di rumah. Buat tungau kelaparan. Pertimbangkan menempatkan perabotan Anda yang tidak dapat dicuci di kantong plastik tertutup dan meninggalkannya di tempat jauh dari ruang anda, misalnya di dalam garasi Anda, selama beberapa minggu. Tungau mati jika mereka tidak makan selama seminggu. Menghindari pemakaian baju, handuk, seprai secara bersama-sama. Mengobati seluruh anggota keluarga, atau masyarakat yang terinfeksi untuk memutuskan rantai penularan. (fn/sc/mc) www.suaramedia.com
 

:: Obat Scabies Tradisional
Penyakit scabies adalah penyakit yang menyerang kulit, bentol bentol kecil warna kemerahan dan cepat menyebar ke seluruh tubuh jika tidak segera diobati. Gambar bisa diakses disini Scabies. Yang menderita penyakit ini biasanya merasa tersiksa karena gatal gatal yang makin lama makin banyak dan timbul di seluruh tubuh biasanya jadi susah tidur. Penyakit scabies disebabkan oleh kutu yang membuat terowongan kecil dibawah lapisan kulit persis dibawah kulit ari, dan menembus kemana mana, jadi ya lorong-lorongnya sebenarnya banyak persis seperti sarang tikus, karena itu menyebabkan gatal gatal. Pada saat bertelur kutu scabies ini menyebarkan telur telurnya keseluruh tubuh, walaupun perjalanannya lambat sekitar 1 cm per 1 malam, tapi karena makin lama makin banyak tentu saja bisa menyebar keseluruh tubuh. Telor kutu scabies akan menetas dalam tempo sekitar 1 minggu sampai 10 hari. Oleh karena itu dalam masa pengobatannya harus diulangi lagi setelah 1 minggu sampai 10 hari. Obat yang sudah jadi memang banyak antara lain scabicid dan scabimid. Obat ini tergolong murah untuk ukuran obat salep, sekitar Rp. 20.000 per tube, ukuran sekitar 20 gram. Jadi per gramnya Rp. 1000,-.

Pengalaman saya menggunakan obat ini kurang bagus hasilnya, sudah lebih dari 1 minggu ternyata belum sembuh juga. Akhirnya aku memilih membuat sendiri dari obat tradisional obat scabies bisa dilihat di Medicine. Obat tradisional untuk scabies itu ada beberapa macam, ada yang tidak baik untuk anak anak dan ada yang aman buat anak anak dan bayi. Yang akan diterangkan disini yang aman saja, memang dengan obat yang kurang aman buat anak itu hanya perlu satu hari saja dan diulangi setelah 10 hari. Tapi obat tradisional yang ini juga tidak kalah ampuh, hanya 3 hari dan diulangi lagi setelah 10 hari, 3 hari lagi. Cara menggunakannyapun cukup sederhana cukup dibedakan ke seluruh tubuh.

:: Bahan:
Sulfur, berbentuk bubuk kuning, kalau belum bubuk harus ditumbuk sampai halus dahulu. Bedak bayi yang netral, tidak mengandung bahan macam macam, untuk menghindari adanya reaksi dengan sulfur. Lebih aman lagi menggunakan tepung kanji.

:: Ramuan:
Campur bubuk sulfur dengan bedak/tepung dengan komposisi 1: 8, jadi jika tepungnya 8 gram maka sulfurnya perlu 1 gram, jangan terbalik. Campur sampai campuran menjadi rata dengan mengaduk aduk berulang kali. Jadi deh obat tradisional scabies. Setelah jadi bisa langsung dibalurkan keseluruh tubuh penderita scabies.

Mungkinkah Obat yang saya (admin) dapat memberi pengaruh positif terhadap penyakit gatal termasuk semua jenis Skabies?
tentunya kita kembali pada segala pendapat dan kembali pada illahi, karena tanpa ada keyakinan untuk sembuh dari penyakit tersebut (Skabies) segalanya kan berubah menuju sebuah kegagalan yang  nyata. Maka kita pun perlu Niat, Kiat Yakin dan Berusaha semaksimal mungkin Bahwa Sang Illahi sebagai Kunci keberhasilan dari sebuah riset sederhana bahkan sebuah riset yang disertai niat untuk menolong sesama. Insya Allohu Wallohu A'lam Segalanya kembali kepada sang Illahi dan Hanya Alloh SWT yang Tahu...

Demikianlah yang dapat saya berikan untuk para pembaca dan semuanya (Semua Pihak)

Salam Berbagi Ilmu dan Salam Kompak Selalu Dunia Ikhwah Ilman Wa Aw ikhwah Silaturrahmi fii Inturnitiyyah

02/10/13

Windows XP takkan Punah dan akan selalu Melangkah

Jika ingin jadi orang yang SUKSES jangan gunakan sikap SOMBONG
Jika ingin jadi orang yang PANDAI jangan gunakan sikap PANTOMIM
Jika ingin jadi orang yang KAYA jangan gunakan sikap DASI dan JABATAN
Jika ingin jadi orang yang BERGUNA marilah saling BERBAGI pada SESAMA

(ilustrasiku bangkitlah sahabatku)


tatap muka Windows XP
Banyak orang beranggapan bahwa Windows XP akan punah tidak lama lagi, tentunya pada tahun yang sedekatnya seperti halnya pada tahun 2014. Saya rasa mungkin saja tidak akan terjadi, mengapa saya mengatakan seperti? karena semua masyarakat yang ada disekitar kita belum secara maksimal menikmati sebutan windows XP. Sebetulnya windows XP sendiri akan tetap menjadi operasi sistem yang bersifat BEBAS dan MERDEKA, karenanya windows XP adalah sistem operasi yang bersifat tidak terlalu ketat dalam menjaga performanya. Perlu kita tinjau kembali bahwasannya Windows XP merupakan perwujudan dan kesetiaan Microsoft untuk mengangkat gelar Windows (baca: Dalam Terjemah Indonesia berarti Jendela) yang akan selalu terbuka bagi para pecintanya bahkan para penggemarnya. Lain halnya dengan beberapa pernyataan seputar Rumor Kiamatnya Windows XP yang semakin mendekati ajal, tak lain ialah windows XP akan mengalami kepunahan pada tahun 2014 kuartal II dan setiap penggunanya akan beralih ke Windows 7/8/9 sampai Windows Blue bahkan para penikmatnya akan beralih ke Sistem Operasi berbasis OPEN SOURCE tak lain LINUX dan Sistem Operasi Lainnya.

logo generasi Windows Made in Microsoft Incorporation
Menurut saya istilah Windows memiliki beberapa hal makna yang bisa di ambil hikmah yang baik dan arif untuk semua orang (baca: Masyarakat Dunia), pada dasarnya Windows ialah Jendela Banyak ataupun Banyak Jendela. Nah disamping itu jendela yang dimaksudkan berupa awal mula sebuah sistem operasi jalinan hubungan antara generasi X dan Y (Rumus Genetika), Jendela ini akan selalu mengubah para penggunanya pada level pula label yang terlihat kalem menjadi lebih berani berkata arif dan juga bersikap sebagaimana bijaknya para motivator kelas kakap sekalipun. Betapa berartinya kelahiran Windows XP pada saat pertama lauching tahun 2001, detik-detik kebahagiaan masyarakat sedunia mengantri untuk mendapatkannya dan memulai aktifitas pendaratannya dengan setumpuk lembaran bahkan segudang data penting susunan kebutuhan kerja.





tatap muka WindowsXP pada Start Menu
Sebagai riwayat yang mampu mengubah masyarakat dunia adanya peradaban sistem operasi Windows XP buatan perusahaan besar Microsoft (Made in Microsoft Incorporation) ialah adanya program berbasis tatap muka yang lebih jernih untuk membuka mata, membuka hati dan membuka jabat silaturahmi antar perorangan melalui dunia maya dan dunia nyata sesekali lebih ekspresif dibanding dengan hasil generasi pendahulunya yang bertatap muka antar pengguna hanya mengandalkan resolusi warna dan kapasitas warna dengan urutan 8bit, 16bit dan 24bit saja. Lain halnya dengan lahirnya generasi Windows XP yang langsung menggunakan performa resolusi ketajaman warna hingga 32bit hingga bertahun-tahun sesampainya kelahiran adiknya bernama Vista atau juga kakak para Windows 7/8/9 dan Blue (Windows ke-10).

tatap muka Logo pada Tiap-tiap Generasi


Jikalau memang ada sebuah perusahaan atau instansi pendidikan yang merasa sudah bosan dengan Windows XP bahkan kebosanan menggunakan komputer basis Pentium I/II/III dan IV atau bahkan Dual Core sekalipun, saya atasnama perwakilan komunitas komunikasi desa terpencil berkata siap menerima Komputer Bekas Pemakaian dengan sikap bijak (Gratisan atau Sumbangan) dari anda-anda semua dengan penuh kasih melalui Jendela Hati sebagai wujud atas Kecintaan Kasih yang selalu menanamkan Cinta Berbagi. Pernah terfikirkan juga, apabila saya memiliki UANG TRILIUNAN atau bisa juga menjadi seorang pejabat atas Permintaan dan dukungan Masyarakat terkait pencitraan NKRI (singkatan: Negara Kesatuan Republik Indonesia) yang semakin lama semakin RUSAK (singkatan: Rusuh Upeti Sikap Andalan para Koruptor) dan sebagainya tidak dapat disebut.

