05/12/11

Sakit membawa nikmat

Sungguh kasihan orang yang kurang iman dan ilmu. Hari demi
hari yang dilalui di dunia ini selalu diliputi kesengsaraan
yang datang silih berganti. Cemas dan gelisah merupakan
indikasi hati yang jauh dari ketenteraman, yang membuat
nikmat yang ada tidak lagi dirasakan sebagai nikmat.
Begitu banyak hal yang tidak diinginkan tiba-tiba datang
menimpa. Karena belum tahu ilmunya, perasaan pun semakin
tertekan dan pasti ujungnya berupa penderitaan.
Di antara hal yang paling umum diberikan kepada manusia
adalah saat-saat ditimpa penyakit. Sebagian besar manusia
ketika ditimpa penyakit biasanya jatuh mengeluh. Tubuh
lunglai, wajah pun langsung kuyu, pudar cahayanya. Padahal
semakin banyak mengeluh, semakin terasa penderitaannya.
Semakin terasa karena hati tidak mau menerima musibah ini.
Maka, perasaan pun menjadi tertekan dan gelisah.
Yang paling mencelakakan dan kian menambah kesengsaraan
adalah pikiran yang tidak terkuasai dengan baik. Biasanya
menerawang jauh serta sebagian besar yang dipikirkan di-
persulit dan dikembangkan semakin parah dan menegangkan.
Orang yang terkena gejala tumor, misalnya, akan menjadi
sengsara jika yang menjadi buah pikirannya sesuatu yang
jauh lebih mengerikan daripada kondisi yang sebenarnya.
Ah, jangan-jangan tumor ganas. Bagaimana kalau merambat
ke seluruh tubuh, sehingga harus dioperasi ? Lalu,bagaimana
kalau operasinya gagal ? Belum lagi biayanya yang pasti
sangat besar. Wah, bagaimana ya ? Akibatnya, jelas orang
itu akan jauh lebih menderita dibanding penderitaan yangsebenarnya.
Semua itu terjadi karena kesalahan berpikir. Belum paham
terhadap hikmah penyakit yang menimpanya, sehingga salah
dalam menyikapinya. Hasilnya rugi di dunia dan di akhirat.
Kondisi dan sikap mental semacam ini harus segera kita
atasi. Kita harus senantiasa sehat karena hanya dengan
kesehatanlah gerak hidup ini menjadi lancar. Kalaupun
tubuh memang harus sakit, maka hati kita harus benar-benar
tetap berfungsi dengan baik.
Bagaimana cara menyiasatinya ? Insya Alloh resep ini akanbermanfaat bagi
kita.
Pertama, yakinilah bahwa selama hidup di dunia ini pasti
akan dipergilirkan aneka musibah. Sebagaimana firman Alloh
Azza wa Jalla (yang artinya), "Dan sungguh akan Kami berikan
cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, ke-
kurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita
gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS Al Baqarah [2] : 155)
Kedua, yakinlah bahwa segalanya milik Alloh. Sebagaimana
firman-Nya (yang artinya), "Ketahuilah, sesungguhnya kepunyaan
Alloh lah apa yang ada di langit dan di bumi. Sesungguhnya
Dia mengetahui keadaan yang kamu berada di dalamnya (sekarang)
dan (mengetahui pula) hari (manusia) dikembalikan kepada-Nya,
lalu diterangkan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka
kerjakan. Dan Alloh Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS An Nuur [24] :
64)
Memang, jagad raya alam semesta berikut isinya ini benar-benar
mutlak milik Alloh, Dia-lah yang Menciptakan, Mengatur, dan
Mengurusnya setiap saat. Sedangkan kita, jangankan membuat,
menggambarnya saja sudah tidak mampu. Bahkan, untuk tubuh
ini saja, jangankan bisa mengurusnya, tahu isinya pun tidak.
Sekali lagi, semuanya mutlak milik-Nya. Dan Alloh berbuat
apa saja yang Dia kehendaki, tanpa dapat dicegah, atau di halangi
siapapun.
Dalam hal ini Alloh berfirman (yang artinya), "Jika Alloh
menimpakan suatu kemudlaratan kepadamu, maka tidak ada yang
dapat menghilangkannya, kecuali Dia. Dan jika Alloh meng-
hendaki kebaikan bagimu, maka tak ada yang dapat menolak
karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang
dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Dan Dia-lah
yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Yunus [10] : 107)
Begitupun kalau Alloh telah menghendaki tubuh ini sakit,
ya wajar saja karena memang milik-Nya. Mengapa kita harus
pusing, kecewa, atau protes ? Ibarat seseorang menitipkan
baju miliknya kepada kita, kalau suatu saat diambil kembali,
mengapa kita harus keberatan ? Tidaklah layak kita berbuat seperti itu.
Seyogyanya kita memilih untuk ridla saja dalam menerima apa
yang telah terjadi. Segala kekecewaan, penyesalan, dan keluh
kesah, sama sekali tidak akan menyelesaikan masalah. Sekiranya
ada air tumpah dari gelas, apa perlunya kita menangis sedih,
menyesali, dan mengeluhkan air yang sudah menyerap ke dalam
tanah ? Sungguh semua itu merupakan perbuatan sia-sia yang
hanya membuang-buang waktu, tenaga, dan pikiran. Lebih baik
kita kerahkan segenap tenaga, pikiran, dan waktu tersebut
untuk mencari air yang lain lagi.
Ketiga, yakinilah bahwa Alloh itu Mahabijaksana dalam menentukan
segala-galanya. Dia Mahatahu akan keadaan tubuh kita karena
memang Dia yang membuat dan yang mengurusnya. Mahasuci Alloh
dari segala perbuatan zhalim. Semua yang ditimpakan kepada
makhluk-Nya sudah diukur dengan sempurna. Teramat mustahil
akan over dosis. Alloh berfirman (yang artinya), "Alloh tidak
membebani seseorang, melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
Ia mendapat pahala dari kebajikan yang diusahakannya dan men-
dapat siksa dari kejahatan yang dikerjakannya. (Mereka berdoa),
"Ya Tuhan kami, janganlah engkau bebankan kepada kami beban
yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang
yang sebelum kami. Ya Tuahn kami, janganlah Engkau pikulkan
kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah
kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau penolong
kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." (QS Al Baqarah [2] :
286)
Jadi, Alloh memang tidak akan membebani seseorang, kecuali
sesuai dengan kemampuannya. Dia Mahatahu segala-galanya.
Maka, Dia pun tahu Mahatahu akan kemampuan maksimal kita
menahan sakit. Dia Mahatahu biaya yang dikeluarkan dan Dia
pun Mahatahu akan keadaan ekonomi kita. Dia Mahatahu segala
dampak yang akan terjadi pada masa depan kita dengan adanya
penyakit ini. Pokoknya, Dia Mahatahu segala awal dan akhir
dari musibah yang memang sudah diukur-Nya dengan penuh kasih dan sayang.
Oleh karena itu, wahai hamba-hamba Alloh, hentikanlah mem-
bebani pikiran dan berburuk sangka kepada-Nya. Lebih baik
kita kerahkan segala potensi yang ada untuk berusaha memahami
hikmah di balik semua kejadian ini.
Sahabat, bila kita telah memahami hikmahnya, maka ternyata
sakit itu adalah suatu takdir yang sangat menguntungkan karena
akan menggugurkan dosa-dosa kita. Bukankah kita selalu me-
rindukan ampunan-Nya ? Inilah salah satu bentuk pengabulan keinginan kita
itu.
Rasulullah SAW bersabda, "Ketika seseorang ditimpa penderitaan
(sakit), maka Alloh mengutus dua orang malaikat kepadanya. Dia
berfirman, 'Dengarkanlah apa kata hamba-Ku ketika ditengok orang-
orang.' Jika ia mengucapkan Alhamdulillah, maka Alloh berfirman
kepada dua malaikat tersebut, 'Sampaikanlah kepadanya, jika Aku
mematikannya akibat penyakitnya, maka pasti masuk syurga, dan
jika ia Aku sembuhkan, maka pasti daging dan darahnya diganti
dengan yang lebih baik daripada asalnya, serta kujadikan pen-
deritaan (penyakitnya) sebagai penebus dosa-dosanya.' " (HR Al Faqih)
Dalam hadits lain Rasulullah bersabda, "Rintihan orang yang sakit
ditulis sebagai tasbih, jeritannya sebagai tahlil, bernafasnya
sedekah, tidurnya adalah ibadah, dan berbolak-baliknya ketika
tidur seperti perang sabil. Dan ditulis pula baginya sebaik-baik
amal yang biasanya ia lakukan di waktu sehatnya."
Adapun hikmah lainnya adalah bahwa sakit dapat dijadikan sebagai
ladang tafakkur. Betapa tidak ? Dengan sakit, kita dapat terhindar
dari kemaksiatan, yang besar kemungkinan akan dilakukan jika kita
dalam keadaan sehat. Kita menjadi insyaf, betapa penting dan mahal-
nya harga kesehatan yang biasanya disia-siakan ketika Alloh sedang
menyehatkan kita.
Selain itu, sakit pun ternyata merupakan jalan rizki bagi para
dokter dan petugas kesehatan, yang sekaligus menjadi ladang amal
shaleh sekiranya mereka ini ikhlas. Sedangkan bagi kita mencari
obat penyembuh tersebut niscaya menjadi ladang pahala ikhtiar.
Soal sembuh atau tidak, serahkanlah sepenuhnya pada qudrah dan
iradah Alloh. Insya Alloh pahala ikhtiar itu akan didapatkan
sepanjang ikhtiar yang dilakukannya sesuai dengan kehendak dan
ketentuan-Nya.
Semoga Alloh yang benar-benar sedang Menyaksikan dan Menguasai
setiap getaran hati pada diri hamba-hamba pilihan-Nya, senantiasa
menjaga, melindungi, serta memelihara kita dari prasangka buruk
terhadap ketentuan-Nya. Lebih dari itu, kita justru diberi-Nya
kekuatan untuk mampu menikmati dengan penuh kegembiraan atas
segala ketentuan yang Dia tetapkan pada kita.