Untuk Pendidikan Kita
Kita itu Generasi yang Cinta akan Berbagi

Demikian yang dapat saya curahkan untuk saling Berbagi dalam lingkup Cinta Berbagi.

Salam dan Salam Berbagi.
macan.sewu@facebook.com

14/09/13

Berpendidikan Berpengalaman Tak Ketinggalan JAMAN

Contoh Tatap Muka Encarta Premium 2009
Siapa juga sih yang tidak ingin menjadi orang berpendidikan dan pengalaman bahkan banyak memiliki keterampilan dibidang apapun bisa, meski sebatas belajar dari ujicoba melalui pembelajaran database referensi sedunia.

Saya ingin bercerita sedikit mengenai hal ini, sekitar tahun 1998 - 1999 saya menikmati sajian referensi bermodul database tingkat internasional. Baginilah tampilan Database yang dibuat dan diciptakan oleh Perusahaan Microsoft Incorporation dalam bentuk CD maupun beberapa DVD, tersebut bernama Microsoft Encarta Encyclopedia. Pada tahun itu saya menikmati sajian dunia edukasi yang sangat bermanfaat bahkan lebih dari bermanfaat, sebagai contoh saya dapat mengerti lebih produk yang dikeluarkan oleh Perusahaan Microsoft baik Komputer IBM (International Base Machine), Perangkat Mata-mata (Spy), Perangkat Mesin Pencari (Search Engine), Dunia Maya (Cybertrust), Ilmu Biologi Hewani, Ilmu Biologi Manusiawi, Ilmu Biologi Botani, dan Budaya Kenegaraan se-Jagad Dunia.Begitulah  sekiranya yang saya bisa dimengerti mengenai Ilmu yang ada dinunia ini, hingga saya sendiri bisa merasakan dapatnya memiliki ILMU pula SAHABAT antar Kota bahkan antar Maya sekalipun yang pada dasarnya saya pernah menyinggung di Loop and Play sebuah mini audioplayer saya mengungkapkan bahwasannya "saya dapat berkomunikasi dengan orang sedunia, orang se jagad hanya mengandalkan Google

Translate" merupakan cara pertama untuk bisa berkomunikasi perbedaan bahasa umum dan bahasa yang tidak umum, sekaligus cara yang kedua ialah berkomunikasi dengan mereka dengan bertanya apa yang sekiranya dapat menjadi hal untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman.

Untuk indonesia, terutama untuk para pengembang Dunia edukasi tentunya Pengembangan dan Pembangunan Desa berbasis Informasi dan Komputer marilah kita bangun Indonesia berpendidikan dan berpengalaman, agar kita sama-sama dapat membangun negara ini penuh warna dan penuh anyaman seperti Negara-negara lain dan Orang cerdas se-Jagad maya.

Khusus Untuk anda yang ingin menikmati sajian basis ilmu yang disuguhkan oleh Software Database ciptaan Microsoft Learning Development sebagai bagan maupun bahan ajar bahkan sebagai dasar koleksi peerpustakaan digital pribadi dan keluarga, anda bisa menulis terlebih dahulu daftar koleksi Encarta Encylopedia dari mulai Tahun 1995 sampai dengan Encarta Production.

Berikut ini adalah daftar koleksi yang dapat saya ungkapkan terkait produk edukasi yang diciptakan oleh Microsoft Learning and Technologies sekaligus Status keadaan:

[+] Microsoft Encarta 1995 "ADA dan BEREDAR"
[+] Microsoft Encarta 1996 "ADA dan BEREDAR"
[+] Microsoft Encarta 1997 "ADA dan BEREDAR"
[+] Microsoft Encarta 1998 "ADA dan BEREDAR"
[+] Microsoft Encarta 1999 "ADA dan BEREDAR"
[+] Microsoft Encarta 2000 "ADA dan BEREDAR"
[+] Microsoft Encarta 2001 "ADA dan BEREDAR"
[+] Microsoft Encarta 2002 "ADA dan BEREDAR"
[+] Microsoft Encarta 2003 "ADA dan BEREDAR"
[+] Microsoft Encarta 2004 "ADA dan BEREDAR"
[+] Microsoft Encarta 2005 "ADA dan BEREDAR"
[+] Microsoft Encarta 2007 "ADA dan BEREDAR"
[+] Microsoft Encarta 2008 "ADA dan BEREDAR"
[+] Microsoft Encarta 2009 "ADA dan BEREDAR"
[+] Microsoft Encarta 2010 "ADA dan BEREDAR"
[+] Microsoft Encarta 2011 "ADA dan BEREDAR"
[+] Microsoft Encarta 2012 "ADA TAHAP dan RAHASIA"
[+] Microsoft Encarta 2013 "ADA TAHAP dan RAHASIA"
[+] Microsoft Encarta 2014 "ADA TAHAP dan RAHASIA"
[+] Microsoft Encarta 2015 "ADA TAHAP dan RAHASIA"

Demikian diatas ini adalah Daftar koleksi yang dapat kita ketahui sebagaimana dapat kita nantikan untuk bisa kita nikmati dengan penguasaan Bahasa Internasional yang kita ngerti dan fahami, seperti halnya Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa dan Bahasa Budaya (dalam tahap penyesuaian terjemahan).

Bagi yang penasaran dengan Produk Edukasi ini bisa mendapatkan secara cuma-cuma berbentuk File Siap di Burning (baca: masukkan ke DVD) berekstensi File *.nrg kisaran kapasitasnya tidak tanggung-tangung sekitar 3.30GB atau sama halnya dengan jumlah 1 keping DVD. Apabila anda berada disekitar Domisili saya Berhak menikmati sajian Encarta Premium 2009 dan bisa hubungi saya via CALL/SMS di nomor kantor saya (0281) 8137780 . Kemudian bagi anda yang masih bingung cara memproses bagaimana cara Burning, silahkan gunakan aplikasi yang sudah saya siapkan untuk anda semuanya.
Cukup Lewati "SKIP" (Adf.ly) anda langsung mendapatkan file dibawah ini:
DOWNLOAD File Encarta Premium 2008 [sekitar 3.30GB]
DOWNLOAD File Pengubah NRG to ISO [sekitar 708KB]

Demikianlah yang dapat saya nyatakan untuk anda pecinta Berbagi dan Berilmu,
Salam Bangbie AFIZ

ILMU DEFINISI PSIKOLOGI KOMUNITAS

"ILMU DEFINISI PSIKOLOGI KOMUNITAS"
:: Berasal dari dua kata :

1. Komunitas: orang-orang yang berada pada suatu wilayah geografis tertentu, dan berkonotasi kelompok, bertetangga, dan memiliki struktur yang luas
2. Psikologi: adalah ilmu yang memiliki perhatian pada unsur individual, seperti: kognisi, motivasi, perilaku, perkembangan, dan proses-proses yang saling berhubungan diantara konsep-konsep tersebut

Apakah antara konsep “psikologi” dan “komunitas” merupakan istilah yang saling berlawanan?

:: ranah psikologi komunitas

1. Memiliki perhatian pada hubungan antara individu dan komunitas dan masyarakat.
2. Melalui penelitian dan tindakan yang kolaboratif Psikologi komunitas mencoba memahami dan meningkatkan kualitas hidup individu, komunitas, dan masyarakat.
3. Fokusnya tidak pada individu saja atau lingkungannya saja, tapi koneksi antara keduanya.
4. Dalam aplikasinya, ahli Psikologi Komunitas akan bekerjasama dengan anggota komunitas sebagai partner kerja
5. Psikologi Komunitas akan memiliki perhatian pada kesejahteraan individu dan komunitas
6. Studi ilmiah tentang ilmu perilaku yang diterapkan dalam setting komunitas

:: PERGANTIAN PERSPEKTIF DALAM PSIKOLOGI KOMUNITAS

Yang dimaksud PERGANTIAN/SHIFT adalah fokus dari psikologi komunitas bukannya pada individu itu sendiri melainkan hubungan antara individu dengan struktur sosialnya

Dalam hal ini dicontohkan dalam empat pergantian perspektif, yaitu tentang homelessnes (tuna wisma), situasi kehidupan yang digambarkan sebagai system-dependent dan  nilai kemandirian (self-reliance) dan bagaimana para profesional dunia memiliki perhatian yang lebih pada gejala individual, dan bukannya hubungan antara kehidupan individu dengan komunitasnya  

:: Tuna wisma (Homelesness)

- Menurut para pendiri negeri paman Sam, menjadi tuna wisma tidak sedikit banyak merupakan suatu pilihan hidup
- Digambarkan tuna wisma sebagai a game of musical chairs. Jumlah kursi untuk pemain sangatlah terbatas
- Rasio unit rumah yang diperuntukkan orang dengan penghasilan rendah sangat tidak memadai bila dibandingkan dengan jumlah orang yang mencari rumah untuk tempat tinggal

:: System Dependence

- Diambil dari kasus konsultasi telepon online
- Individu yang “system dependence” cenderung merasa butuh dukungan sosial secara terus menerus.
- Caranya dengan mengontak staf hampir setiap saat. Ketergantungan ini perlu dihindarkan dengan memanipulasinya.
- Problemnya sejauhmana dukungan sosial yang hilang dari keluarga, atau sahabat atau pihak lain, sehingga mereka sangat tergantung? Apakah keluarganya tidak “sehat”, situasi rumahnya tidak mendukung, dan lain sebagainya.


:: Self-Reliance

- Self-reliance (kemandirian) adalah nilai inti pada sebagian besar masyarakat di Amerika dan masyarakat dengan budaya kapitalisme dan individualisme
- Orang yang Self-reliance memiliki ciri-ciri : memperhatikan (take-care) diri sendiri, pengambilan keputusannya independen, dan menghindari ketergantungan pada pihak lain.
- Kenyataan masyarakat di dunia, semua orang itu tergantung pada orang lain.
- Masalahnya : bila individu ini mengalami masalah seperti sakit, atau problem-problem pribadi.
- Psikologi komunitas memiliki perhatian pada bagaimana mengembangkan COPING terhadap masalah pribadi ini sehingga mereka bisa adaptasi

:: Professional Worldviews

- Tradisi profesi psikologi klinis tugasnya menangani masalah gejala gangguan afeksi seperti berapa hari mengalami gangguan perut mual, kurang tidur, konflik keluarga.
- Profesional jarang menanyakan bagaimana perasaanmu aman ketika berada di jalan raya? Berapa orang yang tinggal di RT-mu? 
- Perhatiannya lebih pada proses internal individu, bukan pada hubungan individu dengan komunitasnya.

:: Tahapan aplikasi dalam memecahkan problem sosial

Pergantian perspektif juga harus terjadi pada psikologist bidang komunitas memandang proses perubahan dalam komunitas

1. First-order-change: adalah mencoba mengatasi masalah tidak pada pokok persoalan. Contoh: Anak yang bermasalah dikeluarkan dari sekolah.Masalah perumahan diselesaikan dengan semangat cari kerja
2. Second-order-change: akan mengubah hubungan antara individu dalam setting kehidupannya. Asumsinya setting akan memiliki fungsi dalam menyelesaikan masalah individu


:: LEVEL ANALISIS EKOLOGIS  PSIKOLOGI KOMUNITAS

- Tingkatan Analisis Psikologi Komunitas
- Individu bersarang pada Mikrosistem: keluarga, jejaring pertemanan, kelas, kelompok kecil
- Organiasasi: sekolah, tempat kerja
- Komunitas bersarang pada Makrosistem:  masyarakat, budaya, ditandai dengan karakteristik yang sama



Nilai Inti dalam Psikologi Komunitas Psikologi komunitas bukanlah ilmu yang value-free. Antar budaya memiliki perbedaan dalam nilai.

:: Dalam Versi Jawa

1 Apakah hidup yang baik itu?
2 Apakah Masyarakat yang baik itu?
3 Apakah Tujuan hidup manusia itu?
4 Apakah arti keluarga bagi orang Jawa?

:: 7 NILAI INTI (CORE VALUES) PSIKOLOGI KOMUNITAS (USA)

1 INDIVIDUAL WELLNESS: kesehatan fisik dan psikologis sehingga setiap orang memiliki ketrampilan untuk memperolehnya
2 SENSE OF COMMUNITY: persepsi ttg kepemilikan (belongingness) dan komitmen dalam kerjasama yang melahirkan interdependensi
3 SOCIAL JUSTICE: fair / adil dalam perolehan sumber daya, kesempatan, kewajiban, dan nilai tawar dalam masyarakat
4 CITIZEN PARTICIPATION: kedamaian, tanggung jawab, proses kolaborasi dalam pengambilan keputusan yang melibatkan seluruh anggota masyarakat
5 COLLABORATION AND COMMUNITY STRENGTHS: Psikologist bekerja dalam masyarakat sebagai ahli, peneliti, klinisi, konsultant, dan peran lain yang sama. 
6 RESPECT FOR HUMAN DIVERSITY: Memahami individu dalam keragaman sangat dibutuhkan agar tidak memaksakan nilai dan merusak nilai dalam masyarakat
7 EMPIRICAL GROUNDING: seorang psikologist komunitas melakukan tugasnya sebagai participant-conceptualizer.

11/09/13

Koleksi Ceramah Kyai Haji Anwar Zahid Asli Bojonegoro

Siapa Yang Tidak mengenal Kocaknya Ceramah Kyai Anwar yang selalu membawa suasana segar yang khas. Guyonan keseharian yang juga mengundang senyuman hingga gelak tawa menjadi selingan dakwah beliau, ditambah lagi dengan bahasa jawa dengan dialeg khas Bojonegoro menambah gayeng mendengarkan ceramah hingga akhir acara.

K.H. Anwar Zahid, lahir di dukuh Patoman desa Simorejo kec. Kanor kab. Bojonegoro, walau hanya populer meliputi Tuban, Bojonegoro, Lamongan dan kadang ke daerah Blora ini, tetapi bila musimnya orang berhajat pernikahkan, khitanan atau hari-hari besar Islam, ramai sekali sebagai penasihat rohani. Ceramah beliau juga mengingatkan kita pada ceramah kyai Sepuh Mudzakir Ma’ruf (alm) dari Mojokerto.

Berikut adalah kompilasi ceramah Beliau yang sudah terangkum menjadi Link Siap Download:

[+] Koleksi Mp3
>> Desa Cepu
>> Desa Rembang
>> Desa Madiun
>> Desa Bangilan
>> Desa Simokalangan
>> Desa Ujung Pangkah : Versi 1 | Versi 2
>> Desa Tanggulrejo
>> Kajian Ramadhan
>> Desa Mulung
>> Desa Temandang
>> Desa Tuban
>> Desa Sumberejo
>> Desa Sawahan
>> Kajian Isro' Mi'roj
>> Kajian Dzikir dan Sholat Malam
>> Kajian Maulud Nabi Muhammad SAW
>> Desa Sedayu Gresik
>> Kajian Manusia Qonaah
>> Peresmian Jembatan di Tuban
>> Kajian Nuzulul Qur'an
>> Tasyakuran Pindahan Di Lamongan
>> Kajian Wisata Rohani | Masjid Alfala
>> Kajian Walimatul Ursy

[+] Koleksi Video
>> Di Bojonegoro 1
>> Di Bojonegoro 2
>> Di Bojonegoro 3
>> Di Bojonegoro 4
>> Di Bojonegoro 5
>> Di Bojonegoro 6
>> Di Bojonegoro 7
>> Di Bojonegoro 8
>> Di Bojonegoro 9
>> Di Bojonegoro 10
>> Di Bojonegoro 11
>> Di Bojonegoro 12

Apabila Link Kosong, silahkan Kirim Pesan melalui Pesan Facebook saya di macan.sewu@facebook.com

01/09/13

Niat ingsun Ziaroh Makam Waliyulloh - Goa Safar Wadi


Gunung Mujarrob adalah menyimpan banyak misteri karena gunung ini dikenal hanya oleh para Wali khususnya di Indonesia. Jika gunung mujarrob memunculkan sinar terang benderang itu artinya sebagai pertanda lahirnya sosok waliyulloh juru penyelamat di bumi tanah Jawa. Konon lebih dari 350 tahun yang lampau gunung ini raib dari pandangan mata manusia biasa, seperti halnya cerita dari kisah perjalanan hidup Habib Muh, Tegal Rejo Magelang Jateng, yang pernah kami ketahui sewaktu masih dipesantrennya pada tahun 1987 lalu.

Beliau bercerita bahwa dirinya pernah masuk kedalam gua Mujarrob atas panggilan yang empunya yaitu, Syeikh Sanusi, disaat beliau kedapatan anugerah di syahid menjadi Waliyulloh Abdal, pada tahun 1982 lalu, dan lewat kisahnya ini yang menyatakan bahwa disaat beliau baru masuk kedalam gua tersebut, beliau langsung disambut oleh ratusan kalajengking yang sangat besar. Masya Alloh!!! Yaitu berkisar 40 cm.

Bukan hanya sebatas itu saja beliau di uji dalam keyakinannya saat berada di dalam gua Mujarrob, beliau juga sempat melihat secara mata telanjang, beberapa ekor ular raksasa yang besarnya melebihi badan mobil siap menghadangnya. Dan ini bersifat riil bukan hanya sekedar fatamorgana dari sifat lelembut atau binatang jejadian yang hanya sekilas pandang. Sebab semua binatang yang telah mendiami gunung tadi telah berusia lebih dari ratusan tahun dan tidak pernah terusik oleh manusi yang berani masuk. Terangnya.

Juga kisah yang pernah dialami oleh Habib Nur Ali yang pernah masuk kedalamnya disaat mendapat panggilan dari Syeikh Sanusi atas pengangkatan dirinya sebagai Waliyulloh bangsa Rijal. Beliau bercerita "Tidak ada syafaat yang lebih besar di seluruh wilayah yang ada di Indonesia ini kecuali goa gunung Mujarrob. Dan tidak ada suatu pengangkatan waliyulloh yang diakui oleh wali lainnya kecuali lewat tangan Syeikh Sanusi sendiri sebagai makom tertinggi yang telah mendapatkan kefadholan dari Alloh SWT, dengan diberikannya umur panjang sampai hari kiamat tiba karena kemustajabahan air mujarrob yang dimilikinya dan tidak ada satupun wali di dunia ini yang tidak butuh rohmatnya, karena sesungguhnya beliau tercipta sebagai raja dari semua waliyulloh"

"Jangan sesekali masuk kedalamnya sebelum yang empunya datang sendiri memanggil anda, sebab lebih dari seabad yang lalu para manusia yang mengaku dirinya ahli bathin tinggi, lebih dari 77 orang telah raib dan tidak bisa diketahui jasad dan rimbanya". Lanjutnya

Dari beberapa kisah yang pernah dituturkan oleh para masyaikh ini membuat siapapun yang mendengar akan bergidik dan berfikir seratus kali untuk bisa masuk kedalam gua Gunung Mujarrob yang penuh akan karomah juga sebaliknya penuh misteri yang sangat mengerikan.