04/12/11

Diskusi Golongan Darah & Tipe Kepribadian

untuk tjalon istriku,,, nuwun njeh informasinya... Suka-suka-suka,,, AABlah
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
untuk yang belum pernah baca, silahkan di share kembali dengan membawa ekor source...
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
O,….ternyata tipe golongan darah  mempengaruhi karakter pribadi seseorang. Kesimpulan itu merupakan hasil penelitian Furukawa Takeji dari Jepang. Menurut hasil studinya yang sangat ia percayai bahwa golongan darah seseorang akan mempengaruhi kepribadian mereka.
Menurut hasil studi itu golongan darah manusia ditentukan oleh protein-protein tertentu yang membangun semua sel di tubuh kita. Oleh karenanya,  menentukan karakter pribadi kita.
Secara umum darah manusia terbagi dalam golongan A, B, O, AB, dari empat golongan tersebut ternyata mempunyai keunikan masing-masing.Atas dasar pengetahuan ini orang Jepang lebih suka meramal  tentang seseorang lebih ditentukan oleh golongan darah daripada zodiak atau shio. Kenapa?
Penjelasan lebih jauh dinyatakan bahwa sifat orang yang menonjol berdasarkan  golongan darahnya dijelaskan sebagai berikut. :
A : terorganisir, konsisten, memiliki jiwa kerja-sama tinggi, tapi selalu cemas (karena perfeksionis) yang kadang bikin orang mudah sebel.
B : santai, easy going, bebas, dan paling menikmati hidup,
O : berjiwa besar, supel, gak mau ngalah, alergi pada yang detil, kecenderungan politik
AB: unik, nyleneh, banyak akal, berkepribadian ganda,
Tiap  golongan darah memiliki kepribadian yang khas, karakter khususnya digambarkan begini.
Tipe A
Orang dengan darah tipe A memiliki kekuatan yang berakar yang membantu mereka tetap tenang dalam krisis ketika semua orang panik. Namun, mereka cenderung menghindari konfrontasi, dan merasa sangat tidak nyaman di dekat orang. Tipe pemalu, mereka mencari keharmonisan dan sangat sopan, tapi semua merasa yang sama bahwa mereka tidak pernah benar-benar cocok dengan orang lain.
Karakternya sangat bertanggung jawab. Jika ada pekerjaan yang harus dilakukan, mereka lebih memilih untuk mengurus sendiri. Mereka termasuk orang-orang mendambakan kesuksesan dan perfeksionis. Mereka juga sangat kreatif dan paling artistik dari semua tipe darah, kemungkinan besar karena sensitivitas mereka.
Orang dengan golongan darah A juga cenderung dianggap klasik “tipe” A mudah stres.
Tipe B
Orang dengan darah tipe B berkarakter paling. Mereka adalah spesialis dalam apa  saja yang mereka lakukan. Ketika mereka memulai sebuah proyek, mereka menghabiskan waktu lebih, memahami dan mencoba mengikuti petunjuk dari orang lain sepanjang mungkin. Ketika mereka melakukan sesuatu, semua perhatian difokuskan padanya. Mereka cenderung menempel pada tujuan dan mengikutinya hingga akhir, meskipun tampaknya tidak mungkin.
Mereka cenderung kurang koperatif, karena mereka suka mengikuti aturan mereka sendiri dan ide-ide mereka sendiri. Mereka adalah individualis. Tipe B orang memperhatikan pikiran mereka sedikit lebih dari perasaan mereka, dan karena itu kadang-kadang dapat terlihat dingin dan serius.
Orang dengan darah tipe B sering dianggap lebih santai, , dan tidak konvensional daripada jenis lainnya, walaupun tidak harus sampai ke tingkat yang tidak dapat diterima.
Tipe O
Orang dengan golongan darah O orang yang terbuka, energik dan sosial. Mereka yang paling fleksibel dibandingkan dengan semua golongan darah. Mereka mudah memulai proyek tetapi sering mengalami kesulitan berikutnya karena mereka mudah menyerah. Mereka bertingkah dan tidak terlalu  dapat diandalkan. Jenis O selalu mengatakan apa yang ada di pikiran mereka. Mereka menghargai pendapat orang lain dan suka menjadi pusat perhatian. Juga, orang dengan darah O sangat percaya diri.
O Tipe, paling “rata-rata” jenis darah, dianggap sebagai jenis yang terbaik di Jepang.
Tipe AB
Orang dengan golongan darah AB sulit untuk dikategorikan. Mereka dapat memiliki karakteristik di kedua ujung spektrum pada waktu yang sama. Misalnya, mereka bisaa pemalu dan bisa  tiba-tiba sebaliknya. Mereka dengan mudah beralih dari satu berlawanan dengan yang lain. AB orang yang dapat dipercaya dan bertanggung jawab, tetapi tidak dapat menangani terlalu banyak ketika diminta dari mereka. Mereka tidak keberatan membantu, asalkan pada kondisi mereka sendiri bersedia. Orang dengan tipe darah ini tertarik dalam seni dan metafisika.
AB dianggap sebagai tipe darah terburuk di Jepang. Mereka dapat  prediktabilitas-mencintai, mereka meriam longgar. Mereka  ingin mengekspresikan kondisi mereka sendiri dan memiliki sifat untuk lari dari persoalan. Mereka hengkang dari pekerjaan  ketika  terdapat  hal-hal tidak memenuhi harapan mereka. Mereka dikenal sensitif dan ingin mendapat perhatian  untuk mengimbangi kekurangan dari  jenis darahnya. Untuk sementara, beberapa perusahaan mencoba membagi karyawan mereka ke dalam kelompok kerja berdasarkan golongan darah, dan tak seorang pun ingin bekerja dengan kelompok AB.
Karakter khas berdasarkan urutan.

Yang paling gampang ngaret soal waktu
1 B (karena nyantai terus)
2 O (karena flamboyan)
3 AB (karena gampang ganti program)
4 A (karena gagal dalam disiplin)
Yang paling susah mentolerir kesalahan orang :
1 A (karena perfeksionis dan narsismenya terlalu besar)
2 B (karena easy going tapi juga easy judging)
3 AB (karena asal beda)
4 O (easy judging tapi juga easy pardoning)
Yang paling bisa dipercaya :
1 A (karena konsisten dan taat hukum)
2 O (demi menjaga balance)
3 B (demi menjaga kenikmatan hidup)
4 AB (mudah ganti frame of reference)
Yang paling disukai untuk jadi teman :
1 O (orangnya sportif)
2 A (selalu on time dan persis)
3 AB (kreatif)
4 B (tergantung mood)
Kebalikannya, teman yang paling tidak disukai:
1 B (egois, easy come easy go, maunya sendiri)
2 AB (double standard)
3 A (terlalu taat dan scrupulous)
4 O (sulit mengalah)
Kemampuan Otak
Yang paling mudah tersesat
1 B
2 A
3 O
4 AB
Yang paling banyak meraih medali di olimpiade olah raga:
1 O (jago olah raga)
2 A (persis dan matematis)
3 B (tak terpengaruh pressure dari sekitar. Hampir seluruh atlet judo, renang dan gulat jepang bergolongan B)
4 AB (alergi pada setiap jenis olah raga)
Yang paling banyak jadi direktur dan pemimpin
1 O (karena berjiwa leadership dan problem-solver)
2 A (karena berpribadi “tekun” dan teliti)
3 B (karena sensitif dan mudah ambil keputusan)
4 AB (karena kreatif dan suka ambil resiko)
Yang jadi PM jepang rata-rata bergolongan darah
1 O (berjiwa pemimpin)
Mahasiswa Tokyo Universitas pada umumnya bergolongan  darah : B
Yang paling gampang nabung :
1 A (suka menghitung bunga bank)
2 O (suka melihat prospek)
3 AB (menabung karena punya proyek)
4 B (baru menabung kalau punya uang banyak)
Yang paling kuat ingatannya
1 O
2 AB
3 A
4 B
Yang paling cocok jadi MC :
1 A (kaya planner berjalan)
Kesehatan
Yang paling panjang umur :
1 O (gak gampang stress, antibodynya paling joss!)
2 A (hidup teratur)
3 B (mudah cari kompensasi stress)
4 AB (amburadul)
Yang paling gampang gendut
1 O (nafsu makan besar, makannya cepet lagi)
2 B (makannya lama, nambah terus, dan lagi suka makanan enak)
3 A (hanya makan apa yang ada di piring, terpengaruh program diet)
4 AB (Makan tergantung mood, mudah kena anoressia)
Paling gampang digigit nyamuk :
O (darahnya manis)
Yang paling gampang flu/demam/batuk/ pilek
1 A (lemah terhadap virus dan pernyakit menular)
2 AB (lemah thd hyangiene)
3 O (makan apa saja enak atau nggak enak)
4 B (makan, tidur nggak teratur)
Apa yang dibuat pada acara makan-makan di sebuah pesta :
O (banyak ngambil protein hewani, pokoknya daging)
A (ngambil yang berimbang. 4 sehat 5 sempurna)
B (suka ambil makanan yang banyak kandungan airnya spt soup, soto, bakso dsb)
AB (hobby mencicipi semua masakan, “aji mumpung”)
Yang paling cepat botak :
1 O
2 B
3 A
4 AB
Yang tidurnya paling nyenyak dan susah dibangunkan :
1 B (tetap mendengkur meski ada Tsunami)
2 AB (jika lagi mood, sleeping is everything)
3 A (tidur harus 8 jam sehari, sesuai hukum)
4 O (baru tidur kalau benar2 capek dan membutuhkan)
Yang paling cepat tertidur
1 B (paling mudah ngantuk, bahkan sambil berdiripun bisa tertidur)
2 O (Kalau lagi capek dan gak ada kerjaan mudah ken ngantuk)
3 AB (tergantung kehendak)
4 A (tergantung aturan dan orario)
Penyakit yang mudah menyerang :
A (stress, majenun/linglung)
B (lemah terhadap virus influenza, paru-paru)
O (gangguan pencernaan dan mudah kena sakit perut)
AB (kanker dan serangan jantung, mudah kaget)
Apa yang perlu dianjurkan agar tetap sehat :
A (karena terlalu perfeksionis maka santailah sekali-kali, gak usah terlalu tegang dan serius)
B (karena terlalu susah berkonsentrasi, sekali-kali perlu serius sedikit, berkonsentrasi, main catur)
O (karena daya konsentrasi tinggi, maka perlu juga mengobrol santai, jalan-jalan)
AB (karena gampang capek, maka perlu cari kegiatan yang menyenangkan dan bikin lega).
Yang paling sering kecelakaan lalu lintas (berdasarkan data kepolisian)
1 A
2 B
3 O
4 AB
Hingga saat ini hal-hal yang berkaitan dengan tipe golongan darah dan tipe kepribadian belum menjadi perhatian sungguh-sungguh di Indonesia. Baik perusahaan maupun lembaga-lembaga pendidikan belum membangun perhatian terhadap pengelompokan tersebut untuk dijadikan basis optimalisasi belajar maupun bekerja. Agaknya menarik jika para guru akan mencoba menelaah lebih jauh tentang hubungan tipe golongan darah dengan karakter belajar siswa di sekolah masing-masing.
Sumber :
situs 1 situs 2 situs 3