Mungkin pembaca sekalian masih bertanya dengan kisah ini, sebenarnya dimana letak sesungguhnya gua Gunung Mujarrob tersebut? Menurut cerita para masyaikh tadi bahwa, gunung Mujarrob ini terletak disalah satu areal pesarean Ki Muhyi Pamijahan, Tasik, Jawa Barat yang sangat kondang akan derajat kewaliyan nya dan banyak diziarohi oleh berbagai lapisan masyarakat lokal maupun dari manca negara.

Namun bila anda pernah datang kesana dan membeli buku sejarah yang banyak dijual bebas di sepanjang toko kaki lima seputar areal pesarean Ki Muhyi Pamijahan, dengan judul bukunya " Sejarah perjuangan Syeikh Haji Abdul Muhyi Waliyulloh Pamijahan" yang di tulis oleh, Drs, H. AA. Khaerussalam, disitu tidak dituliskan sama sekali tentang letak gua gunung Mujarrob yang membawa banyak rohmat dan maghfiroh untuk seluruh pengangkatan waliyulloh sedunia.

Mungkin bisa jadi mereka memandangnya tidak perlu membesarkan nama dan letak gua Mujarrob, yang dianggapnya tidak menguntungkan sama sekali dari pihak peziarah/ tidak bisa di komersilkan, alasannya keluarga mereka juga tidak ada yang berani sampai masuk kedalamnya, sehingga dengan ini pula para keturunannya tidak sampai mencantumkan perihal gua gunung Mujarrob yang sebenarnya.

Nah, dari kisah ini pula diawal bulan Syawal 1429,H, lalu, guruku mengundangku yang intinya menyuruh Saya datang ke gua gunung Mujarrob, karena sebuah panggilan darinya (Syeikh Sanusi). Seperti hallintar menyambar disiang bolong, hatiku kaget dan langsung bergetar keras mendengar apa yang barusan di ucapkan oleh guruku tadi, siapa yang tidak takut dengan nama gua gunung Mujarrob yang penuh dengan kengerian dan fenomena gaib yang bisa membawa badan kita seketika raib disaat baru masuk kedalamnya.

Namun sepertinya guruku tidak mau ambil pusing dan mengharuskan aku secepatnya datang kesana. "Ini perintahnya dan bukan kamu yang pinta, lakukan apa yang aku ucapkan" kata sang guru dengan tegas. Sepulang dari kediaman sang guru hatiku terus bergemuruh antara siap dan tidak, untuk sampai bisa melaksanakan datang ke gua gunung Mujarrob dan mulai hari itu pula aku diwajibkan puasa sampai hatiku benar benar merasa tenang dan siap dengan segala keyakinannya untuk sampai datang ke gua gunung Mujarrob.

Setengah bulan telah berlalu, hatiku semakin mantap untuk sesegera mungkin melaksanakan tugas mulia yang di embankan oleh sang guru, dan tanpa menunggu waktu lebih lama lagi akupun langsung pamit minta restunya. Namun sebelum keberangkatanku ke gunung gua Mujarrob, guruku langsung mengijazahkan amaliyah khususiah yaitu berupa, HIZIB JABARUT Dan ULUHIYYAH, " Bawalah santrimu yang banyak untuk mendampingimu sampai tujuan dan pilihlah mereka yang hatinya telah memahami keikhlasan" dan setelah itu beliau juga memberikan beberapa tata cara dan kunci disaat akan masuk ke gua gunung Mujarrob, yang intinya agar selamat dari segala binatang buas dan bangsa lelembut yang sengaja menghadang dan menyesatkan perjalanan mulia ini.

Selepas dari sang guru, aku langsung mengumpulkan beberapa teman Jam’ul Ijazah yang akan mendampingi pemberangkatanku nanti dan ternyata tidak semua Jam’ul Ijazah masuk dalam kategori yang aku inginkan, sehingga waktu itu hanya 15 orang saja yang aku bawa ikut serta. Singkat cerita, sampailah kita semua didepan pintu gua gunung Mujarrob, lewat panduan dari salah satu kepercayaan santri sang guru. Ternyata apa yang aku takutkan selama ini tidak sampai terjadi, sebab gua yang semestinya gelap gulita itu ternyata terang benderang karena ternyata didalamnya sudah lebih dulu ada dua orang sebelum golongan kita datang, dua orang ini berbadan tinggi besar dan sepertinya bukan dari bangsa kita, keduanya memakai pakaian dan sorban serba putih yang disaat kita masuk keduanya menutup wajahnya dengan sorban yang dipakainya. Nah, dari sorban merekalah cahaya terang benderang itu berasal, sehingga dengan pancaran sinar yang teramat terang ini kita semua akhirnya bisa melihat seisi ruangan gua yang ternyata semuanya terbuat dari marmer asli.

Namun sebelumnya, aku mohon maaf kepada pembaca sekalian, karena tidak bisa menceritakan secara keseluruhan apa yang terjadi didalam gua tersebut sebab bersifat sirri/ rahasia, hanya saja di dalam gua tersebut banyak fenomena dan keganjilan yang tidak masuk diakal yang kami rasakan secara nyata, sehingga semua yang ikut serta masuk ikut pula menyaksikannya secara takjub dan ajib yang mungkin menurut mereka tidak bisa hilang dari ingatannya selama umur masih dikandung badan.

Kami lanjutkan lagi ke cerita seputar dunia mistik yang aku peroleh. Lewat panduan sang guru yang telah diajarkan padaku, alhamdulillah akhirnya kita semua selamat dan bisa pulang kembali tanpa sedikitpun ada kendala, walau dalam perjuangan yang sebenarnya penuh haru dan tangisan bahagia yang tidak bisa dilukiskan oleh bentuk apapun juga. Dari kisah inilah alhamdulillah aku sempat bertemu dengan sosok yang selama ini kami cari dan sempat pula mencium tangannya, yaitu, Sulthonul Bahri/ penjaga laut sedunia, Nabiyulloh Hidir AS, dan demi tulisan ini pula kami sempatkan untuk berkata, Demi Alloh, demi Alloh, demi Alloh, apa yang aku dapatkan selama ini adalah barang terbaik yang aku miliki, yaitu, mustika HUT Nabiyulloh Yunus As,/ mustika ikan hutt sewaktu Nabiyulloh Yunus As, dalam perut ikan hutt selama 41 hari lamanya( secara hikayat yang tercantum dalam Al Quran/ tafsirnya).

Sebelum sampai di penghujung cerita, saya atas nama pribadi mohon maaf yang sebesarnya apabila ulasan ini terlalu fulgar dan sangat transparan. Bukan maksud menggurui siapapun, kami hanya ingin menceritakan yang sebenarnya atas apa yang pernah aku peroleh sewaktu datang kedalam gua gunung Mujarrob yang sangat membawa pengaruh besar bagi umat manusia, wabil khusus tentang perputaran zaman yang selalu ditandai beragam fenomena langka yang selalu diawali dari karomah gunung Mujarrob.

Tentunya bagi para ahlillah dan ahli bathin khosois lainya, tidak ada yang tidak paham tentang siapa jati diri, Syeikh Sanusi sesungguhnya dan apa pula yang dimaksud dari maul Mujarrob yang disebut sebagai keluhuran derajat seluruh desa Pamijahan, juga bagaimana Syeikh Abdul Qodir Al Jaelani, sampai bisa datang dari negaranya, Bagdad, hanya sekedar ingin disyahkan derajat kewaliyannya, sehingga beliau mau sampai berlama menetap di daerah Pamijahan sebagai muridnya.

Kini koleksi dari Syeikh Abdul Qodir Al Jaelani, masih bisa anda nikmati disalah satu areal Pamijahan, yaitu gua Safar Wadi, yang telah dibuatnya sendiri, bahkan dalam sejarah Wali Songo gua ini sempat dijadikan tempat bermusyawarohnya para waliyulloh. Semoga kisah ini membawa rohmat bagi para pemimpin bangsa dan selebihnya untuk keselamatan seluruh umat pada umumnya.

Bagi yang penasaran dengan letak gua gunung Mujarrob yang konon tidak ada dalam daftar peta maupun buku panduan, Saya akan sedikit memberi jalan kepada anda sekalian. Apabila anda sudah pernah ke gua Safar Wadi, tentunya anda juga tahu betul akan jalan lurus yang sebelumnya belok ke kanan sebelum arah menuju gua Safar Wadi. Nah, kalau gua gunung Mujarrob sendiri belok ke kiri dan berlawanan arah dengan jalan menuju gua Safar wadi, yaitu naik ke atas bukit lewat jalan setapak yang sama sekali tidak pernah dijamah oleh kaki manusia.