03/12/11

Tazkiyatun Nufus

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang”. (QS. Al- A’la: 14-15)
Tanda-tanda Kebahagiaan
Imam Ibnu Al-Qayyim Rahlinaluillah menyebutkan bahwa indikasi kebahagiaan seorang hamba ada tiga perkara. Yakni, jika diberi nikmat maka ia bersyukur, jika diuji dengan musibah dia bersabar dan jika dia berdosa maka segera memohon ampun.
Beliau berkata, “ketiga perkara tersebut adalah indikasi kebahagiaan seorang hamba, tanda-tanda bahwa la mendapat keberuntungan di dunia dan di akhirat. Seorang hamba tidak akan stabil posisinya di antara tiga hal tersebut. Dan seorang hamba akan senantiasa turun naik derajatnya dalam tiga kondisi tersebut.
Syukur Terhadap Nikmat
Nikmat-nikmat Allah Ta’ala melimpah ruah, sedangkan pengikatnya adalah Syukur. Syukur dibangun di atas tiga rukun, yakni: mengakuinya di dalam bathin, menyebutnya secara dhahir dan mempergunakan nikmat tersebut sesuai dengan ridha Pemberinya. Jika seorang melakukan hal itu, berarti dia telah bersyukur kendati terkadang ada kekurangan dalam mensyukurinya.
Sabar Menghadapi Bala’
Terhadap ujian dari Allah Ta’ala yang menimpa seorang hamba, wajib baginya untuk bersabar dan merelakannya. Adapun rukun sabar adalah menahan jiwa dari perasaan jengkel terhadap takdir yang menimpa dirinya, mencegah lisan mengeluh dan menjaga anggota badan dari berbuat maksiat seperti menampar pipi, merobek baju, menjambak rambut (karena histeris) dan semisalnya.
Maka ruang lingkup sabar berkisar pada tiga rukun tersebut, jika seorang hamba menegakkan sebagaimana mestinya, niscaya ujian akan berubah menjadi anugerah, bala’ menjadi karunia dan benci menjadi rasa cinta.
Hikmah dari Bala’
Jika Allah Ta’ala menguji hamba-Nya dengan bala’, tidaklah hal itu bertujuan untuk menyengsarakan hamba-Nya. Akan tetapi Dia menimpakan bala’ adalah untuk menguji kesabaran dan kesungguhan ibadahnya. Karena bagi Allahlah ibadah seorang hamba tatkala berada dalam kesempitan, sebagaimana bagi-Nya pula ubudiyah hamba di kala lapang. Bagi-Nyalah ubudiyah hamba dalam perkara yang tidak ia suka, sebagaimana bagi-Nya pula ubudiyah hamba dalam perkara yang dia suka.
Kebanyakan manusia hanya mempersembahkan ubudiyah dalam hal-hal yang mereka sukai, namun bakhil untuk memberikan ubudiyah dalam hal yang tidak mereka suka. Oleh karena itulah kedudukan hamba itu bertingkat-tingkat di sisi Allah Ta’ala sesuai dengan tingkatan ubudiyahnya kepada-Nya.
Wudhu dengan air dingin dalam suasana yang amat panas adalah ibadah, bermuka manis di hadapan istri cantik yang dicintai adalah ibadah, memberikan nafkah kepadanya, keluarganya dan dirinya sendiri adalah ibadah.
Demikian halnya wudhu dengan air dingin di saat suasana yang sangat dingin adalah ibadah, meninggalkan maksiat di saat nafsu sangat memuncak adalah ibadah, dan menafkahkan harta dikala sempit merupakan ibadah. Akan tetapi kendati sama-sama ibadah ada perbedaan tingkatan yang jauh anatar dua macam ibadah di atas.
Nikmat Dibukanya Pintu Taubat
Taubat adalah penyesalan. Jika Allah Ta’ala menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya maka akan dibukakan baginya pintu-pintu taubat, penyesalan dan kekecewaan, merasa hina di hadapan Allah Ta’ala, fakir dihadapan-Nya, memohon pertolongan-Nya, tulus kembali kepada-Nya, terus menerus tadharru’, berdo’a, taqarrub kepada-Nya dengan segala kebaikan semaksimal mungkin yang dapat ia kerjakan, hingga keburukan yang telah ia kerjakan menjadi sebab baginya  untuk mendapatkan rahmat (karena ia mau bertaubat).
Sampai-sampai musuh Allah Ta’ala (syetan) berkata, “duhai seandainya dahulu aku tidak menggodanya dan menjerumuskannya ke dalam dosa..!” Inilah maksud perkataan sebagian salaf, “sesungguhnya ada seorang hamba yang berbuat dosa namun ia masuk jannah karenanya, dan ada seorang hamba yang berbuat baik namun ia masuk neraka karenanya.” Orang-orang bertanya, “bagaimana hal itu bisa terjadi?” Beliau menjawab,”seorang hamba melakukan dosa namun kemudian meneteslah air matanya karena takut, khawatir, menangis karena menyesal dan malu kepada Allah Ta’ala. Dia menundukkan kepalanya di hadapan Allah Ta’ala, seakan hatinya pecah, hingga dosa yang dia kerjakan menjadi sebab baginya untuk mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan. Sehingga dosa yang ia kerjakan (lalu dia bertaubat) itu lebih bermanfaat dari banyaknya ketaatan yang dapat menyebabkan datangnya kebahagiaan seorang hamba dan keberun-tungannya. Maka dosa tersebut menjadi sebab baginya untuk masuk jannah.
Bahaya Ujub dan Ghurur
Adapun seseorang yang melakukan kebaikan lalu dengannya ia membangga-banggakan di hadapan Allah Ta’ala, berlaku takabbur dengannya, pamer, ujub dan membesar-besarkannya, dia berkata, “aku telah mengerjakan, aku telah mengerjakan” kemudian menyebabkan dirinya berbangga dan sombong, menonjolkan diri dan membesar-besarkan amalnya hingga akhimya la binasa karenanya. Jika Allah Ta’ala menghendaki orang ini baik,maka Allah Ta’ala akan memberikan bala’kepadanya dengan sesuatu yang akan menghancurkan kesombongannya, membuat lehernya tertunduk, dan merasa hina dihadapanNya. Namun jika Allah Ta’ala menghendaki selain itu, maka dibiarkannya ia dengan rasa ujub dan kesombongannya, dan jika Allah Ta’ala membiarkannya, itu pertanda ia akan binasa.
Tanda Diberi Taufik
Sesungguhnya orang-orang bijak telah sepakat bahwa taufik berarti Allah Ta’ala tidak menelantarkan jiwamu, sedangkan khudzlan adalah Allah Ta’ala  menyerahkan jiwamu kepada dirimu sendiri (menelantarkan Jiwamu-). Maka barangsiapa yang dikehendaki Allah Ta’ala mendapat kebaikan, niscaya Allah Ta’ala membuka baginya perasaan hina di hadapan Allah Ta’ala, senantiasa bersandar kepada Allah Ta’ala, merasa butuh dengan-Nya, menyadari akan aib dan kebodohan dirinya, kedzalimandan pembangkangannya. Dalam waktu yang bersamaan dia mengakui akan karunia Allah Ta’ala dan kebaikan-Nya, rahmat-Nya, wujud-Nya, Maha kaya dan segala sifat-Nya yang terpuji.
Seorang yang bijak, berjalan menuju Allah Ta’ala dengan kedua sayap ini, tidak mungkin berjalan melainkan dengan keduanya. Manakala hilang salah satu darinya, maka bagaikan burung yang kehilangan sebelah sayapnya.
Syaikhul Islam Rahimahullah berkata, “Seorang yang bijak berjalan menuju Allah Ta’ala di antara dua keadaan yakni mengakui karunia Allah Ta’ala dan menyadari aib diri dan kekurangan amalnya.”Inilah makna yang terkandung dalam sabda Rasulullah SAW di dalam hadits yang shahih: “Sayyidul istighfar adalah hendaknya seseorang membaca: “Ya Allah, Engkaulah Rabbku, tidak ada ilah yang haq kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakan aku, clan aku adalah hamba-Mu, dan aku berusaha memenuhi janji-Mu semampuku. Aku memohon perlindungan kepada-Mu dari buruknya apa yang aku kerjakan, aku mengakui nikmat-Mu atasku, dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.” (HR Al-Bukhari) Terkumpullah dalam hadits Nabi SAW tersebut “aku mengakui nikmat-Mu atasku, dan aku mengakui dosaku “yakni mengakui nikmat Allah Ta’ala dan mengakui aib dirinya dan kekurangan amalnya. Merasakan nikmat akan menumbuhkan kecintaan, dan rasa syukur kepada Pemberi nikmat dan kebaikan. Sedangkan mengakui aib dirinya dan kekurangan amalnya akan menumbuhkan rasa rendah, fakir di hadapan Allah Ta’ala dan bertaubat pada setiap kesempatan.
Inti Ibadah
Inti ibadah terletak pada dua kaidah dasar, yakni hubbun kaamil (kecintaan yang sempurna) dan dzullun taam (perasaan rendah secara sempurna). Kedua asas tersebut tergantung kepada dua asas yang sebelumnya. Yakni merasakan nikmat/karunia yang akan menimbulkan kecintaan  dan merasakan aib dan kekuarangan amalnya yang akan menimbulkan perasaan rendah secara sempurna. Jika seorang hamba membangun kepribadiannya di jalan Allah Ta’ala dengan dua landasan tersebut, niscaya musuh tidak akan berhasil mengalahkannya, kecuali jika ia dalam keadaan lengah dan lalai, itupun kemudian Allah Ta’ala akan segera memenangkan musuhnya kembali, dan ia mendapatkan miliknya kembali dengan rahmat-Nya.
Wallahu “Alam
Iqbal Quro

Prioritas Utama Rumah Tangga Cinta (Hanya) Kepada Allah

“Mereka yang berteman satu sama lain karena Aku. berhak memperoleh
cinta –Ku dan mereka yang saling membantu antara sesamanya karena Aku.
berhak memperoleh cinta-Ku… (H.R. Thabrani)”

ManajemenQolbu.Com : Subhanallah, alangkah indahnya kalau seorang
suami berani berkata kepada istrinya,seperti berikut ini : ”Wahai
istriku, janganlah engkau terlampau mencintaiku. Aku hanyalah sekedar
makhluk yang tiada daya dan upaya. Aku tidak akan pernah bisa
membelamu, kecuali kalau Allah mengaruniakan kekuatan kepadaku. Aku
tidak akan pernah mampu memberi nafkah kepadamu walau satu rupiah,
kecuali kalau Allah menitipkan rizki kepadaku.

Cintailah Allah pemilik alam semesta ini. Sekiranya Allah
mencintaimu, maka niscaya Dia akan memelihara dirimu walaupun aku
jauh darimu. Sekiranya Allah menyayangimu, maka Dia pasti akan
membela dan mencukupimu walaupun aku tidak berdaya untuk membela dan
mencukupimu. Cintailah aku sekedar apa yang diperintahkan Allah
kepadaku.”

Inilah sesungguhnya cerminan dari laa hubba illallaah. Betapa teramat
mulianya rumah tangga yang menjadi kan cinta kepada Allah Azza wa
Jalla sebagai prioritas utama motivasinya membangun keluarga. Betapa
tidak! Rumah Tangga yang bersungguh-sungguh dalam meningkatkan
kesanggupannya untuk tidak mencintai apa dan siapa pun, kecuali hanya
Allah, niscaya akan merasakan lezatnya dekat dan bertatapan dengan Dia
yang memiliki sifat Rahman -Rahim .

Seorang istri yang hanya mencintai Allah, dia berbakti kepada suami
bukan agar suami mencintainya. Tidak heran kalau dia mampu menunjukkan
bakti dan kesetiaannya kepada sang suami dengan begitu tulus. Manakala
suami pulang dari kantor atau dari bepergian, dia akan senantiasa
menyambutnya dengan hati yang indah, yang tersemburat dari wajah dan
penampilan yang sedap dipandang mata sang suami.

Demikian pun ketika suami berangkat dari rumah, ia akan menghantarnya
dengan hati dan tatapan yang tidak diselimuti kekhawatiran, apalagi
kecurigaan. Sementara dirinya yang tinggal di rumah pun mampu menjaga
diri dan harat suaminya dengan sebaik-biknya. Kalau berkata-kata, lisan
sang istri akan senantiasa terjaga. Sekali-kali tidak akan pernah
terlontar sepatah kata pun yang bisa membuat hati suami susah atau
terluka.


Klik

02/12/11

KESUCIAN HATI SANG CALON PENGHUNI SYURGA


Pernahkah anda sakit hati?kepada teman kepada saudara bahkan kepada istri atau suami kita?jangan diteruskan....karena itu akan menghambat anda menjadi penghuni surga.
 
Suatu hari Rasulullah berkata kepada sahabatnya, ''Kalau kalian ingin tahu calon penghuni surga, lihatlah nanti seorang hamba Allah yang duduk di pojok masjid.'' Para sahabat dengan rasa penasaran ingin melihat sosok yang digambarkan Rasulullah. Setelah tiga hari diamati, ternyata orang tersebut hanya orang tua biasa tanpa memperlihatkan kelebihan khusus.
 
Karena penasaran, seorang sahabat sengaja bermalam di rumah Pak Tua itu untuk melihat langsung amalannya yang membuatnya menjadi calon penghuni surga. Setelah diamati, tidak ditemukan sebuah amalan pun yang melebihi amalan sahabat Rasulullah yang lain.
 
Akhirnya sahabat itu memberanikan diri bertanya, ''Amalan apa yang menyebabkan engkau dikatakan Rasulullah calon penghuni surga?'' Pak Tua itu menjawab, ''Tidak ada wahai sahabatku, tapi mungkin ada dua hal yang selalu saya lakukan sebelum saya tidur:
pertama, sebelum berbaring tidur saya membuang rasa dendam kepada manusia yang menyakiti saya di siang hari; kedua, saya akan memaafkan kesalahan orang lain kepada saya sebelum dia sempat meminta maaf.''
 
Akhirnya sahabat tersebut yakin bahwa inilah yang dimaksud Rasulullah dengan perbuatan yang membuat seorang manusia masuk surga. Seluruh ibadah dan kewajiban serta larangan Allah terhadap manusia tujuan akhirnya satu, yaitu menjadi manusia yang memiliki hati yang bersih. Karena, dari hati yang bersihlah lahir sifat mulia dan terpuji yang sangat berguna untuk membentuk suatu masyarakat yang harmonis dan aman.
 
Kedua sifat yang dijelaskan dalam kisah di atas merupakan sumber kegalauan hati yang pada gilirannya akan menyibukkan pikiran dengan rasa dendam dan selalu memikirkan kesalahan orang lain. Akibatnya, keinginan untuk beribadah berkurang; rasa khusuk dalam beribadah akan terganggu.
 
Di sinilah kegembiraan setan, dengan kita membukakan pintu hati untuk digoda agar lupa kewajiban sebagai hamba Allah. Seluruh pikiran terbelenggu untuk selalu melihat orang dengan segala nikmat dan bencana. Ketika orang lain mendapat nikmat, hatinya menjadi gelisah, dan ketika mendapat bencana hatinya gembira di atas penderitaan orang lain.
 
Memperoleh kesucian hati bukanlah pekerjaan yang mudah. Hati manusia bagaikan gelombang. Selalu berubah-ubah sesuai kekuatan ketakwaan. Manusia harus melatih hati dengan amal yang mulia. Dalam istilah ilmu tasawuf dikenal dengan istilah mujahadah, dan dalam menjalaninya harus melakukan secara sungguh-sungguh.
 
Ada seorang ulama yang untuk melatih sifat rendah hati rela melakukan pekerjaan yang dianggap orang lain hina, dan berpakaian murahan selama bertahun-tahun. Tak lain tujuannya adalah agar tidak terdapat sifat sombong dalam hati yang sangat dimurka Allah. Allah akan menerima manusia berhati suci di akhirat kelak dengan maghfirah dan rahmat yang berlimpah. Sedangkan hati yang busuk, niscaya murka Allah yang akan diterima.

Memahami Harapan Suami dan Istri

Seringkali terjadi, pasangan tak dapat memahami harapan suami dan istr. Hal ini terjadi karena mereka tak saling berterus terang mengenai harapan suami dan istri.
Setiap orang tentu memiliki harapan terhadap terhadap diri sendiri maupun individu lain dilingkungannya. Begitu pula dalam suatu pernikahan. Seorang suami memiliki harapan pada istrinya, dan istripun sebaliknya.  Baik suami ataupun istri dapat saja memiliki harapan-harapan yang sama. Seperti sama-sama memiliki harapan untuk menjadi seorang suami atau istri yang menghargai dan menghormati pasangannya ataupun menjadi orang tua yang bijak dalam mengasuh dan mendidik anak-anak mereka.
Namun sayangnya, tak selalu sepasang suami istri memiliki harapan-harapan yang sama. Misalnya saja, seorang istri begitu mengharapkan suaminya selalu bersikap romantic padanya dalam setiap kesempatan. Ketika ia menghadapi kenyataan suaminya tak seromantis seperti yang diharapkan, maka ia pun kecewa. Begitu pula suami, dalam benaknya ia berharap istrinya tidak berkarir di luar rumah, namun selalu berada di rumah agar dapat memasak untuknya dan menjaga anak-anaknya. Ketika kenyataannya tak sesuai dengan yang diharapkan, maka ia pun kecewa. Hal ini wajar saja terjadi. Karena pada dasarnya setiap individu memiliki keinginan dan harapan yang unik dan tak selalu sama antara satu dengan yang lainnya.