Apabila kita sudah sampai kesebuah bukit paling atas, berputarlah kearah kanan dan nanti disitu ada sebuah jurang yang sangat dalam, masuklah dengan jalan agak merangkak karena sangat licin dan juga terjal, turunlah sampai mentok kesebuah cadas berair, disitu anda bisa melihatnya secara jelas sebuah mulut gua kecil yang bila anda melihat kedalamnya tidak akan tembus pandang karena terlalu gelap. Berhati hatilah bagi yang kurang persiapan mental, karena anda akan di sambut saat akan masuk gua oleh beberapa kalajengking raksasa dengan panjang berkisar antara 30 sampai 40 cm.

Source: Windowsbie7 Library

Contoh Makalah Pembangunan Sistem Pendidikan Karakter Masyarakat Desa

PERAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)
DALAM MENDUKUNG PROGRAM PENDIDIKAN BERBASIS KARAKTER


SUATU PEMIKIRAN
oleh : Windowsbie7

Abstrak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah salah satu faktor penting dalam pendidikan di Indonesia yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pada tahun 2010 Pemerintah Indonesia, khususnya Menteri Pendidikan Indonesia memulai wacana tentang Pendidikan Berbasis Karakter. Dalam pidatonya pada Hari Pendidikan tanggal 2 Mei 2011 yang lalu, Menteri Pendidikan Indonesia menyatakan bahwa mulai tahun ajaran 2011/2012 pendidikan berbasis karakter akan dijadikan gerakan nasional, mulai dari PAUD sampai dengan Perguruan Tinggi, termasuk di dalamnya pendidikan Nonformal dan Informal. Pelaksanaan Pendidikan Berbasis Karakter pada PAUD, terutama pada jalur formal, tentunya mempunyai hambatan tersendiri antara lain keadaan ekonomi orang tua, kondisi geografis, ketersediaan lembaga PAUD, latar belakang tenaga endidik dan informasi yang terbatas. Maka dari itu, artikel ini bertujuan untuk melihat hambatan-hambatan apa saja yang mungkin akan dihadapi dalam penerapan Pendidikan Berbasis Karakter pada tingkat PAUD dan memberikan rekomendasi metode pembelajaran yang sesuai menurut beberapa sumber buku maupun artikel lain.

Kata Kunci : pendidikan anak usia dini, pendidikan berbasis karakter, metode belajar PAUD,
metode belajar berkarakter, pendidikan holistik.

1. LATAR BELAKANG
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah salah satu faktor penting dalam pendidikan di Indonesia yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan dinaikkannya anggaran dana pendidikan pada tahun 2009 oleh pemrintah, hal ini membuktikan bahwa pemerintah Indonesia menyadari betul pentingnya pendidikan di Indonesia.

PAUD di Indonesia dibagi menjadi beberapa jalur menurut Pasal 28 Undang–Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, terdapat tiga jalur PAUD yaitu (1) Jalur pendidikan formal yaitu berbentuk Taman Kanak-Kanak (TK), Raudhatul Atfhal (RA), atau bentuk lain yang sederajat; (2) jalur pendidikan nonformal yaitu dapat berbentuk Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat; (3) jalur pendidikan informal yaitu berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselanggarakan oleh lingkungan.

Pendidikan memiliki peran dan tanggung jawab yang besar dalam menyikapi perkembangan aktual terhadap munculnya perilaku destruktif, anarkis dan radikalis. Untuk itu para pemangku pendidikan, terutama Kepala Sekolah, Guru, Pemimpin Perguruan Tinggi dan dosen harus memberikan perhatian dan pendampingan lebih besar kepada peserta didik membentuk dan menumbuhkan pola pikir dan prilaku yang berbasis kasih sayang, toleran terhadap realitas keanekaragaman yang di benarkan oleh peraturan dan perundangan.

Maka dari itu pada tahun 2010 pemerintah Indonesia, khususnya Menteri Pendidikan Indonesia memulai wacana tentang Pendidikan Berbasis Karakter. Dalam pidatonya pada Hari Pendidikan tanggal 2 Mei 2011 yang lalu, Menteri Pendidikan Indonesia, Bapak Moh. Nuhmenyatakan bahwa
mulai tahun ajaran 2011/2012 pendidikan berbasis karakter akan dijadikan gerakan nasional, mulai dari PAUD sampai dengan Perguruan Tinggi, termasuk didalamnya pendidikan Nonformal dan Informal. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka artikel ini fokus dalam melihat peran PAUD
dalam mendukung program pemerintah tersebut. Artikel ini juga bertujuan untuk melihat hambatan–hambatan apa saja yang mungkin akan dihadapi dalam penerapan Pendidikan Berbasis Karakter pada tingkat PAUD dan memberikan rekomendasi metode pembelajaran yang sesuai menurut beberapa sumber buku maupun artikel lain. Diharapkan melalui artikel ini dapat dilihat bahwa pencanangan pendidikan berbasis karakter oleh pemerintah dapat
dilaksanakan secara efektif dan menyeluruh.

2. PENDIDIKAN BERBASIS KARAKTER
Menurut Undang–Undang No. 20 Tahun 2003 Pasal 3 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan nasional berfungsi (1) Mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa
; (2) Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Sohan Modgil, etc dalam bukunya Multicultural Education : The Interminable Debate (1986) menyatakan bahwa hasil yang diinginkan dalam suatu Pendidikan adalah :

1. Manusia yang kritis, imajinatif, self criticsm, mampu mengungkapkan pendapat mampu berargumen, mampu mengumpulkan bukti yang kuat dan membuat kesimpulan,
2. Suatu hari dapat menjadi manusia yang berpendirian kuat dan hidup sebagai manusia bebas. Bebas disini mempunyai arti bebas dari ketidakpedulian, dogma, prasangka dan pada akhirnya bisa bebas memilih kepercayaan dan dapat merencanakan hidupnya,
3. Meningkatkan kualitas intelektual dan moral, keterbukaan pada dunia, bersikap objektivitas, keingintahuan akan ilmu, kemanusiaan dan pada akhirnya menghormati dan peduli pada sesama,
4. Bertujuan untuk mensosialisasikan peserta didik kepada intelektual yang lebih luas, moral, agama, dan pencapaian lain dalam diri manusia.
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka Pemerintah Indonesia, dalam hal ini khususnya Menteri Pendidikan Indonesia mencanangkan pendidikan berbasis karakter sebagai gerakan nasional mulai tahun ajaran 2011/2012. Pendidikan berkarakter ini dinilai penting dimulai sejak dini karena merekalah nantinya yang akan melanjutkan pembangunan Bangsa dan Negara Republik Indonesia.

3. PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)
Menurut Pasal 28 Undang–Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional : (1) PAUD diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar; (2) PAUD dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal dan/atau informal; (3) PAUD pada jalur jalur pendidikan formal yaitu berbentuk Taman Kanak-Kanak (TK), Raudhatul Atfhal (RA), atau bentuk lain yang sederajat; (4) PAUD pada jalur pendidikan nonformal yaitu dapat berbentuk Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat; (5) PAUD pada jalur pendidikan informal yaitu berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselanggarakan oleh lingkungan.

Tujuan utama PAUD adalah memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak sedini mungkin baik pada aspek fisik, psikis dan sosial secara menyeluruh (Supriadi dalam Agung, 2010). Pembelajaran pada PAUD didasarkan atas sejumlah prinsip, yaitu : (1) didasarkan atas perkembangan anak; (2) belajar sambil bermain; (3) dilaksanakan dalam lingkungan yang kondusif dan inovatif; (4) dilaksanakan dengan pendekatan tematik dan terpadu; serta (5) diarahkan pada pengembangan potensi kecerdasan secara menyeluruh dan terpadu (Iskandar Agung, 2010). Pendidik pada kelembagaan PAUD, menurut Undang–Undang no. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, haruslah berpendidikan minimal S1/D4.

4. HAMBATAN DALAM PENYELENGGARAAN PAUD BERBASIS KARAKTER

4.1 Pendidikan Anak Usia Dini Pada Jalur Formal dan Nonformal Kebijakan pemerintah dalam mencanangkan Pendidikan Berbasis Karakter sebagai
gerakan nasional tentunya perlu mendapat perhatian khusus. Dalam pidatonya pada Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2011 yang lalu, Menteri Pendidikan Nasional Bapak Moh. Nuh menyatakan bahwa kita harus mulai memberikan perhatian khusus pada PAUD karena merekalah yang nantinya akan melanjutkan pembangunan Bangsa dan Negara Republik Indonesia. Kondisi tumbuh kembang anak yang baik akan berpengaruh pada kualitas manusia (anak) di kemudian hari. Riset atas perkembangan anak dan hasil pendidikan menunjukkan keuntungan jangka panjang dan jangka pendek dari PAUD (Barnett, S.W 1992; Hart dan Schumacher, 2004; Shore, 1997 dalam Agung, 2010). Keuntungan jangka pendek PAUD adalah peningkatan aspek kecerdasan anak, sedangkan keuntungan jangka panjang adalah peningkatan angka penyelesaian sekolah (Agung, 2010). Penyelanggaran PAUD di Indonesia masih menemui beberapa hambatan, salah satunya adalah tingkat partisipasi masyarakat yang masih rendah. Berdasarkan data
pada tahun 2009, dari 28.6 juta anak berusia 0-6 tahun, 15.3 juta anak sudah terlayani PAUD baik formal mau pun nonformal. Hasil ini walaupun meningkat dari tahun–tahun sebelumnya, tetap saja memprihatinkan, karena jika mengacu pada Pembukaan Undang–Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa negara berkewajiban mencerdaskan kehidupan bangsa, berarti negara harus berupaya memberikan dan menyelenggarakan pendidikan bagi seluruh anak Indonesia tanpa kecuali. Rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam menyertakan anaknya mengikuti PAUD formal ataupun nonformal tentu saja disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya :

1. Kemampuan Ekonomi Orang Tua
Sebagian besar lembaga PAUD, baik formal maupun nonformal, yang ada di Indonesia diselenggarakan oleh masyarakat dalam bentuk sebuah yayasan. Oleh karena itu biaya pendidikannya tentu saja dibebankan kepada orang tua dan karena kebutuhan biaya yang besar itulah maka banyak orang tua memutuskan untuk tidak mengikutsertakan anaknya kedalam lembaga PAUD tersebut. Hal ini tentu saja menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah Indonesia agar dapat memastikan pemerataan dan perluasan pendidikan, khususnya PAUD, sehingga semua anak Indonesia dapat menikmati pendidikan sejak usia dini.
2. Kondisi Geografis.
Kondisi geografis yang kurang mendukung pemberian kesempatan memperoleh pendidikan seorang anakadalah jarak dan waktu tempuh
dari rumah ke sekolah. Waktu tempuh dipengaruhi oleh jarak tempuh dan ketersediaan sarana transportasi (Balitbang, 2002). Pada kasus PAUD, dikarenakan peserta didiknya berusia 0–6 tahun, maka lokasi lembaga PAUD terkait menjadi sangat penting bagi orang tua yang ini mengikutsertakan anak–anaknya. Jarak tempuh yang jauh dan minimnya sarana transportasi tentu saja menyulitkan terutama bagi orang tua bekerja.
3.Motivasi Orang Tua.
Motivasi dapat diartikan sebagai keinginan atau dorongan
(Balitbang, 2002). Hambatan ini biasanya kita jumpai di daerah pedesaan dimana masyarakat di pedesaan masih memiliki anggapan bahwa a
naknya tidak perlu disekolahkan sampai ke perguruan tinggi, apalagi dimulai dari TK/RA. Bagi mereka yang terpenting adalah bagaimana nantinya anak mereka dapat membantu perekonomian keluarga. Hal ini juga terkait dengan pemahaman masyarakat bahwa sekolah yang wajib hanyalah SD sampai dengan SMP sesuai dengan program Wajib Belajar 9 Tahun dari pemerintah. Maka dari itu perlu adanya sosialisasi oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah, akan pentingnya pendidikan anak usia dini kepada seluruh lapisan masyarakat.
4. Ketersediaan Lembaga PAUD.
Poin ini sangat erat kaitannya dengan poin 2 sebelumnya. Sebagian besar Lembaga PAUD baik formal maupun nonformal hanya berada di kota–kota besar sehingga bagi orang tua yang lokasi tempat tinggalnya jauh dari tempat penyelenggaraan PAUD tersebut mengurungkan niatnya untuk mengikutsertakan anaknya. Selain itu, rasio antara jumlah penduduk, dalam hal ini anak usia 0–6 tahun, yang tidak sebanding dengan jumlah lembaga PAUD yang tersedia di suatu daerah juga merupakan hambatan dalam pelaksanaan PAUD.

Pada poin ini dapat kita simpulkan pentingnya pemerataan pendidikan oleh pemerintah. Pemerataan pendidikan memiliki arti pemberian kesempatan yang sama kepada setiap anak untuk mendapatkan pendidikan pada usia dini baik secara formal ataupun nonformal. Salah satu indikator yang menunjukkan pemerataan kesempatan pendidikan ini adalah Angka Partisipasi, yaitu rasio antara jumlah penduduk dengan jumlah penduduk usia sekolah yang dalam PAUD berarti usia 0–6 tahun Dari sisi tenaga pendidik, pendidik pada lembaga PAUD terutama pada jalur formal masih sangat memprihatinkan. Berdasarkan data Pusat Statistik Pendidikan tahun 2009/2010, dari total 276.835 orang guru dan kepala sekolah pada tingkat TK, hampir 80% atau 237.446 di antaranya
berlatarbelakang pendidikan dibawah S1 sedangkan Undang–Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mensyaratkan minimal S1/D4. Sebagian besar pendidik di TK/RA berlatarbelakang pendidikan SPG/SLTA keguruan. Selain dilihat dari segi latarbelakang pendidikan,
tenaga pendidik PAUD tentu harus dilihat kompetensinya dalam menghadapi anak–anak usia 0–6 tahun.

Penanganan anak usia 0–6 tahun tentunya jauh berbeda dengan anak 7 tahun ke atas. Maka dari itu perlunya perhatian pemerintah untuk meningkatkan kompetensi tenaga–tenaga pendidik PAUD dengan diselenggarakannya pelatihan–pelatihan ataupun seminar-seminar. Hal lain yang juga dapat menghambat penerapan Pendidikan Berbasis Karakter pada PAUD adalah dalam metode pembelajaran di lembaga–lembaga PAUD tersebut. Sampai saat ini masih belum ada standar resmi yang ditetapkan pemerintah mengenai kurikulum ataupun metode pembelajaran untuk PAUD. Masing–masing lembaga PAUD dapat menentukan sendiri metode pembelajaran dan kurikulumnya. Menurut Profesor Sandralyn Byrnes, Australia's & International Teacher of the Year, saat seminar kecil di acara Giggle Playgroup Day 2011, gelaran Miniapolis & Giggle Management, Jumat, 11 Februari 2011 lalu yang dikutip oleh http://www.kompas.com, menyatakan bahwa pada taraf PAUD anak–anak sudah diajarkan dasar-dasar cara belajar dan pondasinya. Metodenya tentu saja dengan cara belajar sambil bermain. Karena lewat bermain, anak tidak merasa dipaksa untuk belajar. Saat bermain, otak anak berada dalam keadaan yang tenang. Saat tenang itu, pendidikan pun bisa masuk dan tertanam. Kelas haruslah berisi kesenangan, antusiasme, dan rasa penasaran.

Bukan menjadi ajang tarik-ulur kekuatan antara murid-guru. Seharusnya terbangun sikap anak yang semangat untuk belajar. Lewat bermain yang iarahkan, mereka bisa belajar banyak; cara bersosialisasi, problem solving, negosiasi, manajemen waktu, resolusi konflik, berada dalam grup besar/kecil, kewajiban sosial, serta 1-3 bahasa. Dengan metode pembelajaran yang tepat, yaitu melakukan pembelajaran sesuai dengan
kapasitas anak usia dini, maka pendidikan berbasis karakter akan efektif dilakukan dan hasilnya diharapkan menjadi bekal bagi mereka ketika masuk sekolah dasar bahkan pada pendidikan yang lebih tinggi.

4.2 Pendidikan Anak Usia Dini Pada Jalur Informal.
PAUD pada jalur informal berbentuk pendidikan yang diselenggarakan oleh keluarga ataupun oleh lingkungan. Anak usia 0–6 tahun biasanya akan mengikuti apa yang dilakukan oleh orang tua mereka di rumah dan orang–orang terdekat dilingkungannya. Oleh karena itu, PAUD pada jalur informal ini memiliki peran yang jauh lebih penting karena pada kenyataannya pendidikan karakter seorang anak dimulai dari dalam keluarga. PAUD pada jalur informal ini terbentuk ketika para orang tua mengalami hambatan dalam mengikutsertakan anaknya ke lembaga–lembaga PAUD formal maupun nonformal yang tersedia. Sehingga para orang tua memilih untuk mendidik anak-anaknya sendiri di rumah sebagai bekal mereka memasuki sekolah dasar nantinya. Hambatan yang ada dalam PAUD informal ini adalah kurangnya informasi yang didapat oleh para orang tua tentang apa itu pendidikan berbasis karakter yang mulai dicanangkan oleh pemerintah terurtama bagi para orang tua yang tinggal di pedesaan. Tidak ada kurikulum khusus yang mengatur PAUD pada jalur informal ini, terutama dalam pendidikan berbasis karakter. Sehingga para orang tua biasanya hanya melakukan yang biasa dilakukan oleh para orang tua pada umumnya. Misal, untuk membuat anak tersebut berempati pada orang lain, orang tua hanya perlu mencontohkannya sehingga anak bisa melihat dan meniru yang dilakukan orang tua tersebut. Hambatan lainnya adalah masalah tradisi dan adat istiadat. Kita tahu bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan adat istiadatnya. Masing–masing daerah di Indonesia mempunyai aturan dan prinsip–prinsip tersendiri dalam hal mengasuh anak. Sehingga jika ingin Pendidikan Berbasis Karakter ini dijadikan gerakan nasional, maka perlu disesuaikan dengan adat istiadat masing–masing daerah.

Yang penting untuk selalu ditanyakan oleh orang tua adalah 5W1H, yaitu :
1. What.
Contohnya, apakah pendidikan berbasis karakter itu? Hasil apa yang diinginkan oleh pemerintah dengan pencanangan pendidikan berbasis karakter?
2. When.
Kapan harus dimulai pendidikan karakter ini?
3. Where.
Dimana seorang anak dapat mengikuti pendidikan yang mendukung program pemerintah tersebut?
4. Why.
Mengapa pendidikan berbasis karakter ini menjadi penting sehingga dijadikan sebagai gerakan nasional?
5. Who.
Siapa saja yang dapat menyelenggarakan program ini? Siapa saja sasarannya?
6. How.
Bagaimana cara kita, khususnya orang tua yang tidak mengikutkan anaknya ke dalam lembaga PAUD, dapat ikut mendukung program pemerintah tersebut? Bagaimanakah metode yang efektif utnuk membentuk karakter seorang anak sehingga dapat mencapai tujuan dan hasil yang sama dengan yang dicanangkan oleh pemerintah.