1. Memahami Harapan pasangan
Seringkali terjadi, seorang suami atau istri tak dapat memahami harapan-harapan pasangannya. Hal ini terjadi karena mereka tidak saling berterus terang mengemukakan harapan terhadap pasangannya. Mereka cenderung berharap agar pasangannya tahu dan mengerti apa yang diharapkannya. Jika hal ini terjadi, tentunya masing-masing pihak tidak dapat mengetahui secara pasti apa yang menjadi harapan pasangannya, apalagi mewujudkan harapan tersebut. Terkadang seseorang merasa enggan untuk mengungkapkan harapannya karena ia merasa takut harapannya tak sesuai dengan apa yang diharapkan, sehingga harapan yang ada hanya mampu ia pendam di dalam hatinya. Keengganan mengungkapkan harapan ini dapat pula terjadi pada orang yang tak pernah mendapat kesempatan belajar untuk mengungkapkan emosi secara baik melalui percakapan. Akibatnya is menjadi tertutup dan takut berterus terang mengungkapkan harapannya yang sesungguhnya. Emosi yang terpendam ini, bila dibiarkan bertumpuk akan terekspresikan melalui beberapa tingkah laku, seperi kecewa, menangis, ataupun marah.
Dalam kehidupan suami istri, bila terdapat banyak hal atau pun harapan yang tak pernah diungkap, dirundingkan dan dibahas secara tuntas dapat menimbulkan berbagai konflik dalam kehidupan rumah tangga. Semisal tidak adanya kesepakatan harapan mengenai peran dan tanggung jawab yang harus diembani suami atau pun istri.

2. Utamakan komunikasi dan negosiasi
Tentu saja tak salah Anda memiliki harapan pada suami atau istri. Harapan – harapan ini acapkali berubah menjadi tuntutan yang tidak terucapkan dan bila tidak mendapat tanggapan yang memuaskan, harapan ini dapat menimbulkan konflik dan salah paham yang berkepanjangan. Tentu hal ini tidak Anda inginkan bukan? Untuk menyiasati hal tersebut dan sekaligus mendekatkan hubungan Anda berdua, ada beberapa hal yang dapat Anda dan pasangan lakukan:

3. Berlatih mengungkap harapan secara jelas
Seringkali Anda tidak berani mengungkapkan isi hati Anda dengan jelas pada orang lain karena takut mendapat tanggapan negative. Padahal sikap terus ini mampu membuat orang lain lebih mengerti apa yang menjadi harapan Anda.Kejelasan dalam menyampaikan maksud hati ini juga merupakan perilaku yang tampak lebih dewasa daripada tindakan merajuk, menangis atau pun marah – marah. Acapkali, sikap terus terang ini terbukti efektif dalam menyampaikan pesan dan harapan Anda terhadap pasangan. Namun, perlu diupayakan adalah bagaimana cara mengungkapkan dan menyampaikan harapan ini tanpa membuat pasangan merasa tersinggung.

4. Mempelajari teknik mendengar aktif
Dalam memahami harapan antara Anda dan pasangan memang diperlukan kemampuan menangkap pesan yang tersirat dari harapan – harapan tersebut. Kemampuan mendengarkan maksud dan harapan ini juga Anda perlukan. Untuk itu memang diperlukan kesabaran Anda agar pasangan dapat menyampaikan isi hatinya secara bebas dan terbuka. Dengan demikian Anda berdua dapat saling memahami harapan – harapan Anda melalui teknik mendengarkan secara aktif.

5. Belajar menyesuaikan diri dengan pasangan
Ada kalanya harapan dan permintaan sulit diwujudkan karena berbagai hal. Untuk itu memang diperlukan sikap menerima keadaan, belajar menyesuaikan diri dan meningkatkan toleransi dari Anda berdua terhadap hal – hal yang berbeda dari pasangan. Sikap saling mengerti ini akan menumbuhkan rasa kebersamaan Anda berdua dalam mencari solusi yang tepat untuk menyelaraskan perbedaan harapan yang ada.

6. Memiliki harapan yang realistis
Pada awal perkawinan masing – masing mengharapkan sikap dan tindakan ideal dari pasangannya. Namun seringkali harapan – harapan ideal ini tak terwujud sehingga menimbulkan rasa kecewa. Anda tak perlu berlama – lama tenggelam dalam rasa kecewa ini. Cobalah Anda kaji kembali apakah harapan Anda selama ini terlalu ideal sehingga sulit diwujudkan pasangan Anda? Jika hal ini yang terjadi, maka harapan – harapan ideal ini harus diubah menjadi suatu harapan yang lebih realistis sehingga mudah diwujudkan oleh pasangan Anda.
Hal–hal ini semua diharapkan dapat membantu Anda dan pasangan dalam menyelaraskan harapan – harapan Anda. Namun prasarat utama tercapainya suatu solusi yang memuaskan adalah komunikasi dan negoisasi Anda dan pasangan dalam mengemukakan apa saja yang menjadi harapan Anda berdua.

Googling Austria, Windowsbie7

Tips Untuk Menjadi Orang Yang Paling Bahagia

1. Keimanan menghapuskan keresahaan, dan melenyapkan kegundahan. Keimanan adalah kesenangan yang diburu oleh orang-orang yang bertauhid dan hiburan bagi orang-orang yang ahli ibadah. 
2. Yang lalu telah berlalu, dan yang telah pergi telah mati. Jangan dipikirkan yang telah lalu karena telah pergi dan selesai. 
3. Terimalah qadha yang telah pasti dan rizki yang telah dibagi itu dengan hati terbuka. Segala sesuatu itu ada ukurannya. Karenanya, enyahkan kegelisahaan. 
4. Ketahuilah dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tentram, Allah akan menjadi ridha, dan tekanan hidup akan terasa ringan. 
5. Jangan menanti ucapan terima kasih dari sesama. Cukuplah pahala dari Dzat yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. 
6. Ketika waktu pagi tiba, jangan menunggu sampai sore. Hiduplah dalam batasan hari ini. Kerahkan seluruh semangat yang ada untuk menjadi lebih baik hari ini. 
7. Biarkan masa depan itu hingga dia datang dengan sendiri dan jangan terlalu berkepentingan dengan hari esok. Karena jika Anda melakukan terbaik di hari ini maka hari esok juga akan baik 
8. Jangan rusak kehidupan Anda karena masa lalu, jangan hancurkan kebahagian Anda karena masa depan. 
9. Bersihkan jiwa dari dengki, dan jernihkan dari iri. Keluarkan penyakit permusuhan dan percekcokan dari dalam jiwa.
10. Buku adalah teman yang paling baik. Bercakap-cakaplah dengan buku, bersahabatlah dengan ilmu, dan bertemanlah dengan pengetahuan.
11. Anda harus berjalan-jalan dan berolah raga. Jauhi kemalasan dan ketidakberdayaan. Tinggalkan kekosongan dan pengangguran.
12. Jangan membaca buku-buku yang memanjakan pesimisme dan putus asa.
13. Hiduplah bersama al-Quran, baik dengan cara menghapal, membaca, mendengarkan, atau merenungkannya. Sebab ini merupakan obat paling mujarab untuk mengusir kesedihan dan kedukaan.
14. Bertawakallah kepada Allah dan serahkan semua perkara kepada-Nya. Terimalah semua ketentuan-Nya dengan sepenuh hati, berlindunglah kepada-Nya, dan bergantunglah kepada-Nya karena sesungguhnya Dia cukup sebagai pelindungmu.
15. Maafkanlah orang pernah melakukan kezhaliman kepada Anda, sambunglah tali silaturahmi orang yang memutuskan tali silahturahmi dengan Anda.
16. Berilah orang yang tidak pernah memberi kepada Anda, dan bersabarlah terhadap orang yang berbuat jahat kepada Anda niscaya Anda akan memperoleh rasa bahagia dan aman dalam diri Anda.
17. Bacalah secara berulang-ulang la hawla wala quwwata illa billahi, karena akan membuat hati menjadi tentram, memperbaiki keadaan, membuat yang berat jadi ringan, dan membuat Yang Maha Kuasa menjadi ridha.
18. Perbanyaklah istghfar, sebab dengan istighfar akan ada rezki, akan ada jalan keluar, ilmu yang berguna, akan ada kemudahan dan penghapus dosa.
19. Ketahuilah bahwa setelah kesulitan ada kemudahan dan pasti ada jalan keluar. Keadaan seseorang itu tidak akan tetap selamanya. Hari-hari itu akan senantiasa bergulir.
Windowsbie7 