5. REKOMENDASI METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN BERBASIS
KARAKTER PADA PAUD.
Sampai saat ini PAUD pada jalur formal dan nonformal belum mempunyai kurikulum tetap yang ditetapkan oleh pemerintah. Maka dari itu masing–masing lembaga PAUD harus menyusun dengan baik metode pembelajaran yang efektif supaya pendidikan berbasis karakter ini dapat tersampaikan dengan baik. Beberapa artikel ataupun penelitian telah memberikan banyak rekomendasi tentang metode pembalajaran yang efektif terkait pendidikan berbasis karakter ini. UNESCO salah satunya, menerbitkan buku tentang pembelajaran yang dapat moulding the mind and character young generation. Metode pembelajaran yang dimaksud adalah :

1. Learning To Know,
yaitu proses pembelajaran yang memungkinkan peserta didik menghayati dan akhirnya dapat merasakan dan dapat menerapkan cara memperoleh
pengetahuan, suatu proses yang memungkinkan tertanamya sikap ilmiah, yaitu sikap ingin tahu dan selanjutnya menimbulkan rasa mampu untuk selalu mencari jawab atas masalah yang dihadapi. Hasil yang diharapkan adalah menciptakan peserta didik yang memiliki rasa joy of discovery
. Untuk menerapkan proses belajar seperti ini diperlukan sarana dan prasarana yang memadai, guru yang profesional, dan sistem evaluasi yang terus menerus. Pada PAUD jalur informal, proses pembelajaran ini bisa dilakukan dengan cara membacakan buku cerita atau mengajak anak berkunju
ng ke tempat–tempat yang berkaitan dengan pendidikan, tentunya proses ini harus dijalankan secara konsisten.

2.Learning To Do.
Pada proses belajar ini, sasaran akhir yang diinginkan adalah generasi muda yang dapat bekerja secara cerdas dengan memanfaatkan
IPTEK. Proses belajar seperti ini memerlukan suasana atau situasi pembelajaran yang memungkinkan peserta didik menghadapi masalah untuk dipecahkan. Seperti misalnya bekerja secara berkelompok. Orang tua dapat pula menerapkan proses pembelajaran ini dengan cara mengajak serta anak ketika akan berkebun atau mengerjakan pekerjaan rumah.

3. Learning To Live Together.
Ketidakharmonisan antar umat manusia yang sering terjadi akhir–akhir ini di Indonesia membuat proses pembelajaran ini menjadi sangat penting. Hasil yang diinginkan pada proses ini adah menciptakan manusia yang tidak hanya bisa bekerja serta memecahkan masalah, tetapi juga mempunyai kemampuan untuk hidup bersama dengan orang lain dengan penuh toleransi, pengertian dan tanpa prasangka. Proses pembelajaran seperti ini perlu menciptakan situasi kebersamaan dalam waktu yang relatif lama.

4. Learning To Be.
Proses pembelajaran ini merupakan hasil akhir dari ketiga proses yang sebelumnya. Diharapkan ketika ketiga proses yang sebelumnya dapat
terlaksana dengan baik dan juga mencapai hasil yang diinginkan, maka pada akhirnya akan tercipta manusia yang mempunyai kepribadian mantap dan mandiri. Proses–proses pembelajaran di atas dapat terlaksana dengan baik tentu saja tidak lepas dari peran pendidiknya, dalam hal ini adalah guru dan orang tua. Dalam hal menanamkan karakter kepada anak–anak usia dini tentunya perlu penanganan yang tidak biasa seperti menangani anak–anak usia sekolah dasar atau lebih tinggi. Para pendidik dianjurkan untuk bisa mengasah kreativitasnya dalam melakukan metode pembelajaran. Kreativitas yang dimaksud di sini adalah kemampuan pendidik dalam meninggalkan gagasan, ide–ide, hal-hal yang dinilai mapan, rutinitas, usang, dan beralih untuk menghasilkan atau memunculkan gagasan, ide–ide, dan tindakan yang baru dan menarik, apakah itu utnuk pemecahan suatu masalah, suatu metode atau alat, suatu obyek atau bentuk artistik yang baru, dan lain–lainnya. Kemampuan menghasilkan atau memunculkan gagasan, ide–ide baru itu terwujud ke dalam pola perilaku yang dinilai kreatif pula (Agung, 2007). Kreativitas para pendidik pada PAUD dianggap perlu dan penting dikarenakan anak–anak usia 0–6 tahun pada dasarnya masih senang bermain daripada harus belajar duduk di kelas dari pagi sampai siang. Maka dari itu, walaupun pendidik pada PAUD sudah memiliki kualifikasi pendidikan yang cukup dan dapat menguasai bahan ajaran yang ditentukan, tetapi kurang mampu mengemasnya dalam kegiatan belajar–mengajar kepada peserta didik, mengakibatkan peserta didik akan cepat bosan dan tentunya bahan ajaran yang disampaikan tidak akan diterima dengan baik oleh peserta didik. Pada PAUD, konsep utama dalam belajar mengajar adalah belajar sambil bermain. Maka pelaksanaan konsep belajar sambil bermain inilah yang memerlukan kretivitas pendidiknya.

Metode pembelajaran lainnya yang dapat dijadikan referensi adalah menyelenggarakan pendidikan alternatif seperti sekolah alam. Saat ini sudah banyak lembaga-lembaga PAUD, terutama lembaga PAUD formal, yang menerapkan konsep sekolah alam. Pada dasarnya sekolah alam ini memiliki keinginan untuk memperkenalkan kembali manusia kepada alamnya. Di sekolah alam ini, anak–anak akan diajarka untuk menghargai dan menghormati alam sekitarnya. Konsep belajar kepada alam ini tentu saja dapat membuat anak– anak lebih menghargai dan mempunyai rasa empati dan simpati terhadap makhluk hidup lainnya. Hal initentu saja sejalan dengan Pendidikan Berbasis Karakter yang dicanangkan oleh pemerintah.
Dalam sebuah artikel, Indonesia Heritage Foundation (IHF) juga merekomendasikan sebuah metode pembelajaran yang dapat mendukung program pendidikan berbasis karakter ini, yaitu Model Pendidikan Holistik. Model Pendidikan Holistik ini memfokuskan pada pembentukan 9 Pilar Karakter kepada para peserta didik. 9 Pilar Karakter yang dimaksud adalah

(1) Cinta Tuhan dan segenap ciptaanNya
(2) Tanggung jawab, Kedisiplinan dan Kemandirian
(3) Kejujuran/Amanah dan Arif
(4) Hormat dan Santun
(5) Dermawan, Suka menolong dan Gotong-royong/Kerjasama
(6) Percaya Diri, Kreatif dan Pekerja keras
(7) Kepemimpinan dan Keadilan
(8) Baik dan Rendah Hati
(9) Toleransi, Kedamaian dan Kesatuan

Disamping 9 Pilar karakter di atas, IHF juga mengembangkan materi untuk mengajarkan kebersihan, kesehatan, kerapian dan keamanan pada anak.
Metode yang digunakan disebut sebagai “Refleksi Rutin” atau Apperception. Setiap pagi anak-anak diminta untuk mengikuti kegiatan refleksi Pilar selama 15-20 menit sesuai dengan Pilar yang sedang diterapkan saat itu (Maryuni, 2011). Beberapa metode yang telah disebutkan di atas hanya merupakan sebuah referensi dari berbagai hasil penelitian dan buku. Pada PAUD tentu saja yang terutama adalah melakukan metode belajar mengajar yang mangacu pada kemampuan masing–masing anak. Dalam satu metode penerapannya tentu bisa berbeda tergantung dari pribadi anak masing–masing yang menjadi sasaran. Peran orang tua juga tidak kalah pentingnya, walaupun sudah diikutsertakan ke dalam lembaga PAUD baik formal maupun nonformal, karakter seorang anak tetap dibentuk dari keluarga sendiri.

5. SIMPULAN DAN SARAN

5.1 SIMPULAN

5.1.1
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan faktor penting dalam pendidikan di Indonesia. Pada tahun 2011, Pemerintah Indonesia, khususnya menteri Pendidikan Indonesia, mulai mencanangkan Pendidikan Berbasis Karakter sebagai gerakan Nasional yang dimulai dari PAUD sampai Perguruan Tinggi.

5.1.2
Menurut Undang–Undang No. 20 Tahun 2003 Pasal 3 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan nasional berfungsi (1) Mengembangkan
kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa (2) Pendidikan
nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

5.1.3
Menurut Pasal 28 Undang–Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional : (1) PAUD diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar; (2) PAUD dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal dan/atau informal; (3) PAUD pada jalur jalur pendidikan formal yaitu berbentuk Taman Kanak–Kanak (TK), Raudhatul Atfhal (RA), atau bentuk lain yang sederajat; (4) PAUD pada jalur pendidikan nonformal yaitu dapat berbentuk Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat; (5) PAUD pada jalur pendidikan informal yaitu berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselanggarakan oleh lingkungan.