Bekerja Keras dan Bekerja Cerdas

Buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang shaleh, sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan.”(Saba’:11). ‘Aisyah RA meriwayatkan, Nabi SAW bersabda: “sesungguhnya Alla Ta’ala menyukai apabila salah seorang di antara kalian bekerja secara profesional (ahli dan terampil.” HR. Ahmad, Hakim dan Baihaqi dari ‘Aisyah. Dihasankan oleh Syeikh Albani dalam as-Shahihah, Juz 4:106 no. hadits: 1113; Shahihul Jami’ (1880). Dari Hudzaifah Ibn Yaman RA, bersabda Nabi SAW: “Tidak patut seorang mu’min menghinakan dirinya. Sahabat bertanya, bagaimana cara menghinakan diri itu? Sabda Nabi SAW: Ia tidak malu menjajakan kesusahannya karena ketidak mampuannya berusaha. Hadits Shahih, HR. Turmudzi, Ibnu Majah, Ahmad, Baihaqi. Shahihul Jami no.7797. As Shahihah Syeikh Albani [613]
TAQDIM.
  1. Manusia adalah makhluk mukallaf (kenabeban  tugas dan tanggungjawab)  untuk kepentingan hidup dan penghidupannya sehari-hari. Dengan beban sebagai makhluk mukallaf itu,  manusia diberi sejumlah kemampuan, keahlian dan kehandalan (at-thaqah wal jaddah) ; di mana setiap muslim diserukan untuk bekerja sepenuh tenaga supaya dapat menghidupi secara layak  orang yang berada dalam tanggungjawabnya demi kemakmuran hidup.
  2. Untuk kepentingan ini; Allah Ta’ala menjadikan siang untuk bekerja dan menjadikan malam untuk istirahat; wa huwa’lladzii ja’ala lakum al-layla libaasan wa’n-nawma subaatan wa ja’ala’n-nahaara nusyuuraa, “Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.” Al Furqan:47. Dalam 24 jam perjalanan waktu;  1/3 waktu untuk  bekerja, 1/3 untuk  ibadah, 1/3 lagi untuk istirahat. Al Qashas:88 menyebutkan, “walaa tansa nashiibaka mina’d-dun’yaa” jangan kamu lupakan bagianmu didunia.”
  3. Islam menyuruh untuk bekerja secara itqaan (profesional), secara ihkaam; yaitu tepat guna (efektif-efisien),dan secara ihsaan; yaitu bekerja yang menghasilkan karya terbaik sebagai tuntutan iman, ilmu dan amal.  Bagi Islam, bekerja adalah tuntutan hidup (takliiful-hayah), bagian dari tanggungjawab (mas’uuliyatu al-hayah). Bekerja juga bagian dari ibadah. Bekerja adalah hak dan kewajiban terhadap sesama, sebagai konsekwensi dari hidup bermu’amalah; kewajiban fardhu-ain dan fardhu-kifayah.
  4. Mengapa harus bekerja keras sekaligus bekerja cerdas? Sebab suratan hidup manusia bergantung pada bagaimana ia melakukan kasab (usaha), ikhtiar (daya upaya), berdoa dan bertawakkal.   Di hadapan 4 pilar suratan hidup ini, Allah Ta’ala membekali manusia modal utama, yaitu; kemauan (al-iraadah), kemampuan(al-qudrah), kesempatan (al-i’tidzaar, al-furshah). Dengan tiga modal utama ini, manusia dapat mewujudkan impiannya jadi kenyataan, cita-citanya jadi realita, harapannya jadi terwujud. Allah Ta’ala Maha Memudahkan jalan, tsummas-sabiila yassarah, surah abasa:20
  5. Ada 3 keadaan manusia dalam bekerja, malas (kasal), sungguh-sungguh (juud), lemah; lemah semangat maupun lemah fisik (al-’ajzu wal kasal). Allah Ta’ala mencintai kesungguhan dan keseriusan setiap hamba, sebaliknya Allah Ta’ala membenci sikap malas dan lemah semangat.
ISLAM & PEKERJAAN
(1). Islam meletakkan perintah ibadah setara dengan perintah untuk bekerja, supaya menjadi orang yang beruntung. “Apabila sholat sudah ditunaikan, maka bertebaranlah kamu sekalian di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kalian beruntung.” Al-Jumu’ah:10.  Imam Ibnul-’Arabi (468-543 H) seorang ‘alim dari Malikiyah berkomentar: di dalam ayat ini ada perintah wajib untuk keluar dari rumah dalam rangka  bekerja atau keluar dari tempat ibadat untuk melanjutkan kerja. Dengan bekerja terpenuhi kebutuhan jasmani dan dengan ibadat lalu kerja lagi terpenuhi kebutuhan jasmani dan rohani, secara bersamaan. (sumber: Tafsir Ahkamul Qur’an dalam Maktabah Shamela)
(2). Suruhan untuk bekerja, Allah Ta’ala ikuti dengan perintah untuk bersyukur dan selalu ingat hari penantian, supaya tidak menjadi penyesalan di hari kemudian. “Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” Al-Mulk:15. Syeikh Sa’di (w.1376 H), firman Allah?Ta’ala  ‘Famsyuw fii manaakibihaa,” maksudnya li thalabi ar-rizqi wa al-makaasib, perintah untuk mencari rezki dan memenuhi hajat hidup dengan bekerja keras.(sumber: Tafsiiru al-Kariim ar-Rahmaan Fii Kalaami al-Mannaan. Beirut: Mu’assasah ar-Risalah,2000 M/1420 H
(3). Dalam bekerja, carilah pekerjaan yang halal jangan terlalu “ngoyo” sehingga lupa waktu, Allah Ta’ala murka terhadap orang seperti ini, seperti dalam surah Thaha:81. Dr.’Abdullah bin Muhsin At-Turki mengatakan: “maksudnya carilah rezki yang halal saja, tapi jangan pula terlalu berlebihan. Sebab dengan berlebihan bisa membuat orang untuk berbuat dzalim atau mendzalimi orang lain, sehingga turunlah murka Allah Ta’ala yang akibatnya merugikan orang itu, bahkan bisa membinasakannya. Tafsir al-Muyassar, cet.Majma’ Malik Fahd, KSA Saudi ‘Arabia bersama-sama dengan Asatidzah at-Tafasir
Nabi Ta’ala berpesan kepada Ka’ab bin ‘Ujrah RA :”Wahai Ka’b bin Ujroh sesungguhnya tidak akan masuk syurga daging yang tumbuh dari hal yang di murkai Allah Ta’ala (haram), dan neraka adalah tempat yang  paling cocok untuknya.” HR. Ahmad (no.:14494, 15358); Imam Darimi (7558), Imam ‘Abd bin Humeid (1138), dihasankan oleh Syeikh Albani dalam Shahih Targhib no.hadits: 2242
(4). Dalam bekerja, perhatikanlah halal-haram, supaya hidupmu jadi berkah, al-Baqarah:188. Haram hukumnya bekerja dan menikmati hasil kerja dari hasil usaha yang terindikasi; mengarah pada syirik dan bid’ah, najis, kotor dan jorok, sesuai sabda Nabi SAW: “Sesungguhnya Rasulullah SAW melarang hasil jual anjing, hasil prostitusi dan jerih-payah tukang ramal”. Dalam riwayat lain: “Sejelek-jelek pekerjaan adalah hasil prostitusi dan jual-beli anjing. Dalam riwayat lain: “hasil juali-beli anjing itu, najis. Hasil prostitusi itu panas. Kata seorang  Tabi’in; aku bertanya pada Jabir tentang jual-beli anjing dan kucing, Jabir menjawab: Nabi SAW melarang keras pekerjaan itu.” Shahih Muslim Syarah Nawawi, Juz 10:231-233.
FA’IDAH BAB INI:
  1. Islam agama amal,  usahakanlah beramal sebaik dan sebagus mungkin. Mulailah dengan basmalah, akhiri dengan hamdalah. Manusia berencana, Tuhan yang menentukan. Dalam bekerja jangan lupa berdo’a dan bertawakkal. Seberat, sesibuk dan secapek apapun pekerjaan yang dilakukan; jangan tinggalkan kewajiban sholat lima waktu.
  2. Allah Ta’ala senantiasa  memudahkan jalan bagi mereka yang mau berusaha dan selalu mensyukuri. Simaklah doa Nabi SAW yang diajarkannya pada Mu’adz bin Jabal RA: “allaahumma a’innii ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika, Ya Allah bantulah aku untuk senantiasa mengingat-Mu, mensyukuri nikmat-MU, dan beribadah yang baik kepada-Mu.” (HR. Abu Dawud, Nasa’i, Ahmad. Shahihul Jami’ no. 7969)
  3. Bekerja adalah cara yang tinggi tingkat kehalalannya dalam mencari rezki Allah Ta’ala. Ada dua cara tahshilu’l-mal, mendapatkan harta yaitu melalui; (a) Kasab; dengan bekerja, berusaha, berdo’a dan tawakkal serta ridha dan qana’ah dalam memperoleh hasil. Caranya melalui jalan Yadhribuwna fil-ardh yabtaghuwna min fadhlillah (Al Muzammil:20), fantasyiru fil-ardh (al-Jumu’ah:10), famsyuw fi manakibiha (Al Mulk:15),  dengan tangan dan keringat sendiri serta melalui jalan ta’awun/syirkah, (b) Intifa’ul-Mal; pemanfaatan harta melalui jalan wakaf, hibah, hadiah, sedekah dan lain-lain.
  4. Allah Ta’ala memerintahkan untuk bekerja dan berusaha dengan tangan sendiri, antara lain karena tingkat kehalalannya yang tinggi karena dari hasil usaha keringat sendiri. Karena itu Nabi SAW mengkaitkan antara tingkat kehalalan makanan yang dikonsumsi dengan bekerja,  dan memuji cara bekerja dan berusahanya Nabi Dawud AS.
  5. Kewajiban bekerja dan berusaha untuk memenuhi berbagai hajat basyariyah dan syar’iyah adalah perbuatan mulia yang bernilai ibadah, lantaran berbagai sebab antara lain karena ‘alaaqaat dzawjiyah (kaitannya sebagai suami), alaaqaat-qaraabah (hubungan kerabat). Laki-laki dewasa yang sehat lahir dan batin, namun tidak bekerja untuk nafkah keluarga dihitung sebagai sebuah tindak kejahatan, shahih Muslim no.:996, ” kafaa bil-mar’I itsman an yahbisa ‘amman yamliku qurbatahuu,” seseorang cukup dipandang berbuat kejahatan manakala ia tidak memberi nafkah keluarganya.    Sebaliknya mengeluarkan harta dijalur ini  adalah sebaik-baik   infaq,  al Baqarah:267
  6. Nabi Dawud dan puteranya Nabi Sulaiman ‘alayhimassalam adalah contoh yang baik untuk diteladani dalam kajian ini.
H. Syamsul Bahri

01/12/11

MENGGAPAI MAHLIGAI CINTA MELALUI PERNIKAHAN BAROKAH

Intisari PQS Al-Azhar 13 Mei 2001
KH. Abdullah Gymnastiar/Aa Gym

Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah,
Berbicara tentang pernikahan banyak yang menyesal.
Menyesal kalau tahu begini nikmat kenapa tidak dari
dulu. Menyesal ternyata banyak deritanya. Menikah itu
tidak mudah, yang mudah itu ijab kabulnya. Rukun nikah

yang lima harus dihapal dan wajib lengkap kesemuanya.
Begitu pula dengan syarat wajib nikah pada pria yang
harus diperhatikan. Bagaimana jika kita belum punya
biaya? Harus diyakini bahwa tiap orang itu sudah ada
rezekinya. Menikah itu menggabungkan dua rezeki,
rezeki wanita dan laki-laki bertemu, masalahnya adalah

apakah rezeki itu diambil dengan cara yang barokah
atau tidak. Allah tidak menciptakan manusia dengan
rasa lapar tanpa diberi makanan. Allah menghidupkan
manusia untuk beribadah yang tentu saja memerlukan
tenaga, mustahil Allah tidak memberi rezeki kepada
kita.
Biaya pernikahan bukanlah perkara mahal, yang penting
ada. Maka kalau sudah darurat bahkan mengutang untuk
menikah diperbolehkan daripada mendekati zina. Kalau
sudah menikah setelah ijab kabul, jangan jadi riya
dengan mengadakan resepsi yang mewah. Hal ini tidak
akan menjadi barokah. Misalnya dalam mengundang, hanya

menyertakan orang kaya saja, orang miskin tidak
diundang. Bahkan Rasulullah melarang mengundang dengan

membeda-bedakan status. Dalam mengadakan resepsi
jangan sampai mengharapkan balasan income yang
didapat.
Masalah mas kawin yang paling bagus adalah emas dan
uang mahar yang paling bagus adalah uang. Berilah
wanita sebanyak yang kita mampu, jangan hanya berkutat

dengan seperangkat alat sholat saja. Rasulullah lebih
mengutamakan emas dan uang dan inilah hak wanita. Awal

nikah jangan membayangkan punya rumah yang bagus. Maka

perkataan terbaik suami kepada istrinya adalah
menasehati istri agar dekat dengan Allah. Jika istri
dekat dengan Allah maka ia akan dijamin oleh Allah
mudah-mudahan lewat kita.
Tiga rumus yang harus selalu diingat terdapat dalam
surah Al-Asyr. Setiap bertambah hari, bertambah umur,
kita itu merugi kecuali tiga golongan kelompok yang
beruntung. Golongan pertama adalah orang yang selalu
berpikir keras bagaimana supaya keyakinan dia kepada
Allah meningkat. Sebab semua kebahagiaan dan kemuliaan

itu berbanding lurus dengan tingkat keyakinan kepada
Allah. Tidak ada orang ikhlas kecuali yakin kepada
Allah. Tidak ada sabar kecuali kenal kepada Allah.
Tidak ada orng yang zuhud kepada dunia kecuali orang
yang tahu kekayaan Allah. Tidak ada orang yang tawadhu

kecuali orang yang tahu kehebatan Allah. Makin akrab
dan kenal dengan Allah semua dipandang kecil. Setiap
hari dalam hidup kita seharusnya dipikirkan bagaimana
kita dekat dengan Allah.
Kalau Allah sudah mencintai mahluk segala urusan akan
beres. Salah satu bukti seperseratus sifat pemurah
Allah yang disebarkan kepada seluruh mahlukNya bisa
dilihat sikap seorang ibu yang melahirkan seorang anak

Kesakitan waktu melahirkan, hamil sembilan bulan tanpa

mengeluh yang belum tentu anak tersebut akan membalas
budinya. Tidak tidur ketika anaknya sakit, mengurus
anak dari mulai TK sampai SMA. Memikirkan biaya
kuliah. Mulai nikah dibiayai sampai punya anak bahkan
juga diterima tinggal di rumah sang ibu. Tetapi
kerelaannya masih saja terpancar. Itulah seperseratus
sifat Allah.
Selalu komitmen mau kemana rumah tangga ini akan
dibawa. Mungkin sang ayah atau ibu yang meninggal
lebih dulu yang penting keluarga ini akan kumpul di
surga. Apapun yang ada dirumah harus menjadi jalan
mendekat kepada Allah. Beli barang apapun harus barang

yang disukai Allah. Supaya rumah kita menjadi rumah
yang disukai Allah. Boleh punya barang yang bagus
tanpa diwarnai dengan takabur. Bukan perkara mahal
atau murah, bagus atau tidak tetapi apakah bisa
dipertanggungjawabkan disisi Allah atau tidak.
Bahkan dalam mendengar lagu yang disukai Allah siapa
tahu kita dipanggil Allah ketika mendengar lagu.
Rumah kita harus Allah oriented. Kaligrafi dengan
tulisan Allah. Kita senang melihat rumah mewah dan
islami. Jadikan semua harta jadi dakwah mulai mobil
sampai rumah. Tiap punya uang beli buku, buat
perpustakaan di rumah untuk tamu yang berkunjung
membaca dan menambah ilmu. Jangan memberi hadiah
lebaran hanya makanan, coba memberi buku, kaset dan
bacaan lain yang berguna.
Jangan rewel memikirkan kebutuhan kita, itu semua
tidak akan kemana-mana. Allah tahu kebutuhan kita
daripada kita sendiri. Allah menciptakan usus dengan
disain untuk lapar tidak mungkin tidak diberi makan.
Allah menyuruh kita menutup aurat, tidak mungkin tidak

diberi pakaian. Apa yang kita pikirkan Allah sudah
mengetahui apa yang kita pikirkan. Yang harus kita
pikirkan adalah bagaimana dekat dengan Allah,
selanjutnya Allah yang akan mengurusnya. Kita
cenderung untuk memikirkan yang tidak disuruh oleh
Allah bukan yang disuruhNya.

Kalau hubungan kita dengan Allah bagus semua akan
beres. Barang siapa yang terus dekat dengan Allah,
akan diberi jalan keluar setiap urusannya. Dan dijamin
dengan rezeki dari tempat yang tidak diduga-duga. Dan
barang siapa hatinya yakin Allah yang punya segalanya,
akan dicukupkan segala kebutuhannya. Jadi bukan dunia
ini yang menjadi masalah tetapi hubungan kita dengan
Allah-lah masalahnya.

Golongan kedua adalah rumah tangga yang akan rugi
adalah rumah tangga yang kurang amal. Jangan capai
memikirkan apa yang kita inginkan, tapi pikirkan apa
yang bisa kita lakukan. Pikiran kita harusnya hanya
memikirkan dua hal yakni bagaimana hati ini bisa
bersih, tulus, dan bening sehingga melakukan apapun
ikhlas dan yang kedua teruslah tingkatkan kekuatan
untuk terus berbuat. Pikiran itu bukan mengacu pada
mencari uang tetapi bagaimana menyedekahkan uang
tersebut, menolong, dan membahagiakan orang dengan
senyum. Sehingga dimanapun kita berada bagai pancaran
matahari yang menerangi yang gelap, menuai bibit,
menyemarakkan suasana. Sesudah itu serahkan kepada
Allah. Setiap kita memungut sampah demi Allah itu akan
dibalas oleh Allah.

Rekan-rekan Sekalian,
Mari kita ubah paradigmanya. Rumah tangga yang paling
beruntung adalah rumah tangga yang paling banyak
produktifitas kebaikannya. Uang yang paling barokah
adalah uang yang paling tinggi produktifitasnya, bukan
senang melihat uang kita tercatat di deposito atau
tabungan. Uang sebaiknya ditaruh di BMT. Yang terjadi
adalah multiefek bagi pihak lain, hal ini menjadikan
uang kita barokah. Daripada uang kita disimpan di Bank
kemudian Banknya bangkrut, disimpan di kolong kasur
takut dirampok.

Kaya boleh asal produktif. Boleh mempunyai rumah
banyak asal diniatkan agar barokah demi Allah itu akan
beruntung. Beli tanah seluas-luasnya. Sebagian
diwakafkan, kemudian dibangun masjid. Pahala akan
mengalir untuk kita sampai Yaumil Hisab. Makanya terus
cari uang bukan untuk memperkaya diri tapi
mendistribusikan untuk ummat. Sedekah itu tidak akan
mengurangi harta kita kecuali bertambah. Jadi pikiran
kita bukan akan mendapat apa kita? tapi akan berbuat
apa kita?. Apakah hari ini saya sudah menolong orang,
sudahkah senyum, berapa orang yang saya sapa, berapa
orang yang saya bantu?

Makin banyak menuntut makin capai. Makin kuat kita
menuntut kalau Allah tidak mengijinkan maka tidak akan
terwujud. Kita minta dihormati, malah Allah akan
memperlihatkan kekurangan kita. Kita malah akan
dicaci, hasilnya sakit hati. Orang yang beruntung,
setiap waktu pikirannya produktif mengenai kebaikan.
Selagi hidup lakukanlah, sesudah mati kita tidak akan
bisa. Kalau sudah berbuat nanti Allah yang akan
memberi, itulah namanya rezeki. Orang yang beruntung
adalah orang yang paling produktif kebaikannya.

Yang ketiga rumah tangga atau manusia yang beruntung
itu adalah pikirannya setiap hari memikirkan bagaimana
ia bisa menjadi nasihat dalam kebenaran dan kesabaran
dan ia pecinta nasihat dalam kebenaran dan kesabaran.
Setiap hari carilah input nasihat kemana-mana.
Kata-kata yang paling bagus yang kita katakan adalah
meminta saran dan nasihat. Ayah meminta nasihat kepada
anak, niscaya tidak akan kehilangan wibawa. Begitu
pula seorang atasan di kantor.

Kita harus berusaha setiap hari mendapatkan informasi
dan koreksi dari pihak luar, kita tidak akan bisa
menjadi penasihat yang baik sebelum ia menjadi orang
yang bisa dinasihati. Tidak akan bisa kita memberi
nasihat jika kita tidak bisa menerima nasihat. Jangan
pernah membantah, makin sibuk membela diri makin jelas
kelemahan kita. Alasan adalah kelemahan kita. Cara
menjawab kritikan adalah evaluasi dan perbaikan diri.
Mungkin membutuhkan waktu sebulan bahkan setahun.
Nikmatilah nasihat sebagai rezeki dan bukti kesuksesan
hidup. Sayang hidup hanya sekali dan sebentar hanya
untuk menipu diri. Merasa keren di dunia tetapi hina
dihadapan Allah. Merasa pinter padahal bodoh dalam
andangan Allah.