5.1.4
Pelaksanaan Pendidikan Berbasis Karakter pada tingkat PAUD formal dan nonformal memiliki berbagai hambatan, di antaranya adalah tingkat
partisipasi masyarakat yang masih rendah. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor antara lain faktor ekonomi keluarga, kondisi geografis,
motivasi dari orang tua dan ketersediaan Lembaga PAUD baik formal maupun nonformal.

5.1.5
Hambatan lainnya dalam pelaksanaan Pendidikan Berbasis Karakter ini adalah dari segi tenaga pendidik. Dalam Undang–Undang no. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen mensyaratkan latar belakang pendidik minimal S1/D4. Namun pada kenyataannya, tenaga pendidik untuk PAUD pada jalur formal (TK/RA) sebagian besar memiliki latar belakang pendidikan SPG/SLTA keguruan.

5.1.6
Dari segi metode belajar yang dilaksanakan oleh lembaga–lembaga PAUD formal dan nonformal juga dapat menjadi hambatan tersendiri. Metode
belajar pada tingkat PAUD yang diutamakan adalah belajar sambil bermain. Karena lewat bermain, anak tidak merasa dipaksa untuk belajar. Saat
bermain, otak anak berada dalam keadaan yang tenang. Saat tenang itu, pendidikan pun bisa masuk dan tertanam. Kelas haruslah berisi kesenangan, antusiasme, dan rasa penasaran.

5.1.7
Pada PAUD jalur informal, pelaksanaan Pendidikan Berbasis Karakter juga menemui berbagai hambatan. Hambatan yang paling utama adalah
kurangnya informasi yang didapat oleh para orang tua tentang betapa pentingnya pendidikan anak yang berbasis karakter.

5.1.8
Hambatan lainnya adalah masalah tradisi dan adat istiadat. Kita tahu bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan adat istiadatnya. Masing–masing daerah di Indonesia mempunyai aturan dan prinsip–prinsip tersendiri dalam hal mengasuh anak. Sehingga jika ingin Pendidikan Berbasis Karakter ini dijadikan gerakan nasional, maka perlu disesuaikan dengan adat istiadat masing–masing daerah.

5.1.9
Beberapa rekomendasi pembelajaran yang telah banyak diberikan melalui berbagai penelitian dan pendapat para ahli dapat digunakan sebagai bahan
acuan dalam Pendidikan Berbasis Karakter pada tingkat PAUD. UNESCO telah menerbitkan buku tentang pembelajaran yang dapat moulding the mind and character young generation.

Dalam buku tersebut dijelaskan metode pembelajaran yang efektif adalah
- Learning To Know, Learning To
- Do, Learning To Live Together, dan
- Learning To Be.

5.1.10
Indonesia Heritage Foundation (IHF)
merekomendasikan metode belajar
yang disebut
Model Pendidikan Holistik. Model Pendidikan Holistik ini
memfokuskan pada pembentukan 9 Pilar Karakter kepada para peserta
didik. 9 Pilar Karakter yang dimaksud adalah:

(1) Cinta Tuhan dan segenap ciptaanNya
(2) Tanggung jawab, Kedisiplinan dan Kemandirian
(3) Kejujuran/Amanah dan Arif
(4) Hormat dan Santun
(5) Dermawan, Suka menolong dan Gotong-royong/Kerjasama
(6) Percaya Diri, Kreatif dan Pekerja keras
(7) Kepemimpinan dan Keadilan
(8) Baik dan Rendah Hati
(9) Toleransi, Kedamaian dan Kesatuan

Disamping 9 Pilar karakter di atas, IHF juga mengembangkan materi untuk mengajarkan kebersihan, kesehatan, kerapian dan keamanan pada anak.
Metode yang digunakan disebut sebagai “Refleksi Rutin” atau Apperception. Setiap pagi anak-anak diminta untuk mengikuti kegiatan refleksi Pilar selama 15-20 menit sesuai dengan Pilar yang sedang diterapkan saat itu (Maryuni, 2011).

5.1.11
Metode pembelajaran lainnya yang dapat dijadikan referensi adalah menyelenggarakan pendidikan alternatif seperti sekolah alam. Saat ini
sudah banyak lembaga–lembaga PAUD, terutama lembaga PAUD formal, yang menerapkan konsep sekolah alam. Pada dasarnya sekolah alam ini
memiliki keinginan untuk memperkenalkan kembali manusia kepada alamnya. Di sekolah alam ini, anak–anak akan diajarka untuk menghargai
dan menghormati alam sekitarnya. Konsep belajar kepada alam ini tentu saja dapat membuat anak–anak lebih menghargai dan mempunyai rasa
empati dan simpati terhadap makhluk hidup lainnya.

5.1.12
Selain metode pembelajaran yang baik, Pendidikan Berbasis Karakter perlu didukung oleh kreativitas dari tenaga pendidik dalam mengemas metode
– metode tersebut menjadi sistem belajar mengajar yang efektif. Kreativitas yang dimaksud di sini adalah kemampuan pendidik dalam meninggalkan
gagasan, ide–ide, hal–hal yang dinilai mapan, rutinitas, usang, dan beralih untuk menghasilkan atau memunculkan gagasan, ide–ide, dan tindakan yang baru dan menarik, apakah itu utnuk pemecahan suatu masalah, suatu metode atau alat, suatu obyek atau bentuk artistik yang baru, dan lain–lainnya

5.2 SARAN
Sesuai dengan pencanangan yang telah dilakukan oleh pemerintah, yaitu Pendidikan Berbasis Karakter sebagai Gerakan Nasional yang akan dimulai dari tingkat PAUD sampai dengan Perguruan Tinggi, maka dapat kita simpulkan bahwa PAUD memiliki faktor yang penting dalam membentuk karakter anak.
Dari berbagai hambatan yang telah diuraikan, maka disarankan berbagai langkah
sebagai berikut :

5.2.1
Perlu adanya pemerataan pendidikan, khususnya pada tingkat PAUD formal dan nonformal sehingga seluruh anak di Indonesia usia 0–6 tahun dapat merasakan PAUD pada jalur formal maupun nonformal. Pemerataan pendidikan yang dimaksud adalah memperbanyak lembaga PAUD formal dan nonformal.

5.2.2
Perlu sosialisasi yang menyeluruh, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, mengenai apa itu Pendidikan Berbasis Karakter,
bagaimana anak–anak mendapatkannya, dan sebagainya.

5.2.3
Peningkatan kualitas tenaga pendidik PAUD pada tingkat formal dan nonformal melalui pelatihan–pelatihan dan seminar–seminar.
Pelatihan–pelatihan yang dilakukan juga harus menyeluruh dan dapat langsung dipraktekan (tidak hanya berupa materi saja).

5.2.4
Jika memungkinkan, PAUD dapat dijadikan pendidikan wajib seperti SD dan SMP untuk menunjang pemerataan PAUD di Indonesia.

5.2.5
Perlu adanya kurikulum yang tetap untuk PAUD sehingga dapat diterapkan menyeluruh oleh lembaga–lembaga PAUD formal di Indonesia. Kurikulum ini tentu harus disesuaikan dengan keadaan masing–masing daerah terkait dengan keragaman adat istiadat yang berbeda di Indonesia.

5.2.6
Adanya pengalokasian dana oleh pemerintah untuk PAUD dalam hal memberikan fasilitas belajar dan bermain untuk PAUD.

Daftar Pustaka

:: Agung, I. 2010. Perluasan Wajib Belajar 12 Tahun : Suatu Pemikiran. Jurnal Penelitian
Kebijakan Pendidikan : 119–135 Agung, I dan Drs. Suharjono, MM
:: 2007. Inventarisasi dan Kajian Inovasi Pendidikan : Penyelenggaraan Pendidikan Alternatif (Sekolah Alam dan SMP Alternatif). Pusat
Penelitian Kebijakan dan Inovasi Pendidikan Balitbang Kemdiknas : Jakarta
:: Agung, I dan Drs. Suharjono, MM. 2007. Kreativitas Pembelajaran di Jenjang Dikdas.
Pusat Penelitian Kebijakan dan Inovasi Pendidikan Balitbang Kemdiknas : Jakarta
:: http://female.kompas.com/read/2011/02/12/19564528/Ada.Apa.dengan.Pendidikan.Anak
.Usia.Dini.di.Indonesia. diakses 1 Juni 2011
:: http://female.kompas.com/read/2009/05/15/20340696/Fokuskan.Pendidikan.Usia.Dini.ke
.Anak.Usia.0-6.Tahun. diakses 1 Juni 2011
:: http://female.kompas.com/read/2011/02/13/05354263/Mengapa.Pendidikan.Anak.Usia.D
ini.Penting. diakses 1 Juni 2011
:: Indonesia Heritage Foundation, Model Pendidikan Holistik. Tersedia : http://
ihf-org.tripod.com
. Diakses 1 Juni 2011
:: Pusat Statistik Pendidikan. 2010. Statistik Pendidikan Nonformal.
Kemdiknas : Jakarta
:: Pusat Statistik Pendidikan. 2010. Statistik Pendidikan TK.
Kemdiknas : Jakarta
:: Yendri, W, Nur Berlian
dan LH. Winingsih. 2007. Pemerataan dan Perluasan Akses
Pendidikan. Pusat Penelitian Kebijakan dan Inovasi Pendidikan Balitbang Kemdiknas :
Jakarta

Cari Blog Ini

Halaman

Popular Posts

Advertisement

Responsive Advertisement