Mudah-mudahan kita bisa menerapkan tiga hal diatas.
Setiap waktu berlalu tambahlah ilmu agar iman
meningkat, setiap waktu isi dengan menambah amal.
Alhamdulillah

Fitnah Dajjal

DAJJAL apa atau siapa?
Banyak diriwayatkan dalam beberapa hadist tentang apa atau siapa Dajjal. Dajjal adalah seorang manusia dari keturunan Yahudi. Dia bukan Jin atau apapun jua makhluk lain selain ia sebagai manusia yg ditangguhkan ajalnya “MinalMunzharin”
Dajjal adalah sebuah kata dalam Bahasa Arab, yang diturunkan dari akar kata “dajl”. yakni “pendusta, penipu, penghasut, dan orang terlaknat yang mengaburkan pemikiran, hati, kebaikan dan kejahatan, kebenaran dan kesalahan, yang menyembunyikan wajah sesungguhnya tentang suatu hal dengan cara menutupinya, yang mengembara ke setiap tempat”.
Sifat Badannya
Hadis Huzaifah ra katanya: Rasulullah saw telah bersabda : Dajjal ialah orang yang buta matanya sebelah kiri, lebat (panjang) rambutnya serta dia mempunyai Syurga dan Neraka. Nerakanya itu merupakan Syurga dan Syurganya pula ialah Neraka (Hadis Sahih Muslim).
Ada beberapa ciri perawakan Dajjal yg disebutkan dalam Hadis Rasulullah saw, diantaranya: Seorang yang kelihatannya masih muda; Berbadan besar dan agak kemerah-merahan; Rambutnya kerinting dan tebal. Kelihatan dari belakang seolah-olah dahan kayu yang rimbun. Dan tandanya yg paling ketara sekali ada dua :
Pertama: Buta mata kirinya dan kelihatan seperti buah kismis yg kecut, manakala mata kanannya tertonjol keluar kehijau-hijauan berkelip-kelip laksana bintang. Jadi kedua-dua matanya adalah cacat.
Kedua: Tertulis didahinya tulisan “Kafir (Kaf-Fa-Ra)”. Tulisan ini dapat dibaca oleh setiap orang Islam, sama saja ia pandai membaca atau tidak. Mengikut hadits riwayat At-Thabrani, kedua tanda ini menjelma dalam diri Dajjal setelah ia mengaku sebagai Tuhan. Adapun sebelum itu, dari kedua tanda yang terakhir ini belum ada pada dirinya. Buta Mata Kiri Dan Mata Yang Kanan Juga Tidak Difungsikan (buta kedua matanya)
Simbol dari ketidakpedulian/ kebutaan manusia akan hukum Allah Ta’ala, sudah tidak ada lagi batasan baik dan buruk, sifat egois, ketidakpedulian nasib sesama, fakir miskin meraja lela, anak yatim dibiarkan ditelantarkan, dsb.
Di Dadanya/Didahinya Tertulis “KAF FA RA”
Kufur secara bahasa berarti menutupi. Sedangkan menurut syara’ kufur adalah tidak beriman kepada Allah Ta’ala dan Rasulnya saw, baik dengan mendustakannya atau tidak mendustakannya. Dan orang yang kufur disebut orang Kafir. Macam macam orang kafir disebutkan dalam Al Qur’an :
  1. Kufur karena Mendustakan :Firman Allah Ta’ala : ”Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan yang hak tatkala yang hak itu datang kepadanya? Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir?” (Al- Ankaabut:68)
  2. Kufur Karena Enggan dan Sombong : “Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada Para Malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” Maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir”
  3. Kufur karena Ragu (Qs Al Kahfi : 35 – 38)
  4. Kufur karena berpaling dari peringatan Allah Ta’ala (Qs Al-Ahqaf : 3)
  5. Kufur karena Nifaq (QS Al-Munafiqun : 3)
  6. Kufur karena tidak mensyukuri nikmat Allah Ta’ala (An-Nahl : 83)
  7. Kufur karena belajar dan Mengajarkan sihir (Al Baqarah : 102)
  8. Dan sifat kufur yang lain.
Kita lihat sekarang dalam kehidupan sehari hari kita semakin banyak kebanggaan manusia dalam berbuat kufur, contoh sederhana Dajjal yang semakin digemari di Indonesia saat ini “Puluhan Layanan SMS Ramalan Bintang” yang semakin digemari. Facebook pun tak ketinggalan dari layanan Ramalan Bintang. Lihatlah betapa bangganya Mereka yang menyediakan Layanan Ramalan itu, Meski mereka tahu sihir itu dilarang tetapi mereka bangga.
Pergaulan bebas ,dugem, narkoba, miras, sistem yang diadopsi dari negara penganut Dajjal kini semakin digemari oleh saudara kita di Indonesia, dan anehnya mereka yang demikian merasa bangga dan bahkan menganggap hal tersebut sesuatu yang harus.
Jelas Dajjal sudah ada di sekitar kita
Tempat Tinggalnya Sekarang
Menurut riwayat yg sahih yg disebutkan dalam kitab “Shahih Muslim”, bahwa Dajjal itu sudah wujud sejak beberapa lama. Ia dirantai di sebuah pulau dan ditunggu oleh seekor binatang yang bernama “Al-Jassasah”. Dari Hadits ini jelaslah bagi kita bahwa Dajjal itu telah ada dan ia menunggu masa yang diizinkan oleh Allah Ta’ala untuk keluar menjelajah permukaan bumi ini dan tempat “transitnya” itu ialah di sebelah Timur bukan di Barat.
Dajjal itu Sudah Berwujud Sejak Beberapa Lama.
Semakin menjelaskan bahwa Dajjal sebenarnya sudah ada di sekitar kita. Transitnya disebelah timur bukan di barat “jelas sekali yang menjadi sasaran Dajjal adalah orang timur (budaya timur) bukan orang barat karena sejatinya dari sana Dajjal berasal. Rasulullah saw bersabda : Tidak ada negara (dalam dunia) melainkan akan dipijak (dilanda) oleh Dajal kecuali Mekah dan Madinah kerana setiap jalan dan lereng bukit dijaga oleh barisan Malaikat. Oleh karena itu Dajal akan turun (berhenti) di satu kawasan bernama Sibkhah (tanah kering lagi masin) maka Madinah bergegar sebanyak tiga kali, kemudian semua para Kuffar (orang kafir) dan para Munafik keluar dari Madinah menemui Dajjal.
Dijelaskan dalam Hadist diatas negara yang tidak akan dipijak oleh Dajjal adalah Mekkah dan Madinah, dikatakan dalam hadist di atas semua orang kafir dan munafik keluar dari madinah menemui Dajjal, Kita lihat berapa banyak orang Muslim yang kaya dan mampu untuk melaksanakan Ibadah Haji akan tetapi lebih memilih berlibur/ berjalan jalan keluar negeri mereka telah keluar dari melaksanakan ibadah haji dan lebih memilih untuk berlibur ketempat wisata………!
Makkah dan Madinah adalah tempat tujuan untuk melaksanakan Ibadah Haji yang akan mengantarkan kita ke syurga akan tetapi terlihat seperti neraka. Sedangkan tempat berlibur seperti Pantai Kuta, Las Vegas, atau tempat tempat liburan yang lain terlihat seperti syurga padahal banyak sekali maksiat yang akan mengantarkan para penggemarnya ke neraka . Jelas Dajjal sudah ada di sekitar kita.
Berapa Lama Ia Akan Hidup Setelah Kemunculannya?
Dajjal akan hidup setelah ia memulai kerusakannya kepada umat ini, selama empat puluh hari saja. Namun begitu, hari pertamanya adalah sama dengan setahun dan hari kedua sama dengan sebulan dan ketiga sama dengan satu minggu dan hari-hari yang tersisa sama seperti hari-hari biasa. Jadi keseluruhan masa Dajjal membuat fitnah dan kerusakan itu ialah 14 bulan dan 14 hari. Kita lihat sekarang berapa kali dalam satu tahun bencana/ kerusakan yang terjadi di dunia? Tidak usah jauh- jauh kita lihat saja di Indonesia tempat kita tinggal bukankah terjadi fitnah dan kerusakan di mana-mana bahkan bisa dikatakan 1 tahun sekali. Jelas Dajjal sudah ada di sekitar kita.
Fitnah Dajjal:
Dajjal telah diberi peluang oleh Allah Ta’ala untuk menguji umat ini. Oleh kerana itu, Allah Ta’ala  memberikan kepadanya beberapa kemampuan yang luar biasa. Di antara kemampuan Dajjal ialah:
1. Segala kesenangan hidup akan ada bersama dengannya. Benda-benda beku akan mematuhinya. Sebelum kedatangan Dajjal, dunia Islam akan diuji dahulu oleh Allah Ta’ala dengan kemarau panjang selama 3 tahun berturut-turut. Pada tahun pertama hujan akan kurang sepertiga dari biasa dan pada tahun kedua akan kurang 2/3 dari biasa dan tahun ketiga hujan tidak akan turun langsung. Umat akan dilanda kemarau dan kekeringan. Di saat itu Dajjal akan muncul membawa ujian.
2. Ada bersamanya seperti syurga dan neraka. ebagaimana kita diberitahu dalam hadits “dia akan pula memiliki surga dan neraka bersamanya. Walaupun surganya akan nampak seperti surga, sebenarnya itu adalah neraka, dan begitu juga meskipun nerakanya akan nampak seperti neraka, sebenarnya itu adalah surga,”
3. Gambaran perjalanan Dajjal. Diriwayatkan dalam HR Muslim “Kami bertanya: Wahai Rasulullah! Bagaimana gambaran perjalanannya diatas muka bumi ini? Nabi menjawab:”Gambaran perjalanannya adalah seperti gambaran “Al Ghaist” (hujan atau awan) yang dipukul oleh angin yang kencang.” H.R Muslim
Wallahu’alam
kutipan penjelasan Zaenal Abidin  

Cari Blog Ini

Halaman

Popular Posts

Advertisement

Responsive Advertisement